V GAMBARAN UMUM SI KATAM TERPADU DAN KELEMBAGAANNYA
5.1 SI Katam Terpadu Berbasis Teknologi Informasi
SI Katam Terpadu merupakan suatu sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi tentang kondisi iklim, musim tanam ke depan dan pola tanam, serta rekomendasi teknologi hasil penelitian dan pengembangan pertanian lainnya yang bersifat spesifik lokasi. Suatu sistem informasi manajemen sangat berkaitan dengan teknologi informasi karena dalam mengelola informasi dibutuhkan suatu teknologi atau alat yang digunakan untuk mengelola informasi. Menurut salah seorang dari Tim Katam Pusat mengemukakan bahwa pengembangan SI Katam Terpadu dilakukan melalui sistem desktop dan internet. Pada awal pembuatan aplikasi SI Katam Terpadu dilakukan secara desktop, aplikasi hanya bisa diinstall dan diakses pada teknologi komputer tertentu. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, aplikasi SI Katam Terpadu dikembangkan dengan menggunakan sistem internet sehingga dapat diakses dimana dan kapan saja. Hasil wawancara dengan Tim Katam Pusat menyatakan bahwa pengembangan SI Katam Terpadu secara internet dapat diakses melalui website, SMS, telepon genggam berbasis android (Smart Phone), serta monitoring dengan menggunakan CCTV dan standing crop. Website
Saat ini pengguna internet semakin bertambah banyak sehingga informasi lebih efektif dan efisien jika disampaikan melalui internet. Website merupakan salah satu fasilitas dalam internet yang berfungsi sebagai cara untuk menampilkan diri atau organisasi. Menurut Tim Katam Pusat yang diwawancarai menyatakan bahwa aplikasi SI Katam Terpadu
78
menyediakan informasi waktu tanam, pola tanam, dan teknologi lainnya kemudian dikembangkan dengan versi web agar pengguna dapat mengakses secara online yang tidak dibatasi oleh tempat dan waktu. Pengembangan SI Katam Terpadu versi web terus dilakukan sampai saat ini yang awalnya dirilis versi 1.0 hingga sekarang sudah versi 3.3 yang digunakan untuk menghadapi MK1 yaitu pada bulan April sampai dengan September 2020. SI Katam Terpadu versi web dapat diakses dengan menggunakan teknologi informasi komputer dan telepon genggam yang terhubung dengan internet. SMS
Aplikasi SI Katam Terpadu dikembangkan dengan menggunakan teknologi SMS center. Sistem pencarian informasi ini diperuntukkan terutama bagi pengguna yang mempunya telepon genggam model 2G (telepon genggam yang hanya dapat digunakan untuk menelpon dan kirim pesan pendek). Pengembangan aplikasi berdasarkan SMS sudah tepat karena sebagian petani di Indonesia saat ini masih menggunakan telepon genggam model 2G. Hasil survei kepemilikan telepon genggam disajikan pada Gambar 18.
Gambar 18 Kepemilikan telepon genggam di tingkat petani
Gambar 18 menunjukkan bahwa terdapat 47,26 persen responden masih menggunakan telepon genggam model 2G dan 32,53 persen sudah menggunakan model smart phone. Hal ini mengindikasikan bahwa perkembangan pengetahuan teknologi informasi di tingkat petani di Indonesia berjalan lambat. Penggunaan telepon genggam bagi petani hanya sebatas untuk keperluan komunikasi dengan keluarga, kerabat, dan teman sejawat. Berdasarkan hasil wawancara dengan petani mengemukakan bahwa mereka tidak berkeinginan memiliki smart phone karena merasa akan merepotkan jika dibawa ke lokasi persawahan. Mereka takut kondisi telepon genggam yang bagus akan kotor dan rusak sehingga petani lebih memilih telepon genggam yang biasa saja. Namun demikian mereka menyampaikan bahwa di rumah terdapat smart phone yang setiap hari digunakan oleh anak atau istri.
Pengembangan SI Katam Terpadu melalui SMS berjalan dengan baik pada saat dilakukan sosialisasi dan bimtek di tingkat petani. Namun demikian pada saat dilakukan penelitian ini, kondisi SMS center tidak dapat
18,49 1,71 47,26 32,53 0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 Tidak menjawab
Tidak punya HP 2G Smartphone
Juml ah re sponden (% ) Kepemilikan HP
79 merespon yang diinginkan petani. Hasil wawancara dengan Tim Katam Pusat mengemukakan bahwa saat ini SMS center belum dapat digunakan karena mengalami beberapa kendala. Tim Katam Pusat menyampaikan bahwa pengelolaan SMS center dilakukan oleh pihak ketiga sehingga setiap tahun harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar, sedangkan sejak tahun 2017 kegiatan pengembangan SI Katam Terpadu mengalami pengurangan anggaran yang cukup besar.
Telepon genggam berbasis Android (Smart Phone)
Perkembangan penggunaan telepon genggam smart phone semakin meningkat karena lebih mudah untuk mengakses informasi dimanapun berada. Berdasarkan perkembangan teknologi informasi yang semakin modern menuntut Balitbangtan untuk mengembangkan aplikasi SI Katam Terpadu berbasis smart phone. Aplikasi ini biasa disebut sebagai SI Katam Terpadu Versi Ringan. Versi ringan berarti data dan informasi yang diperoleh harus terhubung dengan internet dan server Katam Terpadu sehingga akan lebih efektif dan efisien dalam mengakses informasi. Namun demikian cara seperti ini harus terhubung dengan internet secara otomatis. Pengguna dapat memperoleh aplikasi ini secara gratis melalui google play store. Melalui aplikasi SI Katam Terpadu Versi Ringan ini diharapkan dapat membantu petani dan masyarakat pertanian dalam melakukan usahatani secara akurat sehingga terhindar dari kegagalan.
