A. GAMBARAN KONDISI CUACA GLOBAL DAN REGIONAL
1. Southern Oscillation Index (SOI) dan Anomali Sea Surface Temperature (SST) Nino 3.4
Berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer pada bulan Februari 2022, anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik Ekuator bagian tengah (Nino3.4) pada dasarian I, II, dan III berkisar antara -0.7 0C s.d -0.6 0C, kondisi ini menunjukkan anomali suhu yang lebih dingin dari normalnya. Indeks SOI pada bulan Desember (+13.8), Januari (+4.1) dan Februari (+8.2) mengindikasikan adanya potensi La Nina dengan pergerakan suplai uap air dari Pasifik Timur ke Pasifik Barat, sehingga aktivitas potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia Timur signifikan.
Gambar 1. Grafik Indeks NINO 3.4
(Sumber: http://www.bom.gov.au/climate/enso/indices.shtml)
Gambar 2. Grafik Indeks SOI (South Oscillation Index)
(Sumber: http://www.bom.gov.au/climate/enso/#tabs=Pacific-Ocean&pacific=SOI)
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022 2. Dipole Mode Index (DMI)
Nilai DMI pada bulan Februari 2022 ditunjukkan oleh rincian tabel 1 di bawah.
Terlihat pada dasarian I nilai DMI berada pada kisaran (-0.70 s.d -0.33), dasarian II (-0.50 s.d -0.33), dan dasarian III (-0.50 s.d -0.46). Secara umum pada bulan Februari 2022, Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi lebih dingin dari normalnya (normal ±0.4), sehingga cukup signifikan menambah pasokan uap air di wilayah Indonesia bagian Barat.
Kondisi ini juga sedikit berkontribusi dalam penambahan jumlah curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan.
Tabel 1. Nilai DMI Bulan Februari 2022
No. Tanggal DMI
1 31 Januari – 06 Februari -0.70
2 07 – 13 Februari -0.33
3 14 – 20 Februari -0.50
4 21 – 27 Februari -0.46
Gambar 3. Grafik Nilai Dipole Mode Indeks
(Sumber: http://www.bom.gov.au/climate/enso/indices.shtml)
3. Madden Jullian Oscillation (MJO) a. Outgoing Longwave Radiation (OLR)
Bumi memancarkan radiasi gelombang panjang ke luar angkasa yang disebut Outgoing Longwave Radiation (OLR). Tidak semua radiasi gelombang panjang yang terpancar dari bumi sampai ke luar angkasa. Adanya awan-awan konvektif merupakan salah satu faktor yang menghalangi radiasi gelombang panjang dari bumi sehingga nilai
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
OLR yang cenderung rendah menunjukkan banyaknya tutupan awan pada daerah tersebut, sebaliknya nilai OLR yang tinggi menunjukkan kurangnya tutupan awan.
Gambar 4. Rata-rata nilai OLR Februari 2022
(Sumber: http://www.bom.gov.au/climate/mjo/#tabs=Cloudiness)
Gambar 4 menunjukkan Nilai OLR total rata-rata bulan Februari 2022 beserta anomalinya. Berdasarkan gambar 4, nilai OLR rata-rata bulan Februari 2022 di wilayah Indonesia berkisar antara 180 – 220 W/m2. Nilai rata-rata OLR terendah berkisar antara 180 – 200 W/m2 terdapat di sekitar wilayah Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku serta Papua. Sedangkan untuk nilai rata-rata OLR tertinggi berkisar 200 – 220 W/m2 terlihat di sekitar Sumatera dan Kalimantan Utara. Masih berdasarkan gambar 4, secara umum tutupan awan di wilayah Indonesia terlihat hampir sama jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya seperti di wilayah Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Untuk wilayah Kalimantan Selatan, nilai OLR terlihat berkisar 180 – 200 W/m2. Hal ini menunjukkan bahwa tutupan awan di Kalimantan Selatan cukup banyak selama bulan Februari 2022.
