3. Studi Dokumentasi
2.3. Sistem Pemerintahan Desa Siallagan Pindaraya
Desa atau yang disebut dengan nama lain, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sedangkan pemerintahan desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintah oleh Pemerinah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengatur dan
36 Universitas Sumatera Utara mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat
setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah Desa atau yang disebut juga dengan nama lainnya adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.
Di Desa Siallagan Pindaraya yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan saat ini oleh seorang Kepala Desa, bernama Bapak. Ojahan Tambunan, yang dibantu oleh beberapa Perangkat Desa, dan Kepala Dusun yang merupakan bagian dari struktur pemerintahan desa.
Desa Siallagan Pindaraya sendiri terbagi menjadi tiga dusun, dan disetiap dusunnya dipimpin oleh seorang Kepala Dusun, yang kemudian bertanggung jawab kepada Kepala Desa. Namun, masing-masing dusun yang ada di Desa Siallagan Pindaraya tidak ada pembagian wilayah secara administrasi pemerintahan, namun secara kultur bisa dibedakan atas beberapa kampung yang dikenal dengan sebutan
“huta”, atau “lumban”. Masing-masing kampung ini memiliki nama sendiri yang menjadi identitas setiap warga yang bermukim di dalamnya. Selama puluhan atau ratusan tahun kondidi ini masih tetap dipertahankan dan belum ada masalah, kecuali persoalan keadministrasian karena belum dikenal penamaan jalan dan penomoran rumah warga.
Sama dengan desa-desa kebanyakan lainnya yang ada di Indonesia, Desa Siallagan Pindaraya juga memiliki visi dan misi. Adapun visi Desa Siallagan Pindaraya adalah, “Mewujudkan Desa Siallagan Pindaraya yang berkeadilan
37 Universitas Sumatera Utara sebagai tujuan wisata yang aman, damai, sejahtera dengan azas kekeluargaan
menjadi desa yang mandiri dan religius”.
Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, juga telah ditetapkanlah beberapa misi yang memuat sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh Desa agar tercapainya visi desa tersebut.
Adapun misi Desa Siallagan Pindaraya tersebut adalah:
1. Menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa berdsarkan hak pemeluk agama masing-masing.
2. Membentuk pemerintahan yang bersih atas dasar musyawarah dna mufakat.
3. Menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan desa yang transparan (terbuka) dan akuntabel (dapat dipertanggungjawabkan).
4. Menjalin kerjasama antar sesama warga dengan adat istiadat yang berlaku.
5. Meningkatkan pengembangan pariwisata dengan bekrjasama dengan stakeholder, masyarakat dan instansi/dinas terkait.
2.4. Komposisi Penduduk 2.4.1. Demografi Penduduk
a. Penduduk Berdasarkan Etnik
Masyarakat desa Desa Siallagan Pindaraya masyoritas beretnik Batak Toba.
Mayarakat memiliki tradisi serta kekayaan budaya yang ada di dalamnya. Jumlah penduduk yang tinggal di Desa Siallagan Pindaraya adalah sebanyak 695 kepala, dengan 181 kepala keluarga. Pembagiannya adalah, dengan jumlah penduduk berjenis
38 Universitas Sumatera Utara kelamin laki-laki sebanyak 337 orang, sedangkan yang berjenis kelamin perempuan
sebanyak 358 orang.
b. Penduduk Berdasarkan Usia
Dengan total jumlah penduduk Desa Siallagan Pindaraya sebanyak 695 orang.
Dengan pembagiannya dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 337 orang, dan penduduk perempuan sebanyak 358 orang, menunjukkan bahwa jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki di Desa Siallagan Pindaraya.
Tabel 2.1.
Rekapitulasi Penduduk Berdasarkan Usia
Kelompok Usia Laki-Laki Perempuan Jumlah Rasio
Usia 0-5 tahun 25 32 57 0,78
Sumber: Kepala Desa Siallagan Pindaraya
c. Tingkat Pendidikan
39 Universitas Sumatera Utara Pendidikan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam kehidupan seseorang. Dengan pendidikan pulalah seseorang dapat dituntun ke masa depan yang lebih baik. Walaupun tidak semua orang berpendapat demikian, namun pendidikan dipercaya dapat merubah kualitas kehidupan seseorang.
Tingkat pendidikan masyarakat Desa Siallagan Pindaraya dapat dikatakan sudah cukup baik, dimana lebih dari setengah penduduk Desa Siallagan Pindaraya sudah berpendidikan SMA (Sekolah Menengah Atas). Dengan baiknya tingkat pendidikan masyarakat Desa Siallagan Pindaraya, makan akan memberikan dampak yang baik dalam kepariwisataan Desa Siallagan. Dengan pendidikan yang baik, masyarakat desa akan mampu menangani wisatawan yang berkunung ke Desa Siallagan dengan lebih baik.
Tabel 2.2.
Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Siallagan Pindaraya
No. Tingkat Pendidikan Jumlah
1. TK/Kelompok Bermain 79
2. Sekolah Dasar (SD) 123
3. Sekolah Menengah Pertama (SMP) 108
4. Sekolah Menengah Atas (SMA) 278
5. Program Diploma 16
6. Program Sarjana 88
7. Tidak Sekolah 3
Jumlah 695
Sumber :Kepala Desa Siallagan Pindaraya
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa dari total jumlah penduduk Desa Siallagan Pindaraya yang sebanyak 695 orang, yang tidak menempuh pendidikan yaitu sebanyak 3 orang.
40 Universitas Sumatera Utara 2.4.2. Keadaan Sosial dan Ekonomi Penduduk
Keadaan sosial masyarakat Desa Siallagan Pindaraya cukup baik, keadaan ini juga didukung olehmasyarakatnya yang tidak terlalu heterogen, hampir semua masyarakat Desa ini satu suku yaknisuku Batak Toba dan menganut agama Kristen Protestan dan Katolik. Sehingga hampir tidakpernah terjadi gesekan sosial skala besar.
Dari sisi ekonomi, Desa Siallagan Pindaraya memiliki potensi yang sangat besaruntuk dikembangkan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah kegiatan usaha souvenirdan seni ukir yang dikembangkan menjadi areal kunjungan wisata yang sarnpai saat ini masihsering dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.
Foto 2.2.
Pedagang Souvenir Sekaligus Pengrajin Seni Ukir di Desa Siallagan
41 Universitas Sumatera Utara Sumber : Petrus Hasiholan Silalahi (2019)
Selain itu, penghasilan masyarakat Desa Siallagan Pindaraya terbesar juga bersumber dari pertanian, karena sembari bekerja sebagai pedagang souvenir atau mengukir, masyarakat tersebut juga sesekali mengurus lahan pertanian mereka.
Namun pertanian yang dikembangkan selama ini masih pertaniantradisional; seperti padi, kopi, bawang, cabai, cengkeh, dan lain-lain.
Dibutuhkan sebuahpembaharuan dibidang pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian yang telah adakhususnya untuk menyikapi lahan pertanian yang relatif kurang subur khususnya di dusun yang keterbatasan lahan dan teknologi pertanian yang ramah lingkungan mutlak diperlukan. Selain bertani sebagai mata pencaharian pokok penduduk, juga terdapat sebagian penduduk yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), nelayan, dan lain sebaginya.
Tabel 2.4.
Data Penduduk Desa Siallagan Pindaraya Berdasarkan Pekerjaan
42 Universitas Sumatera Utara
No. Mata Pencaharian Jumlah
1. Petani 65
12. Pengusaha Perdagangan Hasil Bumi 1
13. Buruh Usaha Jasa Transportasi 1
14. Buruh Usaha Jasa Hiburan 1
21. Karyawan Perusahaan Swasta 30
22. Wirasawasta 159
23. Wartawan 1
24. Tidak Mempunyai Pekerjaan Tetap 13
25. Pemuka Agama 1
26. Akuntan 1
27. Puemawirawan/Pensiunan 3
28. Ibu Rumah Tangga 10
29. Pelajar 199
27. Belum Bekerja 73
Jumlah 695
Sumber : Kepala Desa Siallagan Pindaraya
Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa mata pencaharian yang ada di Desa Siallagan Pindaraya beragam jenisnya. Mata pencaharian dengan jumlah terbanyak yang menggulutinya adalah wirasawasta dengan jumlah 159 orang. Jumlah
43 Universitas Sumatera Utara masayarakat yang berkerja sebayak 407 orang yang tergolong dalam usia produktif
bekerja.
Data lainnya yang dapat dijelaskan bahwa jumlah masayarakat yang belum bekerja yaitu 73 orang, itupun dengan pembagian yakni, sebanyak 59 orang belum bekerja dikarenakan tergolong pada usia tidak produktif bekerja, yakni anak-anak sebanyak 58 orang dan lansia sebanyak 1 orang. Sedangkan sisanya sebanyak 14 orang masih belum memiliki pekerjaan meskipun tergolong pada usia produktif.
Selain itu, data yang bisa dijelaskan pula dari tabel ini adalah bahwa sebagian besar kalangan masyarakat turut mengambil peran dalam pengembangan pariwisata Desa Siallagan ini berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan adalah, antara lain:
Perangkat Desa, Pengrajin, Pemilik Hotel, Buruh Hotel, Sopir, Buruh Transportasi (Sopir Becak Pariwisata), dan Wiraswasta (pedagang souvenir).
Dari sisi sosial budaya, Desa Siallagan Pindaraya sudah sejak lama dikenal sebagai sebuahwilayah adat yang aktif dan terpelihara hingga saat ini. Dalam kehidupan sehari-hari adat (Batak) sangat dominan dan sudah tertata dengan baik oleh para tetua-tetua di DesaSiallagan Pindaraya. Beberapa hal yang belum tercipta adalah kelompok-kelompok senibudaya, hal ini tentunya menjadi tugas pemerlntah desa kedepan untuk mencipkatakankelompok seni untuk mengangkat citra Desa Siallagan Pindaraya sekaligus menjadi saranapembinaan kaum muda dan kepariwisataan.