• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Simpulan

Berdasarkan hasil analisis dalam pembahasan terhadap novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dapat ditarik simpulan sebagai berikut.

1. Pemanfaatan bentuk-bentuk retorika dalam novel Bumi Cinta membuat pengungkapan maksud menjadi lebih menarik, lebih hidup, dan lebih mengesankan. Style yang berwujud retorika dalam novel Bumi Cinta meliputi penggunaan bahasa figuratif dan citraan. Beberapa penggunaan bahasa figuratif yang terdapat dalam pembahasan novel Bumi Cinta adalah majas dan lambang. Adapun gaya bahasa figuratif yang berupa majas meliputi simile ada 20 data, personifikasi ada 10 data, metafora ada 12 data, apostrof ada 4 data, hiperbola ada 5 data, ironi ada 7 data, sinisme ada 6 data, sarkasme ada 6 data, paradoks ada 5 data, pars pro toto ada 3 data, polisindeton ada 3 data, dan metonimia ada 5 data. Sedangkan gaya bahasa figuratif yang berupa lambang ada 8 data. Selain itu, bentuk retorika yang berupa citraan dalam novel Bumi Cinta meliputi citraan penglihatan ada 12 data, citraan pendengaran ada 9 data, citraan gerak ada 8 data, citraan penciuman ada 8 data, citraan perabaan ada 5 data, dan citraan pengecapan ada 6 data. Data-data tersebut merupakan contoh pemanfaatan bentuk-bentuk retorika yang unik dan menimbulkan efek-efek estetis pada pembaca. Pemanfaatan bentuk-bentuk retorika yang unik tersebut semakin menambah nilai estetika novel.

2. Keunikan atau kekhasan pemakaian kosakata dan idiom pada novel Bumi Cinta membuat deskripsi cerita tersebut semakin menarik dan memiliki nilai estetik tersendiri. Habiburrahman El Shirazy mampu memilih dan memanfaatkan idiom yang metaforis yang disesuaikan dengan makna dalam kalimat. Adapun pemanfaatan idiom yang terdapat dalam pembahasan novel Bumi Cinta ada 12 data. Sedangkan keunikan pemilihan dan pemakaian kosakata yaitu tampak pada (1) pemilihan dan pemakaian kosakata bahasa Rusia ada 21 data, (2) pemilihan dan pemakaian kosakata bahasa Inggris ada

152

commit to user

14 data, (3) pemilihan dan pemakaian kosakata bahasa Arab ada 20 data, dan (4) pemilihan dan pemakaian kosakata bahasa Jawa ada 21 data. Penggunaan bahasa dalam novel Bumi Cinta mampu menonjolkan keunikan pemilihan dan pemakaian kosakata yang spesifik dan lain daripada yang lain, sehingga hal tersebut membuat style tersendiri yang menjadi ciri khusus Habiburrahman El Shirazy dalam menuangkan setiap ide melalui karya sastranya.

3. Novel Bumi Cinta dapat dikatakan sebagai novel yang bergenre religi.

Pengarang menggunakan kemampuannya dalam mengolah bahasa untuk mengungkapkan berbagai nilai-nilai pendidikan pada pembaca. Pemahaman terhadap nilai-nilai pendidikan tersebut bertujuan untuk mendidik manusia agar menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan berbudi luhur. Nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Bumi Cinta di antaranya adalah nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, dan nilai pendidikan sosial.

a. Nilai Pendidikan Religius

Nilai pendidikan religius mengajarkan manusia untuk selalu tunduk dan taat kepada perintah Tuhan Yang Maha Esa. Adapun nilai pendidikan religius dalam novel ini meliputi :

1) Iman adalah sikap yakin dan percaya kepada Tuhan.

2) Takwa adalah sikap berbakti kepada Tuhan untuk tetap melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala macam larangan-Nya.

3) Tawakal adalah sikap berserah diri atau senantiasa bersandar kepada Tuhan dengan penuh pengharapan kepada-Nya.

