• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Benefit Sharing (Pembagian Keuntungan)

Dalam dokumen PEMBAGIAN KEUNTUNGAN BERSAMA DARI KERJAS (Halaman 30-40)

Menurut sadoff dan Grey, kerjasama pada sungai internasional dibangun

untuk mencapai keuntungan bersama.31 Hal ini didasarkan pada rasionalitas agenda

nasional masing-masing negara yang berkaitan dengan pengembangan sungai

29 Vollmer, R., Ardakanian, R., Leentvaar, J., van der Schaaf, C., Wirkus, L. Op cit. 30 Giordano, A., Meredith & Wolf T., Aaron. Op cit.

15 sehingga dapat mendukung agenda nasional tersebut. Dan langkah untuk

mempertahankan kerjasama, diperlukan mengidentifikasi jangkauan sejauh mana

manfaat potensial yang bisa dicapai dari kerjasama dibandingkan tindakan sepihak

masing-masing negara. Oleh Karena itu, Sadoff dan Gray membagi manfaat

tersebut menjadi empat tipe, yaitu :

 Tipe 1- Benefits to the river (environmental) : Meningkatkan manfaat pada

sungai dari manajemen yang lebih baik dari ekosistem.

 Tipe 2- Benefits from the river (direct economic) : Meningkatkan manfaat

besar dari sungai dari kerjasama dan pengembangan sungai terpadu

(penggunaan air).

 Tipe 3- Benefits because of the river (political) : Manfaat signifikan dari berkurangnya ketegangan karena kerjasama.

 Tipe 4- Benefits beyond the river (catalyst) : Meningkatnya manfaat yang luas,

seperti manfaat dari sungai dan berkurangnya biaya karena sungai dapat

menghasilkan kerjasama yang luas dan integrasi ekonomi regional.

Keempat tipe ini memiliki posisi yang sama, tidak ada perbedan pada

besarnya potensi keuntungan di masing-masing tipe, serta tidak ada urutan tertentu

yang harus didahulukan, karena mereka saling terikat satu sama lain.32 Misal suatu

kerjasama sungai internasional dimotivasi oleh tipe 1 atau tipe 2, maka tipe 3 dan

tipe 4 akan menyusul, atau sebaliknya. Namun ketika salah satu tipe kerjasama

mengalami kemunduran akan berakibat penghambatan pada tipe yang lain.33 Dan

32 Ibid. 33 Ibid.

16 empat tipe manfaat berpotensi diperoleh akan sangat bervariasi di seluruh sungai

internasional.

Kerjasama sungai internasional akan selalu menghadapi dua kemungkinan

tantangan dan peluang, karena akan selalu ada dampak positif dan negatif dari

kerjasama sungai internasional.

Gambar 2.1 Tantangan dan Peluang Kerjasama Sungai Internasional

Sumber: Sadoff, C. W., & Grey, D.

Gambar diatas menunjukan tantangan dan peluang dari masing-masing

manfaat pada sungai internasional, dimana jika kerjasama dilakukan dengan efektif

dan adil tantangan dalam kerjasama bisa menjadi peluang, seperti pada tipe 1 yang

memiliki hubungan dengan lingkungan, dimana kerjasama antarnegara tepian

dalam memanfaatkan potensi sungai memiliki tantangan seperti perubahan kualitas

air, lahan basah, dan keanekaragaman hayati, namun jika dilakukan secara tepat

dapat berpeluang meningkatkan kualitas air, arus sungai, konservasi tanah dan

17 Keuntungan bersih untuk sungai secara keseluruhan terkadang dirasa menjadi

kerugian bagi beberapa negara tepian. Jika hal tersebut terjadi, mekanisme

pembagian keuntungan dapat memainkan peran penting dalam memotivasi

kerjasama. Dimana Sadoff dan Grey mendefinisikan benefit sharing sebagai any

action designed to change the allocation of costs and benefits associated with

cooperation”.34 Yaitu mekanisme atau tindakan yang dirancang untuk mengubah alokasi biaya dan manfaat yang diperoleh dari kerjasama di sungai internasional.

