• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Sikap Bahasa

2. Sikap Mahasiswa terhadap Bahasa Indonesia

Perolehan nilai yang ditunjukkan para responden melalui hasil uji data tidak jauh berbeda dibanding sikap sebelumnya. Perolehan nilai menunjukkan bahwa bahwa sikap mahasiswa terhadap bahasa Indonesia cenderung positif. Hal itu mencerminkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia juga memiliki sikap yang positif terhadap bahasa Indonesia, meski memiliki kecintaan terhadap bahasa ibunya, yakni bahasa Batak Toba. Soal kuesioner yang

33

disajikan untuk mengetahui sikap terhadap bahasa Indonesia juga tidak berbeda dengan soal yang digunakan untuk mengetahui sikap terhadap bahasa Batak Toba. Soal tersebut akan dibahas dalam paparan di bawah ini.

(1) Bahasa Indonesia merupakan identitas bangsa.

(2) Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi masyarakat di lingkungan kota Medan.

Berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh responden, terlihat bahwa rata-rata nilai pada soal nomor (1) mencapai 4,6, sedangkan pada soal nomor (2) mencapai 4,3. Untuk soal nomor (1), perbedaan perolehan nilai yang terdapat pada sikap terhadap bahasa Batak Toba dan sikap terhadap bahasa Indonesia hanya sekitar 0,2. Hal itu menyiratkan bahwa responden sangat setuju untuk menjadikan bahasa Batak Toba sebagai identitas suku dan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Selain itu, pada soal nomor (2), terdapat perbedaan nilai yang cukup signifikan antara sikap terhadap bahasa Batak Toba dengan sikap terhadap bahasa Indonesia. Hal ini menyiratkan bahwa para responden lebih setuju menjadikan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di kota Medan, daripada bahasa Batak Toba. Berkaitan dengan itu, pemahaman para responden tergolong baik mengingat bahasa Indonesia harus dijadikan sebagai pemersatu dan digunakan dalam konteks yang tepat. Lebih jelas akan terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 8. Sikap mengenai BI sebagai Identitas Bangsa

No.soal Frekuensi Rata-rata Sikap SS S KS TS STS 1 25 15 0 0 0 4,6 P 2 14 25 1 0 0 4,3 P

34

Sejalan dengan penjelasan di atas, soal di bawah ini merupakan soal yang menunjukkan hubungan intrakelompok penutur bahasa Indonesia yang berada di lingkungan Kota Medan pada umumnya, dan di lingkungan Universitas HKBP Nommensen pada khususnya.

(3) Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi yang digunakan mahasiswa di lingkungan Universitas HKBP Nommensen.

(4) Bahasa Indonesia mampu menyampaikan gagasan dengan baik dalam lingkungan Universitas HKBP Nommensen.

Berdasarkan perolehan nilai ditemukan bahwa penggunaan bahasa Indonesia juga mampu menunjukkan hubungan baik antarmahasiswa sesama penutur bahasa Indonesia. Hal tersebut terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 9. Sikap mengenai BBT sebagai Hubungan Intrakelompok

No.soal Frekuensi Rata-rata Sikap SS S KS TS STS 3 6 28 5 1 0 4 P 4 9 27 3 1 0 4,1 P

Selain itu juga disajikan beberapa soal atau pertanyaan yang merujuk pada keseringan penggunaan bahasa Batak Toba sesuai dengan peristiwa bahasa. Berikut soal yang dimaksud.

(5) Bahasa Indonesia digunakan ketika berkomunikasi dalam konteks formal, seperti ketika belajar di ruangan kelas.

(6) Bahasa Indonesia digunakan ketika bercerita tentang (berbincang-bincang) dengan teman Anda atau orang di sekitar Anda di lingkungan Universitas HKBP Nommensen.

35

(7) Bahasa Indonesia digunakan untuk mengekspresikan kemarahan di lingkungan Universitas HKBP Nommensen.

(8) Bahasa Indonesia digunakan ketika bersenda gurau dengan teman-teman di lingkungan Universitas HKBP Nommensen.

(9) Bahasa Indonesia digunakan ketika membaca (berhitung) dalam hati di lingkungan Universitas HKBP Nommensen.

(10)Bahasa Indonesia digunakan ketika mengadakan percakapan melalui telepon di lingkungan Universitas HKBP Nommensen.

