BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.2 Tahapan Pengumpulan Data
Pada penghitungan Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto, terdapat dua jenis data yang digunakan, yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Pada tahap pertama, data kuantitatif dikumpulkan melalui review surat kabar dan dokumen. Surat kabar yang digunakan untuk mendapatkan data/ berita ada-lah Jawa Pos Radar Mojokerto, Memorandum, Pojok Kiri, Surya, Berita Metro, Duta Masyarakat, Harian Bangsa, Bhirawa, Surabaya Pagi, Koran Memo pada tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2020. Kemudian data dokumen berasal dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Pada kondisi tertentu, Focus Group Discussion (FGD) dan Wawancara
Mendalam (WM) dilakukan jika masih terdapat informasi yang kurang dan
butuh konfirmasi. Hal tersebut dilakukan untuk menjaring fakta/ kejadian yang
mungkin masih terlewat, atau sudah tertangkap, tetapi kurang lengkap
deskripsi dan fakta pendukungnya karena tidak memungkinkan dieksplorasi
secara detail dalam forum FGD. Narasumber WM adalah orang-orang terpilih
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 11 yang memang banyak mengetahui fakta tertentu yang terkait indikator Indeks Demokrasi. Akan tetapi pada analisis Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto tahun 2020 tidak dilakukan FGD dan WM karena berdasarkan hasil pemaparan awal semua data yang dibutuhkan telah tersedia.
Seluruh tahapan kegiatan pengumpulan data tersebut dilakukan dengan merujuk pada indikator-indikator yang disusun dari turunan tiga aspek demokrasi, yaitu kebebasan sipil, hak-hak politik, dan lembaga demokrasi.
Dari ketiga aspek tersebut kemudian diturunkan menjadi 11 variabel yang kemudian dijabarkan lagi melalui 28 indikator teknis.
Tabel 3.1 menunjukkan indikator yang digunakan beserta sumber datanya untuk mendapatkan nilai indeks demokrasi. Indikator-indikator tersebut merujuk pada Indeks Demokrasi Indonesia yang kemudian disesuaikan pada tingkat Kabupaten seperti pada indikator ke-15 dan 24.
Tabel 3.1 Sumber Data
No Urut Aspek, Variabel, dan Indikator Sumber Data Surat Kabar Dokumen Aspek I Kebebasan Sipil
Kebebasan Berkumpul dan Berserikat
1
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat
2
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat
Kebebasan Berpendapat
3
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan berpendapat
4
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berpendapat
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 12 No Urut Aspek, Variabel, dan Indikator Sumber Data
Surat Kabar Dokumen
Kebebasan Berkeyakinan5
Aturan tertulis yang membatasi kebe-basan atau mengharuskan masyarakat menjalankan agamanya
6
Tindakan atau pernyataan pejabat Pe-merintah yang membatasi kebeasan atau mengharuskan masyarakat men-jalankan ajaran agamanya
7
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan dari satu kelompok ma-syarakat terhadap kelompok masya-rakat lain terkait dengan ajaran agama
Kebebasan dari Diskriminasi
8
Aturan tertulis yang diskriminatif dalam hal gender, etnis, atau terhadap kelompok rentan lainnya
9
Tindakan atau pernyataan pejabat Pemerintah yang diskriminatif dalam hal gender, etnis, atau terhadap kelompok rentan lainnya
10
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat karena alasan gender, etnis, atau terhadap kelompok rentan lainnya
Aspek II HAK-HAK POLITIK
Hak Memilih dan Dipilih11 Kejadian di mana hak memilih atau dipilih
masyarakat terhambat
12
Kejadian yang menunjukkan ketiadaan/
kekurangan fasilitas sehingga ke-lompok dengan keterbatasan akses ti-dak dapat menggunakan hak memilih
13 Kualitas daftar pemilih tetap (DPT)
14
Persentase penduduk yang menggu-nakan hak pilih dibandingkan dengan yang memiliki hak untuk memilih dalam pemilu (voters turnout)
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 13 No Urut Aspek, Variabel, dan Indikator Sumber Data
Surat Kabar Dokumen 15 Persentase anggota perempuan ter-hadap
total anggota DPRD kabupaten*
Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan
16 Demonstrasi/ mogok yang bersifat
ke-kerasan
17 Pengaduan masyarakat mengenai
pe-nyelengaraaan pemerintahan
Aspek III LEMBAGA DEMOKRASI Pemilu yang Bebas dan Adil
18 Kejadian yang menunjukkan keberpi-hakan
KPUD dalam penyelenggara-an pemilu
19 Kejadian atau pelaporan tentang
ke-curangan dalam penghitungan suara
Peran DPRD
20 Persentase alokasi anggaran pendi-dikan
dan kesehatan terhadap total APBD
21
Persentase jumlah perda yang bera-sal dari hak inisiatif DPRD terhadap jumlah total perda yang dihasilkan
22 Rekomendasi DPRD kepada eksekutif
Peran Partai Politik
23 Kegiatan kaderisasi yang dilakukan parpol
peserta pemilu
24 Persentase perempuan dalam
kepe-ngurusan parpol tingkat kabupaten*
Peran Birokrasi Pemerintah Daerah 25
Penyalahgunaan wewenang oleh pe-jabat pemerintah daerah yang merugi-kan masyarakat
26 Upaya penyediaan informasi APBD oleh
pemerintah daerah
Peran Peradilan yang Independen
27 Keputusan hakim yang kontroversial
28 Penghentian penyidikan yang
kontro-versial oleh jaksa atau polisi
*disesuaikan dengan cakupan analisis Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto, yaitu tingkat kabupaten
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 14 3.3 Langkah-langkah Penelitian
Langkah-langkah pada penelitian ini merujuk pada cara penghitungan Indeks Demokrasi Indonesia. Berikut ini adalah langkah untuk menentukan indeks demokrasi yang dilakukan pada penelitian ini:
1. Melakukan telaah media cetak dan dokumen
Telaah media cetak dilakukan dengan cara memilah surat kabar yang masuk dalam indikator indeks demokrasi dan yang tidak masuk. Kemudian jika surat kabar tersebut terindikasi atau masuk dalam indikator indeks demo-krasi, maka surat kabar tersebut dilakukan review lanjutan. Dari artikel surat kabar tersebut, dibentuk keterangan 5W1H, yaitu:
1) When
Keterangan mengenai waktu kejadian dalam artikel tersebut. Kete-rangan tersebut bisa berupa waktu pagi, siang, sore, malam, dan jam yang spesifik, maupun hari dan tanggal.
2) Where
Keterangan ini menunjukkan di mana kejadian tersebut terjadi. Kete-rangan tersebut bisa berupa keteKete-rangan tempat secara spesifik seperti nama gedung, ruang, dan juga daerah.
3) What
Keterangan yang menunjukkan kejadian apa yang sedang terjadi pada artikel tersebut. Keterangan yang diberikan merupakan inti dari keja-dian tersebut.
4) Who
Keterangan yang menunjukkan orang atau pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut. Keterangan yang diberikan berupa nama dan jaba-tan orang tersebut.
5) Why
Keterangan yang menunjukkan mengapa kejadian tersebut terjadi.
Alasan yang diberikan sesuai dengan pernyataan dalam artikel.
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 15 6) How
Keterangan yang menunjukkan bagaimana kejadian tersebut terjadi.
Pada keterangan ini dapat menjelaskan lebih detail peristiwa yang ter-jadi dalam artikel tersebut.
2. Menentukan bobot indikator, variabel, dan aspek.
Penentuan bobot indikator, variabel, dan aspek dilakukan menggunakan metode AHP dengan bantuan tenaga ahli yang merupakan representatif dari bidang keahliannya. Pada penelitian ini, bobot untuk penghitungan indeks demokrasi pada masing-masing indikator, aspek, dan variabel adalah bobot yang didapatkan dari laporan Indeks Demokrasi Indonesia 2019 (Bappenas, 2020) seperti ditunjukkan dalam Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Bobot Aspek, Variabel, dan Indikator Indeks Demokrasi
No Aspek, Variabel, dan Indikator Bobot
A. Aspek Kebebasan Sipil 0,327
I.
Kebebasan Berkumpul dan Berserikat0,084
1 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat
pe-merintah yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat 0,875 2 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh
masya-rakat yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat 0,125
II.
Kebebasan Berpendapat0,093
3 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat
pe-merintah yang menghambat kebebasan berpendapat 0,833 4 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh
masyara-kat yang menghambat kebebasan berpendapat 0,167
III.
Kebebasan Berkeyakinan0,584
5 Aturan tertulis yang membatasi kebebasan atau mengharuskan
masyarakat menjalankan agamanya 0,708
6
Tindakan atau pernyataan pejabat Pemerintah yang membatasi kebebasan atau mengharuskan masyarakat menjalankan ajaran agamanya
0,113
7
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan dari satu kelom-pok masyarakat terhadap kelomkelom-pok masyarakat lain terkait
de-ngan ajaran agama 0,179
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 16
No Aspek, Variabel, dan Indikator Bobot
IV.
