• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL PENELITIAN

2. Sistem Pembayaran Gaji

Sistem pembayaran gaji dimulai dengan mengumpulkan semua daftar hadir

karyawan selama 1 bulan. Format gaji dibuat dalam bentuk sandi gaji oleh

Accounting, kemudian gaji disetujui oleh Direktur Utama lalu dientry sesuai dengan

nama, nomor rekening karyawan, perkiraan (gaji kotor, potongan, lembur, uang

Absensi

Otorisasi penyerahan gaji

Penyerahan gaji

Gambar 4-9 DFD Konteks Pembayaran Gaji Sumber : PT. BPR Syari’ah Bank Al-Washliyah Medan KARYAWAN

Direktur Utama Pembayaran

Informasi Gaji

Penyerahan Gaji

Daftar Gaji Karyawan

Gambar 5-0 DFD Level 0 Pembayaran Gaji Sumber : PT. BPR Syari’ah Bank Al-Washliyah Medan KARYAWAN Absensi 1.0 Update Pembayaran Gaji 2.0 SPM Disetujui 3.0 Penyerahan Gaji

e. Sistem Pengendalian Intern Penerimaan dan pengeluaran Kas

PT. BPR Syariah Bank Al-Wahliyah Medan harus melakukan

pengendalian terhadap bagian-bagian yang terkait dan seluruh transaksi yang

berhubungan dengan sistem penerimaan dan pengeluaran kas untuk menghindari

tindakan penyelewengan dan ketidakefektifan aktivitas perusahaan.

Tujuan utama dari pengendalian kas secara umum menurut PT. BPR

Syariah Bank Al-WAshliyah Medan adalah:

1. pengamanan dana masyarakat,

2. pencapaian tujuan dan sasaran kegiatan operasional yang telah ditetapkan,

3. pemanfaatan sumber daya secara ekonomis dan efisien,

4. kebenaran dan keutuhan informasi,

5. kepatuhan terhadap kebijakan, rencana, prosedur, hukum dan peraturan,

6. pengamanan harta kekayaan.

Dalam pengendalian kas yang ditepkan oleh PT. BPR Syariah Bank

Al-Washliyah Medan, selain menetapkan prosedur-prosedur baik untuk penerimaan

dan pengeluaran kas yang telah diuraikan sebelumnya, maka untuk lebih

memantapkan pengendalian kas, PT. BPR Syariah Bank Al-Washliyah Medan

menetapkan berbagai kebijakan yang berhubungan dengan kas. Sistem

pengendalian intern yang diterapkan perusahaan antara lain :

1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara

Medan, telah terlihat adanya pemisahan tugas dan tanggungjawab

fungsional kepada masing-masing bagian dalam melakukan kegiatan

pokok perusahaan seperti melakukan pemisahan tugas antara berbagai

bagian yang terkait dengan transaksi penerimaan dan pengeluaran kas.

Misalnya bagian yang mengeluarkan uang terpisah dengan bagian yang

mengesahkan dan mengotorisasinya.

2. Setiap transaksi kas harus dibuktikan dengan bukti-bukti yang sesuai. Dan

pada akhir hari semua bukti-bukti tersebut akan diperiksa oleh pejabat

yang berwenang (contoh formulir-formulir dapat dilihat pada lampiran)

untuk membuktikan kebenaran transaksi tersebut.

3. Untuk transaksi penarikan tunai yang nilai nominalnya melebihi batas

kewenangan seorang teller, maka harus mendapat pengesahan dari

supervisor kas. Batas kewenangan seorang teller adalah Rp. 5.000.000,-.

4. Penutupan saldo harian informasi kas setiap hari kerja perusahaan, jadi

saldo rekening awal hari adalah nihil. Kalau rekening kas tidak nihil, maka

saldo kas akhir hari kemarin harus sama dengan saldo kas awal hari ini.

5. Melakukan backup data informasi kas setiap bulan, hal ini dilakukan

dengan menyimpan data kas perusahaan pada sebuah disket.

6. Membatasi akses data mengenai kas perusahaan. Akses mengenai data kas

hanya diberikan pada beberapa orang saja dengan cara pemberlakuan

password untuk mengakses data. Dan password selalu diganti secara

7. Memastikan pengawasan kas akhir hari dilakukan dengan tertib dan fisik

uang kas kantor sama dengan saldo kas kantor di komputer. Perhitungan

fisik kas dilakukan pada akhir hari di depan setiap bagian yang terkait.

8. Memeriksa kebenaran print out AATR (all Accepted Transaction Report)

beserta bukti pembukuannya. AATR adalah laporan yang dicetak teller

yang berisikan semua transaksi yang dilakukan teller.

9. Melakukan audit dengan menggunakan internal auditor.

10. Melakukan pemeriksaan secara rutin bulanan laporan perkembangan cash

dan teller, kepersonaliaan dan pelayanan customer yang dilakukan oleh

Dewan Komisaris.

B. Analisis Hasil Penelitian pada PT. BPR Syari’ah Bank Al-Washliyah Medan

Dalam bab ini, penulis akan memeberikan analisa dan evaluasi terhadap

sistem informasi akuntansi pada siklus pendapatan dan siklus pengeluaran serta

pengendalaian kas pada PT. BPR Syari’ah Bank Al-Washliyah Medan.

1. Sistem Informasi Akuntansi pada siklus Pendapatan a. Sistem Informasi Akuntansi Pemrosesan Penjualan

Pada pemrosesan penjualan yang terjadi pada PT. BPR Syari’ah Bank

Al-Washliyah Medan dalam bentuk pemberian pembiayaan kepada para nasabah

yang telah memiliki tabungan di bank itu sendiri.

Berdasarkan analisa dan evaluasi penulis terhadap sistem pemrosesan

penjualan yang dilakukan perusahaan sudah memadai karena beberapa alasan

1. Untuk pemberian pembiayaan sendiri terdapat syarat-syarat yang

mudah untuk dipenuhi oleh calon debitur dan proses yang tidak

berbelit-belit ini dapat dilihat dari prosedur pemrosesan penjualan

untuk pembiayaan.

2. Adanya kerja sama yang baik yang berhubungan diantara bagian

pembiayaan.

b. Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas

Penerimaan kas merupakan sumber keuangan bagi perusahaan yang

sangat penting sekali agar dapat menjalankan operasi atau transaksi perusahaan

sehari-hari yang memerlukan pengeluaran kas secara tunai. Melihat betapa

pentingnya arti penerimaan kas bagi perusahaan, maka untuk itu setiap perusahaan

untuk membuat sistem penerimaan kas supaya tidak terjadi penyelewengan atau

meminimalkan tingkat penyelewengan terhadap penerimaan kas tersebut.

Berdasarkan analisa dan evaluasi terhadap sistem informasi akuntansi

penerimaan kas yang dilakukan perusahaan sudah dapat dikatakan memadai

karena beberapa alasan sebagai berikut :

1. Sehubungan dengan penerimaan kas, formulir-formulir dan

catatan-catatan yang digunakan PT. BPR Syari’ah Bank

Al-Washliyah Medan cukup memadai. Ini dapat dilihat dari setiap

prosedur penyetoran tunai untuk rekening tabungan. Dimana pada

penyetoran tunai, nasabah diharuskan mengisi slip setoran

rangkap 2. Slip lembar 1 untuk bagian pembukuan dan slip lembar

digunakan juga telah dirancang sedemikian rupa ataupun dibuat

dalam bentuk sederhana sehingga mudah dimengerti cara

pemakainya, dimana masing-masing formulir atau bukti tersebut

mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

2. Sepanjang penerimaan kas telah dilengkapi dengan bukti-bukti,

maka pencatatannya dilakukan dengan segera oleh teller untuk

diproses selanjutnya.

3. Terciptanya kerja sama yang baik antara bagian-bagian yang

berhubungan dengan penerimaan kas.

2. Sistem Informasi Akuntansi Pada Siklus Pengeluaran a. Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas

Transaksi pengeluaran kas merupakan suatu kegiatan sehari-hari yang

terjadi pada PT. BPR Syari’ah Bank Al-Washliyah Medan. Pengeluaran kas ini

tentunya tidak dilakukan sembarangan saja, tetapi dilaksanakan dengan prosedur

tertentu.

