BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
B. SMP N 2 KEDU
1. Gambaran Umum SMP N 2 KEDU a. Tinjauan Historis
Sejarah berdirinya SMP Negeri 2 Kedu tepatnya diawali
dengan berdirinya tempat yang memiliki luas tanah 12.040 m2 dan
luas bangunan 2.875 m2. Bangunan sekolah ini berdiri pada tahun
1990 dan beroperasi sejak tanggal 1 Juli 1990, yang diresmikan
oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan dengan nama Sekolah Menengah
Pertama (SMP). Kepala Sekolah pertama kali untuk SMP Negeri 2
Kedu diampu oleh Bapak Juwariyanto selaku Kepala SMP Negeri 2
Kedu. Beliau mengampu SMP Negeri 2 Kedu mulai periode Juli
Tabel 1. Nama Pejabat Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kedu
No N a m a Dari sampai dengan
1. Drs. Juwariyanto 1990 s/d 1994 2. Drs. Martono 1994 s/d 1997 3. Muslikhin, S.Pd 1997 s/d 2000 4. Drs. Murwanto 2000 s/d 2004 5. Drs. Suyono 2004 s/d 2006 6. Mahsun B, S.Pd 2006 s/d 2009 7. Heru Setyo Aji, S.Pd 2009 s/d 2012 8. Sugi S, S.Pd, M.Pd 2012 s/d Sekarang
(Arsip SMP N 2 Kedu, 12 November 2014)
b. Visi dan misi 1) Visi Sekolah
“Melejitnya kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual
menuju generasi mandiri dan kompetitif berwawasan nasional
dan internasional.” 2) Misi Sekolah
a) Mewujudkan pribadi-pribadi warga sekolah yang cerdas dan mandiri serta mampu bersaing di tingkat nasional
maupun internasional;
b) Mewujudkan pribadi-pribadi warga sekolah yang memiliki budaya nasional dan mampu mengadopsi serta
mengadaptasi budaya global;
c) Mengembangkan fasilitas dan sumber belajar sekolah yang berstandar internasional;
d) Mewujudkan keorganisasian dan managemen sekolah yang solid berstandar internasional;
e) Mewujudkan partisipasi mbakyarakat guna mendukung program sekolah;
f) Mewujudkan sistem penilaian berstandar internasional. (Arsip SMP N 2 Kedu, 12 November 2014)
c. Letak Geografis.
SMP Negeri 2 Kedu merupakan salah satu sekolah yang
berada di Desa Gondangwayang, Kecamatan Kedu, Kabupaten
Temanggung. SMP Negeri 2 Kedu berlokasi di sebelah akses
jalan utama yang menghubungkan arah jalan dari Kecamatan
Kedu menuju Kecamtan Jumo Walaupun SMP Negeri 2 Kedu
berada di daerah desa pinggiran, namun ketenangan kegiatan
belajar mengajar cukup nyaman dengan didukung fasilitas belajar
yang memadai.
Dengan luas tanah 12.040 m2 SMP Negeri 2 Kedu pada tahun
2013/2014 memiliki 18 rombel yang terdiri dari: 6 rombel untuk
kelas VII dengan jumlah siswa 146 orang, 6 rombel untuk kelas
VIII dengan jumlah siswa 131 orang, dan 6 rombel untuk kelas
d. Struktur Organisasi
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kedu Kabupaten
Temanggung yang sekarang adalah Bapak Sugi,S.Pd,M.Pd.
Dalam melaksanakan tugas, Kepala Sekolah dibantu oleh Wakil
Kepala Sekolah, Ketua-Ketua Urusan, Guru, TU dan Karyawan,
dan yang tidak kalah penting adalah Komite Sekolah yang turut
mengawasi arah kebijakan pengembangan sekolah.
e. Data Sekolah
a. Nama penyelenggara Sekolah : Dinas Pendidikan
b. Nama Sekolah : SMP N 2 Kedu.
c. NSS/NIS/NSM : 201032307066.
d. NPSN : 20321453.
e. Status : Negeri.
f. Tahun didirikan : 1990.