Kebebasan dari Diskriminasi0,239
8 Aturan tertulis yang diskriminatif dalam hal gender, etnis atau
ter-hadap kelompok rentan lainnya 0,392
9
Tindakan atau pernyataan pejabat pemerintah daerah yang diskri-minatif dalam hal gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya
0,278
10
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyara-kat karena alasan gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya
0,330
B. Aspek Hak-Hak Politik 0,413
V.
Hak Memilih dan Dipilih0,500
11 Kejadian di mana hak memilih atau dipilih masyarakat terhambat 0,176 12
Kejadian yang menunjukkan ketiadaan/kekurangan fasilitas sehingga kelompok dengan keterbatasan akses tidak dapat menggunakan hak memilih
0,077
13 Kualitas daftar pemilih tetap (DPT) 0,496
14
Persentase penduduk yang menggunakan hak pilih dibandingkan dengan yang memiliki hak untuk memilih dalam pemilu (voters turnout)
0,155
15 Persentase anggota perempuan terhadap total anggota DPRD
kabupaten* 0,096
VI.
Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan danPengawasan
0,500
16 Demonstrasi/ mogok yang bersifat kekerasan 0,500 17 Pengaduan masyarakat mengenai penyelenggaraan pemerintahan 0,500
C. Aspek Lembaga Demokrasi 0,260
VII.
Pemilu yang Bebas dan Adil0,152
18 Kejadian yang menunjukkan keberpihakan KPUD dalam
penye-lenggaraan pemilu 0,500
19 Kejadian atau pelaporan tentang kecurangan dalam penghitungan
suara 0,500
VIII.
Peran DPRD0,197
20 Persentase alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan terhadap
total APBD 0,659
21 Persentase jumlah perda yang berasal dari hak inisiatif DPRD
terhadap jumlah total perda yang dihasilkan 0,156 22 Rekomendasi DPRD kepada eksekutif
0,185
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 17
No Aspek, Variabel, dan Indikator Bobot
IX.
Peran PartaiPolitik0,197
23 Kegiatan kaderisasi yang dilakukan parpol peserta pemilu 0,900 24 Persentase perempuan dalam kepengurusan parpol tingkat
kabupaten* 0,100
X.
Peran Birokrasi Pemerintah Daerah0,227
25 Penyalahgunaan wewenang oleh pejabat pemerintah daerah yang
merugikan masyarakat 0,457
26 Upaya penyediaan informasi APBD oleh pemerintah daerah 0,543
XI.
Peran Peradilan yang Independen0,227
27 Keputusan hakim yang controversial 0,500
28 Penghentian penyidikan yang kontroversial oleh jaksa atau polisi 0,500
*disesuaikan dengan cakupan analisis Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto, yaitu tingkat kabupaten
3. Menghitung indeks tiap-tiap indikator, variabel, dan aspek
Setelah itu, langkah selanjutnya adalah menghitung nilai indeks untuk masing-masing indikator. Tahap awal penentuan indeks tiap indikator adalah dengan mendapatkan capaian dari tiap indeks. Nilai capaian tersebut dida-patkan dari hasil review surat kabar dan dokumen. Kemudian, nilai capaian tersebut dibandingkan dengan nilai ideal dan terburuk untuk mendapatkan nilai kuantitatif. Berikut ini adalah nilai ideal dan terburuk untuk masing-masing indikator.
Tabel 3.3 Batasan Bawah dan Batasan Atas Setiap Indikator
No Indikator Batasan
Bawah
Batasan Atas 1
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebe-basan berkumpul dan berserikat
0 2
2
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat
0 4
3
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebe-basan berpendapat
0 2
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 18
No Indikator Batasan
Bawah
Batasan Atas 4
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berpendapat
0 2
5
Aturan tertulis yang membatasi kebebasan atau mengharuskan masyarakat menjalankan agama-nya
0 23
6
Tindakan atau pernyataan pejabat Pemerintah yang membatasi kebebasan atau mengharuskan masyarakat menjalankan ajaran agamanya
0 8
7
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan dari satu kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lain terkait dengan ajaran agama
0 5
8 Aturan tertulis yang diskriminatif dalam hal gender,
etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya 0 3 9
Tindakan atau pernyataan pejabat pemerintah daerah yang diskriminatif dalam hal gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya
0 3
10
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat karena alasan gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya
0 3
11 Kejadian di mana hak memilih atau dipilih
ma-syarakat terhambat 0 156
12
Kejadian yang menunjukkan ketiadaan/kekurangan fasilitas sehingga kelompok dengan keterbatasan akses tidak dapat menggunakan hak memilih
0 3
13 Kualitas daftar pemilih tetap (DPT) 100% 0%
14
Persentase penduduk yang menggunakan hak pilih dibandingkan dengan yang memiliki hak untuk me-milih dalam pemilu (voters turnout)
100% 0%
15 Persentase anggota perempuan terhadap total
anggota DPRD kabupaten* 30% 0%
16 Demonstrasi/mogok yang bersifat kekerasan 0 23 17 Pengaduan masyarakat mengenai
penyelengga-raan pemerintahan 545 0
18 Kejadian yang menunjukkan keberpihakan KPUD
dalam penyelenggaraan pemilu 0 11
19 Kejadian atau pelaporan tentang kecurangan
dalam penghitungan suara 0 10
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 19
No Indikator Batasan
Bawah
Batasan Atas 20 Persentase alokasi anggaran pendidikan dan
kese-hatan terhadap total APBD 40% 0%
21
Persentase jumlah perda yang berasal dari hak inisiatif DPRD terhadap jumlah total perda yang dihasilkan
50% 0%
22 Rekomendasi DPRD kepada eksekutif 28 0
23 Kegiatan kaderisasi yang dilakukan parpol peserta
pemilu 7 0
24 Persentase perempuan dalam kepengurusan
par-pol tingkat kabupaten* 30% 0%
25 Penyalah gunaan wewenang oleh pejabat
peme-rintah daerah yang merugikan masyarakat 0 38 26 Upaya penyediaan informasi APBD oleh
pemerin-tah daerah 25 0
27 Keputusan hakim yang kontroversial 0 4
28 Penghentian penyidikan yang kontroversial oleh
jaksa atau polisi 0 1
*disesuaikan dengan cakupan analisis Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto, yaitu tingkat kabupaten
Kemudian, jika dilakukan konfirmasi dengan FGD dan WM, maka dari proses tersebut didapatkan nilai kualitatif. Pemberian nilai kualitatif adalah dengan menambahkan 10 pada indikator yang mendukung atau mengurangi nilai 10 pada indikator sebaliknya. Akan tetapi, pada penelitian ini tidak dila-kukan metode kualitatif sehingga nilai kualitatif diberi nilai 0. Setelah menda-patkan nilai kuantitatif dan kualitatif, maka didamenda-patkan nilai akhir yang meru-pakan indeks dari masing-masing indikator.
Selanjutnya, penghitungan indeks tiap variabel dilakukan berdasarkan indeks indikator yang terlibat dan bobot yang telah didapatkan sebelumnya.
Begitu juga dengan indeks untuk masing-masing aspek, dihitung berdasarkan
variabel yang terlibat beserta bobotnya.
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 20 4. Menghitung indeks demokrasi
Penghitungan indeks demokrasi dilakukan dengan melibatkan penghi-tungan indeks tiap aspek dan bobot yang telah didapatkan. Berikut ini adalah bagan atau alur penelitian yang dilakukan.
Gambar 3.1 Alur Penelitian Indikator Indeks
Demokrasi (28 indikator)
Metode Pengumpulan Data:
- Telaah artikel koran - Telaah dokumen
Data Kuantitatif
Skor Akhir Masing-masing Indikator Kontribusi terhadap 11
Variabel Indeks Demokrasi Kontribusi terhadap 3
Aspek Indeks Demokrasi
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto
2020
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 21 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data
Penghitungan data kuantitatif untuk menghitung indeks demokrasi kabupaten Mojokerto menggunakan data koran dan dokumen. Dari koran yang digunakan, didapatkan sebanyak 191 artikel yang dapat dikategorikan ke dalam indikator demokrasi. Sebaran data untuk setiap indikator disajikan dalam Gambar 4.1.
