• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sempadan Bangunan yang Dimundurkan, serta Bangunan yang Dibag

Dalam dokumen Humanopolis (Halaman 33-37)

pengguna. Pengolahan fasade bangunan sebaiknya memiliki pola yang terlihat dengan jelas dan teratur atau dikelompokan sehingga membentuk desain yang padu, kemudian elemen-elemen arsitektur seperti kolom, balok, kanopi, jendela dan pintu sebaiknya sejajar dengan bagian fasade yang berdekatan. Memperjelas batasan antara lantai juga dapat digunakan sebagai salah satu cara pendekatan untuk mencapai bangunan yang ideal. Membuat banyak bukaan atau membuat fasade lebih transparan di lantai dasar sehingga pengguna jalan dapat melihat ke dalam bangunan dapat membuat bangunan menjadi lebih ramah dan memperjelas batasan antara lantai bangunan. Pemilihan material fasade seperti yang sudah disebutkan diatas, memiliki peran yang tidak kalah penting. Contohnya adalah penggunaan material seperti batu alam dan bata ekspose, akan memberikan kesan yang lebih alami serta memiliki skala yang lebih manusiawi dibandingkan dengan menggunakan aluminium composite panel (ACP). Aplikasi material

yang bertekstur dan bermodul lebih kecil dapat memberikan kesan yang ramah dari bangunan, karena material yang lebih kecil akan terasa lebih dekat dan memberikan kesan seakan material tersebut dapat disentuh.

Penerapan Dalam Humanopolis

Berbagai konsep dan model desain diatas memiliki hubungan yang sangat erat dengan bagaimana menciptakan kota yang manusiawi atau Humanopolis. Penerapan konsep-konsep diatas secara tidak langsung juga merupakan penerapan konsep dari Humanopolis yang sangat penting jika mengingat kondisi perkotaan yang serba masif dan menekan. Konsep Humanopolis yang menekankan pentingnya sebuah kota memiliki interkoneksi antara satu bangunan ke bangunan lainnya dalam bentuk pedestrian yang terstruktur serta penggunaan berbagai elemen-elemen penghias citra kota seperti lampu taman, bangku, rerumputan, patung, air mancur dan sebagainya untuk melembutkan kota dari citra masif dan menekan.

Perancangan bangunan yang lebih ramah terhadap manusia akan mendorong kenaikan penggunaan ruang publik, sehingga kemungkinan terjadinya interaksi sosial antar pengguna semakin tinggi juga. Jika dikaitkan dengan konsep Humanopolis, hal diatas menurut Budihardjo (2009) mencerminkan salah satu prinsip Humanopolis yaitu bagaimana runag-ruang perkotaan yang ada saling dihubungkan satu sama lain, sehingga menjadi satu kesatuan berupa ruang perkotaan yang bersifat sosial.13 Penciptaan ruang- ruang sosial inilah yang akan memperkaya pengalaman serta interaksi antara manusia yang terjadi di ruang publik.

Stakeholder

Dalam upaya membangun sebuah kota yang ideal untuk manusia, tentunya banyak sekali pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya atau disebut juga sebagai

Stakeholder. Seluruh pihak yang terlibat harus berperan aktif tanpa terkecuali agar

pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar. Pihak-pihak yang terlibat dalam merancang sebuah kota atau kawasan yang baik dan manusiawi terdiri dari: 1. Investor, 2. Desainer, 3. Pemerintah, 4. Pengguna, dan 5. Masyarakat sekitar. Investor sebagai pemegang dana merupakan pihak yang memiliki wewenang tertinggi dalam sebuah pembangunan yang mana berlanjut atau tidaknya sebuah proyek sangatlah bergantung kepada keputusan investor. Tujuan utama seorang atau sekelompok investor dalam pembangunan tentunya mendapatkan keuntungan dari investasinya, sehingga terkadang investor sering luput dalam penggunaan atau desain yang manusiawi.

Untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi, maka peranan desainer disini juga tidak kalah penting. Selain merancang bangunan/kota/kawasan, seorang desainer juga harus mampu mengedukasi investor tentang faktor-faktor sosial dan manusia di dalam

13

pembangunan proyek. Komunikasi yang baik antara desainer dan investor dapat menghasilkan sebuah kolaborasi yang kuat sehingga membantu terciptanya desain yang ideal. Kemampuan berdiplomasi dan bernegosiasi sangatlah penting sehingga tujuan dari desain tetap tercapai tanpa masalah dengan pihak owner atau investor. Pemegang

kepentingan lainnya adalah pemerintah, baik itu dalam skala kota, provinsi atau nasional. Pemerintah memiliki peran sebagai regulator atau penegak peraturan untuk memastikan sebuah proyek berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara atau wilayah tersebut. Sebagai regulator, tentunya pemerintah harus memiliki ketegasan dan tidak pandang bulu dalam menegakkan peraturan, sehingga dengan konsistensi tersebut akan tercipta iklim yang positif dan disiplin dalam setiap proyek yang ada.

Sebuah perencanaan dapat dikatakan atau dinilai sukses apabila satu hal ini terpenuhi, yaitu: bangunan berhasil berdiri dan digunakan, serta memberikan rasa nyaman dalam menggunakannya. Untuk itu, peran pengguna sebagai stakeholder juga sangatlah krusial. Dapat dibayangkan sebuah bangunan telah selesai dibangun, dengan desain yang secara visual sangat luar biasa tetapi tidak digunakan oleh penggunanya. Selain itu sebuah proyek juga harus memperhatikan dampak pembangunan terhadap masyarakat sekitar. Jika pembangunan sebuah proyek ternyata mengganggu masyarakat sekitar, tentunya hal ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Terjadinya demonstrasi, penuntutan secara hukum terhadap pemilik, desainer atau regulator dapat terjadi jika sebuah proyek melewati batas kenyamanan dan privasi masyarakat sekitar yang tentu akan menyebabkan terhambatnya proses pembangunan tersebut.

Brainstorming

Masih terbayang-bayang di benak penulis bagaimana sebuah kawasan muka sungai dapat menjadi tempat yang penting dalam kehidupan masyarakat sekitarnya dan

alangkah indahnya jika kota Medan yang sebenarnya memiliki potensi tersebut karena dilintasi dua sungai besar yaitu sungai Deli dan sungai Babura dapat menyadari serta memenuhi potensi tersebut. Jauh api dari panggang rasanya untuk mewujudkan kawasan yang ideal jika melihat kondisi nyata di lapangan bagaimana pengelolaan dan penataan kawasan muka sungai-sungai diatas, tetapi hal itu juga terasa sangat dekat karena seperti disebutkan sebelumnya, sebenarnya potensi untuk mewujukannya ada di depan mata kita semua.

Analisis yang dilakukan oleh penulis satu minggu yang lalu pada intinya telah sedikit menyerempet mengenai bangunan apa yang akan dibangun dan apa yang menjadi tema individu dalam desain, darimana penulis mendapatkan inspirasi untuk mewujudkan

Riverfront Urban Lifestyle

Konteks Desain Riverfront Kebutuhan Masyarakat Humanopolis Kawasan Komersil Ruang Terbuka Publik Mengakomodasi Ruang Publik & Komersil

Dalam dokumen Humanopolis (Halaman 33-37)

Dokumen terkait