• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

3. Siklus pertama

Berikut ini diuraikan tahap penelitian tindakan kelas dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.

a. Perencanaan

Peneliti bersama dengan guru melakukan pemetaan prestasi siswa kelas XII IPS 3 untuk menentukan jumlah dan besaran kelompok. Dasar pemetaan prestasi siswa adalah hasil – hasil ulangan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sebelumnya. Setiap kelompok terdiri dari 3-4 orang

anggota kelompok yang memiliki prestasi yang beragam. Namun demikian variasi tiap-tiap kelompok diusahakan relatif kecil perbedaannya.

Kelas XII IPS 3 terdiri dari 39 orang siswa. Dari jumlah tersebut, siswa dibagi ke dalam 10 kelompok. Dengan demikian setiap kelompok terdiri dari 4 orang siswa dan hanya 1 kelompok yang terdiri dari 3 orang siswa. Setiap anggota kelompok akan berperan sebagai bagian akuntan, bagian keuangan, kurir ( bagian pembelian dan bagian penjualan), dan pihak di luar perusahaan. Untuk kelompok yang beranggotakan 3 orang, maka kelompok tersebut akan digenapi 1 orang mahasiswa. Daftar kelompok dapat dilihat pada lampiran 23, hal 223.

Setelah membentuk kelompok, guru bersama dengan peneliti menyiapkan beberapa perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam penerapan metode role playing. Berikut ini diuraikan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam role playing:

1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP)

Peneliti membuat RPP yang berisi tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, materi ajar, dan evaluasi. RPP menguraikan secara mendetail langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan selama proses pembelajaran. Hal ini akan membantu guru selama melaksanakan pembelajaran. RPP dapat dilihat pada lampiran 1, hal 119.

2) Media pembelajaran

Ada beberapa media pembelajaran yang harus disiapkan dalam pembelajaran berdasarkan metode role playing, diantaranya:

a) Bukti transaksi

Bukti transaksi yang harus disiapkan adalah faktur penjualan, slip gaji, nota kontan, bukti kas masuk (BKM), bukti kas keluar (BKK), dan memo. Bukti transaksi ini yang nantinya akan digunakan sebagai dasar pencatatan transaksi ke dalam jurnal.

b) Buku akuntansi

Buku akuntansi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah jurnal khusus, jurnal umum, jurnal penyesuaian, buku besar, dan laporan keuangan. Buku akan digunakan oleh bagian akuntansi untuk mencatat satu siklus akuntansi berdasarkan bukti transaksi yang ada. c) Papan nama

Papan nama yang dibuat adalah papan nama untuk bagian akuntansi, bagian keuangan, bagian kurir, dan pihak diluar perusahaan. Papan nama ini nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi masing-masing peran.

d) Uang-uangan

Uang-uangan ini digunakan untuk melakukan transaksi seperti pembelian secara tunai, penjualan secara tunai, pembayaran gaji, pelunasan utang, dan pelunasan piutang.

e) Instruksi tiap bagian

Instuksi tiap bagian merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa dalam memerankan tugas atau perannya masing-masing. Instruksi tiap bagian dalam hal ini akan saling terkait sehingga membentuk suatu kegiatan yang utuh.

f) Media pembelajaran yang lain

Media pembelajaran lain yang harus disiapkan adalah amplop/map, papan tulis, dan timer.

3) Materi pelajaran

Materi pelajaran ini adalah siklus akuntansi perusahaan dagang. Materi yang disiapan berupa penjelasan secara garis besar saja mulai dari pencatatan transaksi ke dalam buku besar sampai dengan pembuatan laporan keuangan.

4) Instrumen penelitian

Peneliti menyiapkan instrumen penelitian yang diperlukan dalam mengumpulkan data. Beberapa instrumen yang harus disiapkan adalah: a) Lembar observasi terhadap kegiatan guru

Lembar observasi kegiatan guru digunakan untuk mengetahui perilaku guru saat penerapan metode role playing pada pembelajaran siklus akuntansi perusahaan dagang.