Indikator ke- :
17 = Pengaduan masyarakat mengenai penyelenggaraaan pemerintahan
25 = Penyalahgunaan wewenang oleh pejabat pemerintah daerah yang merugikan masyarakat
11 = Kejadian di mana hak memilih atau dipilih masyarakat terhambat 26 = Upaya penyediaan informasi APBD oleh pemerintah daerah 22 = Rekomendasi DPRD kepada eksekutif
23 = Kegiatan kaderisasi yang dilakukan parpol peserta pemilu 16 = Demonstrasi/mogok yang bersifat kekerasan
19 = Kejadian atau pelaporan tentang kecurangan dalam penghitungan suara 3 = Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang
menghambat kebebasan berpendapat
10 = Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat karena alasan gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya
12 = Kejadian yang menunjukkan ketiadaan/kekurangan fasilitas sehingga kelompok dengan keterbatasan akses tidak dapat menggunakan hak memilih
Gambar 4.1 Frekuensi Artikel Setiap Indikator yang Terdeteksi
17 25 26 22 23 11 16 19 3 10 12
144
13 8 6 6 5 4 2 1 1 1
Indikator
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 22 Indikator pengaduan masyarakat mengenai penyelenggaraaan pemerin-tahan (indikator 17) memiliki frekuensi terbanyak, yaitu 138 artikel. Beberapa artikel memuat pengaduan tentang dampak bencana banjir dan longsor, se-perti jembatan, jalan, dan tanggul rusak, penambangan pasir dan galian C ilegal, penumpukan sampah, kelangkaan masker, dan lain sebagainya. Indi-kator penyalahgunaan wewenang oleh pejabat pemerintah daerah yang me-rugikan masyarakat (indikator 25) yang dimuat dalam koran memuat berita tentang pungutan liar, dugaan korupsi dalam proyek pembangunan gapura, serta gratifikasi atau suap.
Pada tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Mojokerto melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Sebanyak 5 artikel memuat kejadian di mana hak memilih atau dipilih masyarakat terhambat (indikator 11), diantara-nya jelang pemungutan suara pilkada masih badiantara-nyak Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang belum melakukan perekaman e-KTP dan pasien covid-19 yang berada di rumah isolasi tidak dapat menggunakan hak suaranya.
Upaya penyediaan informasi mengenai APBD (indikator 26) didapatkan
di dalam artikel koran sebanyak 8 artikel. Rekomendasi DPRD kepada
ekse-kutif (indikator 22) sebanyak 6 artikel, salah satunya Ketua Komisi III DPRD
Kabupaten Mojokerto merekomendasikan bahwa galian C Ranu Manduro
di-reklamasi. Kegiatan kaderisasi yang dilakukan parpol peserta pemilu
(indika-tor 23) terdapat sebanyak 6 artikel. Indika(indika-tor demonstrasi/ mogok yang
ber-sifat kekerasan (indikator 16) sebanyak 4 artikel. Kejadian atau pelaporan
tentang kecurangan dalam penghitungan suara (indikator 19) sebanyak 2
artikel. Indikator ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh
apa-rat pemerintah yang menghambat kebebasan berpendapat (indikator 3),
ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat karena
alasan gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya (indikator 10),
dan kejadian yang menunjukkan ketiadaan/kekurangan fasilitas sehingga
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 23 kelompok dengan keterbatasan akses tidak dapat menggunakan hak memilih (indikator 12) sebanyak 1 artikel, secara rinci disajikan dalam Lampiran 2.
Data dari dokumen yang dikumpulkan adalah data indikator 14, 15, 20, 21, dan 24. Tabel 4.1 menunjukkan capaian indikator yang bersumber dari data dokumen yang terindikasi dalam indikator indeks demokrasi.
Tabel 4.1 Capaian Indikator yang Bersumber dari Data Dokumen
No Indikator Capaian
14 Persentase penduduk yang menggunakan hak pilih dibandingkan dengan yang memiliki hak untuk memilih dalam pemilu (voters turnout)
78,66%
15 Persentase anggota perempuan terhadap total anggota
DPRD kabupaten* 28,00%
20 Persentase alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan
terhadap total APBD 32,76%
21 Persentase jumlah perda yang berasal dari hak inisiatif
DPRD terhadap jumlah total perda yang dihasilkan 26,67%
24 Persentase perempuan dalam kepengurusan parpol
tingkat kabupaten* 25%
26 Upaya penyediaan informasi APBD oleh pemerintah
daerah 3
*disesuaikan dengan cakupan analisis Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto, yaitu tingkat kabupaten
Pada tahun 2020, persentase penduduk yang menggunakan hak pilih dibandingkan dengan yang memiliki hak untuk memilih dalam pemilu adalah 78,66%. Persentase anggota perempuan terhadap total anggota DPRD Kabupaten Mojokerto adalah 28%, yaitu sebanyak 14 anggota dari total 50 anggota DPRD berjenis kelamin perempuan. Persentase alokasi Kabupaten Mojokerto untuk anggaran pendidikan dan kesehatan terhadap total APBD adalah 32,76%.
Selama tahun 2020, DPRD menetapkan sebanyak 15 perda dan 4 dian-taranya merupakan perda yang berasal dari hak inisiatif DPRD (26,67%).
Perda yang dihasilkan dari hak inisiatif DPRD adalah Perda Nomor 1 tahun
2020 tentang Pengelolaan Sampah, Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang
Pe-nyelenggaraan Perpustakaan, Perda Nomor 3 tahun 2020 tentang Kawasan
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 24 Tanpa Rokok, dan Perda Nomor 4 tahun 2020 tentang Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Majatama (PERSERODA). Persentase perempuan dalam kepengurusan parpol (partai politik) di tingkat Kabupaten Mojokerto adalah 25%. Indikator upaya penyediaan informasi APBD oleh pemerintah daerah juga diperoleh dari data dokumen sebanyak 3, yaitu 1 berasal dari dokumen perda nomor 6 tahun 2020 tentang perubahan anggaran penda-patan dan belanja daerah tahun anggaran 2020 dan 2 informasi dari website kabupaten Mojokerto
4.2 Penghitungan Indeks Indikator
Penghitungan Indeks Demokrasi menggunakan nilai batas atas dan nilai batas bawah serta bobot yang ada di laporan Indeks Demokrasi Indonesia tahun 2019. Nilai indeks dihitung dari skor kuantitatif dan kualitatif. Skor kuan-titatif didapatkan dari data surat kabar dan dokumen. Skor kualitatif didapat-kan dari data FGD dan WM. Nilai indeks per indikator disajididapat-kan dalam Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Nilai Indeks per Indikator
No. INDIKATOR INDEKS
Aspek I Kebebasan Sipil
Kebebasan Berkumpul dan Berserikat
1 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat
100
2 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat
100 Kebebasan Berpendapat
3 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat
pemerintah yang menghambat kebebasan berpendapat 50 4 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh
masyarakat yang menghambat kebebasan berpendapat 100 Kebebasan Berkeyakinan
5 Aturan tertulis yang membatasi kebebasan atau mengharuskan
masyarakat menjalankan agamanya 100
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 25
No. INDIKATOR INDEKS
6
Tindakan atau pernyataan pejabat Pemerintah yang membatasi kebebasan atau mengharuskan masyarakat menjalankan ajaran agamanya
100
7
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan dari satu kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lain terkait dengan ajaran agama
100 Kebebasan dari Diskriminasi
8 Aturan tertulis yang diskriminatif dalam hal gender, etnis, atau
terhadap kelompok rentan lainnya 100
9
Tindakan atau pernyataan pejabat Pemerintah yang
diskriminatif dalam hal gender, etnis, atau terhadap kelompok rentan lainnya
100
10
Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat karena alasan gender, etnis, atau terhadap kelompok rentan lainnya
66,67 Aspek II Hak-Hak Politik
Hak Memilih dan Dipilih
11 Kejadian dimana hak memilih atau dipilih masyarakat terhambat 96,79 12 Kejadian yang menunjukkan ketiadaan/ kekurangan fasilitas
sehingga kelompok dengan keterbatasan akses tidak dapat menggunakan hak memilih
66,67
13 Kualitas daftar pemilih tetap (DPT) 76
14 Persentase penduduk yang menggunakan hak pilih
dibandingkan dengan yang memiliki hak untuk memilih dalam pemilu (voters turnout)
78,66
15 Persentase anggota perempuan terhadap total anggota DPRD
kabupaten* 93,33
Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan 16 Demonstrasi/ mogok yang bersifat kekerasan 82,61 17 Pengaduan masyarakat mengenai penyelenggaraaan
pemerintahan 26,42
Aspek III Lembaga Demokrasi Pemilu yang Bebas dan Adil
18 Kejadian yang menunjukkan keberpihakan KPUD dalam
penyelenggaraan pemilu 100
19 Kejadian atau pelaporan tentang kecurangan dalam
penghitungan suara 80
Peran DPRD
20 Persentase alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan
terhadap total APBD 81,90
21 Persentase jumlah perda yang berasal dari hak inisiatif DPRD
terhadap jumlah total perda yang dihasilkan 53,33 22 Rekomendasi DPRD kepada eksekutif
21,43
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 26
No. INDIKATOR INDEKS
Peran Partai Politik
23 Kegiatan kaderisasi yang dilakukan parpol peserta pemilu 85,71 24 Persentase perempuan dalam kepengurusan parpol tingkat
kabupaten* 83,33
Peran Birokrasi Pemerintah Daerah
25 Penyalahgunaan wewenang oleh pejabat pemerintah daerah
yang merugikan masyarakat 65,79
26 Upaya penyediaan informasi APBD oleh pemerintah daerah 44 Peran Peradilan yang Independen
27 Keputusan hakim yang kontroversial 100
28 Penghentian penyidikan yang kontroversial oleh jaksa atau
polisi 100
*disesuaikan dengan cakupan analisis Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto, yaitu tingkat kabupaten
Berdasarkan Tabel 4.2, semua indikator dalam ketiga aspek tidak ada yang bernilai nol. Dari 28 indikator, terdapat 5 indikator yang memiliki nilai ku-rang dari 60 (kategori kuku-rang), 6 indikator memiliki nilai 60-80 (kategori se-dang, dan 17 indikator memiliki nilai lebih dari 80 (kategori baik).