g. Tahun Beroperasi : 1990
h. No. dan tanggal pengesahan : Lc/2.c/256/PGM/SMP/1990
i. Alamat : Desa Gondangwayang
j. Telepon : 02935528681
k. Email : [email protected]
f. Data Luas Lahan, Bangunan Sekolah dan setatus tanah a. Status tanah : Bersertifikat / hak milik.
b. Surat kepemilikan tanah : Wakaf.
c. Luas keseluruhan : 12.040 m2
~ L = 12.040 m2 Nomor Sertifikat :
P15 / 1990
d. Status bangunan : Milik
e. Surat ijin bangunan : No.-
f. Luas bangunan : 2.875 m2
Luas tanah yang pakai lainya : 7.281 m2
(Arsip SMP N 2 Kedu, 12 November 2014)
g. Data Akreditasi
a. Jenjang : Terakreditasi A.
b. Kode SK : 034/01/2011
c. Tempat, tanggal SK : 27/10/2011.
d. Tahun Berlaku : Mulai Tahun Ajaran 2011/2012 s.d 2015/2016.
e. Lembaga SK : Badan Akredetasi Nasional Sekolah/Sekolah
(BAN-S / M)
h. Data siswa tahun ajaran 2013-2014
Jumlah siswa SMP Negeri 2 Kedu Kabupaten
Temanggung relative stabil. Untuk jumlah rombel masih tetap 18
rombel hanya yang berubah adalah tingkatnya. Pada tahun ajaran
2014/2015 dapat dijabarkan sebagai berikut: (a) Kelas VII (terdiri
dari 6 rombel ), berjumlah 146siswa; (b) Kelas VIII (terdiri dari 6
rombel ), berjumlah 132 siswa; (c) Kelas IX 9 terdiri dari 6
rombel ), berjumlah 132 siswa. Sehingga total jumlah siswa SMP
Negeri 2 Kedu Kabupaten Temanggung pada tahun ajaran
2014/2015 sebanyak 408 siswa. Berdasarakan jumlah kelas
maupun rombel, data dan jumlah siswa SMP Negeri 2 Kedu
Kabupaten Temanggung dalam 3 tahun terakhir adalah sebagai
berikut:
Tabel 2. Tenaga Pendidik dan Staf Tata Usaha SMP Negeri 2
Tahun Ajaran
Jml Pen dftr
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
Jumlah (Kls 7+8+9) Jml Siswa Jml Rom bel Jml Siswa Jml Rom bel Jml Siswa Jml Romb el Jml Siswa Jml Rbl 2012/ 2013 128 128 6 121 6 134 6 383 18 2013/ 2014 152 136 6 129 6 131 6 396 18 2014/ 2015 178 144 6 132 6 132 6 408 18
i. Keadaan Guru dan Karyawan
Guru SMP Negeri 2 Kedu berjumlah 46 orang, yang
memiliki latar belakang pendidikan lulus akademi atau perguruan
tinggi. Selain tenaga pendidik terdapat juga tenaga pendukung.
Staf Tata Usaha berjumlah 8 orang, untuk tenaga pustakawan dan
laboran masih diampu oleh guru mata pelajaran. Baik tenaga
pendidik maupun tenaga pendukung berupaya memberikan yang
terbaik demi peningkatan mutu dan kualitas SMP Negeri 2 Kedu
Kabupaten Temanggung.
Peran guru dalam prsoses pembelajaran diantaranya
sebagai pendidik, contoh atau teladan bagi siswa, pengajar
administrator. Guru harus memiliki kompetensi-kompetensi
tertentu dalam dunia pendidikan. Selain itu, dalam mengajar
hendaknya guru memiliki metode-metode tertentu karena sangat
penting bagi tercapainya tujuan pembelajaran.
