• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Transfer (Pemindahan) dan Transport

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2.4 Sistem Transfer (Pemindahan) dan Transport

Sistem pemindahan sampah yang dilakukan di Kecamatn Lubuk Kilangan adalah menggunakan Sistem kontainer berpindah atau sistem HCS dimana pola HCS ini dilakukan dengan cara menukar kontainer yang sudah ada berisi sampah sebelumnya dengan kontainer baru yang dibawa oleh truk berjenis armroll truck bermuatan 6 m3. Berikut ini adalah tabel lokasi penempatan TPS dan jumlah kontainer yang disediakan.

Tabel 5.3 Lokasi Penempatan dan Jumlah Kontainer (Truk Arm roll) di Kecamatan Lubuk Kilangan

No. Kelurahan Jumlah Kontainer (Spesifikasi 6 m³)

Dari data tabel 5.1 dan 5.3 mengenai jumlah kontainer yang tersedia, perlu adanya penambahan kontainer dan penataan ulang penempatan disetiap titik yang ada di Kecamtan Lubuk Kilangan. Seperti kontainer pada Kelurahan Batu Gadang yaitu wilayah sako yang harus di lakukan penambahan kontainer dititik semula mengingat TPS yang ada di wilayah Silo letaknya terlalu jauh dengan kondisi jalan yang curam yang menyebabkan sampah yang di kontainer tersebut tidak dilakukan pengankutan setiap hari. Hal ini juga menjadi penyebab masih banyak masyarakat yang membuang sampah disekitar sungai di wilayah ini menginat pengumpulan sampah yang juga tidak dilakukan setiap hari. Sementara itu dari hasil wawancara dengan pihak kelurahan setempat mengatakan bahwa pengangkutan akan dilakukan jika sudah ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak Dinas Kebersihan.

Selain itu perlunya penambahan TPS di Kelurahan Koto Lalang, mengingat wilayah ini termasuk wilayah yang memiliki debit timbulan sampah cukup tinggi yaitu sebesar 23,27 m3/l/h. Meski dalam setiap perencanaan untuk pembuatan lahan TPS sudah mendapatkan protes dari masyarakat, namun diharapkan pihak terkait untuk dapat melakukan sosialisasi menyangkut perlunya TPS diwilayah ini, mengingat saat ini jarak pemindahan sampah dari sumber sampah ke TPS cukup jauh yang dapat mengakibatkan pada penambahan biaya operasional. Dari total debit timbulan sampah yang dihasilkan di Kecamatan Lubuk Kilangan yaitu sebesar 158,50 m3/h, perlu penambahan kontainer menjadi 26 unit kontainer dengan volume 6m3 yang sebelumnya hanya tersedia sebanyak 7 unit yang dapat digunakan hanya sebanyak 6 unit di beberapa kelurahan.

Mengingat masih ada beberapa kelurahan yang belum memiliki TPS serta memilki jarak tempuh yang cukup jauh untuk mengangkut sampah ke beberapa TPS yang akan berdampak kepada meningkatnya biaya operasional, maka diharapkan ada perencanaan penambahan TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) untuk dapat menampung sampah-sampah dari beberapa kelurahan yang masih belum memiliki TPS. Adanya TPST ini juga diharapkan dapat mengurangi jumlah timbulan sampah yang terangkut ke TPS maupun ke TPA, selain itu adanya pengelolaan sampah di TPST diharapkan dapat menjadikan tempat ini sebagai sumber informasi bagi masyarakat untuk dapat mengolah dan melakukan penanganan yang tepat pada sampah yang dihasilkan setiap hari.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah rangkuman evaluasi sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Lubuk Kilangan secara kualitatif seperti yang terangkum pada tabel –tabel dibawah ini.

Tabel 5.4 Evaluasi Tingkat Pelayanan dan Daerah Pelayanan Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Lubuk Kilangan Secara Kualitatif

Unit Teori Kondisi Eksisting Evaluasi

Tingkat pelayanan dan Daerah Pelayanan

1. Kemampuan terhadap pengelolaan kota untuk menyediakan

pelayanan kebersihan kepada masyarakat, baik secara kuantitaif maupun secara

adalah:

b. Persentase timbulan sampah yang dapat dikelola oleh pengelola sampah tingkat kota.

