PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
Perusahaan memperoleh fasilitas perbankan dari BRI sebesar Rp2.000.000 yang dapat digunakan untuk fasilitas kredit modal kerja impor, penangguhan jaminan impor dan Trust Receipt (T/R). Fasilitas ini collateral-free dan akan berakhir pada tanggal 12 Juni 2014.
The Company obtained banking facility from BRI amounting to Rp2,000,000, which can be used for import working capital, deferred import guarantee and trust receipt (T/R) facilities. This facility is collateral-free and will expire on June 12, 2014.
Fasilitas ini dikenakan bunga tahunan sebesar 8,25% dan dapat diperbaharui. Saldo terhutang atas fasilitas ini sebesar US$48.666 dan US$119.221 pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
This facility bears annual interest at 8.25% and renewable. The outstanding payables related to this facilities amounted to US$48,666 and US$119,221 as of March 31, 2014 and December 31, 2013.
Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan, antara lain, memberitahukan terlebih dahulu kepada BRI sebelum melakukan pembayaran dividen, menjaminkan aset, memperoleh pinjaman dari pihak lain kecuali dalam rangka kegiatan usaha, memberikan pinjaman kepada pihak lain dan memelihara rasio pinjaman terhadap ekuitas kurang dari 250%.
The loan agreement requires, among others, that prior notice be given to the BRI before distributing dividends, pledging of assets, obtaining borrowings from other parties except in the ordinary course of business, providing borrowings to other parties and maintain debt to equity ratio of less than 250%.
15. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 15. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Entitas Anak - PT KWT The Subsidiary - PT KWT
PTBankDanamonIndonesiaTbk (Bank Danamon) PTBankDanamonIndonesiaTbk (Bank Danamon)
PT KWT memperoleh fasilitas kredit modal kerja
(Omnibus Trade Finance Facility) yang dapat
dipergunakan dalam bentuk fasilitas L/C, T/R, negosiasi L/C, Open Account Financing (OAF), bank garansi dan Standby L/C dengan jumlah maksimum secara keseluruhan sebesar US$25.000. Fasilitas-fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 7 Maret 2014. Saldo terutang atas fasilitas ini masing-masing sebesar US$16.138 dan US$7.235 pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
PT KWT obtained working capital facilities (Omnibus Trade Finance Facility) which can be used in the form of L/C, T/R, Negotiation L/C, Open Account Financing (OAF), Bank Guarantee and Standby L/C facilities, with the aggregate maximum amount of US$25,000. These facilities will expire on March 7, 2014. The outstanding payables related to such facilities amounted to US$16,138 and US$7,235, respectively, as of March 31, 2014 and December 31, 2013.
Fasilitas OAF tersebut digunakan untuk membiayai tagihan atau liabilitas PT KWT dengan pembiayaan maksimum sebesar 100% dari nilai faktur yang disertakan dalam transaksi OAF dengan jangka waktu 180 hari dari tanggal penarikan. Fasilitas OAF dikenakan bunga tahunan sebesar BDI
CoF+2,0% dan dijamin dengan piutang usaha
dengan coverage ratio sebesar 125% dari jumlah fasilitas OAF yang digunakan.
The OAF facility is used to finance PT KWT’s receivables or liabilities with the maximum financing of 100% from the value of invoices taken part in the OAF transactions and valid 180 days since the date of drawdown. The OAF facility bears annual interest at BDI’s CoF+2.0% and secured by trade receivables with the coverage ratio of 125% from the OAF facility utilized.
Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan, antara lain, tanpa persetujuan tertulis dari bank, PT KWT tidak diperbolehkan menjamin pihak ketiga dan melakukan merger atau akuisisi.
The loan agreement includes restrictions, among others, without prior written notice from the bank, PT KWT is not permitted to provide guarantee to third party and conduct merger or acquisition.
PT Bank Permata Tbk (Bank Permata) PT Bank Permata Tbk (Bank Permata)
PT KWT memperoleh fasilitas L/C, Post Import
Loan, Bill of Purchase Line, Bank Garansi dan Invoice Financing (atau secara keseluruhan
disebut fasilitas trade) dari Bank Permata dengan jumlah maksimum sebesar US$35.000. Fasilitas kredit tersebut akan berakhir pada tanggal 16 September 2014. Saldo terutang atas fasilitas ini sebesar US$10.613 dan US$6.413 pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
PT KWT obtained L/C, Post Import Loan, Bill of Purchase Line, Bank Guarantee and Invoice Financing facilities (or in overall is referred to trade facilities) from Bank Permata with a maximum amount of US$35,000. The credit facility will expire on September 16, 2014. The outstanding payable related to this facility amounted to US$10,613 and US$6,413 as of March 31, 2014 and December 31, 2013.