Tabel 3. Tenaga Pendidik dan Staf TU SMP Negeri 2 Kedu
NO NAMA JABATAN
1 Sugi S, S.Pd, M.Pd Kepala Sekolah
2 Dra ASTUTI HARNAWATI GURU
3 PUDJI HASTUTI,S.pd GURU
4 SUGIYONO,S.pd GURU
6 HERIYATUN,S.pd GURU
7 HERI WIBOWO GURU
8 HENI PRASTUTI,S.pd GURU
9 SISPRIYATININGSIH,S.pd GURU
10 NUNG ROHIMATUL RF,S.pd GURU
11 WIYATI,S.pd GURU
12 TRI HADI WIJANARKO,S.pd GURU
13 WIDI HERMAWAN,S.pd GURU
14 Dra.NGAININ TASNIM GURU
15 SLAMET SUPENI,S.pd GURU
16 FARIDA AZIZAH,S.pd GURU
17 TUMPUK SUSILOWATI,S.pd GURU
18 BUDI LESTARI,S.pd, M.pd GURU
19 NANANG HARYANTO,S.pd GURU
20 RENI SUSANTI,S.pd GURU
21 HARDIYANTI,S.pd GURU
22 IRAWATI SAROFAH,S.pd GURU
23 CAHYANINGTYAS,S.pd GURU
24 Dra.ENDANG PUJI ASTUTI GURU
25 AGUNG WIDIYANTO,S.pd GURU
26 RINA DWI KUSUMAWATI,S.pdi GURU
27 HAFID ABD,S.pdi GURU
28 NUR EFENDI,S.pd GURU
29 ALI NUR MA’RUF,S.pd GURU
30 WINARNI KTU
31 INSIYAH STAF TATA USAHA
32 MUHSON AFIFI STAF TATA USAHA
33 NUR AFENDY STAF TATA USAHA
34 RATINGSIH STAF TATA USAHA
35 WAHYU PRATIWI PERPUSTAKAAN
36 SUYANTO PENJAGA
37 KHAMIM PENJAGA
(Arsip SMP N 2 Kedu, 12 November 2014)
j. Fasilitas SMP N 2 Kedu
Sarana dan prasarana sekolah penting untuk menunjang
proses pembelajaran. Ada ruang kepala sekolah, ruang guru,
ketrampilan, ruang koperasi, ruang perpustakaan, ruang BP/BK,
dan kantin. Ruang laboratorium terdiri dari laboratorium IPA dan
laboratoriun komputer.
Lokasi SMP Negeri 2 Kedu Kabupaten Temanggung juga
merupakan hostpot area sehingga memungkinkan siswa dapat memperoleh informasi lewat internet. Dengan adanya hotspot
area, diharapkan siswa untuk lebih termotivasi dan tekun dalam
pencarian segala komponen, atau materi yang mendukung tujuan
dari kegiatan belajar mengajar. SMP Negeri 2 Kedu Kabupaten
Temanggung melaksanakan pembelajaran secara intrakurikuler
dan ekstrakurikuler. Kegiatan belajar intrakurikuler telah diatur
dan ditetapkan dalam Garis Besar Program Pembelajaran
(GBPP), sedangkan kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan
tambahan di luar jam pelajaran untuk menyalurkan bakat dan
minat siswa. Kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 3 Kedu
Kabupaten Temanggung antara lain: Sepak Bola, Volley Ball,
Futsal, , Pramuka dan Paduan Suara.
Berikut adalah data ruang kelas di SMP Negeri 2 Kedu
Tabel 4. Data Ruangan Kelas SMP Negeri 2 Kedu JumlahRuangKelasAsli (d) Jmlh ruang lain yang digunakan untk ruang kls Jmlh ruang yang digunakan untuk ruang kls Ukuran 7x9m2 (a) Ukuran >63M2 Ukuran < 63M2 Juml d=(a+ b+c) Ruang Kelas 18 - - 18 Jumlah ruang Yaitu - 18
(Arsip SMP N 2 Kedu, 12 November 2014)
Tabel 5. Data Ruangan SMP Negeri 2 Kedu
No Jenis Ruangan Jumlah
( buah)
Ukuran (m2)
1 Ruang Kelas 18 8 x 9
2 Ruang Perpustakaan 1 7 x 11
3 Ruang Ketrampilan 1 7 x 14
4 Ruang Lab IPA 1 7 x 12
5 Ruang Lab Komputer 1 7 x 12
6 Ruang Kep. Sek. 1 5 x 4
7 Ruang Guru 1 9 x 7
9 Ruang BP/BK 1 2 x 7
10 Ruang UKS 1 3 x 4
11 Ruang Penjaga 1 5 x 6
12 Ruang Ibadah 1 7 x 8
13 Ruang Kantin 1 2 x 3
(Arsip SMP N 2 Kedu, 12 November 2014)
Tabel 6. Data sanitasi dan air bersih
No Ruang/Fasilitas Jml Ruang Jml M2
1 WC Siswa Putra 9 27
2 WC Siswa Putri 9 27
3 WC Guru 3 9
Tabel 7. Data Alat Penunjang Kegiatan Pembelajaran
No Jenis Jml/ Set/buah
1 Bhs. Indonesia 8 kamus
2 Matematika 4 set
3 IPA Fisika 1 paket
4 IPA Biologi 1 paket
5 IPS 1 paket 6 Bhs. Inggris 9 kamus 7 OHP 1 8 Proyektor 6 9 Sound System 2 10 Komp. Desktop 18
(Arsip SMP N 2 Kedu, 12 November 2014)
k. Keunggulan dan kelemahan 1) Keunggulan
SMP N 2 Kedu memiliki letak strategis dimana terletak
di jalur utama yang menghubungkan antara kecamatan Jumo
dengan pusat kota. Sehingga dengan mudah kita akan
terdapat hot spot area yang dapat memudahkan siswa siswanya
dalam mencari referensi pelajaran.
