• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUJUAN DAN SASARAN

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

5.1 Strategi Pembangunan Daerah

Strategi merupakan serangkaian upaya yang berisikan gambaran proses pencapaian sasaran strategis pembangunan. Strategi memperhatikan faktor internal dan eksternal di lingkungan Bapplitbangda. Untuk itu strategi menjadi salah satu rujukan penting dalam perencanaan pembangunan daerah (strategy focussed-management). Rumusan strategi juga menunjukkan keinginan yang kuat bagaimana Bapplitbangda berupaya menciptakan nilai tambah bagi stakeholder pembangunan daerah untuk meningkatkan kontribusi secara aktif dalam pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan daerah.

Rumusan strategi menunjukkan keinginan yang kuat bagaimana Bapplitbangda menciptakan nilai tambah bagi stakeholder di bidang perencanaan. Disini penting untuk mendapatkan parameter utama yang menunjukkan bagaimana strategi tersebut menciptakan nilai (strategic objective). Melalui parameter tersebut, dapat diketahui indikasi keberhasilan atau kegagalan suatu strategi sekaligus untuk menciptakan budaya “berpikir Strategis” dalam menjamin bahwa transformasi menuju pengelolaan keuangan Bapplitbangda yang lebih baik, transparan, akuntabel dan berkomitmen terhadap kinerja.

Penentuan alternatif strategi pencapaian dari setiap indikator sasaran atau kumpulan sasaran yang inherent adalah dengan terlebih dahulu melakukan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, dan threats). Bahan utama yang digunakan dalam analisis SWOT adalah hasil telaah dari isu-isu strategis yang telah dirumuskan dalam bab sebelumnya, yang selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan pengaruh faktor internal dan eksternal yang melekat pada masing-masing isu. Identifikasi faktor internal dan ekternal, serta analisis SWOT yang dimaksud nampak dalam gambar dibawah ini :

Tabel 5.1. Indikasi Faktor Internal dan Eksternal dalam Analisa SWOT

INTERNAL

Strenght (Kekuatan) Weakness (Kelemahan) Komitmen Pemerintah Kabupaten

Maluku Tengah Perencanaan perangkat daerah belum berorientasi hasil

Pola Kepemimpinan yang visioner Efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran belum optimal jika

dibandingkan dengan capaian kinerja Meningkatnya pengetahuan dan

ketrampilan aparatur bapplitbangda Belum optimalnya penerapan SAKIP dalam sistem aplikasi

Meningkatnya ketersediaan sarana dan

prasarana Belum tersedianya data satu pintu

Meningkatnya koordinasi, sinergi, dan keterpaduan dalam bidang

perencanaan dan litbang.

Belum ada ruang pelayanan

Tersedianya dokumen-dokumen perencanaan, penelitian dan pengembangan

Kurangnya SDM dalam pelayanan

Kuatnya kerjasama dilingkup Bapplitbangda

Belum diterapkannya SOP pelayanan Tersedianya sistim informasi

perencanaan, penelitian dan pengembangan

Kurangnya konsistensi terhadap waktu dalam penyelesaian dokumen

perencanaan

Belum optimalnya kinerja perangkat

daerah

Masih terbatasnya kegiatan kelitbangan

Rendahnya keterpaduan dan sinergitas

kelitbangan daerah

Kurangnya implementasi hasil

kelitbangan dalam pengambilan kebijakan di daerah

Rendahnya pengetahuan dan kapasitas

inovasi daerah

Penerapan inovasi di tingkat perangkat

daerah belum maksimal

EKSTERNAL

Opportunity (Peluang) Threat (Ancaman) Meningkatnya kebijakan pemerintah

pusat dan provinsi Maluku untuk membangun Maluku Tengah

Kondisi geografis Kabupaten Maluku Tengah yang berpulau-pulau

menghambat kelancaran koordinasi perencanaan

Meningkatnya kebijakan pemerintah dalam peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik

Perubahan peraturan perundang-undangan membutuhkan penyesuaian kebijakan perencanan pembangunan, penelitian dan pengembangan Meningkatnya perhatian pemerintah

dalam peningkatan inovasi daerah dan desa

Rendahnya komitmen dan pengetahuan OPD dalam penyelesaian dokumen perencanaan

Meningkatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang mendukung efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan, penelitian dan pengembangan daerah