Sama halnya dengan prosedur penerimaan kas di atas yang telah

dianalisa dan dievaluasi penulis, maka untuk prosedur pengeluaran kas juga telah

dapat dikatakan cukup baik dan memadai karena beberapa alasan :

1. Adanya pemisahan antara orang-orang yang membuat bukti

penarikan, yang mengesahkan kwitansi penarikan, dan yang

mengeluarkan uang. Hal ini terlihat misalnya dalam prosedur

penarikan tunai untuk realisasi pembiayaan yang melibatkan

2. Sesuai dengan uraian teoritis pada bab II terdahulu, PT. BPR

Syari’ah Bank Al-Washliyah Medan dalam hal pengeluaran kasnya

juga mengusahakan pembentukan dana kas kecil yang diawasi

dengan ketat. Berkenaan dengan salah satu cirri pengendalian kas,

PT. BPR Syari’ah Bank Al-Washliyah Medan mengusahakan agar

saldo kas yang ada cukup untuk melakukan kewajiban sehari-hari

dan setiap kelebihan dana yang melebihi batas jumlah tertinggi

langsung disetor ke kas induk pada hari itu juga.

3. Seorang teller mempunyai batas kewenangan dalam hal

pengeluaran kas. Yaitu, apabila ada nasabah yang ingin menarik

dana lebih dari Rp. 5.000.000,- maka teller harus meminta

pengesahan dari supervisor kas terlebih dahulu.

4. Sama halnya dengan penerimaan kas, maka prosedur pengeluaran

kas atau penarikan tunai juga menggunakan sejumlah bukti-bukti

(formulir) yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga

memudahkan penggunaannya (contoh formulir pada lampiran).

b. Sistem Informasi Akuntansi Pembayaran Gaji

Analisa dan evaluasi penulis terhadap sistem informasi akuntansi

pembayaran gaji yang dilakukan perusahaan sudah dapat dikatakan memadai

karena beberapa alasan sebagai berikut :

1. Setiap bagian di PT. BPR Syari’ah Bank Al-Washliyah Medan

melampirkan tiap-tiap data yang dibutuhkan untuk pemprosesan

2. Semua data-data tersebut dikumpulkan dan diproses ke komputer

untuk pembuatan laporan gaji pada minggu kedua.

3. Format gaji dibuat pada minggu ketiga setiap bulannya.

3. Sistem Pengendalian Intern Penerimaan dan Pengeluaran Kas

Sistem akuntansi merupakan bagian dari sistem informasi dan komunikasi,

dimana sistem informasi dan komunikasi tersebut merupakan salah satu unsure

pengendalian intern. Sehingga dapat dikatakan bahwa sistem akuntansi

berhubungan erat dengan sistem pengendalian intern. Oleh karena itu, dalam

menerapkan sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas harus

memperhatikan unsur-unsur pengendalian intern sehingga tujuan pengendalian

intern atas penerimaan dan pengeluaran kas dapat tercapai.

Sistem akuntansi kas meliputi formulir-formulir, catatan-catatan,

prosedur-prosedur, dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data yang berhubungan

dengan siklus penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu organisasi perusahaan

dengan tujuan untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh

manajemen untuk mengawasi kegiatan usahanya.

Pengendalian meliputi struktur organisasi dan semua cara-cara yang

dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk

menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa kebenaran dan ketelitian

data akuntansi, meningkatkan efisiensi di dalam operasi, dan mendorong agar

semua kebijaksanaan manajemen dapat dipenuhi. Dari uraian tersebut sangat jelas

sekali hubungan sistem akuntansi kas dan pengendalian kas. Dimana pada sistem

prosedur-prosedur, dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data kas. Data-data

keluaran tersebut kemudian diawasikebenarannya sehingga data-data yang

dihasilkan benar-benar akurat dan terjamin kebenarannya.

