• Tidak ada hasil yang ditemukan

I PENDAHULUAN Latar Belakang

IX. SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

1. a Tingkat kemampuan perempuan tani tergolong sedang yang dapat diartikan kurang memadai untuk mendukung ketahanan pangan rumahn tangga, namun secara parsial kemampuan teknis tergolong lebih baik dari kemampuan manajerial dan kemampuan sosial.

b Faktor-faktor yang berhubungan positif dan nyata dengan kemampuan perempuan tani adalah: (1) karakteristik pribadi perempuan tani (pendidikan non formal, motivasi, tanggungan keluarga); (2) sosial ekonomi rumah tangga (luas lahan dan pengambilan keputusan dalam rumah tangga); (3) dukungan lingkungan sosial budaya masyarakat (dukungan keluarga, nilai budaya dan keadilan jender); (4) akses terhadap sumber daya (akses lahan, teknologi, informasi dan pasar); (5) pandangan perempuan tani terhadap dukungan penyelenggaraan penyuluhan (kesesuain materi, metode dan media, waktu dan tempat penyuluhan, serta sikap penyuluh yang positif, intensitas penyuluhan dan kompetensi penyuluh).

2. a Tingkat partisipasi perempuan tani dalam mencapai ketahanan pangan rumah tangga tani masuk dalam kategori sedang (76.7 persen). Secara parsial, meskipun semua tahapan partisipasi tergolong sedang, partisipasi perempuan tani pada tahapan pelaksanaan (74.7 persen) dan perolehan manfaat (72.7 persen) relatif lebih baik dari pada tahapan perencanaan (63.7 persen) dan evaluasi (54 persen).

b Status ketahanan pangan rumah tangga dari sisi indeks ketahanan pangan tergolong kurang tahan pangan (82.3 persen). Secara parsial, komponen ketersediaan pangan tergolong sedang (67.7 persen), komponen akses pangan tergolong sedang (85 persen), dan komponen pemanfaatan pangan tergolong sedang (78.7 persen). Dari sisi energi, rumah tangga tergolong sangat rawan pangan (42.7 persen) dan rawan pangan (39.0 persen).

c Tingkat kemampuan perempuan tani berhubungan positif dan sangat nyata pada α=0.01dengan tingkat partisipasi perempuan tani dan indeks pangan rumah tangga, dan berhubungan positif dan nyata pada α=0.05 dengan energi rumah tangga

d Tingkat partisipasi perempuan tani berhubungan positif dan nyata pada α=0.05 dengan indeks pangan rumah tangga, tetapi tidak berhubungan dengan energi (TKE) rumah tangga. Partisipasi perempuan tani pada tahap perolehan manfaat berhubungan positif dan sangat nyata pada α=0.01 dengan indeks pangan rumah tangga, dan berhubungan positif dan nyata pada α=0.05 dengan energi rumah tangga

3. Strategi penyuluhan untuk peningkatan partisipasi perempuan tani dalam mencapai ketahanan pangan rumah tangga dilakukan dengan pendekatan input-proses-output-outcome-impact. Strategi ini memerlukan dukungan dan keterlibatan banyak pihak yang dapat bekerja sama dengan baik, memiliki

keberpihakan terhadap perempuan tani sebagai pelaku utama pencapaian ketahanan pangan rumah tangga dan komitmen yang tinggi untuk menyukseskan pencapaian ketahanan pangan rumah tangga demi kemajuan sumber daya manusia di Kabupaten Lombok Timur. Pihak-pihak tersebut terdiri dari perempuan tani sebagai pelaku utama dan laki-laki (suami) sebagai mitra perempuan tani; penyuluh dan kelayan strategis/agen perubahan (tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus PKK, kader posyandu, pengurus “Banjar”); pemerintah (Pemerintah Daerah dengan seluruh dinas terkait yaitu Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Peternakan, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Bakorluh dan BP4K), perguruan tinggi dan sumber informasi dan teknologi lainnya (LIPI dan BPTP), pihak swasta dan pihak penting lainnya, termasuk di dalamnya adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang relevan dengan program pencapaian ketahanan pangan rumah tangga.

