• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1.5 Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri

Berdasarkan peraturan kepala badan nasional penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia nomor: PER-26/KA/XII/2013 dalam hal ini SISKOKLN merupakan reformasi birokrasi pelayanan dalam penempatan tenaga kerja Indonesia berbasis teknologi informasi melalui system komputerisasi dengan tujuan untuk meminimalisir permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sering terjadi. Sedangkan dalam Pedoman Pelaksanaan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (SISKOKLN) diartikan sebagai sistem

online pelayanan administrasi dalam penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) yang melibatkan seluruh

stakeholder terkai. (Pedoman Pelaksanaan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri 2013 : 6-7 )

Tujuan pedoman pelaksanaan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negari (SISKOKLN) ini adalah untuk memberikan panduan kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) agar dapat memberikan pelayanan Tenaga

Kerja Indonesia (TKI) secara layak, cepat, murah, dan efisien melaui Sistem Komputeriasi Tenaga Kerja Luar negeri (SISKOKLN). Sedangkan sasarannya berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Sistem Komputeriasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOKLN) adalah: (a) tersedianya penempatan TKI secara layak, capat, murah dan efisien, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku yag berbasis teknologi informasi. (b) tersedinya penerbitan KTKLN secara Online di BP3TKI/UPT-P3TKI/LP3TKI/P4TKI seluruh indonesia. (c) tersedia database penempatan TKI yang berkerja di luar negeri yang dapat diakses dimana saja secara online dan real time, sehingga perlindungan yang diberikan kepada TKI dapat lebih optimal.

Ruang lingkup SISKOTKLN dalam pelaksanaanya mempunyai 2 ruang lingkup sebagai berikut: (a) kegiatan proses pelayanan tenaga kerja TKI melalui SISKOTKLN yang dilakukan oleh instansi pemerintah dan stakeholder terkait, (b) calon TKI perseorangan /mandiri yang akan berkerja diluar negeri yang miliki perjanjian kerja dari perusahan bernadan hukum di luar negeri.

Instansi dan Stakeholder Pelaksanaan Dalam Pelaksanaan Pelayanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) terdiri dari instasni pemerintah yang terkait yaitu: (a) Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI),(b). Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, (c) Kementrian Dalam Negeri (d), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, (e) Kementerian Luar Negeri (f), Kementerian Kesehatan, (g) Kementerian Perhubungan, (h) Kepolisian Republik Indonesia, (i) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), (J) Perwakilan RI (KBRI/KJRI/KDEI), (k) Balai

Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI), (l) Unit Pelaksanaan Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI, (m) Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (LP3TKI), (n) Dinas Propinsi yang membidangi ketenagakerjaan, (o) Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi ketenagakerjaan, (p) PT.Angkasa Pura, (q) PT. Pelindo, (r) Perusahaan (BUMD dan BUMN) yang mengirim TKI.

Stakeholder Pelaksana Swasta terdiri dari (a) Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), (b) Pelaksana Penempatan Pelaut Perikanan(P4), (c) Perusahaan Pelaksana Perekrutan dan Penempatan Pelaut (P5), (d) Perusahaan Swasta Nasional yang mengirim TKI ke luar negeri untuk kepentingan perusahaan sendiri, (e) Lembaga Pemeriksaan Psikologi, (f) Sarana Kesehatan, (g) Balai Lataihan Kerja Luar Negeri (BLKLN), (h) Lembaga Sertifikasi Profesi, (i) Asuransi Perlindungan TKI, (j) Lembaga Keuangan.

