BAB II: TINJAUAN UMUM TENTANG AHL AL-H}ALLI
B. Sistem Pemilihan dan Keanggotaan Dewan
50
pendidikan, dan agama serta menyampaikan hasil pengawasannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti
4. Anggota Dewan Perwakilan Daerah dapat diberhentikan dari jabatannya, yang syarat-syarat dan tata caranya diatur dalam undang-undang.
DPD RI merupakan representasi penduduk dalam satu wilayah yang akan mewakili kepentingan-kepentingan daerah dalam proses pengambilan keputusan-keputusan penting dalam tingkat pusat. DPD RI juga menjadi lembaga legislatif yang mengawasi jalannya roda pemerintahan sehingga DPD RI benar-benar sebagai lembaga yang mewakili rakyat daerah.
B. Sistem Pemilihan dan Keanggotaan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI)
Sesuai dengan amanat UUD NRI Tahun 1945 yang tercantum pada pasal 1 ayat (2) yang berbunyi: “Kedaulatan berada di tangan rakyat
dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”59, maka dapat
diartikan bahwa kedaulatan rakyat yang dimaksud dapat diwujudkan melalui lembaga perwakilan yang tugas dan kewenangannya telah diatur dalam UUD NRI Tahun 1945. Di Indonesia terdapat dua lembaga perwakilan dalam lembaga legislatif yaitu DPR RI yang merupakan representasi politik dan DPD RI merupakan representasi daerah.
Sistem pemilihan anggota DPD RI dilakukan dengan basis kewilayahan yaitu dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum,
51
sesuai dengan pasal 22C ayat (1) yang berbunyi “Anggota Dewan Perwakilan Daerah dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan
umum”.60 Para anggota DPD RI yang terpilih akan melaksanakan tugas
yang berkaitan dengan kepentingan daerah yang diwakilinya. DPD RI diharapkan dapat menyalurkan aspirasi rakyat dari daerah yang diwakilinya. Sistem pemilihan DPD RI berbeda dengan sistem pemilihan DPR RI, meskipun sama-sama dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum (pemilu) namun sistem pemilihan DPD RI dilaksanakan dengan menggunakan sistem distrik.
Pemilu dalam ranah ilmu politik merupakan cara yang sah untuk berebut kekuasaan politik. Berdasarkan dengan konstitusi yang ada di Indonesia, pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat. Berikut ini maksud dan tujuan dilaksanakannya pemilu yaitu:
1. Memilih wakil rakyat yang duduk dalam lembaga perwakilan rakyat baik tingkat pusat, wilayah maupun daerah DPR RI, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPRD RI) provinsi dan kabupaten/kota.
2. Memilih wakil rakyat yang duduk dalam lembaga perwakilan daerah (DPD RI)
3. Membentuk pemerintahan yang demokratis, kuat serta memperoleh
dukungan yang sebesar-besarnya dari rakyat (legitimate).
52
DPD RI adalah sebuah lembaga pengganti utusan daerah dan utusan golongan yang sebelum amandemen ketiga merupakan anggota dari Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Dan sesudah amandemen ketiga UUD NRI Tahun 1945 lahirlah lembaga DPD RI yang menjadi anggota MPR RI yang terdapat pada Bab VIIA tentang DPD RI pasal 22C.
Syarat peserta pemilu anggota DPD RI dalam pasal 182
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yaitu:61
Perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 181 dapat menjadi Peserta Pemilu setelah memenuhi persyaratan:
a. Warga Negara Indonesia yang telah berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih
b. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
c. bertempat tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; d. dapat berbicara, membaca, dan/atau menulis dalam bahasa Indonesia; e. berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas madrasah aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat;
f. setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika;
g. tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana;
h. sehat jasmani dan rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika; i. terdaftar sebagai Pemilih;
j. bersedia bekerja penuh waktu;
k. mengundurkan diri sebagai kepala daerah, wakil kepala daerah, Kepala Desa dan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa, aparatur sipil negara, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan pada hadan usaha milik negara dan/atau badan usaha milik daerah danjatau badan usaha milik desa, atau
53
barlan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara, yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali;
l. bersedia untuk tidak berpraktik sebagai akuntan publik advokat, notaris, pejabat pembuat akta tanah, dan/atau tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas wewenang, dan hak sebagai anggota DPD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
m. bersedia untuk tidak merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya, direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan pada badan usaha milik negara dan/atau badan usaha milik daerah serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara; n. mencalonkan hanya untuk 1 (satu) lembaga perwakilan; o. mencalonkan hanya untuk 1 (satu) daerah pemilihan; dan
p. mendapatkan dukungan minimal dari Pemilih di daerah pemilihan yang bersangkutan.