Fasilitas Invoice Financing tersebut digunakan untuk membiayai tagihan atau liabilitas PT KWT dengan maksimum pembiayaan sebesar 100% dari nilai faktur yang disertakan dalam transaksi Invoice
Financing dengan jangka waktu 30 hari dari tanggal
penarikan. Fasilitas Invoice Financing dikenakan bunga tahunan sebesar 11,5% pada tahun 2014 dan 2013.
The Invoice Financing facility is used to finance PT KWT’s receivables or liabilities with the maximum financing of 100% from the value of invoices taken part in the Invoice Financing transactions and valid 30 days since the date of drawdown. The Invoice Financing facility bears annual interest at 11.5% in 2014 and 2013, respectively.
15. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 15. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Entitas Anak - PT KWT (lanjutan) The Subsidiary - PT KWT (continued)
PT Bank Permata Tbk (Bank Permata) (lanjutan) PT Bank Permata Tbk (Bank Permata) (continued)
Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa pemberitahuan tertulis kepada bank, PT KWT tidak diperkenankan untuk melakukan merger, mengubah anggaran dasar, susunan dewan komisaris dan direksi, membayar utang kepada pemegang saham, membayar dividen, menerima pinjaman dari pihak lain atau mengikat diri sebagai penjamin ke pihak lain.
The loan agreements include restrictions, among others, that without prior written notification to the bank, PT KWT is not permitted to enter into merger, change the articles of association, members of the boards of commissioners and directors, make repayment to shareholder, distribute dividends, obtain loans from other parties or acting as guarantor to other parties.
PT KWT juga harus mempertahankan rasio lancar minimum 1 kali, rasio pinjaman terhadap ekuitas maksimum sebesar 3 kali, rasio kecukupan pembayaran bunga minimum 2,3 kali dan rasio kecukupan arus kas untuk pembayaran pinjaman dan bunganya minimum 1,25 kali.
PT KWT also shall maintain current ratio at a minimum of 1 time, debt to equity ratio at a maximum of 3 times, EBITDA to interest expense ratio at a minimum of 2.3 times and debt service coverage ratio at a minimum 1.25 times.
PT Bank ANZ Indonesia PT Bank ANZ Indonesia
PT KWT memperoleh fasilitas perdagangan yang dapat dipergunakan dalam bentuk fasilitas Kredit Dokumenter, SKBDN, T/R, TFL I, TFL II dengan jumlah maksimum secara keseluruhan sebesar US$20.000 dan bank garansi dengan jumlah maksimum sebesar US$3.000. Fasilitas-fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 30 November 2014. Pada 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, saldo terutang atas fasilitas tersebut masing-masing sebesar US$4.268 dan US$4.267.
PT KWT obtained trade facilities which can be used in the form of Documentary Credit, SKBDN, T/R,TFL I, TFL II, with the aggregate maximum amount of US$20,000 and Bank Guarantee with the aggregate maximum amount of US$3,000. These facilities will expire on November 30, 2014. As of March 31, 2014 and December 31, 2013, the outstanding payable related to such facilities
amounted to US$4,268 and US$4,267,
respectively.
PT KWT harus mempertahankan rasio lancar minimum 1 kali dan rasio pinjaman terhadap ekuitas maksimum sebesar 3 kali. PT KWT belum dapat memenuhi persyaratan pemeliharaan rasio pinjaman terhadap ekuitas.
PT KWT shall maintain current ratio at a minimum of 1 time and debt to equity ratio at a maximum of 3 times. PT KWT was unable to meet the requirements to maintain debt to equity ratio.
15. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 15. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Entitas Anak - PT KWT (lanjutan) The Subsidiary - PT KWT (continued)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
Fasilitas pembukaan L/C dengan jumlah maksimum sebesar US$40.000, yang digunakan untuk pembelian impor bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang. Fasilitas kredit ini akan berakhir pada tanggal 2 Mei 2014. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama atas pinjaman jangka panjang yang diperoleh PT KWT dari BNI (Catatan 21). Saldo terutang atas fasilitas ini masing-masing sebesar US$27.920 dan US$34.911 pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
Opening L/C facility with a maximum amount of US$40,000, which was used for the importation of raw materials, supporting materials and spare parts. The credit facility will expire on May 2, 2014. This facility is secured by the same collateral pledged for the long-term loans obtained by PT KWT from BNI (Note 21). The outstanding payables related to this facility amounted to US$27,920 and US$34,911 as of March 31, 2014 and December 31, 2013, respectively.
