• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 KARAKTER DUA BELAS MURID YESUS

A. SIMON PETRUS

nama Simon Petrus. Penasaran ingin mengenal kepribadian, kehidupan, dan pelayanan Simon Petrus? Mari kita menelitinya bersama-sama.

A. SIMON PETRUS

Bacaan Alkitab: Yohanes 1:40-44 dan Matius 4: 18

Setelah mendengarkan lagu di atas, tuliskan pendapatmu sebagai berikut! Menurut kamu, apakah yang terbaik yang dapat kita berikan kepada Tuhan? --- --- ---

AKTIVITAS 2. Ayo Meneliti

Namanya adalah Simon. Setelah bertemu Yesus, kemudian ditambahkan nama Petrus. Petrus adalah terjemahan Yunani dari kata Kefas - bahasa Aram- yang artinya batu padas, batu karang. Simon Petrus dilahirkan di Betsaida, mungkin sekali Simon Petrus pindah dan tinggal serta bekerja sebagai nelayan di Kapernaum. Di sanalah Simon dan Andreas, saudaranya, berjumpa dengan Yesus. Andreas-lah yang membawa dan memperkenalkan Simon kepada Yesus (Yohanes 1:40-42). Simon adalah nelayan atau penjala ikan. Ketika Tuhan Yesus melihat kedua bersaudara itu sedang menebarkan jala di danau, Ia memanggil mereka, dengan berkata, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala ikan” (Matius 4:19). Mereka segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus.

Simon Petrus mempunyai sifat-sifat alamiah yang amat menarik, ditambah karunia rohani dan pendidikan yang ia terima dari Yesus membuat banyak orang menyenanginya. Dalam berbicara dan bertindak, Simon Petrus tidak pernah meniru gaya dan kepribadian orang lain. Keaslian yang dimilikinya merupakan kemampuan untuk menjadi pemimpin. Ia adalah seorang yang tidak berpikir dalam-dalam, berhati ramah, suka menurut kata hati dan bertindak cepat, yang dikuasai oleh dorongan pada saat itu juga. Hal-hal tersebut dapat dilihat dalam Alkitab, antara lain: Matius 16:16-18; Markus 1:16-17; Kisah Para Rasul 2:38; 3:1-10. (Disadur dari http://abbah.yolasite.com.pdf. Jappy M. Pellokila, 12 Murid Tuhan Yesus)

2. Karakter Simon Petrus

a. Penuh Semangat, Cepat Mengaku, Cepat Mengingkari

Simon Petrus terkenal dengan karakternya cepat berbicara tanpa berfikir panjang, dan terlalu cepat juga mengingkari. Dalam beberapa kesempatan Petrus menunjukkan sikap ini, antara lain:

1) Saat Yesus menanyakan tentang siapakah Yesus dalam pandangan murid-murid-Nya, Petrus cepat menjawab bahwa Yesus adalah Mesias (Matius 16:16; Markus 8:29; Lukas 9:20).

2) Saat Yesus mengatakan bahwa jalan salib yang akan ditempuh Yesus dapat menggoncangkan iman murid-murid-Nya, Petrus dengan penuh semangat mengatakan bahwa hal itu tidak akan terjadi pada dirinya, imannya tidak akan pernah Bersama dengan teman sebangkumu mencari informasi tentang latar

goncang (Matius 26:33; Markus 14:29). Yesus memperingatkan Petrus akan pernyataannya yang menggebu-gebu ini, bahwa Petrus akan menyangkali Dia. Tetapi Petrus menyanggah hal itu meski nyawa menjadi taruhannya (Matius 26:35, Markus 14:31). Petrus juga menyatakan siap dipenjara dan mati bersama-sama dengan Yesus (Lukas 22:33). Saat Yesus sedang diadili di hadapan Mahkamah Agama Yahudi dan status Petrus sebagai salah seorang murid Yesus dipertanyakan, Petrus segera menyangkali, bahkan ia mengutuk dan bersumpah bahwa ia tidak mengenal Yesus (Matius 26:69-75; Markus 14:66-72; Lukas 22:56-62; Yohanes 18:15-18, 25-27). 3) Selain suka bicara secara spontan, tindakan Petrus yang tidak kalah mengejutkan

terjadi pada saat ia melihat Yesus berjalan di atas air. Petrus pun langsung turun dari perahu yang mengapung di tengah danau. Petrus meniru Yesus berjalan di atas air. Walau akhirnya ia mulai tenggelam, Petrus telah membagikan pelajaran iman yang berharga bagi banyak orang percaya (Matius 14:28-31).

4) Pemberani. Ketika Petrus berada jauh dari Yesus, bisa saja ia menyangkal- Nya, tetapi ia selalu berada tidak jauh dari Yesus, Petrus tampil sebagai pribadi pemberani yang mau melakukan apapun bagi Yesus, sekalipun tindakannya itu justru ditentang oleh Yesus. Tindakannya pada saat menebas telinga Malkhus, hamba Imam Besar, yang datang hendak menangkap Yesus di taman Getsemani mendapat kecaman dari Yesus (Matius 26:51-54; Markus 14:47; Lukas 22:5-51; Yohanes 18:10-11).

b. Suka Berkomentar

1) Petrus satu-satunya Rasul yang pernah menegur Yesus. Ketika Yesus berkata bahwa diri-Nya sebagai Anak Manusia yang akan menanggung penderitaan, Petrus langsung berkomentar dan menegor Yesus (Matius 16:21-23; Markus 8:31-33).

2) Petrus paling cepat merespon segala sesuatu yang disampaikan atau ditanyakan Yesus, dan terhadap apa yang didengar dan dilihatnya. Ketika Tuhan Yesus merasakan bahwa ada tenaga yang mengalir keluar dari dirinya, saat seorang perempuan yang sakit pendarahan menjamah jubah-Nya di tengah kerumunan orang banyak, Petrus menjawab, “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakkan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”(Markus 5:27-31). Petrus berkomentar tentang pohon ara yang kering karena dikutuk oleh Yesus (Markus 11:21), tentang pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus (Yohanes 13:6,8-9), meminta Yesus menjelaskan arti perumpamaan-Nya (Matius 15:15),

menanyakan hal pengampunan, dan hal-hal lainnya (Matius 17:4, Markus 9:5, 13:3, Lukas 9:33, 12:41; Yohanes 6:68; 13:36,37).

3) Rasa ingin tahu yang besar. Mungkin Petrus sendiri menyadari bahwa dari antara para rasul ia saja yang selalu banyak berkomentar atau bertanya. Namun Petrus tidak dapat menahan dirinya dari rasa ingin tahu. Karena itu, pada saat Yesus bicara tentang murid yang akan mengkhianati-Nya, Petrus sangat penasaran dan ingin tahu siapakah dia. Saat itu, Petrus memilih tidak bertanya langsung kepada Yesus melainkan meminta Yohanes untuk menyampaikan pertanyaannya tentang siapa murid yang dimaksudkan oleh Yesus itu (Yohanes 13:24). Di lain pihak, karena Petrus suka bertanya maka Yesus juga menantang Petrus untuk memberikan pendapatnya (Matius 17:2526) atau mengajukan pertanyaan yang tidak diduga oleh Petrus (Yohanes 21:15-17).

c. Cepat menyadari kesalahan dan bertobat

Selain memiliki karakter emosional yang keras, Petrus cepat menyadari kesalahannya. Beberapa peristiwa menunjukkan hal tersebut, antara lain:

1) Pada saat Yesus berkata kepadanya untuk menebarkan jalanya di tempat yang lebih dalam agar mendapatkan ikan, Petrus dengan jujur mengakui Yesus bahwa ia mau melakukannya hanya karena mengikuti arahan Yesus, tetapi sesungguhnya Petrus meragukan hasilnya sebab ia dan nelayan lainnya telah sepanjang malam

mengusahakan hal itu namun mereka tidak mendapatkan seekor ikan pun. Perkataan Yesus benar, mereka mendapatkan ikan dalam jumlah yang besar. Jala mereka hamper terkoyak, perahu-perahu nyaris tenggelam karena sarat dengan ikan. Menyadari bahwa ia sempat meragukan perkataan Yesus, maka Petrus tersungkur di hadapan Yesus dan mengakui kesalahannya (Lukas 5:4-8).

