• Tidak ada hasil yang ditemukan

Majalah Trubus merupakan majalah khas bidang pertanian yang menyajikan informasi di bidang perkebunan, hortikultura, perikanan, peternakan, dan lingkungan hidup. Kelahiran Majalah Pertanian Trubus pada 1 Desember 1969 dilatarbelakangi oleh keadaan bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani, tetapi miskin dan tidak sehat. Bangsa Indonesia berlatar belakang sosial budaya agraris. Sebagian besar (80 persen) rakyat hidup di pedesaan dan hidup dari hasil pertanian serta lebih dari 60 persen pendapatan nasional ditunjang oleh sektor ini. Tapi justru di pedesaan yang merupakan daerah produktif inilah terkumpul kemiskinan, ketidaksehatan, keterbelakanagan (anonim, 1981).

Pendiri Majalah Pertanian Trubus adalah Yayasan Sosial Tani Membangun (YSTM), juga melakukan pembinaan kelompok agar berpartisipasi dalam ekomomi pedesaan. Pada tahun 1967 YSTM menerbitkan stensilan bernama Tani Membangun yang terbit bulanan dan beredar terbatas di kalangan tertentu. Pengelola mengubah format stensilan menjadi majalah untuk meningkatkan kualitas isi dan memperluas jangkauan pembaca. Majalah itu bernama Majalah Trubus yang terdiri atas 34 halaman terbit pertama pada Desember 1969 setelah memperoleh izin terbit No 0806/SK/DIR/1969 (Anonim, 1981).

Dalam buku Peasant’ Socio Economic Development Foundation (anonim, 1983) dijelaskan Majalah Trubus mempublikasikan artikel-artikel tentang pembangunan pertanian dan pedesaan. Arikel-artikel itu meliputi bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan pembangunan pedesaan. Misi penerbitan Majalah Trubus adalah (1) memberikan penyuluhan bagi peningkatan produksi pertanian serta meningkatkan pendapatan petani, (2) mengisi kesenjangan pendidikan dengan memberikan bimbingan ke arah keterampilan dan profesi kepada murid sekolah umum, (3) melaksanakan pembangunan yang berfokuskan pada bidang pertanian dan ikut meletakan dasar bagi pembangunan berikutnya, (4) menanggulangi kurangnya bacaan ringan dan bermanfaat bagi rakyat kecil, (anonim, 1981). Deskripsi Majalah Trubus disajikan pada Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1 Data Majalah Pertanian Trubus

No Hal Keterangan

1 Nama Majalah Trubus (dari kosa kata bahasa Jawa yang berarti bersemi, bertunas)

2 Nama Penerbit PT Trubus Swadaya, Anggota Serikat Pekerja Surat Kabar No. 002/ii/75 b tanggal 23 Februari 1975

3 Alamat Redaksi Wisma Hijau

Jl Raya Bogor Km 30

Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok 16952

Telepon (021) 8729060, 8729061, 87701748, 87701749 Faksimili (021) 8729059 e-mail [email protected] situs: http: //www.trubus-online.co.id 4 Alamat Distribusi dan Iklan Wisma Janakarya

Jl Gunung Sahari III No. 7, Jakarta 10610 Telepon (021) 4204402, 4255354

Faksimili (021) 4214821

5 Izin Penerbitan SIUPP : No 9086/SK Menpen/SIUPP/DI/1986, 8 Maret 1986

SIT : No 0806/SI/Dir/1969/30 Agustus 1975 ISSN : 0128-0057

6 Periodisasi Terbit pertama Desember 1969 dan periode terbit bulanan, tanggal 1 setiap bulan.

7 Visi Trubus sebagai penyedia jasa informasi pertanian terbesar dan terlengkap di Indonesia melalui pengembangan penerbitan media cetak periodik dan nonperiodik, audio visual, pelatihan wisata agro, dan konsultasi.

