BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Perpustakaan Multimedia
0,819 Reliabel Sangat Kuat
Minat Belajar 0,879 Reliabel Sangat Kuat
Dari hasil pengukuran uji reliabilitas seperti yang disajikan Tabel 8 di atas menunjukkan bahwa instrument Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia dan Minat Belajar dinyatakan reliabel karena nilai alpha lebih dari 0,60, sehingga dapat digunakan dalam penelitian.
G. Teknik Analisa Data
1. Analisis Deskripsi Data
Data yang diperoleh dari lapangan disajikan dalam bentuk deskripsi data dari masing – masing variabel, baik variabel bebas maupun variabel terikat.
43
Analisis data yang dimaksud meliputi penyajian Mean (M), Median (Me), Modus (Mo), tabel distribusi frekuensi, histogram dan tabel kategori kecenderungan masing – masing variabel.
a. Menyusun tabel distribusi, yang meliputi sebagai berikut: 1) Menghitung Kelas Interval (Rumus Struges).
K = 1 + 3,3 log n Keterangan:
K : jumlah kelas interval n : jumlah data observasi log : logaritma
(Sugiyono, 2010: 35) 2) Menghitung rentang data.
Rentang Data = (Data Terbesar – Data Terkecil) + 1
(Sugiyono, 2010: 36) 3) Menghitung Panjang Kelas.
Panjang Kelas = Rentang Data : Jumlah Kelas
(Sugiyono. 2010: 36) b. Pengukuran Gejala Pusat (Central Tendensi)
1) Mean, Median, Modus.
Mean adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata – rata dari kelompok tersebut. Median adalah salah satu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai terbesar. Dan modus adalah nilai yang sering muncul dalam kelompok tersebut (Sugiyono, 2010: 47 – 49).
44
2) Menghitung variabilitas dengan menghitung standar deviasi (simpangan baku) dengan rumus sebagai berikut:
S = Σf1(x1− x) 2 (n−1) Keterangan: s : Standar deviasi f : Frekuensi
x : Nilai tengah tiap – tiap interval kelas n : Banyak data
(Sugiyono, 2010: 58) 3) Penentuan kedudukan dilakukan dengan membagi data dalam tiga
kelompok, dengan rincian sebagai berikut: a) Kelompok Atas
Semua responden yang mempunyai skor rata – rata plus 1 standar deviasi ke atas (> M + 1 SD)
b) Kelompok Sedang
Semua responden yang mempunyai skor antara skor rata – rata minus 1 standar deviasi dan skor rata – rata plus 1 standar deviasi (M – 1 SD sampai dengan M + 1 SD)
c) Kelompok Kurang
Semua responden yang mempunyai skor lebih rendah dari skor rata – rata minus 1 standar deviasi (< M – 1 SD)
(Arikunto, 2013: 299) 2. Uji Persyaratan Analisis
a. Uji Normalitas
Statistik parametrik bekerja berdasarkan asumsi bahwa data setiap variabel yang akan dianalisis berdasarkan distribusi normal. Untuk itu sebelum peneliti menggunakan teknik parametris, maka kenormalan data harus diuji terlebih dahulu (Sugiyono. 2010: 79).
45 b. Uji Linieritas
Uji Linearitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah antara variabel bebas dan variabel terikat mempunyai hubungan linear atau tidak. Untuk mengetahui hal tersebut, kedua variabel diuji dengan menggunakan uji F dengan rumus sebagai berikut:
Freg = � �� � � Keterangan: Freg RKreg RKres
= Harga bilangan F untuk garis regresi = Rerata kuadrat garis regresi
= Rerata kuadrat residu
(Hadi, 1994:14) Hasil uji F ini kemudian dikonsultasikan dengan harga Ftabel. Jika harga Fhitung lebih kecil atau sama dengan harga Ftabel pada taraf signifikansi 5%, maka dapat dikatakan bahwa kedua variabel memiliki hubungan linier.
c. Uji Multikolinearitas
Uji mulitikolinieritas dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas yaitu variabel pemanfaatan perpustakaan multimedia dengan variabel minat belajar. Dengan menggunakan analisis Product Moment akan diperoleh harga interkorelasi antar variabel bebas. Rumus korelasi Product Moment adalah sebagai berikut:
rxy
=
�� − � (� ) �� 2− � 2 {�� 2− (� )2 Keterangan: rxy N ΣN= koefisien korelasi antara variabel x dan y = jumlah responden
46 ΣX ΣY ΣX2 ΣY2 = jumlah skor X = jumlah skor Y
= Total kuadrat dari variabel X = Total kuadrat dari variabel Y
(Arikunto 2013:87) Hasil rhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga rtabel. Dikatakan terjadi multikolinieritas jika koefisien korelasi antara variabel bebas lebih dari 0,60. Sebaliknya dikatakan tidak terjadi multikolinieritas jika koefisien korelasi antara variabel bebas lebih dari atau sama dengan 0,60 ( r ≤ 0,60) (Sunyoto, 2007:89). 3. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dapat dilakukan apabila data penelitian telah memenuhi uji linieritas dan uji multikolinearitas. Pengujian hipotesis melalui uji regresi sederhana dan uji regresi ganda.
a. Uji Regresi Sederhana
Teknik analisis ini untuk menguji besar pengaruh antara satu variabel bebas dengan variabel terikat yaitu untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan perpustakaan multimedia terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif (hipotesis 1) dan pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif (hipotesis 2).
1) Mencari persamaan garis regresi dengan satu prediktor dengan rumus:
Y = aX + K Keterangan:
Y = nilai yang diprediksi atau kriterium X = nilai variabel prediktor
a = bilangan koefisien prediktor K = bilangan konstanta
47
2) Mencari koefisien korelasi sederhana antara X1 dengan Y dan X2 dengan Y adapun rumusnya adalah sebagai berikut:
rxy = Σxy
Σx2 (Σy2)
Keterangan:
rxy = koefisiensi korelasi antara X dan Y Σxy = Jumlah produk antara X dan Y Σx = Jumlah skor prediktor X Σy = Jumlah skor variabel Y
(Hadi, 1994: 4) Bila rhitung lebih besar atau sama dengan rtabel pada taraf signifikansi 5% maka hipotesis diterima. Sebaliknya bila rhitung lebih kecil daripada rtabel maka hipotesis ditolak.
3) Keberartian regresi sederhana diuji dengan uji t, dengan rumus sebagai berikut: t = r n−2 1−r2
Keterangan : t = Signifikansi r = Koefisien Korelasi n = Jumlah Sampel (Sugiyono, 2010:230) Apabila thitung lebih besar daripada ttabel maka ha (terdapat pengaruh yang signifikan) diterima, sebaliknya apabila thitung lebih kecil dari pada ttabel maka ha ditolak (Sudarmanto, 2005:211-212).
48 b. Uji Regresi Ganda
Teknik analisis ini untuk menguji ada tidaknya pengaruh antara pemanfaatan perpustakaan multimedia dan minat belajar secara bersama – sama terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif (hipotesis 3).
1) Membuat persamaan regresi dua prediktor dengan rumus: Y = a1X1 + a2X2 + K
Keterangan:
Y = nilai yang diprediksi atau kriterium X = nilai variabel prediktor
a = bilangan koefisien prediktor K = bilangan konstanta
(Hadi, 1994:21) 2) Mencari koefisien korelasi antara variabel X1 dan X2 dengan Y dengan
rumus:
Ry(1,2)= a1Σx1y + a2Σx2y
Σy2
Keterangan:
Ry(1,2) = koefisiensi korelasi antara Y dengan X1 dan X2
a1 = koefisien prediktor X1
a2 = koefisien prediktor X2
Σx1y = jumlah produk antara X1 dengan Y Σx2y = jumlah produk antara X2 dengan Y � 2 = jumlah kuadrat kriterium Y
(Hadi, 1994: 25) 3) Keberartian regresi ganda diuji dengan uji F dengan rumus sebagai
berikut:
��� = �
2(� − � −1)
49 Keterangan:
Freg = Harga F garis regresi
N = Cacah kasus
m = Cacah prediktor
R = koefisien korelasi antara kriterium dengan prediktor – prediktor (Hadi, 1994: 26) Uji F ini untuk menguji signifikansi antara variabel bebas ((pemanfaatan perpustakaan multimedia dan minat belajar) secara bersama – sama terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif. Apabila Fhitung lebih besar atau sama dengan Ftabel maka hipotesis diterima. Sebaliknya bila Fhitung lebih kecil daripada Ftabel pada taraf signifikansi 5%, maka hipotesis ditolak.
c. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif 1) Sumbangan Relatif
Nilai sumbangan dapat diketahui dengan rumus sebagai berikut: SRx1 % = a1Σx1y �� x 100 % SRx2 % = a2Σx2y�� x 100 % Keterangan: SR JKreg = Sumbangan Relatif = a1Σx1y + a2Σx2y (Hadi, 1994: 42-45) 2) Sumbangan Efektif
Nilai sumbangan efektif dapat diketahui dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
50 SE % = JKreg JKT 100% SEx1% = a1Σx1y JKreg SE SEx2% = a2Σx2y JKreg SE Keterangan: SE JKreg JKT = Sumbangan Efektif = a1Σx1y + a2Σx2y = Σy2 (Hadi, 1994: 42-45)
51 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Penelitian ini diterapkan kepada 125 responden yang diambil dari siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Magelang secara acak. Responden tersebut terdiri dari 46 siwa kelas X, 40 siswa kelas XI dan 39 siswa kelas XII, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 9. Sampel Penelitian
No Kelas Jumlah Sampel Nama Kelas Jumlah Terambil 1 2 3 X XI XII 46 40 39 X EC X ED XI EC XI ED XII EC XII ED 23 23 20 20 19 20 Jumlah 125 125
Penelitian ini meneliti 2 variabel bebas yang diduga memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 1 Magelang. Variabel bebas tersebut adalah Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia (X1) dan Minat Belajar (X2). Berikut ini adalah diskripsi dari masing – masing variabel.
1. Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia
Data Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia diperoleh dari angket Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia yang berjumlah 20 butir pernyataan dengan responden sebanyak 125 siswa. Selanjutnya data tersebut diolah dengan menggunakan program SPSS versi 17.0, diperoleh data tertinggi sebesar
52
98 dan nilai terendah sebesar 63. Hasil analisa menunjukkan rata - rata (Mean) sebesar 81,408, Median (Me) sebesar 81, Modus (Mo) sebesar 81 dan Standar Deviasi (SD) sebesar 6,064.
Jumlah kelas interval ditentukan dengan rumus K = 1+3,3 Log n, sehinga diperoleh data sebesar 7,897 yang kemudian dibulatkan sehingga menjadi 8 kelas interval. Rentang data adalah nilai terbesar dikurangi nilai terkecil yaitu (98 – 63) + 1 = 36, sedangkan panjang kelas didapatkan dari rentang data dibagi dengan jumlah kelas interval yaitu 36 : 8 = 4,5 dibulatkan keatas menjadi 5. Berikut adalah tabel distribusi frekuensi variabel Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia.
