DAN KETIGA
10. SETO Bin COKRO DIMEDJO
darah, saksi tidak melihat ANDRIAWAN ;
- Bahwa menurut saksi luka yang diderita oleh Suratman karena bacokan senjata tajam ;
- Bahwa barang bukti berupa sebilah bendo tersebut bisa menyebabkan luka seperti yang diderita oleh SURATMAN;
- Bahwa setelah ada kabar Suratman dibacok ANDRIAWAN banyak orang di sekitar rumah Subarjo (orang tua Andriawan) yang saksi lihat ada polisi, Subarjo dan saksi melihat Andriawan, selanjutnya saksi pulang ;
- Bahwa setahu saksi korban Suratman di rawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Purworejo sekitar satu bulan ;
- Bahwa korban Suratman sekarang sudah sembuh/sehat ;
- Bahwa setelah adanya peristiwa pembacokan tersebut, pada siang harinya mendengar kalau ada pembunuhan dengan korban AGNES SRI HARYATI dan pembantunya, akan tetapi saksi tidak tahu siapa pelakunya ;
- Bahwa yang saksi tahu ada permintaan maaf dari keluarganya Subarjo kepada Suratman dimana sewaktu Suratman dirawat di rumah sakit keluarga Subarjo menenggok, Subarjo juga sering darang ke rumah Suratman ;
- Bahwa AGNES SRI HARYATI sudah lama tinggal di Borokulon tinggalnya bersama pembantunya ;
- Bahwa AGNES SRI HARYATI selain menjadi guru mempunyai usaha lain yaitu jualan pulsa dan jualan bahan-bahan kelontong di rumahnya ;
- Bahwa saksi tidak tahu antara AGNES SRI HARYATI dengan terdakwa ada permasalahan atau tidak ;
Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi ini terdakwa membenarkanya ;
10. SETO Bin COKRO DIMEDJO
- Bahwa saksi pernah diperiksa penyidik, ada menandatangani berita acara dan membenarkan semua isinya ;
- Bahwa Suratman saksi bawa ke rumah sakit karena mengalami luka-luka akibat dibacok dengan menggunakan senjata tajam oleh Andriawan ;
- Bahwa pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2010 sewaktu saksi sedang berada dirumah sekitar pukul 23.30 WIB datang isterinya Slamet minta tolong kepada saksi untuk mengantarkan Suratman yang saat itu berada dirumahnya ke rumah sakit dikarenakan mengalami luka-luka akibat di bacok oleh Andriawan, kemudian saksi ke tempat Slamet ditempat tersebut sudah banyak orang kemudian saksi membawa Suratman ke Rumah Sakit Muhammadiyah Purworejo, setelah orang tuanya Suratman datang dan Suratman sudah ditangani dokter , satu jam kemudian saksi pulang ;
- Bahwa yang saksi tahu Suratman mengalami luka di bagian kepala, banyak mengeluarkan darah ;
33
- Bahwa pada waktu Suratman di Rumah Sakit ada polisi yang datang, sewaktu ditanya, Suratman mengatakan kalau di bacok oleh ANDRIAWAN ;
- Bahwa sepulang dari rumah sakit saksi melihat di depan rumah Subarjo ada polisi dan ada tetangga, saksi tidak melihat ANDRIAWAN , yang saksi dengar ANDRIAWAN sudah dibawa ke kantor polisi ;
- Bahwa apa penyebabnya Suratman sampai dibacok oleh ANDRIAWAN ,pada awalnya saksi tidak tahu, akan tetapi pada siang harinya orang-orang cerita kalau Suratman dibacok oleh ANDRIAWAN karena sewaktu duduk tlotoar dipertigaan Don Bosco dikira mengetahui kalau ANDRIAWAN telah mencuri dan melakukan pembacokan terhadap korban AGNES SRI HARYATI dan pembantunya ;
- Bahwa katanya dari rumah AGNES SRI HARYATI terdakwa mengambil HP dan uang Rp.500.000,- yang kemudian disimpan di rumahnya ;