Soal tersebut mengarahkan peneliti untuk mengetahui intensitas penggunaan bahasa Batak Toba para responden dalam setiap peristiwa bahasa, baik dalam bercerita, membaca, marah, bergurau, maupun ketika mengadakan percakapan dalam telepon. Berdasarkan soal tersebut diperoleh nilai baik yang menunjukkan sikap positif para responden terhadap bahasa Batak Toba seperti tabel di bawah ini.

Tabel 10. Sikap mengenai Penggunaan Bahasa dalam Peristiwa Bahasa

No.soal Frekuensi Rata-rata Sikap SS S KS TS STS 5 20 18 1 0 1 4,4 P 6 2 30 7 1 0 3,8 P 7 1 18 14 7 0 3,3 P 8 5 29 5 1 0 4 P 9 11 27 2 0 0 4,2 P 10 5 33 2 0 0 4,1 P

Bentuk soal yang terakhir dalam kuesioner yang dibagikan merupakan soal mengenai tanggapan (konsep) para responden terhadap bahasa Indonesia. Hal itu digambarkan sebagai keramahtamahan, kekeluargaan, keakraban, kecintaan

36

terhadap suku, dan kekayaan budaya yang perlu dilestarikan. Lebih jelas terlihat dalam soal berikut ini.

(11) Kemampuan dan kemahiran dalam berbahasa Indonesia menunjukkan intelegensi/ kepandaian seseorang.

(12) Pengetahuan yang baik tentang bahasa Indonesia menunjukkan tingginya pendidikan seseorang.

(13) Penggunaan bahasa Indonesia menunjukkan kepercayaan diri. (14) Penggunaan bahasa Indonesia menunjukkan kemajuan/ kemodrenan. (15) Penggunaan yang baik tentang bahasa Indonesia berarti menjamin

posisi/ kedudukan yang baik.

Maka perolehan nilai untuk setiap soal di atas dapat diperhatikan dalam tabel di bawah ini.

Tabel 11. Sikap mengenai Respon terhadap BBT

No.soal Frekuensi Rata-rata Sikap SS S KS TS STS 11 8 18 14 0 0 3,9 P 12 8 13 17 2 0 3,7 P 13 12 17 10 1 0 4 P 14 8 21 11 0 0 3,9 P 15 5 11 19 5 0 3,4 P

Berdasarkan semua paparan di atas dapat disimpulkan bahwa sikap para responden terhadap bahasa Indonesia merupakan sikap yang sangat positif. Rentang nilai yang ditentukan untuk sikap positif adalah 2,6 – 5,0, dan apabila hal itu diperhatikan pada perolehan nilai para responden, dapat ditemukan bahwa nilai-nilai tersebut mendekati nilai sempurna. Dengan demikan, sikap mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia terhadap penggunaan bahasa Indonesia tergolong positif.

37 3. Pemilihan Bahasa

Sikap bahasa tidak akan bisa melepaskan diri dari pemilihan bahasa. Oleh karena itu, berdasarkan kuesioner yang telah dibagikan kepada para responden ditemukan bahwa dari sepuluh soal yang disajikan, tujuh di antaranya menggambarkan sikap yang positif, sedangkan tiga di antaranya menunjukkan sikap yang negatif. Hal itu dapat dilihat lebih jelas dalam tabel di bawah ini.

Tabel 12. Pemilihan Bahasa

No.soal Frekuensi Rata-rata Sikap SS S KS TS STS 1 2 2 15 16 5 2,5 N 2 2 1 7 14 16 2 N 3 3 9 12 14 2 2,9 P 4 1 7 19 6 7 2,7 P 5 8 12 14 8 8 3,1 P 6 7 2 8 12 11 2,6 P 7 8 5 10 9 8 2,9 P 8 3 4 8 11 14 2,3 N 9 18 9 7 1 5 3,9 P 10 12 12 12 3 1 3,8 P

Dengan perincian soal sebagai berikut:

(1) Bahasa apakah yang Anda gunakan sehari-hari kepada teman sesuku di rumah (lingkungan kost)?

(2) Bahasa apakah yang Anda gunakan sehari-hari kepada teman Anda sesuku jika bertemu di luar rumah?

(3) Bahasa apakah yang lebih Anda sukai di dalam percakapan dengan teman-teman Anda di lingkungan Universitas HKBP Nommensen. (4) Menurut Anda, bahasa apa yang terasa lebih indah?

(5) Jika Anda bersenandung, bahasa apakah yang Anda gunakan? (6) Jika Anda menggerutu, bahasa apakah yang Anda gunakan?

