HASIL PENELITIAN
B. Sistem Pendidikan di Sekolah Sieng Prakthip Witthaya
Setiap institusi pendidikan harus mempunyai tujuan. Tujuan tersebut adalah sasaran yang hendak dicapai oleh suatu kegiatan. Seperti halnya pada Sekolah Sieng Prakthip Witthaya, yang merupakan Sekolah Pendidikan Agama Islam Swasta di Patani.
Selanjutnya akan dijelaskan tujuan pendidikan di sekolah Sieng Prakthip Witthaya yang termasuk sekolah pendidikan Agama Islam swasta. Tujuannya sebagai berikut:
1. Tujuan
Tujuan pendidikan dan pengajaran pada Sekolah Sieng Prakthip Witthaya sebagai berikut:
a. Tujuan Pendidikan dari Sieng Prakthip :
1) Meningkatkan aspirasi pendidikan bagi warga negara muslim.
2) Meningkatkan aspirasi dan membantu pendidikan anak-anak miskin dan anak-anak yatim.
3) Memberikan beasiswa kepada siswa yang berperestasi dan tidak mampu membiayai.
4) Menyebarkan agama Islam (dakwah).
5) Melaksnanakan amalan yang baik dan berkeijasama dengan masyarakat. 6) Mempersiapkan diri sebagai kader Agama sehingga dapat melaksanakan
tugas dengan baik. b. 'Tujuan Kurikuler.
1) Mempunyai ilmu dan keterampilan bidang Agama dan umum sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman.
2) Melaksanakanajaran agama berdasarkan Al-qur’an dan Hadist. 3) Dapat membina dan menjaga kesehatan diri sendiri dan masyarakat.
4) Mampu menganalisa masalah di dalam masyarakat, serta mempunyai pemikiran kreatif dan berkembang untuk kemajuan diri sendiri dan masyarakat.
5) Sebagai warga negara Thailand, dituntut menjadi seorang muslim yang baik sesuai dengan kemampuan.
6) Memahami keadaan dan perubahan dalam masyarakat mengeluarkan pendapat untuk membangun masyarakat, bangsa menjadi waraga masyarakat yang baik, memelihara alam sekitar dan kebudayaannya. 7) Anak didik dapat memahami tentang iman, beriman kepada ajaran islam,
mampu membawa misi Islam dalam pelaksanaan kehidupan.
8) Mengetahuai hak dan kewajibannya terhadap Allah SWT. Diri sendiri dan Masyarakat.
9) Mempunyai displin dan kepercayaan diri sesuai dengan ajaran Islam, rajin ikhlas, mempunyai sikap sukarela mendahulukan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan sendiri.
10) Mempunyai pemikiran yang rasional dalam melaksanakan kebenaran Islam.
11) Menyesuaikan diri sebagai penerima, pemimpin dan pengikut yang baik. Kedua tujuan Sekolah Sieng Prakthip Witthaya di atas yaitu, dari segi tujuan umum pendidikan di sekolah hingga tujuan kurikuler telah mencakup keseluruhan aspek. Baik dari aspek penanaman kecintaan kepada ilmu agama, ilmu umum hingga kepada bangsa dan tanah air, serta mengajarkan kepada siswa untuk senantiasa bertanggung jaw ab terhadap ilmu yang telah diterimanya di sekolahan, dengan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Namun dari beberapa poin yang terdapat dalam tujuan kurikuler yaitu poin 10, penulis merasa bahwa dalam ajaran Islam, kebenaran itu tidak harus selalu didasarkan pada pemikiran yang rasional. Contoh kecil, seperti adanya hari kebangkitan manusia di hari akhir setelah jasad dan tubuh manusia hancur. Hal itu, kalau dilogi dan dipikir secara rasional tidak masuk akal, tetapi sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah kita harus mempercayainya. Oleh karena itu, pemikiran yang selalu berdasar pada rasional semata tidaklah tepat karena akal manusia memilki kemampuan yang terbatas.