- Bahwa korban Suratman sekarang sudah sembuh/sehat ;
- Bahwa AGNES SRI HARYATI di rumahnya jualan pulsa dan bahan kelontong ;
- Bahwa rumah terdakwa dengan rumahnya AGNES SRI HARYATI tidak jauh/dekat ;
- Bahwa AGNES SRI HARYATI dan pembantunya (SRI UNDARI) sudah meninggal ; Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi ini terdakwa membenarkanya ;
Menimbang, bahwa untuk mendapatkan keterangan yang seobyektif mungkin maka di depan persidangan Majelis telah pula mendengar keterangan terdakwa yang pada pokoknya menerangkan tentang hal-hal sebagai berikut:
- Bahwa terdakwa pernah diperiksa penyidik, ada menandatangani berita acara dan membenarkan semua isinya ;
- Bahwa benar terdakwa telah membacok korban Agnes Sri Haryati dan Pembantunya yang bernama Sri Undari sampai meninggal dunia dan juga melakukan pembacokan terhadap korban Suratman dengan menggunakan bendo ;
- Bahwa terdakwa melakukan pembacokan terhadap Agnes Sri Haryati dan Pembantunya sampai meninggal dunia pada hari Jum’at tanggal 3 Desember 2010 ssekitar pukul 23.10 WIB di rumah Agnes Sri Haryati yang beralamat di Desa Borokulon Rt.02 Rw.04 Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo, sedang terdakwa melakukan pembacokan terhadap korban Suratman juga pada hari Jum’at tanggal 3 Desember 2010 sekitar pukul 23.30 WIB bertempat di pertigaan Donbosco ikut Kelurahan Boro Kulon Rt.01 Rw.04 Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo;
- Bahwa terdakwa melakukan pembacokan terhadap korban Agnes Sri Undari dan pembantunya karena terdakwa ketahuan pada waktu terdakwa akan mengambil barang (mencuri) dirumahnya Agnes Sri Undari sedang terdakwa melakukan pembacokan terhadap korban Suratman karena terdakwa mengira Suratman yang pada waktu itu sedang berada di pertigaan Donbosco menghadap ke arah barat/ke
pembacokan terhadap Agnes Sri Haryati dan pembantunya ;
- Bahwa terdakwa mempunyai rencana untuk mengambil barang/uang dirumah Agnes Sri Haryati pada hari Jum’at malam tanggal 3 Desember 2010 ;
- Bahwa terdakwa merencanakan untuk mengambil-barang-barang dirumah Agnes Sri Haryati karena setahu terdakwa yang tinggal dirumah tersebut hanya dua orang yang kesemuanya perempuan ;
- Bahwa pada hari Jum’at malam tanggal 3 Desember 2010 terdakwa keluar rumah dengan tujuan untuk mengambil barang dirumah Agnes Sri Haryati dengan membawa senjata tajam berupa bendo ;
- Bahwa pada waktu akan mengambil barang dirumah Agnes Sri Haryati tersebut terdakwa sambil membawa bendo dimana bendo tersebut akan terdakwa pergunakan untuk melakukan pembacokan terhadap orang yang mengetahui perbuatan terdakwa pada waktu akan mengambil barang dirumah Agnes Sri Haryati ;
- Bahwa bendo tersebut milik orang tua terdakwa yang biasanya dipergunakan untuk memotong bambu, dan karena sering diasah bendo tersebut tajam ;
