BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan siklus I ini yaitu menyiapkan rencana kegiatan belajar mengajar dan instrumen yang akan digunakan pada penelitian yang terdiri dari rencana pembelajaran, Lembar Tugas Siswa (LTS), soal tes akhir siklus I, lembar observasi siswa, lembar wawancara, catatan lapangan, kartu samaan, media permainan KuKuKu dan alat dokumentasi.
Rencana pembelajaran dibuat dan didiskusikan bersama dengan guru kolaborator agar rencana pembelajaran yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan di Madrasah Ibtidaiyah Attaqwa 32 Bekasi Utara. Materi pada siklus I ini diantaranya menulis dan membaca lambang bilangan dengan angka dan kata-kata, mengurutkan dan menentukan letak bilangan pada garis bilangan, penjumlahan tanpa menyimpan, penjumlahan dengan satu kali menyimpan, penjumlahan dengan dua kali menyimpan dan menjumlahkan dengan dua bilangan atau lebih. Lembar tugas siswa dan soal tes akhir siklus dibuat untuk mengetahui perkembangan hasil belajar siswa. Lembar observasi digunakan untuk mencatat aspek-aspek aktivitas siswa pada setiap pertemuan. Pengamatan melalui lembar observasi dilakukan oleh observer. Lembar wawancara digunakan untuk mengetahui pendapat siswa tentang permainan matematik selama proses pembelajaran.
Pada tahap ini peneliti ingin mengetahui apakah permainan matematik dapat menumbuhkan semangat belajar matematika sehingga aktivitas belajar siswa dapat meningkat. Target yang ingin dicapai pada siklus ini yaitu siswa antusias dan semangat belajar dengan permainan matematik dan dapat menyelesaikan soal-soal yang diberikan dengan baik dan benar.
b. Tahap Pelaksanaan
Siklus ini terdiri dari empat kali pertemuan dengan pokok bahasan menulis dan menbaca lambang bilangan dengan kata-kata dan angka dan
mengurutkan dan menentukan bilangan pada garis bilangan (pertemuan I), penjumlahan tanpa menyimpan dan penjumlahan dengan satu kali menyimpan (pertemuan II), penjumlahan dengan dua kali menyimpan dan menjumlahkan dengan dua bilangan atau lebih (pertemuan III). Kemudian dilanjutkan satu kali pertemuan untuk tes akhir siklus I dan wawancara dengan beberapa siswa. Rencana pelaksanan pembelajaran siklus I dapat dilihat pada lampiran I. Adapun uraian proses pembelajaran siklus I adalah sebagai berikut:
1) Pertemuan pertama, selasa 6 Oktober 2009
Kegiatan belajar mengajar berlangsung selama 2 x 30 menit (2 jam pelajaran), dimulai pada pukul 10.00 sampai pukul 11.00. terdapat 1 orang yang tidak hadir dikarenakan sakit. Guru kelas hadir untuk membantu peneliti dalam pelaksanaan kegiatan belajar hari ini. Guru kelas yang dalam hal ini sebagai observer membantu peneliti untuk mengamati aktivitas-aktivitas yang dilakukan siswa satu persatu kemudian dicatat pada lembar observasi siswa. Selain itu observer juga juga melakukan penilaian terhadap peneliti ketika menyampaikan materi dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi bagi perbaikan pengajaran dan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Jadi ada keseimbangan antara siswa yang belajar dengan guru yang mengajar.