Indikator yang memiliki nilai kurang dari 60 dan termasuk kategori ku-rang adalah indikator ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan berpendapat (indikator 3) sebesar 50, indikator pengaduan masyarakat mengenai penyelenggaraaan pemerintahan (indikator 17) sebesar 26,42, indikator persentase jumlah per-da yang berasal per-dari hak inisiatif DPRD terhaper-dap jumlah total perper-da yang dihasilkan (indikator 21) sebesar 53,33, indikator rekomendasi DPRD kepada eksekutif (indikator 22) sebesar 21,43, dan indikator upaya penyediaan infor-masi APBD oleh pemerintah daerah (indikator 26) sebesar 44.
4.3 Penghitungan Indeks Variabel
Penghitungan indeks variabel dilakukan dengan menggunakan indeks
indikator dan bobot indikator. Indeks Demokrasi terdiri dari 11 variabel yang
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 27 digunakan untuk membangun Aspek I Kebebasan Sipil (4 variabel), Aspek II Hak-Hak Politik (2 variabel), dan Aspek III Lembaga Demokrasi (5 variabel).
4.3.1 Aspek I Kebebasan Sipil
Aspek I Kebebasan Sipil dibentuk oleh 4 variabel, yaitu Variabel Kebe-Basan Berkumpul dan Berserikat, Variabel Kebebasan Berpendapat, Variabel Kebebasan Berkeyakinan, dan Variabel Kebebasan dari Diskriminasi. Gambar 4.2 menunjukkan hasil nilai indeks per variabel tersebut dari tahun 2017 hingga 2020 di mana nilai indeks berwarna merah menunjukkan nilai dengan kategori kurang (<60), warna kuning berkategori sedang (60-80), dan warna hijau berkategori baik (>80).
kategori kurang (<60) kategori sedang (60-80) kategori baik (>80)
Gambar 4.2 Indeks per Variabel pada Aspek I Kebebasan Sipil
Gambar 4.2 menunjukkan bahwa pada tahun 2020, hanya Variabel Kebebasan Berpendapat yang nilainya turun dan berkategori kurang (< 60).
Sementara itu, variabel lain menunjukkan peningkatan dan berkategori baik (>80).
56.25 58.35
100
81.47
100 100 100
53.87 96.88
91.65
100
88.97 100
58.35
100
89.00
Kebebasan Berkumpul dan Berserikat
Kebebasan Berpendapat Kebebasan Berkeyakinan Kebebasan dari Diskriminasi
2017 2018 2019 2020
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 28 Hal ini dikarenakan pada tahun 2020 ditemukan berita yang termasuk dalam indikator 3 (Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan berpendapat) yaitu berita mengenai Sekretaris Pokja Unit Lelang dan Pengadaan (ULP) yang blak-blakan di persidangan bahwa Ia telah menerima commitment fee senilai 0,5 persen dari tender dan sempat menerima ancaman nonjob dari jabatan bahkan dibunuh anak buah mantan bupati MKP. Sementara pada tahun 2019 tidak ditemukan berita pada indikator 3 sehingga hal ini menjadi penyebab penurunan nilai indeks Variabel Kebebasan Berpendapat dibandingkan tahun 2019, yaitu dari 91,65 (baik) menjadi 58,35 (kurang).
4.3.2 Aspek II Hak-Hak Politik
Aspek II Hak-Hak Politik dibentuk oleh 2 variabel, yaitu Variabel Hak Memilih dan Dipilih serta Variabel Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan. Gambar 4.3 menunjukkan indeks variabel mulai dari tahun 2017 hingga 2020 di mana nilai indeks berwarna merah menunjukkan nilai dengan kategori kurang (<60), warna kuning berkategori sedang (60-80), dan warna hijau berkategori baik (>80).
kategori kurang (<60) kategori sedang (60-80) kategori baik (>80)
Gambar 4.3 Indeks per Variabel pada Aspek II Hak-hak Politik
43.99
53.11 38.85
56.78 83.95
53.32 81.02
54.52
Hak Memilih dan Dipilih Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan 2017 2018 2019 2020
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 29 Variabel Hak Memilih dan Dipilih pada tahun 2020 mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 83,95 menjadi 81,02 seperti yang disajikan dalam Gambar 4.3. Variabel Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan masih berkategori kurang dari tahun 2017 hingga 2020.
Variabel Hak Memilih dan Dipilih terdiri dari 5 indikator yaitu indikator 11 sampai dengan 15. Indikator 11 (kejadian dimana hak memilih atau dipilih masyarakat terhambat) dan indiktor 15 (persentase anggota perempuan ter-hadap total anggota DPRD kabupaten Mojokerto) termasuk kategori baik serta 3 indikator lainnya termasuk kategori sedang. Variabel partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan terdiri dari 2 indikator, yaitu indikator 16 (demonstrasi/ mogok yang bersifat kekerasan) dan indikator 17 (pengaduan masyarakat mengenai penyelenggaraaan pemerintahan). Indika-tor 16 mempunyai kategori baik sedangkan indikaIndika-tor 17 masih berkategori kurang.
4.3.3 Aspek III Lembaga Demokrasi
Aspek Lembaga Demokrasi dibangun oleh 5 variabel, yaitu Variabel
Pemilu yang Bebas dan Adil, Variabel Peran DPRD, Variabel Peran
Partai Politik, Variabel Peran Birokrasi Pemerintah Daerah, dan Variabel
Peran Peradilan yang Independen. Gambar 4.4 menunjukkan indeks kelima
variabel mulai dari tahun 2017 hingga 2020 di mana nilai indeks berwarna
merah menunjukkan nilai dengan kategori kurang (<60), warna kuning
berkategori sedang (60-80), dan warna hijau berkategori baik (>80).
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 30
kategori kurang (<60) kategori sedang (60-80) kategori baik (>80)Gambar 4.4 Indeks per Variabel pada Aspek III Lembaga Demokrasi
Variabel pemilu yang bebas dan adil mengalami peningkatan dibanding-kan dengan tahun 2019, yaitu dari 65,45 menjadi 90. Pada tahun 2020, tidak ditemukan adanya kejadian yang menunjukkan keberpihakan KPUD dalam penyelenggaraan pemilu (indikator 18) dari berita koran, tetapi masih ditemu-kan ada kejadian atau pelaporan tentang kecurangan dalam penghitungan suara (indikator 19). Pada tahun 2020, indeks variabel peran partai politik (sebesar 85,48) dan variabel peran birokrasi pemerintah daerah (sebesar 54) meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Indikator keputusan hakim yang kontroversial mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019. Hal tersebut berdampak terhadap kenaikan indeks variabel peran peradilan yang indepen-den menjadi 100. Namun, tahun 2020 indeks variabel peran DPRD menga-lami penurunan dari 84,76 menjadi 66,26.
96.25
72.13
99.67 95.88
62.50 100
63.79
99.67
68.06
100
65.45 84.76 64.05
36
87.50 90.00
66.26
85.48
54
100
Pemilu yang Bebas dan Adil
Peran DPRD Peran Partai Politik
Peran Birokrasi Pemerintah
Daerah
Peran Peradilan yang Independen
2017 2018 2019 2020
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 31 4.4 Penghitungan Indeks Aspek
Nilai ketiga Aspek dalam Indeks Demokrasi ditampilkan dalam Gambar 4.5. Selama empat tahun terakhir, indeks setiap aspek memiliki pola yang sama, yaitu dari nilai tertinggi hingga terendah adalah Aspek I Kebebasan Sipil, Aspek III Lembaga Demokrasi, dan Aspek II Hak-Hak Politik.
kategori kurang (<60) kategori sedang (60-80) kategori baik (>80)
Gambar 4.5 Indeks per Aspek
Pada tahun 2020, indeks aspek kebebasan sipil sebesar 93,50 (terma-suk kategori baik), aspek hak-hak politik sebesar 67,77 (terma(terma-suk kategori sedang), dan aspek lembaga demokrasi sebesar 78,52 (termasuk kategori sedang). Aspek Kebebasan Sipil dan Aspek Hak-Hak Politik sedikit menurun dibandingkan tahun 2019, sedangkan Aspek Lembaga Demokrasi meningkat dari tahun 2019.