8 Misi Memberikan informasi yang memadai untuk peningkatan produksi pertanian meliputi subsektor perkebunan,

hortikultura, perikanan, dan peternakan, serta memberikan inspirasi untuk peningkatan pendapatan bagi para pelaku agribisnis.

Memberikan informasi akan pentingnya pembangunan pertanian demi pembangunan sektor lain.

Dalam kurun 42 tahun Majalah Pertanian Trubus terus memperbaiki diri. Saat ini Majalah Trubus terdiri atas 144—160 halaman sehingga lebih tebal dan tampil eksklusif. Semua halaman dicetak berwarna. Majalah Trubus mempunyai 10 rubrik utama seperti disajikan dalam Tabel 2.

Tabel 2 Rubrik Utama Majalah Pertanian Trubus

No Rubrik Penjelasan Hal

/Edisi 1 Topik Laporan utama Majalah Trubus terbut setiap bulan

dengan mempertimbangkan kepentingan pembaca seperti aktualisme, peluang bisnis komoditas tertentu, dan azas manfaat. Topik ditulis secara mendalam, lengkap, lugas, dan dengan berbagai sudut pandang sehingga amat menarik. Sebuah topik dijabarkan melalui beberapa angel penulisan agar lebih detail.

18—20

2 Laporan Khusus

Rubrik yang rutin terbit sejak 2002 itu untuk memenuhi kebutuhan informasi seputar pertanian bagi pembaca. Laporan khusus ditulis lengkap dengan beragam sudut pandang, aktual, dan lengkap.

10

3 Eksplorasi Rubrik Eksplorasi muncul pada edisi Februari 2007 dan bertahan hingga kini. Rubrik itu untuk mewadahi keanekaragaman hayati Indonesia yang nomor dua di dunia sekaligus menggalakan konservasi. Umumnya isi rubrik Eksplorasi merupakan hasil liputan di alam seperti lautan, pantai, dasar samudera, gua, hutan, pegunungan.

10

4 Obat Tradisi onal

Pengalaman empiris seseorang yang sembuh dari penyakit tertentu dengan ramuan herbal menjadi inspirasi bagi penderita lain. Tulisan disajikan dengan menarik dengan menitikberatkan pada sisi daya tarik kemanusiaan, tanpa melupakan khasiat tanaman obat, cara kerja senyawa aktif, dan pendapat dokter dan herbalis.

10

5 Perkebun an

Komoditas perkebunan skala besar dan kecil dibahas tuntas di rubrik ini. Prospek pasar, teknik budidaya, dan proses pascapanen diungkap lengkap.

6

6 Buah Informasi terbaru tentang peluang bisnis, jenis, cara budidaya, dan hal lain tentang buah lokal dan impor ada di rubrik buah. Informasi seputar hama, penyakit, panen, pemasaran, profil pekebun sukses, juga melengkapi rubrik buah.

7 Sayuran Informasi terbaru mengenai peluang bisnis, varietas, teknologi budidaya, penanganan hama dan penyakit, serta pascapanen disajikan dengan menarik, lengkap, lugas, dan cermat.

8

8 Tanaman Hias

Rubrik ini menyajikan tren tanaman hias di Indonesia dan sentra-sentra di Asia seperti Thailand dan Taiwan. Jenis terbaru, cara budidaya, peluang bisnis, dan profil pekebun sukses diungkap secara lengkap dan lugas.

12

9 Ikan Hias Rubrik ikan hias mengulas jenis ikan hias yang prospektif dikembangkan, cara budidaya, dan membiakkan, serta cara pemasaran.

8

10 Ikan Konsumsi

Rubrik ikan konsumsi mengulas spesies ikan yang berpeluang untuk dikembangkan, teknologi budidaya, pembiakan, benih bermutu, cara mengemas, dan cara memasarkan.