Kegiatan pembelajaran dimulai dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 6 (enam) orang siswa. Guru menjelaskan materi mengenai menulis dan membaca lambang bilangan dengan angka dan kata-kata dan juga memberikan contoh tentang lambang bilangan dan nama bilangan dengan menggunakan kertas karton yang di tulis dengan nama bilangan dan lambang bilangan, guru meminta siswa meletakkan nama bilangan dan lambang bilangan sesuai dengan tempatnya. Guru memberikan contoh kepada siswa tentang urutan bilangan, dengan menggunakan karton yang ditulis dengan urutan bilangan guru memberikan contoh tentang mengurutkan bilangan dan guru meminta siswa
untuk meletakkan urutannya dengan benar dan siswa diminta membantu peneliti menyelesaikan soal tersebut. Setelah penjelasan tentang materi tersebut selesai dan peneliti merasa bahwa siswa telah mengerti dan faham dengan materi tersebut kemudian peneliti dengan dibantu observer menjelaskan aturan dari permainan matematik yang akan dilaksanakan yaitu permainan KuKuKu (Ku Tebak, Ku Kejar, Ku Dapat) adapun cara bermain KuKuKu sebagai berikut:
a. Permainan ini dimainkan oleh lima kelompok dan setiap kelompok terdiri dari enam orang siswa
b. Siapkan 30 guntingan karton yanng terdiri dari lambang bilangan, nama dari suatu bilangan dan urutan bilanngan
c. Letakkan guntingan karton tersebut didepan kelas
d. Berikan pertanyaan yang sama kepada semua kelompok yang jawabannya ada dikarton tersebut
e. Biarkan murid berpikir dan berlari mencari jawaban dari pertanyaan tersebut dalam jangka waktu yang telah ditentukan, setiap pertanyaan akan dijawab oleh seorang murid yang mewakili kelompoknya secara bergantian
f. Berilah nilai terhadap hasil yang dicapainya, kelompok yang mempunyai nilai terbesar mereka pemenangnya
g. Kelompok yang mendapatkan nilai terkecil akan mendapatkan hukuman yang sebelumnya telah disepakati yaitu bernyanyi sambil bergoyang.
Permainan KuKuKu dimainkan secara berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari 6 orang siswa dan di dalam setiap kelompok tersebut terdiri dari siswa yang berprestasi tinggi, sedang dan rendah. Hal ini dilakukan agar siswa yang berprestasi tinggi dapat membantu temannya yang berprestasi rendah.
Sebelum permainan dimulai, peneliti sudah menempelkan guntingan-guntingan karton yang bertuliskan lambang bilangan dan nama bilangan disekeliling kelas. Guntingan–guntingan karton tersebut
digunakan sebagai jawaban dari pertanyaan yang akan diberikan oleh peneliti.
Gambar 2.
Aktivitas siswa pada saat permainan KuKuKu
Permainan KuKuKu dimulai dengan peneliti memberikan pertanyaan yang sama kepada setiap kelompok, pertanyaan pertama peneliti menanyakan tentang lambang bilangan dari nama bilangan empat ribu enam ratus lima puluh tiga. “apakah lambang bilangan dari nama bilangan empat ribu enam ratus lima puluh tiga(peneliti menunjukkan kertas karton yang bertuliskan nama bilangan empat ribu enam ratus lima puluh tiga
kepada setiap kelompok)”. Setiap kelompok mulai berfikir dan mencari jawaban dari pertanyaan tersebut keguntingan karton yang bertuliskan lambang bilangan yang sudah ditempelkan di depan kelas. “saya tahu bu” seorang siswa mengangkat tangannya, sebut saja D5 wakil dari kelompok
5. “ iya coba D5 apa jawabannya?” peneliti bertanya pada D5 “4.653 (sambil menunjukkan bukunya yang bertuliskan lambang bilangan 4.653)”jawab D5 dengan diikuti oleh teman-teman sekelompoknya secara
serempak “iya,benar jawabannya. Nah sekarang coba cari jawabannya pada
kertas karton yang ada disekeliling kelas” kemudian E1 langsung lari kearah karton yang yang bertuliskan lambang bilangan tersebut dan mengambilnya untuk diserahkan kepeneliti dan ditukarkan dengan nilai
untuk kelompoknya. Kejadian ini akan terus berlanjut sampai semua pertanyaan yang pada peneliti habis terjawab. Pada permainan kukuku kelompok 3 mendapatkan nilai terbesar yaitu 360 poin dan kelompok 1 adalah kelompok yang mendapatkan nilai terkecil yaitu 240 poin, kelompok yang mendapatkan nilai terbesar menjadi pemenang dan kelompok yang mendapat nilai terkecil akan mendapatkan hukuman yaitu bernyanyi sambil bergoyang didepan kelas.
Permainan ini diberi nama KuKuKu sebagai singkatan dari Ku Tebak artinya sebelum menjawab pertanyaan, siswa harus mengacungkan tangannya baru setelah peneliti menentukan siapa yang paling cepet mengacungkan tangan baru siswa boleh menjawab/ menebak pertanyaan yang telah diberikan peneliti. Ku kejar artinya setelah siswa berhasil menjawab pertanyaan peneliti dengan benar kemudian siswa tersebut harus mencari jawaban tersebut pada guntingan karton yang telah peneliti tempelkan disekeliling kelas. Ku dapat artinya setelah siswa mendapatkan karton yang sesuai dengan jawabannya siswa harus memberikan karton tersebut kepada peneliti untuk ditukarkan dengan poin nilai untuk kelompok. Ku tebak pertanyaanya Ku kejar jawabannya Kudapat nilainya.