Tabel 10. Distribusi Frekuensi Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia
No Interval Frekuensi Frekuensi komulatif Frekuensi Relatif (%) 1 60 – 64 1 1 0,8 2 65 – 69 2 3 1,6 3 70 – 74 15 18 12 4 75 – 79 30 48 24 5 80 – 84 34 82 27,2 6 85 – 89 34 116 27,2 7 90 – 94 8 124 6,4 8 95 – 99 1 125 0,8 Total 125 100
Berdasarkan Tabel 10 di atas, histogram distribusi frekuensi data Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia dapat digambarkan sebagai berikut:
53
Gambar 3. Histogram Distribusi Frekuensi Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia
Angket penelitian pemanfaatan perpustakaan multimedia ini meliputi 20 item pernyataan, yang masing masing pernyataan terdiri dari 1 – 5 pilihan jawaban. Sehingga apabila responden mengisi semua pernyataan yang tersedia maka dapat diasumsikan bahwa nilai minimal atau batas terbawah adalah 20 (pilihan jawaban terendah dikali jumlah item = 1 x 20), sedangkan nilai maksimal atau batas atasnya adalah 100 (pilihan jawaban terbesar dikali jumlah item = 5 x 20). Sehingga dari data pemanfaatan perpustakaan multimedia di atas, dapat dikategorikan menjadi 3 kelas atau kelompok sebagai berikut:
Tabel 11. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia
No Interval Frekuensi Frekuensi Kumulatif Frekuensi Relatif (%) Kategori 1 100,00 ≥ x > 87,472 20 20 16 Tinggi 2 75,344 – 87,472 82 102 65,6 Sedang 3 20,00 ≤ x < 75,344 23 125 18,4 Kurang Total 125 100 0 5 10 15 20 25 30 35 60 –64 65 –69 70 –74 75 –79 80 –84 85 –89 90 –94 95 –99
54
Dengan ketentuan kategori tinggi ( > M + 1 SD ), kategori sedang ( M – 1 SD sampai dengan M + 1 SD ) dan kategori kurang ( < M – 1 SD ). Berdasarkan Tabel 11, terdapat 20 siswa (16%) masuk ke dalam kategori tinggi, 82 siswa (65,6%) kategori sedang dan 23 siswa (18,4%) masuk ke dalam kategori kurang, sehingga bisa dikatakan bahwa sebagian besar kecenderungan frekuensi Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia siswa Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Magelang sedang. Dari data distribusi kecenderungan frekuensi pemanfaatan perpustakaan multimedia di atas dapat digambarkan dalam pie chart sebagai berikut:
Gambar 4. Pie Chart Distribusi Kecenderungan Frekuensi Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia
2. Minat Belajar
Data Minat Belajar diperoleh dari angket Minat Belajar yang berjumlah 21 butir pernyataan dengan responden sebanyak 125 siswa. Selanjutnya data tersebut diolah dengan menggunakan program SPSS versi 17.0, diperoleh data tertinggi sebesar 95 dan nilai terendah sebesar 54. Hasil analisa menunjukkan
16% 65,6% 18,4% > 87.472 (Tinggi) 75.344 –87.472 (Sedang) < 75.344 (Rendah)
55
rata - rata (Mean) sebesar 80,384, Median (Me) sebesar 81, Modus (Mo) sebesar 84 dan Standar Deviasi (SD) sebesar 6,206.
Jumlah kelas interval ditentukan dengan rumus K = 1+3,3 Log n, sehinga diperoleh data sebesar 7,897 yang kemudian dibulatkan sehingga menjadi 8 kelas interval. Rentang data adalah nilai terbesar dikurangi nilai terkecil yaitu (95 – 54) + 1 = 42, sedangkan panjang kelas didapatkan dari rentang data dibagi dengan jumlah kelas interval yaitu 42 : 8 = 5,25 dibulatkan keatas menjadi 6. Berikut adalah tabel distribusi frekuensi variabel Minat Belajar
Tabel 12. Distribusi Frekuensi Minat Belajar
No Interval Frekuensi Frekuensi komulatif Frekuensi Relatif (%)
1 50 – 55 1 1 0,8 2 56 – 61 0 1 0 3 62 – 67 4 5 3,2 4 68 – 73 7 12 5,6 5 74 – 79 40 52 32 6 80 – 85 53 105 42,4 7 86 – 91 16 121 12,8 8 92 – 97 4 125 3,2 Total 125 100
Berdasarkan Tabel 12 di atas, histogram distribusi frekuensi data Minat Belajar dapat digambarkan sebagai berikut:
56
Gambar 5. Histogram Distribusi Frekuensi Minat Belajar
