Perseroan menyadari bahwa kinerja ekonomi tanpa didukung oleh kinerja sosial tidak akan mampu menjamin keberlanjutan keberadaan perusahaan. Oleh karena itu Perseroan berkomitmen untuk menjalankan perannya sebagai warga masyarakat, baik dalam komunitas tempatnya beroperasi
maupun sebagai warga bangsa Indonesia dengan
mengembangkan nilai-nilai good corporate citizenship.
Pelaksanaan peran tersebut dilakukan oleh Perseroan dengan mengacu pada visi tanggung jawab sosialnya, yakni “Berkembang harmonis bersama Lingkungan”. Dengan visi yang jelas, Perseroan memahami dengan baik bahwa dinamika komunitas tempatnya beroperasi akan mempengaruhi aktivitas Perseroan itu sendiri.
Menyadari pentingnya kinerja sosial, Perseroan membangun dan memelihara hubungan baik khususnya dengan komunitas tempatnya di sekitar lokasi operasional Perseroan, maupun dengan negara dan bangsa pada umumnya. Mengingat arti pentingnya hubungan baik ini, Perseroan selalu menjadikan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/ CSR) sebagai sistem yang inheren dalam proses produksi Perseroan.
Dengan menerapkan CSR tersebut, Perseroan tidak hanya mengejar kinerja ekonomi tetapi juga meraih kinerja sosial dengan ikut serta mengembangkan komunitas tempatnya beroperasi maupun memberi sumbangan untuk pembangunan bangsa dan negara. Selain itu, kebijakan CSR yang diterapkan Perseroan juga telah terbukti mampu mencegah timbulnya ketegangan atau konflik dengan komunitas dan masyarakat luas yang dapat mempengaruhi Perseroan.
Program CSR harus dijalankan secara sistematis dan terencana dengan baik. Untuk itu Perseroan telah menyusun “Pedoman CSR PTBA” dengan mencantumkan enam kriteria di dalam pedoman tersebut, yakni: (1) ekonomi, (2) lingkungan, (3) hak asasi manusia, (4) praktik ketenagakerjaan dan kelaikan kerja, (5) tanggung jawab produk, dan (6) kemasyarakatan. Keenam kriteria tersebut diadopsi dari standar GRI yang telah diterima secara internasional.
The Company is fully aware that economic performance alone cannot sustain a company’s existence. It must be supported by strong social performance. That is why the Company is committed to its role as a community citizen, both in the communities where the Company operates and on a national level by cultivating good corporate citizenship values.
This role is consistent with the Company’s vision of its social responsibility: growing harmoniously with the environment. Through this clear vision, the Company understands that the dynamic of surrounding communities impact the Company’s activities.
Considering the importance of social performance, the Company has developed and maintains a good relationship with its stakeholders, particularly communities in the areas where the Company operates and the country in general. With this in mind, the Company prioritizes corporate social responsibility (CSR) as an inherent system in its production process.
Through its CSR activities, the Company not only targets increased economic performance, but also participates in a sustainable economic development to boost the quality of life and environment in the areas where it operates. Such participation benefits the Company and the local communities as well as society at large. The CSR programs developed by the Company have prevented tension and conflict with communities and the general public that could otherwise harm the Company’s sustainability.
All the Company’s CSR programs are to be carried out systematically and in a well-planned manner. That is why the Company has formulated “PTBA CSR Guidelines,” which outlines six business priorities: (1) economy, (2) environment, (3) human rights, (4) labor practices and good working conditions, (5) product responsibility, and (6) external relations. These six priorities have been adopted directly from the GRI international standard.
31
Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan
Perseroan menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) berpedoman pada Peraturan Menteri Negara BUMN RI No. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007. Perseroan mengintegrasikan PKBL ini dalam program CSR yang dilaksanakan sepanjang tahun 2007.
Secara umum, pelaksanaan PKBL pada tahun 2007 telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang digariskan Pemerintah. Pada tahun 2007 Perseroan menyalurkan dana sebesar Rp16,7 miliar, turun 4 persen dari realisasi tahun 2006. Dana tersebut disalurkan sebesar Rp13,3 miliar untuk Program Kemitraan dan Rp3,4 miliar untuk Program Bina Lingkungan.
Dalam melaksanakan seluruh PKBL tersebut, Perseroan menetapkan tiga arah sebagai panduan, yakni pemberdayaan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Agar program PKBL tersebut tepat sasaran dan menghasilkan dampak positif, baik bagi masyarakat penerima dan bagi kelancaran operasional, Perseroan membagi daerah atau wilayah penerima PKBL dalam tiga kelompok sebagai berikut :
Partnership And Community Development Program
The Company has implemented a Partnership and Community Development (PKBL) program guided by State-Owned Company Ministerial Regulation No. Per-05/MBU/2007 dated April 27, 2007. PTBA has integrated PKBL into its CSR program throughout 2007.
In general, the implementation of the PKBL has been well conducted and met the terms highlighted by the government. In 2007, the Company disbursed funds worth up to Rp 16.7 billion, a four (4) percent drop from 2006. Rp 13.3 billion was channeled to the Partnership program and Rp 3.4 billion was provided for the Community Development Program.
The Company has determined three strategic directions to guide the PKBL program: empowerment, self-sufficiency, and people’s welfare. To ensure that the program meets its objective and has a positive impact on both the community and operational effectiveness, the Company has divided the implementation of the PKBL into three areas :
32
1. Ring I, yakni desa atau kelurahan yang berbatasan langsung dengan Perseroan dan terpengaruh secara langsung oleh aktivitas operasi Perseroan.
2. Ring II, yakni daerah atau kelurahan yang tidak berbatasan langsung dengan Perseroan, melainkan berbatasan langsung dengan desa atau kelurahan Ring I. 3. Ring III, yakni desa atau kelurahan di luar kecamatan yang berbatasan langsung dengan Ring I.
Dampak kegiatan PKBL sangat positif karena mampu membangkitkan perekonomian masyarakat. Dengan demikian, PKBL PTBA mampu secara tidak langsung mengurangi kesenjangan sosial dan membantu pemerintah dalam upaya mengurangi kemiskinan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aktivitas operasi Perseroan.
A. Program Kemitraan
Pada tahun 2007 pelaksanaan penyaluran dana kemitraan dilakukan di 8 (delapan) wilayah/provinsi binaan meliputi: Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Banten yang ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SE-03/MBU.S/2007 tanggal 17 Juli 2007 tentang Wilayah Binaan dan BUMN Koordinator PKBL Tahun 2007.
Jumlah mitra binaan PTBA mulai tahun 1992 sampai dengan tahun 2007 sebanyak 5.506 unit usaha, diantaranya sebanyak
1. Ring I, villages that directly border on or are impacted by the Company’s operational activities.
2. Ring II, villages or areas that do not directly border on areas where the Company has its operations, but are located next to the Ring I villages.
3. Ring III, villages that are outside the “kecamatan” that directly borders on Ring I.
The impact of the PKBL activities has been very positive because they stimulate economic activity. We can conclude that PTBA’s PKBL is directly and indirectly reducing social inequality and supporting the government in reducing poverty, especially for people in the areas surrounding the Company’s operations.
A. Partnership Program
In 2007, the Company channeled funds for the PKBL to eight areas/provinces: West Sumatra, South Sumatra, Lampung, Jakarta, West Java, East Java, Yogyakarta, and Banten, as indicated in the State Minister of State-Owned Enterprise circular letter no. SE-03/MBU.S/2007 dated July 17 2007 on area and coordinators of SOS’s PKBL.
The Company has worked with 5,506 businesses since the PKBL program started in 1992, including 607 business units