Diakhir pembelajaran peneliti bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipeajari kemudian pembelajaran diakhiri dengan pemberian pekerjaan rumah yang berupa lembar tugas siswa (LTS). Pembelajaran menulis dan membaca lambang bilangan dengan angka dan kata-kata dan mengurutkan dan menentukan bilangan pada garis bilangan dengan metode ini dimaksudkan agar siswa lebih memahami materi yang telah dijelaskan di barengi sambil bermain dan belajar bekerja sama dengan teman satu kelompoknya sehingga siswa tidak merasa jenuh dalam proses pembelajaran.
2) Pertemuan kedua hari rabu 7 Oktober 2009
Pertemuan kedua kegiatan belajar mengajar siklus I dilaksanakan pada hari rabu 2 November 2009 dimulai pada pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB. Jumlah siswa yang tidak hadir dalam penelitian
ini ada 1 orang dengan alasan sakit. Materi yang diajarkan dalam pertemuan kali ini adalah penjumlahan tanpa menyimpan dan penjumlahan dengan satu kali menyimpan.
Gambar 3.
Aktivitas siswa pada saat permainan scrabble dan peneliti sedang membantu kelompok yang membutuhkan bantuan
Diawal pertemuan peneliti meminta siswa untuk mengumpulkan pekerjaan rumah. Kegiatan pembelajaran kali ini peneliti menjelaskan tentang penjumlahan tanpa menyimpan dan penjumlahan dengan satu kali menyimpan peneliti juga memberikan contoh tentang penjumlahan tanpa menyimpan dan penjumlahan dengan satu kali menyimpan. Siswa diminta untuk mengurutkan bilangannya dengan benar. Setelah peneliti selesai menjelaskan materi tentang penjumlahan dengan tanpa menyimpan dan dengan satu kali menyimpan dan peneliti meminta siswa untuk berkelompok sesuai dengan kelompok yang sudah dibagikan kemarin.
Pertemuan kali ini permainan yang dilaksanakan adalah “ Scrabble”
(mencocokkan jawaban dan menebak kata yang tersembunyi) yaitu menyelesaikan lembar Tugas Siswa yang telah di sediakan oleh peneliti, lembar tugas siswa tersebut dikerjakan secara berkelompok dan lembar tugas siswa tersebut dapat dilihat pada lampiran rencana pembelajaran.
Dengan dibimbing guru, setiap kelompok bersemangat menyelesaikan lembar tugas siswa untuk mendapatkan jawaban dari scrabble yang mereka kerjakan. Ketika peneliti berkeliling untuk membantu siswa, mereka berebut untuk bertanya dan berebut untuk menunjukan hasil pekerjaan
mereka: “ibu, kalo yang lembar tugas yang A di hubungkan jawabannya
pake gariskan bu…?” “kalo yang B jawaban angkanya diganti pake huruf
yang ada dibawahnya ya bu….?trus hurufnya disusun jadi kalimat kan bu..” “ibu kelompok 2ajarin ni bu….mereka ga ada yang ngerti” dengan dibantu
guru kolaborator peneliti kembali menjelaskan dan membantu setiap kelompok satu persatu. Setelah kegiatan tersebut berakhir, hasil pekerjaan masing-masing kelompok dikumpulkan untuk diperiksa dan diberikan penilaian, kelompok yang pertama kali mengumpulkan dan jawabannya benar kelompok tersebut mendapatkan nilai terbesar. Sekitar 15 menit sebelum pembelajaran berakhir peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dipapan tulis, siswa yang dapat mengerjakan mendapatkan nilai tambahan, sehingga siswa saling berlomba untuk dapat maju mengerjakan soal dipapan tulis. Pembelajaran hari ini diakhiri dengan peneliti dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
3) Pertemuan ketiga hari selasa,13 Oktober 2009
Sebagaimana pada pertemuan sebelumnya kegiatan belajar mengajar berlangsung selama 2 x 30 menit (2 jam pelajaran). Siswa seluruhnya hadir walaupun ada 2 orang siswa yang terlambat masuk 5 menit. Materi yang diajarkan dalam pertemuan ini adalah penjumlahan dengan dua kali menyimpan dan menjumlahkan dua bilangan atau lebih.
