BAB IV DESKRIPSI LOKASI DAN HASIL PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
3. Serap Aspirasi Masyarakat
Menyelenggarakan penyerapan aspirasi dan menerima masukan dari masyarakat. Untuk memperoleh aspirasi dan menerima masukan dari Terlaksananya kegiatan serap aspirasi di masyarakat dengan baik. 3 kali dalam satu tahun Menyesuaikan jadwal dari Pimpinan DPRD setelah mendengar APBD
masyarakat. pertimbangan Badan Musyawarah 4. Advokasi kepada masyarakat. Melakukan advokasi kepada masyarakat. Agar masyarakat mendapatkan pendampingan dalam mengatasi suatu masalah. Masyarakat mendapat pendampingan dalam mengatasi suatu masalah. Teradvokasinya 90% masalah yang diterima. Insidental Rp 2.500.000,00 5. Silaturahmi tokoh masyarakat atau insan media. Menyelenggarakan pertemuan Aleg FPKS dengan tokoh masyarakat atau insan media. Untuk mempererat komunikasi dan menjaga kemitraan antara Aleg FPKS dengan tokoh masyarakat atau insan media. Eratnya komunikasi dan terjaganya
kemitraan antara Aleg FPKS dengan tokoh masyarakat atau insan media. 12 tokoh atau insan media. Dalam satu tahun Rp 10.000.000,00 6. Aktif membangun opini di media.
Upaya aktif Aleg FPKS dalam
memunculkan opini baik di media cetak maupun elektronik. -Aktifnya aleg FPKS dalam membangun opini yang sehat dimedia -Sebagai sarana eksistensi Aleg FPKS. Terbentuknya opini yang sehat dimedia oleh aleg FPKS - 24 kali di media cetak - 12 kali di Radio - 12 di kali Televisi Dalam satu tahun -
commit to user
4. Struktur Organisasi
Ketua : Dipl.-Ing .H .Quatly A. Alkatiri Wakil Ketua : Asih Sunjoto Putro, S.Si
Sekretaris : Abdul Ghofar Ismail, S.Si Anggota : Ir. Muhammad Rodhi
5. Jabatan Aleg Fraksi PKS di DPRD Kota Surakarta
a. Dipl.-Ing. H. Quatly A. Alkatiri 1) Sekretaris Komisi II
2) Anggota Badan Anggaran 3) Anggota Badan Kehormatan b. Ir. Muhammad Rodhi
1) Wakil Ketua DPRD
2) Pimpinan Badan Musyawarah 3) Pimpinan Badan Anggaran c. Abdul Ghofar Ismail, S.Si
1) Sekretaris Komisi IV 2) Anggota Badan Anggaran 3) Anggota Badan Musyawarah d. Asih Sunjoto Putro, S.Si
1) Anggota Komisi I
commit to user
B. Hasil Penelitian
Pelaksanaan kinerja Fraksi PKS DPRD Kota Surakarta dilihat melalui keterlaksanaan program kerja, sebagai output dari sesuatu yang telah direncanakan atau ditargetkan dalam Rapat Kerja (Raker) sebelumnya. Fraksi PKS memiliki enam program kerja sebagai berikut :
1. Forum diskusi intensif dengan melibatkan pakar dari berbagai
bidang.
