• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kemampuan dan keterampilan kepemimpinan dalam pengarahan adalah faktor penting efektivitas manajer. Keberhasilan suatu organisasi baik sebagai

ANALISA DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Analisis

1. Statistik Deskriptif

a. Deskriptif Demografi Responden

Deskriptif demografi responden memberikan gambaran mengenai data karakteristik dari para responen yang diukur menggunakan skala nominal dengan menunjukkan besarnya nilai frekuensi absolut dan persentase mengenai lamanya bekerja, jabatan, jenis kelamin, umur dan jenjang pendidikan.

56 Pada tabel 4.3 dapat dilihat bahwa jumlah responden apabila dilihat dari lamanya bekerja terbanyak adalah diatas 5 tahun yaitu sebanyak 44 orang atau sebesar 62% dan sisanya sebanyak 27 orang atau sebesar 38% telah bekerja pada instansi tersebut kurang dari sama dengan 5 tahun.

Tabel 4.3

Lama Bekerja Responden

Lama Bekerja Jumlah Persentase

> 5 Tahun 44 62%

≤ 5 Tahun 27 38%

Total 71 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer

Pada tabel 4.4 dapat dilihat jabatan yang dimiliki oleh responden dari data yang telah diperoleh. Responden yang menjabat sebagai kepala biro sebanyak 7 orang atau sebesar 10% dari 71 responden yang ada. Jabatan sebagai kepala seksi/bidang sebanyak 11 orang atau sebesar 15%, sebanyak 10 orang atau 14% mempunyai jabatan sebagai kepala bagian dan 27% dari jumlah responden yang ada atau sebanyak 19 orang menjabat sebagai kepala sub bagian. 24 orang menjabat sebagai staf mempunyai persentase sebesar 34% dari jumlah 71 responden yang ada.

57 Tabel 4.4

Jabatan Responden

Jabatan Jumlah Persentase

Kepala biro 7 10 %

Kepala seksi/bidang 11 15 %

Kepala bagian 10 14 %

Kepala sub bagian 19 27 %

Staf-staf 24 34 %

Total 71 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer

Pada tabel 4.5 dapat dilihat bahwa jumlah responden jika berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu sebanyak 462 orang dari seluruh jumlah responden yang ada atau sebesar 59%, sedangkan responden lainnya yaitu sebanyak 29 orang atau sebesar 41% data ini dipenuhi oleh jenis kelamin perempuan. Responden yang baik datang dari jenis kelamin laki-laki, sehingga persentase responden pada jenis kelamin laki-laki adalah terbanyak.

Tabel 4.5

Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki - Laki 42 59%

Perempuan 29 41%

Total 71 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer

Pada tabel 4.6 dapat dilihat bahwa jumlah responden berdasarkan kategori usia tersebar menjadi 4 kelompok. Responden pada kategori usia

58 20 - 30 tahun menjawab sebanyak 11 orang atau sebesar 15% dari jumlah seluruhnya, diikuti oleh responden pada kategori usia 30 - 40 tahun sebanyak 32 orang atau sebesar 45%. Responden yang berusia 40 - 50 tahun menjawab sebanyak 19 orang atau sebesar 27% sedangkan responden yang memiliki usia rata-rata diatas 50 tahun menjawab sebanyak 9% dari total keseluruhan yang ada.

Tabel 4.6 Usia Responden

Jabatan Jumlah Persentase

20 – 30 Tahun 11 15%

30 – 40 Tahun 32 45%

40 – 50 Tahun 19 27%

 50 Tahun 9 13%

Total 71 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer

Pada tabel 4.7 dapat dilihat kategori responden yang menjawab berdasarkan tingkat pendidikan terakhir pada kategori jenjang Strata Dua (S2) sebanyak 15 orang atau sebesar 21% diikuti oleh responden yang memiliki jumlah paling banyak berdasarkan tingkat pendidikan terakhir yaitu jenjang Strata Satu (S1) adalah sebanyak 38 orang atau sebesar 54%. Responden kategori Akademi (D3) menjawab sebanyak 11 orang atau sebesar 16% dan pada tingkat pendidikan SMU/SLTA ada 5 orang atau sebesar 7% dari total keseluruhan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa

59 Responden sebagian besar berpendidikan terakhir dengan kategori Strata Satu (S1).

Tabel 4.7

Tingkat Pendidikan terakhir

Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase Jenjang Strata 2 (S2) 15 21% Jenjang Strata 1 (S1) 38 54% Akademi (D3) 13 18% SMU/SLTA 5 7% Lain - Lain 0 0% Total 71 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer

b. Statistik Deskriptif Variabel

Statistik deskriptif variabel menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian seperti jumlah sampel data-data yang diujikan, nilai akumulasi paling tinggi dari masing-masing jawaban responden pada tiap variabel (nilai maksimum), nilai akumulasi paling rendah dari masing-masing jawaban responden pada tiap variabel (nilai minimum), nilai rata-rata (mean) menunujukkan nilai rata-rata dari keseluruhan jawaban responden pada setiap variabel, standar deviasi (standar deviation) untuk menilai tingkat dispersi atau persebaran rata-rata atas jawaban responden dan varians. Pada pengukuran kali ini akan dilakukan pengukuran stastistik deskriptif variabel secara umum mengenai nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata-rata, standar deviasi dan varians dari masing-masing variabel

60 yang akan diuji yaitu kinerja manajerial, partisipasi anggaran, gaya kepemimpinan dan iklim organisasi.

Tabel 4.8

Hasil Pengujian Statistik Deskriptif

Variabel N Range Minimum Maximum Mean

Standar Deviasi Varians Kinerja Manajerial 71 23 9 32 24.79 6.727 45.255 Partisipasi Anggaran 71 20 6 26 18.21 5.495 30.198 Gaya Kepemipinan 71 11 29 40 32.90 2.884 8.319 Iklim Organisasi 71 23 16 39 30.76 6.163 37.985 Valid N (listwise) 71

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan SPSS

Hasil pengolahan statstik deskriptif dengan menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 16,0 menunjukkan jumlah respoden sebanyak 71 orang. Jumlah indikator pertanyaan untuk masing-masing variabel, yaitu untuk variabel kinerja manajerial sebanyak 6 buah pertanyaan, sedangkan variabel kinerja manajerial sebanyak 9 buah pertanyaan. Untuk variabel gaya kepemimpinan dan iklim organisasi masing-masing 15 dan 12 buah pertanyaan.

Pada tabel 4.8 diatas dapat dilihat bahwa variabel kinerja manajerial diatas menunjukkan jumlah sebanyak 71 orang responden dan mempunyai nilai rata-rata 24.79 dengan nilai minimum 9 dan maksimum 32. Sedangkan standar deviasinya sebesar 6.727 dan varians sebesar 45.255.

61 Variabel partisipasi anggaran dengan jumlah data (n) sebanyak 71 orang responden dan mempunyai nilai rata-rata 18.21 dengan nilai minimum 6 dan maksimum 26. Sedangkan standar deviasinya sebesar 5.495 dan varians sebesar 30.198.

Sedangkan untuk variabel gaya kepemimpinan dengan jumlah data sebanyak 71 orang responden, mempunyai nilai rata-rata 32.90 dengan nilai minimum 29 dan maksimum 40 Sedangkan standar deviasinya sebesar 2.884 dan varians sebesar 8.319.

Variabel iklim organisasi menunjukkan jumlah data sebanyak 71 orang responden dan mempunyai nilai rata-rata 30.76 dengan nilai minimum 16 dan maksimum 39 Sedangkan standar deviasinya sebesar 6.163 dan varians sebesar 37.985.

2. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas

Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang akan diukur. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Jika valid berarti, instrumen itu dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur (Ghozali, 2002: 136-137 dalam Murtanto, Hapsari, 2006:8).

Pengujian ini dilakukan dengan uji Pearson Correlation, yaitu dengan cara mengkorelasikan skor yang diperoleh pada setiap item pertanyaan dengan skor total dari masing-masing. Kriteria yang digunakan untuk

62 menyatakan valid atau tidak valid adalah jika korelasi antara skor masing-masing indikator dengan total skor construct mempunyai tingkat signifikan kurang dari 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid dan jika korelasi skor masing-masing indikator dengan total skor construct mempunyai tingkat signifikan lebih dari 0,05 maka butir peryataan tersebut dinyatakan tidak valid (Santoso, 2004: 168 dalam Rachmawati, 2008:35).