Kegiatan pembelajaran kali ini diawali dengan peneliti menjelaskan tentang penjumlahan dengan dua kali menyimpan dan menjumlahkan dua bilangan atau lebih peneliti juga memberikan contoh tentang penjumlahan dua kali menyimpan dan menjumlahkan dua bilangan atau lebih. Siswa diminta untuk mengurutkan bilangannya dengan benar. Setelah peneliti selesai menjelaskan materi tentang materi tersebut kemudian peneliti
meminta siswa untuk berkelompok sesuai dengan kelompok yang sudah dibagikan kemarin. Permainan matematik pada pertemuan kali ini adalah
“Kartu Samaan”. Adapun cara bermain kartu samaan adalah sebagai
berikut:
a. Permainan ini dimainkan oleh lima kelompok dan setiap kelompok terdiri dari enam orang siswa
b. Siapkan 50 kartu yang terdiri dari 20 kartu berisi pertanyaan dalam bentuk penjumlahan, 20 kartu berisi jawaban dari pertanyaan tersebut dan 10 kartu pengecoh
c. Kocok kartu tersebut
d. Bagikan setiap kelompok lima kartu berisi pertanyaan dan pengecoh e. Untuk memulai buka satu kartu berisi jawaban dari salah satu kartu
dipegang oleh setiap kelompok
f. Setiap kelompok mencari dari kartu mereka jawaban yang sesuai dengan kartu yang telah dibuka
g. Kelompok yang pertama kali menjawab atau menemukan kartu yang sesuai dengan jawaban yang dibuka mendapatkan nilai terbesar dan kelompok yang terakhir menjawab atau menemukan kartu yang sesuai dengan jawaban mendapatkan nilai terkecil. Kejadian ini akan terus berlanjut sampai semua kartu jawaban habis terbuka
h. Kelompok yang berhasil mengumpulkan nilai terbesar disebut pemenang dan kelompok yang mendapatkan nilai terkecil mendapatkan hukuman yang telah disepakati sebelumnya yaitu bernyanyi sambil bergoyang di depan kelas.
Permainan kartu samaan dimainkan secara berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari enam orang siswa, kelompok pada kartu samaan sama dengan kelompok pada saat KuKuKu dan Scrabble. Setiap kelompok diberikan enam kartu yang terdiri dari 1 kartu pertanyaan yang sesuai dengan jawaban peneliti dan 5 kartu pengecoh, permainan kartu samaan dimulai dengan peneliti soal pertama dengan membuka kartu jawaban dari
salah satu kartu pertanyaan yang ada pada setiap kelompok:”coba cari
kartu yang hasil penjumlahannya sama dengan 2500” peneliti memberikan
pertanyaan yang sama pada setiap kelompok sambil menunjukkan kartu jawaban 2500. Kemudian setiap kelompok mulai menghitung kartu-kartu pertanyaan yang ada pada mereka untuk mendapatkan satu kartu yang hasil
penjumlahannya 2500, “saya bu,” seorang siswa perempuan sebut saja F5 perwakilan dari kelompok 3 mengangkat tangannya sambil memegang kartu pertanyaan” iya coba F5 sebutkan jawabannya” ”2.327 +173”. “iya
benar jawabannya 100 poin untuk kelompok 3” “ saya bu,” kali ini dua
orang siswa mengangkat tangan berbarengan E4 dari kelompok 4 dan D5
dari kelompok 5, “siapa duluan ni..?” peneliti bertanya “ saya duluan bu,
baru dia” jawab D5 sambil menunjuk kearah E4 “ngga bu…saya duluan” jawab E4 membela diri. “ya udah sekarang coba D5 apa kartu pertanyaan
kamu?” “1.519 + 981” “ iya benar jawabannya…kalo E4 apa kartu
pertanyaan kamu..?” “1.150 + 1.350” “ iya jawabannya juga benar, karena kalian jawabnya berbarengan dan jawabannya benar maka kelompok 5 dan
kelompok 4 dapat poinnya sama 80”. “saya bu,” kali ini seorang siswi dari
kelompok 1 sebut saja A2 “ 1.250 + 1. 750” “ sayang sekali jawabannya masih salah coba cari lagi” “ 1.389 + 1. 111 ya bu..” teman sekelompok A2 menjawab dengan terburu-buru karena takut nilainya direbut kelompok 2
“iya benar, 60 poin untuk kelompok 1”. Kelompok 2 adalah kelompok
terakhir yang dapat menjawab dari soal pertama. Setelah semua kelompok dapat menjawab pada soal pertama peneliti membagikan lagi 6 kartu pertanyaan untuk soal yang kedua dan kejadian tersebut terus berlanjut sampai kartu jawaban yang ada pada peneliti habis terbuka. Pada permainan kartu samaan kelompok yang pertama kali dapat menemukan kartu pertanyaan yang sesuai dengan kartu jawaban yang dibuka mendapatkan nilai 100, kelompok kedua yang menjawab mendapatkan nilai 80 dan seterusnya sampai kelompok terakhir yang menjawab mendapat nilai 20. Kelompok yang dapat mengumpulkan nilai paling banyak dialah pemenangnya, dan kelompok yang mendapatkan nilai terkecil mendapatkan
hukuman yang telah disepakati. Pada permainan matematik kartu samaan kelompok lima adalah kelompok yang mendapatkan nilai terbesar dan kelompok dua adalah kelompok yang mendapatkan nilai terkecil. Setelah permainan Kartu samaan berakhir setiap kelompok di berikan soal latihan
dalam bentuk lembar tugas siswa (LTS) “Telusur Jalur” dan dikumpulkan.