Angket penelitian minat belajar ini meliputi 21 item pernyataan, yang masing masing pernyataan terdiri dari 1 – 5 pilihan jawaban. Sehingga apabila responden mengisi semua pernyataan yang tersedia maka dapat diasumsikan bahwa nilai minimal atau batas terbawah adalah 21 (pilihan jawaban terendah dikali jumlah item = 1 x 21), sedangkan nilai maksimal atau batas atasnya adalah 105 (pilihan jawaban terbesar dikali jumlah item = 5 x 21). Dari data minat belajar di atas, dapat dikategorikan menjadi 3 kelas atau kelompok seperti pada tabel distribusi kecenderungan berikut:
Tabel 13. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Minat Belajar
No Interval Frekuensi Frekuensi Kumulatif Frekuensi Relatif (%) Kategori 1 105,00 ≥ x > 86,59 18 18 14,4 Tinggi 2 74,178 – 86,59 91 109 72,8 Sedang 3 21,00 ≤ x < 74,178 16 125 12,8 Kurang Total 125 100
Berdasarkan Tabel 13, terdapat 18 siswa (14,4%) masuk ke dalam kategori tinggi, 91 siswa (72,8%) kategori sedang dan 16 siswa (12,8%) masuk
0 10 20 30 40 50 60 50 –55 56 –61 62 –67 68 –73 74 –79 80 –85 86 –91 92 –97
57
ke dalam kategori kurang, sehingga bisa dikatakan bahwa sebagian besar kecenderungan frekuensi Minat Belajar siswa Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Magelang sedang. Dari data distribusi kecenderungan frekuensi minat belajar di atas dapat digambarkan dalam pie chart sebagai berikut:
Gambar 6. Pie Chart Distribusi Kecenderungan Frekuensi Minat Belajar
3. Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif
Data tentang prestasi belajar pada mata pelajaran produktif jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 1 Magelang diperoleh melalui metode dokumentasi. Yaitu dengan berupa nilai tengah semester gasal (MID) tahun ajaran 2014/2015. Selanjutnya data tersebut diolah dengan menggunakan program SPSS versi 17.0, diperoleh data tertinggi sebesar 89,50 dan nilai terendah sebesar 66,50. Hasil analisa menunjukkan rata - rata (Mean) sebesar 80,728, Median (Me) sebesar 82, Modus (Mo) sebesar 84,50 dan Standar Deviasi (SD) sebesar 5,401.
Jumlah kelas interval ditentukan dengan rumus K = 1+3,3 Log n, sehinga diperoleh data sebesar 7,897 yang kemudian dibulatkan sehingga menjadi 8 kelas interval. Rentang data adalah nilai terbesar dikurangi nilai terkecil yaitu
14,4% 72,8% 12,8% > 86.59 (Tinggi) 74.178 –86.59 (Sedang) < 74.178 (Rendah)
58
(89,50 – 66,50) + 1 = 24, sedangkan panjang kelas didapatkan dari rentang data dibagi dengan jumlah kelas interval yaitu 24 : 8 = 3. Berikut adalah tabel distribusi frekuensi variabel Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif.
Tabel 14. Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif
No Interval Frekuensi Frekuensi Komulatif Frekuensi Relatif ( % ) 1 ≤ 70,00 9 9 7,2 2 70,01 – 72,01 4 13 3,2 3 72,02 – 74,02 2 15 1,6 4 74,03 – 76,03 13 28 10,4 5 76,04 – 78,04 4 32 3,2 6 78,05 – 80,05 7 39 5,6 7 80,06 – 82,06 25 64 20 8 82,07 ≤ 61 125 48,8 Total 125 100
Berdasarkan Tabel 14 di atas, histogram distribusi frekuensi prestasi belajar mata pelajaran produktif dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 7. Histogram Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif 0 10 20 30 40 50 60 70 ≤ 0.00 70.01 – 72.01 72.02 – 74.02 74.03 – 76.03 76.04 – 78.04 78.05 – 80.05 80.06 – 82.06 2.0 ≤
59
Prestasi belajar mata pelajaran produktif jurusan Teknik Komputer dan Jaringan dikategorikan menjadi dua kategori, yaitu tuntas dan belum tuntas. Kategori ini dibedakan berdasarkan nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Terdapat dua kelompuk KKM, yaitu untuk kelas X dan XI dengan KKM 75,00 sedangkan kelas XII 80,00. Hal ini dikarenakan kelas X dan XI telah menggunakan kurikulum 2013 sedangkan kelas XII menggunakan kurikulum KTSP. Kategori prestasi belajar mata pelajaran produktif tersaji dalam tabel berikut:
Tabel 15. Kategori Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif
No Kelas Kategori Interval Frekuensi Frekuensi relatif (%) 1 X Tuntas 75,00 ≤ y ≤ 100,00 25 20 Belum Tuntas 0,00 ≤ y < 75,00 21 16,8 2 XI Tuntas 75,00 ≤ y ≤ 100,00 40 32 Belum Tuntas 0,00 ≤ y < 75,00 0 0 3 XII Tuntas 80,00 ≤ y ≤ 100,00 39 31,2 Belum Tuntas 0,00 ≤ y < 80,00 0 0 Jumlah 125 100
Dari tabel 15 diketahui bahwa dari 125 siswa sebagai responden, sebanyak 21 siswa (16,8%) dinyatakan belum tuntas dalam mata pelajaran produktif Teknik Komputer dan Jaringan. Dan 104 siswa (83,2%) dinyatakan tuntas dalam mata pelajaran produktif Teknik Komputer dan Jaringan. Bila dikelompokkan sesuai dengan kurikulum yang digunakan, maka responden untuk kelas X dan XI yang berjumlah 86 siswa dinyatakan tuntas sebanyak 65 siswa (75,6%) dan dinyatakan belum tuntas sebanyak 21 siswa (24,4%). Jika digambarkan dengan pie chart maka dapat dilihat pada gambar berikut:
60
Gambar 8. Pie Chart Kategori Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif Kelas X dan XI
Sedangkan untuk responden kelas XII dengan kurikulum KTSP dinyatakan tuntas sebanyak 39 siswa (100%) dan 0 siswa (0%) dinyatakan tidak tuntas. Jika digambarkan dalam pie chart menjadi sebagai berikut:
Gambar 9. Pie Chart Kategori Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif Kelas XII 75,6% 24,4% Tuntas Belum Tuntas 100% Tuntas Belum Tuntas
61 B. Pengujian Persyaratan Analisis 1. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data variabel dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak normal. Pengujian normalitas dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 17.0 dengan ketentuan populasi berdistribusi normal apabila nilai Asymp. Sig. (2-thailed) lebih besar dari tingkat alfa yang ditentukan (5%) (Sudarmanto, 2005:108).
Tabel 16. Hasil Uji Normalitas
Variabel Asymp. Sig. (2-tailed) Keterangan Pemanfaatan Perpustakaan
Multimedia
0,625 Normal
Minat Belajar 0,287 Normal
Dari tabel 16 dapat diketahui bahwa kedua variabel bebas berdistribusi normal, karena kedua variabel memiliki nilai Asymp. Sig lebih dari 0,05 ( 5% ). Hasil analisis grafik normalitas dapat dilihat sebagai berikut:
Gambar 10. Grafik Normal Variabel Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia
62
Gambar 11. Grafik Normal Variabel Minat Belajar
Melihat dari hasil grafik normalitas di atas, sebaran data mengikuti garis diagonal, maka data berdistribusi normal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berdasarkan statistik dan grafik variabel penelitian berdistribusi normal.
2. Uji Linieritas
Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah antara variabel bebas (X) dan variabel terikan (Y) mempuntai hubungan yang linier atau tidak. Kriterianya adalah apabila Fhitung lebih kecil dari Ftabel maka hubungan variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) dinyatakan linier (Sudarmanto, 2005:136). Pengujian linieritas dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 17.0, selanjutnya hasil perhitungan dibandingkan dengan Ftabel pada taraf signifikansi 5% dengan dk pembilang = k dan dk penyebut = (n – k) – 1 (Sugiyono 2010:235), dengan k adalah jumlah variabel bebas dan n adalah jumlah sampel. Hasil pengujian linieritas terangkum dalam tabel berikut:
63 Tabel 17. Hasil Uji Linieritas
Variabel Fhitung Ftabel Keadaan Kesimpulan X1 dan Y 1,205 3,92 1,205 < 3,92 Linier X2 dan Y 1,359 3,92 1,359 < 3,92 Linier
Berdasarkan tabel 16 di atas dapat diketahui kedua variabel bebas memiliki nilai Fhitung lebih kecil dari pada Ftabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua variabel bebas memiliki hubungan linier terharap variabel terikat.
3. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas. Dikatakan terjadi multikolinieritas jika koefisien korelasi antara variabel bebas lebih dari 0,60. Sebaliknya dikatakan tidak terjadi multikolinieritas jika koefisien korelasi antara variabel bebas lebih dari atau sama dengan 0,60 ( r ≤ 0,60) (Sunyoto, 2007:89). Pengujian dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 17.0, dengan hasil koefisien korelasi antara variabel X1 dan X2 sebesar 0,287. Harga koefisien korelasi antar variabel bebas rendah kurang dari 0,60, dengan demikian dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas antar variabel bebas.
C. Pengujian Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara atas permasalahan yang dirumuskan, oleh sebab itu perlu diuji kebenarannya. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan tekink regresi sederhana untuk hipotesis pertama dan kedua, sedangkan untuk hipotesis ketiga menggunakan teknik regresi ganda. Penjelasan tentang hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
64
Tabel 18. Ringkasan Hasil Analisis Regresi Sederhana
Variabel Harga r Harga t
Bebas Terikat rhitung r2 rtabel thitung ttabel X1 X2 Y Y 0,409 0,371 0,167 0,137 0,176 0,176 4,969 4,428 1,66 1,66 1. Hipotesis Pertama
Hipotesis pertama menyatakan bahwa pemanfaatan perpustakaan multimedia berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif siswa Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Magelang. Untuk menguji hipotesis tersebut digunakan analisis regresi sederhana, dengan hasil koefisien korelasi rx1y sebesar 0,409 lebih besar dari rtabel pada taraf signifikansi 5% (0,409 > 0,176). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemanfaatan perpustakaan multimedia terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif siswa Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Magelang. Harga thitung lebih besar dari pada ttabel (4,969 > 1,66), artinya pemanfaatan perpustakaan multimedia memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif siswa Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Magelang. Harga koefisien determinasi r2x1y sebesar 0,167, hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar mata pelajaran produktif Teknik Komputer dan Jaringan ditentukan oleh 16,7% variabel pemanfaatan perpustakaan multimedia.
Besarnya harga koefisien (a) sebesar 0,364 dan bilangan konstanta (K) sebesar 51,081, berdasarkan angka tersebut dapat disusun persamaan garis regresi sebagai berikut:
65
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa apabila Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia (X1) meningkat satu satuan maka nilai Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif (Y) akan naik sebesar 0,364.
2. Hipotesis Kedua
Hipotesis kedua menyatakan bahwa minat belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif siswa Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Magelang. Untuk menguji hipotesis tersebut digunakan analisis regresi sederhana, dengan hasil koefisien korelasi rx2y sebesar 0,371 lebih besar dari rtabel pada taraf signifikansi 5% (0,371 > 0,176). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif siswa Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Magelang. Harga thitung lebih besar dari pada ttabel (4,428 > 1,66), artinya minat belajar memberikan pengaruh yag signifikan terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif. Harga koefisien determinasi r2x2y sebesar 0,137, hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar mata pelajaran produktif Teknik Komputer dan Jaringan ditentukan oleh 13,7% variabel pemanfaatan perpustakaan multimedia.
Besarnya harga koefisien (a) sebesar 0,323 dan bilangan konstanta (K) sebesar 54,787, berdasarkan angka tersebut dapat disusun persamaan garis regresi sebagai berikut:
Y = 0,323X2 + 54,787
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa apabila Minat Belajar (X2) meningkat satu satuan maka nilai Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif (Y) akan naik sebesar 0,323.
66 3. Hipotesis Ketiga
Hipotesis ketiga menyatakan bahwa pemanfaatan perpustakaan multimedia dan minat belajar secara bersama – sama berpengaruh postitf dan signifikan terhadap prestasi belajar mata pelajaran produktif siswa Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Magelang. Untuk menguji hipotesis tersebut digunakan analisis regresi ganda dua prediktor.