6

Sumber: Profil Majalah Pertanian Trubus, 2005

Selain itu majalah Trubus juga terdiri atas rubrik-rubrik tak tetap seperti Koleksi Eksklusif, Klinik Herbal, Pakar Menjawab, dan Klinik Satwa. Secara umum isi majalah Trubus terdiri atas pengenalan komoditas atau varietas baru, teknologi budidaya, penanggulangan hama atau penyakit, peluang pasar atau bisnis komoditas, teknologi produksi dan pascapanen, serta pemanfaatan herbal untuk mengatasi penyakit tertentu baik berdasarkan riset atau pengalaman empiris. Informasi pertanian disajikan secara ilmiah populer dengan ilustrasi dan foto yang menarik.

Waktu terbit majalah Trubus tanggal 1 setiap bulan sejak Desember 1969. Namun, pembaca yang berlangganan sudah menerima majalah Trubus pada tanggal 25 bulan sebelumnya. Menurut hasil penelitian Marketing Research Indonesia (2010), satu eksemplar Trubus dibaca oleh rata-rata 5 orang. Pendidikan formal terakhir mereka, 49 persen di atas sarjana (S1), mempunyai pekerjaan tetap, 56 persen menjabat posisi di atas penyelia.

Marketing Research Indonesia yang melibatkan 608 responden di tiga kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, dan Medan itu juga menyebutkan bahwa pembaca Majalah Trubus terdiri atas berbagai profesi, antara lain 48 persen adalah wirausaha, 21 persen pekerja tetap di perusahaan, 5 persen profesional. Para pembaca itu tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, bahkan di mancanegara. Walaupun sebagai

majalah pertanian, Trubus justru banyak beredar di wilayah perkotaan seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Semarang. Penyebaran Majalah Trubus terbanyak atau 31 persen terdapat di Jakarta (Gambar 2).

Sumber: Redaksi Majalah Trubus, 2010

Gambar 2 Penyebaran Majalah Trubus di Berbagai Provinsi di Indonesia

Penelitian ini menyajikan data tentang (1) distribusi pembaca pada sejumlah karakteristik, (2) tingkat adopsi artikel Rubrik Topik yang dipublikasikan Majalah Trubus edisi Februari 2010 sampai Januari 2011 (total 12 edisi), dan (3) efek komunikasi berupa efek kognitif, efek afektif, dan efek psikomotorik. Karakteristik responden yang diamati dalam penelitian ini adalah umur, pendidikan formal terakhir, dan penghasilan, luas lahan, dan kepemilikan lahan.

Selanjutnya selektivitas yang diukur dengan daya tarik pesan, motivasi membaca, dan kebutuhan informasi. Sementara keterdedahan pembaca pada Majalah Pertanian Trubus diukur dengan frekuensi membaca Rubrik Topik dan jumlah artikel di dalam Rubrik Topik yang dibaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah

Sumatera Utara 16% DKI Jakarta 31% Jawa Barat 8% Jawa Tengah 18% Jawa Timur 15% Lainnya 12%

karakteristik yang diamati sangat bervariasi. Distribusi pembaca berdasarkan sejumlah karakteristik, secara lebih rinci diuraikan di bawah ini.

Karakteristik Individu 1. Distribusi Pembaca Berdasarkan Umur

Berdasarkan umur, pembaca digolongkan menjadi tiga kelompok, yakni dewasa awal, yakni responden yang berusia 17—35 tahun, dewasa akhir adalah responden yang berusia 36—45 tahun, dan tua bila responden berusia 46—77 tahun. Hasil penelitian mengenai distribusi pembaca Majalah Trubus berdasarkan umur tersaji dalam Gambar 3.

Gambar 3 Distribusi Pembaca Berdasarkan Umur (Tahun)

Gambar 3 di atas menunjukkan bahwa lebih dari separuh pembaca penelitian ini, yakni mencapai 67 persen termasuk golongan umur tua. Selebihnya, yakni 26 persen termasuk golongan umur dewasa akhir dan tujuh persen dewasa awal. Dengan demikian diharapkan, para responden lebih mudah mengadopsi inovasi-inovasi yang dipublikasikan di Majalah Trubus. Semakin dewasa umur seseorang, semakin mudah mengadopsi sebuah inovasi.

Dewasa Awal 7% Dewasa Akhir 26% Tua 67%

2. Distribusi Pembaca Berdasar Pendidikan Formal

Dalam penelitian ini, tingkat pendidikan formal responden dikelompokkan menjadi lima kategori, yakni tamat SLTA dan sederajat, tamat diploma, tamat sarjana, dan tamat pascasarjana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan formal sebagian besar responden, yakni 59 persen tamat sarjana (S1). Selain itu responden yang tamat diploma dan pascasarjana masing-masing 14 persen. Semakin tinggi tingkat pendidikan responden, kian mudah mengadopsi suatu materi artikel.

(Gambar 4).

Gambar 4 Pendidikan Formal Pembaca

3. Distribusi Pembaca Berdasarkan Tingkat Pendapatan

Penghasilan pembaca yang tertinggi per bulan dalam penelitian ini adalah Rp60.000.000; sedangkan penghasilan responden yang paling rendah adalah Rp3.500.000. Penghasilan pembaca dikelompokkan dalam empat ketgori, yakni (1) pendapatan rendah jika penghasilan responden berkisar antara Rp3.500.000— Rp12.625.000 per bulan, (2) pendapatan sedang jika penghasilan responden berkisar antara Rp12.626.000—Rp21.751.000 per bulan, (3) pendapatan tinggi jika penghasilan responden berkisar antara Rp21.752.000—Rp30.877.000 per bulan, (4) pendapatan sangat tinggi jika penghasilan responden berkisar antara Rp30.878.000— Rp40.000.000 per bulan. Hasil penelitian mengenai distribusi responden berdasarkan penghasilan per bulan disajikan dalam Tabel 3.

1% 11% 14% 59% 14% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70%

Tamat SMP dan sederajat Tamat SMA dan sederajat Tamat Diploma Tamat Sarjana Tamat Pascasajana

Tabel 3 Distribusi Pembaca Berdasarkan Tingkat Pendapatan Penghasilan per Bulan Jumlah (Orang) Persentase (%)

Rendah 43 56,57

Sedang 23 30.26

Tinggi 5 6.57

Sangat Tinggi 5 6.57

Total 76 99,97

Tabel 3 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pembaca, yakni 52 persen berpenghasilan rendah. Pembaca yang berpenghasilan tinggi dan sangat tinggi masing-masing lima persen. Penghasilan yang tinggi memudahkan pembaca untuk mengadopsi sebuah inovasi yang dipublikasikan oleh Majalah Pertanian Trubus.

4. Distribusi Pembaca Berdasarkan Luas Lahan

Dalam penelitian itu luas lahan garapan dari 76 pembaca dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni kelas lahan luas jika responden memiliki lahan garapan lebih dari 2 hektar, lahan sedang jika pembaca memiliki lahan antara 1—2 hektar, dan lahan sempit jika pembaca memiliki lahan garapan kurang dari 1 hektar seperti terlihat pada Tabel 4.

Tabel 4 Distribusi Pembaca Berdasarkan Luas Lahan

Kategori Lahan Jumlah (Orang) Persentase (%)

Lahan Sempit 45 59,21

Lahan Sedang 10 13,15

Lahan Luas 21 27,63

Total 76 99,99

Tabel 4 di atas memperlihatkan bahwa sebagian besar atau 59 persen pembaca memiliki luas lahan kurang dari 1 hektar. Sebanyak 28 persen pembaca memiliki luas lahan lebih dari 2 hektar atau dalam kategori lahan luas. Semakin luas lahan yang digarap oleh pembaca, makin mudah menerapkan inovasi. Lokasi lahan para pembaca beragam sebagaimana tampak pada Tabel 5.