4) Syukur adalah sikap penuh rasa terima kasih dan penghargaan atas segala nikmat yang dikaruniakan oleh Tuhan.

5) Ikhlas adalah sikap tulus dalam melakukan segala macam kebaikan semata-mata hanya karena mengharap ridha Tuhan.

6) Jujur adalah sikap berterus terang atau berkata apa adanya kepada orang lain tanpa ada yang disembunyikan.

commit to user b. Nilai Pendidikan Moral

Nilai pendidikan moral bertujuan untuk mendidik manusia agar mengenal nilai-nilai etika yang baik dan buruk. Adapun nilai pendidikan moral dalam novel ini meliputi :

1) Sikap berjiwa besar adalah sikap bersedia memaafkan kesalahan orang lain dan mau meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan.

2) Rela berkorban adalah sikap bersedia dengan senang hati atau setulus hati untuk membahagiakan orang lain tanpa ada pamrih sedikit pun.

3) Berpikir positif adalah sikap yang tidak menilai sesuatu hanya dari yang terlihat di luarnya saja atau sikap yang tidak mudah berburuk sangka kepada orang lain.

4) Menepati janji adalah sikap dalam menunaikan segala sesuatu yang telah disanggupi dengan sungguh-sungguh.

5) Rendah hati adalah sikap yang tidak suka menyombongkan diri atau tidak suka membanggakan kelebihan yang dimiliki.

6) Bertekad kuat dan kerja keras adalah sikap tidak mudah menyerah pada keadaan dan tidak berputus asa.

c. Nilai Pendidikan Sosial

Nilai pendidikan sosial mengajarkan manusia bagaimana cara bersikap dan menghadapi berbagai situasi yang ada di lingkungan masyarakat. Adapun nilai pendidikan sosial dalam novel ini meliputi :

1) Sikap saling menghargai adalah sikap mengindahkan atau menghormati kepentingan orang lain.

2) Sikap saling menolong adalah sikap saling membantu untuk meringankan beban orang lain.

3) Bermusyawarah adalah sikap saling berunding untuk membahas mengenai suatu permasalahan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai kemufakatan.

4) Tanggung jawab adalah sikap penuh kesadaran dalam menjalankan kewajiban terhadap segala sesuatu.

commit to user

5) Dapat dipercaya adalah sikap mampu menjaga kepercayaan atau amanah dari orang lain dengan sepenuh hati.

6) Kepedulian adalah sikap dengan penuh kesediaan untuk saling memperhatikan sesama manusia.

B. Implikasi

Berdasarkan simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini, muncul implikasi bahwa penggunaan gaya bahasa ditujukan untuk membangkitkan suasana tertentu dan untuk menimbulkan kesan estetis dalam penulisan karya sastra. Keindahan sebuah karya sastra sebagian besar dipengaruhi oleh kemampuan sastrawan dalam mengolah bahasa, dan untuk menciptakan keindahan atau kekuatan bahasa tersebut pengarang sengaja memilih kata-kata khusus dalam menuangkan setiap gagasannya.

Penciptaan majas, lambang, dan citraan yang digunakan oleh pengarang membuat novel Bumi Cinta lebih menarik dan lebih berbobot. Selain itu, kosakata dan idiom baru juga banyak dikemukakan oleh pengarang. Hal ini menyebabkan karyanya bersifat dinamis dan penuh daya tarik. Gaya bahasa dalam kreasi penciptaan karya sastra juga harus memperhatikan kesesuaian kata yang dipilih dengan jenis karya sastra yang akan diciptakan, sehingga melalui analisis stilistika ini akan terungkap ciri kebahasaan yang membedakan antara karya pengarang yang satu dengan pengarang yang lainnya.