Tabel 19. Ringkasan Hasil Analisis Regresi Ganda Variabel Koefisien a1 0,294 a2 0,240 K 37,506 R 0,487 R2 0,237 Fhitung 18,967 Ftabel 3,07
a. Persamaan garis regresi ganda 2 prediktor
Berdasarkan hasil analisis dengan bantuan program SPSS versi 17.0 diperoleh harga koefisien X1 (a1) sebesar 0,294, koefisien X2 (a2) sebesar 0,240 dan konstanta (K) sebesar 37,506. Berdasarkan angka tersebut dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 0,294X1 + 0,240X2 + 37,506
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa apabila Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia (X1) meningkat satu satuan dan Minat Belajar (X2) tetap maka Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif (Y) naik sebesar 0,294. Jika Minat Belajar (X2) naik satu satuan dan Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia (X1) tetap, maka Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif (Y) naik sebesar 0,240.
67 b. Koefisien determinan (r2)
Koefisien determinasi menunjukkan tingkat ketetapan garis regresi. Garis regresi digunakan untuk menjelaskan proporsi dari prestasi belajar mata pelajaran produktif (Y) yang diterangkan oleh garis variabel bebasnya. Berdasarkan analisis data menggunakan SPSS 17 diperoleh koefisien prediktor rhitung sebesar 0,487 lebih besar dari pada rtabel pada taraf signifikansi 5% (0,487 > 0,176), artinya Pemanfatan Perpustakaan Multimedia dan Minat Belajar secara bersama – sama memiliki pengaruh terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif. Sedangkan koefisien determinan r2y(1,2) sebesar 0,237, artinya Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 1 Magelang ditentukan oleh 23,7% variabel Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia dan Minat Belajar.
c. Pengujian signifikansi regresi ganda 2 prediktor denngan uji F
Uji signifikansi dilakukan dengan uji F dengan bantuan program SPSS versi 17.0, pada tabel ANOVA diperoleh harga Fhitung sebesar 18,967 dan Ftabel pada taraf signifikansi 5% dengan db 2:123 sebesar 3,07. Hasil tersebut menunjukkan Fhitung lebih besar dari pada Ftabel (18,967 > 3,07), artinya Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia dan Minat Belajar secara bersama – sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Prestasi Belajar Mata Belajar Produktif di SMK Negeri 1 Magelang.
d. Sumbangan relatif (SR) dan sumbangan efektif (SE)
Dari hasil nilai pokok diketahui besarnya sumbangan relatif (SR%) dan sumbangan efektif (SE%) masing – masing variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebagai berikut:
68
Tabel 20. Hasil Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif
Variabel Sumbangan Relatif (SR%) Sumbangan Efektif (SE%) X1 55,4 23,98 X2 44,6 19,33 Total 100 43,31
Dari tabel 19 disimpulkan bahwa variabel Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia (X1) memberikan sumbangan relatif (SR%) terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif (Y) sebesar 55,4% dan Variabel Minat Belajar (X2) sebesar 44,6%. Sumbangan efektif masing – masing variabel bebas adalah Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia sebesar 23,98% dan Minat Belajar sebesar 19,33%. Sedangkan secara bersama – sama variabel Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia dan Minat Belajar memberikan sumbangan efektif (SE%) sebesar 43,31% terhadap pencapaian Prestasi Belajar Mata Pelajaran Produktif di SMK Negeri 1 Magelang, sedangkan sisanya 56,69% diberikan oleh variabel lain yang tidak dibahas pada penelitian ini.
D. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Multimedia Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Prod uktif
Hasil analisis sederhana menunjukkan Y = 0,364X1 + 51,081 dengan koefisien korelasi rx1y 0,409 dan koefisien determinan r2x1y sebesar 0,167. Harga rtabel pada N = 125 dan taraf signifikansi 5% adalah 0,176 yang berarti bahwa rhitung lebih besar dari pada rtabel (0,409 > 0,176), thitung sebesar 4,969 lebih besar