Peraturan tentang whistleblower mulai diperkenalkan dengan dikeluar-kannya UU Reformasi Pegawai Negeri 1978 (Civil Service Reform Act of
1978). UU ini merupakan bagian utama dari UU yang melindungi
pega-wai federal yang mengungkapkan informasi (whistleblowing) terhadap kesalahan yang dilakukan Pemerintah20.
Dalam kampanye-kampanye pemilihan presiden saat itu, Jimmy Carter berjanji untuk mendorong UU yang melindungi whistleblower yang berasal dari kalangan pegawai pemerintah federal dari tindakan balasan. Janji kampanye Carter ini diterima kedua partai di Kongres, yakni Partai Republik dan Partai Demokrat.
Perlindungan yang diberikan dalam UU Reformasi Pegawai Negeri sema-kin menguat dengan diundangkannya Whistleblower Protection Act pada 19 Whistleblowing in Australia— transparency, accountability … but above all, the truth, RESEARCH
NOTE Information, analysis and advice for the Parliament 14 February 2005, no. 31, 2004–05, ISSN 1449-8456
20 Whistleblower Protection Laws (1989), Robert G. Vaughn, http://www.enotes.com/major-acts-congress/whistleblower-protection-laws
1989, yang dikenal sebagai WPA. UU ini melarang pembalasan terhadap pegawai federal yang mengungkap terjadinya pelanggaran hukum dan perundang-undangan, mismanajemen, pemborosan anggaran, penyalah-gunaan kekuasaan, atau bahaya khusus dan substansial bagi kesehatan dan keselamatan publik.
Berdasarkan UU Perlindungan Whistleblower, pengungkapan dapat di-lakukan terhadap pihak manapun. Proses pengungkapan (whistleblowing) akan dilindungi, apabila pengungkapan tersebut “tidak secara khusus dilarang oleh hukum, dan informasi tersebut tidak secara khusus di-perintahkan untuk dirahasiakan demi kepentingan pertahanan na-sional atau pelaksanaan urusan luar negeri.”
Terhadap whistleblower yang dikenai sanksi atau tindakan kepega-waian tertentu sebagai akibat dari tindakannya mengungkapkan in-formasi, seperti pemindahan/mutasi, skorsing, diganti, atau tindakan serupa lainnya yang dianggap sebagai hukuman, whistleblower tersebut dapat mengadukannya kepada Merit Systems Protection Board (sejenis pengadilan administratif Pengadilan Tata Usaha Negara di Indonesia). UU Perlindungan Whistleblower juga mengatur dan memberikan hak kepada whistleblower untuk mendapatkan pemulihan, termasuk pem-bayaran kembali dan ganti kerugian atas kerusakan yang timbul setelah dilakukan pengungkapan. Lembaga yang bertugas untuk melaksanakan perlindungan terhadap whistleblower ini adalah Kan-tor Penasihat Khusus (Offi ce of the Special Counsel).
Kantor Penasihat Khusus diberi kewenangan oleh UU untuk menge-luarkan tindakan disipliner terhadap pejabat federal yang melakukan pembalasan terhadap whistleblower. Berdasarkan kewenangan ini, se-jumlah pejabat federal telah diberhentikan atau di-skors. Selain itu, Penasehat Khusus juga dapat meminta Kepala Instansi terkait untuk menanggapi tuduhan yang dibuat oleh seorang whistleblower.
Diundangkannya UU Perlindungan Whistleblower ini telah mening-katkan perlindungan terhadap whistleblower. Perubahan yang paling
penting adalah kemudahan bagi pegawai federal untuk membuktikan bahwa mereka telah mengalami pembalasan atas pengungkapan yang dilakukannya. Pegawai federal hanya perlu menunjukkan bahwa tin-dakan kepegawaian tersebut dilakukan sebagai akibat dari pengung-kapan. Sehingga, tindakan kepegawaian tersebut dapat diduga sebagai suatu pembalasan.
