• Tidak ada hasil yang ditemukan

SHORT-TERM BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

PENDEK LOANS

19. SHORT-TERM BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Utang Bank Jangka Pendek dalam Rupiah (lanjutan) Short - Term Bank Loans in Rupiah (continued)

Pada tanggal 29 Maret 2011, GAP memperoleh fasilitas Pinjaman Rekening Koran bersama-sama dengan fasilitas kredit dari Bukopin dengan pagu pinjaman sebesar Rp 5 miliar. Fasilitas ini digunakan untuk keperluan tambahan modal kerja The Jungle Waterpark. Pinjaman ini dikenai tingkat suku bunga sebesar 11,5% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 29 Maret 2016. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan milik GAP (lihat Catatan 9 dan 15). Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, saldo utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp 4,99 miliar dan Rp 4,97 miliar.

On March 29, 2011, GAP obtain a current account loan facility together with other credit facility from Bukopin with a maximum amount of Rp 5 billion. This loan is used for additional working capital of The Jungle Waterpark. This loan bears annual interest rate of 11.5% and will be due on March 29, 2016. This loan is secured by land and buildings owned by GAP (see Notes 9 and 15). As of December 31, 2014 and 2013, the outstanding balance of this loan facility amounted to Rp 4.99 billion and Rp 4.97 billion, respectively.

Pada tanggal 13 Agustus 2012, GMI memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) dengan pagu maksimum sebesar Rp 14 miliar. Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga tahunan sebesar 6,75% dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan ketentuan BTN dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Pada tanggal 26 Juli 2013, GMI memperoleh persetujuan perpanjangan jangka waktu kredit sampai dengan tanggal 26 Juli 2014. Perjanjian kredit ini telah diperpanjang beberapa kali, yang terakhir, sampai dengan tanggal 21 Agustus 2015. Pinjaman ini dijamin dengan deposito berjangka GMI di BTN dengan jumlah sebesar Rp 16 miliar (lihat Catatan 11).

On August 13, 2012, GMI obtained bank overdraft facilities from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) with a maximum amount of Rp 14 billion. This loan bears annual interest rate at 6.75% and could changes from time to time in accordance with the provisions of BTN with or without prior notice. On July 26, 2013, GMI extend this loan facility until July, 26 2014. The credit agreement has been extended several times and the latest is until August 21, 2015. This loan was secured with GMI’s time deposits in BTN amounted to Rp 16 billion (see Note 11).

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2014, GMI telah membayar bunga pinjaman ke BTN sebesar Rp 219,39 juta.

Until December 31, 2014, GMI has paid interest expenses to BTN amounted to Rp 219.39 million.

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, saldo utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp nihil dan Rp 12 miliar.

As of December 31, 2014 and 2013, the outstanding balance of this loan facility amounted to Rp nil and Rp 12 billion, respectively.

Utang Lembaga Keuangan Jangka Pendek Short - Term Financial Institution Loans

PT AB Sinarmas Multifinance PT AB Sinarmas Multifinance

Pada bulan Maret 2013, Entitas Induk memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari PT AB Sinarmas Multifinance dengan jumlah pagu pinjaman sebesar Rp 315 miliar dengan tingkat bunga sebesar 21% per tahun dan jatuh tempo selama 3 bulan. Pinjaman ini dijamin dengan 22 unit Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Bukan Hunian Bakrie Tower seluas 17.751,20 m2 milik BSU dan 50% kepemilikan saham pada PT Bukit Jonggol Asri (BJA). Pada bulan September 2013, Entitas Induk memperoleh persetujuan penambahan kredit atas fasilitas pinjaman ini dengan jumlah pagu sebesar Rp 339,40 miliar dan fasilitas ini diperpanjang sampai dengan Desember 2013.

In March 2013, the Company obtained a working capital loan facility from PT AB Sinarmas Multifinance with a maximum amount of Rp 315 billion and bear annual interest rate of 21%. This loan will be due within 3 months. This loan is secured by 22 unit of Rights of Strata Title Ownership of Bakrie Tower building with an area of17,751.20 sqm owned by BSU and 50% shares ownership in PT Bukit Jonggol Asri (BJA). On September 2013, the Company obtained an additional

credit facility with a maximum amount of

Rp 339.40 billion and this loan facility has been extended until December 2013.

Pada tanggal 11 Januari 2014, Entitas Induk menandatangani addendum perjanjian pinjaman dengan PT AB Sinarmas Multifinance mengenai perpanjangan jangka waktu pinjaman sampai dengan tanggal 11 Maret 2014 dengan sisa jumlah pokok pinjaman sebesar Rp 167,18 miliar.

