Sosial media secara umum bisa diartikan sebagai situs yang menyediakan wadah bagi penggunanya untuk saling berinteraksi secara online. Di media sosial pengguna bisa saling berinteraksi dengan pengguna lain, atau mungkin malah menjalin hubungan dengan orang dari berbagai kalangan. Di masa sekarang media sosial sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang, bahkan saat ini menajdi seseorang yang cukup aneh jika ada yang tidak menyentuk sosial media dalam kehidupannya.7
Sosial media sangat banyak ragamnya, jika dilihat dari fungsinya ada sosial media yang lebih mengutamakan pengiriman pesan kata-kata seperti twitter, pengiriman gambar seperti instagram, pengiriman video seperti youtube, bahkan ada yang ketiganya seperti youtube. Masing-masing sosial media ini memiliki kelebihan dan kekurannya masing-masing.
Selain dari media sosial yang disebutkan di atas, ada sosial media yang memang mengutakan chatting dengan orang-orang pilihan dan sangat terbatas. Berbeda dengan sosial media seperti facebook yang memiliki kemampuan ribuan dalam menjaring pengikutnya, sosial media yang berbasis chatting hanya terbatas dalam mengumpulkan peserta obrolan. Aplikasi chatting ini memiliki kelebihan lebih personal dan akrab dengan para peserta obrolannya. Karena jumlah yang terbatas ini peserta chatting memiliki kesempatan untuk memilih sendiri teman dalam obrolannya.
Aplikasi chatting ini bisa ditemukan di semua handphone ‘pintar’, beberapa waktu lalu aplikasi chatting ini dikuasai oleh Blackberry Messanger (BBM), saat ini aplikasi chatting yang paling banyak digunakan adalah Whatsapp Messanger (WA), LINE. Telegram. Pesan-pesan yang masuk melalui aplikasi chatting ini lebih masuk pada ruang privat, tidak seperti sosial media lain yang msuk ke ruang public.
LINE
Line adalah sebuah aplikasi pengirim pesan instan gratis yang dapat digunakan pada berbagai platform seperti telepon cerdas, tablet dan komputer. Line difungsikan dengan menggunakan jaringan internet sehingga pengguna LINE dapat melakukan aktivitas seperti mengirim pesan teks, mengirim gambar, video, pesan suara, dan lain-lain. LINE diklaim sebagai aplikasi pengirim pesan instan terlaris di 42 negara.
Keleihan LINE diandingkan dengan aplikasi chatting yang lain adalah: Line menyediakan Blocked List sehingga pengguna dapat memblock user ID atau nomer handphone untuk tidak masuk dalam ontak Line pengguna, merupakan alipkasi lintas platform, dan banyaknya sticker-stcker lucu yang dapat mewakili persanaan pengguna untuk digunakan dalam obrolan.
TOKOH-TOKOH STICKER DI LINE
Pada awalnya Line hanya dipenuhi oleh tokoh kartun pada stickernya yaitu:8 1. Conny
2. Brown
3. James
4. Jessica
6. Sally
7. Edward 8. Leonard
9. The Boss
Tetapi kemudian tokoh-tokoh dalam sticker berkembang menjadi tokoh nyata yang diisi oleh para selebriti tanah air. Diakui ada 13 orang selebriti tanah air yang pernah menjadi tokoh dalam sticker, bahkan seorang presiden RI pun pernah menjadi tokoh sticker LINE. Selebriti itu antara lain:
2. Syahrini yang cetar membahana
3. Chelsea Islan yang super imut
5. Raisa yang bikin terpana
6. Lee Min Ho yang membuat pengguna Line ingin ke Korea
8. Melody JKT 48 yang membuat ingin joget
9. Iwan Fals sang legenda
11. Carissa Putri dan anaknya yang super imut
12. Afgan dengan gaya yang kalem
14. Presiden Jokowidodo
9
Penggunaan sticker LINE sebagai sebuah alat bisa sangat membantu para tokoh yang muncul sebagai alat mereka dalam membentuk personal branding. Jika merunut pada Peter Montoya bahwa ada delapan aturan yang bisa digunakan dalam membentuk personal branding seseorang, Sticker LINE ini bisa menjadi salah satunya, karena melalui penggunaan sticker pengguna LINE akan memilih ketokohan seperti yang diminatinya. Jika dilihat dari pose-pose yang muncul, semua mencoba mendekatkan dengan kebiasaan para tokohnya, meskipun ada beberapa yang mungkin selama ini tidak dianggap memiliki perilaku tersebut.
Aturan yang pertama Montoya menyebutkan Specialization, para selebritis yang menjadi tokoh dalam sticker LINE pasti akan memilih hal apa yang dalam dirnya yang akan dijadikan merk atau ciri dirinya. Ambil contoh seorang Syahrini, dari sekian hal yang menempel atau sengaja ditempelkan pada dirinya para creator stiker Line memilih celotehannya sebagai merk yang diangkat untuk ciri khas dirinya.
Aturan yang kedua adalah Leadership, para selebritis ini oleh para creator dicoba ditunjukkan keunggulan yang menjadi pembeda dengan selebritis lain yang ada di dunia yang sama, contoh Joe Taslim yang memang dikenal sebagai actor film laga. Begitu banyak actor film Laga di Indonesia, tetapi para creator membentuknya melalui gambar-gambar yang menunjukkan kekekaran dirinya. Seorang Presiden Jokowi pun mencoba menunjukkan keuanggulannya dengan memperlihatkan program-program kerjanya melalui sticker yang diluncurkan.
