• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIFAT LISTRIK

Dalam dokumen Fisika Eter Rahasia.pdf (Halaman 93-109)

Apa yang dirujuk oleh para fisikawan eter lama ketika mereka berusaha melukiskan “cairan sempurna yang tak termampatkan”? Apa yang dapat dilakukan oleh “cairan sempurna”? Ia mampu “membasahi” segala hal yang bersentuhan dengannya, misalnya proton, dan dapat mengalir ke mana pun tanpa resistensi. “Cairan” pertama—eter—dapat mengalir ke mana pun, dan berkat densitas dan kehalusannya yang sangat tinggi, tak ada yang dapat menghentikannya, dan ia tidak merasakan resistensi, tapi hanya materi yang merasakan resistensi, tergantung pada keadaan. “Cairan” lain—listrik—dapat mengalir di tempat-tempat tertentu, dan hanya membasahi benda tertentu, tapi seringkali menemui resistensi.

Dalam rangka memahami eter, kita harus memahami listrik secara lebih dalam. Sebagaimana air, proton hanya akan menampung begitu banyak listrik di permukaannya, tapi ‘permukaan’ proton barangkali serupa dengan area luar sekawanan lebah mekanis berbentuk bola yang melayang-layang, yang

ditenagai oleh ZPR, di mana kelompok “lebah” yang lebih sesak/padat mengarah ke pusat “bola”. Jika kawanan lebah ini terkena gelombang kabut hujan (‘angin’ eterik), semua lebah harus berputar untuk menghadap angin eterik tersebut demi mempertahankan formasi mereka. Tetesan ‘air’— submuatan listrik yang diangkut oleh angin eterik—cenderung mengelompok di sekitar sisi depan. Masing-masing lebah, saat mengepakkan sayapnya, hanya akan begitu basah (sehingga kelebihan ‘air’ terpercikkan dan terangkut ke lebah berikutnya, atau kawanan lebah berikutnya) oleh angin eterik, dan begitu seterusnya, sehingga ‘arus’ tetesan terus mengalir melewati bola lebah akibat gerakannya melewati angin eterik, dan mentransfer momentum di antara massa.

‘Air’ tersebut cenderung berguguran dalam tetesan lebih besar, yang terbentuk dari tetesan-tetesan kecil yang mengumpul di setiap lebah. Sebagaimana pada mekanika cairan, ukuran ‘tetesan’ adalah hasil dari kekohesifan ‘cairan’ listrik, area permukaan setiap ‘lebah’, dan ruang di antara setiap lebah, yang kesemuanya mempengaruhi ukuran akhir setiap ‘tetesan’ besar (“elektron”) yang cukup mengumpul untuk membentuknya. Jika seseorang menganalisa aliran “tetesan” (yaitu “quantum”) per unit massa secara matematis, maka dia akan mendapatkan laju rata-rata aliran charge/ cm3 angin eterik, untuk momentum, sebagaimana ditentukan oleh laju aliran “arus”.

Seperti lebah-lebah ini, saat berhenti di atas bumi, sebuah benda (elektron-elektronnya, atom-atomnya, dan molekul-molekulnya, serta ‘ruang’ yang melimpah di dalam dan di antaranya) bergerak dengan kecepatan fantastik dan melewati medan eter alam semesta, akibat adanya revolusi bumi, orbit, dan gerakan lainnya.

Dalam kuliah A.I.E.E.-nya di Columbia College tahun 1891, Tesla mengatakan dalam bagian relevan (penekanan adalah dari saya): “Apa itu listrik, dan apa itu magnetisme? ‘...Kita sekarang yakin bahwa fenomena listrik dan magnet dapat diatributkan pada eter, dan barangkali kita benar ketika mengatakan bahwa efek-efek listrik statis adalah efek-efek eter yang sedang bergerak’, ‘...kita dapat membicarakan listrik atau kondisi, keadaan, atau efek listrik’, ‘...kita harus membedakan dua efek semacam itu, berkarakter berlawanan yang saling menetralkan’, ‘...sebab di medium beratribut eter, kita tak mungkin bisa mengerahkan ketegangan/tekanan, atau menghasilkan pemindahan atau gerakan apapun, tanpa menimbulkan efek setara dan