Pada PT. BPR Syariàh Bank Al-Washliyah Medantelah melaksanakan

pengendalian intern penerimaan dan pengeluaran kas untuk menjaga agar tidak

terjadi penyelewengan dan ketidakefektifan aktivitas perusahaan. Perusahaan

telah menetapkan struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional

secara tegas seperti fungsi yang membuat kwitansi, yang mengesahkan sebuah

transaksi, yang mengeluarkan uang dan yang memeriksa kebenaran transaksi.

Perusahaan telah memiliki bagian akuntansi tersendiri yang bertanggungjawab

untuk melaksanakan pencatatan transaksi. Dengan adanya pemisahan fungsi dan

tugas ini, maka system akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas yang

dilaksanakan perusahaan sudah cukup memadai.

Sistem otorisasi dan prosedur pancatatan yang telah dilaksanakan

perusahaan sudah dapat memberikan perlindungan yang cukup terhadap

kekayaan, utang, pendapatan dan biaya. Hal ini dapat terlihat bahwa persetujuan

pemberian pembiayaan PT. BPR Bank Syariàh Medan dilakukan oleh bagian

tersendiri dalam perusahaan. PT. BPR Syariàh Bank Al-Wahliyah Medan telah

melaksanakan praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap

organisasinya. Hal ini dapat telihat dari penggunaan formulir bernomor urut

tercetak yang pemakaiannya harus dipertanggungjawabkan oleh pihak yang

Analisa dan evaluasi terhadap pengendalian kas pada PT. BPR Syariàh

Bank Al-Washliyah Medan adalah sebagai berikut:

1. Dalam usaha pengendalian terhadap kas perusahaan, perusahaan telah

melakukan pemisahan tugas dengan cukup baik. Hal ini ditandai dengan

adanya pemisahan tugas antara yang membuat kwitansi, yang

mengesahkan sebuah transaksi, yang mengeluarkan uang dan yang

memeriksa kebenaran transaksi. Perusahaan telah melakukan pemisahan

fungsi akuntansi dari fungsi operasi dan fungsi penyimpanan.

2. Penutupan saldo harian informasi kas setiap hari kerja perusahaan, dimana

pimpinan cabang setiap akhir hari kerja selalu melakukan penutupan saldo

harian informasi kas. Ini dilakukan untuk mencegah pengubahan data kas

perusahaan setelah selesai jam kerja perusahaan oleh pihak yang tidak

berwenang.

3. Melakukan backup data informasi kas pada sebuah eksternal hard disk

pada setiap bulan, hal ini menurut penulis sudah cukup bagus karena

sesuai dengan prosedur standar di dalam pengendalian kas, dimana dapat

dicegah kerugian akibat hilangnya data mengenai kas perusahaan.

4. Memberi akses data dalam mengotorisasi kas perusahaan hanya pada

beberapa orang tertentu dengan pemberlakuan password, akses ini dapat

meminimalkan usaha pengubahan program data kas oleh orang lain yang

tidak berwenang mencegah tindakan penyelewengan atas kas perusahaan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

C. Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bab IV, maka penulis menarik

kesimpulan bahwa sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran

kas yang dilaksanakan perusahaan sudah cukup memadai untuk mendukung

pengendalian intern penerimaan dan pengeluaran kas. Kesimpulan di atas

dapat ditarik berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

2. Siklus pendapatan dan siklus pengeluaran yang dilaksanakan PT. BPR

Syariàh Bank Al-Washliyah Medan telah cukup memadai dalam mendukung

kelancaran operasi perusahaan.

3. Dalam penerapan akuntansi, perusahaan telah menggunakan media

akuntansi berupa dokumen-dokumen, formulir dan buku besar kas.

Dokumen dasar pada hakekatnya adalah formulir yang digunakan untuk

mencatat suatu transaksi pada saat terjadinya. Perusahaan telah

menggunakan formulir bernomor urut tercetak dan juga menyediakan

tempat untuk tanda tangan atau paraf bagi pejabat yang berwenang atas

suatu transaksi. Dokumen-dokumen atau formulir-formulir ini dinyatakan

sah dalam penggunannya dan dapat digunakan seperlunya bilamana telah

ditandatangani atau diotorisasi oleh pihak yang berwenang. Hal ini bertujuan

4. Setiap terjadinya transaksi, selalu ada pengverifikasian. Hal ini digunakan

untuk mencegah penyelewengan atas kas perusahaan.