4.5 Penghitungan Indeks Demokrasi
Setelah menghitung nilai indeks per aspek yang diperoleh dari penghi-tungan nilai per variabel yang dibangun dari beberapa indikator untuk setiap
88.02
48.55
84.43 88.97
47.82
85.55 96.32
68.63
67.30 93.50
67.77
78.52
Aspek I Kebebasan Sipil Aspek II Hak-Hak Politik Aspek III Lembaga Demokrasi
2017 2018 2019 2020
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 32 variabelnya, didapatkan nilai Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto tahun 2020 sebesar 78,98 yang termasuk dalam kategori sedang. Indeks demo-krasi di Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan dari tahun 2017 sam-pai dengan 2020 seperti yang disajikan dalam Gambar 4.6.
Gambar 4.6 Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto
Peningkatan indeks demokrasi menunjukkan adanya perubahan kondisi demokrasi dari tahun ke tahun, baik dari aspek kebebasan sipil, hak-hak politik, dan lembaga demokrasi. Selain itu, adanya perubahan dalam nilai bobot, batas atas, dan batas bawah dalam penghitungan indeks.
2017 2018 2019 2020
70.79 71.09
77.34
78.98
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 33 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa : 1. Aspek I Kebebasan Sipil tahun 2020 terdiri dari variabel kebebasan ber-kumpul dan berserikat, variabel kebebasan berkeyakinan, dan variabel kebebasan dari diskriminasi yang memiliki indeks dalam kategori baik, serta variabel kebebasan berpendapat memiliki indeks dalam kategori kurang.
2. Aspek II Hak-Hak Politik tahun 2020 terdiri dari variabel hak memilih dan dipilih yang masuk dalam kategori baik, serta variabel partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan masuk dalam kategori kurang.
3. Aspek III Lembaga Demokrasi tahun 2020 terdiri dari variabel pemilu yang bebas dan adil, variabel peran peradilan yang independen, dan variabel peran partai politik yang termasuk kategori baik, variabel peran DPRD yang termasuk kategori sedang, serta variabel peran birokrasi pemerintah daerah yang termasuk kategori rendah.
4. Nilai indeks per Aspek dalam Indeks Demokrasi tahun 2020 memiliki pola yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu Aspek I Kebebasan Sipil masuk kategori baik serta Aspek II Hak-Hak Politik dan Aspek III Lembaga Demokrasi masuk kategori sedang.
5. Nilai Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto tahun 2020 adalah sebesar
78,98 (termasuk kategori sedang) yang mengalami peningkatan
diban-dingkan tahun-tahun sebelumnya.
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 34 5.2 Saran
Sebagai upaya dalam meningkatkan Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto, pemerintah dapat memfokuskan pada Aspek Hak-Hak Politik dahulu, lalu Lembaga Demokrasi. Penerimaan pengaduan masyarakat atas penyelenggaraan pemerintahan dapat menunjukkan demokrasi yang berlang-sung dalam pemerintahan. Meskipun demikian, pemerintah sepatutnya me-respon aduan yang dilakukan oleh masyarakat dengan baik dan segera.
Penanganan demokrasi juga menjadi penting agar tidak sampai terjadi
kekerasan. Penyalahgunaan wewenang oleh pejabat juga masih terjadi
sehingga perlu adanya sistem yang mampu menekan adanya praktik-praktik
korupsi, gratifikasi, pungutan liar, ataupun penyalahgunaan lainnya.
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 35 DAFTAR PUSTAKA
Bappenas. (2011). Indeks Demokrasi Indonesia 2009. Menakar Demokrasi di Indonesia. Jakarta: Bappenas.
Bawazir, T. (2015). Demokrasi Antara Dundamentalisme dan Sekularisme.
Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
BPS. (2013). Indeks Demokrasi Indonesia 2011. Demokasi Indonesia : Ledakan Tuntutan Publik vs Inersia Politik . Jakarta: BPS.
BPS Provinsi Jawa Timur. (2017). Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Timur.
Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jawa Timur 2016. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur.
mojokertokab.go.id. (2019, July 4). Gambaran Umum Kondisi Wilayah Kabupaten Mojokerto. Retrieved from mojokertokab.go.id:
https://mojokertokab.go.id/gambaran_umum
Radar Mojokerto. (2018, Juli 14). Dorong Perempuan Kembnagkan Ekonomi Produktif. Radar Mojokerto, p. 36.
Radar Mojokerto. (2018, Juni 12). Wabup: Pengendara Harus Terlayani dengan Baik. Radar Mojokerto, p. 36.
Ubaedillah, A. (2015). Pendidikan Kewarganegaraan Pancasila, Demokrasi,
dan Pencegahan Korupsi. Jakarta: Kencana.
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 36 LAMPIRAN
Lampiran 1. Hasil Penghitungan Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto Tahun 2020 No
Urut Aspek, Variabel, dan Indikator CAPAIAN NILAI INDEKS INDIKATOR Kuantitatif Kualitatif Akhir Aspek I KebebasanSipil
Kebebasan Berkumpul dan Berserikat
1 Ancaman kekerasan atau
penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat
0 100 0 100
2 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat
kebebasan berkumpul dan berserikat
0 100 0 100
Kebebasan Berpendapat
3 Ancaman kekerasan atau
penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan
berpendapat
1 50 0 50
4 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat
kebebasan berpendapat
0 100 0 100
Kebebasan Berkeyakinan
5 Aturan tertulis yang membatasi
kebebasan atau mengharuskan masyarakat menjalankan
agamanya
0 100 0 100
6 Tindakan atau pernyataan pejabat Pemerintah yang membatasi kebebasan atau mengharuskan masyarakat menjalankan ajaran agamanya
0 100 0 100
7 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan dari satu
kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lain terkait
dengan ajaran agama
0 100 0 100
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 37 No
Urut Aspek, Variabel, dan Indikator CAPAIAN NILAI INDEKS INDIKATOR Kuantitatif Kualitatif Akhir
Kebebasan dari Diskriminasi8 Aturan tertulis yang diskriminatif dalam hal gender, etnis, atau
terhadap kelompok rentan lainnya
0 100 0 100
9 Tindakan atau pernyataan pejabat Pemerintah yang diskriminatif dalam hal gender, etnis, atau terhadap kelompok
rentan lainnya
0 100 0 100
10 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh
masyarakat karena alasan gender, etnis, atau terhadap
kelompok rentan lainnya
1 66,67 0 66,67
Aspek II HAK-HAK POLITIK
Hak Memilih dan Dipilih11 Kejadian dimana hak memilih atau dipilih masyarakat terhambat
5 96,79 0 96,79
12 Kejadian yang menunjukkan ketiadaan/ kekurangan fasilitas
sehingga kelompok dengan keterbatasan akses tidak dapat
menggunakan hak memilih
1 66,67 0 66,67
13 Kualitas daftar pemilih tetap (DPT)
76% 76 0 76
14 Persentase penduduk yang menggunakan hak pilih dibandingkan dengan yang memiliki hak untuk memilih dalam
pemilu (voters turnout)
78,66% 78,66 0 78,66
15 Persentase anggota perempuan terhadap total anggota DPRD
kabupaten*
28% 93,33 0 93,33
Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan
16 Demonstrasi/ mogok yang
bersifat kekerasan
4 82,61 0 82,61
17 Pengaduan masyarakat mengenai penyelenggaraaan
pemerintahan
144 26,42 0 26,42
Aspek III LEMBAGA DEMOKRASI
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 38 No
Urut Aspek, Variabel, dan Indikator CAPAIAN NILAI INDEKS INDIKATOR Kuantitatif Kualitatif Akhir
Pemilu yang Bebas dan Adil18 Kejadian yang menunjukkan keberpihakan KPUD dalam
penyelenggaraan pemilu
0 100 0 100
19 Kejadian atau pelaporan tentang kecurangan dalam penghitungan
suara
2 80 0 80
Peran DPRD
20 Persentase alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan
terhadap total APBD
32,76% 81,9 0 81,9
21 Persentase jumlah perda yang berasal dari hak inisiatif DPRD terhadap jumlah total perda yang
dihasilkan
26,67% 53,33 0 53,33
22 Rekomendasi DPRD kepada eksekutif
6 21,43 0 21,43
Peran Partai Politik
23 Kegiatan kaderisasi yang dilakukan parpol peserta pemilu
6 85,71 0 85,71
24 Persentase perempuan dalam kepengurusan parpol tingkat
kabupaten*
25% 83,33 0 83,33
Peran Birokrasi Pemerintah Daerah
25 Penyalahgunaan wewenang oleh
pejabat pemerintah daerah yang merugikan masyarakat
13 65,79 0 65,79
26 Upaya penyediaan informasi APBD oleh pemerintah daerah
11 44 0 44
Peran Peradilan yang Independen
27 Keputusan hakim yang
kontroversial
0 100 0 100
28 Penghentian penyidikan yang kontroversial oleh jaksa atau
polisi
0 100 0 100
*disesuaikan dengan cakupan analisis Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto, yaitu tingkat kabupaten
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 39 Lampiran 2. Rangkuman 5W1H Artikel dalam Koran
Tanggal
terbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
1-Jan-20
TPA Belahan Tengah Overload
22 Kabupaten Mojokerto
DPRD mewacanakan
penghentian sementara
perizinan pertambanga
n galian C (pasir dan batu) di Kabupaten Mojokerto
Kabupaten
Mojokerto 2020
Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto:
Ayuni Zuroh
Dikhawatirkan keberadaan galian C
ilegal yang merusak lingkungan itu memicu potensi
bencana alam, terutama pada
bulan-bulan ini yang memasuki musim
penghujan
DPRD Kabupaten Mojokerto saat ini tengah
menyusun draf rekomendasi terkait maraknya keberadaan
galian C ilegal. Pasca digelarnya Focus Group
Discussion (FGD) yang meibatkan multi instansi dan elemen masyarakat.