Saran

1. Pencapaian ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Lombok Timur mutlak diupayakan karena dapat menentukan kualitas hidup sumber daya manusia. Upaya peningkatan ketahanan pangan rumah tangga perlu dilakukan dengan memfokuskan kepada peningkatan konsumsi pangan hewani oleh masyarakat. Oleh karenanya, Pemerintah Daerah harus memberikan perhatian yang sungguh-sungguh. Pemerintah Daerah harus mengupayakan koordinasi dan kerjasama yang baik dan efektif dengan pihak-pihak yang telah disebutkan di atas untuk menyiapkan anggaran APBD/CSR dan melakukan suatu rangkaian kegiatan dan proses pemberdayaan perempuan tani dan masyarakat dengan metode yang partisipatif.

2. Pemberdayaan perempuan tani dalam mencapai ketahanan pangan rumah tangga diprioritaskan untuk melakukan: (1) Penguatan kemampuan perempuan tani melalui kegiatan penyuluhan yang partisipatif yang diselenggarakan dan difasilitasi penyuluh dengan memperhatikan permasalahan dan pengalaman perempuan tani agar perempuan mampu berpartisipasi secara optimal dalam pencapaian ketahanan pangan rumah tangga; (2) Peningkatan partisipasi perempuan tani melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan mengenai implementasi komponen ketahanan pangan pada tahapan perencanaan, pelaksanaan, perolehan manfaat, dan evaluasi. Kegiatan pendampingan dilakukan agar perempuan tani berpartisipasi optimal pada semua tahap dan mampu mencapai ketahanan pangan rumah tangga.

3. Pemerintah daerah beserta dinas-dinas dan lembaga terkait berkoordinasi dan bekerja sama dalam melakukan kegiatan penguatan kemampuan penyuluh. Penyuluh memiliki peran yang strategis dalam melakukan kegiatan penyuluhan terhadap perempuan tani. Penguatan penyuluh merupakan hal yang sangat penting untuk mengawali dari seluruh rangkaian kegiatan dan proses bersama perempuan tani dan suami serta masyarakat luas. Untuk itu, penyuluh harus dibekali terlebih dahulu dengan pengetahuan dan

keterampilan yang menyeluruh dan sikap yang positif terkait dengan pelaksanaan kegiatan pada masing–masing komponen ketahanan pangan rumah tangga. Penyuluh juga harus dibekali dengan kemampuan memfasilitasi kegiatan pemberdayaan terhadap perempuan, suami dan masyarakat luas menggunakan metode partisipatif yang menempatkan perempuan sebagai sumber informasi atau subjek kegiatan; kemampuan pengembangan dan penyediaan sumber informasi yang mudah diakses, diperoleh dan dipahami oleh perempuan, suami dan masyarakat luas.

4. Melibatkan perempuan sebagai kelayan utama, suami sebagai kelayan mitra perempuan tani, dan kelayan strategis di setiap kegiatan dan rangkaian proses, seperti: pengembangan dan penyediaan sumber informasi, pembentukan dan penguatan kelompok sebagai wadah belajar dan kerja sama’

5. Peningkatan peran dan kemampuan tokoh agama “Tuan Guru” dan penguatan dan kemampuan kelayan strategis lainnya perlu dilakukan agar mereka memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang mendukung pencapaian ketahanan pangan rumah tangga, dan memiliki kemampuan berkomunikasi secara dialogis dan percaya diri untuk menyampaikan pesan atau materi terkait dengan pemanfaatan pangan yaitu konsumsi pangan yang berkualitas kepada perempuan tani, suami, dan masyarkat luas.

6. Peningkatan kualitas faktor usia perempaun tani yang tergolong muda dan dewasa awal dan faktor peran penting perempuan dalam pengambilan keputusan dalam rumah tangga untuk diarahkan pada kegiatan nyata untuk mengkonsumsi pangan yang berkualitas merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan penyadaran yang intensif, serta pendampingan secara terus menerus tentang pentingnya makanan yang berkualitas bagi setiap orang, dengan menggunakan metode dan media yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan perempuan.

111

DAFTAR PUSTAKA

Abdullahi YZ, Abdullahi H, Mohammed Y. [tahun tidak diketahui]. Food security first: the role of women through empowerement for sustainable food, general security and economic development in Nigeria. European Scientific Journal. May edition vol. 8, no.9 ISSN: 1857 – 7881 (Print) e - ISSN 1857- 7431 46.

Akeredolu. 2009. Female students’ participation in the University Mid-Career Agricultural Extension Training Programme in West Africa: Constraints and challenges. Journal of International Agricultural and Extension Education. Volume 25 [Internet]. [diunduh 16 September 2011]. Tersedia pada: http://www.aiaee.org/attachments/486_013.pdf.

Amanah S 2007. Makna penyuluhan dan transformasi perilaku penyuluhan. Jurnal Penyuluhan. 3(1):64-67.

Amirian, Baliwati YF, Kustiyah L. 2008. Ketahanan pangan rumah tangga petani sawah di wilayah enclave Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Jurnal Gizi dan Pangan. 3(3):132-138 [Internet]. [diunduh 3 Desember 2011]. Anonim. 2012. Women are key to agriculture and food security. Appropriate

Technology. 39(2) [Internet]. [Diunduh 3 April 2013]. Tersedian pada: www.appropriate-technology.org

Ariningsih E, Rachman HPS. 2008. Strategi peningkatan ketahanan pangan rumah tangga rawan pangan. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian 6(3): 239-255 [Internet]. [diunduh 3 Desember 2011]. Tersedia pada: http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content &task=view&id=537&Itemid=60.

Arumsari V, Rini WDE. 2008. Peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Pembangunan 13(1): 71-82 [Internet]. [diunduh 3 Januari 2012]. Tersedia pada: http://journal.uii.ac.id/index. php/JEP/article/view/52.

Babbie El. 2004. The Practice of Social Research. Edisi Keenam. Belmont, California (US) : Wadsworth Publishing Company.

Bachelet M. 2011. Empowering rural women and food security. Pidato dan Laporan Direktur Eksekutif Perempuan PBB pada acara Dialog Terbuka tentang Pemberdayaan Perempuan Pedesaan serta Ketahanan Pangan dan Gizi. New York, 22 September [Internet]. [diunduh 21 Maret 2012]. Tersedia pada: http://www.unwomen.org/2011/09/empowering-rural- women-and-foodsecurity/.

[BKP] Badan Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Barat. 2010. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Nusa Tenggara Barat. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dewan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, World Food Programme.

[BKP] Badan Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Barat. 2011. Laporan Kegiatan P2KP Tahun 2011 Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mataram

[BKKBN] Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. 1998. Gerakan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Bandung (ID) : Provinsi Jawa Barat.

Baliwati YF, Khomsan A, Dwiriani CM. 2010. Pengantar: Pangan dan Gizi. Depok (ID): Penebar Swadaya.

Berg A.1986. Peranan Gizi dalam Pembangunan. Jakarta (ID): Rajawali.

Boserup E. 1984. Peranan Wanita dalam Perkembangan Ekonomi. Jakarta (ID): Yayasan Obor Indonesia.

Brown LR, Feldstein H, Haddad L, Pena C, Quisimbing A. 2001. Generating Food Security in the Year 2020: Women as Producers, Gatekeepers, and Sock Absorbes. Di dalam: The Unfinished Agenda: Perspective on Overcoming Hunger, Poverty, dan Environmental. Washington DC (US): International Food Policy Research Institute.

Cernea MM. (Ed). 1998. Mengutamakan Manusia di dalam Pembangunan, Variabel-variabel Sosiologi di dalam Pembangunan Pedesaan. Jakarta (ID): Universitas Indonesia Press.

Chizari M, Lindner JR, Bashardoost R. 1997. Participation of rural women in rice production activities and extension programs in The Gilan Province, Iran. Journal of International Agricultural and Extension Education. 4 (3) [Internet]. [diunduh 16 September 2011]. Tersedia pada: http://www.aiaee.org/.../393_Chizari-Vol-4.3-2.pdf.

Chung KL, Haddad J, Ramakrishna, F Riely. 1997. Identifying the food insecure, The application on mixed–method approaches in India. Washington, D.C (US): International Food Policy Research Institute. Damanik IPN. 2014. Penguatan Kapasitas Pengolah Sagu Tradisional untuk

Mendukung Diversifikasi Pangan di Maluku [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Damisa MA, Samndi R, Yohanna M. 2007. Women participation in agricultural production: A probit analysis. Journal of applied science [Internet]. [diunduh 18 Oktober 2011]; 7(3):412-416. Tersedia pada: http://adsabs.harvard.edu /abs/2007JApSc...7..412D.

