• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sikap /Perilaku Siswa Terhadap Nilai Karakter

KD 7.2 Menganalisis unsur-unsur instrinsik dan ekstrinsik novel

5. Sikap /Perilaku Siswa Terhadap Nilai Karakter

Pemahaman siswa terhadap nilai karakter menunjukkan bahwa 10 siswa mendapatkan nilai B dan 24 siswa mendapatkan nilai A. Tidak ada siswa yang mendapat nilai C. Dengan demikian, 100% siswa mencapai nilai KKM untuk kriteria pemahaman siswa terhadap nilai karakter. Nilai rata-rata ketuntasan klasikal adalah 87,41 (amat baik)

Adapun pemahaman siswa terhadap nilai karakter dalam KD 7. 2 menunjukkan bahwa 16 siswa mendapatkan nilai B dan 18 siswa mendapatkan nilai A. Tidak ada siswa yang mendapat nilai C. Dengan demikian, 100% siswa mencapai nilai KKM untuk kriteria pemahaman siswa terhadap nilai karakter. Nilai rata-rata

ketuntasan klasikal adalah 84,24 (amat baik)

4. Kepedulian Siswa Terhadap Nilai Karakter

Kepedulian siswa terhadap nilai karakter dalam KD 7. 1 menunjukkan bahwa 1 siswa mendapatkan nilai C; 29 siswa mendapat nilai B; dan 4 siswa mendapatkan nilai A. Dengan demikian, 1 siswa belum mencapai nilai KKM. Ketuntasan klasikal adalah 97%.

dengan nilai rata-rata 75,10 (baik).

Adapun kepedulian siswa terhadap nilai karakter dalam KD 7. 2 menunjukkan bahwa 1 siswa mendapatkan nilai C; 23 siswa mendapatkan nilai B; dan 10 siswa mendapatkan nilai A. Dengan demikian, 1 siswa belum mencapai nilai KKM dengan nilai rata-rata ketuntasan klasikal adalah 77,43 (baik).

5. Sikap /Perilaku Siswa Terhadap Nilai Karakter

Sikap/perilaku siswa terhadap nilai karakter dalam KD 7. 1 menunjukkan bahwa 8 siswa mendapatkan nilai C; 22 siswa mendapatkan nilai B; dan 4 siswa mendapatkan nilai A. Dengan demikian, 76% siswa mencapai nilai KKM dengan nilai rata-rata ketuntasan klasikal adalah 70,12 (Baik).

Adapun sikap/perilaku siswa terhadap nilai karakter dalam KD 7. 2 menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang mendapatkan nilai C; 22 siswa mendapatkan nilai B; dan 12 siswa mendapatkan nilai A. Dengan demikian, 100% siswa mencapai nilai KKM dengan nilai rata-rata ketuntasan klasikal adalah 81,06 (amat baik).

E-Jurnal Dinas Pendidikan Kota Surabaya; Volume 3 Edisi Tahun 2013 Hal. 11 Kemampuan Siswa dalam Membaca

Pemahaman Karya Sastra sebagai Produk Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter

Penilaian kemampuan siswa dalam pembelajaran membaca pemahaman karya sastra berbasis pendidikan karakter diambil dari penilaian proses dan penilaian hasil belajar. Penilaian proses diperoleh dari tugas-tugas selama proses belajar mengajar. Penilaian hasil diperoleh melalui ulangan atau tes di akhir pembelajaran.

Ada 3 siswa memperoleh nilai di bawah KKM 75. Dengan demikian, siswa yang tuntas belajar atau KKM adalah 31 siswa. Ketuntasan klasikal untuk tugas KD 7.1 adalah 91,18% dengan nilai rata-rata ketuntasan klasikalnya 87,12 (sangat baik).

Ketuntasan klasikal untuk tugas KD 7.2 adalah 100%. Dengan nilai rata-rata ketuntasan klasikalnya 84,13 (sangat baik)

Adapun hasil penilaian akhir atau tes menunjukkan bahwa 2 siswa memperoleh nilai di bawah KKM 75 untuk KD 7.1 . Siswa yang tuntas belajar atau KKM adalah 32 siswa. Ketuntasan klasikal untuk KD 7.1 adalah 94,12% . Adapun untuk KD 7.2, siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM adalah 3 siswa dan yang tuntas belajar atau KKM adalah 31 siswa. Ketuntasan klasikal untuk KD 7.2 adalah 91,18%.

Hasil penilaian proses dan penilaian hasil dalam KD 7.1 dan KD 7.2 jika diakumulasikan menunjukkan ketuntasan klasikal untuk kedua KD tersebut adalah 100% dengan rata-rata nilai ketuntasan klasikal adalah 84,13 (sangat baik).

Adapun hasil penilaian psikomotor atau praktik bercerita untuk KD 7.1 menunjukkan tidak ada siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM 75.