- Bahwa pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2010 sekitar pukul 23.00 WIB terdakwa berangkat dari rumahnya dengan berjalan kaki menuju rumah korban AGNES SRI HARYATI yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah terdakwa sambil membawa golok atau bendo yang terdakwa selipkan dibelakang badan , sesampainya dirumah korban AGNES SRI HARYATI kemudian terdakwa masuk melewati sebelah barat rumah korban lalu langsung menuju belakang rumah korban selanjutnya terdakwa masuk ke rumah korban AGNES SRI HARYATI dengan cara memanjat pohon pepaya yang ada dibelakang rumah korban kemudian terdakwa berjalan melintasi genteng atas rumah korban AGNES SRI HARYATI lalu terdakwa turun melalui tiang antena yang tidak ada atapnya sampai bawah ada sumur yang tertutup, setelah itu terdakwa membuka pintu samping sumur tetapi terkunci lalu terdakwa membuka pintu dapur kemudian masuk ke kamar kecil/WC lalu terdakwa naik keatas bak mandi dan naik tembok kemudian turun di kamar pembantu yaitu korban SRI UNDARI dan pada saat terdakwa meloncat turun mengenai ranjang/tempat tidur korban SRI UNDARI yang pada saat itu sedang tidur kemudian bangun dan berteriak “ maling” ;
- Bahwa dengan adanya teriakan “maling” dari pembantunya Agnes Sri Haryati tersebut terdakwa mencabut Bendo dan menyuruh pembantunya Agnes Sri Undari untuk diam, akan tetapi tidak mau diam, Pembantu tersebut berteriak ampun ampun sambil tiduran lagi dengan posisi kepala yang semula menghadap miring kekanan dan menghadap kearah terdakwa tetapi karena takut kemudian pembantunya Agnes Sri Undari merubah posisi badannya menjadi miring kekiri atau menghadap tembok dengan posisi tangan kanan melindungi kepalanya , kemudian bendo yang terdakwa pegang dengan tangan kanan terdakwa bacokkan kebagian kepala sebelah kanan
35
secara membabi buta atau terus menerus hingga kurang lebih sebanyak 10 (sepuluh) kali dan terdakwa berhenti membacok ketika melihat pembantunya Agnes Sri Undari sudah tidak bergerak lagi dan hanya terdengar suara seperti suara ayam disembelih selanjutnya terdakwa mengambil HP merk Nokia yang berada diatas meja yang berada disebelah utara tempat tidur, terdakwa masukkan ke celana sebelah kiri ;
- Bahwa setelah terdakwa membacok pembantunya Agnes Sri Undari dan mengambil HP , terdakwa mendengar ada orang berteriak “Ono Opo Yo (ada apa ya)” lalu terdakwa mendatangi arah suara tersebut dan ternyata suara itu berasal dari kamar tidur korban AGNES SRI HARYATI, sesampainya dikamar tidur korban AGNES SRI HARYATI terdakwa melihat korban AGNES SRI HARYATI sedang duduk bersila diatas tempat tidur dan pandangannya ke arah terdakwa sambil mengamat-amati, Agnes Sri Haryati berkata “Sopo, maling yo” (siapa , maling ya), terdakwapun merasa dikenali oleh Agnes Sri Undari, kemudian terdakwa mendekati Agnes Sri Haryati dan bendo/golok yang terdakwa bawa dengan tangan kanan yang masih berlumuran darah langsung terdakwa bacokkan kebagian muka korban AGNES SRI HARYATI beberapa kali, sekitar 10 kali hingga tidak bergerak lagi dan hanya terdengar suara seperti suara ayam disembelih;
- Bahwa pada waktu terdakwa bacok, Agnes Sri Haryati menutupi mukanya dengan tangan sehingga bacokan terdakwa selain mengenai muka juga mengenai tangannya ;
- Bahwa setelah terdakwa melakukan pembacokan terhadap korban Agnes Sri Haryati, terdakwa mengambil HP yang berada di dalam kamar tersebut sebanyak satu buah/disamping tempat tidur, setelah itu terdakwa berjalan ke ruang tengah, menghidupkan lampu dan meletakkan bendo diatas meja, selanjutnya terdakwa menuju ke warung dan mengambil uang dalam lemari warung yang jumlahnya tidak terdakwa hitung serta mengambil voucher HP yang jumlahnya juga tidak tahu secara pasti, setelah itu terdakwa kembali lagi ke kamar Agnes Sri Haryati membuka lemari, membongkar pakaian yang ada didalam lemari tersebut dengan tujuan untuk mencari uang akan tetapi tidak ada ;