Deprez S, Nirarita E, Shatifan N. 2010. Outcome Mapping: Jejak Perubahan Menuju Keberhasilan. VECO Indonesia. Denpasar (ID): PT. Cintya. Elizabeth R. 2008. Peran ganda wanita tani dalam mencapai ketahanan pangan

rumah tangga di pedesaan. Iptek Tanaman Pangan 3(1): 59-68 [Internet]. [diunduh 13 Oktober 2011]. Tersedia pada: http://pangan.litbang. deptan.go.id/test.php?folder=files&filename=05-Roosganda&ext=pdf. Emma A. 2008. Factsheet: Women’s farmers and food security. The Hunger

Project. Union Square West. New York, NY 10003 [Internet]. [diunduh 9 April 2012]. Tersedia pada: http://www.thp.org/.

Erwiantoro. 2013. Strategi Pengembangan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Areal Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta [disertasi]. Bogor (ID): Program Pascasarjana IPB.

Fakih M, Topatimasang R, Rahardjo T. 2002. Pendidikan Popular: Membangun Kesadaran Kritis. Yogyakarta (ID): Pustaka Pelajar.

[FAO] Food and Agricultural Organization. 2001. FAO’s state of food insecurity 2001. Roma: FAO.

[FAO] The Food and Agricultural Organization. 2008. FAO’s state of food insecurity in the world. Roma: FAO.

113 [FAO] The Food and Agricultural Organization. 2011. The Role of Women in Agriculture. ESA Working Paper. No. 11-02. [Internet]. [Diunduh 7 Oktober 2014]. Tersedia pada: www.fao.org/economic/esa.

Fatchiya A. 2010. Pola Pengembangan Kapasitas Pembudidaya Ikan Kolam Air Tawar di Provinsi Jawa Barat. [disertasi]. Bogor (ID): Program Pascasarjana IPB.

Firmansyah, Afzalani, Farhan M. 2010. Keanekaragaman dan kecukupan konsumsi pangan hewani dalam hubungannya dengan kualitas sumberdaya manusia keluarga di Provinsi Jambi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi: Seri Humaniora 12(1):63-70 [Internet]. [diunduh 5 September 2014]. Tersedia pada: http://online-journal.unja.ac.id/index.php/humaniora /article/view/215/191.

Freire P. 1970. Education for Critical Consciousness. New York (US): A continuum Book The Seabuury Press.

Goff S, Lindner JR, Doly D. 2008. Factors in participation and non-participation in farmer field schools in Trinidad and Tobago. Journal of International Agricultural and Extension Education [Internet]. [diunduh 16 September] Tersedia pada: http://www.aiaee.org/attachments/article/708/214.pdf.

Gulcubuk B. 2010. The dimension of women’s contribution to the workforce in agriculture: the Turkey Case. The International Business and Economics Research Journal. 9 (5) [Internet]. [diunduh 20 April 2011]. Tersedia pada: http://journals.cluteonline.com/index.php/IBER/article/view/578.

Handayani S. 2008. Partisipasi Masyarakat Kampung Kota untuk Meningkatkan Kualitas Lingkungan Permukiman. [Disertasi]. Bogor (ID): Program Pascasarjana IPB.

Hubeis AVS. 1985. Women, Food and Health: A Case Study of Cipari Village in West Java [Dissertation]. Bogor (ID): Program Pascasarjana IPB.

__________. 2010. Pemberdayaan Perempuan dari Masa ke Masa. Bogor (ID): IPB Press.

__________. 2012. Relasi Gender dan Ketahanan Pangan. Di dalam: Merevolusi Revolusi Hijau. Pemikiran Guru Besar IPB. Bogor (ID): IPB Press.

Hurlock EB. 2001. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi 5). Jakarta (ID): Erlangga.

Hyde JS. 1985. Half the human experience: the psychology of woman. Lexington: D.C. Health and Company.

