Akun ini terdiri dari: This account consisted of the following:
30 September 2014/ 30 September 2014
31 Desember 2013/ 31 December 2013
Rupiah Rupiah
Giro Demand deposits
- Pihak ketiga 260.127 228.159 - Third parties
- Pihak berelasi 305.111 370.651 - Related parties
Tabungan Savings
- Pihak ketiga 105.242 145.444 - Third parties
Deposito berjangka Time deposits
- Pihak ketiga 661.660 899.314 - Third parties
1.332.140 1.643.568
Valuta Asing Foreign Currencies
Giro Demand deposits
- Pihak ketiga 1.666 1.663 - Third parties
- Pihak berelasi 3.011 2.956 - Related parties
Call money Call money
- Pihak ketiga 86.073 - - Third parties
90.750 4.619
Simpanan dari bank-bank lain, yang merupakan pihak berelasi, diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar simpanan dari bank-bank lain diungkapkan pada Catatan 42.
Deposits from other banks, which were related parties, were disclosed in Note 44. Information with regards to the classification and fair value of deposits from other banks was disclosed in Note 42.
23. PERPAJAKAN 23. TAXATION
a. Liabilitas pajak penghasilan terdiri dari: a. Income tax liabilities consisted of: 30 September 2014/
30 September 2014
31 Desember 2013/ 31 December 2013
Pajak penghasilan pasal 25 Income tax article 25
Bank 24.861 -) Bank
Pajak penghasilan badan Corporate income tax
Bank 56.001 110) Bank
Jumlah 80.862 110) Total
b. Beban pajak terdiri dari: b. Tax expense consisted of: 30 September 2014/
30 September 2014
31 Desember 2013/ 31 December 2013
Pajak kini: Current tax:
Bank Bank
Pajak final 1.590 6.503 Final tax
Pajak kini 285.307 472.881 Current tax
Entitas Anak 52 - Subsidiary
286.949 479.384
Pajak tangguhan: Deferred tax:
Pembentukan dan pemulihan perbedaan temporer
Origination and reversal of temporary differencesm
Bank 109.667 87.260 Bank
Entitas Anak (2.225) 8.986 Subsidiary
107.442 96.246
Jumlah 394.391 575.630 Total
c. Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, Bank dan Entitas Anak menghitung dan melaporkan/menyetorkan pajak untuk setiap perusahaan sebagai suatu badan hukum yang terpisah (pelaporan pajak penghasilan konsolidasian tidak diperbolehkan) berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat menetapkan/mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai peraturan yang berlaku.
c. Under the taxation laws of Indonesia, the Bank and Subsidiary submit individual company tax returns (submission of consolidated income tax computation is not allowed) on a self-assessment basis. The tax authorities may assess/amend taxes within the statute of limitations under prevailing regulations.
d. Jumlah laba kena pajak Bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi dasar dalam pengisian SPT 2013.
d. The Bank’s taxable income for the year ended 31 December 2013 was used as the basis for annual tax return 2013.