2. Berdasarkan penentuan skala kepentingan

adalah kawasan belum terjangkau oleh truk pengangkut

Tabel 5.5 Evaluasi Sistem Pengumpulan Sampah di Kecamatan Lubuk Kilangan

Unit Teori Kondisi Eksisting Evaluasi Pola

pengumpulan

Operasi pengumpulan dan pengangkutan sampah mulai dari sumber sampah hingga ke posisi pemrosesan akhir atau ke lokasi pembuangan akhir dapat dilakukan dengan

Pola pengumpulan

dua cara, yaitu secara langsung (door to door) atau secara tidak

Tabel 5.6 Evaluasi Sistem Pemindahan dan Pengangkutan Kecamatan Lubuk Kilangan

Unit Teori Kondisi Eksisting Evaluasi

Pengangkutan Metode pengangkutan sampah ada dua yaitu

Unit Teori Kondisi Eksisting Evaluasi

armroll truck Memenuhi

5.3 Aspek Non Teknis 5.3.1 Pengaturan/ Legalitas

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang Nomor 21 tahun 2012 yang mengatur tentang pengelolaan sampah menyebutkan jika ada yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan hukuman tindak pidana ringan berupa kurungan 3 bulan atau denda Rp 5.000.000,00 (Lima juta rupiah). Selain itu dengan instruksi Walikota Padang nomor 660/12.76/PK2L-BPDL/2015 yang dikeluarkan bahwa setiap Camat dan Lurah juga ikut bertanggung jawab dengan kebersihan di wilayahnya masing-masing. Maka dari itu Kecamatan Lubuk Kilangan sudah memberlakukan peraturan seperti ini namun hal ini belum cukup memberikan efek peringatan bagi masyarakat diwilayah ini. Namun sejauh ini peraturan tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya. Belum adanya pemilahan sampah di kawasan perumahan, kawasan komersil, kawasan industri, fasilitas umum, fasilitas sosial dan fasilitas lainnya juga menjadi penyebab sistem pengelolaan sampah belum dapat terkoordinir dengan baik.

5.3.2 Aspek Pembiayaan

Aspek pembiayaan yang ada di Kecamatan Lubuk Kilangan dalam pengelolaan sampah adalah berupa biaya retribusi yang dibayarkan oleh masyarakat sebanyak Rp. 20.000/bulan. Dengan adanya biaya retribusi inilah

segala macam bentuk biaya operasional seperti pemeliharaan, perbaikan dan perawatan dapat dilakukan.

5.3.3 Aspek Institusi

Bentuk institusi pengelolaan persampahan yang dilakukan di Kecamatan Lubuk Kilangan ini sudah dikoordinir dan menjadi tugas pokok Dinas Kebersihan dibantu pemerintah setempat serta masyarakat. Pengelolaan sampah selain dikoordinir oleh dinas kebersihan, juga dibantu pihak swasta yaitu adanya Bank Sampah yang juga sudah cukup membantu penanganan sampah-sampah plastik yang dihasilkan meskipun belum semua bank sampah yang ada di kelurahan ini aktif untuk melakukan penanganan sampah yang ada di Kecamatan Lubuk Kilangan.

Kegiatan pengumpulan dari rumah-rumah dan lokasi-lokasi sumber sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan pembuangan sampai ke TPA serta pembersihan jalan-jalan pun menjadi tanggung jawab dinas kebersihan dibantu oleh petugas kebersihan yang ada di Kecamatan Lubuk Kilangan

5.3.4 Aspek Peran Serta Masyarakat

Dalam hal penanganan sampah yang dilakukan di Kecamatan Lubuk Kilangan bentuk peran serta masyarakat di wilayah ini masih belum cukup aktif.

Hal ini dapat dilihat dari masih minimnya penanganan sampah disumber, dimana masyarakat masih belum melakukan pemilahan langsung serta melakukan pengolahan lebih lanjut dari sampah yang hasilkan. Selain itu membiarkan sampah yang sudah menumpuk bahkan ada yang sampai membakar serta membuang sampah ke sungai yang disebabkan penjemputan sampah yang masih

belum rutin dilakukan setiap hari serta keterbatasan sarana prasarana yang tersedia di beberapa kelurahan. Hal ini sudah cukup menjadi gambaran bahwa masih kurangnya peran serta masyarakat dalam mengelola sampah yang dihasilkan.