berlawanan di medium sekitarnya’. ‘...kondisinya menentukan sifat positif dan negatif’. ‘Kita tahu bahwa ia bertindak seperti cairan tak termampatkan;’ ‘... teori elektro-magnetik cahaya dan semua fakta yang kita teliti mengajarkan kita bahwa fenomena listrik dan eter adalah identik’. ‘Perilaku eter yang membingungkan sebagai benda padat terhadap gelombang cahaya dan panas, dan sebagai cairan terhadap gerakan benda melewatinya, tentu saja dijelaskan dengan cara yang paling alami dan memuaskan dengan mengaasumsikannya sedang bergerak, sebagaimana dilontarkan oleh Sir William Thomson’. ‘Seseorang tak bisa membuktikan bahwa terdapat gelombang eter transverse (melintang) yang dipancarkan dari sebuah mesin arus bolak-balik; terhadap disturbansi selambat itu, eter, jika sedang diam, akan berperilaku seperti cairan sungguhan’. Dalam pernyataan-pernyataannya, Tesla mengimbangkan berbagai argumen dalam mempersiapkan keputusannya: “...Oleh karena itu, listrik tak bisa disebut eter dalam pengertian yang luas; namun tak ada yang akan menghalangi penyebutan eter listrik yang diasosiasikan dengan materi, atau eter terikat; atau, dengan kata lain, bahwa muatan statis molekul adalah eter yang diasosiasikan dengan molekul dalam suatu cara.”

“...Densitasnya tidak berbeda, agar eter tak termampatkan: karenanya, ia harus berada di bawah suatu tekanan atau bergerak, dan yang terakhir adalah yang paling probabel.” Karena itu, Tesla meyakini eter yang bergerak relatif terhadap bumi, sebab bumi bergerak.

Satu hal yang disadari oleh Tesla adalah bahwa eter memiliki muatan listrik yang tersimpan pada atom-atom. Dalam menopang konsep eter “dinamis”, dia mendukung konsep “eter diam”, karena “gerakan” yang dia rujuk adalah gerakan “tampak” eter yang dilihat oleh pengamat di bumi, relatif terhadap eter diam.

Signifikansi gerakan kosmik terhadap efek elektromagnetik muatan statis diangkat oleh Tesla dalam kuliahnya: “Sekitar 15 tahun lalu, Prof. Rowland mendemonstrasikan fakta paling penting dan paling menarik, yaitu bahwa muatan statis yang diangkut menghasilkan efek arus listrik.” “...dan dengan memahami molekul-molekul bergerak yang diberi muatan secara elektrostatis, fakta eksperimen ini memberi kita ide magnetisme yang jelas. Kita dapat memahami garis-garis atau pipa-pipa gaya yang secara fisik eksis, terbentuk dari deretan molekul bergerak yang diarahkan; kita bisa melihat bahwa garis-garis ini pasti tertutup, sehingga mereka pasti cenderung memendek dan meluas/mengembang, dan sebagainya. Itu juga menjelaskan

secara masuk akal fenomena yang paling membingungkan, yaitu magnetisme permanen, dan secara umum memiliki semua keindahan teori Ampere tanpa adanya cacat vital yang sama, yakni asumsi mengenai arus-arus molekul. Tanpa membicarakan lebih jauh tentang subjek ini, saya ingin katakan bahwa saya menganggap semua fenomena elektrostatis, arus, dan magnet disebabkan oleh gaya elektrostatis molekul.”

Dalam pernyataan-pernyataan ini, Tesla menunjukkan dirinya menyadari bahwa lokasi “diam” manapun di bumi sebetulnya bergerak dengan kecepatan fantastis (“70.000 mil per jam). Muatan-muatan elektrostatis yang “diangkut” adalah arus-arus antara atom dan eter, yang menghasilkan magnetisme. Fenomena ‘magnetisme permanen’ atau magnetisme yang ‘ditimbulkan secara kosmik’ rupanya disebabkan oleh muatan elektrostatis yang ‘diangkut’ oleh gerakan kosmik, di medan eter alam semesta.

Karena tak ada yang bisa menahan sebuah atom atau molekul agar benar-benar diam—sebab ia bergerak fantastik—semua atom dan molekul mengangkut arus-arus yang menghasilkan medan magnet. Karena bidang magnet merupakan produk arus, tak ada seorang pun yang dapat menghasilkan medan magnet tanpa listrik, yang bergerak melintasi atau bergerak sepanjang konduktor, atau sebagai muatan elektrostatis dalam gerakan lokal atau kosmik.

Teori Gravitasi Dinamis Tesla dan metode Spacial Electropulsion MHD

membawakan pencapaian puncak kosmik pada penelitian Faraday, Wm. Thomson, J.J. Thomson, dan Edmund Hall.