Lembar observasi kegiatan siswa digunakan untuk mengetahui perilaku siswa di kelas saat penerapan metode role playing pada pembelajaran siklus akuntansi perusahaan dagang.

c) Lembar observasi terhadap keadaan kelas

Lembar observasi keadaan kelas digunakan untuk mencatat keadaan kelas selama penerapan metode role playing pada pembelajaran siklus akuntansi perusahaan dagang.

d) Instrumen refleksi

Setelah siklus pertama proses pembelajaran selesai, maka guru dan siswa melakukan refleksi pembelajaran. Refleksi bertujuan untuk menganalisis, memaknai, dan membuat kesimpulan dari pembelajaran. Refleksi dapat digunakan untuk perbaikan pada siklus kedua jika masih ada beberapa hal pada siklus pertama yang belum berhasil.

5) Simulasi

Simulasi dilakukan untuk menyiapkan atau memantapkan siswa pada saat pelaksanaan role playing. Simulasi dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Februari 2010 dari pukul 08.15 sampai dengan 09.00. Saat simulasi, guru bersama dengan peneliti menjelaskan alur pelaksanaan role playing. Guru memberikan gambaran kepada siswa akan tugas yang harus dilakukan pada saat pelaksanaan role playing dengan melakukan simulasi. Untuk simulasi guru meminta kesediaan beberapa siswa untuk menjadi simulator. Banyak siswa yang berkeinginan

melakukan simulasi, oleh karena itu guru hanya memberikan kesempatan kepada satu kelompok siswa yang melakukan simulasi. Simulasi ini bertujuan agar siswa semakin memahami akan tugas yang harus dilakukan pada saat role playing.

Simulasi dilaksanakan selama satu jam pelajaran. Pada saat simulasi, siswa yang kurang paham akan tugas sesuai dengan perannya dapat bertanya kepada guru dan peneliti. Guru akan membantu siswa untuk menjelaskan tugas dari setiap peran. Dengan demikian, para siswa tidak melakukan kekeliruan yang tidak perlu dalam melaksanakan role playing, dan pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

b. Tindakan

Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Februari 2010. Pelaksanaan penelitian dimulai pukul 8.15 sampai dengan 10.00 WIB atau 2 JP. Jumlah siswa yang hadir sebanyak 39 orang. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh guru mitra dengan dibantu oleh peneliti.

Guru mengawali kegiatan belajar mengajar dengan memberikan salam pembuka kepada siswa. Sebelum role playing dilaksanakan, guru menjelaskan secara singkat mengenai siklus akuntansi perusahaan dagang. Materi yang dijelaskan guru adalah tahap pencatatan transaksi dari buku jurnal sampai dengan pembuatan laporan keuangan. Hal ini dilakukan agar siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari.

Saat guru telah menyelesaikan penjelasan siklus akuntansi perusahaan dagang, guru mengajak siswa untuk mengatur tempat. Tempat diatur sedemikian rupa agar siswa dapat bergerak dengan leluasa saat melaksanakan role playing. Oleh karena ruang kelas yang kurang luas, maka jarak antar satu kelompok dengan kelompok yang lain diatur sedemikian rupa agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara lancar.

Setelah pengaturan tempat selesai, guru dibantu oleh peneliti membagikan media yang digunakan untuk role playing. Bagian akuntansi akan menerima buku jurnal, buku besar utama, buku besar pembantu, dan buku laporan keuangan. Bagian kurir akan menerima bukti transaki, uang-uangan, dan barang dagang. Bagian keuangan menerima uang - uang-uangan, bukti transkasi, dan buku keuangan. Sedangkan pihak di luar perusahan akan menerima bukti transaksi dan uang-uangan. Selain menerima media sesuai dengan peran masing-masing, setiap anggota kelompok menerima instruksi pada tiap - tiap bagiannya. Instruksi tiap bagian membantu siswa dalam pelaksanaan role playing. Dalam instruksi tersebut dipaparkan langkah – langkah kegiatan yang harus dilaksanakan oleh siswa sesuai dengan perannya. Saat semua media telah dibagikan kepada siswa, maka role playing dimulai.