e. Aset dan liabilitas pajak tangguhan yang signifikan pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:
e. The items that gave rise to significant portion of deferred tax assets and liabilities as of 30 September 2014 and 31 December 2013 were as follows:
30 September 2014/ 30 September 2014
31 Desember 2013/ 31 December 2013
Entitas induk - Bank: Parent company - Bank:
Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets:
Beban yang masih harus dibayar
dan liabilitas lain-lain 278.936 272.729) Accruals and other liabilities Liabilitas imbalan pasca-kerja 89.500 85.743)
Obligation for post-employment benefits Penyisihan penghapusan aset
non-keuangan 16.966 19.602)
Allowance for losses on non-financial assets Penyisihan penurunan nilai agunan
diambil alih 300 524)
Provision for decline in value of foreclosed assets Kerugian bersih penilaian aset
keuangan untuk tujuan
diperdagangkan 1.836 758)
Net loss on valuation of financial assets held for trading Lainnya - 4.746) Others
387.538 393.554)
Liabilitas pajak tangguhan: Deferred tax liabilities:
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset keuangan (220.676) (126.533)
Allowance for impairment losses on financial assets Penyusutan aset tetap dan
amortisasi aset takberwujud (23.254) (2.843)
Depreciation of premises and equipment and amortization
of intangible assets Kerugian yang belum direalisasi
atas perubahan nilai wajar efek-efek untuk tujuan investasi yang
tersedia untuk dijual - bersih 5.218 9.452)
Unrealized loss from change in fair value of
available-for-sale investment securities - net
Laba penjualan aset tetap - (917)
Gain on sale of premises and equipment
Lainnya (96) (629) Others
(238.808) (130.922)
Aset pajak tangguhan - bersih (Bank) 148.730 262.632) Deferred tax assets - net (Bank) Liabilitas pajak tangguhan - bersih
(Entitas Anak) (1.081) (3.307)
Deferred tax liabilities - net (Subsidiary)
Jumlah aset pajak tangguhan - bersih 147.649 259.325) Total deferred tax assets - net
f. Dalam jumlah aset (liabilitas) pajak tangguhan termasuk liabilitas pajak tangguhan yang berasal dari kerugian aktuarial (Catatan 26) sebesar Rp10.559 masing-masing pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013, serta kerugian yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar efek-efek untuk tujuan investasi yang tersedia untuk dijual (Catatan 13) sebesar Rp 5.218 pada tanggal 30 September 2014 dan Rp9.452 pada tanggal 31 Desember 2013 yang dicatat sebagai bagian dari unsur ekuitas konsolidasian.
f. Total deferred tax assets (liabilities) included the deferred tax liability arising from actuarial loss (Note 26) amounting to Rp10,559 as of 30 September 2014 and 31 December 2013, respectively, and unrealized loss from the change in fair value of available-for-sale investment securities (Note 13) amounting to Rp5.,218 as of 30 September 2014 and Rp9,452 as of 31 December 2013, which were recorded as part of consolidated equity.
g. Manajemen berpendapat bahwa aset pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan temporer kemungkinan besar dapat direalisasi pada tahun-tahun mendatang.
g. The management believes that total deferred tax assets arising from temporary differences are probable to be realized in the future years.
h. Pada tanggal 30 September 2014, terdapat beberapa Surat Ketetapan Pajak (SKP) yang telah diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar (”KPP WPB”) I sehubungan dengan tahun-tahun fiskal berikut ini:
h. As of 30 September 2014, there were various tax assessment letters (SKP) which has been issued by Large Taxpayers Office (LTO) related to the following fiscal years:
(1) Tahun fiskal 2001 dan 2002 (1) Fiscal years 2001 and 2002 KPP WPB I melakukan pemeriksaan pajak
atas seluruh pajak Bank untuk tahun fiskal 2001 dan 2002 berdasarkan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak (SP3) masing-masing pada tanggal 10 Juli 2006 dan 13 Juli 2006.
LTO I conducted tax audits on the Bank’s all taxes for fiscal years 2001 and 2002 based on Tax Audit Notification Letters dated 10 July 2006 and 13 July 2006, respectively. Sampai dengan 30 September 2014,
masalah perpajakan yang belum terselesaikan untuk tahun fiskal 2001 adalah yang terkait dengan Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Up to 30 September 2014, tax cases that have not been closed for fiscal year 2001 are related to corporate income tax and Value Added Tax (VAT).
Pada tanggal 23 Oktober 2008 KPP WPB I menerbitkan SKPKB tahun fiskal 2001 atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp8.024 dan SKP Nihil atas Pajak Penghasilan (PPh) Badan dengan hasil saldo rugi fiskal dikoreksi sebesar Rp116.324. Bank mengajukan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak atas Surat Ketetapan Pajak tersebut.
On 23 October 2008 LTO I issued SKPKB fiscal year 2001 on Value Added Tax (VAT) with total amount of Rp8,024 and nil tax assessment on corporate income tax but reduced the balance of tax loss carryforward by Rp116,324. The Bank submitted the tax objection letters to the Director General of Taxation.
Pada tanggal 10 dan 13 Nopember 2009, Direktur Jenderal Pajak menolak keberatan yang diajukan Bank atas SKP PPh Badan dan SKPKB PPN Dalam Negeri dan Bank mengajukan banding ke Pengadilan Pajak pada tanggal 11 Pebruari 2010. Berdasarkan putusan Pengadilan Pajak tanggal 11 Juni 2013, Pengadilan Pajak telah menerima seluruh permohonan banding Bank atas kedua sengketa pajak tersebut diatas (Bank menang).