Apabila seorang pegawai dapat menunjukkan hubungan ini, instansi terkait harus menunjukkan dengan “bukti yang jelas dan meyakinkan” bahwa instansi tersebut akan melindungi pegawai yang melakukan pengungkapan. Berikut beberapa poin penting mengenai sistem pelaporan dan perlindungan terhadap whistleblower di AS:
o Pengungkapan sebagai Kewajiban Warga Negara
Salah satu efek yang paling penting dari UU Perlindungan
Whistle-blower ini adalah, diberikannya legitimasi terhadap tindakan-tindakan
mengungkap rahasia (whistleblowing). Dengan adanya UU ini,
whistle-blowing tidak lagi dianggap sebagai suatu tindakan ketidakpatuhan,
melainkan sebagai pemenuhan tanggung jawab kewarganegaraan. Sehingga pengungkapan dianggap sebagai tindakan yang melindungi masyarakat, tidak hanya dari penyalahgunaan wewenang dan pembo-rosan anggaran, tetapi juga dari kondisi yang tidak aman dan berba-haya bagi masyarakat21.
Situasi ini berbeda sekali pada saat UU Reformasi Pegawai Negeri masih dalam proses pembahasan. Pada saat itu, tindakan mengung-kap rahasia masih dianggap sebagai tindakan yang mencemooh yang seringkali dihukum. Sementara saat ini, Kongres telah menyetujui dan secara tegas melindungi whistleblower dari tindakan pembalasan, baik dalam sektor publik dan sektor swasta.
Pegawai negeri dan karyawan swasta merupakan sumber informasi yang penting berkaitan dengan praktik korup pejabat Pemerintah dan
penipuan dana-dana publik. Diundangkannya The Federal False Claims
Act, setelah amandemen pada 1986, telah mendorong pengungkapan
oleh para pegawai swasta dan publik dengan nominal pengembalian uang negara miliaran dolar yang dihasilkan dari praktik curang peja-bat pemerintah.
The False Claims Act sendiri berisi ketentuan untuk melindungi para
pegawai dan karyawan yang berusaha untuk mengungkapkan tinda-kan penipuan dan kejahatan. Tindatinda-kan mendorong pengungkapan tidak hanya melalui perlindungan whistleblower, tapi juga dengan mengij inkan mereka (para whistleblower), dalam beberapa keadaan, untuk menerima persentase dari dana-dana Pemerintah yang berhasil dikembalikan.
o Melindungi Whistleblower pada Sektor Swasta
UU Federal melindungi whistleblower yang bekerja di sektor swasta, dan mereka yang melaporkan pelanggaran berbagai peraturan federal mengenai kesehatan, keselamatan, dan lingkungan. Selain itu, dalam merespon terhadap penipuan dan kesalahan oleh perusahaan besar dan para akuntan, serta pengacara yang mewakili perusahaan besar, Kongres termasuk Sarbanes-Oxley Act of 2002, dapat menangani kasus-kasus seperti ini. Perlindungan terhadap whistleblower yang dilakukan Pemerintah Federal mencakup jutaan pekerja sektor swasta.
Sementara itu, peraturan mengenai whistleblower yang dikeluar-kan sektor swasta tetap dikelola oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat. Peraturan mengenai whistleblower yang terdapat dalam Sarbanes-Oxley Act memberikan izin whistleblower pada sek-tor swasta untuk mengajukan gugatan ke pengadilan federal apa-bila pada waktu yang telah ditetapkan Departemen Tenaga Kerja tidak menyelesaikan “klaim” mereka terhadap adanya tindakan pembalasan. Dalam proses peradilan tersebut, whistleblower ber-hak untuk diperiksa oleh sebuah juri.
