BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoretik
2. Sikap Terhadap Pendidikan Sistem Ganda
Sikap dibentuk berdasarkan kepercayaan dan pengetahuan terhadap suatu objek. Sikap menempatkan seseorang dalam kerangka berpikir untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu. Dengan kata lain sikap biasanya memberikan penilaian menerima atau menolak terhadap suatu objek yang dihadapi.
Pengertian sikap menurut Philip Kotler adalah sebuah sikap menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun tidak baik, perasaan-perasaan emosional dan kecenderungan berbuat yang bertahan selama waktu tertentu terhadap objek atau gagasan (Kotler, 1989 : 203).
b. Karakteristik Sikap
Sesungguhnya sikap dapat dipahami lebih dari sekedar seberapa positif atau seberapa negatifnya suatu sikap dapat diungkap dan dipahami dari dimensi yang lain. Dalam bukunya “Principles Of
telah diterjemahkan oleh Azwar, menunjukan beberapa karakteristik sikap yaitu (Azwar, 1995 : 88-89) :
1) Sikap memiliki arah
Artinya sikap terpilah pada dua arah kesetujuan yaitu apakah setuju atau tidak setuju, apakah mendukung atau tidak mendukung, apakah memihak atau tidak memihak terhadap sesuatu atau seseorang sebagai objek.
2) Sikap memiliki intensitas
Artinya kedalaman atau kekuatan terhadap sesuatu belum tentu sama walaupun arahnya mungkin tidak berbeda.
3) Sikap memiliki keleluasaan
Maksudnya kesetujuan atau tidak kesetujuan terhadap suatu objek spesifik tapi dapat pula mencakup banyak sekali aspek yang ada pada objek sikap.
4) Sikap memiliki konsistensi
Maksudnya adalah kesesuaian antara pernyataan sikap yang dikemukakan dengan responnya terhadap suatu objek.
5) Spontanitas
Yaitu menyangkut sejauh mana kesiapan individu untuk menyatakan sikapnya secara spontan, sikap dikatakan memiliki spontanitas tinggi apabila dapat dinyatakan secara terbuka tanpa harus melakukan pengungkapan atau desakan lebih dahulu agar individu mengungkapkannya.
c. Struktur Sikap
Struktur sikap terdiri atas tiga komponen yang saling menunjang yaitu (Azwar, 1995 : 18-21) :
1) Komponen kognitif
Komponen kognitif ini berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objek sikap, kepercayaan tersebut datang dari apa yang telah dilihat atau diketahui.
2) Komponen afektif
Menunjukan perasaan yang dimiliki seseorang terhadap suatu reaksi emosional yang merupakan komponen afektif ini banyak dipengaruhi oleh kepercayaan.
3) Komponen perilaku
Menunjuk bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapi.
d. Pembentukan Sikap
Pada umumnya individu bereaksi membentuk pola sikap tertentu terhadap berbagai objek psikologis yang dihadapinya. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap yaitu (Azwar, 1995 : 18-20) :
1) Pengalaman pribadi
Suatu dasar untuk membentuk sikap yaitu pengalaman pribadi, oleh karenanya maka pengalaman pribadi haruslah meninggalkan
kesan yang kuat pada diri seseorang. Sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam situasi yang melibatkan faktor emosional, sehingga penghayatan akan pengalaman menjadi lebih mendalam dan lebih lama berbekas.
2) Pengaruh orang lain yang dianggap penting
Orang lain di sekitar kita merupakan salah satu diantara komponen sosial yang ikut mempengaruhi sikap kita. Seseorang yang dianggap penting bagi kita akan banyak mempengaruhi pembentukan sikap kita terhadap sesuatu.
3) Pengaruh kebudayaan
Kebudayaan dalam suatu masyarakat di mana kita tinggal juga akan memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan sikap kita. Kebudayaan telah menanamkan garis pengaruh sikap kita terhadap berbagai pengalaman.