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022 b. Fase Madden Jullian Oscillation (MJO)
Pada bulan Februari 2022 pada dasarian I MJO berada di fase 2 (Indian Ocean) dan pada dasarian II dan III berada di fase 3 (Indian Ocean) hingga 4 (Maritime Continent).
Secara umum pada bulan Februari 2022 khususnya pada dasarian II dan III, MJO cukup memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia termasuk juga wilayah Kalimantan Selatan.
Gambar 5. Fase MJO Februari 2022
(Sumber: http://www.bom.gov.au/climate/mjo/graphics/rmm.phase.Last40days.gif)
4. Suhu Muka Laut
Berdasarkan gambar 6, secara umum rata-rata suhu muka laut pada bulan Februari 2022 di perairan Indonesia cukup hangat, dengan nilai >290C. Suhu muka laut tertinggi di wilayah Indonesia berada di sekitar wilayah perairan Samudra Hindia barat Aceh dan Laut Laut Arafuru yang bernilai sekitar 300C. Suhu muka laut yang hangat ini berpotensi menyebabkan penguapan yang tinggi dan dapat menghasilkan banyak uap air di atmosfer.
Uap air yang dihasilkan dari penguapan tersebut merupakan sumber utama bagi pembentukan awan-awan hujan, khususnya di sekitar wilayah dengan suhu muka laut yang tinggi. Namun, pada bulan Februari 2022 penguapan yang dihasilkan belum tentu menghasilkan awan-awan hujan. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan awan hujan juga dipengaruhi oleh keadaan anomali suhu muka laut dari bulan normalnya.
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
Gambar 6. Rata-rata Suhu Muka Laut Februari 2022 (Sumber: https://psl.noaa.gov/map/images/sst/sst.month.gif)
Di sisi lain, gambar 7 yang menunjukkan anomali suhu muka laut pada bulan Februari 2022, terlihat di sebagian besar wilayah perairan Indonesia anomali suhu muka laut berkisar antara 0 s.d 1.0 0C. Pada rentang nilai ini, jika dilihat lebih detil secara umum anomali suhu muka laut di sebagian besar wilayah perairan Indonesia menunjukkan nilai yang lebih hangat dibanding normalnya. Anomali suhu muka laut di wilayah Indonesia yang bernilai positif antara lain di perairan sekitar Samudera Hindia barat Sumatera, Laut Natuna, Laut Sulawesi, Laut Maluku dan Samudera Pasifik utara Papua. Anomali positif suhu muka laut atau di atas normal ini memberikan dampak terhadap bertambahnya uap air di wilayah Indonesia. Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah tersebut. Sementara wilayah dengan anomali negatif memberikan dampak terhadap berkurangnya kandungan uap air di wilayah tersebut.
Gambar 7. Rata-rata Anomali Suhu Muka Laut Februari 2022 (Sumber: https://psl.noaa.gov/map/images/sst/sst.anom.month.gif)
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022 5. Monsun
Posisi gerak semu matahari pada bulan Februari bergerak dari Belahan Bumi Selatan (BBS) menuju ke sekitar ekuator. Berdasarkan gambar 8, pusat tekanan rendah terlihat berada di sekitar wilayah Samudra Pasifik bagian utara dengan nilai 1000.0 hPa.
Sementara itu pusat tekanan tinggi terdapat di BBU daratan Asia dengan nilai 1027.5 hPa, sedangkan untuk wilayah BBS pusat tekanan tinggi berada di Samudera Hindia barat Australia dengan nilai tekanan udara 1020.0 hPa. Untuk wilayah Indonesia rata-rata nilai tekanan udara permukaan laut pada bulan Februari 2022 umumnya bernilai sekitar 1010.0 hPa hingga 1012.5 hPa.
