• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA

A. Kajian Filologis

5. Sinopsis

Sinopsis adalah penuturan yang ringkas suatu teks yang mencakup keseluruhan isi secara utuh. Maksud mengemukakan sinopsis suatu teks yaitu untuk memudahkan pembaca agar memperoleh gambaran isi teks secara menyeluruh. Teks SM ini berbentuk prosa yang disajikan dalam bentuk dialog, terjadi empat kali dialog dengan tema masing-masing. Sebelum menyajikan sinopsis dari teks SM ini, penulis akan terlebih dahulu menyajikan susunan penyajian teks SM secara struktural melalui tabel berikut:

Tabel 4.17 Tabel susunan penyajian teks SM secara struktural

Dialog Hal. Isi dialog

Dialog I 1-16 a. Ajaran kepemimpinan dalam lingkup kehidupan keluarga, kehidupan dengan para abdi, dan kehidupan bermasyarakat.

b. Delapan ajaran kepemimpinan, yakni: kuwasa, purba, wisesa, kukum, adil, paramarta, dana, pariksa.

Dialog II 16-37 Keteladanan kepemimpinan dari para Nabi dan para sahabat Nabi yang dikutip dari Serat Tajussalatin.

Teks lain 38-52 Sejarah pemberontakan pergerakan Komunis di Bandung, Batavia, dan Banten.

Dialog III 53c-62 Gambaran kondisi jaman yang sejahtera dan jaman yang tidak sejahtera kaitannya dengan sikap manusia.

Dialog IV 71-90 Keteladanan kepemimpinan dari para pemimpin atau raja-raja di Jawa mulai dari Kyai Ageng Sela sampai Paku Buwana VIII.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

117

Berikut sinopsis teks SM yang penulis sajikan perdialog: a. Dialog I

Terhadap keluarga dan sanak saudaranya, seorang pemimpin harus bijaksana, menyayangi mereka, dan memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Kepada para abdinya, pemimpin harus memahamkan terkait dengan hak dan kewajibannya, memenuhi kebutuhannya, tidak sewenang-wenang (sikap senioritas), menyayangi mereka dan tidak membeda-bedakan status sosialnya. Dalam kehidupan bermasyarakat, seorang pemimpin juga harus menjalin hubungan yang baik keapada sesama, menghormati yang tua dan mengasihi yang muda.

Berikut delapan ajaran kepemimpinan yang harus dimiliki seorang pemimpin:

1) Kuwasa : berwenang memutuskan segala sesuatu.

2) Purba : bertanggung jawab atas semua permasalahan yang ada.

3) Wisesa : pemimpin harus tegas.

4) Kukum : perlakuan hukum yang sama terhadap siapapun.

5) Adil : bersikap adil terhadap siapapun sesuai kadarnya.

6) Paramarta : berhati lembut dan kasih sayang terhadap siapapun.

7) Dana : rajin berderma dengan pemberian terbaik.

8) Pariksa : senantiasa mengontrol kebijakan-kebijakan yang telah

diputuskan dan kinerja-kinerja jajaran pemerintahan di bawahnya. b. Dialog II

Keteladanan kepemimpinan dari para Nabi dan para sahabat Nabi yang dikutip dari Serat Tajussalatin.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

118

1) Nabi Adam

Seorang pemimpin yang sangat sederhana, setiap hari senantiasa terlihat prihatin, dan tanpa rasa malu Nabi Adam bersedia bekerja pekerjaan yang kasar.

2) Nabi Musa

Seorang pemimpin yang tegas, tangguh, dicintai semua rakyatnya. Hal itu terlihat ketika peperangan melawan kaum kafir yang hendak menghancurkan Masjid Al-Aqsa, semua rakyatnya ikut terjun di medan peperangan baik itu yang tua, muda, lelaki maupun perempuan. Beliau sangat menyayangi kaum fakir dan miskin.

3) Nabi Yusuf

Seorang pemimpin yang menyadari kesalahannya, yakni di tengah-tengah kemakmuran bangsanya, beliau tidak pernah terjun langsung ke lapangan memantau kondisi rakyatnya, hanya didelegasikan kepada utusannya sehingga beliau memutuskan untuk turut hidup susah karena khawatir jika ternyata ada rakyatnya yang hidup susah.

4) Nabi Dawud

Seorang pemimpin yang rela bekerja keras demi keluarga, para abdi dan rakyatnya, yakni membuat baju besi kemudian dijual di pasar untuk menafkahi keluarga dan keperluan perang.

