BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Siklus II
Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2018. Pada pertemuan ini peneliti mengamati pengamalan ibadah shalat anak. Berikut ini diuraikan tahap-tahap kegiatan pada pertemuan ini:
a. Perencanaan
1) Menyusun jadwal penelitian
2) Menyajikan meteri yang akan disampaikan
3) Memberikan rencana pelaksanaan Pengamalan Ibadah Shalat Anak
b. Tindakan (Action)
Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Desember 2018 pukul 16.30-17.30 WIB. Adapun langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pengamalan shalat Anak adalah:
1) Berdiri bagi yang mampu. Adapun keringan bagi orang yang tidak kuasa berdiri dalam melakukan shalat ia boleh shalat duduk, kalau tidak bisa duduk, ia boleh berbaring, kalau tidak bisa berbaring, ia boleh menelentang, apabila hal demikian tidak bisa dilakukan, shalatlah menurut kemampuan sekalipun dengan isyarat.
2) Berniat. Niatan yang perlu dalam shalat lima waktu itu adalah mengerjakan shalat itu disengaja agar ada perbedaan dengan perbuatan yang lain. Niat tersebut harus disesuaikan dengan shalat yang akan dikerjakan.
3) Takbiratul ihram (membaca Allaahu Akbar). Adapun takbir diawal shalat dapat mengajarkan atau mendidik manusia supaya dapat meletakkan sesuatu pada tempatnya dan sekaligus mengajar dan mendidik manusia supaya menyadari benar bahwa semua benda-benda yang dibesar-besarkan, dipuja-puja dan disembah adalah makhluk Allah Swt untuk manusia pula. Dengan itu sadarlah manusia bahwa manusia tidak pantas menyembah dan membesar-besarkan ciptaan Allah Swt.
4) Membaca surat Al-Fatihah. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat itu wajib.
5) Ruku‟ serta tuma‟ninah. Ruku‟ adalah apabila seseorang shalat dalam keadaan berdiri, maka badan dibungkukkan, kedua tangan memegang kedua lutut dengan menekan sehingga kedua kaki tegak. Punggung lurus ke depan sehingga memebentuk siku-siku terbalik dengan kedua kaki, sementara kepala tidak merunduk tetapi agak diangkat sedikit, dan mata tertuju pada tempat sujud.
6) I‟tidal serta tuma‟ninah. I‟tidal yaitu bengkit dan berdiri tegak kembali seperti semula. Pada waktu i‟tidal inilah dibarengi dengan mengucapkan kalimat tasmit.
7) Sujud dua kali serta tuma‟ninah. Sujud yang dimaksud adalah meletakkan dahi dan hidung di atas lantai (tempat sujud). Letak kedua tangan agak direnggangkan, sejajar dengan pundak dan telinga, kedua siku diangkat, sementara jari-jari kaki di berdirikan menghadap kiblat.
8) Iftirasy (duduk di antara dua sujud dan tuma‟ninah). Duduk iftirasyi adalah duduk sejenak sambil mengucapkan doa di antara dua sujud. Posisi duduk iftirasyi ini adalah kedua telapak tangan berada di atas lutut sambil memegang ujungnya seakan menggenggam. Telapak kaki kiri diduduki dan telapak kaki kanan ditegakkan di atas lantai dengan ujungnya menghadap kiblat. 9) Tasyahud akhir (duduk akhir). Pada tasyahud akhir ini adalah
ucapan berupa shalawat ata Nabi Muhammad saw. 10) Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
11) Tertib. c. Observasi
Melihat fenomena yang ada dilapangan, peneliti sangat memperhatikan keterampilan sekaligus bacaan yang ditampilkan oleh anak. Berikut penilaian keterampilan sekaligus yang ditampilkan oleh anak.
Tabel 8
Penilaian Keterampilan Gerakan Sekaligus Bacaan Shalat Anak Aspek
Penilaian
Nama Anak (Urut) Jumlah Skor Skor Maks % Ket 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berniat 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 27 50 54 Cukup Takbiratul Ikhram 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100 Sangat Lancar
Ruku‟ dan Bacaannya 5 3 3 3 3 4 3 3 2 2 31 50 62 Lancar I‟tidal dan Bacaannya 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 26 50 52 Cukup Sujud dan Bacaannya 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 33 50 66 Lancar Iftirasy dan Bacaannya 5 4 4 4 3 3 3 2 2 3 33 50 66 Lancar Tasyahud Akhir dan Bacaannya 5 5 4 4 3 3 4 3 2 3 36 50 72 Lancar Salam 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100 Sangat Lancar Rata-Rata 286 400 71 Lancar d. Refleksi
Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan, belum mampu anak-anak di Jorong Katialo melaksanakan gerakan sekaligus bacaan shalat denga tepat dan benar. Mereka masih ragu-ragu dalam melakukan gerakan dan bacaan shalat. Ada yang tidak sesuai gerakan dengan bacaannya.
Pertemuan kedua
Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Januari 2019. Pada pertemuan ini peneliti mengamati pengamalan ibadah shalat anak. Berikut ini diuraikan tahap-tahap kegiatan pada pertemuan kedua:
a. Perencanaan
1) Menyusun jadwal penelitian
2) Menyajikan meteri yang akan disampaikan
3) Memberikan rencana pelaksanaan Pengamalan Ibadah Shalat Anak
b. Tindakan (Action)
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Januari 2019 pukul 16.30-17.30 WIB. Adapun langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pengamalan shalat Anak adalah:
1) Berdiri bagi yang mampu. Adapun keringan bagi orang yang tidak kuasa berdiri dalam melakukan shalat ia boleh shalat duduk, kalau tidak bisa duduk, ia boleh berbaring, kalau tidak bisa berbaring, ia boleh menelentang, apabila hal demikian tidak bisa dilakukan, shalatlah menurut kemampuan sekalipun dengan isyarat.
2) Berniat. Niatan yang perlu dalam shalat lima waktu itu adalah mengerjakan shalat itu disengaja agar ada perbedaan dengan perbuatan yang lain. Niat tersebut harus disesuaikan dengan shalat yang akan dikerjakan.
3) Takbiratul ihram (membaca Allaahu Akbar). Adapun takbir diawal shalat dapat mengajarkan atau mendidik manusia supaya dapat meletakkan sesuatu pada tempatnya dan sekaligus mengajar dan mendidik manusia supaya menyadari benar bahwa semua benda-benda yang dibesar-besarkan, dipuja-puja dan disembah adalah makhluk Allah Swt untuk manusia pula. Dengan itu sadarlah manusia bahwa manusia tidak pantas menyembah dan membesar-besarkan ciptaan Allah Swt.
4) Membaca surat Al-Fatihah. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat itu wajib.
5) Ruku‟ serta tuma‟ninah. Ruku‟ adalah apabila seseorang shalat dalam keadaan berdiri, maka badan dibungkukkan, kedua tangan memegang kedua lutut dengan menekan sehingga kedua kaki tegak. Punggung lurus ke depan sehingga memebentuk siku-siku terbalik dengan kedua kaki, sementara kepala tidak merunduk tetapi agak diangkat sedikit, dan mata tertuju pada tempat sujud.
6) I‟tidal serta tuma‟ninah. I‟tidal yaitu bengkit dan berdiri tegak kembali seperti semula. Pada waktu i‟tidal inilah dibarengi dengan mengucapkan kalimat tasmit.
7) Sujud dua kali serta tuma‟ninah. Sujud yang dimaksud adalah meletakkan dahi dan hidung di atas lantai (tempat sujud). Letak kedua tangan agak direnggangkan, sejajar dengan pundak dan telinga, kedua siku diangkat, sementara jari-jari kaki di berdirikan menghadap kiblat.
8) Iftirasy (duduk di antara dua sujud dan tuma‟ninah). Duduk iftirasyi adalah duduk sejenak sambil mengucapkan doa di antara dua sujud. Posisi duduk iftirasyi ini adalah kedua telapak tangan berada di atas lutut sambil memegang ujungnya seakan menggenggam. Telapak kaki kiri diduduki dan telapak kaki kanan ditegakkan di atas lantai dengan ujungnya menghadap kiblat. 9) Tasyahud akhir (duduk akhir). Pada tasyahud akhir ini adalah
ucapan berupa shalawat ata Nabi Muhammad saw. 10) Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
11) Tertib. c. Observasi
Melihat fenomena yang ada dilapangan, peneliti sangat memperhatikan keterampilan sekaligus bacaan yang ditampilkan oleh anak. Berikut penilaian keterampilan sekaligus bacaan yang ditampilkan oleh anak.
Tabel 9
Penilaian Keterampilan Gerakan Sekaligus Bacaan Shalat Anak Aspek
Penilaian
Nama Anak (Urut) Jumlah Skor Skor Maks % Ket 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berniat 5 4 4 4 3 3 4 5 5 4 41 50 82 Sangat Lancar Takbiratul Ikhram 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100 Sangat Lancar
Ruku‟ dan Bacaannya 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 45 50 90 Sangat Lancar I‟tidal dan Bacaannya 5 5 5 4 4 4 4 5 3 5 44 50 88 Sangat Lancar Sujud dan Bacaannya 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100 Sangat Lancar Iftirasy dan Bacaannya 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100 Sangat Lancar Tasyahud Akhir dan Bacaannya 5 5 4 4 4 3 4 3 4 5 41 50 82 Sangat Lancar Salam 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100 Sangat Lancar Rata-Rata 371 400 92,7 Sangat Lancar d. Refleksi
Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan, telah ada perubahan gerakan sekaligus bacaan yang dilakukan oleh anak-anak di Jorong Katialo. Mereka sudah bisa menyesuaikan gerakan dan bacaannya. Mereka sudah bisa melakukannya sesuai dengan apa yang diharapkan.