Penelitian ini juga berimplikasi pada pengembangan, pembinaan, dan penerapan ilmu sastra khususnya yang berkaitan dengan pemakaian bahasa dalam sebuah karya sastra. Pembinaan kesusastraan dewasa ini tidak mungkin dilepaskan dari kegiatan kesusastraan di lembaga-lembaga pendidikan formal karena di sanalah pembinaan itu berlangsung secara intensif dan afektif. Sekolah merupakan lembaga yang membantu peserta didik untuk memersiapkan berbagai kompetensi dan keterampilan sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Oleh karena itu, sekolah perlu membekali siswa dengan beragam nilai-nilai pendidikan agar antara kenyataan dan harapan pendidikan dapat terjembatani.

commit to user

Salah satu upaya yang dapat ditempuh sekolah adalah melalui pembelajaran sastra. Pada jenjang pendidikan SMA, apresiasi sastra telah berpijak pada minat budaya sosial di mana siswa dituntut untuk memiliki daya pengamatan yang peka dan kritis terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Implikasi terhadap aspek lain yang relevan dan memiliki hubungan positif dari penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Implikasi Teoretis

a. Membuka wawasan yang berkaitan dengan pendalaman materi keterampilan bersastra, khususnya karya sastra novel.

b. Membuka wawasan akan beragamnya novel yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

c. Membuka peluang dilakukannya penelitian-penelitian tentang stilistika dan nilai pendidikan.

2. Implikasi Paedagogis

a. Menambah referensi novel yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada jenjang SMA kelas XI dengan standar kompetensi kemampuan memahami berbagai hikayat, novel Indonesia, novel terjemahan. Novel Bumi Cinta isinya tidak terlalu serius dan mudah dipahami, sehingga dapat digunakan sebagai materi pembelajaran bahasa dan sastra yang tentunya saling berkaitan.

b. Telaah terhadap novel Bumi Cinta merupakan upaya untuk menghadirkan bahan ajar yang baru dalam pembelajaran apresiasi karya sastra sehingga guru dan siswa lebih kreatif dalam proses belajar mengajar di kelas dan mampu mengembangkan gagasan untuk merenspon nilai-nilai pendidikan yang terdapat di dalamnya.

c. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Bumi Cinta dapat memberikan gambaran bagi dunia pendidikan untuk melakukan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik pada segi agama atau religius, moral, dan sosial. Keteladanan yang baik dari para tokohnya dapat diambil sedangkan sifat-sifat yang buruk harus ditinggalkan. Pembelajaran

nilai-commit to user

nilai tersebut akan mampu menyentuh aspek afektif siswa sehingga dapat membina karakter peserta didik agar menjadi manusia yang berbudi luhur.

3. Implikasi Praktis

a. Memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penelitian sastra, sehingga peneliti lain akan termotivasi atau terdorong untuk melakukan penelitian sejenis yang nantinya dapat diaplikasikan dalam pembelajaran di sekolah.

b. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk lebih mencermati media pembelajaran yang tepat bagi siswa.

C. Saran

Beberapa saran berikut semoga dapat menjadi bahan masukan yang bermanfaat bagi pihak-pihak terkait untuk memajukan pendidikan, khususnya bagi pengajaran bahasa dan sastra Indonesia.

1. Saran kepada Siswa

Siswa diharapkan dapat memilih karya sastra yang baik untuk dibaca yaitu karya sastra yang isinya banyak mengangkat nilai-nilai pendidikan dan hendaknya siswa dapat menerapkan nilai-nilai pendidikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Karya sastra khususnya novel Bumi Cinta di dalamnya memuat nilai-nilai positif yang dapat diteladani oleh siswa. Terlepas dari sisi positif tersebut tentunya ada juga sisi negatif yang terkandung dalam novel ini, sehingga siswa harus mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Nilai-nilai positif tersebut dapat menjadi dasar dalam bersikap dan berperilaku sehingga dapat membentuk kepribadian yang baik bagi diri siswa.