Tabel 4.9

Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Manajerial

Corelations No. Indikator Pertanyaan Pearson Correlation Signifikasi (2-tailed) Keterangan 1 Item 1 (KM) 0.433 0.000 Valid 2 Item 2 (KM) 0.732 0.000 Valid 3 Item 3 (KM) 0.773 0.000 Valid 4 Item 4 (KM) 0.872 0.000 Valid 5 Item 5 (KM) 0.912 0.000 Valid 6 Item 6 (KM) 0.921 0.000 Valid 7 Item 7 (KM) 0.814 0.000 Valid 8 Item 8 (KM) 0.400 0.000 Valid 9 Item 9 (KM) 0.603 0.000 Valid

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan SPSS

Berdasarkan hasil tabel 4.9 diatas menunujukkan bahwa semua pertanyaan dari variabel dependen kinerja manajerial adalah valid, seperti terlihat bahwa semua pertanyaan diatas dikatakan valid dikarenakan memiliki nilai signifikansi 0.000 (dibawah 0.05).

63 Tabel 4.10

Hasil Uji Validitas Variabel Partisipasi Anggaran

Corelations No. Indikator Pertanyaan Pearson Correlation Signifikasi (2-tailed) Keterangan

1 Item 1 (PA) 0.869 0.000 Valid 2 Item 2 (PA) 0.816 0.000 Valid 3 Item 3 (PA) 0.854 0.000 Valid 4 Item 4 (PA) 0.905 0.000 Valid 5 Item 5 (PA) 0.895 0.000 Valid 6 Item 6 (PA) 0.964 0.000 Valid

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan SPSS

Berdasarkan hasil tabel 4.10 diatas menunujukkan bahwa semua pertanyaan dari variabel independen partisipasi anggaran adalah valid, seperti terlihat bahwa semua pertanyaan diatas dikatakan valid dikarenakan memiliki nilai signifikansi 0.000 (dibawah 0.05).

Tabel 4.11

Hasil Uji Validitas Variabel Gaya Kepemimpinan (Tahap I)

Corelations No. Indikator Pertanyaan Pearson Correlation Signifikasi (2-tailed) Keterangan 1 Item 1 (GK) 0.686 0.000 Valid 2 Item 2 (GK) 0.200 0.095 Tidak Valid 3 Item 3 (GK) 0.299 0.011 Tidak Valid 4 Item 4 (GK) 0.634 0.000 Valid 5 Item 5 (GK) - 0.531 0.000 Valid 6 Item 6 (GK) 0.312 0.008 Tidak Valid 7 Item 7 (GK) 0.382 0.000 Valid 8 Item 8 (GK) 0.435 0.000 Valid 9 Item 9 (GK) 0.339 0.000 Valid 10 Item 10 (GK) 0.752 0.000 Valid 11 Item 11 (GK) 0.558 0.000 Valid 12 Item 12 (GK) 0.200 0.095 Tidak Valid 13 Item 13 (GK) 0.576 0.000 Valid 14 Item 14 (GK) 0.729 0.000 Valid 15 Item 15 (GK) - 0.498 0.000 Valid

64 Hasil pengujian tingkat validitas pada masing-masing item dari masing-masing variabel yang diatas dari 42 pertanyaan dalam kuesioner pada penelitian ini terdapat 4 buah pertanyaan yang dinyatakan tidak valid karena memiliki tingkat signifikan lebih dari 0.05, yaitu pertanyaan ke-2, ke-3, ke-6 dan ke - 12 dari variabel gaya kepemimpinan. Selain dari kedua pertanyaan yang diatas, seluruh pertanyaan yang ada dinyatakan valid karena memiliki tingkat signifikan kurang dari 0.05 yang berarti item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total.

Tabel 4.12

Hasil Uji Validitas Variabel Gaya Kepemimpinan (Tahap II)

Corelations No. Indikator Pertanyaan Pearson Correlation Signifikasi (2-tailed) Keterangan 1 Item 1 (GK) 0.712 0.000 Valid 2 Item 4 (GK) 0.707 0.000 Valid 3 Item 5 (GK) - 0.723 0.000 Valid 4 Item 7 (GK) 0.492 0.000 Valid 5 Item 8 (GK) - 0.465 0.000 Valid 6 Item 9 (GK) 0.510 0.000 Valid 7 Item 10 (GK) 0.811 0.000 Valid 8 Item 11 (GK) 0.819 0.000 Valid 9 Item 13 (GK) 0.478 0.000 Valid 10 Item 14 (GK) 0.734 0.000 Valid 11 Item 15 (GK) - 0.467 0.000 Valid

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan SPSS

Berdasarkan hasil tabel 4.12 diatas setelah item-item ke-2, 3, 6 dan 12 digugurkan menunujukkan bahwa semua pertanyaan dari variabel independen gaya kepemimpinan adalah valid, seperti terlihat bahwa semua pertanyaan diatas dikatakan valid dikarenakan memiliki nilai signifikansi 0.000 (dibawah 0.05).