- Bahwa setelah dari kamar Agnes Sri Haryati kemudian terdakwa keluar kamar dan masuk ke kamar sebelahnya (kamar kosong) diatas tempat tidur terdakwa melihat ada HP kemudian terdakwa ambil, terdakwa juga melihat ada tas dan mengambil uang yang berada dalam tas tersebut, kemudian terdakwa kembali ke ruang tengah untuk mengambil golok dan mencuci golok yang berlumuran darah di WC rumah Agnes Sri Haryati, selanjutnya golok terdakwa selipkan dibagian belakang celana, kemudian terdakwa menuju ke ruang tamu dan membuka pintu depan, terdakwa keluar meninggalkan rumah Agnes Sri Haryati ;
- Bahwa setelah terdakwa keluar dari rumah Agnes Sri Haryati terdakwa berjalan ke arah timur dengan tujuan akan pulang, dalam perjalanan mau pulang tersebut/mau menyeberang jalan terdakwa melihat tetangga terdakwa yang bernama Suratman
ke arah barat/rumah Agnes Sri Haryati, terdakwa mengira kalau Suratman mengetahui perbuatan terdakwa yang telah membacok Agnes Sri Haryati dan pembantunya, sebelum sampai rumah timbul pikiran pada diri terdakwa untuk membacok Suratman/ terdakwa habisi, supaya perbuatan terdakwa tidak diketahui oleh orang, kemudian terdakwa kembali ke tempat dimana Suratman sedang duduk di trotoar, Suratman terdakwa bacok dari belakang ke arah kepalanya, Suratmanpun berusaha menghindar, menangkis dengan berusaha merebut bendo yang terdakwa bawa sehingga terjadi pergumulan, golokpun sempat mengenai jari terdakwa, Suratman kemudian lari ke arah timur sambil berteriak-teriak minta tolong dan masuk ke rumah orang ;
- Bahwa terdakwa membacok Suratman sebanyak 4 (empat) kali ;
- Bahwa pada waktu itu terdakwa tidak ditegur oleh Suratman /terdakwapun juga tidak menegur Suratman ;
- Bahwa setelah melakukan pembacokan terhadap Suratman kemudian terdakwa pulang ke rumah, terdakwa melepas kaos yang terdakwa pakai, terdakwa masukkan ke spiteng, kemudian terdakwa ke WC membersihkan golok, cuci tangan dan cuci kaki, selanjutnya golok terdakwa selipkan di gedek pintu dapur selanjutnya terdakwa masuk ke dalam rumah menyimpan uang yang terdakwa ambil dari rumah Agnes Sri Haryati di bawah meja di kamar terdakwa yang terdakwa bungkus dengan kain merah dan HP terdakwa masukkan di lemari diruang tersebut sedang voucer sudah tidak ada lagi kemungkinan jatuh, selanjutnya terdakwa duduk di ruang tamu ;
- Bahwa terdakwa ditangkap polisi pada malam itu juga /jum’at malam sekitar pukul 24.00 WIB, polisi datang ke rumah terdakwa, dimana sebelum polisi datang sudah banyak warga di sekitar rumah terdakwa, kemudian terdakwa oleh polisi di bawa ke kantor polisi, di kantor polisi terdakwa mengakui terus terang kalau telah melakukan pembacokan terhadap Suratman karena di kepala dan tangan terdakwa kedapatan noda darah, terdakwapun selanjutnya juga mengakui kalau telah melakukan pembacokan terhadap Agnes Sri Haryati dan pembantunya dan sewaktu ditanya oleh polisi terdakwa katakan kalau uang dan HP yang terdakwa ambil dari rumah Agnes Sri Haryati terdakwa simpan dirumah dikamar terdakwa ;