Rendahnya konsistensi perencanaan OPD dalam mendukung pencapaian kebijakan pemerintah daerah

Meningkatnya komitmen pemerintah pusat dalam memotivasi kinerja daerah dibidang perencanaan, penelitian dan pengembangan daerah

Belum semua usulan masyarakat diakomodir dalam dokumen perencanaan

Banyaknya Perguruan Tinggi dan Lembaga yang menyelenggarakan kegiatan pengembangan

pengetahuan dan ketrampilan

Perencanaan di tingkat Negeri belum konsisten dengan perencanaan tingkat Daerah

Meningkatnya tuntutan masyarakat

terhadap peningkatan pelayanan publik yang lebih baik

Masih tingginya tingkat kemiskinan dan

pengangguran serta belum meratanya infrastruktur

Terbatasnya tingkat pengetahuan dan

kapasitas masyarakat

Strategi S-O dipakai untuk menarik keuntungan dari peluang yang tersedia dalam lingkungan eksternal. Dengan kata lain, penyelenggara dan pengelola pembangunan daerah harus mampu meraih semua peluang berdasarkan kekuatan-kekuatan yang dimiliki. Setiap peluang harus ditangkap berdasarkan pertimbangan kekuatan yang dimiliki, bukan sekedar karena adanya peluang tersebut. Kekuatan yang dimiliki oleh Bapplitbangda dalam

melakukan pembangunan berbasis teknologi guna mempercepat pembangunan di Kabupaten Maluku Tengah. Selain itu kekuatan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah adalah memiliki Kepala Badan yang memiliki pola kepimimpinan yang visioner yang menjadi kekuatan untuk melakukan gebrakan dan inovasi dalam pembangunan daerah dalam segala aktifitas pemerintahan untuk mendorong efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas Bapplitbangda. Beberapa kekuatan yang disajikan pada tabel 5.1 di atas Berdasarkan Strategi S-O yang dilakukan, maka strategi yang di tetapkan adalah 1) Peningkatan kualitas layanan, aparatur perencana dan dukungan sarana prasarana, serta teknologi Informasi; 2) Peningkatan komitmen dan kebijakan .; 3) Peningkatan Koordinasi dan sinergitas perencanaan pembangunan

Strategi S-T digunakan untuk menghindari, paling tidak memperkecil dampak negatif dari ancaman atau tantangan yang akan datang dari luar. Jika ancaman tersebut tidak bisa diatasi dengan kekuatan internal maupun kekuatan eksternal yang ada, maka perlu dicari jalan keluarnya, agar ancaman tersebut tidak akan memberikan dampak negatif yang terlalu besar. Berdasarkan identifikasi faktor diatas Kabupaten Maluku Tengah masih memiliki beberapa tantangan/ancaman pembangunan. Sehingga strategi yang dibutuhkan adalah 1) Peningkatan koordinasi dan sinergitas perencanaan berbasis teknologi komunikasi dan informasi; 2) peningkatan kualitas pelayanan publik dibidang perencanaan dan litbang; 3) Peningkatan kualitas perencanaan dalam pencapaian kebijakan pemerintah daerah

Strategi W-O bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang dari lingkungan yang terdapat di luar. Setiap peluang yang tidak dapat dipenuhi karena adanya kekurangan yang dimiliki, harus dicari jalan keluarnya dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan lainnya yang tersedia. Sehingga strategi yang dibutuhkan adalah 1) Peningkatan efektifitas dan efisiensi anggaran dalam pencapaian target kinerja; 2) peningkatan kuantitas dan kualitas SDM, serta fasilitas pelayanan publik; 3) peningkatan konsistensi dan ketepatan penyusunan dokumen perencanaan; 4) peningkatan kualitas dan ketersediaan data perencanaan yang uptodate; 5) peningkatan kegiatan kelitbangan dan kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi.

Strategi W-T adalah taktik mempertahankan kondisi yang diusahakan dengan memperkecil kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal. Dengan kata lain jika sekiranya ancaman yang akan datang lebih kuat dari upaya pengembangan, maka hal yang perlu dilakukan adalah dengan menghentikan sementara usaha ekspansi pengembangan, dengan menunggu ancaman eksternal yang datang menjadi hilang atau reda. Sehingga strategi yang dibutuhkan adalah 1) pengembangan sistim pelayanan publik dengan standar

dan prosedur yang baku; 2) peningkatan pengetahuan dan kapasitas serta komitmen berinovasi masyarakat.