On 10 and 13 November 2009, Director General of Taxation rejected the Bank’s objections on corporate income tax and SKPKB on onshore VAT and on 11 February 2010 the Bank submitted tax appeals to the Tax Court. Based on Tax Court decisions dated 11 June 2013, the Tax Court accepted the Bank’s appeals on both tax cases above (the Bank won).
Pengadilan Pajak melalui Pemberitahuan Permohonan Peninjauan Kembali dan Penyerahan Memori Peninjauan Kembali tanggal 30 Januari 2014 memberitahukan Bank bahwa Direktur Jendral Pajak mengajukan Permohonan/Memori Peninjauan Kembali ke Mahmakah Agung
atas SKPKB PPN dan PPh Badan tahun 2001. Sampai dengan tanggal 30 September 2014, upaya hukum peninjauan kembali tersebut masih dalam proses.
The Tax Court through Notification of Appeal for Judicial Review and Submission of Counter Memorandum dated 30 January 2014 notified the Bank that Director General of Taxation has filed an Appeal/ Memorandum of Judicial Review to Supreme Court for SKPKB VAT and corporate income tax fiscal year 2001. Up to 30 September 2014, the judicial review was still in process.
Pada tanggal 23 Januari 2007, KPP WPB I menerbitkan SKPKB tahun fiskal 2002 atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp12.965. Bank telah mengajukan keberatan atas SKPKB PPN tersebut.
On 23 January 2007, LTO I issued SKPKB fiscal year 2002 on Value Added Tax (VAT) amounted to Rp12,965. The Bank filed objection letters for the tax assessment letter.
(1) Tahun fiskal 2001 dan 2002 (lanjutan) (1) Fiscal years 2001 and 2002 (continued) Berdasarkan keputusan Direktur Jenderal
Pajak tanggal 14 April 2008, Direktur Jenderal Pajak menolak keberatan atas SKPKB PPN dan pada tanggal 10 Juli 2008, Bank mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas jumlah yang ditolak oleh Direktur Jenderal Pajak sebesar Rp9.448. Berdasarkan putusan Pengadilan Pajak tanggal 27 September 2010, Pengadilan Pajak telah menerima permohonan banding Bank. Sehubungan dengan putusan tersebut, Bank telah menerima pengembalian pajak sejumlah Rp9.448
pada tanggal 2 Nopember 2010 dan kompensasi
bunganya sebesar Rp4.535 pada tanggal 30 Nopember 2010. Pengadilan Pajak melalui Pemberitahuan Permohonan Peninjauan Kembali dan Penyerahan Memori Peninjauan Kembali tanggal 17 Januari 2011 memberitahukan Bank bahwa Direktur Jenderal Pajak mengajukan Permohonan/ Memori Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas SKPKB PPN tahun 2002. Bank telah mengajukan Kontra Memori Peninjauan Kembali kepada Mahkamah Agung pada tanggal 25 Pebruari 2011. Pada tanggal 16 September 2013, Bank telah menerima putusan Mahkamah Agung, dimana Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Direktur Jenderal Pajak (Bank menang).
Based on the decision dated 14 April 2008, the Director General of Taxation rejected the objections on VAT assessment and on 10 July 2008, the Bank filed appeal letters for the rejected amount of Rp9,448 to the Tax Court. Based on the Tax Court decision dated 27 September 2010, the Tax Court accepted the Bank's appeals, and the Bank received the tax refunds of Rp9,448 on 2 November 2010 and its interest compensation of Rp4,535 on 30 November 2010. The Tax Court through Notification of Appeal for Judicial Review and Submission of Counter Memorandum dated 17 January 2011 notified the Bank that the Director General of Taxation has filed an Appeal/ Memorandum for Judicial Review to the Supreme Court on SKPKB VAT for fiscal year 2002. On 25 February 2011, the Bank has submitted the Judicial Review Counter Memorandum to the Supreme Court. On 16 September 2013, the Bank received the Supreme Court decision, in which the Supreme Court rejected the Director General of Taxation Memorandum for Judicial Review (the Bank won).