Hal ini termasuk pada empat tipe manfaat dan semua biaya kerjasama. Biaya

kerjasama berkaitan dengan biaya kelembagaan atau fisik dari pembangunan dan

manajemen sungai atau biaya dalam negosiasi atau hubungan politik, juga

mencakup biaya peluang unilateral (manfaat), serta terkadang termasuk pada

pemberian redistribusi atau kompensasi.

Lebih lanjut, ide utamanya adalah semacam mengubah anggapan zero-sum

game dari pembagian alokasi air menjadi positive-sum game sehingga win-win

situation dapat dicapai.35 Misalnya, pada suatu sungai internasional negara A mendapatkan pembagian air yang lebih banyak sedangkan negara B lebih sedikit,

mekanisme pembagian keuntungan dapat memberikan negara A atau B atau C

mendapatkan keuntungan yang sama.

Sistem ini memberikan ruang untuk mengidentifikasi kerjasama yang saling

menguntungkan secara fleksibel dengan memisahkan distribusi fisik pembangunan

sungai (dimana kegiatan terjadi) dan distribusi keuntungan ekonomi (pihak yang

34 Sadoff, C. W., & Grey, D. Op cit. 35 Ibid.

18

menerima manfaat dari kegiatan).36 Sehingga memungkinkan negara tepian untuk

berfokus untuk menghasilkan manfaat sungai secara keseluruhan, kemudian

membagi manfaat tersebut dengan cara yang disepakati bersama. Sadoff dan Grey

menghitung cost dari kerjasama sungai internasional melalui lima tindakan, yaitu :

 Direct payment for water use, berupa tindakan jual-beli akses air.  Direct payment for benefits, berupa pembayaran atau pemberian

kompensasi pada pihak yang merasa tidak mendapatkan haknya.  Purchase agreements, berupa kesepakatan jual beli listrik hidro.  Financing and ownership arrangements, berupa hubungan kerjasama

antara negara tepian dalam hal investasi atau program pengembangan

lainnya.

 Broadened bundle of benefits, berupa hubungan kerjasama pengembangan sungai atas dukungan dan bantuan internasional.

Untuk penjelasan pada masing-masing variable dalam sistem benefit

sharing, sebagai berikut :

Manfaat dari Kerjasama Sungai Internasional

1) Benefits to the river (Lingkungan/ekologikal)

Berfokus pada memungkinkannya manajemen ekosistem sungai yang lebih

baik, sehingga mencapai manfaat pada sungai dan menjadi landasan pada manfaat

lainnya. Kerjasama pengelolaan lingkungan menjadi hal terpenting dalam

pengelolaan dan pengembangan sungai internasional dan dapat membawa manfaat

19 bagi semua penggunaan dan pengguna sungai. Manfaatnya seperti meningkatkan

kualitas air dan melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem lainnya. Dimana

sungai dapat menjadi tempat yang aman dan berharga untuk memulai kerjasama

internasional yang berlandaskan pengelolaan lingkungan.

Walaupun sungai memiliki sistem ekologi yang tangguh namun aktifitas

manusia hampir selalu menjadi penyebab kerusakan lingkungan sungai. Maka dari

itu sangat diperlukan penerapan proses perancangan kerjasama yang efektif dan

berkelanjutan untuk memastikan sistem sungai tetap sehat. Dimana sungai yang

dikatakan sehat berkaitan dengan perlindungan air, pelestarian tanah dan lahan

basah, dan mengurangi pencemaran air, keanekaragaman hayati dan lingkungan

sungai.37

Maka dari itu, manajemen berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan

kualitas penghidupan masyarakat. Selain membuat sungai tetap sehat, kerjasama

pemanfaatan dan pengembangan yang efektif dapat menjadi salah satu kunci

pembangunan berkelanjutan.