Pemandu role playing, dilakukan oleh peneliti, sedangkan guru mendampingi siswa. Pelaksanaan role playing diawali dengan pembacaan gambaran umum perusahaan. Setelah selesai membacakan gambaran

umum, peneliti menginstruksikan kepada siswa untuk menyelesaikan transaksi pertama. Waktu pengerjaan setiap transaksi adalah 2 menit. Sedangkan waktu yang diberikan kepada bagian akuntansi untuk membuat laporan keuangan adalah 15 menit. Prosedur pelaksanaan role playing adalah sebagai berikut:

1. Peneliti memberikan instruksi kepada siswa untuk menyelesaikan transkasi pertama.

2. Siswa yang perannya terkait dengan transaksi tersebut melaksanakan tugasnya sesuai dengan instruksi yang telah dipegang.

3. Bukti transaksi yang berasal dari transaki tersebut akan dicatat oleh bagian akuntansi dalam buku jurnal.

4. Setelah waktu pengerjaan transaksi yang pertama selesai peneliti menginstruksikan kepada siswa untuk menyelesaikan transaksi berikutnya.

5. Ketika semua transaksi telah diselesaikan, bagian akuntansi membuat laporan keuangan.

Selama pelaksanaan role playing berlangsung, guru memberikan pendampingan kepada siswa. Pendampingan dilakukan oleh guru dengan mengamati pekerjaan tiap kelompok. Ketika ada beberapa kelompok yang medianya kurang lengkap, maka guru akan melengkapinya. Selain itu, ketika ada beberapa siswa yang tidak serius memainkan perannya maka guru akan menegurnya.

Setelah role playing selesai, guru mengajak siswa untuk merefleksikan proses belajar mengajar yang baru saja berlangsung. Setelah refleksi selasai, guru memberikan salam penutup kepada siswa. Untuk post test akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya.

c. Observasi

Observasi dilaksanakan bersamaan dengan tindakan. Cakupan observasi adalah pengamatan terhadap perilaku guru, pengamatan terhadap perilaku siswa, dan pengamatan terhadap kelas selama proses belajar mengajar dengan menggunakan metode role playing berlangsung. Berikut ini dipaparkan hasil observasi:

1. Observasi terhadap perilaku guru

Pada awal pelajaran, guru melakukan kegiatan pembuka dengan memberikan salam kepada siswa. Guru mengingatkan kembali materi siklus akuntansi perusahaan dagang kepada siswa dengan memberikan penjelasan singkat. Saat memberikan penjelasan, suara guru cukup keras sehingga terdengar sampai belakang.

Saat siswa telah mengingat kembali materi siklus akuntansi perusahaan dagang, guru mengajak siswa untuk menyiapkan tempat dalam rangka pelaksanaan role playing. Dalam pelaksanaan role playing guru dibantu oleh peneliti. Guru berperan mendampingi siswa dalam memainkan peran dalam role playing. Sedangkan peneliti berperan sebagai instruktur pelaksanaan role playing. Ketika mendampingi siswa guru bersikap santai namun serius. Saat ada siswa

yang kurang serius atau bercanda dalam memainkan perannya, maka guru akan menegur siswa tersebut.

Pada saat role playing telah selesai, guru memberikan penguatan kepada siswa atas peran yang dimainkan. Penguatan yang diberikan guru kepada siswa berupa anggukan kepala atau senyuman, serta pujian. Selain itu, guru mengajak siswa untuk merefleksikan proses pembelajaran yang baru saja dilaksanakan. Berikut ini disajikan tabel hasil observasi terhadap perilaku atau aktivitas guru selama proses pembelajaran dengan menggunakan role playing berlangsung:

Tabel 5.4

Hasil Observasi Aktivitas Guru Saat Penerapan Metode Role Playing

NO. ASPEK YANG DIAMATI SKOR I

II

III

PRA PEMBELAJARAN

1. Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media 2. Memeriksa kesiapan siswa MEMBUKA PEMBELAJARAN

1. Melakukan kegiatan apersepsi

2. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatannya KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A. Penguasaan materi pelajaran