Seperti whistleblower pada sektor publik, whistleblower di sektor swasta juga seringkali berkaitan dengan hak-hak publik untuk mengetahui mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan Pemerintah. Pengung-kapan oleh whistleblower sektor swasta sering menyangkut kesalahan pejabat Pemerintah maupun majikan mereka. Pengungkapan ten-tang kesehatan, keselamatan atau lingkungan ini dapat mengungkap dan mengidentifikasi kelemahan-kelemahan administrasi dalam pemerintahan atau peraturan perundang-undangan. Dengan cara ini, perlindungan whistleblower pada sektor swasta juga berkorelasi dengan kebebasan berekspresi dan hak untuk mengetahui seperti perlindungan pejabat publik.
o Lembaga yang Menangani Whistleblower
The U.S. Offi ce of Special Counsel (OSC) merupakan lembaga
penyeli-dikan dan penuntutan independen Pemerintah Federal. Kewenangan OSC diberikan berdasarkan empat undang-undang federal, yaitu the
Civil Service Reform Act, UU Perlindungan Whistleblower, the Hatch Act,
dan UU tentang Hak-hak Persamaan Layanan Ketenagakerjaan22 .
The Hatch Act merupakan UU yang berisi larangan intimidasi atau
pe-nyuapan terhadap pemilih dan pembatasan aktivitas kampanye poli-tik yang dilakukan oleh pegawai Pemerintah. UU ini melarang peng-gunaan dana-dana publik bagi kepentingan umum. UU ini disahkan pada 1939.
Misi utama OSC sendiri untuk melindungi sistem merit (merit system) dengan melindungi karyawan federal dari praktik kepegawaian yang dilarang, terutama pembalasan terhadap praktik pengungkapan
(whis-tleblowing). Merit system merupakan sebuah sistem dalam pengelolaan
sumberdaya manusia yang didasarkan pada prestasi (merit), yaitu se-genap perilaku kerja pegawai dalam wujudnya sebagai prestasi baik 22 Kantor Penasehat Khusus (Offi ce of the Special Counsel/OSC) merupakan badan investigasi dan penuntutan independen investigasi federal yang dibentuk berdasarkan empat undang-undang federal, yaitu the Civil Service Reform Act, the Whistleblower Protection Act, the Hatch
Act, and the Uniformed Services Employment & Reemployment Rights Act (USERRA).
atau buruk dan berpengaruh langsung pada naik-turunnya peng-hasilan atau karir jabatannya.
OSC bertugas untuk menerima, menyelidiki, dan menuntut dugaan terjadinya praktik kepegawaian yang dilarang (prohibited personnel
practices/PPP), dengan penekanan terhadap perlindungan whistleblower
Pemerintah Federal. OSC juga memiliki tugas untuk menyediakan me-kanisme pemulihan terhadap kerugian-kerugian yang diderita
whistle-blower dan pelapor lainnya. OSC juga berwenang untuk mengajukan
pengaduan di Merit Systems Protection Board (MSPB) untuk meminta dilakukannya tindakan disipliner terhadap individu-individu yang melakukan praktik kepegawaian yang dilarang.
Dalam rangka menjalankan tugasnya tersebut, OSC menyediakan saluran yang aman yang dapat diakses oleh para pegawai federal dalam mengungkap informasi tentang berbagai kejanggalan di tem-pat kerja, termasuk pelanggaran hukum dan perundang-undangan, mismanajemen, pemborosan anggaran, penyalahgunaan wewenang, atau menimbulkan bahaya besar bagi kesehatan atau keselamatan masyarakat. Unit yang menangani proses pengungkapan ini disebut sebagai Disclosure Unit (Unit Pengungkapan).
Sementara itu, dalam rangka mempromosikan kepatuhan pegawai pemerintah terhadap pembatasan hukum terkait kegiatan politik, OSC membentuk badan penasihat yang disebut sebagai OSC’s Hatch Unit. Setiap tahunnya, Unit ini memberikan lebih dari seribu nasihat dan rekomendasi, yang memungkinkan individu untuk menilai apakah kegiatan politik yang mereka lakukan diperbolehkan berdasarkan UU atau tidak.