- Bahwa terdakwa sadar dengan bacokan senjata tajam berupa bendo yang terdakwa lakukan kearah kepala korban bisa menyebabkan korban meninggal dunia;
- Bahwa sebelumnya terdakwa tidak mempunyai masalah dengan Agnes Sri Haryati dan Pembantunya serta dengan Suratman ;
- Bahwa terdakwa tidak mempunyai hutang dengan Agnes Sri Haryati ;
- Bahwa sebelum kejadian pembacokan, terdakwa pernah ke rumah Agnes Sri Haryati, dirumah tersebut Agnes Sri Haryati berjualan kelontong ;
37
- Bahwa dari rumah Agnes Sri Haryati terdakwa mengambil 3 (tiga) buah HP, uang seluruhnya yang terdakwa ambil berjumlah Rp.550.000,-, sedang voucer terdakwa tidak tahu jumlahnya karena terjatuh dijalan;
- Bahwa rencananya HP yang terdakwa ambil akan terdakwa jual, terdakwa waktu itu butuh uang untuk ke tanggerang, terdakwa sudah minta ke orang tua belum dikasih sehingga timbul niat untuk mengambil barang dirumahnya Agnes Sri Haryati ;
- Bahwa barang bukti berupa 3 buah HP dan uang Rp.550.000,- adalah yang terdakwa ambil di rumahnya Agnes Sri Haryati sedang sebilah bendo adalah yang terdakwa pergunakan untuk membacok korban Agnes Sri Haryati dan pembantunya serta untuk membacok korban Suratman;
- Bahwa sewaktu terdakwa keluar dari rumah Agnes Sri Haryati, terdakwa sudah tidak mendengar suara seperti ayam disembelih dari Agnes Sri Haryati dan pembantunya, dalam pikiran terdakwa Agnes Sri Haryati dan pembantunya sudah meninggal dunia ;
- Bahwa sewaktu terdakwa bacok, Agnes Sri Haryati dan pembantunya tidak melakukan perlawanan ;
- Bahwa sewaktu terdakwa masuk dikamar pembantu, pembantu berteriak-teriak, terdakwa suruh diam akan tetapi tidak mau diam, terdakwapun panik kemudian terdakwa bacok dengan menggunakan golok ;
- Bahwa terdakwa menyesal dengan perbuatan yang telah terdakwa lakukan ;
- Bahwa benar terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesali perbuatannya tersebut ;
Menimbang, bahwa dari hasil pemeriksaan di depan persidangan berdasarkan keterangan para saksi yaitu saksi H.Mujino Bin A.Sahri, Pudjiwati Binti Kartodimejo, H.Supardi,Spd Bin Ngadirun Wiryo Sumanto (alm), Benedictus Rudy Purnomo Bin FX. Darmo Sumarto (alm), Pur Fahrudin Bin Junaedi, Subardjo Bin Sugito, Khusen Martono Bin Sumarto, Suratman Bin Amat Suradi, Slamet Prakoso Bin Harjo Utomo, Seto Bin Cokro Dimedjo dan keterangan terdakwa serta barang bukti dalam perkara ini maka terdapatlahlah fakta-fakta sebagai berikut :
1. Bahwa pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2010 sekira pukul 23.10 Wib bertempat di Kelurahan Borokulon Rt.02 Rw.04 Kec.Banyuurip Kab.Purworejo, telah terjadi tindak pidana pembunuhan dengan pencurian dan tindak pidana percobaan pembunuhan yang telah dilakukan oleh diri terdakwa terhadap korban Agnes Sri Haryati (alm), Sri Undari (alm) dan korban Suratman Bin Amat Suradi ;
2. Bahwa latar belakang terdakwa melakukan perbuatannya tersebut didasari pada keinginan terdakwa untuk pergi ke Jakarta kembali untuk mencari pekerjaan akan tetapi keinginan terdakwa tersebut tidak mendapatkan dukungan dari orang tuannya sehingga terdakwa merasa kecewa dikarenakan terdakwa tidak memiliki uang untuk pergi ke Jakarta maka terdakwa terfikir untuk mencari uang ;