Ibnouf FO. 2009. The role of women in providing and improving household food security in Sudan: Implication for reducing hunger and malnutrition. Journal of International Women’s Studies 10(4) [Internet]. [diunduh 21 Maret 2012]. Tersedia pada: www.bridgew.edu/.../SudanFoodSecurity.pdf . Ibrahim JT, Sudiyono, Harpowo. 2003. Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian.

Malang (ID): Bayu Media Publishing.

Ife J, Tesoriero F. 2008. Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi. Manulang S, Yakin N, Nursyahid M, penerjemah; Qudsy SZ, penyunting. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Terjemahan dari: Community Development: Community-Based Alternatives in an Age of Globalisation. Ed ke-3.

ICRW. (Undate). The Issue “Women, Agriculture and Food Security”. Agriculture and Food Security. The International Center for Research on Women (ICRW) [Internet]. [diunduh 21 Maret 2012]. Tersedia pada: http://www.icrw.org/what-we-do/agriculture-food-security.

Jayaputra. 2001. Ketahanan Pangan Rumahtangga Petani di Daerah Kawasan Pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara. [Tesis]. Bogor (ID): Program Pascasarjana IPB.

Jiggins J, Samanta RK, Olawoye JE. 1997. Improving women farmers’ access to extension services, (artikel on Line) [Internet]. [diunduh 20 April 2011]. Tersedia pada: http://www.fao.org/.

Karl M. 2013. Inseparable: The Crucial role of women in food security revisited. ProQuest Agriculture Journals. [Internet]. [diunduh pada 5 April 2014] Tersedia pada: http://search.proquest.com/docview/213992236?accountid =32819.

Kennedy E. 2002. Qualitative Measures of Food Insecurity and Hunger. International Scientific Symposium on Measurement and Assesment of Food Deprivation and Under-Nutrition. Rome: FAO.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia Nomor: KEP.29/MEN/III/2010 tentang Penetapan SKKNI Sektor Pertanian Bidang Penyuluhan Pertanian.

Kerlinger FN. 1998. Asas-Asas Penelitian Behavioral. (Terjemahan). Yogyakarta (ID): Gajah Mada University.

Khomsan A. 1996. Ketersediaan Pangan dan Distribusi Pangan dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga. Makalah pada Lokakarya Ketahanan Pangan Rumah Tangga. Yogyakarta:26-30 Mei 1996.

Khudori. 2005. Lapar: Negeri Salah Urus. Yogyakarta (ID): Resist Book.

Klausmeier HJ, Goodwin W. 1975. Learning and Human Abilities: Educational Psychology. New York (US): Harper & Row Publishers.

Knowless M. 1970. The Modern Practice of Adult Education: Andragogy Versus Pedagogy. New York (US): Association Press.

Kusharto CM, Hardinsyah. 2012. Ketahanan dan Kemandirian Pangan. Di dalam: Merevolusi Revolusi Hijau. Pemikiran Guru Besar IPB. Bogor (ID): IPB Press.

Kusnendi. 2008. Model-model Persamaan Struktural. Bandung (ID): Alfabeta. Lionberger. H.F. 1960. Adoption of new ideas and Practices. Ames, Iowa: The

Iowa State University Press.

Manesa J, Baliwati YF, Tanzhiha I. 2008. Ketahanan pangan rumah tangga di desa penghasil dammar Kabupaten Lampung Barat. Jurnal Gizi dan Pangan. 3(3):172-179 [Internet]. [diunduh 3 Desember 2011].

Mardikanto T .1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta (ID): Universitas Sebelas Maret.

Masitah T. 2002. Hubungan Ketahanan Pangan Keluarga dan Pola Pengasuhan dengan Status Gizi Anak Balita di Desa Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kotamadya Bogor. [Tesis]. Bogor (ID): Program Pascasarjana IPB.

Maxwell S, TR Frankenberger. 1992. Household Food Security: Concepts, Indicators, Measurements, A Technical Review. Rome: International Fund for Agricultural Development/United Nation Children’s Fund.

115

Mubyarto. 1999. Pemberdayan Ekonomi Rakyat: Laporan Tindak program IDT. Yogyakarta: Aditya Madia

Mudukuti AE, Miller L. 2002. Factors related to Zimbabwe Women’s educational needs in agriculture, Journal of International Agricultural and Extension Education 9(3). [Internet]. [diunduh 30 Maret 2011]; Tersedia pada: http://www.aiaee.org/.

