Program pendidikan dilaksanakan dengan sistem kredit. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program. SKS merupakan takaran kegiatan mengajar, dengan 1 sks sama dengan kegiatan tatap muka 50 menit, kegiatan terstruktur 60 menit, kegiatan mandiri 60 menit. SKS juga merupakan penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester yang terdiri atas 16 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya berikut kegiatan iringannya, termasuk dua sampai tiga minggu kegiatan penilaian (ujian tengah dan/atau akhir semester).
Sementara itu, untuk ukuran prestasi akademik mahasiswa dinyatakan dalam Indeks Prestasi (IP) yang terdiri dari:
1) Indeks Prestasi Semester, yaitu rata-rata tertimbang nilai yang diperoleh mahasiswa pada suatu semester tertentu, dan
2) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), yaitu rata-rata tertimbang nilai yang diperoleh mahasiswa sampai pada semester berjalan.
3.2.1 Dasar Penerapan Sistem Kredit
Penerapan sistem kredit ini sesuai dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang
3.2.2 Tujuan Penerapan Sistem Kredit
Tujuan penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) adalah untuk menyajikan program pendidikan yang bervariasi, luwes, efektif, efisien, dalam rangka meningkatkan produktivitas dan lulusan yang berkualitas. Program pendidikan yang dimaksud adalah program yang
1) Memberi kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar untuk menyelesaikan studi dalam waktu yang singkat;
2) Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memprogram matakuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya;
3) Mempermudah penyesuaian kurikulum sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memenuhi kebutuhan masyarakat; dan
4) Menyelenggarakan sistem evaluasi pembelajaran yang tepat.
03
PROGRAM PENDIDIKAN
3.2.3 Satuan Kredit Semester
Setiap mata kuliah dalam sistem kredit semester diberi takaran dalam satuan kredit semester (sks), yang nilainya ditentukan atas besarnya usaha untuk menyelesaikan beban tugas yang diwajibkan.
Satu sks perkuliahan meliputi tiga macam kegiatan per minggu selama satu semester. 1) Untuk mahasiswa:
a. 50 menit kegiatan tatap muka terjadwal dengan tenaga pendidik; b. 60 menit kegiatan akademik terstruktur;
c. 60 menit kegiatan akademik mandiri. 2) Untuk tenaga pendidik:
a. 50 menit kegiatan tatap muka terjadwal dengan mahasiswa;
b. 60 menit kegiatan akademik terstruktur berupa perencanaan dan evaluasi; c. 60 menit kegiatan akademik mandiri berupa pengembangan materi
per-kuliahan.
Sementara itu, untuk mata kuliah khusus memiliki sks tersendiri sebagai berikut:
1) Satu (1) sks praktikum di laboratorium/lapang setara dengan 170 menit kegiatan per minggu selama satu semester,
2) Satu (1) sks kerja lapang dan sejenisnya setara dengan empat jam kegiatan per minggu selama satu semester,
3) Satu (1) sks penelitian, penyusunan skripsi dan sejenisnya setara dengan tiga sampai empat jam kegiatan sehari selama satu bulan, dengan ketentuan 25 hari kerja per bulan. Ketentuan-ketentuan tersebut harus dilengkapi dengan kegiatan akademik terstruktur dan kegiatan akademik mandiri bagi mahasiswa, kegiatan perencanaan, evaluasi, dan kegiatan pengembangan materi bagi dosen.
3.2.4 Beban Studi dan Beban Studi Semester
Beban studi adalah jumlah beban pembelajaran (sks) yang dapat diambil mahasiswa dalam satu periode pendidikan.Beban studi untuk Program Doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember minimal 42 sks dan rentang masa studi minimal 3 tahun. Batas maksimal masa studi adalah 7 tahun.
(Sumber: Peraturan Menteri Ristekdikti No. 44 Tahun 2015)
Beban studi semester adalah jumlah beban pembelajaran (sks) yang dapat diambil mahasiswa dalam satu semester.Beban studi minimal mahasiswa untuk menyelesaikan Pendidikan Program Doktordi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember adalah :
1.
Doktor Ilmu Ekonomi : 47 sks2.
Doktor Ilmu Manajemen : 47 sks3.2.5 Prestasi Studi
Prestasi belajar mahasiswa adalah hasil upaya mahasiswa dalam pemenuhan capaian pembelajaran program studi. Hasil penilaian capaian pembelajaran program studi terdiri atas:
1) Hasil penilaian capaian pembelajaran di tiap semester yang dinyatakan dengan Indeks Prestasi Semester (IPS);
2) Hasil penilaian capaian pembelajaran pada akhir program studi yang dinyatakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
Hasil penilaian capaian pembelajaran program studi disederhanakan dalam persamaan berikut:
Keterangan: IP = Indek Prestasi
K = SKS setiap matakuliah N = Nilai setiap matakuliah
Persentase Prestasi dihitung menggunakan rumus:
PP =Jumlah SKS mata kuliah dengan nilai minimal C
Jumlah SKS semua mata kuliah terprogram x 100%
IP dan jumlah beban studi semester maksimal yang dapat diambil mahasiswa pada semester berikutnya:
IP Semester Beban Studi Maksimum Semester Berikutnya ≥ 3,00 24 sks 2,50 – 2,99 21 sks 2,00 – 2,49 18 sks 1,50 – 1,99 15 sks < 1,50 13 sks 3.2.6 Kegiatan Akademik
Kegiatan akademik dilaksanakan dalam semester gasaldan semester genap. Semester gasal dimulai pada bulan September sampai dengan Januari dan semester genap pada bulan Februari sampai dengan Juni.
3.2.7 Pendaftaran Matakuliah
Kewajiban Mahasiswa dalam tiap semester diharuskan mengikuti prosedur sebagai berikut: 1. Prosedur aktivasi
Mahasiswa melakukan pembayaran SPP/UKT/Biaya pendidikan lainnya pada Bank yang ditunjuk, Bagi mahasiswa yang melakukan penundaan pembayaran SPP/UKT/Biaya pendidikan lainnya, aktivasi dapat dilakukan dengan meminta pengantar pembayaran SPP/UKT/Biaya Pendidikan Lainnya ke BAAK.
2. Kegiatan Pemrosesan Rencana Studi
Mahasiswa yang telah berstatus aktif harus menyusun rencana studi menyangkut matakuliah yang akan diprogramkan dengan persetujuan Dosen Pembimbing Akademik (DPA). DPA ditentukan oleh Jurusan dan dilaksanakan oleh Sub Bagian Pendidikan. Pemilihan matakuliah yang diprogramkan dalam SISTER harus memperhatikan ketentuan-ketentuan mengenai matakuliah prasyarat dengan ketentuan apabila mahasiswa yang bersangkutan memprogram matakuliah bersyarat tanpa terlebih dahulu menempuh dan lulus mata kuliah prasyarat maka mata kuliah yang bersangkutan dinyatakan gugur.
K ) N x (K IPProgram Rencana Studi hasil print out SISTER dibuat rangkap tiga untuk : 1. Mahasiswa yang bersangkutan;
2. DPA;
3. Sub Bagian Pendidikan.
Mahasiswa dapat melaksanakan perubahan rencana studi selambat-lambatnya satu minggu setelah kuliah berlangsung, sesuai kalender akademik dengan persetujuan DPA.
Mahasiswa dapat mengadakan pembatalan rencana studi selambat-lambatnya empat minggu setelah kuliah berlangsung, sesuai dengan kalender akademik, dengan persetujuan DPA, Pembina Matakuliah dan Ketua Jurusan, serta dilaporkan kepada Kepala Sub Bagian Pendidikan.
Prasyarat mahasiswa untuk melakukan pemrograman matakuliah adalah :
1. membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP/UKT) dan Aktivasi Status Kuliah pada Bank yang ditunjuk;
2. melakukan her-registrasi dan mengisi biodata mahasiswa pada Sub Bagian Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember;
3. memenuhi kewajiban lain sesuai dengan ketentuan fakultas. 3.2.8 Dosen Pembimbing Akademik (DPA)
Dosen Pembimbing Akademik selanjutnya disebut DPA disiapkan bagi mahasiswa untuk kelancaran studinya. DPA harus memahami pedoman Sistem Administrasi Akademik yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember. DPA mempunyai tugas :
1. Dosen mengagendakan dan membuat jadwal pertemuan regular dengan mahasiswa bimbingannya;
2. Dosen memonitor kinerja akademik mahasiswa setiap semester dan menginventarisir masalah akademik bimbingannya;
3. Dosen memberi arahan bagi pengembangan potensi dan talenta mahasiswa untuk mengikuti program Ko kurikuler, ekstra kurikuler dan atau non kurikuler.
4. Dosen memberi arahan dalam belajar mandiri dan membentuk kelompok diskusi untuk membangun kerjasama dan komunikasi;
5. Dosen mengingatkan kewajiban agar mahasiswa memahami pedoman akademik baik di level institusi maupun di level fakultas/program studi;
6. Dosen menerima keluhan dan memberikan saran atau jalan keluar bagi penyelesaian masalah akademik bimbingannya;
7. Dosen memberi saran penyelesaian masalah non akademik mahasiswa dengan mengirim mahasiswa bimbingannya ke Bimbingan konseling;
8. Dosen memberikan saran dalam pemilihan Mata Kuliah serta memberikan approval agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu atau terhindar dari Drop out;
9. Dosen melaporkan progress bimbingannya kepada Ketua Program Studi/Jurusan dan Bidang Kemahasiswaan fakultas;
10. Dosen membantu mahasiswa secara adminstrasi terkait dengan penundaan pembayaran UKT, Cuti dan Evaluasi Drop out dan Evaluasi Kelulusan program Pascasarjana.
3.2.9 Perkuliahan
Setiap mahasiswa diwajibkan untuk :
1. Mengikuti kuliah minimal 75% dari jumlah tatap muka yang dicapai dalam setiap semester (dalam setiap semester rata-rata jumlah tatap muka sebanyak 16 kali).
Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan ini tidak diperkenankan mengikuti ujian akhir semester (UAS);
2. Kehadiran dosen minimal 80% dari jumlah tatap muka yang dicapai dalam setiap semester (tatap muka sebanyak 14 kali, ditambah 1 kali UTS, dan 1 kali UAS). Bila kehadiran dosen kurang dari 80% maka seluruh mahasiswa kelas tersebut akan memperoleh nilai E.
3. Tidak memakai kaos oblong dan sandal (wajib bersepatu) pada saat mengikuti kuliah, urusan akademik dan ujian.
3.2.10 Evaluasi Hasil Pembelajaran 1. Tujuan Ujian
Penyelenggaraan ujian bertujuan untuk :
a. menilai apakah mahasiswa telah memahami dan menguasai materi yang disajikan dalam suatu matakuliah;
b. untuk mengkategorikan mahasiswa kedalam beberapa status nilai berdasarkan kemampuannya;
c. untuk menilai apakah materi kuliah yang disajikan telah sesuai dengan silabi yang berlaku dan apakah penyampaiannya cukup baik untuk dapat dipahami oleh mahasiswa,
d. untuk menilai Proses Belajar Mengajar (PBM) yang dilakukan oleh Dosen.
Tujuan pertama dan kedua, terutama ditujukan untuk menilai kemampuan mahasiswa, sedangkaan tujuan ketiga dan keempat merupakan tolok ukur dari kemampuan dosen yang bersangkutan.
3.2.11 Sistem Penilaian Ujian
1. Pemberian angka, bobot dan harkat nilai.
Pemberian nilai ujian mula-mula dinyatakan dalam angka antara 1 sampai dengan 100. Selanjutnya nilai angka diubah menjadi huruf dan bobot nilai sebagai berikut :
HURUF NILAI ANGKA KATEGORI
A AB B BC C CD D DE E 4.00 3.50 3.00 2.50 2.00 1.50 1.00 0.50 0.00 ≥ 80 75≤ AB < 80 70≤ B < 75 65≤ BC< 70 60≤ C <65 55≤ CD< 60 50≤ D <55 45≤ DE < 50 <45 Istimewa Sangat Baik Baik Cukup Baik Cukup Kurang Kurang Sangat Kurang Sangat Kurang
Nilai K (Kosong) diberikan pada Tugas Akhir dan Kuliah Kerja yang programnya belum terselesaikan.Semua matakuliah yang diprogram ulang, nilai yang diakui adalah nilai yang diperoleh dari program terakhir.
2. Penentuan nilai huruf akhir hasil ujian (NA)
Nilai akhir hasil ujian (NA) merupakan jumlah nilai tertimbang dari kelima unsur nilai matakuliah, yaitu : Ujian Tengah Semester (UTS), Tugas (T), Kuis (K), Lain-lain (L), dan Ujian Akhir Semester (UAS).
3.2.12 Evaluasi Hasil Studi
Evaluasi hasil studi mahasiswa Program Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember untuk setiap jenjang diatur sebagai berikut:
1. Evaluasi program doktor (S3) dilaksanakan pada setiap akhir semester, akhir semester kedua, dan akhir studi.
2. Tujuan evaluasi setiap akhir semester untuk menentukan beban studi yang boleh diprogramkan pada semester berikutnya, yaitu berdasarkan indeks prestasi yang dicapai;
3. Evaluasi akhir semester kedua untuk program S3 dilaksanakan untuk menentukan kelayakan mahasiswa melanjutkan studi dengan ketentuan mahasiswa S3 telah menyelesaikan semua mata kuliah semester kesatu dan kedua serta mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ≥ 3,00.
4. Evaluasi akhir studi bertujuan untuk menentukan kelulusan mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut :
i. Telah mengumpulkan minimal 47 SKS, lulus ujian disertasi, IPK ≥ 3,00 dan telah lulus ujian komprehesif
ii. Telah menyerahkan buku Disertasi dengan format penulisan mengacu pada Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember
5. Mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian berhak mendapat surat keterangan lulus yang dikeluarkan oleh fakultas. Tanggal yang tercantum dalam surat keterangan lulus sesuai dengan tanggal evaluasi akhir studi (saat dinyatakan lulus).
6. Masa studi mahasiswa dihitung sejak awal kegiatan perkuliahan pada semester pertama sampai dengan tanggal dinyatakan lulus ujian tugas akhir.
7. Predikat kelulusan ditetapkan berdasarkan IPK dengan ketentuan sebagai berikut:
Program IPK Masa Studi Predikat
Doktor (S3) 3,00 – 3,50 > 5 tahun Baik*
3,00 – 3,50 Maks. 5 tahun Memuaskan*
3,51 – 3,75 > 5 tahun
3,51 – 3,75 Maks. 5 tahun Sangat Memuaskan*
3,76 – 4,00 > 5 tahun
3,76 – 4,00 Maks. 4 tahun Dengan Pujian**
* Output penelitian berupa publikasi pada jurnal internasional terindeks minimal kluster Q4pada Scopus.
**Output penelitian berupa publikasi pada jurnal internasional terindeks pada Institute of Scientific Information (ISI) dengan impact factor > 1 atau SJR > 0,1 dengan minimal kluster Q3 dalam Scopus.
3.2.13 Etika Akademik
Etika akademik merupakan seperangkat kaidah atau penerapan nilai-nilai dan norma baik buruk serta benar salah dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penanaman etika akademik akan mengantarkan lulusan yang berkapasitas ilmu, berkarakter, dan cendekia. Rumusan etika akademik dituangkan dalam bentuk pernyataan yang tegas dan jelas tentang hal-hal yang perlu dan seharusnya dilakukan sebagai tanggapan terhadap permasalahan.
1. Pelanggaran Etika Akademik
menjadi perhatian masyarakat, antara lain: kecurangan dalam ujian,plagiasi karya ilmiah, pemalsuan dokumen dan lain-lain. Beberapa aktivitas mahasiswa yang tergolong pelanggaran etika akademik adalah :
a. membujuk, memberi hadiah atau mengancam dengan maksud untuk mempengaruhi hasil penilaian kegiatan akademik;
b. melakukan tindakan mengubah, mengganti, memalsukan isi atau informasi yang ada dalam: Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), bukti pembayaran kegiatan akademik, bukti bebas tanggungan perpustakaan dan laboratorium, Laporan Hasil Studi (LHS), transkrip nilai, ijazah dan lain-lain yang termasuk kategori pemalsuan dokumen;
c. melakukan tindakan plagiat :
1) mempublikasikan karya: laporan, tugas paper, artikel,atau disertasi yang dibuat dengan cara memesan atau membeli dari orang lain;
2) mengakui atau menggunakan karya: laporan, tugas paper, artikel, atau disertasi orang yang lebih dulu menulis atau mempublikasikan sebagai buah karyanya;
3) menggunakan, mempublikasikan atau menampilkan gagasan atau ide orang lain dalam bentuk data, teks, audio, video atau bentuk lainnya tanpa merujuk atau mendapat persetujuan pemiliknya;
4) menggunakan gagasan orang lain ke dalam bahasa sendiri tanpa rujukan yang memadai terhadap sumber atau mengaburkan sumber;
5) mengumpulkan tugas, paper, artikel atau laporan akademik seperti laporan yang mirip dengan karya orang lain yang pernah dikumpulkan sebelumnya. 2. Konflik Akademik
Apabila terjadi konflik antara kepentingan mahasiswa, penguji, dan promotor maka harus diselesaikan melalui musyawarah dengan melibatkan Koordinator Program Studi dan Dekan.
3. Sanksi Pelanggaran Etika Akademik
UNEJ mengembangkan peraturan akademik bersifat persuasif, jelas, dan tegas. Pelanggaran terhadap norma dan aturan akademik yang telah ditetapkan memiliki konsekuensi pemberian sanksi. Hal ini dilakukan agar sanksi yang berupa tindakan atau pembinaan dapat membangun atau memaksa mahasiswa taat dengan aturan yang berlaku. Tindakan atau pembinaan dilakukan oleh pimpinan, rektor atau dekan, kepada mahasiswa didasarkan pada laporan valid dan didukung oleh bukti dari pihak-pihak yang diberi kewenangan untuk melakukan tugas pemantauan atau evaluasi. Sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang melakukan kecurangan/pelanggaran etika akademik dapat berupa :
a. peringatan baik secara langsung/lisan maupun tulisan oleh dosen atau karyawan yang mendapat kewenangan secara tertulis oleh pimpinan fakultas;
b. pengurangan nilai hasil pembelajaran dari matakuliah yang ditempuh serendah-rendahnya E oleh dosen pengampu matakuliah;
c. pembatalan nilai yang terlanjur diperoleh/diberikan setelah terbukti melakukan pelanggaran etika akademik;
d. memutus beasiswa atau bantuan pendidikan lainnya; e. pemberian skorsing selama 6 bulan sampai dengan 1 tahun; 4. Penegakan Sanksi
Pemberian sanksi dilakukan oleh pimpinan universitas atau fakultas setelah yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran etika akademik. Besarnya atau beratnya sanksi yang dijatuhkan sebanding dengan tingkat pelanggaran.
3.2.14 Kurikulum
Kegiatan akademik dilaksanakan dalam semester gasal dan semester genap. Semester gasal dimulai pada bulan September sampai dengan Januari dan semester genap pada bulan Februari sampai dengan Juni.
3.2.15 Status sebagai Mahasiswa 1. Definisi Mahasiswa
Mahasiswa adalah salah satu komponen anak bangsa yang diharapkan mampu membawa perubahan dan sebagai pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Selain itu, mahasiswa juga merupakan pelanggan primer bagi sebuah perguruan tinggi (termasuk Universitas Jember) yang memikul tanggung jawab sebagai perekat komponen bangsa. Untuk menjadi mahasiswa program doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember harus:
a) memiliki ijazah pendidikan Magister (S2) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 (tiga koma nol) dan terakreditasi minimal B;
b) memenuhi kemampuan yang disyaratkan oleh Perguruan Tinggi yang bersangkutan; c) memenuhi nilai minimum 500 Tes Potensi Akademik (TPA) dan 500 Tes Kemampuan
Bahasa Inggris (TKBI);
d) untuk warganegara asing dapat menjadi mahasiswa setelah memenuhi persyaratan tambahan melalui prosedur tertentu;
2. Hak Mahasiswa Hak Mahasiswa
a) menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan susila yang berlaku dalam lingkungan akademik;
b) memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik sesuai dengan bakat, minat, kegemaran dan kemampuan;
c) memanfaatkan fasilitas perguruan tinggi dalam rangka kelancaran proses belajar;
d) mendapat bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program studi yang diikutinya dalam penyelesaian studinya;
e) memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi yang diikutinya serta hasil belajarnya;
f) menyelesaikan studi lebih awal dari masa studi yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan yang berlaku;
g) memperoleh layanan kesejahteraan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
h) memanfaatkan sumber daya perguruan tinggi melalui perwakilan/organisasi kemahasiswaan untuk mengurus dan mengatur kesejahteraan umat dan tata kehidupan bermasyarakat;
i) pindah ke perguruan tinggi lain atau program studi lain bilamana memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa dalam perguruan tinggi atau program studi yang hendak dimasuki;
j) ikut serta dalam kegiatan organisasi mahasiswa perguruan tinggi yang bersangkutan. Kewajiban mahasiswa
a) ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi mahasiswa yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku;
b) mematuhi semua peraturan/ketentuan yang berlaku pada perguruan tinggi yang bersangkutan;
c) ikut memelihara sarana dan prasarana, kebersihan dan ketertiban, serta keamanan pergurun tinggi yang bersangkutan;
d) menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian;
e) menjaga kewibawaan nama baik perguruan tinggi yang bersangkutan; f) menjunjung tinggi kebudayaan nasional.
3.2.16 Registrasi Administratif dan Registrasi Akademik
Mahasiswa pada tiap semester diharuskan mengikuti prosedur sebagai berikut: a) Prosedur aktivasi
Mahasiswa melakukan pembayaran SPP/UKT/Biaya pendidikan lainnya pada Bank yang ditunjuk. Bagi mahasiswa yang melakukan penundaan pembayaran SPP/UKT/Biaya pendidikan lainnya, aktivasi dapat dilakukan dengan meminta pengantar pembayaran SPP/UKT/Biaya Pendidikan Lainnya ke BAAK.
b) Kegiatan Pemrosesan Rencana Studi
Mahasiswa yang telah berstatus aktif harus menyusun rencana studi menyangkut matakuliah yang akan diprogramkan dengan persetujuan Dosen Pembimbing Akademik (DPA). DPA ditentukan oleh Jurusan dan dilaksanakan oleh Sub Bagian Pendidikan. Pemilihan matakuliah yang diprogramkan dalam SISTER harus memperhatikan ketentuan-ketentuan mengenai matakuliah prasyarat dengan ketentuan apabila mahasiswa yang bersangkutan memprogram matakuliah bersyarat tanpa terlebih dahulu menempuh dan lulus mata kuliah prasyarat maka mata kuliah yang bersangkutan dinyatakan gugur.
Program Rencana Studi hasil print out SISTER dibuat rangkap tiga untuk: a) Mahasiswa yang bersangkutan;
b) DPA;
c) Sub Bagian Pendidikan.
Mahasiswa dapat melaksanakan perubahan rencana studi selambat-lambatnya satu minggu setelah kuliah berlangsung, sesuai kalender akademik dengan persetujuan dosen pembimbing akademik (DPA).