Diakhir pembelajaran peneliti bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
4) Pertemuan keempat, rabu,14 Oktober 2009
Siklus I berakhir pada hari rabu, 14 Oktober 2009. Peneliti memberikan soal tes akhir siklus I sebanyak 18 soal isian kepada seluruh siswa kelas 3B MI Attaqwa 32. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah diajarkan selama tiga kali pertemuan. Tes hasil belajar siklus I dilaksanakan selama 2 x 30 menit (2 jam pelajaran)
Setelah pelaksanaan tes selesai dan jam belajar mengajar matematika berakhir, peneliti mengadakan wawancara dengan beberapa siswa, siswa yang dipilih berdasarkan prestasi yang didapat dalam pembelajaran matematika, yaitu siswa yang hasil belajarnya tinggi, sedang dan rendah. Hal ini dilakukan agar informasi yang diperoleh dapat mewakili siswa-siswa dalam kelas secara keseluruhan.
c. Tahap Observasi dan Analisis
Tahap ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Pengamatan dilakukan oleh guru kolaborator yang mencatat seluruh aktivitas siswa dan semua hal yang terjadi selama proses pembelajaran. Hasil pengamatan motivasi melalui lembar observasi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.
Rata-rata Skor aktivitas Siswa Pada Pembelajaran Matematika Siklus I No Aktivitas Siswa Banyak siswa yang
melakukan aktivitas
Rataan Total
Persentase
Pert. 1 Pert. 2 Pert. 3 1 Sudah berada di
dalam kelas pada saat guru memasuki kelas
23 25 27 25 83.33%
2 Membawa peralatan belajar dan buku sumber belajar matematika 26 27 27 26.67 88.9% 3 Antusias dalam mengikuti permainan matematik 15 20 25 20 66,67% 4 Memperhatikan penjelasan guru 10 14 22 15.33 51.1% 5 Fokus dalam mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan guru pada saat permainan matematik 5 17 17 13 43.33% 6 Mengumpulkan tugas tepat waktu 4 15 17 12 40% 7 Mengerjakan pekerjaan rumah 11 17 19 15.67 52.23% Rata-rata persentase 60.32%
Berdasarkan tabel 4, diperoleh informasi bahwa siswa yang sudah berada di dalam kelas pada saat guru memasuki kelas sebanyak 83,33%, siswa yang membawa peralatan belajar dan buku sumber belajar matematika sebanyak 88,9%, siswa yang terlihat antusias mengikuti permainan matematik sebanyak 66,67%, memperhatikan penjelasan guru sebanyak 51,1%, fokus dalam mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan guru pada saat permainan matematik sebanyak 43,33%, mengumpulkan tugas tepat waktu sebanyak 40%, dan mengerjakan pekerjaan rumah sebanyak 52,23%. Jika dihitung rata-rata persentase aktivitas belajar matematika pada siklus I ini sebesar 60,32%. Nilai rata-rata persentase ini belum memenuhi indikator yang menunjukkan bahwa siswa termotivasi
dengan baik yaitu standar nilai rata-rata minimal aktivitas yang dilakukan siswa sebesar 85%.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan tiga orang siswa yang dipilih berdasarkan prestasi dalam pelajaran matematika dan dilihat dari hasil tes belajar pada waktu penelitian pendahuluan dan hasil diskusi dengan guru kolaborator, semua siswa yang diwawancarai menyatakan senang belajar matematika dengan menggunakan metode permainan matematik, kebanyakan siswa mengatakan senang belajar matematika karena pembelajaran matematika dilakukan melalui bermain membuat mereka semangat dan menghilangkan kejenuhan dalam belajar matematika.
