• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

SIMPULAN DAN SARAN

Padabab Viniberisikansimpulandan saran yang telahdilakukanoleh penulis, terhadap pihak-pihak yang terkait dengan penelitian yang dilaksanakan. Berdasarkan dari hasil perencanaan, pelaksanaan,hasil keterampilan komunikasi,kendala dan upaya yang dihadapi, pada siklus pertama, kedua, danketiga. Adapunsimpulannyaadalahsebagaiberikut.

A. Simpulan

Persiapan yang dilakukan guru

dalammengembangkanmetodeinkuiriberbasispengalamansosialuntukmeningkatkan keterampilankomunikasisiswadalampemebelajaran IPS dikelas VIII-2 SMPN 43 Bandung.Guru melakukan observasi dimana hasil observasi tersebut menunjukan

Pertama,terlihatmasihbanyaksiswa yang tidakmemperhatikan guru

saatmenjelaskanmaterihalinimenujukanbahwasiswabelummampumenyimakketikaada seseorang yang berbicaradihadapannya. Kedua,setelah guru menjelaskanmateri IPS yang berkaitandenganperistiwa yang terjadidilingkunganmasyarakatdan guru memberikesempatankepadasiswauntukmengemukakanpendapat, masihbanyaksiswa

yang belummampumenjelaskanmengenaiperistiwa yang

terjadidimasyarakatpadahalperistiwadimasyarakatseringmerekajumpaidalamkehidupa

nsehari-hari.Ketiga,masihbanyaksiswa yang

ragu-ragudalammengemukakanpendapatataugagasannyakarenamerasatidakpercayadirideng anpengetahuan yang dimiliki. Keempat,terlihatketika guru memberikankesempatankepadasiswauntukbertanyamengenaimateri yang

sedangdipelajarimasihbanyaksiswa yang

belummampumengemukakanpertanyaankepada guru.Dari hasil observasi tersebut bahwa siswa kelas VIII-2 SMPN 43 Bandung terindikasi kurang dalam berketerampilan komunikasi.

136

Mia Julfi, 2015

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

No. Daftar FPIPS : 5048/ UN.40.2.7/ PL/ 2015 Kemudian guru melakukan perencanaandalammendesainpembelajaran IPS menggunakanmetodeinkuiri berbasis pengalaman sosialdi kelas VIII-2 SMPN 43 Bandung. Diawali dengan guru sebegai penelitiberdiskusiterlebihdahuludengan guru

mitrasebagai pengajar yang sudah berpengalaman

untukmenyusunRencanaPelaksanaanPembelajaran (RPP) yang memacu siswa untuk meningkatkan keterampilan komunikasi.Selanjutnya, penelitimembuatinstrumen yang dijadikansebagaialatpengumpulan data hasilpenelitian,yaitulembarobservasisiswa, lembarwawancara, catatanlapangan, dandokumentasiselama proses penelitianberlangsung. Selain itu, guru mengunakan lembar observasi kegiatan siswa. Pada pelaksanaan siklus pertama, pembelajaran dengan mengunakan metode inkuiri berbasis pengalaman sosial, guru membagisiswakedalam 5 kelompok, kemudian guru menjelaskan materi dan kemungkinan permasalahan yang muncul di lingkungan sosial siswa. Selanjutnyasiswaakandiarahkanuntukmengemukakanpermasalahanuntuk di inkuiri (ditemukan) melaluicerita, informasigambardansebagainya. Kemudianmengajukanpertanyaankearahmencari,

merumuskandanmemperjelaspermasalahandariinformasidangambar.Setelahdiperoleh permasalahan yang akandibahas, siswaakandimintauntukmegumpulkan data melaluiobservasiataupengamatansebagaibahaninkuiriuntukdicarisolusidalammengatas imasalah yang sedangdibahasdalampembelajaran.