2) Pada peristiwa yang lain, perkataan Yesus bahwa Petrus akan menyangkal-Nya, benar-benar terjadi. Saat ayam berkokok, dari dalam ruangan sidang Yesus berpaling memandang Petrus. Petrus menyadari apa yang telah ia lakukan. Petrus meninggalkan tempatnya, keluar dan menangis dengan sedihnya (Matius 26:75; Markus 14:72; Lukas 22:61). (Disadur dari buku intisari cerita Alkitab perjanjian baru)

Keadaan sekitar kita bisa saja menekan dan nyaris membuat kita menyangkali iman kepercayaan kita sebagai umat kristiani, apalagi kita sebagai remaja Kristen yang

hidup ada di zaman ini, ada begitu banyak cobaan yang datang menghampiri kita. Namun apakah kita harus melakukan hal yang demikian, akankah kita tega menghianati cinta kasihNya yang begitu dalam bagi kita? Rasul Petrus pernah gagal dan berkhianat kepada Yesus, tetapi pada akhirnya dia menyadari kekeliruannya dan memohon ampun kepada Tuhan.

AKTIVITAS 3. Ayo Berkarya Produk: Tugas Mandiri

AKTIVITAS 4. Ayo Mewawancara

Secara berkelompok (4-5 orang) lakukanlah wawancara kepada pendeta di gerejamu seperti petunjuk berikut dibawah, dan kumpulkan pada pertemuan berikutnya. 1. Buatlah puisi cinta kepada Tuhan Yesus yang menggambarkan tentang:

Permohonan ampun atas perbuatan yang kalian lakukan yang mungkin telah mengkhianati-Nya, atau melanggar perintah-Nya. Atau menggambarkan ungkapan syukur atas kebaikan Tuhan Yesus dalam hidupmu.

2. 3.

Tuliskan pada kertas buffalo, dan di buat sekreatif mungkin. Wajib dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Bacakan puisimu di depan kelas (Praktek)

Tabel 5. 1 Format Wawacara Pertobatan

No Pertanyaan Jawaban

1. Adakah anggota jemaat yang mengalami pertobatan yang sangat signifikan selama bapak pendeta menjabat sebagai gembala?

2. Jika ada, bagaimana kehidupannya, sebelum dia bertobat? (sifat-sifat yang lama)

3. Bagaimana kehidupannya setelah

mengalami pertobatan? (perubahan yang sangat menonjol setelah bertobat)

3. Pelayanan Petrus

Setelah bertemu dengan Yesus, tanpa disadari oleh Petrus sendiri, dia telah mengalami banyak perubahan. Melalui pemanggilan Petrus menjadi rasul-Nya dan dalam kebersamaannya dengan Yesus dalam pelayanan bahkan diberbagai kesempatan, telah membentuk Petrus menjadi pribadi yang lebih baik. Petrus yang sebelumnya adalah orang yang cepat mengaku, cepat menyangkal, cepat bertindak, dan banyak karakter buruk lainnya. Setelah Petrus bertobat, ia menerima karunia Roh Kudus sehingga dapat bersaksi dengan berani, dan banyak jiwa yang percaya melalui pemberitaan Injil yang disampaikan. Petrus menjadi rasul besar yang gigih berjuang menyebarkan dan& mempertahankan kemurnian Injil Kristus, ia rela dipenjara bahkan mati dengan cara disalibkan seperti Tuhan Yesus tetapi dalam posisi yang terbalik, untuk mempertahankan imannya. Ini terjadi di Roma saat pemerintahan Nero (kr 64 M). Petrus menolak disalibkan dengan kepala di atas karena ia merasa tidak layak untuk mati dalam posisi yang sama seperti Yesus. Petrus dimakamkan di tempat yang kini persis di bawah altar utama Basilika Santo Petrus di Vatikan. Gereja Roma Katolik mencatat Rasul Petrus atau Santo Petrus sebagai Paus pertama mulai kurang lebih tahun 30 SM sampai dengan akhir hidupnya.