E

TER adalah medium universal, yang mengisi semua ruang. Ia terlihat relatif “dinamis” terhadap bumi yang bergerak ribuan mil per jam di angkasa. Eter normalnya bersifat netral secara elektris, sangat halus, dan mempenetrasi semua materi padat. Ada pula radiasi ultra high frequency yang tersebar di mana-mana, normalnya dalam keadaan setimbang, yang disebut Zero Point Radiation (“ZPR”), yang menginterpenetrasi eter, dan merepresentasikan radiasi elektromagnet dalam bentuknya yang paling halus dan padat, yang, bersama dengan eter, mempertahankan gerakan perpetual universal.

Eter, bersama dengan ZPR, adalah sumber semua materi dan gaya. “Energi” tidak eksis dalam bentuk fisik, tapi ia adalah “kemampuan melakukan

work”, yang setara dengan “gaya terus-menerus”. Kata “energi” adalah fiksi

yang tepat, seperti “waktu”, yang merupakan ukuran acak laju gerakan materi di ruang penuh eter. Semua peristiwa terjadi saat ini, sedangkan “masa lalu” dan “masa depan” adalah metafora belaka.

Disturbansi elektromagnet pada eter mengekstrak “energi” dari ZPR, yang hanya dapat dijelaskan oleh teori eter. “Energi bebas” ini, yang sebetulnya tidak terbatas, bekerja secara universal, dihasilkan oleh gerakan perpetual materi, dan pertukaran perpetual gaya lemah dan kuat, yang karenanya ekuilibrium alam semesta jadi terjaga, sehingga jumlah total semua proses sama dengan nol.

Karena semua materi padat terus-menerus terlempar di angkasa, senantiasa bergerak, mereka selalu terkena “angin eterik” dan interaksi ZPR. Efek-efek ini tidak dapat dirasakan kecuali saat perubahan orientasi massa atau kecepatannya. Semua massa dan ruang memiliki atribut dielektris. Perbedaan atribut dielektris menyebabkan perubahan pemindahan elektromagnetik di dalam massa dan angin eterik. Medan listrik bumi menghasilkan efek pemindahan dielektris di dalam eter dan massa di medan listrik bumi. Perbedaan antara pemindahan dielektris di dalam massa dan

pemindahan dielektris di luar massa dalam angin elektrik menghasilkan gaya ke bawah (down-force) ke arah polaritas negatif, sementara angin eterik ‘bertiup’ melintasi massa. Ini disebut “gravitasi”.

Karena semua massa dalam keadaan bergerak, massa-massa tersebut memiliki momentum, bahkan saat terlihat relatif “tak bergerak” terhadap bumi. Momentum merupakan resistensi benda terhadap perubahan keadaan gerakannya. Karena kelembaman juga merupakan resistensi benda terhadap perubahan momentumnya, kelembaman dan momentum ditimbulkan oleh hal yang sama, resistensi pipa-pipa mikroheliks elektromagnetik terhadap perubahan kecepatan (dan “pitch”), arah, gerakan samping (lateral

motion), atau orientasi. Karena semua ruang dan massa hanya tersusun dari

“kandungan listrik”, momentum/kelembaman bersifat elektromagnetik, dan dapat dikumpulkan secara elektromagnetik.

Semua massa mengandung muatan elektrostatis, yang manakala “diangkut” di ruang penuh eter/ZPR oleh pergerakan ‘lokal’ atau angkasa akan menjadi arus. Arus-arus ini sebenarnya mengalir antara massa dan eter, dan menjadi bagian integral pada mekanisme tersebut yang dengannya momentum ditanamkan pada massa bergerak. Arus-arus ini menciptakan medan magnet sebagai imbangan setara-dan-berlawanannya, dan memberi gerakan rotasi pada kombinasi arus dan medan magnet dan listrik bi-directional, di sekeliling inti eter yang vakum dan irotasional. Aksi rotasi elektromagnetik ini menciptakan momentum, sebagai reaksi “tipe sekrup” tanpa gaya di dalam massa, menghasilkan gerakannya relatif terhadap inti eter, yang darinya gaya mekanis dikirimkan ke massa atom yang diasosiasikan dengan elektromagnetisme.

Karena fenomena ini bersifat elektromagnetik, mereka dikumpulkan oleh pembentukan ulang kondisi-kondisi elektromagnetik yang akan diperagakan oleh benda akibat keadaan kinetis tertentu. Sebagaimana gelombang elektromagnetik low frequency bisa mempenetrasi sebuah benda, gelombang berfrekunsi tinggi—di atas LR dan di bawah UV—dapat menyebabkan eter “mempertegas resistensi kelembamannya”.