Program kerja ini merupakan kegiatan pertemuan dan diskusi anggota Fraksi PKS dengan para pakar dari berbagai bidang. Program ini dicanangkan dengan tujuan agar memperoleh masukan masukan terkait suatu masalah, dan dapat menambah pengetahuan baru bagi anggota Fraksi PKS. Pelaksanaannya direncanakan dua kali dalam setahun. Pada tahun 2010 program kerja pertama ini terlaksana dengan baik. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Fraksi PKS sebagai berikut :
“Tentunya kita selalu berdiskusi dengan para pakar dalam rangka mencari masukan untuk berbagai macam hal. Misal kalau punya permasalahan yang berkaitan dengan hukum saya ketemu pakar hukum. Ada pak Djoko Widodo beliau pakar hukum, maka kita lakukan dialog-dialog dengan beliau. Kita datangi beliau untuk menanyakan terkait dengan aturan-aturan yang ada, baik ketika pembuatan raperda atau hal-hal yang lain yang kita pikirkan. “ (Wawancara 15 Juni 2011)
Pernyatan yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua Fraksi PKS, “Jadi kita sering diskusi dengan yang namanya pakar atau ahli di bidangnya. Alhamdilillah berjalan lancar, kita mendapat masukan berbagai macam hal baik itu permasalahan yang akan dimasukkan ke
commit to user
dalam perda maupun permasalahan anggaran, keuangan maupun pengawasan dari pemerintah Kota Solo.” (Wawancara 17 Juni 2011) Hal yang sama disampaikan oleh Sekretaris Fraksi PKS,
“Untuk proker yang pertama diskusi dengan beberapa pakar, kami
sudah lakukan dengan bak. Kemarin ketika menyusun perda miras kami diskusi dengan beberapa pakar. Dengan adanya diskusi tersebut, pemahaman kita pun jadi bertambah. Kemarin itu kita datangkan dari ulama ya, kemudian kita datangkan juga temen-temen dari akademisi pakar ekonomi, dari pakar hukum juga. Dengan itu alhamdulillah PKS bisa bersikap khususnya untuk perda miras ya. Demikian pula untuk hal-hal yang lain, misalnya untuk pengelolaan keuangan daerah, kita juga diskusi dengan pakar hukum dan ekonomi membahas pengelolaan keuangan daerah menurut peraturan-peraturan yang ada dan alhamdulillah kami mendapatkan banyak masukan dan temen-temen yang masuk di pansus dapat menjalamnkan tugasnya dengan baik dan memahami akan kerjanya. “ (Wawancara 10 Juni 2011) Hal senada juga disampaikan oleh anggota Fraksi PKS,
“Forum-forum diskusi ini kita jalankan, tidak hanya dengan para
pakar tetapi juga dengan temen-temen LSM , dengan para pemangku kepentingan untuk kita mendapatkan sebuah keluasan pemikiran kaitanya dengan persoalan-persoalan di pemerintahan. Untuk pelaksanaannya pun cukup bagus. Tanggapan dari temen-temen pakar cukup baik dan ada beberapa hal yang kita dapatkan dari diskusi tersebut.” (Wawancara 13 Juni 2011)
Berikut adalah data diskusi yang dilakukan oleh Fraksi PKS dengan para pakar,
commit to user
Tabel 4.3
Forum Diskusi Dengan Melibatkan Pakar dari Berbagai Bidang
NO NAMA PAKAR HASIL
1. Ustadz Jasiman, Lc. Syariah Masukan Untuk Penyusunan Raperda Miras
2. Ustadz Hata Syamsuddin, Lc.
Syariah Masukan Untuk Penyusunan Raperda Miras
3. Ustadz Dr. H.
M.Muinudinillah Basri, M.A.
Syariah Masukan Untuk Penyusunan Raperda Miras
4. Purwanto, SH Hukum Masukan Untuk Penyusunan
Raperda Miras
5. Abdul Kharis, SE, MM. Ekonomi Masukan Untuk Penyusunan Raperda Miras
6. Prof. Djoko T Widodo Hukum Masukan Untuk Penyusunan Raperda Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB)
7. Wahyu Hukum Masukan Untuk Penyusunan
Raperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
8. Mulyanto Ekonomi Masukan Untuk Penyusunan
Raperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
9. Daryanto Mantan Pegawai
DPPKA Kabupaten Sukoharjo
Masukan Untuk Penyusunan Raperda Retribusi Daerah 10. Kemendagri Standar Biaya Masukan Untuk Penyusunan
Raperda Retribusi Daerah 11. Kementerian PP Anggaran Berbasis
Gender
Masukan Untuk Raperda Administrasi Kependudukan
Sumber : Fraksi PKS DPRD Kota Surakarta
Dari data yang dipaparkan di atas juga menunjukkan bahwa target forum diskusi secara kualitatif dan kuantitif tercapai. Yaitu bahwa forum diskusi dilaksanakan oleh Fraksi PKS 11 kali selama tahun 2010 atau lebih dari 2
commit to user
kali. Forum diskusi tersebut juga menghasilkan berbagai masukan bagi fraksi terkait masalah-masalah yang didiskusikan.