2) Benefits from the river (Ekonomi Langsung)

Dimana manajemen kerjasama dan pengembangan sungai internasional dapat

meningkatkan manfaat besar dari sungai, seperti pengelolaan sumber daya air untuk

membangun PLTA, sumber irigasi pertanian, maupun tujuan wisata lingkungan.

Sehingga manfaat seperti peningkatan sumber daya air, produksi pangan dan

energi, kesempatan navigasi, pariwisata lingkungan dapat tercapai.

20 Kenyataannya, selalu ada hambatan dalam pengelolaan sungai internasional,

seperti egoisme dan kepentingan pribadi masing-masing pihak. Maka dari itu sangat

diperlukan pengelolaan yang adil dengan bertimbangan berbagai peluang

penggunaan air dan hubungan antar penggunaan air sehingga dapat diterima dan

diikuti semua pihak. Hubungan hulu-hilir dan dilema antara perlindungan

lingkungan-sosial dan kebutuhan pembangunan menjadi tantangan dalam

kerjasama sungai internasional.38

Dan terkadang dalam kerjasama diperlukan beberapa bentuk redistribusi atau

kompensasi, seperti bantuan dana, hak atas air, investasi, penyediaan barang-jasa

non-terkait, dan lain-lain pada pihak yang merasa tidak mendapatkan hak. Dimana

kerjasama pengelolaan sungai internasional secara terpadu dapat menghasilkan

keuntungan ekonomi bagi semua.

3) Benefits Because of The River (Politikal)

Dimana manfaat yang signifikan dapat diturunkan dari berkurangnya biaya

(atau kerugian) yang ditimbulkan karena sungai, seperti tindakan sepihak atau

ketegangan (atau konflik). Sumber ketegangan dan sengketa sungai internasional,

dapat menyebabkan kerengangan hubungan diplomatik antar negara, peningkatan

kebijakan swasembada masing-masing negara. Hal ini dapat menjadi penghambat

untuk pertumbuhan dan integrasi regional. Kenyataannya integrasi regional

berpotensi sangat penting, terutama pada negara kecil atau berkembang untuk

memajukan negaranya.

21 Namun Sadoff dan Grey berpendapat bahwa sungai internasional lebih

menunjukan kerjasama dan sungai akan selalu menjadi salah satu faktor

penyumbang dalam hubungan baik antar negara tepian dan menjadi pendorong

kerjasama dan integrasi yang stabil dan lebih luas.39

4) Benefits Beyond The River (Katalis/ekonomi secara tidak langsung) Dimana kerjasama sungai internasional menjadi pendorong kerjasama yang

menghasilkan manfaat dari sungai dan mengurangi biaya karena sungai yang dapat

membuka jalan pada kerjasama yang lebih luas bahkan integrasi ekonomi lintas

negara (gabungan dari tipe II dan tipe III).

Seperti peningkatan produktivitas sistem sungai dari produksi dan

perdagangan pangan dan energi, surplus pertanian, pertumbuhan pengolahan dan

perdagangan agro, investasi, infrastruktur dan memperkuat perdagangan. Selain itu

berkurangnya kadar ketegangan atau konflik menghasilkan penghematan biaya

(atau kerugian) sehingga membawa negara tepian pada politik atau kapasitas

kelembagaan kolektif integrasi regional bahkan memungkinkan usaha kerjasama

pada sektor diluar air, seperti transportasi, telekomunikasi, pariwisata dan sektor

lainnya.

Biayadari kerjasama sungai internasional:

1) Direct payment for water

Adalah mekanisme alternatif untuk (kembali) menetapkan hak air yang

disediakan salah satu untuk negara tepian lainnya untuk mendapatkan akses

penggunaan air. Pasar sumber daya air internasional dapat menyediakan

22 mekanisme fleksibel untuk mengalokasikan kembali pengguna air antara negara

tepian dalam pembayaran atau kompensasi yang disepakati, walaupun kadang

dibuat diluar perjanjian sumber daya air yang ada. Dimana prosesnya perjanjian

mengenai harga dan volume air, atau kelayakan pembeli akan mempengaruhi

distribusi manfaat yang diperoleh dari air. Umumnya dilakukan untuk memenuhi

kebutuhan irigasi pertanian dan suplai air domestik suatu negara.40

2) Payment for benefits (compensation for cost)