Gambar 8. Rata-rata Tekanan Permukaan Laut Februari 2022
(Sumber:ftp://ftp.bom.gov.au/anon/home/ncc/www/cmb/mslp/mean/month/colour/latest.rsmc.gif)
Gerak semu matahari pada bulan Februari berada di selatan ekuator. Daerah bertekanan tinggi terdapat di Belahan Bumi Utara dan beberapa terdapat di Belahan Bumi Selatan, sementara daerah bertekanan rendah berada di wilayah Belahan Bumi Utara dan ekuator. Kondisi ini mengakibatkan massa udara basah dari Belahan Bumi Utara bergerak menuju ke Belahan Bumi Selatan melewati wilayah ekuator. Kondisi ini berpotensi menghasilkan banyak hujan di sebagian besar wilayah Indonesia yang menandakan sedang berlangsungnya musim hujan di wilayah Indonesia termasuk wilayah Kalimantan Selatan.
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
Gambar 9. Rata-rata Angin Lapisan 3000 feet Februari 2022 dan Normalnya (Sumber: BMKG dan NOAA)
Gambar 9 di atas menunjukkan rata-rata angin lapisan 3000 feet pada bulan Februari 2022 dan normalnya. Pada gambar pertama, terlihat pada bulan Februari 2022 wilayah Indonesia bagian Selatan, angin umumnya bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut.
Sedangkan di Indonesia bagian Utara, angin dominan bertiup dari arah Barat Laut hingga Timur Laut. Terdapat wilayah belokan angin atau shearline di sekitar Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Papua Barat. Terlihat juga terdapat pertemuan angin atau konvergensi di sekitar wilayah Sumatera Barat, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Laut Banda dan Papua. Berdasarkan kondisi normal angin bulan Februari, daerah pertemuan angin (konvergensi) umumnya berada di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Laut Jawa bagian Timur hingga Nusa Tenggara Timur. Pola angin berupa pertemuan angin atau konvergensi serta belokan angin atau shearline dapat memicu pengangkatan massa udara yang berpotensi membentuk awan hujan di wilayah tersebut.
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022 6. Gradien Angin Lapisan Atas
a. Dasarian Pertama
Berdasarkan peta analisis angin gradien (gambar 10), pada sepuluh hari pertama (dasarian I) bulan Februari 2022 terlihat wilayah Indonesia di sekitar ekuator didominasi oleh kurang lebih 4 hingga 6 sel tekanan rendah, yaitu di Teluk Benggala, Samudera Hindia, Barat Aceh, Kalimantan Barat, Maluku, Laut Seram, Laut Timor, Australia, Laut Solomon, dan Samudera Pasifik. Di wilayah ekuator Indonesia juga tercatat kurang lebih 1 hingga 2 sel sirkulasi tertutup (eddy).
Gambar 10. Analisa Gradien Angin Lapisan Atas Dasarian I Februari 2022
Terdapat 1 sistem tekanan rendah yang aktif di sekitar Samudera Hindia yakni siklon tropis “Batsirai”. Siklon tropis Batsirai mulai terbentuk pada akhir bulan Januari dan berakhir pada 11 Februari. Siklon tropis ini tercatat memiliki tekanan minimum 934 hPa dan kecepatan angin maksimum 78 knot. Siklon tropis ini bergerak ke arah Barat Daya dan punah di wilayah Barat Daya Madagaskar.
Pola angin di wilayah Indonesia sebelah utara ekuator pada dasarian I Februari 2022 umumnya bertiup dari arah Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 0 – 30 knot, sedangkan di sebelah Selatan ekuator, angin bertiup dari arah Barat Daya – Utara dengan kecepatan yang berkisar antara 0 – 45 knot. Daerah pertemuan angin (konvergensi) umumnya terjadi di Samudera Hindia, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Laut Natuna, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Laut Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Banda, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Laut Arafuru, Papua Barat, dan Papua. Daerah konvergensi tersebut dapat memicu naiknya massa udara yang mengakibatkan tumbuhnya awan-awan hujan di sekitar wilayah tersebut. Belokan angin tajam (shearline) terdapat di sekitar wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau,
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
Selat Karimata, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Selat Makassar, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Laut Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat. Hasil pantauan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, kondisi cuaca di Banjarmasin dan sekitarnya pada dasarian I bulan Februari 2022 terdapat 9 hari hujan dengan 7 hari hujan intensitas ringan, dan 2 hari hujan intensitas lebat.