Mahasiswa dapat mengadakan pembatalan rencana studi selambat-lambatnya empat minggu setelah kuliah berlangsung, sesuai dengan kalender akademik, dengan persetujuan DPA, Ketua Jurusan serta dilaporkan kepada Kepala Sub-Bagian Pendidikan dan Wakil Dekan 1.
Prasyarat mahasiswa untuk melakukan pemrograman matakuliah adalah:
a) membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP/UKT) dan aktivasi status kuliah pada bank yang ditunjuk;
b) melakukan her-registrasi dan mengisi biodata mahasiswa pada Sub-Bagian Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember;
3.2.17 Penyelenggaraan Perkuliahan
A. Petunjuk Teknis Kehadiran dalam Kuliah Tatap Muka 1. Untuk Mahasiswa
Setiap mahasiswa wajib mengikuti kuliah minimal 75% dari jumlah tatap muka yang dicapai dalam setiap semester (dalam setiap semester rata-rata jumlah tatap muka sebanyak 16 kali). Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan ini tidak diperkenankan mengikuti ujian akhir semester (UAS).
2. Untuk Dosen
Kehadiran dosen minimal 75% dari jumlah tatap muka yang dicapai dalam setiap semester (dalam setiap semester rata-rata jumlah tatap muka sebanyak 14 kali ditambah 1 kali UTS dan 1 kali UAS).
B. Penyelenggaraan Ujian Tengah, Akhir Semester, dan Akhir Studi
Penyelenggaran Ujian Tengah Semester di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember dilaksanakan secara mandiri, sedangkan Ujian Akhir Semester dan Ujian Akhir Studi dilaksanakan secara terjadwal
a) Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester untuk mengevaluasi pemahaman dan penguasaan materi yang disajikan pada setiap matakuliah;
b) Ujian Akhir Studi dalam bentuk ujian disertasi yang terbagi dalam beberapa tahap: 1. Ujian kualifikasi
2. Seminar proposal
3. Seminar hasil/kelayakan 4. Ujian tertutup
5. Ujian terbuka
C. Syarat Ujian Tengah Semester dan Akhir Semester
Untuk dapat mengikuti kegiatan Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester yang diselenggarakan, setiap mahasiswa harus memenuhi ketentuan atau persyaratan sebagai berikut:
a) tercatat secara sah sebagai mahasiswa untuk tahun akademik pada tahun yang bersangkutan;
b) telah mengikuti kuliah tatap muka minimal 75% dari semua kegiatan perkuliahan pada semester yang bersangkutan;
c) tidak dalam keadaan terkena sanksi dari Fakultas atau Universitas. D. Tata Tertib Ujian Semester
1. Peserta Ujian
Agar tercipta ketertiban dalam pelaksanaan ujian, beberapa ketentuan yang harus dipatuhi adalah sebagai berikut:
a) peserta ujian harus datang sebelum ujian dimulai;
b) peserta ujian harus membawa KTM dan PRS serta ditunjukkan kepada panitia atau pengawas ujian pada saat ujian berlangsung;
c) peserta ujian yang tidak membawa KTM dan PRS tidak diperkenankan mengikuti ujian dan kesempatannya dianggap hilang;
d) menempati tempat duduk dalam ruang ujian sesuai dengan denah ujian yang telah ditentukan;
e) menandatangani daftar hadir ujian yang telah disediakan;
f) peserta ujian yang hadir harus menyerahkan lembar jawaban ujian kepada pengawas ujian;
g) selama ujian berlangsung, peserta ujian dilarang:
i. membuka buku/catatan dalam bentuk apapun, kecuali ujian dengan cara open book;
ii. melihat/mengambil kertas pekerjaan/kertas buram dari peserta ujian lain; iii. berbicara atau memberi isyarat dengan sesama peserta ujian;
iv. pinjam meminjam peralatan tulis menulis, kalkulator dan lain-lain sesama peserta ujian;