Persyaratan Minimal Sarana dan Prasaana Pendukung Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) sarana dan prasarana pendukug yang harus dimiliki setiap instansi dan stakeholder untuk melakukan koneksi dan akses SISKOTKLN yang meliputi perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi data/internet da sumber daya manusia sebagai berikut untuk Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sebagai berikut: (a) Ruang data center/sevice, (b) Server database, server aplikasi dan server backup, (c) Jaringan Komunikasi dan data VPN-MLS dan internet broadband minimal 10 Mbps, (d) Lokal area network (LAN), (e) Sekurity dan jaringan, (f) Back-up/Emergensi Listrik(Uninterrup Power Suplay) berkapasitas

cukup, (g) Tenaga Spesialis IT: Database Administrator, Networking Administrator, Sistem Administrator, Sistem Analys, Programmer, Web Developer/design, (h) Back up sistem di data center ( Co-Location), (i) Tenaga Helpdesk.

Balai Penempatan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia disebut BP3TKI sebagai berikut (a) Ruang Pelayanan KTKLN, (b) Server Database Lokal, (c) Jaringan Komunikasi dan data VPN-MLS dan internet broadband minimal 265 Mbps, (d) Lokal Area Network (LAN), (e) Sekurity Data dan Jaringan, (f) UPS 2000 Watt, (g) Printer ID KTKLN, (h) Personal Computer, (i) SmartCartd Reader RFID, (j) Finger Print, (k) Camera Digital/Webcam, (l) Scanner, (m) Blangko KTKLN SmartCard, (n) Tenaga Teknis IT, (o) Petugas Penerbitan KTKLN dan Validasi KTKLN, (p) di setiap PC Client yang terkoneksi dengan sever database lokal, Camera Digital/Webcame, SmartCard Reader dan

FringerPrint, (q) Memiliki USER-ID SISKOTKLN.

Dinas Provinsi dan Kabupaten /Kota yang mendukung sarana prasarana SISKOTKLN sebagai berikut: (a) Personal Computer (PC), (b) Jaringan Internet Minimal 512 Kbps, (c) Printer Laserjet, (d) Webcame Minimal 2 MP, (e)

FingerPrint, (f) Scanner, (g) Petugas Data Entry, (h) Memiliki USER-ID SISKOTKLN.

Pelaksanaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta yang selanjutnya disebut PPTKIS yang mendukung sarana prasarana SISKOTKLN adalah sebagai berikut: (a) Personal Computer (PC), (b) Jaringan Internet Minimal 512 Kbps, (c)

Printer Laserjet, (d) Scanner, (e) Petugas Data Entry, (f) Memiliki USER-ID SISKOTKLN.

Lembaga Pemeriksaan Psikologi yang mendukung sarana prasaran SISKOTKLN adalah sebagai berikut: (a) Personal Computer (PC) Yang terinstalisasi Aplikasi Pemeriksaan Psikologi SISKOTKLN dan tersambung dengan jaringan internet minimal 512 Kbps, (b) Printer Laserjet, (c) Webcame Minimal 2 MP, (d) Printer Laserjet, (e) Scanner, (f) Petugas Data Entry, (g) Memiliki USER-ID SISKOTKLN.

Sarana Kesehatan yang mendukung sarana prasarana SISKOTKLN adalah sebagai berikut: (a) Personal Computer (PC) Yang terinstalisasi Aplikasi Sarrkes SISKOTKLN dan tersambung dengan jaringan internet minimal 512 Kbps, (b) Finger Print, (c) Webcame Minimal 2 MP, (d) Printer Deskjet berwarna, (e) Scanner, (f) Blanko Sertifikat Fit to Work, (g) Petugas Data Entry, (h) Memiliki USER-ID SISKOTKLN.

Balai Latihan Kerja luar Negeri yang selanjutnya disebut dengan BLKLN yang mendukung sarana prasarana SISKOTKLN adalah sebagai berikut: (a) Personal Computer (PC) Yang terinstalisasi Aplikasi Absensi Biometrik SISKOTKLN dan tersambung dengan jaringan internet minimal 512 Kbps, (b) Finger Print, (c) Scanner, (d) Petugas Data Entry, (e) Memiliki USER-ID SISKOTKLN.