Penambahan sarana prasarana untuk dapat mengatasi persoalan dalam penanganan sampah di kecamatan ini tentu akan membutuhkan biaya yang cukup banyak dan bahkan akan butuh waktu yang lama untuk dapat mencukupi ketersedian sarana prasarana yang ada., oleh sebab itu pentingnya melakukan sosialisasi dalam penanganan sampah lebih lanjut skala rumah tangga untuk dapat menubuhkan peran aktif masyarakat dan memberikan pemahaman untuk dapat melakukan penagangan sampah mulai dari sumber seperti melakukan daur ulang sampah organik serta melakukan pengolahan kembali dari barang-barang bekas yang masih bisa diolah jadi barang yang bisa dimanfaatkan oleh pihak terkait yaitu Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup serta memanfaatkan keberadaan Bank Sampah yang ada di beberapa kelurahan. Mengingat total debit timbulan sampah yang dihasilkan di Kecamatan Lubuk Kilangan ini sebesar 158,50 m3/h, ada sekitar 143,96 m3/h sampah domestik yang berpotensi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Bentuk lain pengolahan sampah organik yang dapat dilakukan adalah mengolah sampah organik menjadi pupuk cair, biogas serta menjadikan sampah organik tersebut menjadi pakan ternak sehingga dengan adanya penanganan ini diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah yang terangkut ke TPS maupun ke TPA, tidak hanya itu jika kegiatan ini aktif untuk dilakukan tentu akan menjadi investasi serta akan menjadi bernilai ekonomis bagi masyarakat individu sebagai penghasil sampah, bahkan kegiatan ini tentu akan

menjadi pendapatan bagi wilayah tersebut jika pihak terkait mampu mencarikan peluang sehingga hasil daur ulang tersebut bisa bernilai ekonomis. Selain bernilai ekonomis dan menjadi invsetasi, pupuk cair, pupuk kompos maupun biogas yang dihasilkan tersebut tentu akan mempermudah dalam penghijauan di wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan itu sendiri.

Selain itu adanya aktifitas pemulung di TPS-TPS di wilayah ini merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat yang dimana dengan keberadaan pemulung tesebut sampah-sampah platik ataupun barang bekas yang masih berguna dapat mengurangi banyaknya timbulan sampah yang ada di TPS sehingga sampah yang ada juga tidak akan menimbulkan bau busuk akibat sampah yang todak terpilah serta dapat mempercepat terjadinya kerusakan pada kontainer akibat korosi. Selain itu kegiatan pemulung juga akan dapat mengurangi banyaknya sampah yang masuk ke TPA. Dengan harapan pemulung-pemulung yang melakukan pemilahan di sekitar TPS masih bisa menjaga kebersihan dan merapikan sampah yang berserakan di TPS yang jika dibiarkan tentu menimbulkan kerusakan dilingkungan tersebut.

98 BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian dari evaluasi pada sistem pengelolaan sampah di kecamatan Lubuk Kilangan dapat disimpulkan beberapa hal:

1) Sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Lubuk Kilangan baru memiliki tingkat pelayanan 60% dikarenakan sarana dan prasarana yang masih minim serta sulitnya menjangkau wilayah-wilayah pinggiran. Dengan asumsi bahwa timbulan sampah dikecamatan ini sama dengan timbulan sampah domestik, komersil dan institusi Kota Padang berdasarkan wilayah pinggiran kota maka didapatkan total debit timbulan sampah di Kecamatan Lubuk Kilangan sebesar 158,50m3/h. Dan dari data tersebut didapatkan jumlah sarana prasana yang harus tersedia untuk dapat mengelola sampah yang dihasilkan di kecamatan ini yaitu sebanyak 79 unit becak motor volume 1m3 dengan jumlah sarana becak sebelumnya hanya 12 unit serta penambahan kontainer di beberapa TPS yang sebelumnya tersedia 6 unit kontainer yang dapat digunakan menjadi 26 unit kontainer. Adanya penambahan ketersediaan sarana prasarana ini diharapkan dapat melayani wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak mendapatkan pelayanan. Selain itu, perlu pengaturan ulang titik penempatan TPS serta pembentukan TPST di Kecamatan Lubuk Kilangan dengan harapan wilayah-wilayah yang masih minim ketersedian kontainer dapat mengelola sampah terlebih dahulu dengan melakukan pemilahan serta penanganan

lanjutan seperti pengomposan, pembuatan pupuk cair dan pakan ternak dari sampah rumah tangga, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang terangkut ke TPS dan ke TPA.

2) Belum ada bentuk peran masyarakat yang secara aktif dapat meminimalisisr sampah yang dihasilkan setiap harinya. belum ada pemilahan sampah disumber serta penanganan lebih lanjut dari sampah yang ada. mengingat banyaknya biaya yang dibutuhkan untuk dapat memenuhi ketersediaan sarana prasarana yang harus di penuhi untuk dapat melayani semua wilayah di Kecamatan Lubuk Kilangan ini, maka salah satu untuk dapat menutupi keterbatasan tersebut dapat dilakukan penanganan sampah lebih lanjut skala rumah tangga seperti melakukan daur ulang sampah organik serta melakukan pengolahan kembali dari barang-barang bekas yang masih bisa diolah jadi barang yang bisa dimanfaatkan dimana kegiatan ini tidak lepas dari peran aktif oleh pihak terkait yaitu Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup serta memanfaatkan keberadaan Bank Sampah yang ada di beberapa kelurahan untuk melakukan sosialisai pada masyarakat akan pentingnya dan memberikan pemahaman pada masyarakat untuk dapat mengolah kembali sampah yang dihasilkan. Dengan harapan penanganan sampah ini tidak hanya dapat menutupi kekurangan dari ketersediaan saran dan prasarana saja namun diharapkan juga dapat menjadikan masyarakat untuk dapat mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap sampah yang dihasikan itu kotor menjadi bernilai ekonomis.

6.2 Saran

1. Agar terwujudnya pelaksanaan sistem pengelolaan persampahan yang baik di suatu wilayah, diperlukan kerja sama dan peran serta antara masyarakat dengan pihak-pihak yang terkait dalam masalah ini, seperti Dinas Kebersihan Kota Padang dan Badan Lingkungan Hidup Kota Padang

2. Disamping menambah jumlah sarana dan prasarana pelayanan pengangkutan sampah ke TPA, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat secara kontinu akan pentingnya peran sarta masyarakat dalam mengurangi dan mengelola timbulan sampah di sumber terutama di setiap rumah tangga sehingga masyarakat akan lebih memiliki kemauan dan motivasi dalam memanfaatkan sampah yang dihasilkan.

3. Berdasarkan kompisisi sampah yang didapat dari perhitungan komposisi sampah dengan acuan komposisi sampah kota padang diwilayah pinggiran kota didapatkan komposisi sampah organik sebesar 97,77 % dan anorganik sebesar 2,23% sehingga didapatkan Komposisi sampah makanan sebesar 69,96%, sampah plastik sebesar 11,84%, kertas sebesar 7,39%, sampah halaman 6,67%, sampah tekstil sebesar 0,62%, sampah kulit sebesar 0,15%, sampah karet sebesar 0,83%.. dimana dari hasil ini dapat dilihat bahwa sampah terbanyak yang dihasilkan untuk wilayah ini adalah sampah organik yang memiliki potensi untuk dilakukan daur ulang. Maka dari itu perlu dilakukan evaluasi lebih rinci dari komposisi sampah yang dihasilkan di Kecamatan Lubuk Kilangan untuk mengetahui bentuk tindakan dan

menajemen yang dilakukan untuk dapat memanfaatkan sampah organik yang dihasilkan.

Universitas Andalas

Anonymous: Developing Integrated Solid Waste Management Plant, Training Manual, Volume 1: Waste Characterization and Quantification with Projection for Future, Compiled by UNEP, Osaka/Shiga, Japan, 2009

Artiningsih, N. K. A. Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (Studi Kasus di Sampangan dan Jomblang, Kota Semarang).[Tesis]. Program Magister Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro. 2008.

Badan Lingkungan Hidup. Buku Pedoman Implementasi 3R Skala Kota

Badan Pusat statistik. 2017. Kecamatan Lubuk Kilangan Dalam Angka 2017.