5) Nabi Sulaiman

Nabi yang paling luas kerajaannnya. Seorang pemimpin yang sangat menyayangi keluarga, para abdi, semua rakyatnya, dan semua makhluk yang ada di alam ini.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

119

6) Nabi Muhammad

Seorang pemimpin yang sangat menyayangi keluarga dan anak-anaknya dan seorang pemimpin yang sangat bijaksana.

7) Abu Bakar Ash Shidiq

Seorang pemimpin yang sangat bijaksana, hidup sangat sederhana, tidak bersedia memakai uang negara (Baitu Mal) untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari.

8) Umar

Sama seperti Nab-nabi sebelumnya, beliau juga seorang pemimpin yang sangat sederhana, tidak bersedia memakai uang negara untuk mencukupi kebutuha keluarganya sehari-hari.

9) Utsman bin Affan

Di usianya yang semakin senja, beliau masih bertahan memimpin rakyat dan mencari nafkah untuk keluarganya, mekipun tidak seoptimal biasanya.

10) Ali bin Khatab

Seorang pemimpin yang sangat pemberani, dan hidupnya sangat sederhana.

c. Dialog III

Berisi gambaran kondisi jaman yang sejahtera dan jaman yang tidak sejahtera. Jaman yang sejahtera adalah jaman dimana rakyatnya senantiasa bersyukur terhadap apa yang ada, tidak pernah mengeluh meskipun kondisi alamnya saat itu sedang kemarau panjang ataupun musim penghujan. Sedangkan jaman yang tidak sejahtera adalah jaman dimana rakyatnya senantiasa berkeluh kesah

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

120

musim kemarau dan musim penghujan tiba. Selain itu jaman yang tidak sejahtera juga didukung oleh sikap rakyatnya yang mulai terkikis moralnya.

d. Dialog IV

Berisi keteladanan kepemimpinan dari para pemimpin atau raja-raja di Jawa mulai dari Kyai Ageng Sela sampai Paku Buwana VIII.

1) Kyai Ageng Sesela

Pemimpin yang gemar bertapa, sederhana hidupnya (rajin berpuasa, sedikit tidur), rajin menimba ilmu kepada orang-orang yang ahli. Di usianya yang semakin senja, beliau semakin rajin mendekatkan diri kepada Allah SWT. 2) Kyai Ageng Nis

Raja yang gemar bertapa dan rajin menimba ilmu kepada orang-orang pintar. 3) Kyai Ageng ing Pamanahan

Raja yang juga gemar bertapa, senantiasa menjauhi perbuatan tercela, tajam pemikirannya hingga memiliki kemampuan bisa memprediksi kejadian yang akan terjadi.

4) Kanjeng Panembahan Senapati

Raja muda yang tangguh dan teguh, rajin bertapa dan patuh terhadap ayahandanya.

5) Kanjeng Sinuhun Seda Krapyak

Raja yang sangat menyayangi keluarga, para abdi dan punggawanya. Tetapi beliau seorang raja yang kurang teguh pendiriannya.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

121

6) Kanjeng Sinuhun Sultan Agung

Raja yang gemar bertapa, taat terhadap perintah agama Islam, sangat menghormati kaum ulama.

7) Kanjeng Sinuhun Tegal Arum

Raja yang sangat menyayangi keluarga, para abdi dan punggawanya. Beliau suka memperhatikan hal-hal kecil yang sangat remeh, suka memuja kecantikan wanita, kurang pemberani dan kurang tangguh.

8) Kanjeng Sinuhun Mangkurat Bawa

Raja yang sangat pemberani dan tangguh dalam peperangan, ramah, tetapi kurang teguh pendirian.

9) Kanjeng Sinuhun Mangkurat Mas

Raja yang dermawan, tetapi kurang dewasa dan bijaksana, suka bermain wanita, suka mengingkari janji, dan kurang tangguh dalam medan peperangan. 10) Kanjeng Sinuhun PB I

Raja yang penyabar, halus budi pekertinya, senantiasa bersyukur dan tawakal kepada Allah SWT, tidak tergesa-gesa dan mempertimbangkan suatu permasalahan lebih dalam lagi.

