• Tidak ada hasil yang ditemukan

Soal Evaluasi :

Dalam dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Halaman 73-88)

kegiatanku pada malam hari

MATERI IPS

2. Soal Evaluasi :

1. Alur campuran ialah gabungan dari alur maju dan alur mundur.

2. Ada 3 yaitu alur maju, alur mundur dan alur campuran.

3. Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar sebuah cerita.

4. Maling kundang, Bawang merah bawang putih, sangkuriang ,gunung takuban perahu dll.

5. Tema kpahlawanan,kejujuran,kebaikan,persahabatan dll.

1. Jawaban benar : skor 5 2. Jawaban kurang tepat : skor 3 3. Jawaban salah : skor 1 4. Tidak membuat jawaban : skor nol

124

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Sekolah : SD Negeri Gadingan

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas/Semester : V/1

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

Hari/Tanggal Pelaksanaan : Jum’at, 26 Agustus 2016

Disusun Oleh :

Nama : ROHMAT WIJIYANTO NIM : 13108244020

Program : S1-PGSD

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH DAN SEKOLAH

DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2016

125

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Sekolah : SD Negeri Gadingan Kelas/Semester : V/1

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

A. Standar Kompetensi

3. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu, Buddha, dan Islam, keragaman kenampakan alam dan suku bangsa, serta kegiatan ekonomi di Indonesia.

B. Kompetensi Dasar

1.3. Menceritakan tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia.

C. Indikator

1.3.1. Menceritakan tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia

1.3.2. Megidentifikasi tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia

1.3.3. Menyebutkan tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia

D. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah mendengar penjelasan dari guru, siswa dapat menceritakan tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia.

2. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat Mengidentifikasi tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia.

3. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia.

E. Materi Pembelajaran

Tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia F. Metode dan Model Pembelajaran

Metode : Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi Pendekatan : Student Center

Model Pembelajaran : INKUIRI

126 G. Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Pembelajaran Alokasi Waktu

Pendahuluan

1. Siswa menjawab salam yang disampaikan oleh guru.

2. Siswa berdasarkan instruksi dari guru memimpin do’a untuk mengawali pembelajaran.

3. Siswa memperhatikan guru pada saat presensi.

4. Siswa melakukan tanya jawab dengan guru tentang materi yang akan dibelajarkan.

5. Siswa memperhatikan guru pada waktu penyampaian tujuan pembelajaran.

5 Menit

Inti

1. Siswa mendengarkan penjelasan materi tentang tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia 2. Siswa melakukan tanya jawab mengenai

materi yang dijelaskan

3. Siswa dibentuk menjadi 5 kelompok

4. Siswa dengan bibimbingan dari guru maju mengambil undian kelompok

5. Siswa memperoleh kertas yang sudah ada peta konsep yang diberikan oleh guru sesuai dengan hasil undian

6. Siswa mendengarkan petunjuk dalam mengerjakan yang dibacakan oleh guru.

7. Siswa bersama guru mengoreksi hasil pekerjaan siswa

8. Siswa melakukan tanya jawab mengenai materi yang dijelaskan

50 Menit

Penutup

1. Siswa merefleksikan proses dan materi pelajaran hari ini dengan bimbingan guru 2. Siswa bersama dengan guru menyimpulkan

pembelajaran yang telah dipelajari

15 Menit

127

3. Siswa memperoleh Lembar Evaluasi yang telah dibagikan oleh guru.

4. Siswa secara mandiri mengerjakan soal evaluasi tersebut dan kemudian dikumpulkan.

5. Siswa dan guru berdoa bersama untuk mengakhiri pembelajaran.

6. Siswa menjawab salam dari guru.

H. Media dan Sumber Belajar 1. Media Belajar

Kertas Peta Konsep 2. Sumber Belajar

Endang Susilaningsih, Linda S. Limbong.2008.Ilmu Pengetahuan Sosial5.Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional.

I. Penilaian

1. Prosedur penilaian a. Proses Belajar

Menggunakan format pengamatan, dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir.

b. Penilaian hasil belajar

Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes tertulis.

2. Instrumen Penilaian a. Proses Belajar

128 J. Kriteria Keberhasilan Siswa

a. Proses Belajar

Dikatakan berhasil jika 70% siswa mampu menunjukkan sikap aktif, sungguh-sungguh, dan kerjasama dalam kelompok dengan nilai di atas 7 b. Hasil Belajar

Dikatakan berhasil jika 75% siswa mencapai nilai di atas KKM (70).