CCTV dan Standing crop
Hasil penerapan rekomendasi teknologi dapat dimonitor secara real time di setiap Kecamatan. Pemantauan hasil penerapan rekomendasi SI Katam Terpadu dilakukan dengan Closed Circuit Television (CCTV) dan standing crop menggunakan teknologi inderaja (penginderaan jauh) atau remote sensing. CCTV merupakan sebuah perangkat televisi nirkabel yang digunakan untuk mengambil gambar sedangkan standing crop adalah performa suatu tanaman yang mencakup beberapa fase pertumbuhan yang dapat diamati pada luasan tertentu dan pada setiap titik tertentu. CCTV digunakan untuk memverifikasi SI Katam Terpadu dan memantau kejadian bencana iklim di lahan pertanian seperti kebanjiran, kekeringan, atau serangan OPT (Ramadhani et al. 2015). Standing crop memberikan informasi luas tanam padi sawah per fase pertumbuhan baik vegetatif maupun generatif di setiap Kecamatan berdasarkan citra MODIS (Ramadhani et al. 2015).
SI Katam Terpadu adalah pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi tentang prediksi musim, awal waktu tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan kekeringan dan banjir, rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, varietas yang sesuai dengan lahan di suatu wilayah, serta potensi serangan OPT berdasarkan prakiraan iklim (Haryono 2013). Dengan informasi yang ada di SI Katam Terpadu dapat mempermudah pengambil kebijakan baik di pusat maupun daerah, PPL, dan petani dalam merencanakan kegiatan pertanaman di suatu wilayah. Melalui SI Katam Terpadu juga dapat diketahui teknologi yang disarankan untuk digunakan dalam berusahatani sampai di tingkat Kecamatan. Selain itu, pemangku
80
kebijakan juga dapat memonitor kondisi pertanaman secara real time. Penentuan waktu tanam dan pola tanam merupakan informasi utama dari SI Katam Terpadu yang dibutuhkan oleh pengambil kebijakan dan petani. Pola tanam yang biasa digunakan petani tidak sesuai lagi dengan terjadinya pola curah hujan yang ekstrim. Dalam SI Katam Terpadu tersedia informasi awal waktu tanam pada setiap tingkat Kecamatan. Tujuan dari SI Katam Terpadu adalah untuk mempermudah pengguna dalam melakukan usahatani secara modern (Haryono 2013). Sehingga dengan SI Katam Terpadu, pengambil kebijakan dan petani dapat menentukan waktu dan pola tanam yang tepat.
Di samping penentuan waktu dan pola tanam, SI Katam Terpadu juga memfasilitasi rekomendasi varietas yang sesuai dengan agroekologi dan riwayat OPT di wilayah tertentu. Hasil wawancara dengan TGT Katam menyatakan bahwa varietas yang direkomendasikan berdasarkan pada informasi tingkat kerentanan di suatu Kecamatan terhadap bencana dan potensi varietas yang memungkinkan untuk dikembangkan. Menurut PPL dan petani, fasilitas ini dapat mempermudah dalam menyusun rencana definitif kebutuhan varietas dan benih yang diinginkan. Selain itu, rekomendasi varietas juga dapat menambah pengetahuan bagi petani dalam memilih benih unggul yang sudah teruji melalui hasil penelitian dan pengkajian di Balitbangtan. Teknologi ini dibutuhkan juga oleh penangkar benih untuk menyediakan benih yang berkualitas bagi petani.
Teknologi pemupukan merupakan salah satu teknologi yang direkomendasikan dalam SI Katam Terpadu. Melalui rekomendasi ini petani dengan mudah mengetahui jenis dan dosis pupuk yang diaplikasikan pada lahannya berdasarkan agroekologi setempat. Selain itu, penggunaan pupuk akan lebih efektif dan efisien karena rekomendasi pupuk yang diinformasikan berdasarkan status kesuburan tanah di lahan tersebut. Hal ini memberikan dampak yang baik bagi lingkungan untuk mengurangi residu pupuk yang mengendap di dalam tanah yang akan merusak struktur tanah.
SI Katam Terpadu menyediakan informasi yang terkait dengan potensi OPT yang diprediksi akan menyerang pada tanaman. Informasi ini sangat penting untuk mengurangi terjadinya gagal panen akibat serangan OPT sehingga petani tidak mengalami kerugian yang cukup besar. Di samping itu, petani juga dapat mengantisipasi dengan menggunakan komoditas yang tidak cocok dengan hama tersebut.
Teknologi lain yang terdapat pada SI Katam Terpadu adalah penggunaan alat dan mesin pertanian. Teknologi ini akan memudahkan dan mempercepat proses kegiatan budidaya untuk memperoleh hasil panen yang maksimal. Penggunaan alat dan mesin pertanian juga dapat menurunkan biaya produksi dengan menekan pengeluaran upah buruh.