Dengan demikian, 100% siswa tuntas belajar atau KKM. Ketuntasan klasikal siswa nilai psikomotor atau praktik bercerita adalah 100%. Rata-rata ketuintasan klasikal adalah 83,41 (amat baik). Program pengajaran dikatakan

efektif karena 100% lebih siswa yang mengikuti program tersebut mampu

mencapai nilai KKM. Jika

ditransformasikan ke kategori keefektifan 100 merupakan kategori sangat baik.

Simpulan

Proses pengembangan perangkat pembelajaran membaca pemahaman karya sastra berbasis pendidikan karakter sudah sesuai dengan teori four-D dari Thiagarajan.

Perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah layak dan memenuhi syarat untuk digunakan dalam proses belajar mengajar dengan kualitas sangat baik (untuk silabus dan instrumen penilaian karakter) dan baik (untuk RPP, modul pembelajaran, dan LKS) . Tingkat keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan sangat efektif.

Implementasi produk ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berkriteria sangat baik karena seluruh aspek aktivitas yang diamati terlaksana. Ini berarti bahwa pembelajaran dengan perangkat yang dikembangkan yang sudah dilaksanakan oleh guru sudah memadai.

Hasil analisis kuantitatif respon siswa terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan menunjukkan kriteria sangat baik. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa siswa merespon secara positif perangkat pembelajaran yang dikembangkan.

Pemahaman siswa terhadap nilai karakter adalah sangat baik. Kepedulian siswa terhadap nilai karakter adalah baik.

Sikap/perilaku siswa terhadap nilai karakter adalah baik Dengan demikian, perangkat pembelajaran yang dikembangkan mampu menanamkan:

pemahaman , kepedulian, sikap/perilaku siswa terhadap nilai karakter.

Kemampuan siswa dalam membaca pemahaman karya sastra , baik ranah kognitif maupun psikomotor, menunjukkan bahwa 100% siswa mencapai nilai KKM

E-Jurnal Dinas Pendidikan Kota Surabaya; Volume 3 Edisi Tahun 2013 Hal. 12 (nilai KKM 75) dengan nilai rata-rata

ketuntasan kelas adalah 84,13 (sangat baik). Dengan demikian, perangkat pembelajaran yang dikembangkan memberikan kontribusi positif terhadap prestasi akademik siswa.

Penelitian ini juga menghasilkan temuan bahwa pembelajaran membaca pemahaman karya sastra berbasis pendidikan karakter membuat siswa lebih bersemangat, pembelajaran lebih menyenangkan, prestasi belajar siswa meningkat, ada kemajuan yang positif terhadap nilai-nilai karakter yang dikembangkan. Dengan demikian, pendidikan karakter haruslah didesain sejak awal melalui perangkat pembelajaran, disosialisasikan kepada peserta didik, diimplementasikan dalam proses pembelajaran, dan dievaluasi hasilnya melalui proses penilaian. Dengan cara inilah nilai-nilai karakter dapat betul-betul ditanamkan kepada siswa melalui pendidikan khususnya jalur pembelajaran.

Selain itu, perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan siswa berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa.

Daftar Rujukan

Ambang, H. Abdullah dkk.. 1999. Petunjuk Guru:Penuntun Terampil Berbahasa Indonesia 3.

Bandung:Trigenda Karya.

Aminudin. 2004. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar baru Algesindo.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003.

Kurikulum 2004 SMA Mata

Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

Depdiknas Dirjen Manajemen Pendidikan dasar dan menengah Direktorat Pembinaan SMA. 2008. Perangkat Pembelajaran Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan KTSP SMA.

Depdiknas, Dirjen Manajemen Pendidikan dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Seri Pembelajaran 02. 2008.

Panduan Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Depdiknas, Dirjen Manajemen Pendidikan dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Seri Pembelajaran 05. 2008.

Panduan Pengembangan Bahan Ajar.

http://hminews.com/news/mahasiswa-unismuh- makasar-bentrok-dengan-polisi/

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read /news/2009/10/29/39048/Dua.Fakul tas.di.Universitas.45.Makassar.Bent rok

Koesoema, A. Doni. 2007. Pendidikan Karakter Srategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: PT Grasindo.

Maliki, Zainudin. 2010. Sosiologi Pendidikan. Yogyakarta:UGM University Press.

Moody H.L.B. 1996 The Teaching of Literature. London: Longman Group LTD.

Slavin, R. 1997. Educational Psychologi, Theory and Practise. Fifth Edition.

Boston: Allyn and Bacon.

E-Jurnal Dinas Pendidikan Kota Surabaya; Volume 3 Edisi Tahun 2013 Hal. 1

ISSN : 2337-3253

KURIKULUM 2013: KURIKULUM GENERASI EMAS