INPUT PROSES OUTPUT
D. Standar Akuntansi Basis Kas Menuju Akrual
Definisi dasar kas yang telah dimodifikasi (modified cash basis) adalah campuran antara dasar kas dengan dasar akrual. Dalam standar akuntansi pemerintahan yang ditetapkan dengan PP No 24 tahun 2005, basis akuntansi yang digunakan pemerintah menggunakan basis modifikasi kas menuju akrual (cash toward accrual). Kieso dkk (2008). Dalam kerangka konseptual akuntansi pemerintahan dalam PP 24/2005, basis akuntansi yang digunakan adalah basis kas
untuk pengakuan pendapatan,belanja dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual untuk pengakuan aset,kewajiban dan ekuitas dalam neraca. Basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa pendapatan diakui pada saat kas diterima di rekening kas umum Negara/Daerah atau oleh entitas pelaporan dan belanja diakui pada saat kas dikeluarkan dari rekening kas umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan. Basis akrual untuk neraca berarti bahwa aset, kewajiban dan ekuitas dan diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
standar akuntansi pemerintahan merupakan pedoman dalam menyusun laporan keuangan yang digunakan sampai saat ini. Basis akuntansi yang digunakan dalam SAP ini adalah basis kas menuju akrual (cash toward accrual), dimana penggunaan basis kas untuk pengakuan pendapatan,belanja,transfer, dan pembiayaan serta basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Komponen-komponen laporan keuangan dalam SAP
(PP No. 24 tahun 2005) adalah:
a. Laporan Realisasi Anggaran
Laporan Realisasi Anggaran mengungkapkan kegiatan keuangan pemerintah pusat/daerah yang menunjukkan ketaatan terhadap APBN/APBD. Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber, alokasi dan penggunaan sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah dalam satu periode pelaporan.LRA menggambarkan perbandingan antara anggaran
dengan realisasinya dalam satu periode pelaporan. LRA menyajikan sekurang-kurangnya unsur-unsur sebagai berikut:1) Pendapatan, 2) Belanja, 3) Transfer, 4) Surplus/defisit, 5) Pembiayaan, 6) Sisa lebih/kurang pembiayaan.
b. Neraca
Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. Neraca mencantumkan sekurang-kurangnya pos-pos berikut: 1)Kas dan setara kas, 2)Investasi jangka pendek, 3) Piutang pajak dan bukan pajak, 4)Persediaan, 5)Investasi jangka panjang, 6)Aset tetap, 7)Kewajiban jangka pendek, 8)Kewajiban jangka panjang, 9)Ekuitas dana.
c. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama satu periode akuntansi, dan saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan.
d. Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan sekurang-kurangnya disajikan dengan susunan sebagai berikut:
1. Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro, pencapaian target Undang-undang APBN/APBD, berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target.
2. Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan.
3. Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkannatas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya.
4. Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.
5. Pengungkapan informasi untuk pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas.
6. Informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.
7. Daftar dan skedul.
Tabel 2.1 Perbedaan Komponen Laporan PP 24/2005 dengan PP 71/2010
PP 24 Tahun 2005 PP 24 Tahun 2010
Komponen Laporan Keuangan Pokok:
1. Neraca
2. Laporan Realisasi Anggaran 3. Laporan Arus Kas
4. Catatan atas Laporan Keuangan
Komponen Laporan Keuangan Pokok : A. Laporan Anggaran
1.Laporan Realisasi Anggaran(LRA) 2.Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (SAL)
Laporan yang bersifat optional:
1. Laporan Kinerja Keuangan(LKK) 2. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
B. Laporan Finansial 1.Neraca
2.Laporan Operasional (LO) 3.Laporan Arus Kas (LAK)
4.Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
C. Catatan atas Laporan Keuangan
Sumber : PP No. 71 tahun 2010
Laporan keuangan pemerintah yang berbeda dengan PP 24/2005 : a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
Laporan realisasi anggaran menggunakan basis akuntansi kas dalam penyajiannya.Pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima pada rekening kas umum Negara/Daerah. Sedangkan belanja dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari rekening kas umum Negara/Daerah. Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran pada akhir periode pelaporan dipindahkan ke laporan perubahan saldo anggaran lebih (SAL).
b. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
Saldo anggaran lebih adalah gabungan saldo yang berasal dari akumulasi SiLPA/SiKPA tahun-tahun anggaran sebelumnya dan tahun berjalan serta penyesuaian lain yang diperkenankan. Laporan perubahan saldo anggaran lebih menyajikan sekurang-kurangnya pos-pos : 1) Saldo anggaran lebih awal, 2) Penggunaan saldo anggaran lebih, 3)Sisa lebih/kurang pembiayaan tahun berjalan, 4) Koreksi kesalahan pembukuan tahun sebelumnya, Saldo anggaran lebih akhir.
c. Laporan Operasional (LO)
Laporan operasional menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah untuk
kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam satu periode pelaporan. Laporan operasional sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos sebagai berikut:
a) Pendapatan-LO
Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat/daerah yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali. Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan tersebut atau ada aliran masuk sumber daya ekonomi.
2) Beban
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.Beban diakui pada saat timbulnya oleh entitas pelaporan.
3) Surplus/defisit dari operasi Surplus dari kegiatan operasional adalah selisih lebih antara pendapatan dan beban selama satu periode pelaporan.
Sedangkan defisit dari dari kegiatan operasional adalah selisih kurang antara pendapatan dan beban selama satu periode pelaporan. Selisih lebih/kurang antara pendapatan dan beban selama satu periode pelaporan dicatat dalam pos surplus/defisit dari kegiatan operasional.
4) Kegiatan non operasional
Pendapatan dan beban yang sifatnya tidak rutin perlu dikelompokkan tersendiri dalam kegiatan non operasional.Selisih lebih/kurang antara
surplus/defisit dari kegiatan operasional dan surplus/defisit dari kegiatan non operasional merupakan
surplus/defisit sebelum pos luar biasa.
5) Surplus/defisit sebelum pos luar biasa 6) Pos luar biasa
Pos luar biasa disajikan terpisah dari pos-pos lainnya dalam laporan operasional dan disajikan sesudah surplus/Defisit sebelum pos luar biasa.
Pos luar biasa memuat kejadian luar biasa yang mempunyai karakteristik sebagai berikut: Kejadian yang tidak dapat diramalkan terjadi pada awal tahun anggaran,Tidak diharapkan terjadi berulang-ulang, Kejadian diluar kendali entitas pemerintah.
7) Surplus/defisit-LO
Surplus/defisit-LO adalah penjumlahan selisih lebih/kurang antara surplus/defisit kegiatan operasional, kegiatan non operasional, dan kejadian luar biasa. Saldo surplus/defisit-LO pada akhir periode pelaporan dipindahkan ke laporan perubahan ekuitas.
d. Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas menyajikan sekurang-kurangnya pos-pos:
1) Ekuitas awal
2) Surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan
3) Koreksi-koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas dana,yang antara lain berasal dari dampak kumulatif yang disebabkan oleh perubahan
kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan mendasar,misalnya: Koreksi kesalahan mendasar dari persediaan yang terjadi pada periode-periode sebelumnya dan Perubahan nilai aset tetap karena revaluasi aset tetap.
4) Ekuitas akhir