Sedangkan syarat peserta pemilu anggota DPD RI dalam peraturan KPU Nomor 30 Tahun 2018 tentang Pencalonan Perseorangan Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Daerah dalam
pasal 60 ayat (1), yaitu:62
Perseorangan peserta Pemilu, dapat menjadi bakal calon perseorangan Peserta Pemilu Anggota DPD setelah memenuhi persyaratan:
a. Warga Negara Indonesia yang telah berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih terhitung sejak penetapan DCT Anggota DPD; b. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
c. bertempat tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; d. dapat berbicara, membaca. dan/atau menulis dalam bahasa Indonesia; e. berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah
aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat;
f. setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika;
g. tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;
54
h. bagi terpidana yang tidak menjalani pidana di dalam penjara meliputi:
1. terpidana karena kealpaan ringan (culpa levis); atau
2. terpidana karena alasan politik,
wajib secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan sedang menjalani pidana tidak di dalam penjara; i. bagi Mantan Terpidana yang telah selesai menjalani masa
pemidanaannya, secara kumulatif, wajib memenuhi syarat secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik;
j. bukan Mantan Terpidana bandar narkoba atau kejahatan seksual terhadap anak;
k. sehat jasmani dan rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif;
l. terdaftar sebagai Pemilih; m. bersedia bekerja penuh waktu;
n. mengundurkan diri sebagai kepala daerah, wakil kepala daerah, Kepala Desa dan Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Aparatur Sipil Negara, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan pada Badan Usaha Milik Negara dan/atau Badan Usaha Milik Daerah dan/atau Badan Usaha Milik Desa, atau badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara, yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali;
o. mengundurkan diri sebagai Penyelenggara Pemilu serta panitia Pemilu dan panitia pengawas yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali;
p. bersedia untuk tidak praktik sebagai akuntan publik, advokat, notaris, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), dan/atau tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas, wewenang, dan hak sebagai anggota DPD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
q. bersedia untuk tidak merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya, direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan pada badan usaha milik negara dan/atau badan usaha milik daerah serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara; r. mencalonkan hanya di 1 (satu) lembaga perwakilan;
s. mencalonkan hanya di 1 (satu) daerah pemilihan;
t. mendapat dukungan minimal dari Pemilih di daerah pemilihan yang bersangkutan; dan
55
Penetapan calon terpilih anggota DPD RI berdasarkan pada nama calon yang memperoleh suara terbanyak pertama, kedua, ketiga, dan keempat di provinsi masing-masing calon. Dalam hal perolehan suara calon terpilih keempat terdapat jumlah suara yang sama, maka calon yang memperoleh dukungan pemilih yang lebih merata penyebarannya di
seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut sebagai calon terpilih.63
Keanggotaan DPD RI terdapat pada pasal 22C ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 yang berbunyi: “Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari setiap provinsi jumlahnya sama dan jumlah seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah itu tidak lebih dari sepertiga jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat”. Dilanjutkan pada pasal 252 ayat (1) Undang-Undang nomor 17 Tahun 2014, bahwa anggota DPD RI setiap provinsi ditetapkan sebanyak 4 orang.
Dalam pasal 259 ayat (1) Undang-Undang nomor 17 Tahun 2014 disebutkan tentang alat kelengkapan DPD yang terdiri dari pimpinan, panitia musyawarah, panitia kerja, panitia perancang undang-undang, panitia urusan rumah tangga, badan kehormatan, dan alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk oleh rapat paripurna.
C. Tugas dan Wewenang Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia