BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.4 Arsitektur Informasi Situs Web Perpustakaan
2.4.2 Service elements (elemen-elemen layanan)
Elemen-elemen layanan merupakan salah satu elemen yang paling penting dalam arsitektur informasi pada perpustakaan, Layanan memiliki peran yang penting dalam membantu pengguna melakukan penelusuran pada halaman situs web perpustakaan. pada bagian service elements memiliki empat unsur-unsur didalamnya antara lain: functional requirements (persyaratan fungsional), content requirements (persyaratan konten), content specifications (konten spesifikasi), functional specifications (spesifikasi fungsional). Pada layanan ini lebih mengarahkan pengguna agar kebutuhan mereka terpenuhi termasuk pada isi dari informasi serta cara penelusuran informasi dalam Maloney (2004, 4-5).
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Menurut Sugiyono (2010, 29) “Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya yang berlaku untuk umum.”
Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah analisis isi (content analysis).
Content analysis merupakan suatu model yang dipakai untuk meneliti dokumentasi data yang berupa teks, gambar, simbol dan sebagainya.
Krippendorff (1993, 15) mengatakan bahwa analisis isi bukan sekedar menjadikan isi pesan sebagai objeknya, melainkan lebih dari itu terkait dengan konsepsi-konsepsi yang lebih baru tentang gejala-gejala simbolik dalam dunia komunikasi.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti menggunakan pendekatan dan metode di atas menjadi acuan peneliti dalam mengumpulkan data, mengolah, membuktikan, dan menemukan pemecahan masalah dari penelitian ini.
3.2 Lokasi Penelitian
Secara Subtantif penelitian ini dilakukan pada Perpustakaan Umum Kota Medan, dengan alamat url: http://perpustakaan.pemkomedan.go.id/
3.3 Unit Analisis
Penelitian ini menggunakan unit analisis. Menurut Arikunto (2002, 121),
“Unit analisis dalam suatu penelitian adalah satuan tertentu yang diperhitungkan
sebagai subjek penelitian.” Berdasarkan pengertian tersebut, maka peneliti mengambil keputusan bahwa unit analisis pada penelititan ini adalah situs web Perpustakaan Umum Kota Medan.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Untuk mengumpulkan data tersebut peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, sebagai berikut:
1. Observasi, yaitu suatu cara memperoleh data dengan mengamati objek penelitian yaitu arsitektur informasi pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan.
2. Studi Kepustakaan, yaitu mengumpulkan data melalui berbagai bahan pustaka yang berkaitan dengan masalah penelitian. Data dapat diperoleh dari buku, jurnal, artikel lepas atau dari internet.
3.5 Jenis dan Sumber Data
Adapun jenis dan sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini, sebagai berikut:
1. Data primer, yaitu data yang diperoleh dari situs web Perpustakaan Umum Kota Medan melalui observasi.
2. Data sekunder, yaitu data yang mendukung data primer yang diperoleh melalui buku, jurnal, artikel lepas, laporan penelitian, internet ataupun dari dokumen lainnya yang berkaitan dengan penelitian.
3.6 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian terdiri dari beberapa hal yang berhubungan dengan penelitian. Menurut Sugiyono (2010, 312) “instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati, secara spesifik fenomena ini disebut variabel penelitian”.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tabel analisis data sebagai instrumen penelitian. Tabel analisis data dibutuhkan untuk mengetahui penerapan arsitektur informasi dalam perancangan situs web Perpustakaan Umum Kota Medan.
3.7 Analisis Data
Semua data yang berasal dari tabel analisis data diolah sehingga menghasilkan deskripsi jawaban yang akan dipersentasekan. Analisis data dilakukan dengan prosedur kegiatan sebagai berikut:
1. Melakukan observasi dan pengumpulan data terhadap arsitektur informasi situs web Perpustakaan Umum Kota Medan
2. Melakukan analisis data terhadap komponen indikator arsitektur informasi situs web Perpustakaan Umum Kota Medan saat ini.
3. Melakukan analisis data terhadap komponen indikator arsitektur informasi situs web baru sesuai dengan perkembangan arsitektur informasi situs web perpustakaan saat ini yang dapat ditambahkan ke situs web Perpustakaan Umum Kota Medan saat ini.
4. Menggambarkan struktur arsitektur informasi yang sesuai dengan hasil analisis data situs web perpustakaan.
5. Menggambarkan desain layout dari struktur arsitektur informasi yang sesuai dengan hasil analisis data situs web perpustakaan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Data
Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan content analysis dan metode deskriptif yang menjadi acuan peneliti dalam mengumpulkan data, mengolah, membuktikan, dan menemukan pemecahan masalah dari penelitian ini.
Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan indikator analisis konten situs web perpustakaan berdasarkan Komponen AI oleh Peter Morville and Louis Rosenfeld: Information Architecture for The World Wide Web pada tahun 2006 dengan indikator yang digunakan antara lain: (1) Browsing Aids (Alat Bantu Penelusuran) yang meliputi; Organization System, Site-Wide Navigation System, Local Navigation System, Sitemaps/Table Of Content, Site Indeces, Site Guides, Site Wizards, Contextual Navigation System. (2) Search Aids (Alat Bantu Pencarian) yang meliputi; Search Interface, Query Languege, Query Builders, Retrieval Algorithms, Search Zones, Search Result. (3) Content and Taks (Isi Dan Tugas) yang meliputi; Headings, Embedded Links, Embedded Metadata, Chunk, Lists, Sequential Aids, Identifiers. (4) Invisible Component (Komponen tak terlihat) yang meliputi; Controlled vocabularies and thesauri, Retrieval algorithms, Best bets.
Berikut tampilan tabel analisis data terhadap komponen AI situs web perpustakaan:
Tabel 4.1 Tabel Analisis Data terhadap Komponen AI Situs Web Perpustakaan
Indikator AI Komponen Indikator AI Komponen
Indikator
1) Organization System (Sistem Organisasi)
2) Site-Wide Navigation System (Sistem Navigasi Situs)
3) Local Navigation System (Sistem Navigasi Lokal)
8) Contextual Navigation System (Sistem Navigasi
(Algoritma Temubalik) 5) Search Zones (Wilayah
Pencarian)
6) Search Result (Hasil Pencarian) baian atas situs web)
2) Embedded Links (Link
7) Identifiers (Tanda Pengenal situs Web)
1) Controlled vocabularies and thesauri (Kosa Kata
Terkontrol dan
-
terlihat) Thesaurus)
2) Retrieval algorithms (Algoritma Temubalik) 3) Best bets (Hasil Terbaik)
- -
4.2 Penerapan Arsitektur Informasi dalam Perancangan Situs Web Perpustakaan Umum Kota Medan
Penerapan arsitektur informasi dalam perancangan situs web dapat diukur berdasarkan 4 (empat) indikator AI dan 23 komponen bagian indikator AI terdiri dari :
4.2.1 Browsing Aids (Alat Bantu Penelusuran)
Komponen browsing aids (alat bantu penelusuran) bertujuan membantu pengguna dalam menelusur situs web dengan jenis alat bantu penelusuran.
Komponen indikator AI browsing aids (Alat Bantu Penelusuran) terbagi menjadi 8 bagian komponen AI yaitu:
1. Organization System (Sistem Organisasi)
Merupakan cara utama dalam pengelompokan konten sebuah situs.
(misalnya. Berdasarkan topik, tugas, khalayak, taksononi, hierarki atau kronologi). Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan sudah terdapat pengelompokan konten terlihat dari tampilan menu yang terdapat pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan, hanya saja pengelompokan menu tersebut belum maksimal, hal ini terlihat dari menu yang berada ribbon yang terpisah.
Seharusnya pengelompokan menu dilakukan berdasarkan topik, tugas, khalayak, taksonomi, hierarki, atau kronologi sehingga menu dapat ditampilkan secara terstruktur untuk setiap menu yang ada pada situs web.
Misalnya: untuk menu Jam Layanan dapat dikategorikan kedalam menu About dan Peta Lokasi dapat dikategorikan kedalam menu Research Tools.
Gambar 4.1 Tampilan Menu Layanan dan Peta Lokasi
Berikut merupakan gambar tampilan menu yang terdapat pada ribbon terpisah pada situs web perpustakaan:
Gambar 4.2 Tampilan Menu pada Ribbon Terpisah
2. Site-Wide Navigation System (Sistem Navigasi Situs )
Site-Wide Navigation System (Sistem Navigasi Situs ) merupakan sistem navigasi utama yang membantu pengguna mengerti dimana mereka berada dan kemana pengguna harus pergi ketika mengakses situs web.
Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan memiliki sistem navigasi utama akan tetapi belum diterapkan secara maksimal, terlihat dari menu yang tidak memiliki sub menu dan secara keseluruhan menu hanya dapat terlihat pada tampilan laman homepage situs web saja, sehingga apabila pengguna ingin memilih informasi apa yang mereka butuhkan harus melalui menu pada tampilan laman homepage pada situs web perpustakaan.
Pada situs web perpustakaan seharusnya sistem navigasi situs mampu mencapai top-level dari menu apa saja pada situs web, kemudian mampu mengakses salah satu alat akses dari menu apa saja pada situs web, dan mampu menentukan lokasi sistem informasi dengan mudah dalam hierarki pada situs web. Oleh karena itu navigasi yang baik merupakan sebuah keharusan dalam sebuah situs web perpustakaan.
3. Local Navigation System (Sistem Navigasi Lokal)
Local Navigation System (Sistem Navigasi Lokal) merupakan sistem navigasi yang hampir sama dengan site-wide navigation system, sistem navigasi ini juga membantu pengguna mengerti di situs apa mereka berada. Sistem navigasi lokal merupakan navigasi yang memudahkan
Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan terdapat menu Beranda, Katalog Publik, Repository Kota, dan Kota Medan, apabila kita berada pada salah satu laman tersebut kemudian pengguna ingin berpindah ke menu lain maka pengguna tidak bisa langsung mengklik ke menu maju-mundur akan tetapi pengguna diharuskan untuk kembali lagi ke menu Beranda agar terlihat tampilan menu secara keseluruhan, oleh karena itu terlihat bahwa sistem navigasi lokal yang terdapat pada situs web perpustakaan belum maksimal.
4. Sitemaps/Table Of Content (Peta Situs/ Daftar Isi)
Sitemaps/Table Of Content (Peta Situs/ Daftar Isi) merupakan sistem navigasi yang melengkapi sistem navigasi utama. Memberikan rangkuman dan link ke isi utama dari situs web, biasanya berbentuk outline. Pada situs web Perpustakaan Umum Kota medan tidak memiliki peta situs yang justru akan lebih membantu pengguna sebagai petunjuk navigasi kemana dan bagaimana tampilan situs web berdasarkan peta situs yang ada. Berikut tampilan peta situs pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan:
Peta Situs Beranda
Jam Layanan Sejarah Ringkas Visi dan Misi Jam Layanan Denah E-book Tautan
Klub Pembaca dan Penulis Layanan Perpustakaan Keliling
Sinema
Link situs web khusus Kota Medan Jam Layanan
Peta Lokasi Kontak Kami
Berikut tampilan rekomendasi sitemaps (Peta situs) yang baru pada situs web perpustakaan:
Site Maps (Peta Situs) Temuan
Alat-alat Penemuan Cari
Katalog Publik
City of Medan Institutional Repository (CM-IR) Search Dspace
Klub Pembaca dan Penulis
Tentang
Keamanan/Prosedur kunjungan ke perpustakaan Jam Layanan
Instruksi tentang layanan peminjaman perpustakaan Tanya Pustakawan (Ask Librarian)
Pilihan Bahasa
Panduan tentang memilih topik
Panduan menemukan info tentang subjek Panduan pencarian menggunakan boolean
5. Site Indices (Index Situs)
Site Indices (Index Situs) merupakan sistem navigasi tambahan yang memberikan daftar menurut abjad link ke isi utama situs web. Pada situs web Perpustakan Umum Kota medan tidak memberikan site indeces (index situs) sebagai sistem navigasi tambahan yang dapat membantu memudahkan pengguna terlink ke isi menu utama situs web.
6. Site Guides (Petunjuk situs )
Site Guides (Petunjuk situs ) merupakan sistem navigasi tambahan yang memberikan informasi khusus pada informasi yang lebih khusus serta link ke situs web terkait dengan content tersebut. untuk site guides juga tidak ditemukan pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan.
7. Site Wizards
Site Wizards merupakan sistem navigasi tambahan yang mengarahkan pengguna melalui serangkaian langkah-langkah berurutan, juga dapat membuat ke halaman situs web terkait. Untuk site wizards pada Perpustakaan Umum Kota Medan terdapat sistem navigasi yang mengarahkan pengguna ke situs terkait, menu Kota Medan yang terdapat pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan dapat langsung menghubungkan pengguna ke situs web Pemerintah Kota Medan.
8. Contextual Navigation System (Sistem Navigasi Kontekstual)
Contextual Navigation System (Sistem Navigasi Kontekstual) merupakan sistem navigasi yang konsisten dapat menyajikan link ke content terkait. Biasanya link terdapat dalam teks, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan content yang sangat khusus dalam sebuah situs web. Pada situs web Perputakaan Umum Kota Medan menyajikan konten berita atau informasi akan tetapi tidak terdapat link diantara berita yang disajikan oleh situs web perpustakaan.
4.2.2 Search Aids (Alat Bantu Pencarian)
Search Aids (Alat Bantu Pencarian) merupakan komponen yang memungkinkan masuknya query yang dibangun sendiri oleh pengguna melalui menu penelusuran/search dan secara otomatis akan menampilkan informasi yang telah disesuaikan dengan query pengguna tersebut. Pada situs Perpustakaan Umum Kota Medan kita dapat melihat search aids (alat bantu penelusuran) berdasarkan 6 (enam) komponen penelusuran sebagai berikut:
1. Search Interface (Kotak Penelusuran)
Search Interface (Kotak Penelusuran) merupakan alat bantu penelusuran yang digunakan untuk memasuki dan menyeleksi permintaan pencarian, biasanya melalui informasi mengenai bagaimana cara meningkatkan query yang dirumuskan pengguna, serta cara lain untuk mengkonfigurasi pencarian pengguna. Pada situs web tidak ditemukan menu search dalam membantu pengguna mencari informasi yang dibutuhkan. Seharusnya dapat membuat menu search untuk memudahkan menseleksi permintaan pencarian oleh pengguna situs web Perpustakaan Umum Kota Medan. seperti pada gambar berikut ini:
Gambar 4.3 Tampilan Menu Search
2. Query Languege (Bahasa Query)
Bahasa query bisa termasuk operator Boelan (AND, OR, NOT) operator Proximity (ADJACENT, NEAR), atau dengan cara menspesifikan bagian yang dicari (contohnya AUTHOR=”Shakespeare”).
3. Query Builders (Pengembangan Query)
Query Builders (Pengembangan Query) merupakan cara untuk memaksimalkan query penelusuran. Contoh paling umum adalah dengan pengecekan ejaan, stemming, konsep penelusuran, dan pencarian persamaan istilah melalui thesaurus.
Situs web Perpustakaan Umum Kota Medan dapat menyediakan menu tambahan thesaurus agar membantu pengguna dalam membangun query yang akan digunakan dalam penelusuran.
4. Algoritma Temubalik (Retrieval Algorithms)
Algoritma Temubalik (Retrieval Algorithms) merupakan bagian dari mesin pencari yang menentukan konten apa yang paling sesuai dengan query yang diberikan pengguna. Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan tidak dapat ditemukan algoritma temubalik oleh karena itu dapat di tambahkan komponen ini, yang bertujuan memberikan temubalik terhadap query yang diberikan pengguna.
5. Wilayah Pencarian (Search Zones)
Wilayah Pencarian (Search Zones) merupakan himpunan bagian dari konten situs web yang telah diindeks secara terpisah untuk mendukung penyempitan pencarian. Ini bertujuan agar content yang diberikan lebih
khusus sehingga pengguna dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan dengan cepat dan mudah.
6. Hasil Penelusuran (Search Result)
Hasil Penelusuran (Search Result) merupakan hasil penelusuran dari konten yang sesuai dengan query penelusuran yang dibangun oleh pengguna termasuk berapa banyak temuan yang akan ditampilkan, dan bagaimana hasil temuan dirangking, disortir dan dikelompokkan.
4.2.3 Content and Task (Isi dan Tugas)
Content and Task (Isi dan Tugas) merupakan komponen yang dijadikan sebagai tujuan utama para pengguna, sulit untuk memisahkan konten dan tugas dari arsitektur informasi, karena ada komponen tertanam dalam konten dan tugas yang membantu pengelola situs web menemukan jalan kami. Terdapat 7 (tujuh) komponen arsitektur informasi tertanam dalam konten dan tugas meliputi:
1. Headings (Label Pada Bagian Atas Situs Web)
Headings (Label Pada Bagian Atas Situs Web) merupakan label yang ingin ditampilkan pada situs web. Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan terdapat pelabelan yang digunakan pada tampilan situs web Perpustakaan Umum Kota Medan.
2. Embedded Links (Link Tertanam)
Embedded Links (link tertanam) merupakan link tanpa teks; label yang mewakili isi dari link tersebut, dimaksudkan link tanpa teks adalah situs web link langsung yang merujuk ke content yang ditujukan tanpa diikuti teks yang di dalamnya.
Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan ditemukan link tertanam yang merujuk langsung pada content yang ditujukan, yaitu menu Kota medan langsung merujuk pengguna untuk dapat terhubung langsung pada situs web Pemerintah Kota Medan, juga didalam menu Tautan terdapat 4 (empat) link yang langsung terhubung ke link tersebut, akan tetapi link yang disediakan belum bekerja secara maksimal. Dapat dilihat bahwa ketika pengguna memilih salah satu Tautan maka link tersebut tidak terhubung langsung ke situs web yang dimaksudkan, seperti pada gambar berikut ini:
Gambar. 4.4 Tampilan Menu Link Perpustakaan USU 3. Embedded Metadata (Metadata Tertanam)
Embedded Metadata (Metadata Tertanam) merupakan informasi yang dapat digunakan sebagai metadata.
4. Chunk (Potongan)
Chunk (Potongan) merupakan unit logis dari konten, dapat bervariasi dalam glunarity, (misalnya potongan bagian dan bab dari buku). Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan terdapat potongan berita atau spesifikasi buku yang terdapat pada database situs web Perpustakaan Umum Kota Medan. Akan tetapi berita yang disajikan masih belum maksimal bagi pengguna terlihat dari berita yang diterbitkan tidak up to date Terlihat pada gambar sebagai berikut:
Gambar 4.5 Tampilan Spesifikasi buku pada Katalog Publik dan Berita pada laman homepage
5. Lists (Daftar)
Lists (daftar) merupakan potongan kelompok atau potongan link; yang terpenting karena telah dikelompokan (yang memiliki kesamaan) dan disajikan dalam urutan tertentu (secara kronologis). Spesifikasi buku pada menu Katalog publik serta Berita atau informasi yang disajikan pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan ditampilkan berdasarkan lists-lists secara kronologis.
Berikut tampilan spesifikasi buku yang ditampilkan berdasarkan lists (daftar):
Gambar 4.6 Tampilan lists buku pada Katalog Publik
6. Sequential Aids (Alat Bantu Urutan)
Sequential Aids (alat bantu urutan) merupakan petunjuk yang menunjukkan dimana pengguna berada dalam proses atau tugas, dan seberapa jauh dia harus menyelesaikannya. Setiap hasil atau proses yang dilakukan pada situs web Perpustakaan ditampilkan secara berurutan.
7. Identifiers (Tanda Pengenal Situs Web)
Identifiers (tanda pengenal situs web) merupakan petunjuk yang menunjukkan dimana pengguna berada dalam sistem informasi (misalnya menspesifikan logo apa yang digunakan pada situs, atau breadcrumb yang menjelaskan dimana situs web tersebut berada). Terdapat logo pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan yang dijadikan sebagai identifiers (Tanda Pengenal Situs Web)
4.2.4 Invisible Components (Komponen Tak Terlihat)
Invisible components atau komponen tak terlihat merupakan komponen yang biasanya terwujud untuk latar belakang sebuah situs web, komponen ini terbagi menjadi 3 (tiga) bagian komponen yaitu:
1. Controlled vocabularies and thesauri (Kosa Kata Terkontrol dan Thesaurus) Controlled vocabularies and thesauri (Kosa Kata Terkontrol dan Thesaurus) merupakan kosa kata yang telah ditentukan istilah yang menggambarkan domain tertentu. Selanjutnya thesaurus dikendalikan oleh kosa kata yang umumnya mencakup istilah yang beragam. Kosa kata terkontrol dari thesaurus umumnya menyertakan link dalam arti luas dan
Sistem pencarian dapat meningkatkan permintaan dengan mengekstrasi sinonim query dari kosa kata terkontrol. Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan tidak adanya komponen Kosa Kata Terkontrol dan Thesaurus.
2. Retrieval algorithms (Algoritma Temubalik)
Retrieval algorithms (Algoritma Temubalik) merupakan pencarian yang Digunakan untuk merangking hasil penelusuran berdasarkan urutan relevansi data yang terpanggil. Algoritma temubalik ini mencerminkan penilaian programmer situs web tentang cara untuk menentukan relevansi. Pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan perlunya ditambahkan komponen algoritma temubalik selain memberikan penilaian kepada programmer juga dapat memberikan hasil yang lebih spesifik kepada pengguna.
3. Best bets (Hasil Terbaik)
Best bets (Hasil Terbaik) merupakan hasil penelusuran manual yang dipandu dengan hasil penelusuran menggunakan query untuk menilai hasil yang mana yang lebih relevan.