Simon Petrus selalu menempati urutan teratas dalam daftar para rasul dalam setiap kisah Injil. Hal ini memberi kesan bahwa para penulis Perjanjian Baru menganggap dia sebagai yang paling penting di antara Kedua belas murid. Ia tidak menulis sebanyak Yohanes atau Matius, tetapi ia muncul sebagai pemimpin yang paling berpengaruh di gereja yang mula- mula. Kisah pelayanannya tercatat di Alkitab, yaitu:

bertobat menjadi pengikut Yesus (Kisah Para Rasul 2:14-41).

b. Petruslah yang menyarankan agar para rasul segera mencari pengganti Yudas Iskariot (Kisah Para Rasul 1:22).

c. Petrus dan Yohanes adalah murid-murid pertama yang mengadakan mukjizat setelah hari Pentakosta, yaitu menyembuhkan seorang lumpuh di Gerbang Indah Kota Yerusalem (Kisah Para Rasul 3:1-11).

Kitab Kisah Para Rasul banyak menceritakan mengenai perjalanan Paulus, tetapi Petrus juga melakukan banyak perjalanan. Ia mengunjungi Antiokhia (Galatia 2:11), Korintus (I Korintus 1:12), dan mungkin juga Roma. Petrus merasa bebas untuk melayani orang- orang bukan Yahudi (Kisah Para Rasul 10), tetapi ia lebih dikenal sebagai rasul bagi orang Yahudi (Galatia 2:8). Gereja Katolik Roma merunut otoritas Paus sampai kepada Petrus, karena diduga bahwa Petrus adalah Uskup gereja di Roma ketika ia mati. Tradisi mengatakan bahwa Basilika St. Petrus di Roma dibangun di atas tempat Petrus dikuburkan. Jika kita membaca kitab-kitab Injil dan bagian awal dari Kitab Kisah Para Rasul secara teliti, tampak kecenderungan untuk mendukung tradisi bahwa Petrus adalah tokoh utama gereja yang mula-mula. (Disadur dari https://rubrikkristen.com)

AKTIVITAS 5. Ayo Mengelompokkan

Setelah membaca uraian di atas, kelompokkan mana karakter baik dan harus diteladani dan karakter yang tidak baik yang harus dihindari dari Simon Petrus! Lalu tuliskan komitmen pribadimu!

Tabel 5. 2 Karakter Petrus

NO Karakter Baik Karakter tidak baik Komitmen saya

1 2 3 4 5 Dst.

Mari Menyanyi: Ku Mau Cinta Yesus

Ku mau cinta Yesus selamanya (2x)

Meskipun badai silih berganti dalam hidupku Ku mau cinta Yesus selamanya

Ya Abba, Bapa, ini aku anak-Mu Layakkanlah seluruh hidupku Ya Abba, Bapa, ini aku anak-Mu Pakailah sesuai dengan rencana-Mu

1. Kehidupan Andreas

Dalam bahasa Yunani, Andreas artinya si pria. Andreas adalah sebuah nama Yunani yang berarti "gagah." Petunjuk lain dalam Injil menunjukkan bahwa Andreas kuat secara fisik dan seorang yang setia beriman. Andreas adalah saudara kandung dari Simon Petrus, ayahnya bernama Yunus atau Yohanes, seorang nelayan kaya, yang berasal dari Betsaida (Yohanes

Dokumen terkait