Rekomendasi itu akan dikirimkan ke Pemprov
Jatim dan DPR-RI
8-Jan-20
Pengendara Celaka Akibat
Jeglongan
17 Pungging
Warga menanam pohon pisang
di tengah jalan raya sebagai bentuk protes
akibat belum adanya perbaikan jalan yang mengalami
kerusakan
Desa Kembangri
nggit, Kecamatan
Pungging, Kabupaten Mojokerto
Kemarin (07/01/2 020)
Warga setempat:
Abdul Mukhid dan
Mujahidin
Sebab, jalan yang menghubungkan Kecamatan Pungging
dan Kecamatan Ngoro ini dinilai membahayakan bagi
pengndara
Sebelumnya warga seringkali menimbun
sejumlah jalan yang berlubang dengan pasir,
namun hal itu tak bertahan lama. Akibatnya
tak jarang para pengendara yang melintas
mengalami kecelakaan, bahkan pernah ada yang
tewas. Oleh karena itu, warga berharap agar
persoalan ini segera ditangani pihak terkait.
Sementara itu Kabid Pemeliharaan Jalan DPUPR
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 40
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
Kabupaten Mojokerto, Kendri Surya, mengaku
belum tau kondisi kerusakan tersebut dan berjanji akan menurunkan
tim untuk memastikan kerusakan yang dikeluhkan warga
10-Jan-20
Kepala Disperindag
Ditetapkan Tersangka
25 Jatirejo
Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag),
Didik Pancaning
Argo, ditetapkan
tersangka oleh penyidik
atas dugaan penyalahguna an wewenang
ketika menjabat
sebagai kepala Dinas
PUPR
Desa Sumberag
ung, Kecamatan
Jatirejo, Kabupaten Mojokerto
Kemarin (09/01/2 020)
Didik Pancaning
Argo (tersangka)
Karena Proyek normalisasi diduga
fiktif di irigasi Candilimo atau Sungai Pikatan, Desa
Sumberagung
Pada Januari 2017 silam, proyek normalisasi tersebut menimbulkan
polemik di tengah masyarakat. Pengerukan
kekayaan alam yang dikemas dalam normalisasi sungai diduga abal-abal. Masyarakat dari
berbagai desa beberapa kali menggelar demonstrasi sebagai bentuk protes. Selain dinilai banyak kejanggalan,
bebatuan hasil pengerukan dengan alat
berat tersebut juga dikomersilkan. Beberapa
kali, warga yang geram juga menyegel alat berat yang beroperasi di lokasi
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 41
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
14-Jan-20
Parkir Ngawur
di Trotoar 17 Kabupaten Mojokerto
Pengguna jalan mulai mengeluhkan
sejumlah kedaraan roda
empat dan truk yang
parkir sembarangan
di trotoar
di sepanjang
trotoar Jalan Raya RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto
Jumat (10/01/2
020)
pengguna jalan dan warga setempat
(yang mengeluhka
n)
Kendaraan yang parkir sembarangan
tersebut mengganggu arus
lalu lintas, akses pejalan kaki, dan tidak elok dipandang
karena kesannya tidak tahu aturan dan
sopan santun
Pengguna jalan dan warga setempat mengeluhkan
kendaraan yang parkir sembarangan di trotoar atau bahu jalan, namum
tidak ada upaya penertiban dari petugas
yang bersangkutan.
Padahal lokasi itu kompleks perkantoran
yang tidak jauh dari Pengadilan Negeri.
Sehingga diharapkan ada sanksi tegas dari instansi Pemkab Mojokerto untuk
menertibkannya, bila perlu dibuka parkir khusus
di sekitar lokasi tersebut
16-Jan-20
Dewan Desak PU Perbaiki Jalan Utara
Sungai
17 Kabupaten Mojokerto
Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto mendesak pemerintah
daerah setempat
untuk memperbaiki
ruas jalan di utara Sungai
Brantas
Jalan Raya Kupang Jetis ke utara Jalan
Raya Dawarblan
dong
2020
DPRD Kota Mojokerto
(yang mendesak),
Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto
(yang menyikapi)
Sebab, kondisi sejumlah ruas jalan
beton rusak dan menghawatirkan bagi
pengguna jalan
Terdapat ruas jalan beton yang mengalami renggang antara dua sisi, seperti di
ruas Jalan Losari Gedeg arah Kupang Jetis.
Dikhawatirkan hal tersebut membuat pengendara sepeda motor
terjatuh. Rencananya, DPUPR memberikan semacam talud pada samping kiri-kanan ruas
jalan yang diletakkan
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 42
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
bersilangan setiap lima meter, agar kondisi tidak
semakin parah
16-Jan-20
Pelayanan Terganggu, Penganggaran
Macet
17 Kabupaten Mojokerto
Pemerintahan di dua desa,
Desa Lakardowo
dan Desa Talok, belum
memiliki kades definitif
Desa Lakardowo
, Kecamatan
Jetis dan Desa Talok, Kecamatan
Dlangu
Kemarin (15/01/2 020)
Sekretaris Komisi I
DPRD Kabupaten Mojokerto:
Rindahwati (yang menanggapi
)
Karena penundaan pemilihan kepala
desa (pilkades)
Imbas di balik penundaan pilkades yaitu terjadi
kekosongan jabatan perangkat desa. Jabatan
anggota BPD pun juga lowong. APBDes tahun
2020 gagal disusun sehingga gaji perangkat desa menjadi terlambat.
Alokasi DD, BK, dan plot anggaran lain terancam gagal terserap. Sehingga
juga berdampak pada pelayanan masyarakat menjadi terganggu dan
penyelenggaraan pembangunan terancam macet. Wakil Ketua Komisi
I DPRD Kabupaten Mojokerto, Hadi Fatkhur
Rohman menambahkan opsi menggelar pilkades
susulan.
17-Jan-20
Merasa Dijajah, Minta
Pangkalan Ditutup
17 Pacet
Masyarakat Desa Cepokolimo
menggelar aksi protes
Dusun Kambenga
n, Desa Cepokolim
o,
Kemarin (16/01/2 021)
Warga Desa Cepokolimo
Kemunculan pangkalan pengisian
air tersebut membuat sumber air
yang kesehariannya
Sebelum menggelar aksi, warga sempat ingin melakukan komunikasi dengan pihak pengusaha
pangkalan isi ulang air
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 43
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
kepada oknum pengusaha
yang mengkomersil
kan air bersumber dari Lereng Gunung Welirang
Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto
dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan hidup dan
pertanian warga perlahan menyusut
pegunungan tersebut, namun permintaan itu tak
dihiraukan. Setelah aksi ini, warga menjatuhkan deadline dua hari kepada
kepala desa untuk menyelesaikan polemik
tersebut
23-Jan-20
Lurah Dicopot dan Diproses
Hukum
25 Kabupaten Mojokerto
Terdapat beberapa lurah di Kabupaten Mojokerto yang dipecat
dari jabatannya
Beberapa desa di Kabupaten Mojokerto
2020
Bupati Kromodjojo (menindak);
Lurah Desa Penompo,
Jetis:
Satruno (tersangka);
Lurah Desa Pohjejer di wilayah Onderan Pugeran:
Giso (tersangka);
Sejarawan Mojokerto:
Ayuhanafiq;
warga asal Desa Kedungsari,
Karena terbukti melakukan penyalahgunaan kewenangan terkait
pajak yang dibebankan pada masyarakat, mulai dari, pajak kepala, pajak penghasilan, serta sejumlah pajak
lainnya
Sejarawan Mojokerto, Ayuhanafiq, mencontohkan seorang
kepala desa memiliki kewenangan atas semua lahan milik warga. Otoritas itu kerap dijadikan tameng bagi lurah untuk memaksa warga untuk membayar berbagai pajak. Salah satu
warga asal Desa Kedungsari, Kemlagi mengatakan bahwa sistem
itu yang kemudian dijadikan alat untuk menekan warga supaya mau menyewakan lahan.