Ndraha T. 1990. Pembangunan Masyarakat. Jakarta (ID): Rineka Cipta.

Nurhayati E. 2011. Psikologi Pendidikan Inovatif. Yogyakarta (ID): Pustaka Pelajar.

Ogunlela, Mukhtar. 2009. Gender issues in agricultural and rural development in Nigeria; The Role of Women. Humanity and Social Sciences Journal. 4 (1): 19—30. Tersedia pada: http://www.idosi.org/.

Oladejo, Olawuyi SO, Anjorin TD. 2011. Analysis of women participation in agricultural production in egbedore local. International Journal of Agricultural Economics & Rural Development 4(1) [Internet]. [diunduh13 Oktober 2011]. Tersedia pada: http://www.ijaerd.lautechaee-edu.com /journal /.../ijaerd5%.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2010. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Nusa Tenggara Barat. Mataram: Pemerintah Provinsi NTB, Dewan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian dan World Food Programme (WFP).

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/02/MENPAN/2/2008 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya.

Pini. 2002. Consraints to women’s involvement in agricultural leadership. Women in Management Review. 17 (6) [Internet]. [diunduh 29 Maret 2011]. Tersedia pada: http://www.emeraldinsight.com/.

Prakash D. 2003. Rural women, food security and agricultural cooperatives. Rural Development and Management Centre. New Delhi, India [Internet]. [diunduh 21 Maret 2012]. Tersedia pada: www.acdivocacoopex.org/. Puspitawati H, Wigna W. 2010. Partisipasi Perempuan untuk Meningkatkan Taraf

Hidup Keluarga. Di dalam: Ekawati SW, Lala MK, editor. Pemberdayaan Perempuan Pedesaan. Bogor (ID): PSP3. hlm 173-203.

Ramakrishna R, Subbarao N, Chiranjeevi Ch. 2012. Role of Women in Improving Household Food Security in India. Indian Journal of Agricultural Economics. 67(3): 525-526 [Internet]. [diunduh 11 September 2014]. Tersedia pada: http://search.proquest.com/docview/1239040339?accountid =32819.

Richardson JG, Williams JA, Mustian RD. 2003. Barriers to participation in extension expanded foods and nutrition programs. Journal of Extention. 41 (4) [Internet]. [diunduh 16 September 2011]. Tersedia pada: http://www.joe.org/joe/2003august/a6.php.

Ridwan, Hilyana S. 2006. Ketahanan pangan rumah tangga petani menurut luas lahan sawah yang dikuasai di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur. [Laporan penelitian] Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Robbins SP. 2003. Perilaku Organisasi Edisi ke-10. Benyamin Molan, Penerjemah. Jakarta (ID): Gramedia. Terjemahan dari: Organizations Behavior.

Rubben DB. 1988. Communication and Human Behavior. New York (US): Macmillan Publishing Company.

Sajogyo P. 1978. Golongan Miskin di Pedesaan. Di dalam: Kemiskinan Di Tengah Deru Pembangunan. PUSTAKA No.2 Th. II Edisi Maret 1978. Bandung (ID). Hal. 8-13.

_______. 1983. Peranan Wanita dalam Perkembangan Masyarakat Desa. Jakarta (ID): C.V. Rajawali

_______. 2010. Penelitian Wanita dan Pembangunan Pedesaan di Indonesia Periode 1981-1987. Di dalam: Ekawati SW, Lala MK, editor. Pemberdayaan Perempuan Pedesaan. Bogor (ID): PSP3. Hlm 73-87.

Setiawan I. 2012. Dinamika Pemberdayaan Petani: Sebuah Refleksi dan Generalisasi di Jawa Barat. Bandung (ID): Widya Padjadjaran.

Sevilla CG, A Ochave, G Punsalan, P Regala dan Uriarte G. 1993. Pengantar Metode Penelitian, Tuwu A, penerjemah. Jakarta (ID): UI-Press.

Sjah T, Supartiningsih S. 2010. Faktor penentu ketahanan pangan di Pulau Lombok. Agroteksos. Vol. 20, No. 2.

Slamet M. 2000. Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran Penyuluhan Pembangunan dalam Pembangunan. Disampaikan pada Seminar Nasional Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Menuju Terwujdunya Masyarakat Madani. Bogor, 25-26 September.