(2) Tahun fiskal 2004 (2) Fiscal year 2004
Berdasarkan surat KPP WPB I tanggal 14 Maret 2006 tentang Surat Perintah Pemeriksaan Pajak (SP3), Kantor Pajak melakukan pemeriksaan atas seluruh pajak Bank untuk tahun fiskal 2004. Pada tanggal 23 Januari 2007, KPP WPB I menerbitkan beberapa SKPKB atas hasil pemeriksaan pajak tahun fiskal 2004 tersebut dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp192.684. Bank telah melunasi SKPKB di atas dan telah mengajukan keberatan atas SKPKB tersebut.
Based on the Tax Audit Notification Letter from LTO I dated 14 March 2006, the tax authorities performed tax audit on the Bank’s all taxes for fiscal year 2004. On 23 January 2007, LTO I issued several SKPKB as the tax audit result for fiscal year 2004 with the total amount of Rp192,684. The Bank paid all the tax payables on SKPKB and filed objection letters for the above tax assessments letters.
(2) Tahun fiskal 2004 (lanjutan) (2) Fiscal year 2004 (continued) Pada tanggal 2 April 2008, Direktur Jenderal
Pajak menerima sebagian keberatan Bank atas PPh Badan, sehingga jumlah PPh yang masih harus dibayar berkurang dari sejumlah Rp170.727 menjadi Rp119.079. Atas keputusan tersebut, pada tanggal 1 Juli 2008, Bank mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. Berdasarkan putusan Pengadilan Pajak tanggal 5 Juli 2010, Pengadilan Pajak telah mengabulkan permohonan banding Bank atas SKPKB PPh Badan tersebut. Pengadilan Pajak melalui Pemberitahuan Permohonan Peninjauan Kembali dan Penyerahan Memori Peninjauan Kembali tanggal 15 Oktober 2010 memberitahukan Bank bahwa Direktur Jenderal Pajak mengajukan Permohonan/ Memori Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Bank juga telah mengajukan Kontra Memori Peninjauan Kembali kepada Mahkamah Agung pada tanggal 19 Nopember 2010. Sampai dengan tanggal 30 September 2014, upaya hukum peninjauan kembali tersebut masih dalam proses.
On 2 April 2008, the Director General of Taxation partially approved the Bank’s objection on Corporate Income Tax which adjusted the tax to be paid from Rp170,727 to Rp119,079. On 1 July 2008, the Bank submitted an appeal letter to the Tax Court. Based on the Tax Court decision on 5 July 2010, the Tax Court accepted the Bank’s appeal on the above SKPKB of Corporate Income Tax. The Tax Court through Notification of Appeal for Judicial Review and Submission of Counter Memorandum dated 15 October 2010 notified the Bank that the Director General of Taxation filed an Appeal/Memorandum for Judicial Review to the Supreme Court. On 19 November 2010, the Bank has also submitted the Judicial Review Counter Memorandum to the Supreme Court. Up to 30 September 2014, the judicial review was still in process.
Pada tanggal 11 dan 14 April 2008, Direktur Jenderal Pajak menerima keberatan Bank atas PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4(2), sehingga jumlah PPh yang masih harus dibayar berkurang dari jumlah Rp6.507 menjadi Rp2.693 untuk PPh Pasal 23, dan dari sejumlah Rp10.504 menjadi Rp9.865 untuk PPh Pasal 4(2). Atas keputusan keberatan tersebut, pada tanggal 10 Juli 2008, Bank telah mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. Berdasarkan putusan Pengadilan Pajak tanggal 20 Januari 2012, Pengadilan Pajak telah mengabulkan permohonan banding Bank atas SKPKB PPh Pasal 4(2) sejumlah Rp2.674. Pengadilan Pajak melalui Pemberitahuan Permohonan Peninjauan Kembali dan Penyerahan Memori Peninjauan Kembali pada tanggal 30 Mei 2012 memberitahukan Bank bahwa Direktur Jenderal Pajak mengajukan Permohonan/Memori Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung.