melakukan pencurian dirumah korban Agnes Sri Haryati (alm) dikarenakan korban hanya seorang perempuan dan tinggal berdua dengan pembantunya korban Sri Undari (alm) ;
4. Bahwa korban Agnes Sri Haryati (alm) didepan rumahnya juga memiliki toko kelontong serta berjualan voucer isi ulang dikarenakan terdakwa pernah bermain sepak takraw serta membeli rokok diwarung milik korban sehingga terdakwa mengetahui korban hanya tinggal sendiri dengan pembatunya saja ;
5. Bahwa pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2010 sekira pukul 22.00 Wib terdakwa memiliki keinginan untuk melakukan pencurian dirumah milik Agnes Sri Haryati (alm) dan sekira pukul 23.00 Wib ketika kedua orang tua terdakwa pergi tidur, terdakwa dengan membawa sebilah bendo sepanjang kurang lebih 45 cm keluar dari rumahnya dengan tujuan mendatangi rumah korban Agnes Sri Haryati (alm) yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah terdakwa dengan maksud melakukan pencurian ;
6. Bahwa letak rumah korban Agnes Sri Haryati (alm) berada dipinggir jalan raya akan tetapi rumah korban dengan rumah dengan penduduk lainnya agak berjahuan dan kanan kiri dari letak rumah korban tidak terdapat rumah lainnya hanya ada semak belukar ;
7. Bahwa setiba terdakwa dirumah korban terdakwa langsung menuju belakang rumah korban Agnes Sri Haryati (alm) kemudian terdakwa memanjat pohon pepaya yang berada dibelakang rumah korban Agnes Sri Haryati (alm) kemudian terdakwa untuk memasuki rumah korban Agnes Sri Haryati (alm) berjalan melewati genting rumah korban lalu turun melalui tiang antena televisi yang tidak ada atapnya sesampainya terdakwa dibawah terdapat sumur yang tertutup kemudian terdakwa berusaha membuka pintu samping sumur akan tetapi pintunya terkunci lalu terdakwa membuka pintu dapur untu kemudian masuk melalui WC kemudian terdakwa naik keatas bak mandi dan naik keatas tembok tersebut kemudian turun dikamar pembantu korban Agnes Sri Haryati (alm) yaitu korban Sri Undari (alm) ;
8. Bahwa ketika terdakwa akan meloncat turun mengenai sisi ranjang/tempat tidur korban Sri Undari (alm) lalu kaki terdakwa mengenai kaki korban Sri Undari (alm) yang dalam keadaan tertidur dikarenakan korban terkena kakinya maka korban terbangun dan berteriak “maling” kemudian terdakwa meminta korban Sri Undari (alm) untuk diam sambil mengambil bendo/golok yang diselipkan dipinggang terdakwa dengan mempergunakan tangan kananya lalu korban menyatakan “ampun-ampun” kepada terdakwa dimana posisi korban badannya berbaring kearah terdakwa dan wajah korban melihat wajah terdakwa tanpa ada perlawanan kemudian korban membalikan tubuhnya kearah berlawanan dengan terdakwa sambil mengangkat kedua tangannya untuk menutupi bagian kepala korban ;
39