2. Pelatihan atau Bimbingan Teknis
Bimbingan Teknis atau yang sering disebut sebagai BINTEK adalah kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh DPRD untuk meningkatkan kapasitas anggota DPRD mengenai tupoksinya. Keikutsertaan anggota Fraksi PKS ditargetkan satu kali dalam setahun. Pada tahun 2010 program kerja bimbingan teknis ini terlaksana. Hal ini disampaikan oleh ketua fraksi,
“Dengan adanya bintek ini kita bertambahlah ilmunya terkait dengan peraturan perundangan yang ada. Terlebih lagi kita punya fungsi legislasi ya dimana itu semua alhamdulillah sudah berjalan sudah kita lakukan baik bintek secara personal, masing masing dari kita keempat anggota fraksi sudah melakukan dan sebentar lagi akan dilaksanakan bintek secara kelembagaan baik itu banmus (badan musyaarah), banleg (badan legislatif), maupun banggar (badan anggaran). Kemudian bimbingan teknis untuk komisi juga sudah kita lakukan. Setiap tahunnya kita lakukan. Bintek kelembagaan di Jakarta, kalau bintek pribadi di Jogja.” (Wawancara 15 Juni 2011)
Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh wakil ketua fraksi,
“Ini alhamdulillah kita mengikuti forumnya. Disitu kita mendapat gambaran yang luar biasa mengenai kerja anggota dewan mengenai tupoksi sehingga kualitas dari anggota dewan bisa semakin baik. Kemudian yang kedua terkait dengan tupoksi anggota dewan di badan maupun komisi kita juga sudah melakukan ini dari situ kita juga mendapat penyegaran mengenai hal-hal yang terkait dengan pemerintahan di kota Surakarta, misalnya saya ambil contoh alat kelengkapan dewan dalam menyusun raperda inisiatif langkah-langkahnya seperti apa kita mendapatkan hal seperti itu, sehingga di
commit to user
tataran teknis pelaksanaan kita bisa karena sudah ikut bintek.” (Wawancara 15 Juni 2011)
Hal senada juga disampaikan oleh sekretaris fraksi,
“Untuk bimbingan teknis ini ada yang langsung diselenggarakan oleh partai, PKS dalam hal ini dan juga oleh DPRD.Yang pernah dilaksanakan oleh partai adalah berkenaan dengan lobi untuk meningkatkan kemampuan personal approach dengan orang perorang atau lembaga begitu, pelaksanaannya di Jakarta. Kemudian yang dilaksanakan oleh DPRD pernah kita mendapatkan Bimbingan Teknis tentang penganggaran, karena saat itu akan ada APBD perubahan. Kita diberikan bimbingan tentang bagaimana membuat anggaran yang pro rakyat. Itu di jogja. Untuk yang di Jakarta kita juga pernah yang pengelolaan anggaran secara umum, ketika itu kita mau membahas APBD 2011. Alhamdulillah dengan bimbingan teknis itu kita dapatkan banyak pengetahuan dan pemahaman yang bisa kita gunakan. “ (Wawancara 10 Juni 2011)
Anggota fraksi juga menyatakan hal yang sama,
“Bimbingan Teknis atau pelatihan itu teramanatkan di peraturan pemerintah. Sehingga kita mengikuti aturan itu. Faedahnya adalah pertama karena itu amanat peraturan, jadi harus dilaksanakan. Kedua peserta jadi lebih memahami terhadap persoalan yang dihadapi. Minimal temen-temen PKS lah mereka saya lihat cukup serius mengikuti bintek ini.” (Wawancara 13 Juni 2011)
Berikut adalah bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh anggota dewan Fraksi PKS,
commit to user
Tabel 4.4
Bimbingan Teknis Anggota Fraksi PKS
Sumber : Fraksi PKS DPRD Kota Surakarta
Dari data yang penulis paparkan di atas diketahui bahwa para anggota fraksi pada tahun 2010 mengikuti bintek lebih dari satu kali. Peserta juga mendapatkan manfaat dari bintek, yaitu meningkatnya kapasitas mereka berkenaan dengan tugas yang diemban. Sehingga target kualitatif dan kuantitatif program kerja telah tercapai.