Pada tanggal 27 Juli 2012, Pengadilan Pajak telah mengabulkan permohonan banding Bank atas SKPKB PPh Pasal 23 sejumlah Rp1.836. Pada tanggal 27 Oktober 2012, Direktur Jenderal Pajak mengajukan Permohonan/Memori Peninjauan Kembali atas kasus tersebut ke Mahkamah Agung. Sampai dengan tanggal 30 September 2014, upaya hukum peninjauan kembali tersebut masih dalam proses.
On 11 and 14 April 2008, the Director General of Taxation approved the Bank’s objection on income tax article 23 and article 4(2), which adjusted the amount of tax to be paid from Rp6,507 to Rp2,693 for income tax article 23 and from Rp10,504 to Rp9,865 for income tax article 4(2). Against the decision, on 10 July 2008, the Bank filed appeal letters to the Tax Court. Based on the Tax Court decision dated 20 January 2012, the Tax Court approved the Bank’s objection on income tax article 4(2) amounting to Rp2,674. The Tax Court through Notification of Appeal for Judicial Review and Submission of Counter Memorandum dated 30 May 2012 notified the Bank that the Director General of Taxation filed an Appeal/Memorandum for Judicial Review to the Supreme Court. On 27 July 2012, the Tax Court accepted the Bank’s appeal on SKPKB income tax article 23 which the amount of tax underpayment was adjusted to Rp 1,836. On 27 October 2012, Director General of Taxation filed an Appeal/Memorandum for Judicial Review for the case to the Supreme Court. Up to 30 September 2014, the judicial review was still in process.
(3) Tahun fiskal 2005 (3) Fiscal year 2005 Melalui surat KPP WPB I tanggal 4 Mei 2006
tentang Surat Perintah Pemeriksaan Pajak (SP3), Kantor Pajak melakukan pemeriksaan atas seluruh pajak Bank untuk tahun fiskal 2005. Pada tanggal 13 Maret 2007, KPP WPB I menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) untuk Pajak Penghasilan Badan sejumlah Rp36.413 dan SKPKB untuk jenis pajak penghasilan lainnya sejumlah Rp9.463. Bank mengajukan keberatan atas SKPLB dan beberapa SKPKB tersebut.
Based on the Tax Audit Notification Letter from LTO I dated 4 May 2006, the tax authorities performed a tax audit on the Bank’s all taxes for fiscal year 2005. On 13 March 2007, LTO I issued assessment letter of tax overpayment (SKPLB) for Corporate Income Tax of Rp36,413 and SKPKB of Rp9,463 for other income taxes. The Bank filed objection letters for SKPLB and several SKPKB.
Pada tanggal 2 April 2008, Direktur Jenderal Pajak menolak keberatan yang diajukan Bank atas SKPLB PPh Badan. Atas penolakan tersebut, pada tanggal 1 Juli 2008, Bank telah mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. Pada tanggal 7 Juli 2010 Pengadilan Pajak mengabulkan permohonan banding Bank sehingga SKPLB PPh Badan menjadi sejumlah Rp69.551. Pengadilan Pajak melalui Pemberitahuan Permohonan Peninjauan Kembali dan Penyerahan Memori Peninjauan Kembali tanggal 15 Oktober 2010 memberitahukan Bank bahwa Direktur Jenderal Pajak mengajukan Permohonan/Memori Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Bank juga telah mengajukan Kontra Memori Peninjauan Kembali kepada Mahkamah Agung pada tanggal 19 Nopember 2010. Pada tanggal 16 September 2013, Bank telah menerima putusan Mahkamah Agung, dimana Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Direktur Jenderal Pajak (Bank menang).
On 2 April 2008, the Director General of Taxation rejected the Bank’s objection on Corporate Income Tax and on 1 July 2008, the Bank submitted an appeal letter to the Tax Court. On 7 July 2010, the Tax Court accepted the Bank’s appeal so the amount of SKPLB was adjusted to Rp69,551. The Tax Court through Notification of Appeal for Judicial Review and Submission of Counter Memorandum dated 15 October 2010 notified the Bank that the Director General of Taxation filed an Appeal/Memorandum for Judicial Review to the Supreme Court. On 19 November 2010, the Bank has also submitted the Judicial Review Counter Memorandum to the Supreme Court. On 16 September 2013, the Bank received the Supreme Court decision, in which the Supreme Court rejected the Director General of Taxation Memorandum for Judicial Review (the Bank won).