OSC juga bertugas untuk melindungi hak-hak para pekerja sipil, veteran, dan anggota komponen cadangan dengan memberlakukan UU tentang Hak-hak Persamaan Layanan Ketenagakerjaan. OSC dipimpin oleh Penasehat Khusus, yang diangkat oleh Presiden, dan disahkan oleh Senat. Badan ini mempekerjakan sekitar 110 pegawai
(terutama ahli manajemen, penyidik dan pengacara) untuk melak-sanakan tanggung jawab Pemerintah. Mereka bekerja di kantor pusat di Washington DC, dan di kantor lapangan di Dallas, Detroit, dan Oakland.
o Praktik Kepegawaian yang Dilarang
OSC memiliki kewenangan untuk menyelidiki dan, bila perlu, melaku-kan penuntutan terhadap dugaan “praktik kepegawaian yang dila-rang.” Ada dua belas macam tindakan dilarang, termasuk pembalasan terhadap pengungkapan rahasia, sebagaimana diatur dalam § 2302(b) of title 5 United States Code (USC) tentang Prohibited personnel practices.23 Suatu tindakan kepegawaian yang memberikan janji, promosi, penugasan kembali, tindakan disipliner, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kepegawaian merupakan praktik kepegawaian yang dila-rang. Selain itu, pegawai pemerintah federal yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan-keputusan, dilarang:
a. melakukan diskriminasi terhadap pegawai atau calon pegawai berdasarkan ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, asal negara, umur, handicap, status perkawinan, atau afi liasi politik;
b. mempertimbangkan permintaan atau rekomendasi pekerjaan berdasarkan faktor-faktor, selain pengetahuan personal atau catatan pekerjaan yang berkaitan dengan kemampuan atau karakteristik;
c. memaksa aktivitas politik seseorang;
d. melakukan penipuan atau dengan sengaja menghalangi siapapun dalam persaingan kerja;
e. mempengaruhi siapapun untuk menarik diri dalam persaingan dalam rangka meningkatkan kemampuan atau menghalangi prospek pekerjaan setiap orang;
f. memberikan preferensi yang tidak sah atau keuntungan kepada siapa pun, sehingga dapat meningkatkan atau 23 http://uscode.house.gov/uscode-cgi/fastweb.exe
menghalangi prospek kerja dari setiap pegawai tertentu atau calon pegawai;
g. melakukan nepotisme, dalam hal ini mempekerjakan, mempromosikan, atau membantu keluarga;
h. terlibat dalam pembalasan terhadap whistleblowing – yang dilakukan oleh pegawai atau calon pegawai yang memiliki alasan dan bukti yang sah untuk mengungkapkan suatu informasi mengenai pelanggaran hukum dan peraturan perundang-undangan, mismanajemen, pemborosan anggaran, penyalahgunaan wewenang, atau bahaya besar dan spesifi k terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kecuali pengungkapan tersebut bertentangan dengan hukum atau berdasarkan perintah eksekutif (executive order) harus dirahasiakan demi kepentingan pertahanan nasional atau urusan luar negeri, kecuali apabila pengungkapan tersebut dilakukan oleh special counsel, Inspektur Jenderal atau pejabat yang setingkat.
i. melakukan tindakan atau gagal untuk mengambil tindakan kepegawaian terhadap pegawai atau calon pegawai untuk melakukan banding, menyampaikan keluhan, atau hak keluhan, bersaksi untuk atau membantu lainnya dalam melaksanakan hak tersebut, bekerja sama dengan atau mengungkapkan informasi kepada Penasehat Khusus atau ke Inspektur Jenderal; atau menolak untuk mematuhi perintah yang akan memerlukan individu untuk melanggar undang-undang;
j. melakukan diskriminasi berdasarkan perilaku pribadi yang tidak berkaitan dengan pekerjaan dan tidak mempengaruhi kinerja pegawai, calon pegawai atau yang lainnya;
k. memberikan atau tidak memberikan rekomendasi, atau menyetujui tindakan kepegawaian, apabila melakukan atau tidak melakukan tindakan tersebut akan melanggar hak-hak istimewa (preferensi) veteran; atau
l. melakukan atau tidak melakukan tindakan kepegawaian, apabila melakukan atau tidak melakukan tindakan tersebut
akan melanggar peraturan perundang-undangan atau yang secara langsung yang berkaitan dengan prinsip-prinsip ‘merit
system’.
o Siapa yang Dapat Dilindungi?