Wates, 26 Agustus 2016

Guru Kelas Praktikan

Hari Kuntoro, S.Pd Rohmat WijiYanto

NIP. 19781114 201406 1 001 NIM. 13108244020

Mengetahui, Kepala Sekolah

Ngadino, S.Pd

NIP 19641115198703 1 007

129

LAMPIRAN

1. Materi

2. Lembar Kerja Siswa

3. Lembar Penilaian

4. Kunci Jawaban

5. Daftar Nama Siswa

130 Lampiran 1

MATERI

Tokoh Sejarah Pada Masa Hindu a. Raja Asmawarman

Asmawarman adalah raja kedua kerajaan kutai. Ia menggantikan kudungga sebagai raja. Sebelum masa pemerintahan Asmawarman, kutai menganut kepercayaan animisme. Ketika Asmawarman naik tahta ajaran hindu masuk ke kutai. Kemudian kerajaan ini menganut agama Hindu. Asmawarman dipandang sebagai pembentuk dinasti raja yang beragama Hindu. Agama Hindu masuk ke dalam sendi kehidupan Kerajaan Kutai.

b. Raja Mulawarman

Raja Mulawarman adalah raja dari kerajaan Hindu pertama di Indonesia yaitu kerajaan Kutai. Selama masa pemerintahannya, rakyat kerajaan kutai hidup makmur dan sejahtera. Ia seorang pemeluk agama Hindu yang taatdan menyambah dewa siwa.

c. Raja Punawarman

Raja Purnawarman merupakan raja yang terkenal dari kerajaan Tarumanegara. Beliau juga dikenal sebagai raja yang bijaksana. Punawarman memeluk agama Hindu dan menyambah Dewa Siwa.

d. Raja Airlangga

Air langga adalah kerajaan Bali. Airlangga sebenarnya putra raja bali. Beliau dijadikan menantu oleh raja darmawangsa. Ketika pernikahan berlangsung, kerajaan Bali diserang bala tentara Wurawuri. Airllangga dan beberapa pengiringnya berhasil melarikan diri. Airlangga menyusun kekuatan untuk mengusir musuh. Usaha tersebut berhasil. Bahkan, Airlangga berhasil memperkuat kerajaan Kahuripan dan memakmurkan rakyatnya. Airlangga sebenarnya merupakan gelar yang diterima karena beliau berhasil mengendalikan air sungai Brantas sehingga bermanfaat bagi rakyat ketika sudah tua Airlangga mengundurkan diri dari pemerintahan. Beliau pergi ke gunung untuk menjadi petapa. Sebagai petapa beliau bergelar Jatiningrat. Urusan pemerintahan diserahkan kepada kedua putranya.

e. Raja Jayabaya

Jayabaya adalah raja terbesar dari kerajaan panjalu atau Kediri. Namanya selalu di kaitkan dengan jangka jayabaya yang berisi ramalan-ramalan tentang nasib pulau jawa. Keberhasilan dan kemasyhuran raja jayabaya dapat diliahat dari hasil sastra pada masa pemerintahannya. Atas pemerintahannya pujangga-pujangga keraton berhasil menyusun kitab Bharatayudha. Kitab ini ditulis oleh Empu Sedah dan diselesaikan oleh Empu oenuluh.

f. Ken Arok

Ken Arok menjadi cikal bakal nuh-raja Majapahit. Beliau adlah pendiri kerajaan Singosari. Pada awalnya Ken Aron mengabdi kepada Awuku Tunggul Ametunelg di Tumampel. Ken Arok jatuh cinta kepada Ken Dedes istri Tunggul

131

Ametung. untuk mewujudkan cintanya ia membunuh Tunggul Ametung kemudian ia memperistri Ken Dedes dan menjadi penguasa Tumapel.

g. Raden Wijaya

Raden wijaya adalah pendiri dan raja pertama kerajaan Majapahit. Raden Wijaya bergelar Kertarajasa jayawardhana. Sebelum menjadi raja adalah pemimpim tentra Singasari. Dalam pertempursn melawan tentara Jayakatwang,pasukannya kalah. Beliau melarikan diri ke Desa Kudadu bersama par pengikutnya. Selanjutnya beliau menyingkir ke Madura dan minta bantuan Wiraraja, adipati Sumenep. Atas saran Wiraraja, Raden Wijaya menyerahkan diri kepada Jayakatwang dan mengabdikan diri kepadanya. Raden Wijaya diizinkan untuk membuka Hutan Tarik.

h. Mahapatih Gadjah Mada

Gadjah Mada adalah patih mangkubumi kerajaan Majapahit. Namanya mulai dikenal setelah beliau berhasil memadamkan pemberontakan kuti. Gadjah Mada muncul sebagai pemuka kerajaan sejak pemerintahan jayanegara. Sadeng melakukan pemberontakan. Pemberontakan Sadeng dapat dtumpas oleh pasukan Gadjah Mada. Atas jasanya Gadjah Mada diangkat menjadi Maha Patih Majapahit.