1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran

2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan

3. Menyampaikan materi sesuai dengan hirarki belajar

4. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan

B. Pendekatan/strategi pembelajaran

1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan

1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

kompetensi yang akan dicapai

2. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa 3. Melaksanakan pembelajaran secara runtut 4. Melaksanakan pembelajaran yang

terkoordinasi

5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual

6. Mengakomodasi adanya keragaman budaya nusantara

7. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif

8. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang dialokasikan

C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar

1. Menunjukkan keterampilan dalam menggunakan media

2. Menghasilkan pesan yang menarik 3. Menggunakan media secara efektif dan

efisien

4. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media D. Pembelajaran yang memicu dan

memelihara keterlibatan siswa

1. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran

2. Merespons positif partisipasi siswa 3. Memfasilitasi terjadinya interaksi

guru-siswa dan guru-siswa-guru-siswa

4. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa

5. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif

6. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar

E. Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi

1. Menumbuhkan sikap ekonomis 2. Menumbuhkan sikap produktif F. Penilaian proses dan hasil belajar

1. Melakukan penilaian awal

1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

IV

2. Memantau kemajuan belajar 3. Memberikan tugas sesuai dengan

kompetensi

4. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi

G. Penggunaan bahasa

1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar

2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar

3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai

PENUTUP

C. Refleksi dan rangkuman pembelajaran 1. Melakukan refleksi pembelajaran dengan

melibatkan siswa

2. Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa

D. Pelaksanaan tindak lanjut

1. Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi

2. Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai pengayaan 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5

2. Observasi terhadap perilaku siswa

Pada awal pelajaran siswa menyiapkan perlengkapan yang akan digunakan pada pelaksanaan role playing. Sebelum melaksanakan role playing, siswa menerima penjelasan tentang siklus akuntansi perusahaan dagang. Saat siswa diberi penjelasan umum tentang siklus akuntansi perusahaan dagang, mereka menanggapinya dengan baik. Namun masih ada beberapa siswa yang kurang serius dalam memperhatikan penjelasan guru. Jika ada hal yang kurang dimengerti maka mereka akan bertanya kepada guru. Secara umum, siswa tidak

banyak masalah dalam mengingat materi tersebut karena sebelumnya mereka telah mempelajarinya.

Saat diminta guru untuk membantu menyiapkan tempat, siswa membantu dengan serius. Selanjutnya siswa menempatkan diri sesuai dengan peran masing – masing. Siswa akan menerima media yang digunakan dalam role playing sesuai dengan perannya. Selain itu, siswa juga mendapat instruksi sesuai dengan peran yang dimainkan. Saat siswa menerima instruksi sesuai dengan bagiannya, siswa membaca instruksi tersebut dalam tenggang waktu sebelum role playing dimulai. Hal ini dilakukan agar siswa lebih mudah dalam melaksanakan perannya.

Waktu pelaksanaan role playing dimulai, siswa memperhatikan instruksi dari peneliti. Saat instruksi telah dibacakan, siswa melakukan kegiatan sesuai dengan instruksi yang dipegang. Setiap kelompok harus mampu bekerja sama supaya dapat menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang. Dengan demikian, diperlukan keseriusan dan kerja sama dari siswa dalam melaksanakan perannya. Namun, ada 1 kelompok yang kurang serius saat memainkan perannya. Hal ini terlihat saat mereka menyelesaikan transaksi mereka bercanda sendiri. Bagian akuntansi kelompok tersebut juga tidak serius dalam mencatat transaksi ke dalam buku besar.

Secara umum pelaksanaan role playing dapat berjalan dengan baik, walaupun siswa terkadang membuat keributan. Keributan yang

dilakukan oleh siswa terkait dengan tugas yang diperankannya. Pada akhir pelajaran, siswa diajak untuk melakukan refleksi atas apa yang telah dipelajari. Berikut ini disajikan hasil obervasi terhadap perilaku siswa di kelas selama proses belajar mengajar dengan menggunakan metode role playing berlangsung;

Tabel 5.5

Hasil Observasi Terhadap Perilaku Siswa Saat Penerapan Metode Role Playing.

