• Tidak ada hasil yang ditemukan

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran TIK

Dalam dokumen Pengaruh Penggunaan Multimedia Flip Book (Halaman 34-39)

C. Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi 1. Konsep Teknologi Informasi dan Komunikasi

3. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran TIK

Pada penelitian ini, materi yang diangkat adalah materi pelajaran kelas VII SMP semester dua dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Adapun Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP Negeri 1 Bandung kelas VII semester dua adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1

SKKD Mata Pelajaran TIK kelas VII Semester 2

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

Mempraktikkan Keterampilan Dasar Komputer

Mengidentifikasi berbagai komponen perangkat keras komputer

Materi yang dikemas dalam multimedia Flip Book ini adalah materi tentang perangkat komputer beserta fungsinya, dengan standar kompetensi mengidentifikasi berbagai komponen perangkat keras komputer beserta fungsinya.

Penggunaan multimedia Flip Book dalam mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ini bertujuan agar siswa dapat dengan mudah menerima materi pembelajaran, sehingga dapat menarik minat belajar siswa pembelajaran ini. D. Kaitan Penggunaan Multimedia Flip Book dengan Minat Belajar Siswa

Minat belajar sangat penting dimiliki siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenkan minat merupakan kecenderungan yang menetap dari dalam diri seseorang untuk menyukai dan memperhatikan sebuah kejadian tanpa adanya paksaan dari orang lain.

Kegiatan yang didasari dengan penuh minat akan lebih mendorong siswa belajar lebih baik sehingga akan meningkatkan hasil belajar.Minat belajar ini akan muncul jika siswa merasa tertarik terhadap berbagai hal yang akan dipelajari, atau jika siswa tersebut menyadari kaitan hal-hal yang akan dipelajarinya tersebut terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadinya (Hamalik, 2007: 110-11).

Namun pada kenyataannya, pembelajaran mata pelajaran Teknologi Informasi sering dihadapkan pada masalah kurangnya minat siswa dalam mengikuti pelajaran ini. Walaupun kini mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi telah menjadi mata pelajaran pokok seperti mata pelajaran lain, namun keantusiasan siswa dalam mengikuti mata pelajaran ini masih tergolong kurang.Hal ini berkaca pada kenyataan yang menyebutkan bahwa mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi tidak di-ujiankan saat ujian nasional. Sehingga secara tidak langsung, hal ini juga berpengaruh terhadap minat belajar siswa terhadap mata pelajaran ini. Oleh

karena itu dibutuhkan sebuah kegiatan pembelajaran yang dapat merangsang minat dari dalam diri siswa, salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran.

Media pembelajaran memiliki fungsi sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan isi pembelajaran, yang dapat merangsang perhatian, pikiran, serta meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa sehingga proses pembelajaran akan berlangsung efektif dan terarah. Multimedia merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam menyampaikan isi pembelajaran. Pada prinsip penggunaannya, multimedia merupakan sebuah media pembelajaran yang merupakan gabungan dari dua media atau lebih yang digunakan untuk membangkitkan minat dan memotivasi siswa dalam pembelajaran. Kemampuan multimedia yang mampu menyajikan berbagai pengalaman belajar bagi siswa akan menyentuh berbagai panca indera siswa, seperti indra penglihatan dan pendengaran. Penelitian Jacobs dan Schade dalam Munir (2010:232) pun menunjukkan: ‘Daya ingat seseorang yang hanya membaca saja memberikan presentase terendah, yaitu 1%. Daya ingat ini dapat ditingkatkan hingga 25%-30% dengan bantuan media lain seperti televisi. Daya ingat makin meningkat dengan penggunaan 3 dimensi seperti multimedia, hingga 60%’.

Telah banyak penelitian yang membuktikan besarnya peranan media dalam proses pembelajaran seperti:

1. Hamdan Giri Pranata (2009) melakukan penelitian terhadap “Hubungan Antara Penggunaan Multimedia Dalam Proses Pembelajaran dengan Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa” juga menyimpulkan adanya

hubungan yang signifikan antara penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran peningkatan kualitas Bahasa Inggris siswa.

2. Achmad Fadillah (2009) dalam skripsinya dengan judul “Pengaruh Penggunaan E-Magazine Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Media Grafis” membuktikan bahwa produk e-magazine yang dibuat peneliti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa.

Selain itu, penggunaan Flip Book juga dapat diterima oleh sebagian masyarakat di Amerika Serikat seperti yang diutarakan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Spring Hull (2005:1) dalam sebuah jurnal online berjudul “Online Flipping: Examination of the Digital Flip Viewer”:

Enam orang mahasiswa fakultas psikologi di Wichita State University Kansas Amerika, yang sering mengakses situs web harian dan menghabiskan waktu selama tujuh jam atau lebih per minggunya, terbukti dapat melakukan tugas dari 11 kegunaan dari FlipViewer sebuah majalah dalam format flipbook. FlipViewer ditemukan menjadi alternatif yang diinginkan untuk melihat materi online karena meniru tampilan dari buku cetak tradisional dantetap menawarkan banyak fungsi yang sama seperti situs web lainnya.

Penelitian ini mengangkat judul “Pengaruh penggunaan Multimedia Flip Book Terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP Negeri 1 Bandung.” Pada prinsipnya penelitian ini memberikan sharing pengetahuan dan pengalaman tentang pemanfaatan dan penerapan media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terutama dalam menggunakan teknologi multimedia yang meng-khususkan diri sebagai media pembelajaran seperti perangkat

multimedia Flip Book. Flip Book sendiri digunakan oleh peneliti dilihat dari beberapa karakteristiknya baik dari sisi tampilan maupun fitur-fitur lain yang dapat dikombinasikan ke dalam sebuah Flip Book tersebut, sehingga dinilai dapat meraih perhatian dan dapat disukai oleh siswa. Hal ini sejalan dengan fokus telaahan yang dari penelitian ini sendiri, yaitu untuk melihat apakah terdapat perbedaan minat belajar siswa yang signifikan pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP Negeri 1 Bandung setelah menggunakan multimedia Flip Book?

E. Asumsi

Berdasarkan pada kajian teori yang telah disebutkan di atas, maka peneliti berasumsi bahwa:

1. Penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia dapat menarik perhatian siswa baik dilihat dari perhatiannya saat guru menerangkan materi pembelajaran, maupun semangatnya dalam menerima materi pembelajaran. 2. Daya tarik yang timbul karena karakteristik multimedia Flip Book dapat

mempengaruhi persepsi siswa dalam rangka meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi.

3. Minat belajar yang tinggi dapat dilihat dari partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran khususnya mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi.

4. Minat belajar yang besar akan menciptakan kegiatan pembelajaran yang terarah dan efektif demi tercapainya tujuan pembelajaran.

F. Hipotesis

Secara umum, hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:

Hipotesis Kerja (H1: μ1≠ μ2≠ μ3≠ μ4 ≠ μ5≠ μ6)

Terdapat salah satu perbedaan rata-rata minat belajar siswa yang signifikan pada mata pelajaran TIK di SMP Negeri 1 Bandung setelah menggunakan multimedia Flip Book.

Lebih rincinya, hipotesis umum di atas dijabarkan ke dalam beberapa sub hipotesis sebagai berikut:

Dalam dokumen Pengaruh Penggunaan Multimedia Flip Book (Halaman 34-39)

Dokumen terkait