• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sidang International Tripartite Rubber Council (ITRC) ke-20

BAB I KINERJA

C. Peningkatan Kerja Sama dan Perundingan APEC dan Organisasi

2. Sidang International Tripartite Rubber Council (ITRC) ke-20

Sidang International Tripartite Rubber Council (ITRC) ke-20 dilaksanakan pada tanggal 1-5 Oktober 2012 di Chiang Mai, Thailand.

Setelah harga karet alam ketiga negara anggota ITRC mengalami tekanan sejak awal tahun 2012 dan mencapai titik terendah di bulan Agustus 2012 di kisaran US$ 250 cents per kg, harga karet alam menunjukkan perkembangan positif dan pada akhir September 2012 berada pada level US 300

cents per kg serta diperkirakan akan berada pada kisaran

antar US 350 cents per kg - US 400 cents per kg di akhir tahun 2012.

36 Laporan Bulanan Ditjen KPI Periode Oktober 2012

Membaiknya sentimen pasar karet alam disebabkan antara lain oleh stimulus keuangan yang dilakukan oleh US Federal

Reserve dan optimisme terhadap langkah-langkah European Central Bank dalam mengatasi krisis ekonomi di Eropa serta

keputusan ITRC untuk mengurangi supply karet alam melalui skema pengurangan volume ekspor karet alam (Agreed

Export Tonnage Scheme/AETS).

IRCo selaku Sekretariat ITRC telah melakukan pendekatan dan komunikasi intensif kepada Ministry of Agriculture and

Rural Development Vietnam, Ministry of Trade and Industry

Vietnam dan Vietnam Rubber Group dengan tujuan untuk menjajaki agar Vietnam dapat masuk menjadi anggota ITRC. Namun, kunjungan kerja yang sedianya dilakukan oleh pejabat senior ITRC pada bulan Mei dan Juni 2012 batal dilaksanakan karena pihak-pihak terkait di Vietnam berhalangan. Untuk itu, IRCo akan tetap melakukan komunikasi dengan pihak Vietnam agar pejabar senior ITRC dapat mengadakan kunjungan kerja ke Vietnam atau pejabat senior Vietnam dapat bertemu dengan pejabat senior ITRC di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ITRC pada bulan Desember 2012 di Thailand.

Formula permanen untuk menghitung alokasi pengurangan volume ekspor bagi masing- masing negara melalui implementasi AETS belum disepakati karena masing-masing Negara memiliki usulan formula penghitungan yang berbeda. Berkenaan dengan hal tersebut, formula penghitungan AETS akan dibahas lebih lanjut pada PTM ITRC mendatang.

Agreed Export Tonnage Scheme

Berdasarkan evaluasi implementasi Supply Management

Scheme (SMS) selama 5 tahun (2007-2011), produksi

Indonesia melampaui alokasi produksi sebesar 82.309 hektar namun untuk new planting area masih memiliki alokasi seluas 130.199 hektar. Hasil evaluasi yang dilakukan terhadap implementasi secara bersamaan ketiga negara ITRC menunjukkan bahwa secara keseluruhan baik produksi maupun new planting area di ketiga negara tidak melampaui alokasi target yang ditetapkan.

ITRC telah sepakat untuk mengimplementasikan AETS dengan mengurangi volume ekspor karet alam sebanyak 300.000 ton selama 6 bulan periode 1 Oktober 2012 - 1 Maret 2013 dengan rincian Thailand sebesar 142.772 ton, Indonesia sebesar 117.306 ton, dan Malaysia sebesar 39.992 ton. Gapkindo sebagai executing agency Indonesia telah menerapkan pengurangan volume ekspor untuk periode Oktober-Desember 2012 sebanyak 60% yaitu 70.384 ton dan

Laporan Bulanan Ditjen KPI Periode Oktober 2012 37

selebihnya 40% yaitu sebesar 46.992 ton dialokasikan untuk periode Januari-Maret 2013 kepada seluruh produsen/eksportir karet alam Indonesia.

Untuk memonitor implementasi AETS, Monitoring and

Surveillance Committee (MSC) ITRC diaktifkan kembali dan

masing-masing negara diminta untuk menyampaikan 4 wakilnya secara resmi ke Sekretariat ITRC paling lambat 10 Oktober 2012.

Sesuai kesepakatan PTM ITRC 2011 di Bali, ITRC merencanakan untuk membentuk pasar karet regional secara bertahap (phased approach). Hal-hal yang menjadi kesepakatan berkaitan dengan pembentukan pasar karet regional sebagai berikut:

1) Dalam rangka persiapan pembentukan pasar karet regional tersebut, Expert Group on Establishment of

Regional Rubber Market (EGERRM) ITRC membentuk working group ad hoc yaitu Technical Working Group

(TWG) on Establishment of Regional Rubber Market (ERRM). TWG yang melibatkan Indonesia Commodity and

Derivatives Exchange (ICDX), Bursa Malaysia Derivatives

(BMDB) dan Rubber Research Institute of Thailand (RRIT) telah mengadakan pertemuan pada tanggal 1 Oktober 2012.

2) Pembentukan pasar karet regional ini akan difokuskan pada pengembangan pasar fisik karet alam. Dasar kontrak karet yang diperdagangkan adalah harga karet alam berbasis FOB dan jenis karet alam yang akan diperdagangkan adalah STR20 dan RSS3 (Thailand), SIR20 (Indonesia), dan SMR20 (Malaysia).

3) IRCo akan menjadi tempat pelaporan untuk pengumpulan dan penyebarluasan harga fisik karet alam dari tiga negara.

4) EGERRM meminta TWG untuk mengkaji harmonisasi peraturan pasar fisik karet dahulu dan kemudian pasar berjangka di masing-masing negara untuk tahapan berikutnya. Selanjutnya, perlu juga adanya upaya untuk mengkonsolidasikan pasar fisik dan pasar berjangka ke dalam pasar fisik karet alam regional sebagai tujuan jangka panjang.

5) ITRC akan mengusulkan proposal untuk menggunakan konsultan dalam mengkaji pendirian pasar karet alam regional di masa yang akan datang pada PTM ITRC 2012.

38 Laporan Bulanan Ditjen KPI Periode Oktober 2012

6) Berkaitan dengan penambahan modal tambahan IRCo

(additional capital call-up), Indonesia menyampaikan

bahwa pembayaran tambahan modal untuk IRCo akan dilakukan pada semester kedua tahun 2013. Baik Thailand maupun Malaysia akan membayar pula pada bulan November-Desember 2013.

7) Penentuan tingkat Trigger Price ITRC belum disepakati karena Thailand masih berbeda pendapat dengan Indonesia dan Malaysia. Sedangkan untuk tingkat

reference price ITRC yaitu sebesar US 220 cents per kg

akan diusulkan kepada para menteri ITRC untuk dipertimbangkan dan disetujui pada PTM mendatang. Tingkat Reference Price adalah sesuatu yang rahasia dan dianjurkan tidak diketahui publik karena merupakan strategi ITRC dalam mempertahankan tingkat harga karet alam.

8) Berkaitan dengan draft paper tentang Future Roles of

ITRC/IRCo in the Next 10 Years yang akan dipresentasikan

kepada para menteri pada PTM mendatang, Thailand menambahkan usulan mengenai Demand Promotion

Scheme dan Tapping Holidays. Masing-masing negara

diharapkan dapat menyampaikan tanggapan sebelum PTM dilaksanakan.

9) Sidang ITRC ke-21 akan dilaksanakan di Indonesia dan PTM ITRC akan dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2012 di Thailand.

3. Pertemuan 28th Session of the Standing Committee for Economic and Commercial