No Aspek yang diamati Ya Tidak Keterangan 1 Siswa siap mengikuti

proses pembelajaran

√ 2 Siswa memperhatikan

penjelasan guru

√ Ada 6 orang siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru. 3 Siswa menanggapi pembahasan pelajaran. √ 4 Siswa mencatat hal-hal

penting

√ 5 Siswa mengerjakan tugas

dengan baik

√ Siswa memerankan tugasnya masing-msing denagn baik. Ada 1 kelompok yang tidak memainkan peran dengan baik.

Ada kurang lebih 9 orang yang memainkan peran sambil berbicara dengan anggota kelompoknya.

3. Observasi terhadap kelas

Pelaksanaan role playing untuk pembelajaran siklus akuntansi perusahaan dagang membutuhkan penataan ruang kelas yang baik. Hal

ini bertujuan agar role playing dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, ruang kelas disusun dengan layout tertentu. Tidak seperti biasanya, di mana tempat duduk disusun menghadap ke depan. Pada pelaksanaan role playing, tempat duduk siswa disusun berhadapan dalam kelompok – kelompok. Susunan ini dibuat agar siswa memiliki ruang gerak yang cukup dan memudahan pelaksanaan role playing.

Ruang yang tidak begitu luas membuat kelas terasa sempit. Hal ini membuat jarak antara satu kelompok dengan kelompok yang lain relatif tidak jauh. Susunan kelas yang berbeda dari biasanya ini, membuat kelas memiliki suasana baru dan tidak membosankan. Selain itu, ruang kelas juga tidak begitu panas seperti biasanya. Keadaan kelas yang demikian ini membantu siswa untuk dapat melakukan proses belajar mengajar dengan nyaman.

Saat pelaksanaan role playing, ruang kelas disusun lebih rapi agar siswa merasa nyaman untuk belajar. Pencahayaan kelas juga tidak terganggu oleh susunan tempat yang berbeda. Sirkulasi udara juga berjalan dengan baik. Lingkungan kelas selama pembelajaran dengan menggunakan metode role playing berlangsung tidak terganggu oleh aktivitas kelas yang lain. Selain itu, kendaraan yang lalu lalang di jalan juga tidak mengganggu. Suara peneliti yang memberikan instruksi dapat didengar oleh siswa dengan baik. Namun terkadang suara siswa yang sedang memerankan perannya membuat kelas agak gaduh.

d. Refleksi

Refleksi dilakukan guna melihat kembali apa yang telah dilakukan dalam proses pembelajaran, manfaat apa yang diperoleh, dan kendala apa yang dihadapi selama mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan metode role playing. Berikut ini disajikan refleksi guru dan refleksi siswa: 1. Refleksi siswa

Pada akhir siklus, siswa diajak untuk melakukan refleksi atas apa yang telah dilakukan selama proses pembelajaran dengan menggunakan role playing. Dari hasil refleksi, diketahui bahwa siswa merasa senang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode ini. Ada siswa yang berpendapat bahwa metode ini merupakan suatu inovasi baru untuk menyampaikan materi akuntansi agar akuntansi tidak lagi menjadi materi yang dianggap sulit dan menakutkan. Ada siswa mengungkapkan bahwa dengan metode role playing pembelajaran seperti kenyataan di lapangan, sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang sedang dipelajari. Siswa yang berperan sebagai bagian akuntansi merasa seolah-olah mereka menjadi seorang akuntan sungguhan.

Kendala yang dihadapi selama pembelajaran dengan menggunakan role playing adalah masalah waktu dan tempat. Ruang kelas yang kurang luas membuat ruang gerak siswa kurang leluasa. Selain itu, waktu yang terbatas membuat siswa tidak optimal dalam memainkan peran. Khusus untuk siswa yang berperan sebagai bagian

akuntansi, merasa bahwa waktu yang disediakan masih kurang. Hal ini tampak dari hasil pekerjaan mereka yang belum selesai. Berikut ini disajikan rangkuman hasil refleksi siswa:

Tabel 5.6

Rangkuman Refleksi Siswa

No Uraian Komentar

1 Bagaimana menurut anda tentang

pembelajaran dengan menggunakan metode role playing (topik pembahasan, media pembelajaran, situasi kelas, penampilan guru, lingkungan kelas,dll)?

Dari 39 orang siswa, menyatakan bahwa bahwa mereka merasa senang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.