Secara umum OSC memiliki kewenangan untuk melindungi pegawai atau calon pegawai yang bekerja di badan-badan eksekutif dan Kantor Percetakan Pemerintah (Offi ce of the Government Printing) yang
men-gungkapkan praktik kepegawaian yang dilarang. Secara khusus OSC memiliki kewenangan atas dugaan pembalasan terhadap whistleblower, yang bekerja pada:
a. perusahaan-perusahaan negara; b. administrasi penerbangan federal; c. administrasi keamanan transportasi;
d. kantor pos, khususnya yang berkaitan dengan nepotisme.
o Bagaimana OSC Menangani Pengaduan Mengenai Praktik Kepegawaian
yang Dilarang?
Unit Pemeriksaan Pengaduan (Complaint Examining Unit) menerima pengaduan-pengaduan yang diserahkan kepada OSC. Unit akan menganalisa semua dugaan mengenai praktik kepegawaian yang di-larang, sama seperti dugaan-dugaan terhadap kegiatan lain yang dila-rang UU pelayanan sipil dan peraturan perundang-undangan lainnya24. Apabila diperlukan, Unit Pemeriksaan Pengaduan akan menghubungi orang yang meminta OSC untuk melakukan tindakan dalam rangka memastikan bahwa Unit Pemeriksaan Pengaduan secara jelas mengerti dasar dari setiap dugaan. Tindakan ini dilakukan untuk melihat se-jauhmana penyelidikan lanjutan diperlukan.
Orang-orang yang mengajukan tuduhan kepada Unit Pemeriksaan Pengaduan akan menerima tanggapan-tanggapan sebagai berikut : 24 http://www.osc.gov/pppNext1.htm
a. Surat penerimaan pengaduan dan staf yang akan menangani pengaduan tersebut;
b. Informasi status laporan setelah 90 hari, dan setiap 60 hari selama masih ada permasalahan;
c. Surat pemberitahuan yang menyatakan bahwa pengaduan telah diserahkan kepada Divisi Penyelidikan dan Penuntutan OSC untuk penyelidikan lanjutan;
d. Surat penentuan awal yang akan dianggap sebagai masukan ketika Unit Pemeriksaan Pengaduan mengusulkan untuk menutup pengaduan tanpa tindakan perbaikan atau rujukan ke Divisi Penyidikan dan Penuntutan; atau
e. Surat pemberitahuan yang menyatakan OSC tidak akan melakukan tindakan lebih lanjut karena bukan kewenangan OSC.
Setelah dilakukan pemeriksaan pendahuluan yang menyeluruh, Divisi Penyelidikan dan Penuntutan akan merujuk pengaduan yang secara potensial mengindikasikan kebenaran kepada salah satu kantor cabang yang ada (fi eld offi ces) di Washington D.C., Dallas,
Texas, San Francisco Bay Area, dan Detroit, Michigan.
Selanjutnya Divisi Penyelidikan dan Penuntutan melakukan penyelidi-kan untuk mereview catatan-catatan penting, dan untuk mewawanca-rai pengadu dan saksi-saksi berkaitan dengan pengetahuannya terkait tuduhan yang diajukan.
Hal-hal yang tidak diselesaikan dalam tahap penyelidikan akan dilaku-kan dalam tinjauan hukum dan analisis. Hal ini untuk menentudilaku-kan apakah dalam penyelidikan oleh Divisi Penyelidikan dan Penuntutan telah ditemukan pelanggaran hukum, peraturan perundang-un-dangan, dan apakah diperlukan surat perintah untuk tindakan pemulihan, tindakan disipliner, atau keduanya. Pengadu akan me-nerima pemberitahuan lanjutan dalam 60 hari selama permasalahan ditangani oleh Unit Penyelidikan dan Penuntutan.