Pada tanggal 28 Mei 2008, Direktur Jenderal Pajak menerima keberatan Bank atas PPh Pasal 23 sehingga jumlah PPh yang masih harus dibayar berkurang dari sejumlah Rp2.134 menjadi Rp1.449. Atas putusan tersebut, pada tanggal 20 Agustus 2008, Bank mengajukan banding ke Pengadilan Pajak dan berdasarkan putusan Pengadilan Pajak tanggal 26 Agustus 2010, Pengadilan Pajak telah mengabulkan permohonan banding Bank atas SKPKB PPh Pasal 23 sejumlah Rp1.242. Pengadilan Pajak melalui Pemberitahuan Permohonan Peninjauan Kembali dan Penyerahan Memori Peninjauan Kembali tanggal 10 Desember 2010 memberitahukan Bank bahwa Direktur Jenderal Pajak mengajukan Permohonan/ Memori Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Bank juga telah mengajukan Kontra Memori Peninjauan Kembali kepada Mahkamah Agung pada tanggal 14 Januari 2011. Pada bulan Maret 2013, Bank telah menerima putusan Mahkamah Agung, dimana Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Direktur Jenderal Pajak (Bank menang).
On 28 May 2008, the Director General of Taxation accepted the Bank’s objection on income tax article 23, which adjusted the amount of taxes to be paid from Rp2,134 to Rp1,449. On 20 August 2010, the Bank submitted appeal letters to the Tax Court and based on the Tax Court decision dated 26 August 2008, the Tax Court accepted the Bank’s appeal for SKPKB on income tax article 23 of Rp1,242. The Tax Court through Notification of Appeal for Judicial Review and Submission of Counter Memorandum dated 10 December 2010 notified the Bank that the Director General of Taxation filed an Appeal/ Memorandum for Judicial Review to the Supreme Court. On 14 January 2011, the Bank also submitted the Judicial Review Counter Memorandum to the Supreme Court. In March 2013, the Bank received the Supreme Court decision, in which the Supreme Court rejected the Director General of Taxation Memorandum for Judicial Review (the Bank won).
(4) aTahun fiskal 2010 (4) Fiscal year 2010 Berdasarkan surat KPP WPB I tanggal
4 Agustus 2011 tentang Surat Perintah Pemeriksaan Pajak (SP3), Kantor Pajak melakukan pemeriksaan atas seluruh pajak Bank untuk tahun fiskal 2010. Pada tanggal 29 Mei 2012, KPP WPB I menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) untuk pajak penghasilan badan, dimana jumlah lebih bayar pajak berkurang dari Rp106.125 menjadi Rp88.078, dan beberapa SKPKB untuk jenis pajak penghasilan lainnya dan PPN serta STP PPN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp64.596. Berdasarkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP) tanggal 12 Juni 2012, Bank telah menerima pengembalian kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan berdasarkan SKPLB di atas sebesar Rp79.649 setelah dikurangi kurang bayar pajak berdasarkan hasil dari SKPKB dan denda pajak atas STP PPN di atas yang berjumlah Rp8.429. Pada tanggal 27 Juni 2012, Bank telah melunasi seluruh SKPKB dan STP PPN tersebut. Bank telah mengajukan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak pada tanggal 14 Agustus 2012. Berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pajak tanggal 22 Mei 2013 dan 4 Juni 2013, Direktur Jenderal Pajak menolak hampir seluruh keberatan yang diajukan Bank. Pada tanggal 13 Agustus 2013, 21 Agustus 2013 dan 1 Oktober 2013, Bank telah mengajukan banding ke Pengadilan Pajak dan sampai dengan tanggal 30 September 2014, Bank belum menerima hasil dari proses banding tersebut.
Based on the Tax Audit Notification Letter from LTO I dated 4 August 2011, the tax authorities performed tax audit for the Bank`s all taxes for fiscal year 2010. On 29 May 2012, LTO I issued assessment letter of tax overpayment (SKPLB) for corporate income tax which resulted in a decrease of tax overpayment from