5. Dalam system informasi akuntansi pemrosesan penjualan perusahaan,

pemberian otorisasi pembiayaan dilakukan oleh bagian / bidang marketing.

Dalam hal ini, peruahaan sudah mempunyai bagian account officer yang

secara khusus melaksanakan pelayanan terhadap permohonan pembiayaan

nasabah dan meneliti status pelanggan yang akan diberikan pembiayaan.

Disamping itu terdapat juaga bagian penyelesaian kredit yang melaksanakan

tugas bidang legal, appraisal dan urusan kredit macet.

6. Sistem pengendalian kas sudah cukup baik ditandai dengan adanya

pemeriksaan secara rutin bulanan laporan perkembangan cash dan teller,

kepersonaliaan dan pelayanan customer yang dilakukan oleh Dewan

Komisaris.

7. Pengendalian intern penerimaan dan pengeluaran kas yang dilaksanakan

perusahaan sudah cukup memadai karena perusahaan sudah melaksanakan

pembagian tugas dan tanggungjawab fungsional yang tepat. Dalam hal ini

perusahaan sudah melakukan pemisahan fungsi akuntansi dan fungsi

penyimpanan.

B. Saran

1. Dalam rangka melancarkan operasional perusahaan, PT. BPR Syariàh Bank

Al-Washliyah Medan hendaknya secara teratur mengadakan perputaran atau

dimaksudkan selain untuk meningkatkan keterampilan karyawan juga yang

utama untuk pengendalian perusahaan.

2. Bagi karyawan yang menangani kas atau pembukuannya, sebaiknya jika

memungkinkan bagi perusahaan disarankan ataupun diberikan cuti kerja

secara periodik dalam batas waktu yang wajar dan tidak merugikan

perusahaan.

3. Di dalam perusahaan hendaknya terdapat departemen khusus dalam hal

pengolahan data elektronik dan terpisah dari bagian akuntansi agar tercipta

pengendalian kas yang memadai baik dalam penyediaan data maupun juga

dalam hal efisiensi pelaksanaan kegiatan perusahaan.

4. Sejalan dengan tingginya tingkat persaingan, perkembangan ekonomi, dan

kemajuan teknologi, maka informasi yang cepat, akurat dan berdaya guna

sangat diperlukan, oleh karena itu disarankan bagi perusahaan untuk

merancang suatu program sistem komputer sendiri yang sesuai dengan

kegiatan usaha dari perusahaan dalam setiap pencatatan akuntansi, hal ini

disebabkan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan perusahaan dan

meningkatkan daya saing perusahaan, termasuk mengenai sistem informasi

DAFTAR PUSTAKA

Arens, Alvin A., and Loebbecke, James K., 1997. Auditing, Terjemahan Amir Abadi Jusuf, Jilid I, Edisi Kelima, Cetakan Kedua, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Baridwan, Zaki, 1998. Sistem Akuntansi, Penyusunan Prosedur dan Metode, Edisi Kelima, Cetakan Ketujuh, BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta.

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, Jurusan Akuntansi, 2004. Buku

Petunjuk Teknis Penulisan Proposal Penelitian dan Penulisan Skripsi,

Medan.

Hall, James A., 2001. Sistem Informasi Akuntansi, Jilid I, Edisi Pertama, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia, 2007. Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit alemba Empat, Jakarta.

Mulyadi, 2001. Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Cetakan Ketiga, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Niswonger, Rollin C., Warren, Carl S., Reeve, Fess, Philip E., 1999.

Prinsip-Prinsip Akuntansi, Terjemahan Alfonsus Sirait dan Helda Gunawan,

Edisi Kesembilan Belas, Cetakan Pertama, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Widjayanto, Nugroho, 2001. Sistem Informasi Akuntansi, Penerbit Erlangga, Bandu

Dokumen terkait