Adalah pembayaran untuk manfaat berupa pembayaran atau pemberian

kompensasi pada negara tepian lainnya sebagai konsekuensi dari proses

pembangunan sungai atau sebagai upaya mengantisipasi risiko tersebut, seperti

pada pembangunan bendungan atau waduk suatu negara tepian yang memberikan

pengaruh terhadap polusi atau pencemaran air sungai atau kerusakan lingkungan

yang merugikan negara tepian lainnya.41

3) Purchase Agreement

Tindakan ini dapat disusun sebagai alat fleksibel untuk pembagian

keuntungan. Tindakannya berupa negosiasi perjanjian pembelian dengan

mekanisme pasar atau perdagangan. Seperti negosiasi harga pada pasokan air,

perikanan, produksi pertanian dan lain-lain, dimana hal ini dapat secara efektif

mengalokasikan ulang manfaat penggunaan air antar negara tepian.42 Perjanjian

pembelian juga dapat memberikan jaminan pendapatan yang mungkin diperlukan

untuk mengamankan pembiayaan pada proyek skala besar. Seperti kerjasama jual-

40 Sadoff, C. W., & Grey, D. Op cit. 41 Ibid.

23 beli listik PLTA dari negara yang memiliki kapasitas yang besar melebihi

kebutuhan domestiknya.

4) F inancing and ownership agreement

Pengaturan pembiayaan dan kepemilikan dapat digunakan untuk

mempengaruhi pembagian keuntungan dan transfer melalui struktur kesepakatan,

terutama untuk investasi infrastruktur skala besar. Dimana satu negara tepian dapat

meyediakan pembiayaan, sedangkan lainnya memfasilitasi investasi. Pembiayaan

bersama dapat menjadi cara memfasilitasi kerjasama dan berbagai manfaat dengan

memasukan redistribusi kembali pada struktur kesepakatan. Untuk operasi

kepemilikan bersama atau pemegang perusahaan (seperti perusahaan transmisi

listrik bersama) dapat memberikan manfaat keuangan langsung dan keuntungan

yang lebih luas dari kerjasama yang intensif dan berpotensi membangun

kepercayaan bersama dalam manajemen proyek tersebut.

5) Broadened bundle of benefits

Mengumpulkan manfaat yang lebih luas juga dapat menjadi mekanisme

pembagian keuntungan. Pada beberapa kasus kerjasama sungai internasional, sulit

untuk menemukan manfaat yang dapat diterima semua pihak, maka dari itu dengan

adanya dukungan dan bantuan internasional, dalam mengembangan segala proyek

di sungai Mekong bahkan pada sektor yang tidak berkaitan sangat diperlukan

sehingga dapat menemukan konfigurasi manfaat yang memenuhi semua pihak.

Seperti ketika sulit untuk menegosiasikan manfaat dari investasi

pembangunan PLTA, kerjasmaa dapat diperluas mencakup manajemen pada area

24 proyek diluar proyek terkait, seperti intrastruktur transportasi atau sektor

perdagangan, imigasi, komunikasi atau perlindungan lingkungan dapat

dikumpulkan dalam proyek krjasama sehingga semua pihak dapat menerima

manfaatnya secara adil.

Selain itu, masalah seperti geopolitik dan hubungan diplomatik dan bahkan

manfaat yang kurang nyata lainnya seperti kepentingan masyarakat luas mungkin

mempengaruhi negara-negara terlibat dalam diskusi kerjasama pengelolaan sungai

bersama. Berbagai hal tersebut dapat dipertimbangkan untuk manfaat yang lebih

luas untuk mencapai solusi yang dapat diterima.

Dalam dokumen PEMBAGIAN KEUNTUNGAN BERSAMA DARI KERJAS (Halaman 30-40)

Dokumen terkait