Tahapselanjutnyasiswaakanmenganalisishasildari data yang diperolehmelaluiobservasi. Dalam proses analisis, siswamendapatkanarahandari guru dalammelakukananalisis yang membandingkan data yang diperolehdenganberbagaisumberinformasibaikdaribukumaupun media masa. Setelah data dianalisis, kemudiansiswamenyajikanhasilnyamelaluiberbagai media baiktulisan, gambar,

dankaryalainnya.Setelahmenganalisishasilpengamatankemudiansiswadiharuskanmen yajikanhasiltemuannyauntuk di presentasikankepadatemansekelasdan guru.Selanjutnya guru bersamasiswamembahashasiltemuan yang

137

Mia Julfi, 2015

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

No. Daftar FPIPS : 5048/ UN.40.2.7/ PL/ 2015 diperolehsiswamelaluiobservasiuntukdicarikesimpulandalammenentukasolusidarimas

alah yang telahdirumuskandalamtahapawal.

Pada pertemuan kedua penulis melakukan pengamatan menggunakan lembar observasi keterampilan komunikasi siswa untuk mengetahui peningkatan keterampilan komunikasi siswa. Dari hasil observasi pada siklus pertama peneliti dengan guru mitra menyimpulkan bahwa siswa belum memenuhi kriteria keterampilan komunukasi, yaitu memperoleh nilai dengan kategori cukup. Oleh karena itu peneliti dan guru mitra merencanakan untuk melakukan siklus kedua. Pada siklus kedua, penulis melakukan pembelajaran menggunaka metode yang sama yaitu inkuiri berbasis pengalaman sosial tetapi dengan materi dan permasalahan yang berbeda. Kemudian pada pertemuan kedua disiklus ini, guru melakukan pengamatan mengunakan lembar observasi keterampilan komunikasis siswa yang sama dengan siklus pertama. Dari hasil observasi pada siklus kedua, penulis dan guru mitra menyimpulkan bahwa ketercapaian kriteria penilaian keterampilan komunikasi mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu memperoleh nilai dengan kategori baik.

Setelah dilakukan beberapa kali siklus, penulis dan guru mitra merencanakan kembali untuk melakukan siklus ketiga. Karena, penulis dan guru mitra ingin melihat secara konsisten hasil dari keterampilan komunikasi siswa, selanjutnya dilakukan siklus ketiga untuk melihat peningkatan keterampilan komunikasi siswa dan penyempurnakan dari siklus kedua. Pelaksanaan siklus ketiga dilakukan sama seperti siklus sebelumnya, dimana pada siklus ini diperoleh hasil observasi keterampilan komunikasis, siswa sudah mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan pada siklus sebelumnya, terlihat pada kesiapan siswa yang lebih optimal, keatifan siswa yang lebih baik, penghagaan siswa terhadap orang lain, siswasudahterlihat

memahamimetodeinkuriberbasispengalaman social,

siswasudahmulaipahamhakikatdariketerampilankomunikasi dan siswasudahmulaidisiplindalammengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut peneliti dan guru mitra memutuskan untuk tidak melanjutkan siklus karena

138

Mia Julfi, 2015

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

No. Daftar FPIPS : 5048/ UN.40.2.7/ PL/ 2015 data yang diperoleh sudah menunjukan kualifikasi yang progresif. Secarakeseluruhandalamhalinisudahmenunjukanbahwa, penerapanmetodeinkuri

berbasis pengalaman

sosialuntukmeningkatkanketerampilankomunikasisiswadalampembelajaran IPS cukupefektifdanbaikterutamabagisiswa-siswikelas VIII-2 SMPN 43 Bandung.