Pada upacara pengangkatannya beliau bersumpah untuk menaklukkan seluruh nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Sumpah itu dikenal dengan sumpah palapa. Gadjah Mada tetap menjadi patih Mangkubumi ketika Hayam Wuruk naik tahta.

i. Raja Hayam Wuruk

Raja Hayam Wuruk adalah raja Majapahit yang paling terkenal. Beliau bergelar Rajasanegara. Pada masa pemerintahannya dengan didampingi oleh Patih Gadjah Mada, Majapahit mencapai kejayaannya dan menguasai seluruh wilayah Nusantara, ditambah Tumasik dan semanjung Malaya.

Tokoh Sejarah Pada Masa Budha a. Raja Balaputradewa

Raja Balaputradewa merupakan raja yang terkenal pada kerajaan Sriwijaya.

Beliau berhasil membawa kerajaan Sriwijaya mencapai kejayaannya dan dikenal sebagai kerajaan maritime dan pusat perdagangan di Asia Tenggara. Kerajaan Sriwijaya juga dikenal sebagai pusat pendidikan dan penyabaran agama Hindu.

b. Sakyakirti

Sayakirti adalah seorang maha guru agama Budha yang ada di kerajaan Sriwijaya. Menurut kesaktian I-Tsing Sriwijaya telah menjadi pusat agama Budha.

Di sana ada lebih dari seribu pendeta yang belajar agama Budha. Perguruan ini mempunyai hubungan baik dengan perguruan Budha yang ada di Nalanda india.

c. Raja Kertanegara

Kertanegara adalah kerajaan terakhir dari kerajaan Singasari. Kertanegara bergelar Maharajadiraja Sri kertanegara wikrama Dharmottunggadewa.

Kertanegara adalah raja yang sangat terkenal baik dalam bidang politik maupun keagamaan. Dalam bidang politik, jayanegara dikenal sebagai raja yang mengusai ilmu ketatanegaraan dan mempunyai gagasan memperluas wilayah kerajaannya.

132 Tokoh Sejarah Masa Islam

a. Sultan Malik Al Saleh

Sultan Malik Al Saleh adalah pendiri dan raja pertama kerajaan Samudra Pasai.

Sebelum menjadi raja beliau bergelar merah sile atau merah selu. Beliau adalah putra Merah Gajah. Diceritakan Merah Selu mengembara dari satu tempat ke tempat lain. Akhirnya beliau berhasil diangkat menjadi raja di suatu daerah yaitu Samudra Pasai. Merah Selu masuk islam berkat oetumuannya dengan Syekh Ismail seorang Syarif Mekah. Setalah masuk islam Merah Selu di beri gelar Sultan Malik Al Saleh atau Sultan Malikus Saleh.

b. Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda memerintah kerajaan Aceh pada tahun 1607-1636. Pada masa pemerintahannya kerajaan Aceh mencapai kejayaannya dan memiliki wilayah kekuasaan hingga ke Semenanjung Malaya. Tata pemerintahan masyarakat Aceh yang dikembangkan oleh Sultan Iskandar Muda masih berlaku hingga sekarang.

c. Sultan Agung Hayokro Kusumo

Sultan Agung Hayokro Kusumo adalah raja Kerajaan Mataram. Beliau dilahirkan di Yoyakarta pada tahun 1591. Beliau tidak senang dengan kekerasan Belanda yang telah merajalela dan menguasai Jakarta. Sultan Agung mengirim tentara Mataram untuk menyerang Batavia(Jakarta) anmun gagal karena senjatanya tidak lengkap. Pada tahun 1629, sultan Agung kembali menyerang Batavia, namun usahanya kembali gagal.

d. Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa dilahirkan di Banten. Pada waktu kecil ia bernama Abdul Fath Abdulfatah. Rakyat banten diperintahkan untuk menyerang Belanda secara gerilya. Pada tahun 1655, dua buah kapal dagang Belanda berhasil dirusak oleh rakyat Banten akibatnya hubungan antara Banten dan Belanda menjadi tegang. Belanda mulai menjalakankan politik adu domba.

e. Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin adlah raja kejayaan Gowa Tallo(Makasar). Beliau dilahirkan di Makasar pada tahun 1631 dengan nama Muhammad Bakir. Pada masa pemerintahannya, ia berusaha merangkul raja-raja kecil di Indonesia Timur untuk menentang Belanda. Pada tahun 1660,terjadilah perang antara Gowa dengan Belanda. Karena pengkhianatan Raja Aru Palaka dari Bone, sultan Hasanuddin kalah dari Belanda. Karena keberaniannya menentang Belanda, ia dijulukiAyam Jantan dari Timur.

f. Wali Songo

Dipulau jawa terdapat Sembilan ulama pelopor dan pejuang pengembangan islam. Mereka adalah Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Mereka lebih popular dengan sebutan Wali Songo. Para Wali Sango ini tidak hanya berjasa menyebarkan agama islam di jawa saja, melainkan melalui murid-muridnya sampai keseluruh nusantara.

133 Lampiran 2

Lembar Kerja Siswa (LKS)

Nama Anggota :

Kelas :

a. Amati gambar di bawah ini.

b. Islah kotak kosong di bawah ini sesuai dengan nama tokoh sejarah sesuai dengan masanya.

c. Kerjakan secara berkelompok.

TOKOH SEJARAH HINDU

PETA KONSEP Nama Anggota :

134 Lampiran 3

Lembar Penilaian

A. Penilaian Proses 1. Afektif

Penilaian proses dilakukan saat siswa melakukan diskusi (mengerjakan LKS)

No. Nama Aspek yang diamati Skor

Keaktifan Kesungguhan Tanggungjawab 1.

2.

3.

Rubrik Penilaian : a. Keaktifan

a) Siswa fokus dalam pembelajaran

b) Siswa aktif menjawab pertanyaan dari guru

c) Siswa mampu mengerjakan tugasnya baik tugas individu maupun kelompok dengan baik.

b. Kesungguhan a) Siswa disiplin

b) Siswa perhatian terhadap tugas

c) Siswa serius dan semangat dalam mengkuti kegiatan pembelajaran

c. Tanggung Jawab

a) Siswa aktif dalam kegiatan diskusi

b) Siswa mampu menghargai pendapat teman dalam diskusi c) Memusatkan perhatian pada tujuan kelompok

Keterangan :

1. Skor 3 : jika muncul 3 indikator.

2. Skor 2 : jika muncul 2 indikator.

3. Skor 1 : jika muncul 1 indikator.

135

4. Skor 0 : jika tidak ada indikator yang muncul.

2. Penilaian Hasil

a. Lembar Tugas Siswa (LTS)

Nama :

Kelas : No. Absen :

Isislah soal dibawah ini dengan benar!

1. Sebutkan 5 tokoh sejarah pada masa kerajaan hindu!

2. Sebutkan 3 tokoh sejarah pada masa kerajaan budha!

3. Sebutkan tokoh sejarah yang menyebarkan agama islam di tanah jawa!

4. Siapa yang mendapat gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi?

5. Sumpah palapa merupakan sumpah seorang patih, dari kerajaan?

b. Pedoman penilaian:

Nilai Akhir (NA) = Jumlah skor perolehan siswa x 10 Benar mendapat nilai 2

Salah mendapat nilai 1

Tidak diisi mendapat nilai nol Keterangan:

a. Nilai 91-100 = Sangat Baik b. Nilai 76-90 = Baik

c. Nilai 60-75 = Cukup Baik d. Nilai ≤ 60 = Butuh bimbingan

136 Lampiran 4 Kunci Jawaban

Soal Evaluasi :

1. Raja Mulawarman, Purnawarman, Sanjaya, Hayam Wuruk, Jayabaya 2. Balaputradewa, Sakyakirti, Kertanegara

3. Wali songo 4. Ken Arok 5. Majapahit

137

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Sekolah : SD Negeri Gadingan

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VI/1

Materi Pokok : Kalimat Pujian Secara Santun Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

Hari/Tanggal Pelaksanaan : Rabu, 31 Agustus 2016

Disusun Oleh :

Nama : ROHMAT WIJIYANTO NIM : 13108244020

Program : S1-PGSD

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH DAN SEKOLAH

DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2016

138

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Sekolah : SD Negeri Gadingan Kelas/Semester : VI/1

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

Dalam dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Halaman 73-88)

Dokumen terkait