On January 11, 2014, the Company signed an addendum to the loan agreement with PT AB Sinarmas Multifinance concerning the extention of the loan period until March 11, 2014 with the remaining principal amount of Rp 167.18 billion.

Pada tanggal 9 Oktober 2014, Entitas Induk telah melunasi seluruh pinjamannya ditambah bunga yang dikenakan atas pinjaman tersebut selama tahun 2014 sebesar Rp 167,18 miliar.

On October 9, 2014, the Company has fully repaid this loan including the interest charged on the loan during 2014 amounted to Rp 167.18 billion.

PENDEK (lanjutan) LOANS (continued)

Utang Lembaga Keuangan Jangka Pendek (lanjutan) Short - Term Financial Institution Loans (lanjutan)

PT AB Sinarmas Multifinance (lanjutan) PT AB Sinarmas Multifinance (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, saldo utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp nihil dan Rp 167,18 miliar.

As of December 31, 2014 and 2013, the outstanding balance of this loan facility amounted to Rp nil and Rp 167.18 billion, respectively.

PT Star Finance PT Star Finance

Pada bulan Desember 2013, BSU memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari PT Star Finance. Berdasarkan Akta Notaris Yulia, S.H., No. 111 tanggal 23 Desember 2013, mengenai Perjanjian Fasilitas Anjak Piutang, BSU mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar yang digunakan untuk modal kerja dengan jangka waktu selama 12 bulan sejak penandatanganan perjanjian ini. Besarnya biaya diskonto adalah sebesar

1,34% per bulan. Sampai dengan tanggal

31 Desember 2014 perjanjian ini masih dalam proses perpanjangan.

In December 2013, BSU obtained a working capital loan facility from PT Star Finance. Based on Notarial Deed No. 111 of Yulia, S.H., dated December 23, 2013, regarding Factoring Agreements, BSU obtained a loan facility amounted to Rp 100 billion which was used for working capital and will be due within 12 months from the signing date of the agreement. The discount rate is 1.34% per month. Until December 31, 2014 the agreement still in process extend the period.

Sehubungan dengan pinjaman tersebut di atas, BSU diwajibkan memenuhi persyaratan tertentu, antara lain, BSU dilarang untuk melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis dari PT Star Finance:

In relation to the above loans, BSU is obliged to fulfill certain requirements, which, among others, restrict BSU from conducting the following without prior written approval from PT Star Finance:

1. Melakukan penggabungan usaha;

2. Melakukan pelunasan utang lebih awal kecuali utang yang dibuat dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari;

1. Conducting merger;

2. Made an early payment of debt unless debt are made in order to run daily business activities; 3. Mengubah atau menambah jenis usaha dari usaha

yang sekarang dijalankan;

4. Menjual atau memindahkan sebagian atau seluruh harta kekayaannya;

5. Menjual atau setuju untuk menjual seluruh atau sebagian harta kekayaan dan/atau salah satu atau lebih jaminan;

6. Mendapatkan pinjaman dari pihak lain, menerbitkan surat utang dan mengikatkan diri sebagai penjamin; 7. Mengagunkan kekayaan kepada pihak lain; 8. Melakukan pembagian dividen;

9. Mengurangi modal dasar dan modal ditempatkan atau modal disetor Entitas Induk; dan

10. Melakukan penawaran umum atas saham-saham atau efek bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan kepada masyarakat.

3. Changing or adding new types of businesses that are currently taken places;

4. Sell or transfer some or all of its assets;

5. Sell or agree to sell all or part of the assets and/or one or more guarantees;

6. Obtaining a loan from another party, to issue bonds and binds itself as guarantor; 7. Mortgage property to another party; 8. Dividend payments;

9. Reduce the authorized capital and issued capital stock or fully paid capital stock; and

10. Public offering of shares or equity securities issued by the Company to the public.

Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha milik BSU sebesar Rp 120,48 miliar (lihat Catatan 7).

This loan is secured by trade reveivables of BSU amounted to Rp 120.48 billion (see Note 7).

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, saldo utang bersih setelah dikurangi biaya transaksi pinjaman yang belum diamortisasi atas fasilitas pinjaman ini masing- masing sebesar Rp 89,33 miliar.

As of December 31, 2014 and 2013, the net

outstanding balance after net of unamortized

transaction costs of this loan facility amounted to Rp 89.33 billion, respectively.