Hasilyang diperoleh dari

penggunaanmetodeinkuriberbasispengalamansosialdalampeningkatankomunikasisisw a. Setelahditerapkannyametodeinkuiri berbasis pengalaan sosial dalampembelajaran IPS untukmeningkatkanketerampilan komunikasisiswa di kelas VIII-2 SMPN 43 Bandung. Dapatdilihatperubahannya yang semakinbaik di setiapsiklusnyadarimulaisikluspertamasampaisiklus

ketigameningkatsecarasignifikandenganhasil yang baik.Maka peneliti deskripsikan hasil pengamatan keterampilan komunikasi siswa saat pelaksanaan pembelajaan IPS pada siklus pertama yaitu cukup. Peneliti dengan guru mitra melihat pada siklus pertama ketercapaian hasil masih didominasi oleh kategori cukup.

Sehingga penulis dan guru mitra menyimpulkan hasil pengamatan keterampilan komunikasi siswa pada siklus pertma berada pada kategori cukup, dan merencanakan melakukan kembali observasi pada siklus selanjutnya.Padasiklus kedua penilaian pelaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan menjadi baik. Penulis dan guru mitra melihat peningkatan pada siklus kedua, sehingga menyimpulkan bahwa pada siklus kedua ini sudah berada pada kateori baik dan, pada siklus ketiga pelaksanaan pembelajaran mengalamai peningkatan mencapai baik, pada siklus ini siswa memperoleh kategori baik dengan ketercapaian indikator yang menjadi tujuan pada penelitian ini.

Dari hasil observasi keterampilan komunikasi siswa diatas, penulis dan guru mitra melihat perubahan yang lebih baik dari observasi sebelumnya. Sehingga penulis dan guru mitra menyimpulkan bahwa penilaian terhadap keterampilan komunikasi siswa dihentikan pada siklus ketiga. Karena pada siklus ketiga perolehan nilai rata-rata siswa terlihat progresif dan sudah mencapai kategori baik. Berdasarkan hasil

139

Mia Julfi, 2015

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

No. Daftar FPIPS : 5048/ UN.40.2.7/ PL/ 2015 paparan diatas, peneliti menyimpulkan bahwa menggunaan metode inkuiri berbasis pembelajaran IPS mampu dengan baik meningkatkan keterampilan komunikasi siswa di kelas VIII-2 SMPN 43 Bandung

Berangkat dari hasil penelitian diatas, pada dasarnya untuk memperoleh hasil tersebut tidak terlepas dari kendala yang dihadapi peneliti. Upaya yang dilakukanuntukmengatasikendaladalammeningkatkanketerampilankomunikasisiswad alampembelajaran IPS dikelas VIII-2 SMPN 43 Bandung.Adapunkendala-kendala yang penelitirasakanpadasaatmelakukanpenelitanadalahsebagaiberikut:

1. Siswasulituntukdikondisikan, merekabelumbisamenghargaiketika guru sudahmasukkedalamkelassiswalebihasikdengankegiatannyamasing-masing. 2. Siswa memiliki tingkat kecerdasan dan keteramoilan komunikasi yang

berbeda 3. Guru sulitdalammerencanakanpembelajaranolehkarenaterbenturdengankebiasaansis wadalambelajar. 4. Siswabelummemahamimetodeinkurisebelumnya, sehinggasiswamengalamikebingungandalampelaksaanpembelajaranmengguna kanmetodeinkuriberbasispengalansosial.

5. Guru sulitmengontrolkegiatansiswaterutamasaat proses menemukansendiri, siswamemperolehpengetahuanpengalamansecaralansungdenganmelakukanobs ervasidiluarkelas.

6. Kadang-kadangdalammengimplemantasikannyamemerlukanwaktu yang panjangsehinggasering guru sulituntukmenyesuaikannyadenganwaktu yang telahditentukan.

Adapunupaya-upaya yang dilakukan guru dalammenanganihambatan-hambatanpadasaatpenelitianyaitu:

1. Guru

harustegasdalammenghadapisiswadanmemahamikaraktersertamenganalsiswal ebihdalam.