Media pembelajaran yang digunakan cukup menarik, dan seperti nyata.

Situasi kelas agak ribut ketika bermain peran.

2 Apakah anda berminat mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode role playing?

Dari 39 orang siswa semuanya berminat mengikuti pembelajaran dengan mneggunakan metode role playing, karena lebih memudahkan dalam memahami materi.

3 Apa yang anda lakukan selama pembelajaran dengan menggunakan metode role playing?

Selama pembelajaran siswa berperan sebagai bagian akuntan, kurir, keuangan, dan pihak di luara perusahaan. Bagian keuangan, kurir, dan pihak di luar perusahaan membuat bukti transaksi sesuai dengan transaksi, sedangkan bagian akuntansi mencatat

transaksi. 4 Apakah anda lebih

paham tentang materi siklus akuntansi

perusahaan dagang pada pembelajaran dengan menggunakan metode role playing?

Dari 39 orang siswa, ada 69,23 % atau 27 orang siswa yang

menyatakan lebih paham tentang siklus akuntansi perusahaan

dagang. Ada 25,65% atau 10 orang siswa yang merasa belum begitu paham dengan siklus akuntansi perusahaan dagang khusunya pada pembuatan laporan keuangan dikarenakan dalam pembelajaran ini tidak disediakan kertas kerja. Ada 5, 12% atau 2 orang siswa yang tidak paham akan siklus akuntansi perusahaan dagang setelah melaksanakan role playing. 5 Hambatan apa yang anda

temui selama

melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode role playing?

Hambatan yang dihadapi selama proses pembelajaran ini adalah masalah keterbatasan waktu sehingga ada beberapa kelompok yang belum dapat menyelesaikan laporan keuangannya. Untuk siswa yang berperan sebagai bagian akuntansi, kesulitan yang dihadapi umumnya pada saat mencatat bukti transaksi ke dalam buku jurnal dan membuat laporan keuangan. 6 Manfaat apa yang anda

peroleh pada

pembelajaran dengan

Manfaat yang diperoleh siswa dari pembelajaran dengan

menggunakan metode role playing?

ada 64,1% atau 25 orang

menyatakan bahwa mereka dapat semakin paham mengenai siklus akuntansi perusahaan dagang karena belajar dengan cara praktik langsung. 25,6% atau 10 orang siswa menyatakan bahwa mereka merasa ada terobosan baru dalam pembelajaran akuntansi sehingga mereka menjadi lebih paham mengenai tugas dari bagian

akuntansi, dan 10,3% atau 4 orang menyatakan bahwa mereka merasa menjadi seorang akuntan

sungguhan.

2. Refleksi guru

Di akhir siklus, guru melakukan refleksi untuk menganalisis, memaknai, dan membuat kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru berpendapat bahwa metode role playing dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap siklus akuntansi perusahaan dagang. Selain itu, dengan pembelajaran ini siswa semakin aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Keterlibatan dan keaktifan siswa, akan membantu siswa dalam memahami materi yang sedang dipelajari.

Pembelajaran dengan menggunakan metode role playing masih memerlukan perbaikan. Hal yang harus diperbaiki adalah masalah

seting tempat yang kurang rapi. Pelaksanaan role playing memerlukan susunan tempat yang baik agar dapat terlaksana dengan baik, sehingga penyusunan tempat harus disiapkan dengan sungguh. Selain itu, pembelajaran seperti ini lebih baik dilaksanakan pada akhir semester satu atau awal semester dua agar tidak mengalami keterbatasan waktu. Materi siklus akuntansi baru diajarkan pada kelas XII, dan pada semester dua kelas XII dipersiapkan untuk mengikuti UN. Dengan demikian waktu yang ada untuk menerapkan role playing terbatas. Berikut ini disajikan rangkuman hasil refleksi guru:

Tabel 5.7 Refleksi Guru

No Uraian Komentar

1 Kesan guru terhadap

komponen pembelajaran yang digunakan dalam

pembelajaran dengan menggunakan metode role playing.

Baik dan lengkap

2 Kesan guru terhadap aktifitas, partisipasi dan minat siswa

Dokumen terkait