11) Kanjeng Sinuhun Prabu Amangkurat

Raja yang sangat menyayangi keluarga, para abdi dan punggawanya. Rajin berderma. Tidak suka membanding-bandingkan status sosial orang tertentu. 12) Kanjeng Sinuhun PB II

Raja yang penyabar, halus budi pekertinya dan baik hatinya. Tetapi terlalu mempercayai setiap masukan tanpa dipertimbangkan terlebih dahulu.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

122

13) Kanjeng Sinuhun PB III

Raja yang sangat menyayangi keluarga, para abdi dan punggawanya. Gemar membuat benda-benda dari kayu. Sangat menyukai karya sastra dan bersahabat dekat dengan ahli sastra bernama Yasadipura I.

14) Kanjeng Sinuhun PB IV

Raja yang kurang teguh pendirian sehingga mudah dipengaruhi oleh orang lain.

15) Kanjeng Sinuhun PB V

Raja yang sangat pandai dalam hal kesusatraan, rajin mempelajari karya-karya sastra Jawa Klasik.

16) Kanjeng Sinuhun PB VI

Raja yang sangat penyabar, senantiasa bersyukur dengan apa yang dimilikinya. Raja yang ramah, supel, gaya bicaranya menyenangkan.

17) Kanjeng Sinuhun PB VII

Raja yang sangat pemberani, tangguh, teguh pendirian, tegas, sabar, dan senantiasa berlaku adil. Beliau sangat disayangi oleh rakyat, abdi dan para punggawanya. Jaringannya cukup luas sampai ke mancanegara.

18) Kanjeng Sinuhun PB VIII

Raja yang multi talenta (serba bisa). Hatinya sangat lembut, sabar, dan tidak pernah marah.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

B. Kajian Isi

Kajian isi mengungkapkan isi yang terkandung dalam Serat Mudhatanya.

Secara garis besar serat ini menceritakan tentang ajaran-ajaran pokok kepemimpinan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ajaran kepemimpinan tersebut disampaikan secara lengkap mulai dari sikap seorang pemimpin terhadap keluarga dan sanak saudaranya sampai pada sikap seorang pemimpin terhadap bangsa dan negara yang dipimpinnya. Ajaran kepemimipinan ini dilengkapi dengan contoh-contoh gaya kepemimpinan dari para Nabi, sahabat- sahabat Nabi hingga para pemimpin Jawa mulai dari Kyai Ageng Sela sampai Kanjeng Sinuhun Paku Buwana VIII.

Kajian isi Serat Mudhatanya akan disampaikan secara detail dan urut

susunannya perdialog, mulai dari dialog pertama hingga dialog keempat. Masing- masing dialog memuat isi yang berbeda-beda. Berikut uraiannya:

1. Dialog I (SM 1-16):

Dialog pertama ini berisi tentang etika hidup bermasyarakat bagi seorang pemimpin dalam lingkup keluarga, tetangga, bawahan, dan pihak luar, juga delapan ajaran pokok kepemimipinan.

Pemimpin adalah seorang manusia biasa yang kesehariannya selalu hidup bersama dengan keluarga dan sanak saudaranya. Di dalam teks SM ini dijelaskan bahwa dalam menciptakan suasana kehidupan keluarga yang harmonis dan sejahtera, seorang pemimpin atau kepala keluarga harus mampu bersikap seperti berikut:

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

a. Seorang kepala keluarga harus dekat dengan keluarga dan sanak saudaranya. b. Seorang kepala keluarga harus mencintai keluarga dan sanak saudaranya

seperti mencintai dirinya sendiri.

c. Seorang pemimpin harus membangun pola komunikasi dua arah dengan anggota keluarga, tidak ada rasa rikuh pakewuh atau sungkan.

d. Pemimpin keluarga yang baik tidak hanya tampak baik di luar permukaannya saja. Antara hati, ucapan dan perbuatan harus sama.

e. Setiap keputusan dan kebijakan yang dikeluarkan harus didasari dengan hati yang bersih.

f. Jika ada anggota keluarga atau sanak saudara yang melakukan kesalahan, tidak langsung memarahinya dengan semena-mena, hadapi dengan kelembutan dan kepala dingin. Jika terbukti bersalah, jangan langsung memarahinya di depan orang banyak. Pilihlah saat yang tepat untuk menegurnya dengan teguran yang lembut dan nasehat secukupnya sesuai dengan kesalahan yang telah dilakukan. Dalam menegur jangan sampai berlebihan sampai menjatuhkan wibawa dan reputasi sebagai seorang pemimpin keluarga.