Lembaga Sertifikat Profesi yang mendukung sarana prasarana SISKOTKLN adalah sebagai berikut: (a) Personal Computer (PC) Yang terinstalisasi Aplikasi

Uji Kompetensi SISKOTKLN dan tersambung dengan jaringan internet minimal 512 Kbps, (b) Jaringan Internet, (c) Printer Laserjet, (d) Scanner, (e) Petugas Data Entry, (f) Memiliki USER-ID SISKOTKLN.

Konsorium Asuransi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mendukung sarana prasarana SISKOTKLN adalah sebagai berikut: (a) Personal Computer (PC) Yang terinstalisasi Aplikasi Asuransi SISKOTKLN dan tersambung dengan jaringan internet minimal 512 Kbps, (b) Jaringan Internet, (c) Printer Laserjet, (d) Scanner, (e) Petugas Data Entry, (f) Memiliki USER-ID SISKOTKLN.

Lembaga Keuangan yang mendukung sarana prasarana SISKOTKLN adalah sebagai berikut: (a) Personal Computer (PC) Yang tersambung dengan jaringan internet minimal 512 Kbps, (b) jaringan Internet, (c) Scanner, (d) Petugas Data Entry, (f) Memiliki USER-ID SISKOTKLN.

Perwakilan Republik Indonesia yang mendukung sarana prasarana SISKOTKLN adalah sebagai berikut: (a) Personal Computer (PC) Yang terinstalisasi Aplikasi Perwakilan RI SISKOTKLN dan tersambung dengan jaringan internet minimal 512 Kbps, (b) Jaringan Internet, (c) SmartCard Reader RFID, (d) Printer Laserjet, (e) Operator SISKOTKLN /Petugas penerbit KTKLN dan Validasi KTKLN, (f) Memiliki USER-ID SISKOTKLN.

Sebagai suatu sistem SISKOTKLN memberikan akses kepada setiap instansi dan stakeholder sesuai fungsi dan wewenang masing-masing berkaitan dengan proses penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara online adalah sebagai berikut:

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mempunyai fungsi dan tanggung jawab secara keseluruhan operasional SISKOTKLN meliputi: (a) Menyiapkan Perangkat Keras (Hardware), Perangkat Lunak (Software), Perangkat Jaringan Komunikasi Data dan Sumber Daya Manusia (Brainware) serta Setandar Operasional Prosedur (SOP) SISKOTKLN, (b) melakukan perawatan perangkat keras, perangkat lunak/sistem dan perangkat jaringan lokal atau komunikasi data untuk memastikan sistem penempatan TKI secara online bisa berjalan dengan baik selama 24 jam sehari, (c) Melakukan back up data secara ruin, (d) Menambah, mengedit dan menghapus data stakeholder, (e) Membuat User-ID baru, me-reset, password dan mendisable/menghapus User-ID satkeholder, (f) Memberikan Uer-ID dan password kepada seluruh instansi dan stakeholders terkait selaku pengguna SISKOTKLN, (g) Melakukan infut data Mitra Usaha Luar Negeri/Agensi, (h) Membeikan pelayanan sistem (support system) operasional SISKOTKLN kepada seluruh stakeholders (HelpDisk), (i) Menerbitkan surat izin pengarahan (SIP), (J) Menerbitkan KTKLN untuk TKI Program G to G, (k), Melakukan pendataan updating petugas Rekrut PPTKIS, (l) Melakukan pendataan dan updating Balai Lelatihan Kerja Luar Negeri, (m) melakukan infut data perjanjian kerjasama Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) dengan PPTKIS, (n) melakukan pengawsan dan pengendalian terhadap pelaksanaan pelayanan penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui SISKOTKLN yag dilakukan oleh seluruh stakeholder.