Tabel 5 Distribusi Pembaca Berdasarkan Lokasi Lahan

Lokasi Lahan Jumlah (Orang) Persentase (%)

Jakarta 50 65,78

Luar Jakarta 26 34,21

Total 76 99,99

Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa 34,21 persen pembaca memiliki lahan di luar Jakarta. Lokasi lahan para pembaca di luar Jakarta terdapat di Provinsi Jawa Barat meliputi Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kota Depok, mencapai 40 persen, Provinsi Jawa Tengah (Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pekalongan) dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta masing-masing 6,33 persen, Sumatera Utara (Tapanuli Tengah) dan Provinsi Sumatera Selatan masing-masing 3,16 persen.

5. Distribusi Pembaca Berdasarkan Kepemilikan Lahan

Status kepemilikan lahan pembaca dalam penelitian ini diukur dengan tiga kategori, yakni lahan milik sendiri atau pribadi jika lahan yang digunakan untuk melakukan usaha tani adalah milik pribadi dan lahan sewa jika lahan yang digunakan oleh responden untuk berusaha tani adalah hasil menyewa dari pihak lain. Lahan garapan jika mereka hanya menggarap, dengan sistem bagi hasil. Deskripsi pembaca dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6 Distribusi Pembaca Berdasarkan Kepemilikan Lahan

Kepemilikan Lahan Jumlah Persentase (%)

Lahan Sewa 5 6,57

Lahan Garapan 2 2,63

Lahan Sendiri 69 90,78

Total 76 99,98

Dari tabel di atas tampak bahwa 91 persen lahan yang digunakan oleh para pembaca untuk menerapkan isi artikel Topik merupakan lahan sendiri atau lahan pribadi. Pembaca yang menggunakan lahan sewa hanya 6 persen dan lahan garapan 3

persen. Dari paparan di atas, maka distribusi pembaca berdasarkan karakteristik yang diamati secara lengkap tersaji di tabel berikut ini.

Tabel 7 Distribusi Pembaca Berdasarkan Karakteristik yang Diamati Karakteristik Kategori Jumlah (Orang) Persentase (%)

Umur Dewasa Awal 5 6,57

Dewasa Akhir 20 26,31

Tua 51 67,10

Pendidikan Formal Tamat SMA 9 11,84

Tamat Diploma 12 15,78 Tamat Sarjana 45 59,21 Tamat Pascasarjana 10 13,15 Pendapatan Rendah 43 56,57 Sedang 23 30,26 Tinggi 5 6,57 Sangat Tinggi 5 6,57

Luas Lahan Lahan Sempit 45 59,21

Lahan Sedang 10 13,15

Lahan Luas 21 27,63

Kepemilikan Lahan Lahan Garapan 2 6,57

Lahan Sewa 5 2,63

Milik Sendiri 69 90,78

Selektivitas

Setiap informasi berupaya menarik perhatian. Kita terekspos dengan begitu banyak pesan yang selalu berupaya membujuk kita (pesan persuasif) sehingga pembaca melakukan selektivitas. Selektivitas yang dilakukan oleh para pembaca Majalah Trubus digolongkan dalam tiga kategori, daya tarik pesan (informasi akurat, relevan atau bermanafaat, dan ekonomis) dan kebutuhan akan informasi. Hasil penelitian lebih rinci sebagai berikut.

1. Daya Tarik Pesan

Dalam selektivitas, daya tarik pesan dikelompokkan pada 3 kategori, yakni pesan atau informasi yang disampaikan dalam Rubrik Topik Majalah Trubus harus akurat, relevan, dan ekonomis.

a. Akurat. Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi pembaca yang menerima dan memanfaatkan informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Hasil penelitian lebih rinci berkaitan dengan pesan yang akurat disajikan dalam Tabel 8.

Tabel 8 Sikap Pembaca Terhadap Pernyataan Rubrik Topik Sangat Akurat

Sikap Jumlah Persentase (%)

Sangat Setuju 23 30,26

Setuju 51 67,10

Ragu-ragu 2 2,63

Tidak Setuju - -

Sangat Tidak Setuju - -

Total 76 99,99

Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pembaca, yakni 97,36 persen termasuk dalam kelompok setuju bahwa informasi dalam Rubrik Topik Majalah Trubus akurat. Dari persentase tersebut, 30 persen pembaca menyatakan sangat setuju bahwa informasi dalam Rubrik Topik Majalah Trubus sangat akurat.

b. Relevan. Informasi harus mempunyai relevansi atau manfaat bagi para pembaca Rubrik Topik Majalah Trubus. Hasil penelitian sikap responden terhadap pernyataan bahwa informasi di Rubrik Majalah Pertanian Trubus sangat relevan tampak dalam Tabel 9 berikut ini.

Tabel 9 Sikap Pembaca Terhadap Pernyataan Rubrik Topik Sangat Relevan

Sikap Jumlah Persentase (%)

Sangat Setuju 20 26,31

Setuju 54 71,05

Ragu-ragu 2 2,63

Tidak Setuju - -

Sangat Tidak Setuju - -

Berdasarkan tabel di atas, sebagian besar pembaca, yakni 97,36 persen responden termasuk dalam kelompok setuju bahwa informasi yang disampaikan dalam di Rubrik Topik Majalah Trubus sangat relevan atau bermanfaat bagi para pembaca. Dari jumlah itu pembaca yang menyatakan sangat setuju terhadap pernyataan itu mencapai 26,31 persen.

c. Ekonomis. Informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Hasil penelitian sikap pembaca terhadap pernyataan bahwa informasi dalam Rubrik Topik sangat ekonomis tampak pada Tabel 10.

Tabel 10 Sikap Pembaca Terhadap Pernyataan Rubrik Topik Sangat Ekonomis

Sikap Jumlah Persentase (%)

Sangat Setuju 16 21,05

Setuju 53 69,73

Ragu-ragu 5 6,57

Tidak Setuju 2 2,63

Sangat Tidak Setuju - -

Total 76 99,98

Tabel di atas menunjukkan sikap pembaca terhadap pernyataaan bahwa informasi dalam Rubrik Topik sangat ekonomis, yakni sebagian besar pembaca atau 90,78 persen menyatakan dalam kategori setuju. Dari jumlah itu 21,05 persen menyatakan sangat setuju. Artinya informasi yang disampaikan dalam Rubrik Topik sangat ekonomis sehingga menarik responden untuk membacanya.

2. Kebutuhan Informasi

Salah satu yang mendorong pelanggan membaca adalah adanya kebutuhan informasi bidang pertanian dalam arti luas. Kebutuhan informasi dikelompokkan dalam satu kategori, yakni isi Rubrik Topik sesuai dengan kebutuhan (Gambar 5).

Gambar 5 Sikap Pembaca Terhadap Pernyataan Isi Rubrik Topik Sesuai Kebutuhan Dari Gambar 5 di atas tampak bahwa 82,88 persen responden dalam kelompok setuju dan 17,10 persen di antaranya sangat setuju bahwa isi artikel Rubrik Topik sesuai kebutuhan pembaca. Hanya sebagian kecil responden atau 1,31 persen yang tak setuju dan 15,78 persen ragu-ragu bahwa isi artikel Rubrik Topik sesuai kebutuhan.

Preferensi Materi Calon Topik

Majalah Pertanian Trubus mengulas beragam komoditas sebagai materi Rubrik Topik. Komoditas yang lazim menjadi materi topik adalah komoditas perkebunan, obat tradisional, buah, sayuran, tanaman hias, ternak, dan ikan. Setiap edisi materi Rubrik Topik berubah-ubah. Namun, kadang-kadang komoditas tetap. Berdasarkan penelitian ini, preferensi pembaca Majalah Trubus di Jakarta Selatan, terhadap komoditas sebagai materi calon topik terlihat dalam Tabel 11 sebagai berikut.

Sangat Setuju

Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 17,10% 65,78% 15,78% 1,31% 0%

Tabel 11 Preferensi Pembaca Majalah Pertanian Trubus Terhadap Materi Calon Topik

No Perbandingan Materi Calon Topik Jumlah (Orang) Persentase (%) 1 Perkebunan : Obat Tradisional 41 : 35 53,94 : 46,05

2 Perkebunan : Buah 28 : 48 36,84 : 63,15

3 Perkebunan : Tanaman Hias 43 : 33 56,57 : 43,42

4 Perkebunan : Sayuran 39 : 37 51,31 : 48,68

5 Perkebunan : Ternak 42 : 34 55,26 : 44,73

6 Perkebunan : Ikan 42 : 34 55,26 : 44,73

7 Obat Tradisional : Buah 36 : 40 47,36 : 52,63

8 Obat Tradisional : Tanaman Hias 36 : 40 47,36 : 52,63 9 Obat Tradisional : Sayuran 45 : 31 59,21 : 40,78 10 Obat Tradisional : Ternak 48 : 28 63,15 : 36,82

11 Obat Tradisional : ikan 40 : 36 52,63 : 47,36

12 Buah: Tanaman Hias 53 : 23 69,73 : 30,26

13 Buah : Sayuran 54 : 22 71,05 : 28,94

14 Buah : Ternak 56 : 20 73,68 : 26,31

15 Buah : ikan 46 : 30 60,52 : 39,47

16 Tanaman Hias : Sayuran 39 : 37 51,31 : 48,68

17 Tanaman Hias : Ternak 38 : 38 50,00 : 50,00

18 Tanaman Hias : ikan 34 : 42 44,73 : 55,26

19 Sayuran : Ternak 41 : 35 53,94 : 46,05

20 Sayuran : ikan 37 : 39 48,68 : 51,31

21 Ternak : Ikan 37 : 39 48,68 : 51,31

Dari tabel di atas jika dikelompokkan berdasarkan materi calon topik yang dikehendaki oleh para responden, maka materi yang paling diminati adalah komoditas buah (18,4 persen), komoditas obat tradisional (15,7 persen), dan perkebunan (14,7 persen) sebagaimana tampak pada gambar berikut ini.

Gambar 6 Preferensi Pembaca Majalah Trubus Terhadap Materi Rubrik Topik

Keterdedahan Pembaca pada Informasi Pertanian Majalah Trubus Keterdedahan pembaca pada informasi pertanian yang dipublikasikan dalam Rubrik Topik Majalah Trubus dikelompokkan dalam dua kategori, yakni frekuensi membaca dan jumlah artikel yang dibaca.

1. Frekuensi Membaca Topik Majalah Trubus

Berdasarkan frekuensi responden membaca Rubrik Topik Majalah Trubus dapat dikelompokkan dalam tiga kategori, yakni selalu membaca Rubrik Topik dalam setahun terakhir (edisi Februari 2010 sampai Januari 2011), Kadang-kadang membaca Rubrik Topik, dan tak pernah sama sekali membaca Rubrik Topik. Hasil penelitian mengenai distribusi responden menurut frekuensi membaca Rubrik Topik Majalah Trubus tampak dalam Gambar 7.

18,40%

15,70% 14,70%

13,80% 12,90%

12,20% 12,20%

Gambar 7. Frekuensi Pembaca Membaca Rubrik Topik

Dalam gambar di atas tampak bahwa sebagian besar pembaca atau 63,15 persen selalu membaca Rubrik Topik di Majalah Trubus. Hanya 36,84 persen pembaca yang kadang-kadang membaca Rubrik Topik Majalah Trubus. Dalam penelitian itu juga tampak bahwa tak ada pembaca yang tak pernah sama sekali membaca Rubrik Topik. Responden yang kadang-kadang membaca Rubrik Topik Majalah Trubus maksimal tiga edisi dalam setahun terakhir mencapai 14,28 persen, membaca 4—6 edisi sebanyak 82,14 persen, dan membaca 7—9 edisi hanya 3,57 persen.