Dengan analisis SWOT yang dilakukan, ditetapkan Strategi dalam pencapaian sasaran, meliputi :

1. Peningkatan kinerja pelayanan publik di bidang perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan daerah

2. Peningkatan konsistensi, sinergitas dan integrasi perencanaan daerah 3. Peningkatan kapasitas kelitbangan

5.2 Arah Kebijakan

Arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah dibidang perencanaan merupakan pedoman untuk menentukan tahapan dan prioritas pembangunan lima tahunan guna mencapai sasaran Renstra secara bertahap.

Tahapan dan prioritas yang ditetapkan harus mencerminkan urgensi permasalahan dan isu strategis yang hendak diselesaikan dengan memperhatikan pengaturan waktu. Meski penekanan prioritas pada setiap tahapan berbeda-beda, namun memiliki kesinambungan dari satu periode ke periode lainnya dalam rangka mencapai sasaran tahapan lima tahunan dalam RPJMD.

Melalui rumusan kebijakan diperoleh sarana untuk menghasilkan atau diperolehnya berbagai program yang paling efektif mencapai sasaran. Untuk itu dibutuhkan kebijakan umum agar dapat merangkai program-program Terobosan, Unggulan, dan prioritas yang Inherent.

Agar kebijakan umum dapat dijadikan pedoman dalam menentukan program prioritas yang tepat, kebijakan umum dibuat dalam empat perspektif balanced score card yang merupakan sistem pengukuran kinerja yang berfokus pada aspek keuangan dan non keuangan dengan memandang empat perspektif, yaitu:

1. Kebijakan pada perspektif Pelayanan Kemasyarakatan adalah kebijakan yang dapat menggerakkan pencapaian dan peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM), pelayanan publik untuk meningkatkan kepuasan masyarakat;

2. Kebijakan pada perspektif Finansial yaitu kebijakan yang diarahkan dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan tata kelola keuangan dalam mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih.

3. Kebijakan pada perspektif Internal/ Kelembagaan yaitu kebijakan adalah semua arah kebijakan yang terkait dengan pelaksanaan, pembangunan, dan peningkatan untuk mempercepat pencapaian percepatan pembangunan daerah.

4. Kebijakan pada perspektif Learning and Growth yang mendorong upaya-upaya yang mendorong penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pemanfaatan, pengembangan sistem data dan informasi dalam pelaksanaan pembangunan daerah;

Hubungan antara arah kebijakan dan empat perspektif diatas, sekaligus berdasarkan atas strategi pembangunan daerah, guna menunjang pencapaian tujuan dan sasaran dibidang perencanaan pembangunan dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 5.2 Arah Kebijakan, Program Terobosan, Program Prioritas Daerah dan Program Prioritas BAPPLITBANGDA

Kabupaten Maluku Tengah

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan

Meningkatkan pelayanan publik di bidang perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan daerah

1. Peningkatan efisiensi dan 2. Optimalisasi

penerapan SAKIP berbasis aplikasi 3. Pengembangan

SOP pelayanan 4. Penyediaan ruang

pelayanan

1. Peningkatan koordinasi,

2. Peningkatan sarana prasarana

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan

sinergitas program dan kegiatan kelitbangan

3. Peningkatan penerapan inovasi daerah

4. Peningkatan kapasitas masyarakat

Tabel 5.3 Arah Kebijakan, Program Terobosan, Program Prioritas Daerah dan Program Prioritas BAPPLITBANGDA

Kabupaten Maluku Tengah

No Perspektif Arah Kebijakan

Strategi dan Kebijakan

Inovasi Daerah

Program Prioritas

Daerah Program Prioritas OPD

1 2 3 4 5 6

MISI IV Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

Strategi 1.1 : Peningkatan kinerja pelayanan publik di bidang perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan daerah

1 Perspektif

No Perspektif Arah Kebijakan

Daerah Program Prioritas OPD

Strategi 1.2 : Peningkatan konsistensi, sinergitas dan integrasi perencanaan daerah

1

No Perspektif Arah Kebijakan

Daerah Program Prioritas OPD

Strategi 1.3 : Peningkatan kapasitas kelitbangan

1 Perspektif

BAB VI

Dokumen terkait