Dalam kehidupan kesehariannya, seorang pemimpin juga tidak bisa lepas dari hubungannya dengan seorang abdi (bawahan) yang senantiasa membantu kinerjanya. Berikut beberapa sikap yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin terhadap abdinya:

a. Memberikan pemahaman kepada abdi-nya akan tugas dan kewajibannya,

selalu diingatkan agar jangan sampai mengkhianati pekerjaan dan kewajibannya.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

b. Pemimpin yang baik harus memperhatikan kesejahteraan abdi-nya,

(kebutuhannya) jangan sampai ada yang disia-siakan.

c. Membangun hubungan yang baik dengan abdi-nya, tidak sewenang-wenang

(unsur senioritas).

d. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang ketika berbicara membuat hati para abdi tentram ketika mendengarnya.

e. Berlaku seadil-adilnya terhadap para abdi yang terbukti melakukan kesalahan,

dengan memberikan ganjaran/ hukuman sesuai dengan kadar kesalahan yang telah dilakukan.

f. Jika hendak memerintah, yang seperlunya saja, tidak berlebihan.

Sebagai makhluk sosial, seorang pemimpin juga tidak bisa lepas dari hidup bermasyarakat yang setiap hari selalu berinteraksi. Berikut beberapa sikap yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin dalam memimpin masyarakatnya:

a. Menjaga hubungan baik dengan orang lain, muda tua, lain bangsa, dan lain- lain.

b. Bertutur kata yang ramah dan santun dengan siapapun.

c. Setiap keputusan harus dipertimbangkan secara lebih mendalam lagi.

Selain beberapa sikap yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin terhadap keluarga, sanak saudara, abdi(bawahan), dan masyarakat yang telah

diuraikan di atas, di dalam teks SM ini juga dijelaskan ada delapan pedoman (bekal) yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Delapan pedoman tersebut adalah kuwasa, purba, wisesa, kukum, adil, paramarta, dana dan pariksa. Berikut uraiannya:

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

1) Kuwasa berarti wewenang yang dimiliki untuk memutuskan segala sesuatunya

secara bijak. Berikut kutipannya:

”Kuwasa: wênang ngewahi tatanan ingkang kirang murakabi dhatêng kulawarga” (SM: 7)

2) Purba berarti bertanggungjawab atas semua semua permasalahan dalam

kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Berikut kutipannya:

”Purba: mêngku dhatêng samukawis agêng alit, amis bacin, èwêt pêkèwêt, gampil angèl, ruwêt rêntêng, papa sangsara. Sadaya kukubanipun ing ngriku, punika anggèr ingkang kajibah mêngku.” (SM: 7)

3) Wisesa berarti tegas terhadap siapapun untuk senantiasa berbuat kebajikan.

Berikut kutipannya:

”Wisesa: punika satêngah amêksa dhatêng tindak sae. Angancam-ancam sintên ingkang nglampahi lêpat badhe tampi pamisesa ing samurwatipun nanging saderengipun kêdah dipundhawuhakên. Yen ala bakal nemu ala. Yen becik bakal nemu becik.” (SM: 8)

4) Kukum berarti perlakuan hukum yang sama terhadap siapapun. Berikut

kutipannya:

”Kukum: kêdah nindakakên ing salêrêsipun. Têgêsipun: botên bahu kapine sintên-sintêna bilih botên lêrês inggih kêdah kalêrêsakên. Manawi mêksa botên purun mantuni tindakipun ingkang awon. Ing ngriku sampun sêdhêngipun katindakakên prakawisipun.” (SM: 8)

5) Adil berarti bersikap adil terhadap siapapun, sesuai dengan usaha yang telah

dilakukan. Berikut kutipannya:

”Adil: punika tumrap dhatêng putra wayah sadhèrèk santana abdi agêng alit. Manawi prakawisan rêbat lêrês. Dhatêng sasaminipun putra wayah sadhèrèk santana abdi, kêdah dipuntêtêpakên ing pangadilanipun ingkang jêjêg. Babasan utang nyaur, nyilih ngulihake. Utang lara nyaur lara, utang pati nyaur pati, sapiturutipun. Botên kenging dlemok cung, kêdah wradin. Têgêsipn yen si dhadhap kang utang, mung nyaur samene, yen si waru kang utang kudu nyaur samene, punika dlêmok cung namanipun. Sampun ngantos makatên, kêdah sami-sami pamidananipun, sarta kêdah têtêp ingkang sampun kasêbut ing anggèr, anggèr botên kenging mèncèng.” (SM: 8)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

6) Paramarta berarti berhati lembut dan mempunyai sifat belas kasihan terhadap

siapapun, sabar dan pemaaf. Berikut kutipannya:

”Paramarta: punika bilih putra wayah sadhèrèk santana abdi gadhah prakawis dhatêng anggèr, ingkang sanès prakawis agêng, kadosta kalentu ing patrap, dêksura, kumasurun, anggêgampil kagunganipun anggèr ingkang botên sapintêna, punika kêdah dipunparingi paramarta. Sampun lajêng katêtêpakên ing kalêpatanipun. Kêdah dipunaring-aringi supados asrêp manahipun. Saupami lêpat sakêdhik kemawon dhatêng angger lajêng kapidana awrat, sarta lajêng kauwus-uwus ingkang botên sampun-sampun, punika botên prayogi.” (SM: 9)

7) Dana berarti rajin berderma dengan pemberian yang terbaik. Berikut

kutipannya:

”Dana: inggih ingkang kêrêp paparing. Manawi paparing barang ingkang enggal risak, kadosta dhahar-dhaharan, sêmbêt sapanunggilanipun, punika kêdah ingkang kêrêp. Manawi paparing barang ingkang sagêd lami kanggenipun kadosta: ingkang warni mas, intên, dhuwung, tumpakan tuwin griya papan semahan. Punika kêdah ingkang awis-awis.” (SM: 9)

8) Pariksa berarti sungguh-sungguh ketika melakukan proses pemantauan dan

kontrol terhadap kinerja bawahannya, tidak didelegasikan tetapi terjun langsung ke bawah. Berikut kutipannya:

”Pariksa: pikajêngipun inggih ingkang pariksa sayêktos. Têgêsipun ingkang botên kaliyan aturing liyan, ingkang awon ingkang sae anggèr kêdah matitisakên piyambak dhatêng tiyangipun, botên mawi lalantaran utusan sabab utusan punika asring suda wêwah kaliyan nyatanipun.” (SM: 12)

Di dalam dialog ini juga diuraikan bahwa pemimpin yang baik hendaknya menjauhkan diri dari perbuatan nista. Berikut beberapa contoh perbutan nista:

a. Memperhatikan hal-hal kecil yang tidak ada manfaatnya.

b. Mendengarkan cerita/perkataan orang yang tidak membawa dampak halusnya budi pekerti.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

c. Mendengarkan cerita/perkataan orang yang tidak berdasarkan pada agama d. Berbicara sekehendak dirinya, suka menjelek-jelekkan orang lain.

e. Suka bercanda/bersendau gurau secara berlebihan.

f. Suka mengambil makanan yang sudah jatuh di atas tanah. g. Jorok, tidak memperhatikan kebersihan diri dan lingkungannya.

h. cara berpakaian sekehendak hatinya, memakai baju yang sudah tidak layak Dalam memimpin negara yang begitu kompleks permasalahannya, seorang raja juga perlu istirahat sejenak (refreshing) untuk kembali menyegarkan pikiran.

Seperti orang Muslim, istirahatnya adalah shalatnya, sembahyang dan

tafaqurrahman (mendekatkan diri kepada Allah). Atau seperti orang Budha,

istirahatnya adalah bersemedi, mengheningkan jiwa raga.

2. Dialog II (SM 16-37)

Dialog ini berisi tentang keteladanan kepemimpinan para Nabi dan kepemimpinan sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW yang sebagian besar diambil dari Serat Tajussalatin bagian kitab Tabihul Gapilin dalam pasal ke-5.

1) Kepemimpinan Nabi Adam

Di dalam teks SM ini, Nabi Adam digambarkan sebagai seorang raja yang sebagai berikut:

a. Seorang raja yang bersedia bekerja pekerjaan kasar tanpa rasa malu, yakni sebagai seorang Pandhe tosan atau seorang pandai besi.

Berikut kutipannya:

”...punika taksih karsa nyambut damêl kasap. Sabên dintên pandhe tosan, kaurupakên kangge dhahar ing sadintên-dintênipun.” (SM: 18)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user Terjemahan:

”....masih bersedia bekerja pekerjaan yang keras/kasar. Setiap harinya bekerja sebagai Pandhe tosan (orang yang ahli membuat alat-alat/benda-benda dari

besi), guna untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.” (SM: 18)

b. Selama hidupnya belum pernah makan enak. Tidak suka hidup bermewah- mewah. Setiap hari senantiasa terlihat prihatin. Berikut pernyataan Nabi Adam ketika ditanya oleh putranya tentang gaya hidup beliau yang senantiasa prihatin:

Aku iki maune dikarsakakke dening Gusti Allah dadi kalipah ana suwarga. Nuju ana dosaku diudhunake marang ing donya kusniya malebari iki, ngratoni anak putu. Mulane aku ora duwe bungah. Pancèn tak cêgah sak patute. Bok manawa dhompo panggawèhaku ngratoni kowe kabèh. Yèn luput saka kurang titi pariksa. Yakti nêmu duduka manèh. Kaya aku diudhunake marang bumi sap pitu. Yèn ratu kêrêp bungah-bungah lan juwèh iku ilang sênêne. Murwate ora nana kang kari.” (SM: 19)

Terjemahan:

”Awalnya, memang aku ditakdirkan menjadi seorang khalifah/pemimpin di dalam surga. Karena kesalahan yang telah kuperbuat, Allah SWT memutuskan untuk menurunkanku ke bumi, mengelola dan memimpin bumi ini. Oleh sebab itu, sedikit sekali aku bersenang-senang, memang sekuat tenaga aku menekannya. Jangan sampai aku mengulangi kesalahan yang kedua kalinya karena ketidak telitianku dalam memimpin kalian semua, seperti kesalahanku dahulu hingga diturunkan dari langit tingkat tujuh. Jika raja hanya bersenang- senang belaka, hilanglah wibawanya dan harga dirinya”. (SM: 19)

2) Kepemimpinan Nabi Musa

Di dalam teks SM ini, Nabi Musa digambarkan sebagai seorang raja yang tangguh dan sangat pemberani.

Ketika Masjid Al-Aqsa di negeri Baital Muqadas hendak dihancurkan oleh orang-orang kafir, Nabi Musa menginstruksikan kepada semua bala tentara dan semua rakyatnya untuk bersiap siaga perang melawan musuh Islam. Nabi Musa membagi dua pasukan, yakni pasukan Kanabeyan dan pasukan Karaton. Beliau

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

juga mengangkat 12 senapati, setiap senopati memimpin pasukan berjumlah 220 orang. Seh Nakib, salah satu senapati, bertugas untuk menggerakkan bala tentara sekaligus memutuskan setiap permasalahan. Semua bala tentara dan semua rakyat Nabi Musa, laki-laki-perempuan, tua-muda, semuanya terjun ke medan peperangan turut berperang melawan orang-orang kafir yang hendak menghancurkan Masjid Al-Aqsa.

Ketika perang, Nabi Musa tidak bersedia naik di atas kuda atau tandu, beliau langsung terjun ke medan peperangan bersama tentaranya. Ketika malam, beliau beristirahat di jalan. Punggawa yang melihat kondisi beliau yang seperti itu, tidak tega dan langsung menawarkan tempat beristirahat yang lebih layak, tetapi beliau menolaknya dengan lembut. Beliau berpesan kepada punggawa tersebut supaya tenaganya jangan terlalu difokuskan untuk membuat tempat peristirahatan, lebih baik tenaganya disimpan untuk pertarungan esoknya.

Dalam kehidupan sehari-harinya, Nabi Musa selalu mengajak makan bersama dengan para abdi(bawahan) dan jajaran pemerintahannya. Beliau

senantiasa membuat hati mereka senang.

3) Kepemimpinan Nabi Yusuf

Di dalam teks SM ini, Nabi Yusuf digambarkan ketika itu beliau sedang jatuh sakit malaria. Semua saudara dan para punggawanya berkumpul jadi satu berada di samping beliau. Salah seorang dari mereka menanyakan perihal sakitnya karena disamping sakit, Nabi Yusuf nampak memikirkan sesuatu yang sangat berat. Dijawab oleh Nabi Yusuf bahwa beliau sangat khawatir terhadap kondisi rakyatnya. Beliau tidak akan makan enak sebelum rakyat terpenuhi

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

kebutuhannya. Beliau merasa bersalah karena selama ini tidak bisa terjun langsung mengamati kehidupan rakyatnya, beliau hanya mendelegasikan kepada utusannya. Hal itu yang membuat beliau resah dan khawatir, kurang makan dan kurang tidur, kesehariannya hanya makan roti gandum 2 potong. Mendengar hal itu, para punggawa langsung merasa iba.

4) Kepemimpinan Nabi Dawud

Di dalam teks SM ini, Nabi Dawud digambarkan ketika itu seusai memberikan perintah dan putusan-putusan, Nabi Dawud melangkah menuju ke masjid kemudian mendirikan sholat dua rakaat. Beliau berdoa, memohon kepada

Dokumen terkait