Teknologi ini melibatkan arus ‘kol’ DC bervoltase tinggi, arus berfrekuensi tinggi, gaya elektrostatis yang berubah-ubah cepat, dan sorot cahaya/panas. Gaya elektrostatis yang berubah-ubah cepat akan “menipiskan” (meregangkan) pengangkut eter, sementara sorot cahaya/ panas mempolarisasi medium ke arah yang diinginkan, sambil arus ‘kol’ DC

menyebabkan pertukaran pengangkut, menghasilkan kevakuman di arah tersebut, menimbulkan gerakan. Di ujung lain pesawat, arus berfrekuensi tinggi menarik pengangkut melewati pesawat, dan menghasilkan pemampatan eter, sementara ia menembus massa padat dan mengumpulkan pipa-pipa mikroheliks berotasi, yang memutari inti eter sepanjang poros kutub, pada pitch yang ekuivalen dengan laju tertentu momentum. Karena kekuatan interaksi elektromagnetik 1040 lebih besar dari interaksi gravitasi,

work yang jauh lebih banyak tersebut secara teoritis dapat dilakukan pada

waktu yang sama, menggunakan “energi” yang sama.

Ada pepatah “kalau sudah melihat baru percaya”, dan saya telah melihat, maka dari itu saya percaya. Perilaku piring terbang buatan manusia membuktikan eksistensi penemuan “free energy” Nikola Tesla ini, yang menunjukkan bahwa dia memang benar dalam penentangannya terhadap Relativisme, dan bahwa teori-teori umum yang diajarkan di lembaga-lembaga ilmu pengetahuan dunia jelas-jelas curang.

Konsisten dengan ide bahwa “dinamit terdapat dalam kemasan-kemasan kecil”, buku kecil ini, bersama dengan buku saya sebelumnya, Space

Aliens From the Pentagon, memprakarsai penemuan ulang, rekonstruksi,

dan publikasi Teori Gravitasi Dinamis Nikola Tesla dan teknologi elektropulsi terkait, penemuan terbesar manusia.

Pemerintahan Rahasia—entitas negara-korporat yang inkonstitusional, tersembunyi, dan curang—sampai sekarang menguasai teknologi elektropulsi dengan menyembunyikannya dan teknologi free-energy canggih lainnya, demi kepentingan para monopolis negara-korporat internasional yang memaksa. Pesawat elektropulsi disembunyikan melalui “efek khusus”, dan “teknologi penyamaran” (juga berbasis penemuan Nikola Tesla)—saat terbang dan melayang-layang di langit, dan dengan cara-cara “psiko-politik” (penebaran propaganda “alien” palsu dan “asal-usul extraterrestrial”)—lewat kelompok-kelompok “UFOlogy” yang dipimpin oleh agen pemerintahan rahasia. Sementara juru bicara resmi pemerintah menyangkal eksistensi piring terbang, para agen pemerintahan rahasia, yang tampil sebagai “skeptis”, “UFOlog”, dan “paranormal”, menarik perhatian publik ke dalam perdebatan palsu. Si “skeptis” mencemooh para UFOlog dan paranormal, menyatukan mereka dengan kesaksian rasional, seolah-olah “...melihat piring terbang” sama menggelikannya dengan “...melihat hantu atau alien”. Perdebatan palsu berbasis logika palsu ini sangat selaras dengan sistem penutup-nutupan

secara keseluruhan, dirancang untuk menyembunyikan “teknologi canggih manusia”, bukan teknologi “alien”.

Cengkeraman kediktatoran sosio-ekonomi rahasia ini bergantung pada pendapatan yang diperas secara paksa, dengan memaksa kita membeli tenaga dan bahan bakar kuno—yang mendanai pengendalian mereka atas komunikasi kita, keputusan politik dan moneter kita, pemaksaan undang-undang, regulasi, dan prosedur yang tak adil untuk memperluas kekuasaannya, sambil membatasi atau meniadakan hak asasi individu kita, dan mengingkari akses kita terhadap informasi, material, dan teknologi milik kita sebab kita membayarnya dengan pajak kita). Akses kita terhadap kebenaran sangat dibutuhkan demi kebebasan dan kelangsungan hidup kita sebagai manusia merdeka.

Meskipun terdapat kebingungan, penyembunyian, KEBOHONGAN BESAR, dan penyalahgunaan pengadilan dan sosio-ekonomi oleh negara-korporat, kita dapat menghidupkan kembali KEBENARAN itu, menentukan teknologi yang benar, menyingkirkan penghalang, dan menggunakan kecerdasan kreatif kita untuk membangun pesawat ini untuk kepentingan kita sendiri, untuk membebaskan masyarakat kita dari Korpokrasi Fasis Rahasia.

A

DAKAH cara lebih baik untuk mengakhiri sebuah buku mengenai “Occult Ether Physics” selain dengan satu bab yang membahas proses “free

energy” tersembunyi, yang menyuling energi dari eter—menggunakan teknik

yang sama pada zat yang sama yang membuat elektro-propulsi Tesla menjadi mungkin?

Dalam buku SPACE ALIENS FROM THE PENTAGON, saya merincikan proses free energy di mana helium dibuat memproduksi 460.000 kalori/ gram-atom, melalui pelepasan spark sederhana, yang didasarkan pada data dari sejumlah teks yang tersedia dan ensiklopedia saintifik. Ini adalah output energi terbesar yang saya ketahui dari noble gas (unsur gas yang hampir tak pernah menyatu dengan unsur lain—penj), dan gas tersebut dapat digunakan tanpa batas, satu-satunya energi input yang dibutuhkan untuk pelepasan

spark. Karena helium rata-rata tidak tepat, dan karena outputnya mungkin

lebih besar dari yang bisa Anda tangani, saya akan secara lebih tepat memperlihatkan kepada Anda bagaimana caranya menjalankan sebuah proses

free energy lain, menggunakan gas yang paling mudah diperoleh, hidrogen.

Saya juga akan memberi Anda penjelasan mengenai panas yang dihasilkan dalam “fusi dingin”, dan beberapa proses free energy lainnya, semuanya terkait erat dengan proses atom hidrogen dan fisika eter rahasia. Selama bertahun-tahun, “Relativistic Quantum Mechanics” (“RQM”) menyembunyikan setiap proses atau reaksi yang menunjukkan kecacatan teori-teori mereka, “...untuk kepentingan keamanan nasional”. Teori-teori palsu mereka sebenarnya menjadi salah satu alat terpenting yang dengannya, dari sudut biro rahasia pemerintah, “rahasia nasional” itu tersembunyi, sementara pada saat yang sama, dari sudut para fasis korporat penguasa, semua teknologi “efisien dan membahayakan” yang akan menghancurkan cengkeraman keras mereka pada kita dapat disembunyikan. Menurut mekanika quantum relativis yang dusta, semua energi yang keluar dari sebuah reaksi, pasti masuk ke dalam reaksi tersebut, hanya dari sumber non-eter yang diakui oleh mereka, dan hanya

dalam “quantum-quantum” berlainan yang dibolehkan oleh penerapan keliru mereka atas teori quantum Max Planck awal. Ide dasar teori mekanika

quantum Planck yang asli adalah bahwa level energi atom pasti berubah seluruh bilangan bulatnya (1,2,3, dst), disebut “quantum”, yang didasarkan pada muatan dasar elektron tunggal, yang hanya menerima level energi tertentu di atom dan molekul yang berbeda-beda, dan digunakan untuk menetapkan magnitudo semua kemungkinan perubahan—terkecil, menengah, terbesar—energi atom dan molekul. Semua perubahan energi atom harus sesuai dengan seluruh bilangan ekuivalen yang diperbolehkan atau perkalian quantum-quantum ini. Dengan demikian, energi yang diserap oleh atom harus sesuai dengan standar keras ini. Meskipun saya menganggap upaya jelas untuk menyembunyikan data fisik dasar bertentangan dengan prinsip ini—sebab disalahtafsirkan oleh para Relativis dan dimasukkan ke dalam teori mereka, seolah-olah itu merupakan teori milik mereka secara eksklusif dan bukan teori yang dipublikasikan lebih awal oleh Planck—proses yang akan saya diskusikan dengan Anda ini memiliki inkonsistensi mencolok, bahkan saat dilukiskan dan diukur secara keliru oleh para Relativis sekalipun. Mereka mengatakan bahwa proses disosiasi/penguraian molekul dwiatom hidrogen menjadi atom-atom terpisah sebagai atom hidrogen memerlukan penyerapan 109.000 kalori/gram molekul (“1,9 kilo kalori/gram molekul”). Tapi, dalam menerima atom hidrogen dasar dan mempertimbangkan masing-masing ‘quantum’-nya—baik dalam status atom atau molekul—menurut saya tidak terdapat status atom atau molekul hidrogen di mana energi tadi dapat “disimpan”, sekalipun menggunakan teori-teori RQM, terutama mengingat pernyataan irasional mereka bahwa energi masih dimiliki oleh molekul setelah dilepaskan! Mereka beranggapan bahwa atom hidrogen independen hanya dapat eksis demikian karena ia telah menyerap sejumlah besar panas, meskipun fakta menunjukkan bahwa menurut kriteria mereka sendiri atom tidak memiliki mekanisme yang dapat diidentifikasi oleh mereka hingga bisa berbuat demikian. Saat dua atom hidrogen semacam itu bersatu dalam kehadiran energi inisiasi yang cukup, menurut para Relativis sejumlah besar panas yang tersimpan dalam atom hidrogen akan dilepaskan. RQM tak pernah secara langsung mengukur jumlah energi penguraian yang dibutuhkan untuk membawa atom hidrogen dari status dwiatom menuju status atom, sebab mereka tidak mengetahui bagaimana melakukannya, tapi karena teori mereka menyatakan bahwa “semua reaksi bersifat reversible (dapat dibalik)”, mereka