Setelah Unit Penyelidikan dan Penuntutan melakukan pemeriksaan secara lengkap, OSC akan menawarkan mediasi sebagai alternatif dari
penyelidikan, dalam rangka menyeleksi praktik kepegawaian yang di-larang. Keikutsertaan dalam Program Mediasi OSC adalah sukarela, baik bagi pengadu maupun instansi yang diadukan. Apabila kedua be-lah pihak sepakat untuk melakukan mediasi, OSC akan menugaskan pihak ketiga yang netral sebagai mediator untuk memfasilitasi diskusi antara para pihak dalam rangka mencapai kesepakatan penyelesaian bersama berkaitan dengan pengaduan yang diajukan.
o Bisakah OSC Menunda Tindakan Kepegawaian Sambil Menunggu
Hasil Penyelidikan?
Setiap individu dapat meminta Penasehat Khusus (Special Counsel) untuk menunda, atau “menghentikan” tindakan kepegawaian yang merugikan sambil menunggu penyelidikan OSC. Jika Penasehat Khu-sus memiliki alasan yang bisa kuat dan meyakinkan bahwa tindakan yang diusulkan adalah hasil dari praktik kepegawaian yang dilarang, OSC dapat meminta instansi yang terlibat untuk menunda tindakan kepegawaian. Apabila badan tersebut tidak setuju untuk menunda, maka OSC dapat meminta Merit Systems Protection Board (MSPB) un-tuk menghentikan tindakan. Langkah ini dikarenakan OSC tidak bisa menghentikan tindakan kepegawaian berdasarkan kewenangannya sendiri25.
o Bagaimana OSC Memulihkan Praktik Kepegawaian yang Dilarang? Pegawai, mantan pegawai dan calon pegawai federal dapat melaporkan orang yang diduga melakukan praktik kepegawaian yang dilarang ke-pada OSC. Dugaan tersebut akan diselidiki, dan apabila terdapat bukti yang cukup untuk membuktikan pelanggaran, OSC dapat melakukan tindakan pemulihan, tindakan disipliner atau keduanya. Sebagai alter-natif, dalam beberapa kasus, para pihak yang terlibat dapat melakukan mediasi dalam rangka mencari kesepakatan bersama untuk menyele-saikan perselisihan26.
25 http://www.osc.gov/pppNext2.htm 26 http://www.osc.gov/pppNext3.htm
OSC dapat mengadakan diskusi dengan instansi terkait pada setiap tahap permasalahan dalam rangka mencari solusi yang dapat diterima para pihak. OSC akan mematuhi kebij akan yang ditetapkan dalam negosiasi awal untuk memperoleh tindakan korektif yang tepat (dan/ atau tindakan disipliner) untuk pelanggaran-pelanggaran yang benar-benar terjadi.
Berdasarkan UU, OSC harus terlebih dahulu mencari tindakan korektif sukarela dari instansi yang terlibat. Apabila instansi yang terlibat ga-gal untuk memperbaiki praktek kepegawaian yang dilarang atas per-mintaan OSC, tindakan perbaikan juga dapat diperoleh melalui proses litigasi pada MSPB. Proses litigasi tersebut dimulai dengan pengajuan permohonan oleh OSC, yang menyatakan bahwa terdapat alasan yang dapat dipercaya bahwa telah terjadi suatu praktik kepegawaian yang dilarang, sedang terjadi, atau akan terjadi. Tindakan korektif yang dapat diperintahkan oleh MSPB meliputi pemulihan pekerjaan, penundaan penangguhan dan tindakan merugikan lainnya, penggan-tian biaya pengacara, pembayaran kembali, pemberian biaya medis dan biaya kerusakan lainnya.
o Unit Pengungkapan27 (Disclosure Unit)
Unit Pengungkapan OSC (DU) berfungsi sebagai saluran yang aman untuk menerima dan mengevaluasi pengungkapan informasi yang di-lakukan oleh pegawai, mantan pegawai, dan calon pegawai federal. Proses pengaduan dapat dilakukan secara online, melalui fax, surat, atau dapat dikirimkan langsung kepada Kantor Penasehat Khusus (Offi ce of the Special Counsel).