b. Dasarian Kedua
Pada sepuluh hari kedua (dasarian II) di bulan Februari 2022, seperti yang ditunjukkan pada peta analisis angin gradien (gambar 11), terlihat wilayah Indonesia di sekitar ekuator didominasi oleh kurang lebih 3 hingga 8 sel tekanan rendah, yaitu di Teluk Benggala, Samudera Hindia, Australia, Barat Aceh, Kalimantan Barat, Selatan Jawa, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Laut Arafura. Di wilayah ekuator Indonesia juga tercatat kurang lebih 1 hingga 2 sel sirkulasi tertutup (eddy).
Gambar 11. Analisa Gradien Angin Lapisan Atas Dasarian II Februari 2022
Terdapat 1 sistem tekanan rendah yang aktif di sekitar Samudera Hindia yakni siklon tropis “Emnati”. Siklon tropis Emnati mulai terbentuk pada akhir 18 Februari 2022 dan berakhir pada 25 Februari 2022. Siklon tropis ini tercatat memiliki tekanan minimum 940 hPa dan kecepatan angin maksimum 73 knot. Siklon tropis ini bergerak ke arah Barat menuju Madagaskar dan berakhir di wilayah Selatan Madagaskar.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada dasarian II Februari 2022 umumnya bertiup dari arah Barat Laut – Timur Laut dengan kecepatan 0 – 30 knot, sedangkan di bagian Selatan angin bertiup dari arah Barat – Timur dengan kecepatan 15 – 30 knot. Daerah pertemuan angin (konvergensi) umumnya terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Laut Natuna, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Selat Karimata, Laut Jawa, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara,
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
Selat Makassar, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Laut Sulawesi, Laut Banda, Maluku, Maluku Utara, Laut Maluku, Laut Flores, Laut Seram, Papua Barat dan Papua. Daerah konvergensi tersebut dapat memicu naiknya massa udara yang mengakibatkan tumbuhnya awan-awan hujan di sekitar wilayah tersebut. Belokan angin tajam (Shearline) terdapat di sekitar wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Banten, Laut Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Laut Sulawesi, Laut Banda, Laut Maluku, Maluku Utara, Maluku, dan Laut Arafura. Hasil pantauan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, kondisi cuaca di Banjarmasin dan sekitarnya pada dasarian II bulan Februari 2022, terdapat 6 hari hujan dengan rincian 5 hari hujan intensitas ringan, dan 1 hari hujan intensitas sedang.
c. Dasarian Ketiga
Pada sepuluh hari ketiga (dasarian III) bulan Februari 2022, peta analisis gradien (gambar 12) menunjukkan daerah sekitar ekuator wilayah Indonesia didominasi oleh kurang lebih 3 s.d 8 sel tekanan rendah yaitu di daerah Teluk Benggala, Samudera Hindia, Barat Aceh, Nusa Tenggara Timur, dan Australia. Di wilayah ekuator Indonesia juga tercatat kurang lebih 1 s.d 2 sel sirkulasi tertutup (eddy).
Gambar 12. Analisa Gradien Angin Lapisan Atas Dasarian III Februari 2022
Pada Dasarian ini terdapat 2 sistem tekanan rendah yang aktif di sekitar Samudera Hindia yakni siklon tropis “Vernon” dan “Anika”. Siklon tropis Vernon mulai terbentuk pada 25 Februari dan masih bertahan hingga dasarian I bulan Maret 2022. Siklon tropis ini tercatat memiliki tekanan minimum 983 hPa dan kecepatan angin maksimum 60 knot.
Siklon tropis Vernon bergerak ke arah Barat dan posisi terakhir ada di sekitar Samudera Hindia. Siklon tropis Anika mulai terbentuk pada 26 Februari dan masih bertahan hingga
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
akhir dasarian III Februari 2022. Siklon tropis ini tercatat memiliki tekanan minimum 987 hPa dan kecepatan angin maksimum 45 knot. Siklon tropis Anika terbentuk di wilayah Nusa Tenggara Timur, bergerak ke arah Selatan dan posisi terakhir berada di sekitar Australia Barat.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara pada Dasarian III Februari 2022 umumnya bertiup dengan arah variabel dari Barat Laut – Utara dengan kecepatan angin 5 – 30 knot, sedangkan di bagian Selatan angin bertiup dari arah Selatan – Barat Laut dengan kecepatan 15 – 45 knot. Daerah pertemuan angin atau konvergensi umumnya terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Laut Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Selat Makassar, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Laut Flores, Laut Banda, Maluku, Laut Arafura, dan Papua. Daerah konvergensi tersebut dapat memicu naiknya massa udara yang mengakibatkan tumbuhnya awan-awan hujan di sebagian wilayah tersebut. Belokan angin tajam (shearline) terdapat di wilayah Aceh, Kepulauan Riau, Laut Natuna, Lampung, Selat Sunda, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Laut Sulawesi, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, dan Papua Barat. Hasil pantauan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, kondisi cuaca di Banjarmasin dan sekitarnya pada dasarian III bulan Februari 2022 terdapat 5 hari hujan dengan rincian 5 hari hujan intensitas ringan.
B. GAMBARAN KONDISI CUACA LOKAL 1. Angin
Berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin pada bulan Februari 2022, arah angin dominan bertiup dari arah Selatan (157.5° – 202.5°) dengan persentase sebesar 15.3%. Kecepatan angin terbanyak adalah 1 – 4 knot dengan persentase 36.1%, sedangkan kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 34 knot pada tanggal 28 Februari 2022. Distribusi angin pada bulan Februari 2022 berdasarkan arah dan kecepatannya (Windrose) dapat dilihat pada gambar 13 di bawah ini.
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
Gambar 13. Grafik Arah dan Kecepatan angin dominan Bulan Februari 2022
2. Kelembapan Udara
Profil kelembapan udara rata-rata harian bulan Februari 2022 berkisar antara 77 – 92%, dengan kelembapan maksimum harian berkisar antara 95 – 99%, dan kelembapan udara minimum harian berkisar antara 53 – 79%. Kelembapan minimum terendah terjadi pada tanggal 1 dan 15 Februari 2022 dengan nilai kelembapan 53%, sedangkan kelembapan maksimum tertinggi terjadi pada tanggal 4 dan 5 Februari 2022 dengan nilai kelembapan mencapai 99%. Profil kelembapan harian bulan Februari 2022 dapat dilihat pada gambar 14 di bawah ini.
Gambar 14. Grafik Profil Kelembapan Udara Harian Bulan Februari 2022
Profil kelembapan udara rata-rata per jam mencapai nilai maksimum terjadi antara jam 04.00 – 07.00 WITA dengan nilai berkisar antara 95 – 96%, sedangkan nilai
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
kelembapan udara minimum terjadi antara jam 13.00 – 15.00 WITA dengan nilai berkisar antara 69 – 71%. Profil kelembapan rata-rata per jam bulan Februari 2022 secara rinci dapat dilihat pada gambar 15.