2. Jumlah Artikel yang Dibaca

Dalam Rubrik Majalah Trubus yang terbit pada setiap edisi terdiri atas beberapa artikel, rata-rata lima sampai enam artikel. Jumlah artikel yang dibaca juga mempengaruhi keterdedahan responden, dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori yakni membaca satu sampai dua artikel dalam Rubrik Topik, membaca tiga sampai empat artikel, dan membaca semua atau lima sampai enam artikel dalam Rubrik Topik Majalah Trubus. Hasil penelitian distribusi responden berdasarkan komprehensivitas membaca Rubrik Topik tampak pada Gambar 8.

Selalu Membaca Rubrik Topik Kadang-kadang Membaca Tak Pernah Membaca 63,15% 36,84% 0%

Gambar 8 Jumlah Artikel Rubrik Topik yang Dibaca

Untuk keterdedahan terdapat tiga kategori, yakni keterdedahan rendah jika skor rataan 1—1,67, keterdedahan sedang dengan skor rataan 1,68—2,35, dan keterdedahan tinggi dengan skor rataan 2,36—3.00. Skor rataan untuk keterdedahan Majalah Pertanian Trubus adalah 2,52 sehingga termasuk kategori tinggi.

Efek Media Massa

Efek komunikasi merupakan setiap perubahan yang terjadi di dalam diri penerima, karena menerima pesan-pesan dari suatu sumber. Perubahan ini meliputi perubahan pengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan perilaku nyata (Wiryanto, 2006).

1. Efek Kognitif

Dalam kategori pengetahuan sebagai dampak komunikasi, pembaca menjawab 10 pernyataan. Nilai panjang interval untuk pengetahuan adalah 0,5. Dengan demikian maka kategori pengetahuan rendah jika skor responden berkisar antara 1,00—1,50 dan pengetahuan tinggi jika skor berkisar antara 1,51—2,00. Hasil penelitian lebih lanjut tampak dalam Gambar 9.

Membaca 1—2 artikel Membaca 3—4 artikel Membaca 5—6 artikel 9,21% 36,84% 53,94%

Gambar 9 Tingkat Pengetahuan Responden

Gambar 9 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar atau 97 persen responden pembaca Majalah Trubus di Jakarta Selatan memiliki pengetahuan yang tinggi, sedangkan 3 persen responden memiliki pengetahuan yang rendah. Adapun rataan skor untuk pengetahuan adalah 1,88 sehingga termasuk dalam kategori tinggi.

2.Efek Afektif

Efek afektif kadarnya lebih tinggi daripada efek kognitif. Komponen afektif terdiri dari seluruh sikap seseorang terhadap objek, terutama penilaian (Sears, Freedman, Peplau 2005). Nilai panjang interval untuk kategori sikap adalah 0,8 sehingga dibuat pengkelasan sebagai berikut: (1) sangat rendah dengan interval 1,00—1,80, (2) rendah 1,81—2,61, (3) sedang 2,62—3,42, (4) baik 3,43—4,23, (5) sangat baik 4,24—5,00. Hasil penelitian lebih rinci tampak pada Gambar 10.

Pengetahuan Rendah Pengetahuan Tinggi

3%

Gambar 10 Sikap Responden Terhadap Isu Pertanian

Gambar 10 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar atau 54 persen responden pembaca Majalah Trubus di Jakarta Selatan memiliki sikap yang baik terhadap isu-isu lingkungan dan pertanian, sedangkan 41 persen memiliki sikap yang sangat baik. Adapun rataan skor kategori sikap adalah 4,09 sehingga termasuk dalam kelas baik.

3.Efek Psikomotorik

Efek psikomotorik merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak dalam

Dokumen terkait