Sementara itu, Bupati Kromodjojo mengambil
langkah tegas untuk menindak pejabat
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 44
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
Kemlagi pemerintahab yang
terlibat praktik korupsi tersebut
27-Jan-20
Antre Lama, E-KTP Tak Bisa
Dicetak
17 Kabupaten Mojokerto
Para pemohon E-KTP yang rela
berjubel dan atre di depan loket kecewa, karena gagal
melakukan pencetakan
E-KTP
Kantor Dispenduk (pemohon
E-KTP)
Petugas loket menolaknya dengan alasan pencetakan
E-KTP belum bisa dilakukan kalau Surat
Keterangan masih berlaku
Pemohon E-KTP berondong-bondong
mendatangi kantor Dispendukcapil) dan rela antre berdesakan lantaran
khawatir kehabisan blangko E-KTP. Terdapat
beberapa warga yang kecewa saat pengajuan
pencetakan E-KTPnya ditolak petugas lantaran Surat Keterangan miliknya
masih berlaku. Warga berharap Dispendukcapil
memperbaiki pelayanan untuk masyarakat, jangan
sampai pemohon E-KTP terlantar. Apalagi infrastruktur kurang
memadai, sehingga masyarakat yang berada di
sana menjadi tidak nyaman
28-Jan-20
Penataan Pasar Dinoyo
Amburadul
17 Jatirejo
Ratusan kios Pasar Tradisional Dinoyo yang
telah
Pasar Tradisional
Dinoyo
2020
Pedagang Pasar Tradisional
Dinoyo
Karena imbas penataan pasar yang amburadul membuat pedagang setempat
tak tertata dengan
Hal ini terjadi setelah puluhan pedagang baru menjajakan dagangannya
dengan memanfaatkan bahu jalan. Termasuk jalan
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 45
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
dibangun dengan anggaran Rp 16,4 miliyar, belakangan banyak yang
tidak dimanfaatkan
pedagang atau dikosongkan
baik lorong menuju jalan pasar.
Kondisi itu membuat pedagang lama yang sudah menetap puluhan
tahun merugi.
Dagangannya yang berada dalam kios tak tersentuh
konsumen. Masyarakat yang hendak belanja ke pasar tertahan memilih membeli ke pedagang di bahu jalan, sehingga tak perlu repot memarkir
motornya
30-Jan-20
Protes Penambangan,
Nekat Jalan Kaki Temui Presiden
17 Kabupaten Mojokerto
Tiga warga Desa Lebakjabung memutuskan untuk datang langsung
dengan berjalan kaki
ke Jakarta untuk menemui
langsung Presiden Joko
Widodo
Kabupaten
Mojokerto 2020
3 warga Desa Lebakjabung , Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto:
Ahmad Yani (45), Sugiatoro (31), Heru Prasetyo
(26)
Meminta keadilan agar penambangan
liar di hulu sungai dari titik mata air
yang ada di Mojokerto Selatan,
khususnya Desa Lebakjabung distop
Aksi itu terdorong oleh rasa kepedulian atas
dampak kerusakan lingkungan yang terjadi
dari aktifitas penambangan, khususnya
ancaman terhadap sumber mata air di aliran
Sunagi Seloliman.
Kekhawatiran semakin mereka rasakan, karena kawasan penggalian sudah
memasuki kawasan hutan lindung. Mereka mengaku
sudah tidak mampu melakukan perlawanan di daerah karena aturan yang
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 46
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
tumpang tindih.
31-Jan-20
Kubu Pro dan Kontra Limbah
Industri Gelar Demo
17 Kabupaten Mojokerto
Ratusan masa warga Desa Lakardowo
mengawal sidang perdana atas
perkara limbah B3 PT
PRIA
di depan Pengadilan
Negeri Mojokerto
Kamis (30/01/2
020)
Warga Desa Lakardowo, Kecamatan
Jetis
Warga mengeluhkan adanya pencemaran
lingkungan yang dilakukan oleh PT
PRIA
Ketua Penduduk Lakardowo Bangkit, Nurasim mengatakan bahwa izin PT PRIA baru keluar tahun 2014, namun
izin tersebut terkait tentang Pemanfaatan dan
Pengolahan Limbah B3 bukan izin penimbunan.
Setiap harinya kuran lebih ada 60 transporter PT
PRIA masuk ke Desa Lakardowo dengan membawa berbagai macam limbah B3. Setiap
hari warga mnghirup udara bercampur debu B3
yang ditimbulkan dari aktifitas PT PRIA.
Dampaknya sejak enam tahun lalu, warga tidak bisa menggunakan air sumur akibat tercemar
5-Feb-20
Warga Mulai Mengeluh
Gatal
17 Sooko
Semakin meluasnya banjir di desa
Tempuran membuat ponkesdes tidak dapat
2020 petugas kesehatan
Fasilitas kesehatan mulai tersendat
karena banjir membuat warga
mengeluhkan berbagai penyakit
Ponkesdes tidak lagi bisa menampung warga yang
terdampak banjir dikarenakan semakin meluasnya wilayah yang tergenang air. Posko yang
awalnya terletak di balai
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 47
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
menampung desa Tempuran
dipindahkan ke tempat yang lebih aman, dikarenakan balai desa sudah mulai tergenang.
Dimana posko kesehatan yang baru akan di operasikan selama seharian penuh, dikarenakan warga
terdampak mulai mengeluhkan berbagai
macam penyakit
5-Feb-20
Banjir Tak Kunjung Surut
Aktivitas Lumpuh
17 Sooko
Pasokan Bahan Makanan
Menipis
2020
Desa Tempura
n, Kecamat an Sooko
Warga
warga terdampak banjir belum mendapatkan
bantuan
Banjir di desa Tempuran semakin meluap, sueb salah satu warga mengaku
terpaksa mengungsi ke tempat saudaranya karena
rumahnya terendam air setinggi 60cm. Warga setempat juga mengaku
belum mendapatkan bantuan dari pemerintah selama tiga hari ini. Warga
juga meminta intansi terkait untuk mengeruk
sungai yang terjadi pendangkalan.
6-Feb-20 Warga Butuh
Solusi Banjir 17 Sooko
Setiap tahun Bekucuk dan Tempuran
2020
Desa Tempura
n,
Warga
Warga setempat mendesak pemkab
Mojokerto untuk
Banjir yang tak kunjung surut sudah menjadi langganan tiap tahun
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 48
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
terendam air Kecamat
an Sooko
mencari solusi menangani banjir
untuk desa Tempuran.
Warga mengaku sudah melakukan usulan penanganan banjir sejak
10 tahun yang lalu.
Menilik dari penyebab banjir, warga gotong royong memasang karung berisi pasir di pintu rumah
guna menghalau air masuk.
6-Feb-20
Warga Terdampak Kesulitan Air
Bersih
17 Sooko
Warga mulai kesulitan menerima air
bersih
2020
Desa Tempura
n, Kecamat an Sooko
Warga
Sumber mata air dari sumur keruh dan
warga belum menerima bantuan
air bersih
Banjir yang terus berkepanjangan menyebabkan sumber
mata air dari sumur menjadi keruh dan tidak
layak untuk konsumsi.
Warga setempat mengaku sudah mendapatkan nasi bungkus, namun untuk air
bersih belum mendapatkannya. Warga
berharap pemerintah memberikan bantuan air
bersih
10-Feb-20
Tak Bisa Memasak, Pelaku Usaha
Tutup
17 Mojokerto
Terputusnya saluran PDAM
Kabupaten Mojokerto dikeluhkan
warga
2020 Mojokert
o Warga
Kondisi tersebut berdampak pada
kesulitan mendapatkan air
bersih dan memacetkan usaha.
Sebanyak 22 titik sambungan air PDAM Kab.