65 Tabel 4.13

Hasil Uji Validitas Variabel Iklim Organisasi

Corelations No. Indikator Pertanyaan Pearson Correlation Signifikasi (2-tailed) Keterangan

1 Item 1 (IO) 0.807 0.000 Valid 2 Item 2 (IO) 0.677 0.000 Valid 3 Item 3 (IO) 0.912 0.000 Valid 4 Item 4 (IO) 0.755 0.000 Valid 5 Item 5 (IO) 0.812 0.000 Valid 6 Item 6 (IO) 0.849 0.000 Valid 7 Item 7 (IO) 0.923 0.000 Valid 8 Item 8 (IO) 0.884 0.000 Valid 9 Item 9 (IO) - 0.485 0.000 Valid 10 Item 10 (IO) 0.841 0.000 Valid 11 Item 11 (IO) 0.529 0.000 Valid 12 Item 12 (IO) 0.723 0.000 Valid

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan SPSS

Berdasarkan hasil tabel 4.12 diatas menunujukkan bahwa semua pertanyaan dari variabel independen iklim organisasi adalah valid, seperti terlihat bahwa semua pertanyaan diatas dikatakan valid dikarenakan memiliki nilai signifikansi 0.000 (dibawah 0.05).

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas artinya adalah tingkat kepercayaan hasil suatu pengukuran. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi, yaitu pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya atau reliabel (Rochaety, Ety., dkk, 2009:49). Uji reliabilitas ini dilakukan untuk menguji sejauh mana konsistensi hasil jawaban dari para responden melalui pertanyaan yang diberikan. Hasil dari pengujian reliabilitas

66 digunakan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian yang dipakai dapat digunakan untuk berkali-kali pada waktu yang berbeda.

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dapat dikatakan reliabel atau handal jika jawaban responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Peneliti melakukan uji reliabilitas dengan menghitung cronbach’s alpha dari masing-masing instrumen dalam suatu variabel. Instrumen yang dipakai dalam variabel tersebut dapat dikatakan andal (reliable) apabila memiliki cronbach’s alpha lebih besar dari 0,60 (Ghozali, 2002:133 dalam Murtanto dan Hapsari, 2006:8).

Tabel 4.14

Hasil Pengujian Reliabilitas

N %

Valid 71 100.0

Excludeda 0 .0 Cases

Total 71 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha

Cronbach's Alpha Based on

Standardized Items N of Items

.947 .940 38

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan SPSS

Perhitungan nilai cronbach’s alpha dari 38 item pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, berdasarkan tabel 4.10 diatas menunjukkan nilai 0,947 untuk nilai cronbach’s alpha. Berdasarkan hasil ini, jadi dapat disimpulkan bahwa pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner penelitian ini adalah reliabel karna memiliki cronbach’s alpha lebih besar dari 0,60.

67 Pengolahan data dengan menggunakan metode pengujian regresi berganda terlebih dahulu harus dilakukan beberapa tahapan pengujian untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Data yang akan di uji terlebih dahulu harus memenuhi syarat uji asumsi dasar dan uji asumsi klasik.

3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat (dependen) dan variabel bebas (independen) atau keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki distibusi normal atau mendekati normal. Pengujian uji normalitas dilakukan dengan menggunakan normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal.

Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik. Jika data (titik) menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka menunjukkan pola distribusi normal yang mengindikasikan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data (titik) menyebar menjauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka tidak menunjukkan pola distribusi normal yang mengindikasikan bahwa model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. (Ghozali, 2005). Hasil uji normalitas dapat dilihat pada gambar 4.1

68 Tabel 4.15

Hasil Pengujian Uji Normalitas

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent Kinerja Manajerial 71 100.0% 0 .0% 71 100.0% Partisipasi Anggaran 71 100.0% 0 .0% 71 100.0% Gaya Kepemimpinan 71 100.0% 0 .0% 71 100.0% Iklim Organisasi 71 100.0% 0 .0% 71 100.0%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan SPSS

Tabel diatas menjelaskan bahwa, jumlah data nilai statistik yang diproses semuanya adalah valid (100 % data bisa diproses).

Gambar 4.1

Hasil Pengujian Uji Normalitas menggunakan grafik P-Plot

Berdasarkan hasil tampilan output pada gambar 4.1 (hasil uji normalitas menggunakan grafik P-Plot) terlihat bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengukuti arah garis diagonal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.

