Untuk mengenal karakter & fasilitas Sequencer baik Hardware maupun Software kita harus memeriksa Setup menu, terutama pada Software.Pada saat kita pertama kali membuka sequencer biasanya semua fasilitas utama sequencer sudah dibuka. Tapi ada beberapa fasilitas lainnya yang dapat memudahkan pekerjaan ataupun untuk memudahkan filling kita harus kita membukanya sendiri. Disini akan saya berikan beberapa contoh untuk men SetupCubase SX.
1.Preference
Letaknya di File Menu, ada beberapa menu yang akan saya jelaskan kegunaannya;
Editing – Part Get Track Names ; fungsinya untuk penamaan di badan track, yang berguna untuk
filling dan data MIDI kita.
Event Display – Show Data on Small Track Heights ; data MIDI maupun Audio akan tetap terlihat
pun kita memperkecil badan track.
Scores ; disini ada fungsi-fungsi yang cukup menarik untuk di buka.
Transport ; disini juga ada fungsi-fungsi yang cukup menarik untuk di buka.
2.Panel
Click Kanan untuk melihat fasilitas apa yang akan kita buka dan apa yang kita tidak ingin buka atau yang belum kita perlukan.
3.Transport
Fasilitas Loop dsb
Pa
g
e
1
MIDI
Cara yang sangat efektif dalam membuat musik di Computer adalah dengan MIDI, dengan cara ini kita masih mungkin untuk membuat perubahan-perubahan,seperti perubahan Note, Sound dan Tempo. Juga kita dapat melihat Structure Harmony dan
Rhythm dari musik yang kita buat melalui Key Editor, Score Editor ataupun melalui
List Editor. Hal ini memudahkan kita untuk mengontrol dan memperbaiki semua elemen musik yang kita buat di setiap track. Dibawah ini akan kita lihat cara kerja dengan MIDI Track ;
MIDI Track MIDI Data VST instrument Output Mixer Sound Card
Loudspeaker
Prosesnya seperti bagan diatas ; MIDI Data yang tersimpan didalam MIDI Track
menggerakkan Tone Generator atau VSTi yang sudah kita tentukan Sound nya, lalu dari VSTi suara tersebut keluar melalui Output Mixer menuju Sound Card dan akhirnya ke Loudspeaker.
Cara membuat dan medapatkan MIDI Data ialah dengan Export dan Import MIDI File
dari Hard Disk.
Cara merekam MIDI Data bisa memainkan Beat, Chord ataupun Melody melalui
Keyboard Controler yang terhubung ke Computer melalui USB, lalu Record ke MIDI Track,bisa dilakukan dengan cara Real Time ataupun Step Input.
Cara yang lain lagi adalah mebuat badan isi Track dengan Pencil (ada di Panel Sequencer)lalu klik 2 x untuk membuka Key Editor dan menuliskan setiap note satu per satu dengan Pencil yang ada di Panel Key Editor.
MIDI File ada 2 jenis yaitu ;
1. Standart MIDI File-0 atau SMF-0,satu track untuk semua data MIDI
2.Standart MIDI File -1 atau SMF-1,multi track(satu track untuk setiap channel)
MIDI Channel dimulai dari 1 – 16, channel 10 untuk Drums, hal ini berlaku umum bagi semua General MIDI baik yang didalam Computer ataupun Hardware seperti
Synthesizer dan Sound Modul.
MIDI Editing
Copy ; untuk menggandakan data yang akan kita salin ulang di tempat lain.
Paste ; Tempat menaruh data yang digandakan.
Transpose ; untuk menaikkan atau menurunkan nada,koresponden antara transpose dengan
Interval atau jarak nada dapat dilihat dalam contoh dibawah ini
Naik : 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 C C#/Db D D#/Eb E F F#/Gb G G#/Ab A A#/Bb B C Turun: -`12 -11 -10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0
Naik 2 Octave = 24,turun 2 octave = -24 dan seterusnya.
Velocity ; keras pelan nya suara ,dimulai dari 1-127
MIDI untuk Instrumen Kombo
Pada dasarnya pada saat kita membuat Combo Arrangement atau aransemen untuk Band dalam format MIDI adalah sama seperti kita memainkan semua instrument yang ada dalam sebuah Band (Drums, Bass, Guitar dan Piano). Cara yang terbaik untuk itu adalah memahami karakter dari setiap instrument tersebut. Dibawah ini akan kita bahas setiap instrument satu per satu.