Mojokerto mengalami kerusakan, pipa terputus
akibat longsor dan arus banjir. Beberapa wilayah
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 49
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
Sebab sudah 3 hari air tidak mengalir
sudah bisa teratasi namun salah satu warga Desa Pugeran dan sekitarnya belum mendapatkan jatah
bantuan air bersih.
13-Feb-20
Warga Terdampak Praktik Galian
C
17 Mojokerto
Warga mengadu
kepada legislatif dan
eksekutif menuding kerusakan lingkungan itu
terimbas keberadaan lokasi galian C
yang beroperasi di desa mereka
2020 Desa
Jabung Warga
Warga mengaku galian C menyebabkan mampetnya sumber air hingga hilangnya
irigasi pertanian pertanian
Hal tersebut terjadi akibat beroprasinya galian C,
menindak lanjuti pelaporan warga, dewan berjanji akan memanggil instansi terkait untuk rapat dengar pendapat
14-Feb-20
Tanggul Kritis, Ancam Gedung
TPQ
17 Mojoanyar
Mengancam pondasi gedung TPQ
2020 Mojoany
ar Warga
Empat tahun ambrol, tak tersentuh
perbaikan
Tanggul ambrol yang verlokasi tidak jauh dari
TPQ membuat warga merasa was-was. Menilik
dari curah hujan yang belakangan ini semakin tinggi, mereka semakin khawatir apabila tanggul ambrol semakin melebar dan berdampak pada buah
hati yang mengaji.
Sayangnya pihak terkait
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 50
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
tidak melakukan penanganan, pembuatan
tanggul sementarapun juga tidak dilakukan.
17-Feb-20
Gorong-Gorong Tersumbat, Warga Protes
16 Sooko
Gelar tuntutan:
Warga membongkar
bagian gorong-gorong yang tersumbat di dusun/ desa Kedungmaling
2020
Tak kunjung mendapatkan perbaikan
gorong-gorong selama 5 tahun
Tertutupnya saluran air dengan pasir dan tanah, sering membuat air hujan
meluap sehingga menggenangi rumah warga. Tak tersentuh perbaikan selama 5 tahun,
warga geram hingga melakukan aksi. Aksi tersebut berupa pembongkaran sebagian
gorong-gorong serta membentangkan poster
tuntutan. Warga mengancam apabila dalam
waktu satu minggu tidak ada respon, warga akan
membongak seluruh gorong-gorong
19-Feb-20
Jalan Desa Pinggiran Berlumpur
17 Jatirejo
Akses jalan perkampunga
n dan dikawasan
pinggiran rusak serta berlumpur
2020 Jatirejo
Warga
Hujan yang mengguyur wilayah
serta minimnya perbaikan infrastruktur
Kondisi jalan sebagai penghubung antar dusun
dikeluhkan warga. Jalan tersebut juga dilewati oleh
anak sekolah. Namun mereka harus ekstra
hati-hati dikarenakan kondisi aspal sejauh 50 meter
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 51
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
sudah tidak terlihat, yang terlihat hanya makadaman
yang menonjol. Warga menilai perbaikan yang dilakukan tiga tahun lalu
tidaklah maksimal
22-Feb-20
Keluhkan Beras Bantuan
Remuk dan Apek
17 Dawarbland ong
Sejumlah warga mengeluhkan beras bantuan
pangan nontunai
(BPNT)
2020 Dawarbla
ndong Warga
Kualitas bantuan periode bulan Februari tak layak
konsumsi
Dibandingkan dengan penerimaan bulan kemarin, pada bulan Februari ini beras yang
diterima kualitasnya sangat jelek. Warga mengaku selama menerima bantuan, baru
kali ini mendapat yang seperti ini. Supaya bisa
dimakan, warga mensiasati dengan mencampur beras tak layak tersebut dengan
beras bagus. Saat dikonfirmasi kepada lembaga terkait, mereka tidak mendapat jawaban
pasti
24-Feb-20
Limbah Medis Berserakan di
Tanggul
17 Jatirejo
Limbah medis kembali ditemukan di
tanggul sunggai bawah
2020
Desa Dinoyo, Kecamat
an Jatirejo
Warga
Limbah tersebut disinyalir sengaja dibuang oknum yang
tidak bertanggung jawab ditengah tumpukan sampah
Limbah selang infus ditemukan warga peduli
lingkungan pada saat bersih-bersih sampah di hari peduli sampah rumah
tangga. Lokasi
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 52
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
jembatan Desa Dinoyo,
Kecamatan Jatirejo.
rumah tangga pembuangan limbah tersebut berada tak lebih 200 meter dari puskesmas
Jatirejo
26-Feb-20
Tuntut Kasus Percepatan
PTSL 2017 Dihentikan
17 Mojokerto
Puluhan warga Desa
Wonodadi menuntut kejaksaan menghentikan
kasus percepatan
PTSL
2020 Mojokert
o Warga
Warga mengaku berterimakasih dengan adanya prona
atau PTSL, berkatnya sertifikat telah keluar
Masyarakat mengakatakan bahwa biaya yang dibayar sudah
melalui musyawarah, namun terdapat beberapa masyarakat yang meminta
dugaan adanya pungli prona dan PTSL.
Pengaduan tersebut memiliki data dan materi
yang lengkap, sehingga kejaksaan tidak bisa menghentikan secara langsung. Pihaknya akan
memanggil saksi yang memiliki nominal diatas
3jt hingga 4jt
1-Mar-20
2 Rumah Hanyut Terseret
Sungai Marmoyo
17 Kemlagi
2 Rumah Hanyut Terseret Sungai Marmoyo dan 15 KK waswas
terkena dampak abrasi
28-Feb-20
Dusun Tugurejo
RT 4 / RW 3, Desa Mojojaja
r, Kec.
Kemlagi
Penduduk sekitar sungai Marmoyo,
Sueb, Pemdes Mojojajar,
Pemkab Mojokerto,
Tumiran,
Terjadi abrasi di pinggir sungai
Marmoyo
Warga sudah beberapa kali mengadu dan membuat laporan ke Pemdes maupun Pemkab
bahwa penduduk sekitar sudah terancam abrasi sungai Marmoyo namun
tidak digubris. Kepala BPBD sudah melakukan
assessmen terkait
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 53
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
Wakimin, Kepala BPBD
Kab Mojokerto, Perum Jasa
Tirta, Gubernur Jatim, ESDM
Jatim
penanganan dan antisipasi bencana di desa Mojojajar tersebut, kemudian BPBD juga sudah mengirim surat
ke Jasa Tirta, Gubernur Jatim dan ESDM Jatim
mengenai bencana tersebut
1-Mar-20
Jembatan Tergerus Sungai
17 Pungging
Jembatan penghubung antar Dusun
Panjer dan Dusun Pekojo
Desa Tunggalpager
ditutup karena beton
penyangga mulai tergerus air
sungai dan terlihat retakan-retakan
28-Feb-20
Desa Tunggalp ager, Kec Pungging
Amin, Utomo,
Kades Tunggalpage
r
Penutupan jembatan dilakukan karena beton penyangga tergerus air sungai dan retak sehingga membahayan bagi yang ingin melintas
Warga menutup akses melewati jembatan anatar
desa karena membahayakan.
Kerusakan jembatan ini sudah disampaikan ke Kepala Desa Tunggalpager
dan telah direspon oleh pemerintah desa
setempat
2-Mar-20
Bacabup Berebut Rekom PKB,
Pasangan Yoko-Nisa Kembalikan
23 Mojoanyar
Bacabup Yoko-Nisa menyerahkan
berkas pendaftaran sebagai Calon
1-Mar-20
Kantor PKB Kab. Priyono,
Choirun Nisa, Muhammad
Mauludi
Pengembalian berkas pendaftaran ini diperlukan untuk
mendapatkan dukungan dari PKB
Kab. Mojokerto
Bakal Calon Bupati Yoko-Nisa mendatangi kantor PKB Kab. Mojokerto bersama tim suksesnya dan menyerahkan berkas
pendaftaran ke panitia
Indeks Demokrasi Kabupaten Mojokerto 2020 54
Tanggalterbit Judul Berita Indikator Kecamatan What When Where Who Why How
Berkas Pendaftaran
Bupati dan Wakil Bupati
ke Partai Kebangkitan
Bangsa Kabupaten Mojokerto
Mojoany ar
Irwin, Panitia Pendaftaran,
untuk dapat maju sebagai Pasangan
Calon Bupati Mojokerto
pendaftaran partai tersebut
3-Mar-20
Berharap Ranu Manduro Direklamasi
22 Ngoro
Ketua Komisi III DPRD Kab.
Mojokerto menyatakan bahwa galian
C tersebut harus direklamasi
terlebih dahulu
2-Mar-20 Mojokert o
Ketua Komisi III DPRD Kab.
Mojokerto
Menurut aturan yang
Menurut aturan yang