PT KWT juga harus mempertahankan rasio lancar minimum 1 kali, rasio pinjaman terhadap ekuitas maksimum sebesar 2,5 kali, dan rasio kecukupan arus kas untuk pembayaran pinjaman dan bunganya minimum 1 kali. PT KWT belum dapat memenuhi persyaratan pemeliharaan rasio-rasio keuangan tersebut di atas.
PT KWT also shall maintain current ratio at a minimum of 1 time, debt to equity ratio at a maximum of 2.5 times, and debt service coverage ratio at a minimum 1 times. PT KWT was unable to meet the requirements to maintain the financial ratios stated above.
PTBankRakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) PTBankRakyatIndonesia (Persero) Tbk (BRI)
PT KWT memperoleh fasilitas kredit modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp30.000 dan fasilitas PJI/KMKI dan BG/SBLC dengan jumlah maksimum sebesar Rp400.000 yang digunakan untuk pembelian impor bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang. Fasilitas kredit ini akan berakhir pada tanggal 6 September 2014 dan dikenakan bunga tahunan sebesar 9,5% pada tahun 2014 dan 2013. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan barang dagangan PT KWT dengan nilai penjaminan sebesar Rp350.000 dan piutang usaha PT KWT dengan nilai penjaminan sebesar Rp200.000. Saldo terutang atas fasilitas ini sebesar US$26.111 dan US$23.852 pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
PT KWT obtained working capital credit facility with a maximum amount of Rp30,000 and PJI/KMKI and BG/SBLC facility with a maximum amount of Rp400,000, which was used for the importation of raw materials, supporting materials and spare parts. The credit facility will expire on September 6, 2014 and bears annual interest at 9.5% in 2014 and 2013. These facilities are secured by PT KWT’s inventories with a guarantee value of Rp350,000 and PT KWT’s trade receivables with a guarantee value of Rp200,000. The outstanding payables related to this facility amounted to US$26,111 and US$23,852 as of March 31, 2014 and December 31, 2013.
PT KWT harus mempertahankan rasio pinjaman terhadap ekuitas maksimum sebesar 3,71 kali.
PT KWT shall maintain debt to equity ratio at a maximum of 3.71 times.
15. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 15. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Entitas Anak - PT KE The Subsidiary - PT KE
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk (BNI)
PT KE memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari BNI dengan jumlah maksimum sebesar Rp200.000 pada tahun 2014 dan 2013. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan modal kerja proyek yang berasal dari pemerintah maupun swasta. Fasilitas kredit tersebut akan berakhir pada tanggal 2 Mei 2014 dengan bunga tahunan masing-masing sebesar 9,0% pada tahun 2014 dan 2013. Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap Perusahaan dan tanah milik Perusahaan yang dikuasakan kepada PT KE (Catatan 13). Saldo terutang atas fasilitas ini masing-masing sebesar nihil dan US$12.306 pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
PT KE obtained working capital credit facility from BNI with a maximum amount of Rp200,000 in 2014 and 2013. This loan facility is used to finance working capital for the projects owned by the government and private entities. The credit facility will expire on May 2, 2014 with annual interest of 9.0% in 2014 and 2013, respectively. This loan is secured by fixed assets of the Company and land owned by the Company which has been authorized to PT KE to be pledged as collateral (Note 13). The outstanding payable of this facility amounted to nil and US$12,306 as of March 31, 2014 and December 31, 2013, respectively.
PT KE juga memperoleh fasilitas bank garansi, L/C dan TR dengan jumlah maksimum sebesar Rp750.000 pada tahun 2014 dan 2013. Fasilitas kredit tersebut akan berakhir pada tanggal 2 Mei 2014. Saldo terutang atas fasilitas ini masing-masing sebesar US$19.153 dan US$157 pada tanggal-tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
PT KE also obtained bank guarantee, L/C and TR facilities with a maximum amount of Rp750,000 in 2014 and 2013. The credit facility will expire on May 2, 2014. The outstanding payable of this facility amounted to US$19,153 and US$157 as of March 31, 2014 and December 31, 2013, respectively.