Pada pertemuan keempat dilaksanakan tes akhir siklus I, siswa mengerjakan soal sebanyak 18 soal isian yang harus dikaerjakan selama 60 menit (2 jam pelajaran). Semua siswa kelas IIIB mengikuti tes hasil belajar pada saat diadakan tes akhir siklus I, siswa terlihat tekun dalam menjawab soal. Berikut merupakan tabel tes hasil belajar matematika siswa pada siklus I.
Tabel 5.
Perolehan Nilai Tes Hasil Belajar Siklus I Interval Frekuensi Persentase 50 – 54 4 13,33 55 – 60 3 10 61 – 66 2 6,67 67 – 73 8 26,67 74 – 79 8 26,67 80 – 84 0 0 85 – 89 5 16,67
Keterangan:
Nilai tertinggi : 88 Nilai terrendah : 50 Nilai rata- rata : 68,2 Jumlah siswa : 30
Dari tabel 5, terlihat nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diperoleh sebesar 68,2. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Nilai rata-rata siswa jauh lebih besar dibandingkan dengan tes hasil belajar matematika pada penelitian pendahuluan yang hanya mendapatkan nilai rata-rata kelas sebesar 54,7. Tetapi peningkatan tersebut belum menunjukkan indikator keberhasilan penelitian belum tercapai, dimana rata-rata hasil belajar siswa harus mencapai lebih dari atau sama dengan 65 dan tidak ada siswa yang mendapat nilai kurang dari 60 (sesuai dengan KKM). Jadi walaupun nilai rata-rata kelas sudah memenuhi indikator keberhasilan tetapi perlu diadakan perbaikan pembelajaran lebih lanjut karena masih ada beberapa siswa yang memperoleh nilai dibawah standar ketuntasan hasil belajar matematika.
Hasil observasi terhadap guru yang mengajar cukup baik hanya saja guru harus lebih meningkatkan pengelolaan kelas dan mengarahkan siswa agar lebih aktif.
d. Tahap Refleksi
Tahap ini dilakukan oleh peneliti dan guru kolaborator setelah melakukan analisis pada siklus I. Berdasarkan hasil analisis pada lembar observasi siswa dan guru, wawancara serta catatan lapangan ditemukan beberapa permasalahan yang ada pada siklus I. Hasil refleksi tersebut dijelaskan dalam tabel berikut:
Tabel 6.
Refleksi Tindakan Pembelajaran Pada Siklus I
No Permasalahan Rencana Perbaikan 1 Ramainya siswa menjawab
pertanyaan guru pada saat permainan matematik berlangsung membuat suasana kelas tidak kondusif
Memberikan peraturan permainan “tepuk diam” untuk mengatasi apabila siswa sudah
mulai berisik
2 Keaktivan siswa masih belum terlihat pada saat permainan matematik
Memberikan reward berupa bintang prestasi agar siswa termotivasi dan aktiv pada saat permainan matematik
3 Masih ada beberapa siswa dalam setiap kelompok yang hanya diam menunggu hasil kerjaan teman sekelompoknya
Membagi siswa menjadi kelompok- kelompok kecil yang terdiri dari tiga orang siswa untuk setiap kelompok, agar setiap anak dalam kelompok mendapatkan tugas yang sama dalam artian tidak ada lagi siswa yang hanya diam menunggu jawaban teman sekelompoknya
Berdasarkan hasil refleksi tindakan pembelajaran pada siklus I diperoleh informasi bahwa aktivitas siswa serta nilai hasil tes akhir siklus I belum mencapai indikator keberhasilan penelitian dimana aktivitas siswa yang diamati melalui lembar observasi siswa pada setiap akhir siklus harus mencapai lebih dari atau sama dengan 85. Sedangkan rata- rata hasil belajar siswa harus mencapai lebih dari atau sama dengan 65 dan tidak ada lagi siswa yang mendapat nilai kurang dari 60. Sehingga perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya dengan hasil refleksi siklus I digunakan sebagai perbaikan.