Aturan yang ketiga adalah Personality atau kepribadian. Hampir semua sticker Line yang dibuat oleh para creator ini menampilkan kepribadian dari si tokoh tersebut. Seorang Chelsea Islan yang dikenal sebagai tokoh yang memiliki kepribadian seperti anak remaja digambarkan kepribadiannya melalui pemilihan pakaian dan gambar mimic muka yang menunjukkan kepolosan tersebut, Afgan yang memang memiliki kepribadian tenang juga digambarkan melalui ekspresi wajah dan ungkapan yang memang menunjukkan kepribadian yang kalem.
Aturan selanjutnya adalah Distinctiveness. Untuk aturan distinctive tim creator lah yang memiliki fungsi mencoba menunjukkan personal brand para tokoh ini dengan berbagai cara. Jika dilihat seperti seorang Iwan Fals yang biasanya menunjukkan seorang artis yang serius,
9 https://www.brilio.net/selebritis/13-artis-ini-pernah-jadi-sticker-line-kamu-sudah-koleksi-semuanya-160630o.html
dalam sticker tersebut ditunjukkan berbagai macam dari ekspresi wajah yang lucu sampai aktivitas keseharian yang agak berbeda dengan artis lain.
Kelima Visibility. Agar personal brand ini lebih melekat pada para public sasarannya, sticker Line harus bisa dilihat dan dirasakan berkali-kali oleh para penggunanya. Itulah sebabnya para pengguna LINE diharapkan bisa mengkoleksinya sehingga bisa digunakan dalam percakapan dengan para pengguna LINE yang lain, sehingga jika sticker ini digunakan setidak-tidaknya ada dua orang yang terlibat dalam percakapan ikut melihat berkali-kali.
Selanjutnya adalah Unity. Hal kesamaan dengan perilaku sehari-hari menjadi sesuatu yang harus dilakukan oleh selebritis itu sendiri. Para target sasaran akan melihat perilaku ini dari berita atau informasi yang disampaikan melalui channel yang lain, apakah yang mereka tunjukkan memiliki kesamaan dengan mimic maupun penokohan yang dibuat oleh para creator LINE.
Aturan lain adalah Persistence. Belum terlihat dalam fenomena ini adanya harmonisasi antara penokohan selebrity melalui Sticker Line dengan ketetapannya mempertahankan brand tersebut. Karena biasanya seseorang yang dijadikan tokoh hanya sebatas pada kepopuleran pada saat tersebut, atau dikaitkan dengan berbagai macam promosi seperti akan muncul film baru, album baru, dan lain sebagainya.
Yang terakhir adalah Goodwill. Jika ingin dimanfaatkan lebih maksimal pembuatan penokohan sticker ini bisa digunakan sebagai ajang menunjukkan niat baik seseorang dalam menunjukkan nilai-nilai positif dirinya pada dunia luar. Jika dilihat dari gambar-gambar sticker yang beredar, dua nomer terakhir dari aturan Montoya memang belum terlihat, karena sticker-sticker tersebut hanya mencoba menunjukkan penggambaran ekspresi, emosi, pengguna LINE melalui tokoh-tokoh tersebut, yang disesuaikan dengan karakter dari selebritis itu.
SIMPULAN
Personal Branding merupakan sebuah konsep yang merujuk pada kesadaran manusia untuk mencoba mencirikan dirinya yang menjadi identitas individu tersebut. Dalam proses personal brand sangat melibatkan hal-hal yang bersifat psikologis karena sangat berkaitan tentang bagaimana orang lain mempersepsikan dirinya sehingga menimbulkan pemaknaan public pada individu tersebut.
Dalam proses menumbuhkan persepsi tersebut, seperti dalam kegiatan komunikasi yang lain, diperlukan strategi yang efektif, dan pada masa perkembangan teknologi komunikasi seperti saat ini untuk membuat strategi komunikasi diperlukan sebuah perencanaan komunikasi yang utuh bukan hanya sekedar perencana media. Yang dimaksud dengan perencana komunikasi adalah seseorang yang membuat tujuan sampai dengan mengaplikasikan apa yang sudah direncanakannya.
Dari sekian banyak media sosial yang ada, media aplikasi chatting menjadi salah satu pilihan untuk membuat strategi komunikasi terutama dalam strategi membangun personal brand seseorang, karena media aplikasi chatting ini leih masuk pada ruang personal beberapa orang, tidak seperti media sosial lain yang menjadi ruang public karena melibatkan ratusan bahkan ribuan penggunanya. Ruang personal ini menjadikan para pengguna aplikasi chatting lebih intim dan akrab sehingga interaksi terjalin lebih intens dibandingkan dengan media sosial lain. Keakraban dan keintiman dalam berinteraksi ditunjukkan dengan pemanfaatan emoticon tertentu untuk menunjukkan sebuah ekspresi, dan salah satu aplikasi chatting yang
banyak digunakan oleh banyak kalangan yaitu LINE juga menggunakan sticker sebagai wahana penyampaian ekspresi emosi seseorang dalam bercakap-cakap. Sticker inilah yang bisa digunakan oleh orang-orang dalam mendekatkan diri bahkan menunjukkan brand dirinya, karena sticker ini menjadi sangat dekat dengan orang-orang yang menggunakan aplikasi chatting LINE sebagai media berinteraksi sehingga kedekatan tersebut menjadikan alat untuk membangun persepsi tentang si tokoh tersebut.
REFERENSI
Montoya, Peter. 2002. The Personal Branding Phenomenon. Vaughan Printing: USA. Montoya, Peter. Vadehey, Tim. 2009. The Brand Called You. Mc.Graw Hill: New York. Young, Antony. 2014. Brand Media Strategy. Palgrave macmillan: New York.
DINAMIKA GERAKAN BURUH