140

Mia Julfi, 2015

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

No. Daftar FPIPS : 5048/ UN.40.2.7/ PL/ 2015 2. Guru harus melakukan pendekatan lebih mendalam agar lebih mengetahui

karakter siswa

3. Guru harusmerencanakanpembelajarandenganmetodeinkuiri yang

lebihmenyenangkan,menarikdanbermakna agar dapatditerimadenganbaikolehsiswa. 4. Guru menjelaskansecaraberulangdenganjelaspadaawalpembelajarandenganmenggun akanmetodeinkuiriberbasispengalamansosial. 5. Guru melakukanpengawasanlangsungketikasiswaobservasi, memastikantempat yang siswakunjungimerupakantempat yang amandanmelakukanteruskomunikasiselamasiswamelakukanobservasi

6. Guru menggunakanwaktutambahandiluar jam

belajardisekolahdalammenjalankan proses inkuiri berbasis pengalaman sosial.

B. Saran

Adapunhasilpenelitianpeningkatkanketerampilan komunikasi siswa denganmenggunakanmetodeinkuiri berbasis pengalaman sosial dalampembelajaran IPS, sebagai bahan masukan atau rekomendasi dalam mempertimbangkan hasil temuan dilapangan mau secara teoritis. berikutbeberapa hal yang menjadi masukan atau rekomendasibagibeberapapihak yang terkait di dalampenelitian yang ditunjukankepadasiswa, guru, sekolah,penulisdanpeneliti selanjutnyaadalahsebagaiberikut:

Bagi siswa, keterampilan komunikasi harus terus ditingkatkan dengan cara membiasakan untuk berani mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan dan tidak ragu-ragu dalam menyampaikan pemahaman sesuai informasi dan pengetahuanyang sudah mereka pahami melalui metode inkuiri berbasis pengalaman sosial yang diguankan dalam pembelajaran IPS. Sehingga pembelajaran diharapkan lebih aktif dan bermakna.

141

Mia Julfi, 2015

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

No. Daftar FPIPS : 5048/ UN.40.2.7/ PL/ 2015 Bagi guru, metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang bisa menjadi sebuah alternatif solusi bagi pembelajaran IPS di kelas. Guru harus senantiasa membimbing dan memfasilitasi siswa agar lebih aktif dalam proses pembelajaran. Guru harus memahami langkah-langkah inkuiri dan mampu menghubungkan materi IPS dengan permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sosial siswa, sehingga siswa akan lebih memahami materi secara utuh dengan menemukan sendiri sebuah informasi melalui pengalaman sosial.

Bagi sekolah, penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan metode inkuiri berbasis pengalaman sosial, terbukti telah meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Maka dari itu sekolah harus mendukung untuk memfasilitasi dan memperbaiki fasilitas yang sudah ada. Sehingga guru akan lebih mudah menyampaikan materi dalam pembelajran IPS. Selain itu, sekolah harus lebih mendukung kegiatan yang dilaksanakan diluar sekolah selama itu berdampak positif bagi siswa.

Bagi peneliti selanjutnya, metode inkuiri dapat dilakukan kembalipada penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan fokus permasalahan yang berbeda, seperti meningkatkan pemahaman konsep siswa untuk penelitian menggunakan metode inkuiri berbasis pengalaman sosial pada penelitian selanjuttnya.

142

Mia Julfi, 2015

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

No. Daftar FPIPS : 5048/ UN.40.2.7/ PL/ 2015 DAFTAR PUSTAKA

Agus Mulyana, dkk. (2010). Inovasi Pembelajaran IPS: Implementasi Pembelajaran Ips Dalam Mengahadapi Tantangan Global. Bandung: Rizqi Press.

Arikunto, Suharsimi dkk. (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Arikunto, S (2006). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Pancakarya.

Arikunto, s (2010) Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik). Jakarta: PT Rineka Cipta.

Asep herry dkk, (2008) Tahapan-Tahapan Pembelajaran Inkuiri.jakarta: PT Sarana Panca Karya.

Darsono. (2012). Evaluasi pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas RI (2006). Panduan Pengembangan Pembelajaran IPS Terpadu, Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2003). Kurikulum: pedoman prses belajar mengajar. Jakarta: Depdikbud.

Darsono. (2012). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Effendi Onong. (2013). Ilmu Komunikasi (teori dan praktek). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Hasan, S.H. (2006). Pendidikan Ilmu Sosial. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Hamid Hasan, Dkk. (2010). Inovasi Pembelajran IPS: Implementasi Pembelajaran Ips dalam Mengahadapi Tantangan Global. Bandung: Rizqi Press.

143

Mia Julfi, 2015

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

No. Daftar FPIPS : 5048/ UN.40.2.7/ PL/ 2015 Komalasari, kokom (2010) Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi.

Bandung: PT. Reflika Aditama.

Komalasari, Kokom. (2011) Pembelajaran Kontekstual konsep. Bandung: PT. Refika Aditama.

Kunandar. (2007). Guru profesional. Edisi revisi. Jakarta: Rajawali Press.

Komala Lukiati. (2009). Ilmu Komunikasi Perspektif dan Konteks. Bandung. Widya Padjajaran.

Mulyasa, H.E (2011). Praktik penelitian tidakan kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. (2012). Penelitian tindakan sekolah. bandung : PT Remaja Rosdakarya Maleong, L. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT

Rosdakarya.

Munthe, B. (2008). Desain Pembelajaran. Yogyakarta: PT Pustaka Insan. Nasution, s. (2003). Metode penelitian naturalistik kualitatif. Bandung Tarsito.

Nasution. (1996). Metode Penelitian Naturalistik. Jakarta: Sinar Grafika.

Ridwan Efendi, dkk.(2010). IPS: Implementasi Pembelajaran IPS dalam Mengahadapi Tantangan Global. Bandung: Rizqi Press.

Sapriya, (2009). Pendidikan IPS. Bandung : Alfabeta.

Sapriya, dkk. (2008). Konsep Dasar IPS. Bandung: CV Yasindo Multi Aspek. Sanjaya, Wina (2011). Penelitian tindakan kelas.Jakarta: Kencana Prenada.

Onong Uchjana. (2013). Ilmu Komunukasi Teori dan Praktek. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Purwanto.(2009). Evaluasi hasil belajar. Yogjakarta: Pustaka Belajar.

Puskur. (2006). Model Pengebagan Silabus Mata Pelajaran Dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran IPS Terpadu Sekolah Menengah Pertama(SMP) Madrasah Tsanawiyah (MTs). Jakarta : Depdiknas. Putra, N. (2011). Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Indeks.

144

Mia Julfi, 2015

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS

Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

No. Daftar FPIPS : 5048/ UN.40.2.7/ PL/ 2015 Rohim Syauuful. (2009). Teori Komunikasi: Perspektif, Ragam dan Aplikasi.

Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ruhimat, Toto. (2009). Kurikulum Pembelajaran. Jurusan Kurikulum Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI.

Suyadi. (2012). Strategi pembelajaran pendidikan karakter. Bandung : pt remaja rosdakarya.

Sanjaya, wina. (2009). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Surya, H Muhamad (2004). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran, Bandung: Pustaka Bani Quraisy Divisi Buku Umum.

Sugandi, Achmad, dkk. (2000). Belajar dan Pembelajaran. Semarang: Ikip Press

Suyono, Harianto. (2012) .Belajar dan Pembelajaran. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

Santoso, Edi, Setiansah, Mite. (2010). Teori Komunikasi. Jogyakarta. Graha ilmu.

Tobroni Mohamad & Mustofa Arif .2013. Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta Ar.Ruz Media.

Wiraatmadja, R. (2012). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Wahab, Abdul Azis. (2012). Metode dan Model-model Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung:Alfabeta.

Dokumen terkait