2. Saran kepada Guru Bahasa dan Sastra Indonesia

Guru hendaknya dapat memaksimalkan penggunaan media pembelajaran apresiasi sastra khususnya dalam pengajaran novel. Adapun novel Bumi Cinta di dalamnya memenuhi empat macam manfaat pembelajaran bersastra, yaitu membantu keterampilan berbahasa, meningkatkan pengetahuan budaya, mengembangkan cipta dan rasa, serta dapat menunjang pembentukan watak.

Lebih lanjut guru juga dapat memilih novel lain yang sekiranya dapat

commit to user

memberikan manfaat positif bagi siswa, sehingga siswa tidak hanya memperoleh hiburan saja tetapi juga mendapatkan ilmu kehidupan.

3. Saran kepada Peneliti Lain

Terkait dengan penelitian ini maka disarankan kepada peneliti selanjutnya yang berminat untuk mengkaji teks sastra, hendaknya perlu diperhatikan bahwa hasil penelitiannya harus mempunyai relevansi dengan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia dan kemungkinan hasil penelitiannya tersebut dapat diaplikasikan dalam pembelajaran di sekolah, sehingga keberadaan penelitian yang telah dilakukan akan lebih bermanfaat. Selain itu, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap novel Bumi Cinta baik dari segi stilistika dan nilai pendidikan atau pun dari segi-segi yang lainnya karena penelitian ini masih mempunyai banyak kekurangan. Apabila dapat dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap novel Bumi Cinta, diharapkan hasil penelitian tersebut dapat melengkapi kekurangan yang terdapat dalam penelitian ini.

commit to user DAFTAR PUSTAKA

Agni, B. (2009). Sastra Indonesia Lengkap: Pantun, Puisi, Majas, Peribahasa, Kata Mutiara. Jakarta: Hi-Fest Publishing.

Al-Ma’ruf, A.I. (2009). Stilistika: Teori, Metode, dan Aplikasi Pengkajian Estetika Bahasa. Surakarta: Cakrabooks.

Al-Ma’ruf, A.I. (2009). Peran Kajian Stilistika dalam Pemaknaan Karya Sastra:

Perspektif Ronggeng Dukuh Paruk. Dalam D. Purnanto, K. Saddhono, &

H.J. Prayitno (Ed.). Panorama Pengkajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. (hlm. 310-325). Surakarta: Program S3 dan S2 Pascasarjana dan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret.

Amalia, N.R. (2010). Analisis Gaya Bahasa dan Nilai-nilai Pendidikan Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata. Skripsi tidak dipublikasikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Aminuddin. (1995). Stilistika Pengantar Memahami Bahasa dalam Karya Sastra.

Semarang: IKIP Semarang Press.

. (2003). Semantik Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Arum, I.M. (2003). Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari:

Analisis Intertekstualitas dan Stilistika. Skripsi tidak dipublikasikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Atminingsih, R.Y. (2008). Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata. Skripsi tidak dipublikasikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Chaer, A. (2007). Kajian Bahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

El Shirazy, H. (2011). Bumi Cinta (Sebuah Novel Pembangun Jiwa). Jakarta:

Ihwah Publishing House.

Endraswara, S. (2003). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

commit to user

Fananie, Z. (2002). Telaah Sastra. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Hamalik, O. (1989). Metodologi Pengajaran Ilmu Pendidikan. Bandung: Mandar Maju.

Hartoko, D. & Rahmanto, B. (1986). Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta:

Kanisius.

Kennedy, X.J. (1991). An Introduction to Fiction, Fifth Edition. New York:

HarperCollins Publishers.

Keraf, G. (2008). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Luxemburg, J.V., Bal, M., & Weststeijn, W.G. (1989). Pengantar Ilmu Sastra.

Terjemahan Dick Hartoko. Jakarta: Gramedia.

Mardiatmadja. (1989). Tantangan Dunia Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

Marini, E. (2010). Analisis Stilistika Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata.