PT KE diminta untuk memelihara rasio lancar minimal 1 kali, rasio kecukupan arus kas untuk pembayaran pinjaman dan bunganya (Debt Service
Coverage Ratio) minimum 100% serta rasio
kecukupan pembayaran bunga (EBITDA/Interest) tidak kurang dari 100%.
PT KE shall maintain current ratio at a minimum of 1 time, debt service coverage ratio at a minimum of 100% and EBITDA to interest expense (EBITDA/Interest) ratio not less than 100%.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk (BRI)
PT KE memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari BRI dengan jumlah maksimum sebesar Rp100.000 pada tahun 2014 dan 2013. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan modal kerja proyek yang berasal dari pemerintah maupun swasta. Fasilitas kredit tersebut akan berakhir pada tanggal 10 September 2014 dengan bunga tahunan masing-masing sebesar 9,5% dan 9,5% pada tahun 2014 dan 2013. Saldo terutang atas fasilitas ini sebesar nihil dan US$2.871 pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
PT KE obtained working capital credit facility from BNI with a maximum amount of Rp100,000 in 2014 and 2013. This loan facility is used to finance working capital for the projects owned by the government and private entities. The credit facility will expire on September 10, 2014 with annual interest of 9.5% and 9.5% in 2014 and 2013, respectively. The outstanding payable of this facility amounted to nil and US$2,871 as of March 31, 2014 and December 31, 2013, respectively.
15. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 15. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Entitas Anak - PT KE (lanjutan) The Subsidiary - PT KE (continued)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) (lanjutan)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk (BRI) (continued)
PT KE juga memperoleh fasilitas bank garansi, L/C dan TR dengan jumlah maksimum sebesar Rp400.000 pada tahun 2014 dan 2013. Fasilitas kredit tersebut akan berakhir pada tanggal 10 September 2014. Fasilitas-fasilitas tersebut dijaminkan secara cessie atas tagihan proyek yang dibiayai pinjaman BRI dengan nilai Rp882.785. Saldo terutang atas fasilitas ini masing-masing sebesar US$2.485 dan US$150 pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
PT KE also obtained bank guarantee, L/C and TR facilities with a maximum amount of Rp400,000 in 2014 and 2013. The credit facility will expire on September 10, 2014. Those facilities are secured by receivable of projects financed by BRI amounting to Rp882,785 on cessie basis. The outstanding payable of this facility amounted to US$2,485 and US$150 as of March 31, 2014 and December 31, 2013, respectively.
PT KE diminta untuk memelihara rasio utang terhadap modal tidak melebihi 567%.
PT KE shall maintain Debt to Equity ratio at maximum of 567%.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) PT Bank Mandiri (Persero)Tbk (Bank Mandiri)
PT KE memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari Bank Mandiri dengan jumlah maksimum sebesar Rp50.000 pada tahun 2014 dan 2013. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan modal kerja proyek yang berasal dari pemerintah maupun swasta. Fasilitas kredit tersebut akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dengan bunga tahunan masing-masing sebesar 10% dan 9,5% pada tahun 2014 dan 2013. Saldo terutang atas fasilitas ini sebesar nihil dan US$2.461 pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
PT KE obtained working capital credit facility from Bank Mandiri with a maximum amount of Rp50,000 in 2014 and 2013. This loan facility is used to finance working capital for the projects owned by the government and private entities. The credit facility will expire on March 31, 2015 with annual interest of 10% and 9.5% in 2014 and 2013, respectively. The outstanding payable of this facility amounted to nil and US$2,461 as of March 31, 2014 and December 31, 2013, respectively.
PT KE juga memperoleh fasilitas non-cash loan dari Mandiri dengan jumlah maksimum sebesar Rp820.000. Fasilitas kredit tersebut akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2015. Saldo terutang atas fasilitas ini sebesar US$10.780 dan US$8.352 pada tanggal-tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
PT KE also obtained non-cash loan facilities from Mandiri with a maximum amount of Rp820,000. The credit facility will expire on March 31, 2015. The outstanding payable of this facility amounted to US$10,780 and US$8,352 as of March 31, 2014 and December 31, 2013, respectively.
Fasilitas kredit tersebut dijaminkan dengan tagihan proyek secara fidusia dengan nilai minimal 150% dari total fasilitas dan kontrak proyek secara cessie.
The credit facility is secured by project receivables, on a fiduciary basis amounting to minimum of 150% total facility and project contracts on a cessie basis.
15. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 15. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Entitas Anak - PT KE (lanjutan) The Subsidiary - PT KE (continued)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) (lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero)Tbk (Bank Mandiri) (continued)
PT KE diminta untuk memelihara rasio lancar minimal 120%, rasio utang terhadap modal maksimal 700%, rasio kecukupan arus kas untuk pembayaran pinjaman dan bunganya (Debt Service
Coverage Ratio) minimum 1,1 dan rasio Laba
sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortiasi (EBITDA) maksimal 1,7.
PT KE shall maintain Current Ratio at minimum of 120%, Debt to Equity ratio at maximum of 700%, Debt Service Coverage ratio at minimum of 1.1 and Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization at maximum of 1.7.
Entitas Anak - PT KHIP The Subsidiary - PT KHIP
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk (BRI)
PT KHIP memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari BRI dengan jumlah maksimum sebesar Rp275.000 pada tahun 2014 dan 2013. Fasilitas kredit ini digunakan untuk tambahan modal kerja PT KHIP. Fasilitas kredit ini dikenakan bunga tahunan sebesar 9,5% pada tahun 2014 dan 9,5% pada tahun 2013. Saldo terutang atas fasilitas ini sebesar US$22.755 dan US$18.829 pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
PT KHIP obtained a working capital loan facility from PT BRI (Persero) Tbk, with a maximum amount of Rp275,000 in 2014 and 2013. This credit facility was used for additional working capital of PT KHIP. This facility bears annual interest at 9.5% in 2014 and 9.5% in 2013. The outstanding payables related to this facility amounted to US$22,755 and US$18,829 as of March 31, 2014 and December 31, 2013, respectively.
Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang usaha, persediaan barang jadi dan bahan baku, tanah, bangunan, mesin dan peralatan, perabotan dan perlengkapan dengan nilai pengikatan sebesar Rp623.573, di mana jaminan yang diberikan saling terkait dengan fasilitas kredit lainnya yang diperoleh dari BRI.
The credit facilities are secured by trade receivables, finished goods and raw material inventories, land, buildings, machineries and equipment, tools and equipment with guarantee value of Rp623,573, in which the collateral pledged relates to other credit facilities obtained from BRI.
Perjanjian pinjaman mencakup pembatasan-pembatasan antara lain, tanpa pemberitahuan tertulis kepada bank, PT KHIP tidak diperkenankan untuk melakukan merger, mengubah anggaran dasar, susunan dewan komisaris dan direksi, membayar utang kepada pemegang saham, membayar dividen, menerima pinjaman dari pihak lain kecuali berkaitan dengan usaha dan menjaminkan kekayaan kepada pihak lain. PT KHIP juga harus mempertahankan rasio perputaran hutang kepada Perusahaan maksimum 120 hari.
The loan agreements include restrictions, among others, that without prior written notification to the bank, PT KHIP is not permitted to enter into merger, change the articles of association, members of the boards of commissioners and directors, make repayment to shareholder, distribute dividends, obtain loans from other parties except in the ordinary course of business, and pledge assets as guarantee to other parties. PT KHIP also shall maintain days to payable ratio to the Company at maximum of 120 days.
15. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 15. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Entitas Anak - PT MJIS The Subsidiary - PT MJIS
PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank Niaga) PT Bank CIMB NiagaTbk (Bank Niaga)
Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 24 Desember 2013, PT MJIS memperoleh fasilitas pinjaman transaksi khusus ekspor dalam Dollar AS dari Bank Niaga dengan jumlah sebesar US$1.391. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan modal kerja dengan tingkat bunga tahunan sebesar 7% dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Maret 2014.
Based on credit agreement dated December 24, 2013, PT MJIS obtained special export credit facility in US Dollar from Bank Niaga amounting to US$1,391. This loan was used for financing working capital with annual interest rate at 7% and will mature on March 23, 2014.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk (BRI)
Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 21 Januari 2013, PT MJIS memperoleh fasilitas kredit modal kerja dalam Rupiah dari BRI dengan jumlah maksimum sebesar Rp50.000. Pinjaman ini digunakan untuk tambahan modal kerja pabrik besi spons di Batulicin, Kalimantan Selatan. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 9,75% dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Januari 2015.
Based on credit agreement dated January 21, 2013, PT MJIS obtained working capital credit facility in Rupiah from BRI with a maximum amount of Rp50,000. This loan was used as additional working capital for operational activities Ironmaking plant in Batulicin, South Kalimantan. This loan bears annual interest rate at 9.75% and will expire on January 21, 2015.
Fasilitas kredit ini dijamin dengan bangunan