2) Kelemahan
Berlatar belakangkan dari masyarakat desa yang
notabennya adalah petani tembakau Siswa SMP N 2 Kedu
masih banyak sekali yang melanggar tata tertib sekolah.
Dimana siswa SMP N 2 Kedu yang kesehariannya selalu
bergelut dengan rokok, itu dibawa ke sekolah. Jadi siswanya
masih benyak melanggar tata tertib sering merokok di area
sekolah.
2. Temuan Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di Sekolah
SMP N 2 Kedu Kabupaten Temanggung, diperoleh data sebagai
berikut:
a. Pelaksanaan Supervisi Klinis pada Guru Pendidikan Agama Islam di SMP N 2 Kedu Kabupaten Temanggung
Data mengenai pelaksanaan supervisi klinis pada guru
pendidikan agama Islam di SMP N 2 Kedu Kabupaten
Temanggung diperoleh dengan cara wawancara yang mendalam
terlibat langsung dengan supervisor dalam melaksanaan supervisi
klinis. Disamping itu data juga didapatkan dari hasil observasi
lapangan dan studi dokumentasi. Seluruh data yang didapat oleh
peneliti, yakni diterima dari responden atau informan data
penelitian ini. Hasil analisis data tersebut akan dipaparkan dalam
topik selanjutnya.
Pendidikan agama merupakan pendidikan yang harus diajarkan
kepada anak sedini mungkin. Hal ini dikarenakan pendidikan
agama adalah modal awal untuk membentuk moral anak. Oleh
karena itu, guru agama sebagai subjek pembelajaran yang
memiliki tanggung jawab terhadap para siswanya hendaknya
dapat menggunakan pendidikan agama ini untuk membentuk
pribadi siswa yang berakhlak mulia. Akan tetapi tugas yang
dilakukan oleh guru tersebut, hendaknya juga tidak terlepas dari
proses bimbingan dan arahan dari seorang supervisor (disebut
juga dengan supervisi). Hal ini sangatlah dibutuhkan dalam dunia
pendidikan, karena dalam dunia pendidikan guru tidak akan
berhasil jika ia bekerja sendirian. Seorang guru sangat
membutuhkan bimbingan dari supervisor untuk perbaikan dan
penyempurnaan dalam proses pembelajaran yang sering disebut
Dalam pelaksanaannya di SMP N 2 Kedu Kabupaten
Temanggung menurut keterangan yang diberikan oleh Bapak Sugi
selaku kepala sekolah SMP N 2 Kedu Kabupaten Temanggung
bahwa:
“Model Supervisi yang digunakan adalah observasi kelas dengan jalan meneliti suasana kelas selama pelajaran berlangsung dengan tujuan untuk memperolah data yang subyektif mungkin, sehingga dengan bahan yang diperoleh dapat digunakan untuk menganalisa kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru dalam usaha memperbaiki proses belajar mengajar. Selain menggunakan observasi kelas saya biasannya menggunakan model percakapan pribadi. Pelaksanaan supervisi dilakukan oleh tim supervisi, dan pelaksanaanya dilakukan diawal tahun pelajaran baik itu semester satu ataupun dua. Adapun hal yang disampaikan kepada setiap guru adalah bagaimana cara guru itu mengajar masih ada kekurangan atau sudah sesuai.(wawancara dengan Bapak Sugi kepala Sekolah. 5 Maret 2015).