BPS. Kota Padang

Dinas Linglungan Hidup. 2017. Data Penyebaran Penempatan Container Sampah Kota Padang. Dinas Kebersihan bidang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Kota Padang. 2017

E. Damanhuri, T. Padmi. 2010. Diktat Kuliah Pengelolaan Sampah, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB 2010/2011. Bandung

E. Damanhuri, W. Handoko, T. Padmi: Municipal Solid Waste Management in Indonesia, in Municipal Solid Waste Management in Asia and the Pacific Islands - Editors: Agamuthu P, Masaru Tanaka, Penerbit ITB, 2010

Isa, M. Sistem Pengelolaan Sampah di Kota Tilamuta Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo.[Tesis].Program Magister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro. 2010 Komala, P.S., R. Aziz, dan F. Ramadhani,2010. Evaluasi Karakteristik

Kendaraan Pengangkut Sampah Pada Sistem Transportasi Sampah Kota Padang, Jurnal Dampak, 7 (2)

Li, J-Q, D. Borensteinb, dan P.B. Mirchandani, Truck scheduling for solidwaste collection in the City of Porto Alegre, Brazil

Ni Komang Ayu A. 2008. Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Kota Semarang. Semarang. Universitas Diponegoro Semarang

Peraturan Pemerintah No 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga.

Peraturan Daerah Kota Padang No 21 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah R.E. Hester and R.M. Harrison (Editors): Environmental and health impact of

Solid Waste Management Activities, the Royal Society of Chemistry, 2002) Sejati, Kuncoro. 2009. Pengolahan Sampah Terpadu. Kanisius

SK SNI 1999 – S454 – 2002 Tentang cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan

Sudarman.Meminimalkan Daya Dukung Sampah terhadap Pemanasan Global.

Laporan Penelitian. Semarang: Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang; 2010.

Sudradjat, R. 2006. Seri Agritekno: Mengelola Sampah Kota. Penebar Swadaya.

Bogor.

Soma, Soekmana. 2010. Pengantar Ilmu Teknik Lingkungan Seri: Pengelolaan Sampah Perkotaan. IPB Press. Bogor.

T. Padmi : Analisa dan Pengolahan Buangan Padat, Bahan Kuliah Jurusan Teknik Lingkungan, ITB, 2001

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah

W. Handoko, E. Damanhuri, E. Setyaningrum: Draft Panduan Pengelolaan Sampah, Laporan untuk Kementerian LH, 2004

Zumi, Vianti. Evaluasi Sistem Pengangkutan Sampah Kota Padang. Padang.

Program Pasca Sarjana Universitas Andalas.

LAMPIRAN PERHITUNGAN TIMBULAN SAMPAH EKSISTING KECAMATAN LUBUK KILANGAN

Kategori

Satuan Timbulan tahun 2004*) Satuan Timbulan tahun 2009**) Volume (l/o/h) Berat (Kg/o/h) Volume (l/o/h) Berat (Kg/o/h)

a. Kelurahan Indarung

Jumlah Penduduk Kelurahan Indarung : 11.373 Jiwa

Timbulan sampah domestik di asumsikan sesuai dengan timbulan sampah Kota Padang yaitu 2,64 l/o/h, Maka debit timbulan sampah domestikdi Kelurahan Indarung adalah

Q Kel. Indarung = 2,64 l/o/h x 11,373 Jiwa = 30.024,72 l/h

b. Kelurahan Batu Gadang

Jumlah Penduduk Kelurahan Batu Gadang : 7.803 Jiwa

Timbulan sampah domestik di asumsikan sesuai dengan timbulan sampah Kota Padang yaitu 2,64 l/o/h, Maka debit timbulan sampah domestikdi Kelurahan Indarung adalah

Q Kel. Batu Gadang = 2,64 l/o/h x 7.803 Jiwa = 20.599,92 l/h

Kelurahan Padang Besi adalah

Q Kel. Padang Besi = 2,64 l/o/h x 6.850 Jiwa = 18.084 l/h

d. Kelurahan Tarantang

Jumlah Penduduk Kelurahan Tarantang : 2.705 Jiwa

Timbulan sampah domestik di asumsikan sesuai dengan timbulan sampah Kota Padang yaitu 2,64 l/o/h, Maka debit timbulan sampah domestikdi Kelurahan Tarantang adalah

Q Kel. Tarantang = 2,64 l/o/h x 2.705 Jiwa = 7.141,2 l/h

e. Kelurahan Koto Lalang

Jumlah Penduduk Kelurahan Koto Lalang : 8.605 Jiwa

Timbulan sampah domestik di asumsikan sesuai dengan timbulan sampah Kota Padang yaitu 2,64 l/o/h, Maka debit timbulan sampah domestikdi Kelurahan Koto Lalang adalah

Q Kel. Koto Lalang = 2,64 l/o/h x 8.605 Jiwa = 22.717,2 l/h

f. Kelurahan Baringin

Jumlah Penduduk Kelurahan Baringin : 1.378 Jiwa

Timbulan sampah domestik di asumsikan sesuai dengan timbulan sampah Kota Padang yaitu 2,64 l/o/h, Maka debit timbulan sampah domestikdi Kelurahan Indarung adalah

Q Kel. Baringin = 2,64 l/o/h x 1.378 Jiwa = 3.637,92 l/h

domestikdi Kelurahan Indarung adalah Q Kel. Bandar Buat = 2,64 l/o/h x 15.815 Jiwa = 41.751,6l/o/h

Maka total debit timbulan sampah domestik Kecamatan Lubuk Kilangan adalah : Q Total = 7,14 m3/h + 3,64 m3/h +20,60 m3/h + 30,02 m3/h +18,08 m3/h +

22,72 m3/h + 41,76 m3/h

= 143.96 m3/h

2) Perhitungan Timbulan Sampah Non Domestik Kecamatan Lubuk Kilangan

Timbulan dan Berat Jenis Sampah Berdasarkan Sumber sampah Kota Padang

Sumber Sampah Timbulan Berat Jenis f)

(kg/liter)

Sumber : Pasimura, 2008; Desnifa, 2009; Veronika, 2008

1. Non Domestik Kecamatan Lubuk Kilangan a. Sampah Institusi

- Sekolah = 57 Unit = 10.072 Murid Maka total timbulan sampahnya adalah

Q Sekolah = 10.072 orang x 1,37 l/o/h = 13.798,64 l//h

Maka total timbulan sampahnya adalah Q Kesehatan = 135 orang x 1,37 l/o/h

= 184,95 l/h

= 0,19 m3/h

- Kantor = 9 unit = 270 pegawai

Maka total timbulan sampahnya adalah Q Kantor = 270 orang x 1,37 l/o/h

= 369,9 l/h = 0,37 m3/h

Total sampah institusi adalah = 13,80 m3/h + 0,18 m3/h + 0,37m3/h = 14,35 m3/h

b. Sampah Komersil

- Rumah makan = 6 unit = 60

Maka total timbulan sampahnya adalah Q rumah makan = 60 orang x 3,11 l/o/h

= 186,6 l/h = 0,19 m3/h

Maka total debit timbulan sampah domestik Kecamatan Lubuk Kilangan adalah : Q non domestik = Qinstitusi + Qkomersil

= 14,35 m3/h + 0,19 m3/h = 14,54 m3/h

3) Menghitung Komposisi Sampah Oragnik dan AnOrgani di Kecamatan Lubuk Kilangan

Organik

Total Keseluruhan 100,00 100,00 100,00 100,00 Sumber: *)Efriani, 2004. **) Alhusna,2009,

a) Sampah Organik

Jumlah Penduduk Kecamatan Lubuk Kilangan = 54.529 jiwa Rata-rata jumlah orang per rumah = 5 orang

Jumlah rumah = Jumlah Penduduk/rata – rata orang per rumah = 54.529/5

= 10905,8 = 10906 unit rumah

Sehingga rata-rata timbulan sampah Organik tiap rumah adalah

= total debit timbulan sampah/jumlah unit

= 158.500 l/h 10906 unit

= 14,53 l/unit/h

- sampah Makanan = 70,23 % x 14,53 l/unit/h = 10,20 l/unit/h - Plastik = 11,86 % x 14,53 l/unit/h = 1,72 l/unit/h

- Karet = 0,84 % x 14,53 l/unit/h = 0,12 l/unit/h - Kayu = 0

Maka didapatkan total sampah organik sebannyak 14,19 l/unit/h

b) Sampah Anorganik

- Logam = 0,56 % x 14,53 l/unit/h = 0,08 l/unit/h - Kaca = 0,55 % x 14,53 l/unit/h = 0,08 l/unit/hr

- Dan Lain-lain = 1,12% x 14,53 l/unit/h = 0,16 l/unit/h

Maka didapatkan total sampah organik sebannyak 0,32 l/unit/h

No

No

Puskesmas Pembantu 3 org Jumlah Petugas Apotik 3 org Jumlah Petugas Klinik 4 org Jumlah Pegawai Rumah

Makan 10 org

Jumlah Pegawai Kantor 30 org

N

Tumpukan sampah warung Kelurahan Indarung

Pemungutan sampah oleh pemulung di TPS Padang Besi

TPS Padang Besi

Kondisi sampah yang berserakan di jalan Indarung

Pemulung Memilah dan mengumpulkan sampah plastik dan Botol minuman

di TPS Indarung (Atap Genteng)

Sampah yang Berserakan di TPS Atap Genteng

TPS Indarung (Perumahan Indarung)

Petugas memindahkan Sampah daro Becak Motor ke Container

di TPS Indarung (lokasi Perumahan Indarung)

Pewadahan Sampah di Sekolah

Sampah yang berserakan di Jalan Baru Indarung

Pengangkutan sampah di kawasan Batu Gadang

Pemberitahuan laranag membuang sampah

di kawasan jalan Indarung

Program Studi : Teknik Lingkungan

Judul Skripsi : Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Lubuk Kilangan

No Tanggal Saran/Perbaikan Paraf

1. Rumusan Masalah, Tujuan Masalah, Batasan Masalah.

3. Perbaikan penulisan

1. Perbaikan BAB II dan BAB III 2. Penambahan Tinjauan Pustaka 3. Perbaikan penulisan

1. Acc Seminar Proposal

1. Perbaikan penulisan

2. Perbaikan BAB III dan BAB IV

3. Penambahan beberapa data yang belum ada

1. Perbaikan penulisan

2. Perbaikan tabel dan gambar

3. Koreksi perhitungan timbulan sampah 4. Perbaikan Pembahasan

7.

8.

9.

26 Juli 2018

28 Juli 2018

4 Juli 2018

1. Perbaikan Penulisan

2. Perbaikan Batasan Masalah 3. Perbaikan perhitungan

4. Perbaikan model tabel dan gambar 1. Penambahan Kesimpulan dan Saran 2. Bimbingan Power Point

3. Acc Sidang Tugas Akhir

1. Perbaikan Kata Pengantar 2. Perbaikan Penulisan 3. Acc Jilid

Pembimbing I

Ridwan, MT

NIP : 197906112002121004

Program Studi : Teknik Lingkungan

Judul Skripsi : Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Lubuk Kilangan

No Tanggal Saran/Perbaikan Paraf

1. Rumusan Masalah, Tujuan Masalah, dan Manfaat Penelitian.

2. Perbaikan penulisan

3. Penambahan teori - teori tentang penggolongan sampah

1. Perbaikan BAB II dan BAB III 2. Perbaikan Daftar Kepustakaan 3. Perbaikan penulisan

1. Acc Seminar Proposal

1. Perbaikan cara penulisan tabel pada masing-masing BAB

2. Perbaikan BAB III dan BAB IV

3. Penambahan beberapa data yang belum ada.

1. Perbaikan penulisan

2. Perbaikan rekapitulasi tabel masing-

6.

7.

8.

9.

10.

23 Juli 2018

26 Juli 2018

28 Juli 2018

1 Agustus 2018

4 Agustus 2018

1. Perbaikan Saran 2. Penambahan Lampiran

3. Perbaikan Daftar Kepustakaan 4. Acc Seminar Hasil

1. Perbaikan penulisan

2. Perbaikan Batasan Masalah

3. Perbaikan model tabel dan gambar

1. Penambahan Kesimpulan dan Saran 2. Bimbingan Power Point

3. Acc Sidang Tugas Akhir

1. Perbaikan Abstrak

2. Perbaikan Kata Pengantar 3. Perbaikan penulisan

1. Acc Jilid

Pembimbing II

Eka Rahmatul Aidha, M.Pd NIDN : 1024078801

Nama : Fitratul Husna NIM : 1410024428023 Program Studi : Teknik Lingkungan

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya susun dengan judul:

“Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Lubuk Kilangan”.

Adalah benar-benar hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan plagiat skripsi orang lain. Apabila kemudian dari pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademis yang berlaku (dicabut predikat kelulusan dan gelar kesarjanaannya).

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.