Unit Pengungkapan akan melakukan evaluasi terhadap pengaduan yang masuk, yang dilakukan secara terpisah dan berbeda dari pengaduan mengenai tindakan balasan atau pembalasan atas tindakan whistleblowing. Pengaduan mengenai adanya pembalasan atau balas dendam akan
ditinjau oleh Unit Pemeriksa Pengaduan (Complaints Examining Unit) sebagai tindakan praktik kepegawaian yang dilarang. Pengaduan praktik kepegawaian yang dilarang, termasuk pembalasan terhadap pengungkapan rahasia, dapat diajukan kepada Unit Pemeriksa Pengaduan OSC.
Petugas Unit Pengungkapan akan memeriksa lima jenis pelanggaran sebagaimana dinyatakan dalam UU, yaitu mengenai pelanggaran ter-hadap hukum, peraturan perundang-undangan, mismanajemen, pem-borosan anggaran, penyalahgunaan wewenang, serta bahaya besar dan spesifi k terhadap kesehatan atau keselamatan masyarakat. Proses pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan apakah ada informasi yang cukup untuk menyimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran salah satu dari lima jenis pelanggaran sebagaimana yang dilaporkan. Proses pengungkapan yang dilakukan Unit Pengungkapan berbeda dengan mekanisme whistleblower Pemerintah lainnya, terutama yang berkaitan dengan:
(1) hukum federal menjamin kerahasiaan pelapor;
(2) Penasehat Khusus dapat memerintahkan seorang Kepala Instansi untuk menyelidiki dan melaporkan pengungkapan, dan
(3) setelah melakukan penyelidikan, Penasihat Khusus harus mengirimkan laporan kepada instansi terkait, termasuk catatan mengenai whistleblower, kepada Presiden dan Komite Pengawas Kongres.
Sebagaimana dinyatakan di atas, identitas whistleblower tidak akan di-ungkap tanpa persetujuan. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Pe-nasehat Khusus dapat menyatakan bahwa ada bahaya bagi kesehatan atau keselamatan publik atau pelanggaran terhadap hukum pidana, Penasihat Khusus memiliki kewenangan untuk mengungkapkan iden-titas whistleblower itu.
o Kewenangan Unit Pengungkapan
Unit Pengungkapan memiliki kewenangan terhadap pegawai federal, mantan pegawai federal, dan calon pegawai federal. Penting untuk di-catat bahwa pengungkapan ini harus terkait dengan sebuah peristiwa yang terjadi sehubungan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab seorang pegawai. Unit Pengungkapan tidak memiliki yurisdiksi atas pengungkapan yang diajukan oleh:
a. Pegawai Komisi Tarif dan Pelayanan Pos
b. Anggota Angkatan Bersenjata US, termasuk pegawai sipilnya c. Pegawai negeri yang menggunakan anggaran dari hibah
pemerintah federal
d. Karyawan dari kontraktor Pemerintah Federal
e. Pegawai atau agen-agen federal yang dikecualikan menurut hukum federal.
OSC tidak akan mempertimbangkan pengungkapan yang dilakukan atau dilaporkan secara anonim. Jika laporan diajukan oleh sumber anonim, maka pengungkapan tersebut akan dirujuk ke Kantor Inspektur Jenderal di lembaga terkait. OSC tidak akan mengambil tindakan lebih lanjut atas laporan pengungkapan tersebut. Di sini jelas bahwa OSC hanya akan merespon laporan yang disampaikan secara terbuka karena keterbukaan pelapor terkait dengan perlindungan yang hendak diberikan OSC. Dalam rangka menemukan “bukti-bukti penting”, OSC mempertim-bangkan beberapa faktor, antara lain apakah pengungkapan tersebut dapat dipercaya dan apakah informasi tersebut berasal dari sumber pertama. Secara umum, OSC tidak meminta kepala instansi/lembaga untuk melakukan penyelidikan berdasarkan informasi orang kedua mengenai kesalahan instansi tersebut. Seseorang yang mengetahui langsung mengenai adanya suatu kesalahan dari suatu lembaga di-harapkan langsung mengungkapkan pengetahuannya tersebut secara