2. Kurikulum
Konsep kurikulum yang digunakan di sekolah Sieng Prakthip Witthaya di Patani Thailand Selatan, adalah kurikulum yang yang disusun untuk mengembangkan semua potensi perserta didik, sehingga mereka memiliki pengetahuan umum, serta memiliki kerakteristik dan sifat-sifat yang dibutuhkan baik oleh diri pefserta didik maupun masyarakat, agama, bangsa dan negara.
Pada tahun ajaran 2547 B.Menggunakan kurikulum Buranakam. Dengan adanya kurikulum tersebut bertujuan:
a. Ada ilmu pengetahuan atau pemahaman dan mengikuti ajaran agama Islam.
b. Ada ilmu pengetahuan terhadap ilmu sain dan Teknologi.
c. Bisa menjadi seorang pemimpin dan pegawai pada tempatan terhadap kesehatan baik pribadi maupun masyarakat umumnya.
d. Ada ilmu pengetahuan dan taktik dalam mata pelajaran umum untuk suatu pihak.
e. Bisa menyelesaikan masalah dalam daerah sendiri.
f. Ada kebahgiaan menjadi seorang kebangsaan Thai (orang Siam), berkorban untuk kepetingan umum, tolong menolong terhadap orang lain dengan adil.
g. Ada pemikiran yang baru dan ada solusi atau jalan keluar yang baru untuk praktek dalam masyarakat.
h. Ada kejujuran dalam pelaksanaan kerja dan ada inisiatif dalam keija. i. Ada perasaan kasih sayang terhadap kerja dengan sepenuh hati dalam
kerja dengan orang lain dan ada tehnik dalam pelaksanaan.
j. Mengerti keadaan dan perubahan dalam masyarakat dalam nageri atau luar negeri.
Selanjutnya adalah tabel yang menunjukan klasifikasi pembagian kurikulum antara lain sebagai berikut:
TABEL I
Struktur Kurikulum Tingkat Mutawasithoh
MATERI PELAJARAN
JAM/ MINGGU/ TAHUN
K.l K.2 K.3 K.4 A. Bidang Keagamaan 1 .Al-Qur’an 5 5 4 4 2. Kegiatan keagamaan 4 4 4 4 3. Tauhid 3 3 2 2 4. Fiqih 3 3 2 2 5.Tajwid - - 2 2 B. Bidang Bahasa 1. Bahasa Arab a. Nahu 2 2 h. Shoraf 2 -
1
1 c. Muthola'ah 2 2 2 2 d. Imla' - 2 1 1 e. Insya' 3 -1
1 f. Muhadasah 1 3 2 2 g. K hot - 1 1 1 h. Sejarah kebudayaan 3 - 11
2. Bahasa Melayu 2 3 3 3 C. Bidang Sosial - 2 2 2 1: Tarikh Tasyri' 1 2 11
2. Akhlak 2 1 1 TOTAL 30 30 30 30TABEL IV
Struktur Kurikulum Tingkat Tsanawiyah
MATA PELAJARAN
JAM /M INGGU/ TAHUN K. 8 K.9 K. 10 A. Bidang Keagamaan Al-Qur'an 2 2 2 Hadis 2 2 2 Fiqh 2 2 2 Mustholah Hadis 1 - -Bahasa Arab 6 6 6 Sosial 2 3 3
B. Mata Pelajaran Pilihan
Hadis 2 2 -Fiqh 4 4 4 Mustholah Hadis 2 2 2 Bahasa Inggris 2 2 2 Sosial 3 3 3 Bahasa Melayu 2 2 2 TOTAL (SKS) 30 30 30
Sekolah Sieng Prakthip Witthaya adalah salah satu lembaga pendidikan Swasta yang berada di N a’kudung Nongcik Patani Thailand Selatan. Lembaga tersebut tercatat sebagai lembaga pendidikan yang setiap tahunnya mendapatkan bantuan dana sebesar 10.500 Baht per-siswa. Kurikulum pendidikan juga mengalami perubahan supaya selaras dengan pendidikan umum. Lembaga pendidikan tersebut pada tahun ajaran 1992, telah mengalami perubahan kurikulum, dari kurikulum tahun ajaran 2523 B./1980M .
Dari beberapa materi pelajaran yang telah diprogramkan dalam sistem klasikal di Sieng Prakthip Witthaya tersebut di atas, maka materi pelajaran dapat dikelompokan menjadi berikut:
a. Meteri Al-Qur'an
Materi al-Qur'an di Sieng Prakthip Witthaya yang telah diprogramkan dalam sistem klasikal yang berbentuk madrasah ini, diadakan setiap tingkat untuk selanjutnya materi Al-Qur'an diberikan dalam sistem non klasikal. Untuk program klasikal (Madrasah) materi yang disajikan adalah dalam bentuk membaca serta menghafal surat-surat pendek dengan tujuan agar murid/siswa mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan lancar. Sedangkan untuk menambahkan kefasihan dan kebenaran dalam membaca juga diberikan materi Tajwid. Dalam bentuk penyajian materi al-Qur’an
yang bertujuan siswa bisa menghafal dan membaca, menurut penulis kurang mencakup kecakapan ilmu al-Qur’an. seperti Asbabul-Nuzul, Mu'jizat al-Qur'an, Ilmu Munasabah dan sebagainya, sekurang-kurangnya materi seperti diatas itu bisa menambahkan wawasan ilmu tentang al- Qur’an yang lebih memuaskan terhadap siswa.
b. Materi Akhlak
Materi Akhlak ini juga disampaikan di Sieng Prakthip Witthaya, yang pembahasannya menyangkut tentang masalah budi pekerti yang baik sifat terpuji, sifat tercela, adap sopan santun, pergaulan antara sesama dengan bentuk memberikan bimbingan dan tauladan tentang bagaimana berakhlak yang baik. Demikian materi Akhlak dalam pelaksanaannya menurut penulis sudah cukup baik, karena siswa dibimbing dan diberi contoh bagaimana berakhlak mulia.
c. Materi Tauhid
Tujuan diberikan materi Tauhid dalam sistem klasikal yang berbentuk sekolah, adalah untuk menanamkan perasaan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt. Adapun isi pembahasan rriateri Tauhid tersebut befkisar pada membahas tentang keimanan yang tercakup dalam rukun iman, yang meliputi iman kepada Allah, malaikat, rasulullulah, kitab-kitab Allah dan terakhir adalah iman kepada qadha dan qadha.
Menurut penulis materi Tauhid yang diberikan di Sieng Prakthip Witthaya dalam pelaksanaannya sudah cukup efektif, karena isi pembahasannya mencakup asas-asas I’tiqad (kepercayaan ) yang sifatnya mendasar bagi seorang muslim.
d. Materi Fiqih (Ibadah dan Syari'ah)
Materi Fiqih yang meliputi pembahasan tentang masalah Syari'ah dan Ibadah yang diberikan di Sieng Prakthip Witthaya merupakan materi yang utama karena materi khususnya Syari'ah merupakan jalan yang harus dilalui oleh setiap umat Islam untuk menjalankan hukum Islam. Selanjutnya materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dalam meteri pelajaran Fiqih antara lain membahas tentang Thoharah, Sholat, mengurus Jenazah, zakat, puasa, haji dan umrah, makanan dan penyembelehan. Oleh karena itu harus diberikan pada siswa supaya mereka tidak merasakan bahwa ibadah itu sebagai beban yang harus dikerjakan dan untuk siswa dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari- hari, yang selanjutnya dapat mengamalkan ilmunya kepada orang lain, setelah siswa mempelajari materi tersebut.
Materi Fiqih yang diterapkan di Sieng Prakthip Witthaya, isi pembahasannya belum mencukupi. Materi Fiqih hanya sebahagian yang diberikan kepada siswa, sebahagian yang lain tidak diberikan, dalam arti materi tentang Ibadah Mahdoh saja yang diberikan, ibadah Ghairul
Mahdoh tidak berikan, Menrut penulis dalam penyajian materi Fiqih harus mencakupi pokok-pokok kesatuan Syari’at Islam yakni “Hablum Minal-Alah" dan "Hablum Minal-Annas isi pembahasannya meliputi ibadah Mahdhoh dan ibadah Ghoirul Mahdhoh.
e. Materi Hadits
Diberikan materi ini bertujuan agar siswa dapat mencontoh perilaku atau akhlak Rasulullah saw dalam kehidupan sehari-hari, dapat mengetahui sumber hukum Islam yang benar, yakin dapat membedakan antara Hadits- hadits itu sendiri. Adapun pembahasannya menyangkut tentang taubat, tawakal, sabar, yakin, taqwa, halal, haram dan lain-lain.
Materi hadis yang diterapkan di Sieng Prakthip Witthaya, menurut penulis sudah cukup baik.
f. Materi Bahasa Arab
Bahasa Arab merupakan ilmu yang penting untuk menggali ilmu-ilmu keislaman, oleh karena itu diajar bahasa arab kepada siswa, agar mereka tidak merasakan kesulitan apabila membaca dan menulis. Adapun materi yang diberikan di Sieng Prakthip Witthaya adalah meliputi Nahwu, Shorof, Balaghah, Muthala'ah dan sebagainya.
Materi bahasa Arab yang di terapkan di Sieng Prakthip Witthaya, menurut penulis sudah cukup baik, karena dalam pelaksanaannya baik
guru maupun siswa menyadari bahwa bahasa Arab itu penting untuk mengkaji ilmu-ilmu keislaman.
Sekolah Sieng Prakthip Witthaya menurut penulis telah diakui kredibilitasnya oleh pemerintah, terbukti dengan adanya pemberian subsidi per-siswa 10.500 Baht, serta telah disesuaikan kurikulumnya supaya selaras dengan pendidikan umum. Oleh karena itu menurut hemat penulis, Sekolah Sieng Prakthip Witthaya adalah sekolah yang ideal bagi masyarakat muslim pada khususnya, karena telah memadukan dan menyeimbangkan antara pendidikan agama dengan pendidikan umum, sehingga umat Islam tidak hanya pandai dalam ilmu agama, namun pandai juga dalam ilmu umum dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
4. Keberadaan Guru
Keberadaan Guru Di Sekolah Sieng Prakthip Witthaya di lihat dari segi jumlahnya, terdapat jumlah tenaga Guru baik bagian Agama maupun bagian umum (samam) sebanyak 140 orang. Dari jumlah tersebut guru yang mengajar Agama sebanyak 77 orang, dan guru yang mengajar bagian umum sebayak 63 orang.
Guru dan Tenaga Pengajar yang ada dibagi menjadi beberapa kelompok,
a. Guru mengajar tetap, yaitu guru yang di proses oleh pihak Sekolah yang mendapatkan gaji dari pemerintah, maka guru tersebut mendapat gaji perbulan dari pemerintah.
h. Guru honorer/guru yang di gaji setiap hari/jam yaitu guru yang di gaji oleh sekolah (guru yang di minta oleh sekolah),
c. Guru negeri yang di beri tugas oleh pemerintah untuk membantu dalam proses belajar mengajar. Guru tersebut di gaji sepenuhnya oleh pemerintah, dan mereka hanya mengajar di bidang umum (samam) saja. Guru-guru yang mengajar di bidang agama khusus pada kelas Tsanawiyah rata-rata saijana (SI) dari luar negeri. Guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, tidak terlepas dari kurikulum yang telah di tetapkan sebagai pedoman di sekolah ini, namun para guru boleh mengembangkan metode sesuai dengan kondisi dan kecakapan siswa.
Bila ditinjau dari segi pendidikan, guru agama maupun guru umum, semuanya cukup baik. Namun ada sedikit perbedaan antara dua edukatif yaitu guru yang mengajar bagian umum berpendidikan paling rendah (S .l) perguruan tinggi dalam negeri yang sesuai dengan pendidikan umum yang ada di sekolah tingkat SMP dan SM A. Sedangkan guru agama yang mengajar di tingkat Ibdaiyah dan Mutiwasithah kebanyakan yang lulusan dari tingkat Aliyah dan jaga sudah pengalaman mengajar minimal enam bulan. Adapun pada tingkat Tsanawiyah sebagaimana telah dijelaskan pada tabel di atas
5. Metode Pembelajaran.
Kegiatan belajar megajar dilakukan secara klasikal. Yang terdiri dari kelas khusus putra dan kelas khusus putri. Hal ini diterapkan di sekolah Sieng Prakthip
Witthaya dengan tujuan agar terciptanya suasana belajar yang kondusif. Adapun jadwal dan waktu pelaksanaan pendidikan pengajaran di Sekolah Sieng Prakthip
Witthaya dapat di klasifikasi menjadi dua bagian yaitu:
а. Untuk pelaksanaan pendidikan agama dibagi menjadi dua : > Pagi mulai dari jam 08:00 sampai dengan jam 12:00 > Siang mulai dari jam 13:00 sampai dengan jam 16:00
b Untuk pelaksanaan pendidikan umum (saman), di bagi menjadi dua, y a itu :
> Pagi di mulai dari jam 08:00 sampai dengan jam 12:00 siang
> Siang mulai dari jam 13:00 sampai dengan jam 16:00 sore
Untuk pelajaran kelas Tsanawiyah dipisahkan, karena rata-rata siswa-siswa kelas Tsanawiyah sudah lulus dari pelajaran umum (samam). Adapun kegiatan belajar mengajar pada pagi hari di mulai jam 08:00 sampai dengan jam 12:00 siang, yang di isi materi 4 sampai 5 pelajaran perhari. Dengan ketentuan satu jam pelajaran adalah 45 menit.
Sekolah Sieng Prakthip Witthaya telah memberikan porsi jam pelajaran yang seimbang antara jam pelajaran pendidikan umum dan jam pendidikan agama. Selain itu juga.siswa tetap terfokus pada satu jenis materi pembelajaran, karena siswa yang boleh mengikuti pembelajaran agama adalah siswa yang telah lulus menempuh pendidikan umum.
tujuan yang telah di tetapkan oleh lembaga pendidikan, yang di maksudkan adalah tujuan Sekolah Sieng Prakthip Witthaya.
Adapuan persyaratan bagi calon siswa baru yang akan masuk kesekolah Sieng Prakthip Witthaya adalah sebagai berikut:
a. Foto copi Ijazah pernyataan lulus dari sekolah dasar (SD), atau sekolah menengah pertama (SMP) atau surat keterangan dari sekolah = rangkap 2. b. Foto copi Surat keterangan sebagai warga negara (PKK) = rangkap 2. c. Foto copi kartu tanda penduduk (KTP) orang tua atau penjaminan =
rangkap
d. Foto 4x6 =6 lembar
Dari jumlah siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok:
a. Kelompak siswa yang tinggal di rumah yaitu siswa yang dari sekitar propinsi Patani Sendiri.
b. Kelompak siswa yang tinggal di asrama yang di sediakan oleh sekolah yaitu siswa yang datang dari jauh yaitu luar propinsi Patani dan luar negeri seperti Malaysia, Indonesia dan sebagainya.
7. Metode Pendidikan
Dalam praktek seorang guru menggunakan beberapa metode dalam mengajar, oleh karena metode mengajar sebagai bagian yang integratif dalam proses
belajar mengajar, mempunyai peranan yang sangal penting di mana metode merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Berkaitan dengan proses belajar mengajar dalam rangka pelaksanaan pendidikan Islam di Sieng Prakthip Witthaya yang digunakan pada tingkat Tsanawiyah, maka metode yang diterapkan antara lain :
a. Metode Ceramah b. Metode 1 lafalan c. Metode Diskusi
d. Metode Pemberian Tugas
Adapun penggunaan masing-masing metode mengajar dalam rangka pelaksanaan pendidikan di Sieng Prakthip Witthaya dapat diuraikan berikut in i:
a. Metode Ceramah
Yang dimaksud dengan metode ceramah adalah suatu metode dalam pendidikan, dimana seorang guru menyampaikan materi kepada siswa dengan tidak ada respon apapun dari siswa. Siswa semata-mata mendengar apa yang disampaikan oleh guru dan cara mendengarkan dengan lisan. Suatu hal yang sangat nyata dari hasil pengamatan dan wawancara dengan para guru yang sedang melaksanakan proses belajar mengajar adalah mencapai 80% para guru menggunakan metode ceramah, serta diselingi dengan metode yang lain. Menurut penulis metode ceramah yang digunakan oleh para-para guru di
Sieng Prakthip Witthya menurut pengamatan penulis metode ini berjalan dengan baik.
b. Metode Hafalan
Metode ini selalu dipakai di Sieng Prakthip Witthaya, karena metode ini sangat mempengaruhi daya ingatan yang kuat. Metode ini dilaksanakan menjadi 3 (tiga) tingkat yaitu :
1) Hafalan saja, adalah siswa disuruh menghafal pada apa yang diajarkan tanpa memberi pengertian.
2) Hafalan serta pengertian, pemahaman, adalah siswa disuruh menghafal dan guru memberi penjelasan apa yang dihafalkan.
3) Hafalan, pemahaman serta berfikir adalah siswa disuruh berfikir apa yang telah dihafalkan dan mengkaji lebih dalam.
Metode hafalan ini senantiasa digunakan oleh para guru dalam mengajar materi al-Qur’an, Hadits dan Fiqih mengenai masalah yang penting dalam praktek keagamaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Menurut penulis tentang metode hafalan yang diterapkan oleh guru di Sieng Prakthip Witthaya sudah cukup efektif, karena ada sifat relavan metode dengan materi yang diajarkan.
c. Metode diskusi
Metode ini dilaksanakan dengan cara guru mengarahkan pada siswa agar membentuk beberapa kelompok dalam satu kelas. Dari kelompok tersebut
ditujukan salah seorang di antara siswa menjadi koordinator, kemudian guru memberikan satu permasalahan atau topik untuk didiskusikan bersama. Metode diskusi hanya dipergunakan untuk siswa tingkat Tsanawiyah saja. Menurut penulis metode diskusi yang digunakan oleh guru dalam proses belajar-mengajar di Sieng Prakthip Witthaya sudah cukup baik dan efektif. Namun dalam praktek metode diskusi hanya digunakan pada tingkat Tsanawiyah saja, menurut penulis metode ini bisa diterapkan bagi tingkat Mutawasithoh karena metode ini mempunyai bobot keunggulan tersendiri, misalnya; siswa berani kemukakan pendapat sendiri dan sebagainya.
d. Metode Pemberian Tugas
Metode ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terdapat pelajaran yang telah disampaikan dan untuk memberi motivasi agar siswa rajin belajar. Dan pemberian lugas pada siswa ada yang langsung kerjakan di sekolah atau di luar sekolah dan hasilnya di periksa pada pertemuan berikutnya. Contoh pelajaran Insya' (karangan bahasa Arab), Imla', (karangan bahasa melayu) dan sebagainya.
Metode penelitian tugas yang digunakan oleh guru di Sieng Prakthip Witthaya, menurut penulis cukup efektif, supaya membangkitkan perasaan tanggung jawab terhadap pelajaran yang dijalani.
Menurut penulis tentang metode mengajar yang di pergunakan di Seing Prakthip Witthaya hanya sebahagian saja yang diterapkan, dalam proses
belajar-mangajar sangat membutuhkan metode yang bersifat relavan, kreasi dan variasi terhadap materi yang disampaikan, agar mencapai tujuan dengan semaksimal mungkin terhadap proses belajar-mengajar
8. Alat / Sarana
Dalam rangka pelaksanaan pendidikan, Seing Prakthip Witthaya juga melibatkan faktor alat sebagai upaya membantu pemahaman siswa. Beberapa alat yang tersedia antara lain :
a. Alat pengajaran di dalam kelas
Yakni alat pengajaran yang dipergunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Alat pengajaran di sini dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu :
1) . Alat pengajaran di dalam kelas yang bersifat material, seperti papan tulis, kapur, buku pengajaran, alat audio visual dan sebagainya.
2) . Alat pengajaran di dalam kelas yang bersifat non material seperti memberi nasehat, peritah buat amal yang sholeh, melatih untuk berbuat kebaikan, membiasakan siswa dengan suatu amalan dan sebagainya.
b. Alat pengajaran di luar kelas
Yakni alat pengajaran yang dipergunakan oleh guru untuk mendidik siswa ketika berada di luar kelas seperti mendidik siswa di lingkungan Sing Prakthip atau asrama. Biasanya menggunakan alat yang bersifat non material, seperti memberi contoh tauladan yang baik dari guru, dan memberi hukuman kepada
siswa, guru tidak langsung menghukumnya, namun melihat pada kesalahan yang diperbuat oleh siswa yang bersangkutan.
Menurut penulis tentang alat yang dipergunakan dalam membantu proses belajar-mengajar di Seing Prakthip Witthaya cukup baik, namun yang menjadi hambatan dalam menggunakan alat, pihak Seing Prakthip belum mencukupi alat yang tersedia untuk guru maupun siswa dalam membantu proses belajar mengajar.
9. Pembiayaan Pendidikan
Biaya pendidikan sekolah Sieng Prakthip Witthaya dalam semester adalah sebagai berikut:
> Setiap satu semester para siswa harus membayar uang semesteran sebayak 300 bath atau 60 ribu rupiah.
> Biaya olah raga sebayak 50 Bath ( Rp. 10.000).
> Iuran untuk perpustakaan 50 Bath (R p . 10.000).
> Iuran sosial dalam dalam sutu minggu 10 Bath ( Rp. 2.000 ). > Iuran kesehatan Sebayak 50 Bath ( Rp. 10.000 ).
V Biaya ujian dalam 1 semester 100 Bath ( Rp. 20.000 )
Semua biaya itu adalah tanggungan orang tua masing-masing siswa, dan apabila ada siswa yang pandai dan mempunyai nilai yang bagus maka siswa tersebut akan di beri beasiswa dari sekolah tersebut.
Witthaya
Pelaksana pendidikan di sekolah Sieng Prakthip Witthaya Patani mengalami beberapa hambatan
1. Adapun faktor pengham bat: a. Faktor Sarana Pendidikan
Untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan oleh sekolah, proses pembelajaran yang berlangsung harus ditunjang dengan sarana prasarana yang cukup memadai. Misalnya pembelajaran, ruangan, dan sebagainya. Tapi jumlah sarana yang ada di sekolah Seing Prakthip Witthaya sangat kurang jika dibanding dengan jumlah siswa yang ada. b. Faktor Anak Didik
Anak didik merupakn faktor penting dalam proses pendidikan. Di Seing Prakthip anak didik berasal dari latar belakang ekonomi, pendidikan, kemampuan intelektual yang berbeda-beda. Hal ini, kadang menyulitkan gurub untuk mengaturnya.
c. Faktor Kurikulum
Seing Prakthip mengadopsi total kurikulum Timur Tengah. Sedang perkembangan intelektual dan fisik anak didik di Seing Prakthip sangat berbeda dengan anak didik di Timur Tengah.
Guru masih menekankan pada metode ceramah dan hafalan dengan metode yang kurang bervariasi, cenderung membuat anak didik pasif dan bosan.
2. Solusi yang ditawarkan a. Faktor Sarana
Pihak sekolah dapat meminta bantuan dari para donatur atau kepada