9. Bahwa dikarenakan terdakwa tidak memakai tutup kepala maka terdakwa merasa dirinya diketahui oleh korban Sri Undari (alm) dikarenakan terdakwa merasa takut dan terpojok maka terdakwa mengambil bendo/golok yang diselipkan dibelakang pinggangnya untuk kemudian oleh terdakwa diayunkan kepada bagian kepala korban dengan cara dipukulkan secara membabi buta tanpa adanya belas kasihan terdakwa kepada diri korban Sri Undari (alm) sebanyak kurang lebih sembilan kali bacokan yang tidak hanya mengenai bagian kepala juga bagian tubuh yang lainya sehingga akibat luka-luka yang dialami oleh korban tersebut akhirnya meninggal dunia seketika itu juga dengan cara mengeluarkan suara seperti orang yang sedang tertidur mengorok lalu setelah mengetahui korban Sri Undari tidak beryawa lagi terdakwa mengambil sebuah hand phone Nokia warna putih silver yang terletak diatas meja samping dari tempat tidur korban untuk kemudian handphone tersebut diambil dan dimasukan kedalam saku celana terdakwa ;
10. Bahwa setelah terdakwa meyakinkan korban Sri Undari meninggal dunia dan telah berhasil mengambil satu buah hand phone milik korban lalu terdengar suara yang menayatakan “Ono opo yo (ada apa ya)” bukannya terdakwa lari atau bersembunyi meninggalkan lokasi kejadian akan tetapi terdakwa malah menghampiri datangnya suara tersebut. Dimana keadaan tempat tersebut tidak ada penerangan lampu kemudian terdakwa melihat korban Agnes Sri Haryati sedang duduk dipinggiran tempat tidurnya kemudian korban sambil mengamat-amati menyatakan “Sopo, maling yo (siapa maling ya)”, kemudian terdakwa menghampiri korban dimana terdakwa merasa dirinya diketahui oleh korban Agnes Sri Haryati sedangkan terdakwa tidak mempergunakan penutup kepala sehingga terdakwa merasa takut perbuatannya diketahui maka terdakwa ketika itu sedang memegang bendo/golok ditangan kanannya yang masih berlumuran darah dari korban Sri Undari menghampiri korban Agnes Sri Haryati, dengan cara yang sama terdakwa menghayunkan bendo/golok kearah bagian kepala korban dan bagian lengan sebanyak kurang lebih sepuluh kali hingga korban Agnes Sri Haryati jatuh terpelanting kelantai dan pada bagian kepala korban banyak mengeluarkan darah dan tulang tengkorak kepala mengalami luka terbuka dan isi kepala korban terburai keluar, setelah yakin korban Agnes Sri Haryati sudah tidak bergerak lagi dan terdakwa yakin korban telah meninggal maka terdakwa menghentikan bacokannya kepada korban kemudian mayat korban diletakkan oleh terdakwa dibawah tempat tidur korban ;
11. Bahwa setelah terdakwa yakin korban Agnes Sri Haryati meninggal dunia kemudian terdakwa melihat ada sebuah handphone seri 2700 warna hitam silver dengan no. Sim card 081328270968 yang terletak diatas tempat tidur untuk kemudian terdakwa masukan kedalam saku celana. Kemudian terdakwa berjalan keruang tengah lalu menyalakan lampu ruangan tersebut dan meletakkan bendo/golok tersebut diatas meja ;
untuk mengambil uang dan voucer hand phone lalu dimasukkan kedalam saku celana bagian kiri. Selanjutnya terdakwa kembali menuju kamar tidur korban Agnes Sri Haryati mengacak-acak isi lemari pakaian korban untuk mencari barang berharga akan tetapi terdakwa tidak menemukannya barang yang diinginkannya, kemudian terdakwa menuju kamar kosong disebalah kamar tidur korban dimana terdakwa menemukan sejumlah uang dan sabuah handphone seri 2310 warna biru dengan no.simcard 085232929013 ;
13. Bahwa terdakwa setelah menemukan barang-barang yang diinginkannya kembali keruang tengah untuk mengambil bendo/golok yang berlumuran darah para korban