Tesis tidak dipublikasikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Miles, M.B., & Huberman, A.M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Terjemahan Tjejep Rohendi Rohidi. Jakarta: UI Press.

Moleong, L.J. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moti, K. (2010). An Introduction to Modern Stylistics. Journal of literature, Culture and Media Studies, 2 (3), 152-161. Diperoleh 8 Maret 2012, dari http://www.inflibnet.ac.in/ojs/index.php/JLCMS/article/view/135/134.

Nurgiyantoro, B. (2002). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Oka, I.G.N. (1976). Retorik (Sebuah Tinjauan Pengantar). Bandung: Tarate

commit to user

Pateda, M. (2001). Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

Pradopo, R.D. (2007). Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Prasetyaningrum, R. (2011). Kajian Stilistika Kumpulan Puisi Bukit-bukit Majaksingi Karya Herman J. Waluyo. Skripsi tidak dipublikasikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia: Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Ratna, N.K. (2007). Estetika Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

. (2009). Stilistika: Kajian Puitika Bahasa, Sastra, dan Budaya.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Santosa, W.H., & Wahyuningtyas, S. (2010). Pengantar Apresiasi Prosa.

Surakarta. Yuma Pustaka.

Sastrowardoyo, S. (1992). Sekilas Soal Sastra dan Budaya. Jakarta: Balai Pustaka.

Semi, A. (1993). Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.

Subroto, D.E. (1992). Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural.

Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Sudjiman, P. (Ed). (1986). Kamus istilah sastra. Jakarta: Gramedia.

Suhardan, D. & Suharto, N. (2009). Filsafat Administrasi Pendidikan. Dalam Riduwan (Ed). Manajemen Pendidikan. (hlm. 1-20). Bandung: Alfabeta.

Sumantri, M. (2007). Pendidikan Umum. Dalam M. Ali, R. Ibrahim, N.S.

Sukmadinata, D. Sudjana, & W. Rasyidin (Ed.). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Pendidikan Lintas Bidang). (hlm. 229-268). Bandung:

Imperial Bhakti Utama.

Sutejo. (2010). Stilistika: Teori, Aplikasi, dan alternatif Pembelajarannya.

Yogyakarta: Pustaka Felicha.

commit to user

Sutopo, H.B. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif (Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian). Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Tarigan, H.G. (1993). Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

. (1985). Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta:

Pustaka Jaya.

Umami, I.M. (2009). Analisis Wacana Penggunaan Gaya Bahasa dalam Lirik Lagu-Lagu Ungu: Kajian Stilistika. Dinamika Bahasa & Budaya, 3 (2), 201-217. Diperoleh 10 Juli 2012, dari http://www.unisbank.ac.id/

ojs/index.php/fbib1/article/view/451/pdf.

Waluyo, H.J. (2010). Pengkajian dan Apresiasi Puisi. Salatiga: Widya Sari Press.

Wellek, R. & Warren, A. (1990). Teori Kesusastraan (Diindonesiakan oleh Melani Budianta). Jakarta: Gramedia.

Yeibo, E. (2012). Figurative Language and Stylistic Function in J. P. Clark-Bekederemo's Poetry. Journal of Language Teaching and Research, 3 (1), 180-187. Diperoleh 10 Juli 2012, dari http://ojs.academy publisher.com/index.php/jltr/article/view/jltr0301180187.

Zaimar, O.K.S. (2002). Majas dan Pembentukannya. Sosial Humaniora, 6 (2), 45-57. Diperoleh 8 Maret 2012, dari http://journal.ui.ac.id/humanities/

article/view/38/34.

Zhang, Z. (2010). The Interpretation of a Novel by Hemingway in Terms of Literary Stylistics. The International Journal of Language Society and Culture, 30, 155-161. Diperoleh 8 Maret 2012, dari http://www.educ.

utas.edu.au/users/tle/JOURNAL/issues/2010/30-12.pdf.