69 Gambar 4.2

Hasil Pengujian Uji Normalitas menggunakan grafik Histogram

Berdasarkan hasil tampilan output pada gambar 4.2 (hasil uji normalitas menggunakan grafik P-Plot) menunjukkan bahwa tabulasi yang tercipta mengikuti garis diagonal. Selain itu, garis lengkung menjulur dengan sisi yang sama pada bagian kiri maupun kanan histogram. Hal ini berarti distribusi data yang terjadi adalah normal. Sehingga dari hasil uji normalitas ini dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.

Berarti hasil uji mormalitas menggunakan grafik P-Plot maupun grafik histogram menunjukkan terjadinya distribusi data secara normal. Sehingga dapat dikatakan bahwa model regresi ini memenuhi asumsi normalitas.

a). Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas ini bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas.

70 Pengujian Multikolinearitas ini dilihat dari besaran VIF (Variance Inflation Factor) dan Tolerance. Regresi yang bebas dari problem multikolinearitas apabila nilai VIF < 10 dan tolerance > 0.10, maka data tersebut dikatakan tidak ada Multikolinearitas.

Tabel 4.16

Hasil Pengujian Uji Multikolinearitas

Pengaruh Gaya Kepemimpinan &Iklim Organisasi Terhadap Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial

Coefficientsa

Collinearity Statistics

Model Tolerance VIF

(Constant)

Partisipasi Anggaran .318 3.146 Gaya Kepemimpinan .556 1.798 1

Iklim Organisasi .259 3.858

a. Dependent Variable: Kinerja Manajerial

Berdasarkan hasil yang dapat dilihat pada tabel 4.13 diatas, menunjukkan bahwa masing-masing variabel mempunyai nilai tolerance > 0.10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10. Dimana, hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa nilai VIF untuk variabel partisipasi anggaran, gaya kepemimpinan dan iklim organisasi masing-masing sebesar 3.146, 1.798 dan 3.858 sedangkan hasil tolerance untuk variabel partisipasi anggaran, gaya kepemimpinan dan iklim organisasi masing-masing sebesar 0.318, 0.556 dan 0.259. Dari hasil pengujian tersebut mengindikasikan bahwa tidak terjadi problem multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.

71 b). Uji Heterokodasitas

Uji heterokodasitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heterokodasitas. Untuk menguji terjadi atau tidaknya heterokodasitas dilakukan dengan melihat penyebaran titik-titik pada saat scatterplot hasil uji heterokodasitas yang disajikan pada gambar berikut

Gambar 4.3

Hasil Pengujian Uji Heterokadasitas

Pengaruh Gaya Kepemimpinan &Iklim Organisasi Terhadap Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial

Berdasarkan gambar 4.3 di atas dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tetentu, serta tersebar dengan baik di atas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi heterokodasitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi kinerja manajerial berdasarkan masukan variabel partisipasi anggaran, gaya kepemimpinan dan iklim organisasi.

72 4. Pengujian Hipotesis

a. Hasil Uji Hipotesis 1

Hipotesis pertama menguji pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan regresi linear sedehana.

Tabel 4.17 Hasil Uji Hipotesis 1

Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics Model B Error Std. Beta t Sig. Tolerance VIF

(Constant) 12.493 2.337 5.346 .000 1

Partisipasi

Anggaran .675 .123 .552 5.492 .000 1.000 1.000 a. Dependent Variable: Kinerja Manajerial

Bahwa persamaan regresi sederhana untuk melihat besarnya pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial, yaitu:

Persamaan: Y = a + b1XPA + e

Y = 12.493 + 0.675x

Hasil analisis regresi pada hipotesis pertama yang dapat dilihat pada tabel 4.15, menunjukkan bahwa variabel partisipasi anggaran secara positif dan signifikan mempengaruhi kinerja manajerial dengan koefisien regresi sebesar 0.675 pada tingkat signifikansi sebesar 0.000 lebih besar dari 0.05. Koefisien bernilai positif, berarti terdapat hubungan yang positif (hubungan searah) antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial, semakin tinggi partisipasi anggaran maka semakin meningkatkan kinerja

73 manajerial. Dengan demikian hipotesis alternatif pertama diterima. Hasil dari penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahyudin Nor (2007) yang menyatakan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh secara positif signifikan terhadap kinerja manajerial.

Dokumen terkait