Slamet M. 2003. Meningkatkan Pertisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Perdesaan. Di dalam: Sudrajad dan Yustina, editor. Membentuk Pola Prilaku Manusia Pembangunan. Bogor (ID): IPB Press.

Solimun. 2002. Multivariate Analysis. Structural Equation Model (SEM). Lisrel dan Amos. Malang (ID): Universitas Negeri Malang.

Squire PJ. 2003. Strategies for enhancing women’s full participation in sustainable agricultural. Journal of International Agricultural and Extension Education. 10 (1) [Internet]. (Diunduh 16 September 2011). Tersedia pada: http://www.aiaee.org/attachments/220_Squire-Vol-10.1.pdf.

Strong, Harder. 2011. Motivational orientations of adults participating in a cooperative extension master gardener program. Journal of Extention. 48 (4) [Internet]. [diunduh 14 Oktober 2011]. Tersedia pada: http://www.joe.org/joe/2010august/.

Sukandar D, Khomsan A, Riyadi H, Anwar F, Mudjajanto ES. 2009. Ketahanan pangan dan gizi di daerah dataran tinggi dan pantai. Prosiding Seminar Nasional Himpunan Informatika Pertanian Indonesia-Institut Pertanian Bogor-Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Sumardjo. 1999. Transformasi model penyuluhan pertanian menuju pengembangan kemandirian petani. kasus di Propinsi Jawa Barat [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

________. 2012. Penyuluhan dalam Pembangunan Pertanian. Di dalam Merevolusi Revolusi Hijau. Pemikiran Guru Besar IPB. Bogor (ID): IPB Press.

Sumarwan U, Sukandar D. 1998. Identifikasi Indikator dan Variabel serta Kelompok Sasaran dan Wilayah Rawan Pangan Nasional. Kerjasama

117 Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor dengan UNICEF dan Biro Perencanaan Departemen Pertanian.

Suprapto A. 2010. Menuju Profesionalisme Penyuluh Pertanian. Di dalam: Peran Strategis Penyuluhan Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan. Ekstensia. Ed ke-1.

Suprayitno AR. 2011. Model Peningkatan Partisipasi Petani Sekitar Hutan dalam Mengelola Hutan Kemiri Rakyat (Kasus Pengelolaan Hutan Kemiri Kawasan Pegunungan Bulusaraung Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan). [Disertasi]. Bogor (ID): Program Pascasarjana IPB.

Syahyuti. 2006. Konsep Penting dalam Pembangunan Pedesaan dan Pertanian: Penjelasan tentang Konsep, Istilah, Teori, dan Indikator serta Variabel. Jakarta (ID): Bina Rena Pariwara.

Taradila SAA. 2010. Analisis Peran Gender dalam Pencapaian Ketahanan Pangan Rumahtangga Petani di Kabupaten Konowe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. [Disertasi]. Bogor (ID): Program Pascasarjana IPB.

Tjitropranoto. 2005. Konsep pemahaman diri, potensi/kesiapan diri, dan pengenalan inovasi. Jurnal Penyuluhan. 1(1):62-67.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006. Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. [UNESCO] United Nation Economic and Social Council Organization. 2005.

Education for Human Development. Brasillia: Ayrton Senna Institute. Uphoff N, John M. Cohen, Arthur A. Goldsmith. 1979. Feasibility and

Application of Rural Development Participation place in rural development: A State of the Art Paper. Rural Development Committee, Center for International Studies, Cornell University.

Vatta. 2008. Participation of Zulu farmers in a goat health research and extension project in South Africa. Journal of International Agricultural and Extension Education. 15 (3) [Internet]. [diunduh 14 Oktober 2011]. Tersedia pada: http://www.aiaee.org/vol-153-fall-08/116-participation-of-zulu- farmers-in-a-goat-health-research-and-extension-project-in-south-africa. html.

William JH. 1987. Psychology of woman: Behaviour in a biosocial context. New York (US): W.W. Norton and Company.

World Bank. 2009. Gender in Agriculture Sourcebook. The World Bank, FAO, IFAD. Washington DC (US).

Yazdani BD, Yaghoubi NM, Shakeri R, Azadikhah. 2011. Cultural development and women participation: A review on organizational factors.