BP3TKI mempunyai fungsi dan wewenang pelayanan sebagai berikut: (a) melakukan verifkasi data dan menerbitkan Surat Ijin Pengerahan (SIP) untuk

wilayah rekrut dalam satu wilayah Kerja Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, (b) melakukan verifikasi data dan menerbitan Surat Pengatar Rekrut (SPR) untuk rekrut Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berdasarkan SIP dan permohonan dari PPTKIS, (c) melakukan verifikasi data dan dokumen Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan mengikuti PAP (Pembekalan Akhir pemberangkatan) dan penerbitan KTKLN berdasarkan permohonan dari PPTKIS, Pelaksana Penempatan Pelaut Perikanan, Perusahaan Pelaksana Perekrutan dan Penempatan Pelaut dan Perusahaan (BUMN, BUMD, Sasta Nasional) yang mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri untuk perusahaan sendiri, (d) melakukan download dan data Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari server pusat ke sever lokal BP3TKI untuk penerbitan KTKLN, (e) melakukan input dan Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Mandiri /Perorangan dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Re-Entry yang sudah memenuhi persyaratan dan prosedur yang berlaku berdasarkan permohonan Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI)/ TKI untuk penerbitan KTKLN melakukan registrasi Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berkerja pada Pengguna Berbadan Hukum melalui PPTKIS dan Program G to G, (f) melakukan registrasi Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan berkerja pada Pengguna Berbadan Hukum, (g) melakukan penerbitan KTKLN, (h) melakukan opload data KTKLN ke server pusat untuk sinkronisasi data KTKLN, (i) melakukan data Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) antar PPTKIS, (j) melakukan perubahan data negara tujuan penempatan dan mitra Usaha Luar Negeri/Agensi, (k) melakukan edit nama Calon Tenaga Kerja Indonesia, (l) melakukan pelimpahan Petugas Rekrut PPTKIS dari

PPTKIS lama ke PPTKIS baru, (m) melakukan perubahan wilayah rekrut bagi Petugas Rekrut PPTKIS, (n) Re-Capture sidik jari terhadap Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Tugas PPTKIS adalaha sebagai berikut: (a) mengajukan permohonan SIP, (b) mengajukan permohonan SPR, (c) membuat surat pengantar /permohonan untuk (pemeriksaan psikologi Calon Tenaga Kerja Indonesia(TKI), pemeriksaan kesehatan Calon TKI, pealihan di BLKLN, Uji Kompetensi, Pembayaran Asurnsi Perlindungan TKI, (d) melakukan updating data untuk mengikuti PAP, (e) melalukan permohonan registrasi pembayaran Tenaga Keja Indonesia (TKI) yang ditempatkan ke negara, Singapura, Hongkong, dan Taiwan melalui Lembaga Keuangan, (f) melakukan permohonan verifikasi data untuk mengikuti PAP dan penerbitan KTKLN, (g) dapat mengakses data Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sedang proses dan /atau sudah memiliki KTKLN serta keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diluar negeri (khusus data Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang telah dilakukan pemeriksaan psikologi).

Tugas Dinas Provinsi adalah: (a) verifikasi data dan penerbitan Surat Pengantar Rekrut (SPR) untuk Rekrut Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diwilayahnya berdasarkan SIP dan permohonan PPTKIS, (b) monitoring pendaftaran Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kabupaten/Kota, dan, (c) mengakses data Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sudah memiliki KTKLN.

Tugas Dinas Kabupaten/Kota adalah (a) validasi data dan penerbitan Surat Pengantar Rekrut PPTKIS dengan aplikasi biometrik Petugas Rekrut, (b)

melakukan regisrtasi/input biodata Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI), capture foto dan sidik jari berdasarkan hasil rekrut Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Kabupaten/Kota yang bersangkutan, (c) membuat Berita Calon Seleksi Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berdasarkan data diatas, (d) mencetak Berita Acara Seleksi Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI), (e) membuat Surat Rekomendasi Paspor berdasarkan data registrasi Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sedang proses dan/atau sudah memiliki KTKLN serta keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar neger.

4.1.6 Mekanisme Pelayanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar

Dokumen terkait