mengatakan energi penguraian sama dengan energi yang dilepaskan saat rekombinasi (penyatuan ulang) atom-atom hidrogen. Lalu yang lebih buruk lagi, mereka mendefinisikan status atom hidrogen (dasar) seolah-olah merupakan status terstimulasi (excited state), dan mendefinisikan status molekul seolah-olah merupakan status dasar.

Realistisnya, reaksi atom hidrogen hanya dapat dijelaskan secara memuaskan oleh perujukan, konstruksi, atau rekonstruksi teori eter. Sementara diperdebatkan bahwa “energi pengikat” antara dua atom molekul entah bagaimana ’memasukkan’ energi ini secara misterius dan tak dapat diterangkan, argumen ini sebetulnya mendukung teori eter, sebab energi pengikat bagaimanapun harus ditukar dengan energi yang dilepaskan ketika molekul terbentuk, konsisten dengan kaidah reaksi setara dan berlawanan. Kalau tidak, seseorang harus mempercayai pikiran ganda dan terbelakang ala Orwell, semacam pikiran bahwa RQM telah berbuat kejahatan, karena “...segala sesuatu sama relatif-nya, tuan.” Kebebasan seperti ini hanya dibolehkan untuk mereka, sedangkan orang-orang yang tak setuju akan ditarik ke standar lebih tinggi.

Karakter pikiran ganda Relativisme berasal dari fakta bahwa Albert Einstein adalah seorang Kaballis-Eksistensialis—dan Illuminis— yang epistemologinya adalah epistemologi Platonis. Dalam filsafat, ada dua epistemologi dasar—teori tentang asal-usul, sifat, dan batas pengetahuan manusia—yang mewakili dua kategori dasar yang mencakup semua epistemologi filsafat, dan yang dianggap menjelaskan bagaimana seseorang mengetahui sesuatu berdasarkan satu filsafat tertentu...dengan

cara apa mereka mengetahuinya...jika kenyataannya, mereka memang

“mengetahui”nya. Karena seseorang yang menyatakan sesuatu mempunyai beban untuk membuktikannya, daripada orang yang tidak mempercayainya, maka cara-cara untuk mengetahuinya bisa menjadi pertanyaan. Tak ada seorang pun secara legal, moral, atau ‘spiritual’ berkewajiban meyakini sesuatu tanpa pertimbangan atau cara-cara valid untuk mengetahuinya sebagai hal yang “benar”. Semua epistemologi digolongkan sebagai Platonis atau Aristotelian.

“Epistemologi Platonis” dinamai demikian lantaran teori yang diilustrasikan lewat analogi gua dalam buku Plato (filsuf Yunani kuno), The

Republic. Dalam analogi gua-nya Plato, seorang pengamat di dalam sebuah

melihat bayangan-bayangan kafilah yang sedang lewat yang terpantul pada dinding, diproyeksikan oleh api yang menyala di balik jalan yang dilalui oleh kafilah. Menurut Plato, manusia tak bisa mengetahui realitas, melainkan hanya melihat ‘bayangan’ realitas, sebab ada ‘dunia bentuk-bentuk sempurna yang lebih tinggi’, yang hanya eksis ‘di surga’. Karena itu,

Dalam dokumen Fisika Eter Rahasia.pdf (Halaman 93-109)