4.3 Desain Rekomendasi Situs Web Perpustakaan Umum Kota Medan
Berdasarkan tampilan menu pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan merupakan komponen arsitektur informasi yang mewakili semua informasi yang dilayankan oleh situs web perpustakaan kepada pengguna sehingga melalui menu tersebut pengguna dapat melakukan penelusuran pada situs web dan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan koleksi maupun layanan serta jasa yang ditawarkan oleh Perpustakaan Umum Kota Medan
Tampilan homepage situs web Perpustakaan Umum Kota Medan dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar. 4.7. Tampilan Homepage Situs Web Perpustakaan Umum Kota Medan
Berikut tampilan setiap menu yang terdapat pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan:
Gambar. 4.8 Tampilan Menu Katalog Publik
Gambar. 4.9 Tampilan Menu Pendaftaran Anggota
Gambar . 4.10 Tampilan Menu Login
Gambar. 4.11 Tampilan Menu Repository Kota Medan
Gambar. 4.12 Tampilan Menu Kota Medan
Gambar. 4.13 Tampilan Menu Profil
Gambar 4.14 Tampilan Menu Sejarah Ringkas
Gambar 4.15 Tampilan Menu Visi dan Misi
Gambar 4.17 Tampilan Menu Denah yang Masih Kosong
Gambar 4.18 Tampilan Menu E-book
Gambar 4.19 Tampilan Menu Tautan
Gambar 4.20 Tampilan Menu Klub Pembaca dan Penulis
Gambar 4.21 Tampilan Menu Layanan Perpustakaan Keliling
Gambar 4.22 Tampilan Menu Sinema
Gambar 4.23 Tampilan Menu Berita Media
Gambar 4.24 Tampilan Menu Peta Lokasi
Gambar 4.25 Tampilan Kontak Kami
Situs web Perpustakaan Umum Kota Medan memiliki struktur menu yang tidak dikelompokan berdasarkan topik, tugas, khalayak, atau kronologi, berikut tampilan struktur yang terdapat pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan:
Gambar 4.26 Tampilan Struktur Situs Web Perpustakaan
Berikut merupakan desain rekomendasi struktur arsitektur informasi situs web perpustakaan yang baru:
Gambar 4.27. Tampilan Desain Rekomendasi Struktur Arsitektur Informasi Situs Web Perpustakaan
Temuan Tentang Pelayanan Bantuan
Alat-alat Penemuan Cari
Katalog Publik
City of Medan Institutional Repository (CM-IR)
Klub Pembaca dan Penulis
Tentang Organisasi
kunjungan ke perpustakaan Jam Layanan
Panduan tentang memilih topik Panduan menemukan info tentang subjek
Panduan pencarian menggunakan boolean
Pada tampilan rekomendasi struktur arsitektur informasi pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan di atas diharapkan membantu pengguna dalam menelusur informasi yang ada pada situs web dengan melihat sistem navigasi yang ada pada laman situs web.
Pengguna juga dapat mengetahui langsung apa saja layanan, produk, serta jasa yang ditawarkan pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan. Adanya struktur situs web yang baik memberikan kemudahan dan petunjuk bagi pengguna (user) untuk dapat menggunakan dan menelusur situs web dengan baik.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian terhadap analisis penerapan arsitektur informasi pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan, dilihat berdasarkan 4 (empat) indikator AI dengan 23 bagian indikator AI, dapat disimpulkan bahwa:
1. Penerapan Arsitektur informasi yang pertama berdasarkan komponen Browsing Aids (alat bantu penelusuran) memiliki 8 (delapan) komponen AI diantaranya:
Sistem Organisasi pada situs web Perpustakaan Umum Kota Medan
sudah diterapkan sistem organisasi akan tetapi penerapan ini belum secara maksimal atau kurang terstruktur dengan baik berdasarkan topik, tugas, khalayak, taksonomi, hierarki, maupun kronologi.
Sistem Navigasi Situs pada situs web Perpustakaan Umum Kota
Medan sudah diterapkan akan tetapi belum secara maksimal, terlihat dari menu yang tidak memiliki sub menu dan secara keseluruhan menu hanya dapat terlihat pada tampilan laman homepage situs web saja, sehingga apabila pengguna ingin memilih informasi apa yang mereka
Medan sudah diterapkan akan tetapi belum secara maksimal, terlihat dari menu yang tidak memiliki sub menu dan secara keseluruhan menu hanya dapat terlihat pada tampilan laman homepage situs web saja, sehingga apabila pengguna ingin memilih informasi apa yang mereka