38

(7) Jika sedang mengkhayal/ merenung, bahasa apakah yang Anda gunakan? (8) Dengan teman karib, bahasa apa yang paling sering Anda gunakan jika

berada di rumah, di rumah teman, di jalan, dsb. pada saat berbincang-bincang tentang masalah pribadi dengan teman sesuku.

(9) Bahasa apa yang digunakan jika berdoa/ memohon kepada Tuhan? (10)Bahasa apa yang digunakan jika mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada teman atau orang-orang di sekitar Anda?

Berdasarkan perolehan nilai dalam tabel dan soal yang diurutkan di atas dapat diketahui bahwa soal nomor (1), (2), dan (8) menggambarkan sikap negatif. Hal itu menyiratkan bahwa para responden cenderung memilih menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari dengan teman sesuku di lingkungan kost. Selain itu, para responden juga cenderung memilih menggunakan bahasa Indonesia apabila bertemu dengan teman-teman sesuku Batak Toba di luar rumah. Bahkan, sesuai dengan data, juga ditemukan bahwa para responden juga cenderung memilih menggunakan bahasa Indonesia dalam bercerita atau berbincang-bincang mengenai masalah pribadi dengan teman karib. Ketiga soal tersebut menggambarkan pemilihan bahasa Indonesia dalam tiga konteks yang berbeda, maka sikap terhadap bahasa Batak Toba digolongkan dalam sikap negatif.

Berbeda dengan hal di atas, tujuh soal dari sepuluh soal, yakni soal (3), (4), (5), (6), (7), (9), dan (10) yang disajikan untuk mengukur pemilihan bahasa menggambarkan sikap yang positif. Hal itu menyiratkan bahwa para responden memilih menggunakan bahasa Batak Toba dalam percakapan, bersenandung, menggerutu, mengkhayal/ merenung, berdoa/ memohon kepada Tuhan, dan

39

mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada orang-orang yang ada di sekitar mereka. Dengan demikian, hal itu menyimpulkan bahwa para responden, yakni mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki sikap yang sangat positif terhadap penggunaan dan pemilihan bahasa Batak Toba sebagai bahasa sehari-hari.

Sikap positif yang dijelaskan di atas merupakan sikap antusiasme terhadap penggunaan bahasa Batak Toba. Kecintaan terhadap bahasa tersebut digambarkan dengan sikap positif, dan sikap positif tersebut tercermin dari intensitas pemilihan penggunaan bahasa tersebut dalam percakapan sehari-hari. Hal ini pula yang akan menjadi bentuk pemertahanan bahasa sebagai bagian dari kebudayaan dan sekaligus kearifan lokal.

40 BAB V KESIMPULAN A. SIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan di atas, maka simpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Sikap para responden terhadap bahasa Batak Toba tergolong dalam sikap yang sangat positif. Hal itu tergambar dari 15 soal yang diberikan dan semuanya menunjukkan sikap yang sangat positif. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 4,1. Oleh karena itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki sikap yang positif terhadap penggunaan bahasa Batak Toba.

2. Sikap para responden terhadap Indonesia juga tergolong dalam sikap yang sangat positif. Hal itu tergambar dari 15 soal yang diberikan dan semuanya menunjukkan sikap yang sangat positif. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 4,2. Oleh karena itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki sikap yang positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia.

3. Sikap para responden terhadap penggunaan dan pemilihan bahasa Batak Toba sebagai bahasa sehari-hari tergolong sikap yang positif. Tujuh dari sepuluh soal menggambarkan sikap yang positif, sedangkan tiga lainnya menggambarkan sikap yang negatif. Oleh karena itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia memilih menggunakan bahasa Batak Toba sebagai bahasa dalam percakapan sehari-hari.

41 B. SARAN

Sikap positif yang dijelaskan di atas merupakan sikap antusiasme terhadap penggunaan bahasa Batak Toba. Kecintaan terhadap bahasa tersebut digambarkan dengan sikap positif, dan sikap positif tersebut tercermin dari intensitas pemilihan penggunaan bahasa tersebut dalam percakapan sehari-hari. Hal ini pula yang akan menjadi bentuk pemertahanan bahasa sebagai warisan kebudayaan. Selain itu, sikap bahasa juga akan menjadi inventaris suku bangsa sebagai bagian dari kebudayaan dan sekaligus kearifan lokal.

42

Dokumen terkait