Pa
g
e
1
Cymbals - C#2 & A2 (Crash Cymbals),G2 & E2 (Splash Cymbals).B2,F2 & Eb2 (Ride
Cymbals)
Toms - D2 & C2 (Toms 1),B1 & A1 (Toms 2),G1 & F1 (Toms 3)
Hi hats - Bb1(open H h),G#1 & F#1 (Close H h)
Snare Drums - C#1(Side Stick),D1 & E1 Bass Drums - B0 & C1
Bass
Jika kita membayangkan sebuah Musik sebagai bangunan, pola Drums sebagai pondasi dari bangunan tersebut, maka pola Bass sebagai tiang-tiang nya. Karena sebagai rhythm, Bass harus mengikuti pola Bass Drums (yang utama) & Snare Drums
(tidak harus, hanya kadang-kadang diperlukan). Dan sebagai Tuned Instrument
(instrumen bernada), Bass harus memainkan nada dasar atau nada yang paling rendah dari Chords. Karena fungsinya untuk mengawal Drums (Groove)dan juga mengawal dasar dari alur Chords (Chords Progression). Karena kewajibannya sebagai pengawal Groove & Chords Progression. Karena tuntutan untuk bermain dengan luwes (tidak kaku), maka dibutuhkan kearifan dalam menentukan langkah atau
pilihan Note yang sesuai dengan Chords Progression, pemahaman terhadap “alur permainan Bass” (Bass Line) menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami.Karena bunyi Bass sebagai instrument seperti Guitar besar ( 1 octave lebih rendah), dan tuning nya yang sama dengan tuning Guitar minus 2 senar yang bawah (E – A – D – G), maka karakter penjarian (fingering) pada Bass mirip dengan
Guitar. Dibawah ini dapat kita lihat Tuning dan Range (jangkauan)Bass Instrument ;
Guitar
Guitar sebagai bagian dari Rhythm Section sebuah Combo melakukan tugasnya memainkan Chords Progression dari sebuah musik dengan beberapa cara,seperti
Blocking Chords dengan Distortion Sound, Comping dengan Clean Sound dan Acoustic Sound atau dengan Distortion Sound (lebih Percussive), atau juga bisa dengan cara
Acoustic Sound, dan ada beberapa model lain yang akan kita dapatkan jika kita mendengar dari contoh contoh dari musik yang sudah ada. Yang terpenting pada saat kita membuat pola rhythm kita harus berfikir tentang voicing dan fingering
seperti pemain Guitar.
Dibawah ini akan kita lihat Tuning & Range Guitar ;
Piano
Sama seperti pada Drums, Bass & Guitar ,secara teknis kita juga harus berfikir tentang voicing dan fingering untuk Piano seperti hal yang mungkin dilakukan oleh seorang Pianis. Dibawah ini akan kita lihat Range (jangkauan nada) pada Piano ;
Pa
g
e
1
(untuk Control Recording). Check Peak Level jangan sampai terlalu keras dan juga jangan sampai terlalu kecil.
Mixer & Fx Channel
Sekarang kita akan membahas Mixer dan Fx Channel. Semua suara yang masuk(Audio) maupun yang terdengar keluar dari sebuah Sequencer baik dalam bentuk Audio maupun dalam bentuk MIDI pasti melalui Mixer. Didalam Mixer ini semua Lalu Lintas Audio yang akan dan mau diperdengarkan di atur dengan cara seperti bagan dibawah ini.
Mixer
Input Sound Card Fx Channel Track Fx Output Sound Card Loud Speaker
mono L & R L & R L & R
Stereo
Hal yang terpenting untuk memahami cara kerja Mixer adalah memahami
Routing dari Input Sound Card (jika kita merekam suara dari luar) menuju Channel Track bisa juga melewati Fx (Insert) sebelum menuju Channel Track. Dan jika diperlukan, seperti jika kita menggunakan Virtual Amplifier untuk Guitar atau Bass
ataupun Virtual Fx apapun seperti Delay, Reverb dan lain-lain yang ada di dalam
Software, ataupun membuat Fx Channel agar 1 VST plugins dapat digunakan untuk beberapa Channel bersama-sama seperti Reverb, Equalzer dan lain-lainnya melalui
Send to Fx Channel yang bersangkutan,
Volume Fx dapat diatur dari Send. Setelah itu semua masuk ke Output, kita masih dapat menambahkan VST Plugins yang kita butuhkan untuk Mixing disini seperti Compresor, Limiter, Stereo Expander dan lain-lain dari sini.
Terdapat perbedaan jika kita menggunakan Fx dari Insert berarti kita hanya memakai Fx tersebut untuk Channel Track yang bersangkutan, Jika kita ingin memakai Fx untuk beberapa ChannelTrack maka kita harus membuat FX Channel dan memasang ke Channel Track yang kita inginkan melalui Send di Track yang kita tuju. Sedangkan Fx yang kita tempatkan di Output akan mempengaruhi seluruh suara yang keluar dari semua Channel Track yang kita buka untuk Mixing.