Gambar 15. Grafik Profil Kelembapan Udara Rata-rata perjam Bulan Februari 2022
3. Suhu Udara
Profil suhu udara rata-rata harian bulan Februari 2022 berkisar antara 24.2 – 28.2 0C, suhu udara maksimum harian berkisar antara 27.0 – 34.0 0C dan suhu udara minimum harian berkisar antara 22.1 – 24.9 0C. Suhu udara maksimum tertinggi adalah sebesar 34.00C yang terjadi pada tanggal 1 Februari 2022. Sedangkan suhu minimum terendah tercatat 22.1 0C yang terjadi pada tanggal 28 Februari 2022. Profil suhu udara harian pada bulan Februari 2022 dapat dilihat pada gambar 16 di bawah ini.
Gambar 16. Grafik Profil Suhu Udara Harian Bulan Februari 2022
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
Profil suhu udara rata – rata per jam bulan Februari 2022 dapat dilihat pada gambar 17. Dari grafik dapat terlihat kecenderungan suhu udara meningkat mulai pukul 08.00 WITA. Nilai maksimum suhu udara rata-rata per jam berkisar antara 29.7 - 30.1 0C terjadi antara pukul 13.00 – 16.00 WITA. Nilai minimum suhu udara rata-rata per jam berkisar antara jam 05.00 – 07.00 WITA dengan suhu berkisar 24.1 – 24.3 0C.
Gambar 17. Grafik Profil Suhu Udara Rata-rata Per Jam Bulan Februari 2022
4. Jarak Pandang Mendatar (Visibility)
Hasil pengamatan jarak pandang mendatar rata-rata per jam di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin bulan Februari 2021 umumnya 9 km. Jarak pandang maksimum (≥ 9 km) terjadi pada pagi hingga malam hari antara pukul 09.00 – 22.00 WITA. Jarak pandang mendatar mulai menurun (< 9 km) antara pukul 23.00 – 08.00 WITA. Profil jarak pandang mendatar (visibility) rata-rata harian pada bulan Februari 2022 dapat dilihat pada gambar 18 di bawah ini.
Gambar 18. Grafik Jarak Pandang Mendatar (visibility) Bulan Februari 2022
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
Gambar 19. Grafik Jarak Pandang Mendatar (visibility) Ekstrim Bulan Februari 2022
Selama bulan Februari 2022, jarak pandang mendatar (visibility) yang tergolong ekstrim (< 1000 m) terjadi sebanyak 6 kali kejadian pada tanggal 1, 6, 17, 22, 26 dan 28 Februari 2022. Jarak pandang mendatar terendah tercatat mencapai 100 meter pada tanggal 28 Februari pada pukul 17.00 WITA. Kondisi ini terjadi akibat hujan lebat yang terjadi di sekitar wilayah Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Grafik jarak pandang mendatar (visibility) ekstrim pada bulan Februari 2022 dapat dilihat pada gambar 19.
5. Curah Hujan
Berdasarkan hasil pengukuran, jumlah curah hujan kumulatif bulan Februari 2022 adalah sebesar 304.0 mm dengan hari hujan sebanyak 16 hari. Pada dasarian I total curah hujan terukur sebesar 118.0 mm. Pada dasarian II total curah terukur hujan sebesar 46.8 mm dan pada dasarian III total curah hujan terukur sebesar 78.3 mm. Curah hujan tertinggi dalam 24 jam tercatat sebesar 85.8 mm yang terjadi pada tanggal 6 Februari 2022. Normal jumlah curah hujan (rata-rata 30 tahun) bulan Februari di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin sebesar 299 mm. Jika dibandingkan dengan normalnya, jumlah curah hujan pada bulan Februari 2022 tergolong bersifat Normal. Grafik jumlah curah hujan harian bulan Februari 2022 dapat dilihat pada gambar 20 di bawah ini.
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
Gambar 20. Grafik Curah Hujan Harian Februari 2022
Berdasarkan hasil pantauan penakar hujan otomatis tipe Hellman di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin selama bulan Februari 2022, tercatat total jumlah curah hujan maksimum perjam sebesar 35.8 mm yang terjadi antara pukul 03.00–
04.00 WITA dan jumlah curah hujan maksimum mutlak yakni sebesar 35.3 mm yang terjadi pada tanggal 2 Februari 2022. Grafik kejadian hujan harian pada bulan Februari 2022 dapat dilihat pada gambar 21 di bawah ini.