Artinya bahwa supervisi yang dilakukan sudah dijadwalkan
dengan baik. Hal itu dapat dilihat disetiap awal semester dan selalu
dilakukan dalam hal administrasi sekolah maupun proses belajar
mengajarnya atau secara akademik yang meliputi persiapan,
Sugiyono selaku waka kurikulum yang menjelaskan,
“Model yang kami gunakan adalah observasi kelas mbak, jadi kita tahu apa kekurangan dan kelebihan guru. Selain menggunakan observasi kelas kami menggunakan model percakapan pribadi antara supervisor dan guru yang bersangkutan.”(hasil wawancara dengan Bapak Sugiyono. 5Maret 2015).
b. Kendala Pelaksanaan Supervisi klinis pada Guru Pendidikan Agama Islam di SMP N 3 Kedu Kabupaten Temanggung
Faktor penghambat atau kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan supervisi di SMP N 2 Kedu Kabupaten Temanggung, sesuai dengan wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah yaitu:
“Kendala yang biasanya kita temui ketika melakukan supervisi dengan model observasi kelas adalah guru itu terlihat canggung dalam menggajar, karena guru tahu ketika dirinya sedang di observasi. Jadi biasanya guru itu mengajar tidak sesuai dengan cara biasanya mengajar. Kendala menggunakan percakapan pribadi adalah minimnya guru ketika tidak menggajar. Saya juga tidak berani memanggil guru keruangan saya ketika guru itu ada jam mengajar. Mengenai pelaksanaannya ada beberapa guru yang belum memenuhi apa yang saya sampaikan ketika supervisi”.(wawancara dengan Bapak Sugikepala 4 maret 2015).
Hal ini juga disampaikan oleh Bapak Sugiyono yaitu:
“Ketika melakukan observasi kelas guru itu terlihat mengajar seperti dibuat-buat, dengan kata lain guru itu mengajar tidak seperti biasanya mengajar. Mengenai pelaksanaan supervisi ada beberapa guru yang belum memenuhi mengenai proses pembelajaran.
(hasil wawancara dengan BapakSugiyono 5 Maret 2015).
c. Upaya-upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala Pelaksanaan Supervisi Klinis pada Guru Pendidikan Agama Islam di SMP N 3 Kedu Kabupaten Temanggung
Setelah adanya pelaksanaan supervisi klinis maka harus
diadakan tindak lanjut untuk memperbaiki kekurangan yang ada agar
lebih baik. kepala sekolah sekolah SMP N 2 Kedu Kabupaten
Temanggung mengatakan bahwa:
“Tindak lanjut yang saya gunakan Biasanya saya panggil ke ruangan saya mbak, jadi ada interaksi langsung antara saya dengan guru yang bersangkutan dan saya sampaikan setiap ada rapat dengan dewan guru tentang hasil temuan saya. Hal pertama yang saya lakukan adalah bertemu langsung dengan guru yang bersangkutan, kedua berita pembinaan secara tertulis, dan batasan waktu pembinaan disesuaikan dengan kasusnya. Yang pasti saya harus punya catatan- catatan dan bukti itu harus ada dan kedua belah pihak yang pasti guru
itu harus tahu hasil dari pelaksanaan supervisi. Komunikasi dengan guru yang bersangkutan, pengamatan langsung pembelajaran dikelas apabila perlu ditindak lanjuti maka segera dilakukan dan sebaliknya, idialnya pelaksanaan bimbingan dilakukan dengan cara individu dan kelompok”.
(hasil wawancara dengan Bapak Sugi selaku kepala sekolah. 5 Maret
2015).
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa tindak lanjut
yang dilakukan untuk pembinaan guru dilakukan secara kekeluargaan
supaya tidak ada pihak yang tersinggung dan tidak ada pihak lain
yang mengetahui dengan memanggil orang yang bersangkutan secara