3. Serap Aspirasi Masyarakat
Kegiatan serap aspirasi yang telah dicanangkan oleh Fraksi PKS merupankan agenda rutin yang telah dijadwalkan oleh DPRD Kota Surakarta. Serap aspirasi dilaksanakan di reses anggota dewan dan dilaksanakan tiga kali dalam setahun untuk menerima aspirasi dan masukan dari masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh ketua fraksi sebagai berikut :
NO WAKTU BINTEK
1. Februari 2010 Pengelolaan Keuangan Daerah dan Penyusunan APBD
2. Agustus 2010 Dinamika Pengelolaan
Keuangan Daerah (KUPA Dan PPAS)
3. Desember 2010 Penguatan Kapasitas Legislasi DPRD Kabupaten atau Kota Dalam Membangun DPRD yang Berwawasan dan bertata pemerintahan yang baik (Good Government)
commit to user
“Jadi serap aspirasi ini memang ada serap asipirasi yang sudah diagendakan oleh DPRD yang dilakukan tiga kali dalam setahun. Dalam kegiatan itu kita tidak banyak bicara tetapi kita lebih banyak mendengar apa yang menjadi tuntutan dan kebutuhan mereka, baik kebutuhan anggaran dan lain-lain kita selalu memfollowupi. Setelah itu kita diminta laporan pertanggungjawabanya.” (Wawancara 15 Juni 2011)
Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh wakil ketua faksi, “serap aspiras direncanakan 3 kali.” (Wawancara 17 Juni 2011). Hal yang sama juga disampaikan oleh sekretaris fraksi, “untuk serap aspirasi kita
diberikan waktu atau anggaran yaitu tiga kali dalam setahun. Ini kita
laksanakan di reses.” Pernyataan di atas dikuatkan oleh pernyataan
anggota fraksi,
“Normatif aturanya itu dilaksanakan bersamaan atau sesuai aturanya, satu tahun anggaran itu dilaksanakan 3 kali reses atau masa persidangan. Satu tahun itu di DPRD dibagi menjadi 3 masa persidangan. Sekali masa persidangan ada satu kali reses. Sehingga setahun 3 kali reses. Reses adalah kembali ke masyarakat untuk menyerap spirasi.” (Wawancara 13 Juni 2011)
Namun demikian pada tahun 2010 reses hanya dilaksanakan dua kali dalam setahun dikarenakan banyaknya agenda pembahasan perda yang harus diselesaikan oleh DPRD. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Fraksi PKS berikut ini, “di tahun 2010 terlaksana dua kali karena
banyaknya agenda di DPRD.” (Wawancara 17 Juni 2011). Hal tersebut
dibenarkan oleh anggota fraksi,
“Tapi di 2010 kemarin DPRD tidak bisa reses 3 kali. Karena semua anggota DPRD terlalu asyik membahas perda karena banyak pembahasan perda yang harus diselesaikan sehingga tahun ini cuma
commit to user
dua kali di bulan Mei dan Oktober atau ada satu masa reses yang terlewati. “ (Wawancra 13 Juni 2011)
Berikut adalah tabel hasil serap aspirasi Fraksi PKS kepada masyarakat tahun 2010 :
Tabel 4.5
Hasil Serap Aspirasi Masyarakat Tahun 2010
WAKTU BIDANG ASPIRASI
Mei 2010
Pendidikan Cara mengakses dan manfaat BPKMS (Danik, Petoran)
Prosedur BPKMS terlalu lama (Santoso, Banyuanyar)
Pengontrolan penggunan dana di sekolah-sekolah di Surakarta (Joko petoran)
Sekolah gratis seperti di Sukoharjo (Sumardi, Laweyan)
Pelengkapan perpustakaan sekolah (Sarjito, Laweyan)
Pemotongan tunjangan guru (Chalimi, Kerten)
Belum maksimalnya BPKMS (Sumardi, Laweyan)
Pengawasan jam belajar anak (Kismadi, Jayengan)
Kurang puas dengan tindaklanjut penyelesaian kasus kepala sekolah SMA N di Surakarta (Adi, Sangkrah)
Mohon bantuan mentor les anak-anak SD (Mulyadi, Danukusuman)
Eknomi dan
Keuangan Cara mengakses bantuan modal UMKM (Pekik, ketua UD jamur)
Akses dana kegiatan sosial kemasyarakatan (Warnendya, petoran)
Cara mengakses bantuan modal UMKM (Mulyadi, Danukusuman)
Bantuan dana koperasi simpan pinjam (Sri Rahayu, Potrojayan)
Dana PNPM Mandiri Serengan belum cair penuh (Purwanto, Serengan)
Mohon sosialisasi program-program Dinas Koperasi dan UMKM (Rusmawati, Sangkrah)
Kurang profesionalnya pengelolaan program P2MBG (Rusmawati, Sangkrah)
Pembangunan Kejelasan bantuan semen Pemkot Solo (Agus, jagalan)
Pengaduan kerusakan jalan (Susilo, Petoran)
Kesejahteraan Mohon info prosedur pendaftaraan PKMS (Ida Petoran)
commit to user
Sangkrah)
Kejelasan sumbangan kematian dan pernikahan (Giyarsih, Laweyan)
Mengatasi pengangguran (Margoto, Sangkrah)
Pengelolaan Posyandu Lansia (Rusmawati, Sangkrah)
Hukum Sosialisasi produk hukum Pemkot Surakarta (Riyadi, Petoran)
Minta diterbitkan juklak juknis Ketua RT (Manto, Banyuanyar)
Banyaknya korban miras meninggal (Manto, Banyuanyar)
Korban miras meninggal (Romli, Jayenan)
Kejelasan Perijinan HO dari UPT Pemkot yang tidak ada tada tangan dan keterangan tempatnya.(S Djoko Mulyono, Bibis Wetan Gilingan)
Mohon disertifikasi tanah warga yang belum bersertifikat (Nur Kholis, Bibis Wetan Gilingan)
Pemerintahan Pengaduan kirerja Lurah Banyuanyar (Wiyadi, Banyuanyar)
Anggota dewan PKS Kota Surakarta jarang muncul di media (Rochim, Banyuanyar)
Pungli pembuatan KTP di Kecamtan Laweyan (Triyono, Laweyan)
Kurang munculnya kegiatan-kegiatan PKS di Solo (Triyono, Laweyan)
Info pelatihan pengurusan jenazah (Sri Rahayu, Potrojayan)
Pendataan penduduk (Sri Rahayu, Potrojayan)
Pungli di Terminal Tirtonadi (Purwanto, Serengan)
Penanaman nilai agama oleh Pemkot Solo menanggapi banyaknya pornografi (Andi, Serengan)
Korupsi oleh para anggota dewan selain PKS (Margoto, Sangkrah)
Minta kesehajteraan Ketua RT dan RW (Margoto, Sangkrah) Pembangunan Pemeliharaan City Walk kurang (Muh Tamrin, Banyuanyar)
Pembangunan Gereja (Heri, Banyuanyar)
Penambahan tiang listrik di Banyuanyar (Arif, Banyuanyar)
Tindaklanjut proposal bantuan gedung pertemuan (Waskito, Laweyan)
Sengketa tanah gedung PKK (Kismadi, Jayengan)
Prosedur pengajuan bantuan pembangunan masjid (Kismadi, Jayengan)