Gambar 21. Grafik Profil Curah Hujan Setiap Jam Bulan Februari 2022
6. Keadaan Cuaca
Berdasarkan hasil pantauan cuaca yang terjadi bulan Februari 2022 di Stasiun Syamsudin Noor Banjarmasin, kondisi cuaca signifikan kejadian hujan terjadi sebanyak 16
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
kali, kejadian petir sebanyak 12 kali, kejadian jarak pandang mendatar kurang dari 1000 m terdapat 6 kali kejadian, suhu udara ekstrem sebanyak 1 kali, dan kecepatan angin maksimum ekstrem sebanyak 1 kali. Profil keadaan cuaca siginifikan pada bulan Februari 2022 dapat dilihat pada gambar 22 di bawah ini.
Gambar 22. Grafik Cuaca Signifikan Bulan Februari 2022
7. Kalender Cuaca
Gambar 23. Kalender Cuaca Bulan Februari 2022
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022 85.8 mm/hari pada tanggal 6 Februari 2022. Kondisi ini terjadi akibat adanya belokan angin (shearline) diwilayah Kalimantan selatan pada tanggal 1 Februari 2022 dan adanya daerah pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Kalimantan Selatan pada tanggal 6 Februari 2022 sehingga berpotensi menumbuhkan awan-awan konvektif di wilayah Kalimantan Selatan yang dapat menyebabkan hujan lebat.
b. Angin Kencang NIHIL
c. Suhu Ekstrim
Pada tanggal 1 Februari 2022 suhu udara tercatat mencapai 34.0 0C, kondisi tersebut termasuk Suhu Udara Ekstrim dimana 3.00C di atas nilai normal dari suhu udara pada bulan Februari. Hal ini kemungkinan diakibatkan karena tidak adanya tutupan awan di wilayah Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin pada pukul 15.00 WITA di hari tersebut.
d. Jarak Pandang Mendatar
Pada tanggal 1 dan 6 Februari 2022 tercatat jarak pandang mendatar minimum mencapai 700 m pada tanggal 1 Februari 2022 dan 500 m pada tanggal 6 Februari 2022 yang disebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin.
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022 d. Jarak Pandang Mendatar
Pada tanggal 17 Februari 2022 tercatat jarak pandang mendatar minimum mencapai 700 m yang disebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin.
DASARIAN III
a. Hujan Lebat – Sangat Lebat NIHIL
b. Angin Kencang
Pada tanggal 28 Februari 2022 tercatat kecepatan angin maksimum tercatat sebesar 34 knot hal ini disebabkan adanya downbrust dari awan cumulonimbus di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin.
c. Suhu Ekstrim NIHIL
d. Jarak Pandang Mendatar
Pada tanggal 22, 26 dan 28 Februari 2022 tercatat jarak pandang mendatar minimum mencapai 500 m pada tanggal 22 Februari 2022, 1000 m pada tanggal 26 Februari 2022 dan 100 m pada tanggal 28 Februari 2022 yang disebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin.
Buletin Meteorologi Edisi Februari 2022
V. PRAKIRAAN
A. PRAKIRAAN HUJAN
1. Prakiraan Curah Hujan Maret 2022
Prakiraan akumulasi curah hujan Maret 2022 di wilayah Kalimantan Selatan secara keseluruhan berada dalam kategori tinggi antara 301 – 400 mm. Sedangkan wilayah yang berada dalam kategori menengah antara 201 – 300 mm meliputi Kab. Tanah Laut
Prakiraan akumulasi curah hujan Maret 2022 di wilayah Kalimantan Selatan secara keseluruhan berada dalam kategori tinggi antara 301 – 400 mm. Sedangkan wilayah yang berada dalam kategori menengah antara 201 – 300 mm meliputi Kab. Tanah Laut