4) Media massa
Media massa juga mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan sikap seseorang, yaitu berperan sebagai pembentuk opini dan kepercayaan yang berisi sugesti yang dapat mengarah opini seseorang. Dalam penyampaian informasi, media massa membawa suatu pesan-pesan. Apabila pesan-pesan telah disampaikan tersebut cukup kuat, maka akan memberikan dasar sugesti dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu.
5) Lembaga pendidikan dan lembaga agama
Lembaga pendidikan serta lembaga agama sebagai suatu sistem mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap karena keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Maka ajaran moral yang diperoleh dari lembaga pendidikan dan lembaga agama sering kali menjadi dasar dalam pembentukan sikap.
6) Pengaruh waktu emosional
Suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Sikap demikian dapat merupakan sikap yang sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah hilang, akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang bertahan lama.
e. Faktor – faktor yang mempengaruhi sikap terhadap Pendidikan Sistem Ganda
Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap konsumen ada beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut :
1) Tingkat Pendidikan
Pada hakekatnya pendidikan itu merupakan suatu uasaha yang dilakukan secara sadar guna mengembangkan suatu pengetahuan dan ketrampilan melalui usaha belajar, di samping itu ditanamkan
pula nilai-nilai moral, pandangan hidup dan lain sebagainya yang nantinya akan membentuk kepribadian dan karakter seseorang. Pengertian pendidikan menurut Siagian (1987:175) adalah keseluruhan proses, teknik, metode belajar mengajar dalam rangka mengalihkan suatu pengetahuan dari seseorang kepada orang lain sesuai standar yang telah ditentukan. Unsur-unsur penting dalam pendidikan adalah proses pengembangan kemampuan, pengetahuan, sikap, tingkah laku, kompetensi sosial serta pribadi yang optimal.
Klasifikasi pendidikan menurut Siagian (1987:177) adalah sebagai berikut :
a) Pendidikan formal
Pendidikan formal adalah pendidikan sekolah yang merupakan sistem pendidikan yang mengkhususkan diri pada penyelenggaraan pendidikan generasi muda secara sistematis, berencana, berurutan dengan tujuan pendidikan yang jelas untuk setiap tingkatan dan dilaksanakan dalam situasi belajar antara pendidik dan anak didik serta dengan sarana dan fasilitas yang diadakan secara khusus.
b) Penididikan informal
Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak lahir sampai mati.
c) Pendidikan non formal
Pendidikan non formal adalah pendidikan teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak selalu mengikuti peraturan-peraturan yang ketat dan tetap.
Tingkat pendidikan yang digunakan dalam menentukan sikap konsumen pada penelitian ini adalah ijasah akhir yang dimiliki oleh konsumen, yaitu dari lulusan SD, SMP, SMU/K, Diploma/ Sarjana. Pendidikan mempengaruhi cara berpikir, bereaksi dan bersikap terhadap suatu obyek dan pencapaian tujuan yang tentunya terdapat perbedaan sesuai dengan jenjang pendidikan seseorang.
2) Usia
Menurut Langevel (1971:27) usia dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu usia anak, dewasa, tua. Setiap orang mengalami perkembangan hingga mencapai kematangan pribadi. Pada kelompok usia anak, mempunyai karakteristik dan kepribadian yang dimiliki adalah statis, monolistis, cenderung dogmatis. Sedangkan pada kelompok usia dewasa, seseorang mempunyai karakteristik atau sifat yang punya inisiatif, kritis, tidak fanatik dan condong bersifat demokratis. Usia dewasa ini dimulai pada usia 17 tahun. Pada usia ini seseorang sudah mampu untuk memberikan penilaian maupun sikap terhadap suatu obyek yang kita lihat, dengar dan dari pengalaman yang diperoleh.
3) Jenis Kelamin
Jenis kelamin yang dimaksud adalah pembeda jender konsumen. Jenis kelamin dibedakan menjadi pria dan wanita. Pada dasarnya pria lebih memakai rasio dalam cara berpikir, bertindak dan bersikap terhadap suatu obyek, sedangkan wanita cenderung lebih sensitif dan peka terhadap suatu obyek.