Mohon Penertiban PKL Sangkrah (Sukarjo, Sangkrah)
Susahnya membuat sertifikat tanah (Sukarjo, Sangkrah)
Mohon bantuan pembuatan pintu air dan pengadaan mesin penyedot air (Sukarjo, Sangkrah)
commit to user
Oktober 2010
(Syamsul Bahri, Kentingan Barat)
Kejelasan BPKMS yang belum berlaku (Ibu Siti Rubini, Purwosari)
BPKMS apakah berlaku untuk sekolah swasta (Bp Haris, Laweyan)
Alokasi BPKMS apakah juga untuk yang mampu (Ibu Jati, Serengan)
Anak dapat BPKMS masih dipungut biaya (Ana, Semanggi) Ekonomi dan
Keuangan Kenaikan harga sembako(Ibu Suhadi, Sumber)
Bantuan permodalan dan pemasaran home industry (Samsi Bukhori, Sumber)
Prosedur pengajuan bantuan modal usaha (Ibu Siti Rubini, Purwosari)
Info pengajuan proposal UKM (Reni, Joyotakan)
Jualan di Jl Kapten Mulyadi masih diperbolehkan tidak ? (Sutopo, Semanggi)
Kesejaheraan Pinjaman koperasi supaya dinaikkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat (S Djoko Mulyono, Bibis Wetan Gilingan)
Penggunaan Jamkesmas dan PKMS (Ibu Amri, Purwosari)
Pengurusan PKMS terlalu ketat, terkesan mempersulit (Waskito, Pajang)
Info rumah sakit penerima pasien PKMS (Ana, Semanggi)
Jangka waktu PKMS (Aris, Semanggi)
Hukum Kejelasan Perijinan HO dari UPT Pemkot yang tidak ada tada tangan dan keterangan tempatnya.(S Djoko Mulyono, Bibis Wetan Gilingan)
Mohon disertifikasi tanah warga yang belum bersertifikat (Nur Kholis, Bibis Wetan Gilingan)
Pembangunan Kejelasan pembangunan pasar mebel (Budi Santoso, Bibis Wetan Gilingan)
Kejelasan pembangunan pasar Rejosari (Kuslistiyono, Bibis Kulon Gilingan)
Ketimpangan pembangunan Solo utara dan Solo selatan (Sukarno, Bibis Wetan Gilingan)
Kejelasan renovasi Pasar Klewer dan relokasi sementaa pedagangnya (Hartono, Jagalan)
Penerangan Taman Sekar Taji supaya tidak dipakai pacaran (Sudadi, Petoran)
Kampung Purwosari RT 02 RW 01 kalau hujan banjir, mohon solusi.( Hasbullah, Purwosari)
Mohon perbaikan Jalan RT 1 RW 1, rusak dan terkena banjir (Sayoko, Semanggi)
commit to user
Masyarakat (Hananto, Petoran)
Kejelasan Isu Pungutan Warga Solo dan alokasi dananya (Ibu Rohmah, Purwosari)
Masalah korupsi pajak (Ibu Yati, Joyotakan)
Minta nomor pengaduanmasyarakat yang bisa dihubungi (Aris, Semanggi)
Usul dibuat perda tentang pertahanan yang melibatkan masyarakat ( Bp. Winarno, Semanggi)
Untuk dana reses tolong yang transparan (Bp. Winarno, Semanggi)
Mohon dibuatkan info/panduan tentang program-program pemkot (Bp. Winarno, Semanggi)
Dari data di atas dapat diketahui bahwa pelaksanaan program kerja serap aspirasi masyarakat Fraksi PKS tidak memenuhi target kuantitatif yang ditetapkan yaitu hanya 2 kali dalam setahun, dari seharusnya 3 kali. Sementara secara kualitatif target kegiatan telah tercapai diperolehnya aspirasi dan masukan dari masyarakat.