BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Strategi Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan dalam
Berdasarkan temuan lapangan yang didapatkan oleh peneliti mengenai pembinaan koperasi, pembinaan koperasi itu merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menciptakan dan mengembangkan kondisi yang mendorong pertumbuhan serta pemasyarakatan koperasi melalui sosialisasi, penyuluhan dan perlindungan kepada koperasi. Dalam hal ini, pihak yang berwenang untuk melakukan pembinaan kepada koperasi adalah pihak yang membidangi koperasi yaitu Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan.
Pembinaan koperasi sangat penting dalam upaya memupuk pertumbuhan dan sekaligus meningkatkan peranan dan tanggung jawab masyarakat golongan ekonomi lemah dalam kegiatan pembangunan. Ada beberapa segi koperasi yang pembangunannya memerlukan bantuan pemerintah, keikut sertaan pemerintah dalam pembinaan koperasi itu dapat berlangsung secara efektif dan tentu perlu dilakukan koordinasi antara satu bidang dengan bidang lainnya. Strategi pembinaan koperasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan sudah ditetapkan dalam Rencana Strategis Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Tahun 2016-2021, dan berikut ini adalah Rencana Strategis Tahun 2016-2021 yang menjadi acuan strategi yang dilakukan bidang koperasi untuk melakukan pembinaan koperasi di Kabupaten Tanah Datar sebagai berikut:
Tabel 4.1
Rencana Strategi Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Tahun 2016-2021 Bidang Koperasi Kabupaten Tanah Datar
Visi: Terwujudnya usaha ekonomi masyarakat yang berdaya saing tinggi disektor koperasi, perindustrian dan perdagangan.
Misi: Meningkatkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan (masyarakat) dan Menciptakan dunia usaha yang tertib dan taat aturan.
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Meningkatkan (Sumber :Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar, 2018)
Berdasarkan tabel 4.1 Strategi yang dilakukan oleh Dinas koperasi industri dan perdagangan khususnya bidang koperasi dalam pembinaan koperasi di Kabupaten Tanah Datar adalah dengan peningkatan terhadap penguatan kelembagaan koperasi, agar jumlah koperasi aktif tumbuh dan berkembang. Strategi yang dilakukan Dinas koperasi sangat berpengaruh dan memiliki peran penting dalam suatu organisasi perkoperasian, strategi yang baik mampu membawa koperasi tersebut ke arah tujuan yang lebih baik dan jumlah koperasi aktif dapat meningkat.
Wawancara penulis dengan Bapak Ichwandi mengatakan bahwa strategi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan untuk meningkatkan koperasi yang tangguh dan mandiri yaitu melaksanakan pendidikan keterampilan seperti terampil dalam mengolah sumber daya alam yang dimiliki agar dapat dikembangkan dan diolah menjadi suatu produk yang bernilai dan menjadi sumber usaha pada koperasi, selanjutnya memberikan fasilitas berupa kemudahan permodalan dan mencarikan solusi dalam bantuan sumber dana, melakukan sosialisasi
terhadap aturan-aturan perkoperasian yang bertujuan supaya koperasi se Kabupaten Tanah Datar yang ada dapat mengetahui manfaat atau keuntungan apabila menjadi anggota koperasi. Di sini diberikan informasi secara detail tentang gambaran umum koperasi mulai dari sejarah, cara kerja serta manfaat yang diterima apabila menjadi anggota koperasi.
Sosialisasi ini biasanya dilakukan ke koperasi-koperasi, di Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar itu sendiri. (Ichwandi, wawancara, tanggal 4 juli 2019, jam 10.00 wib, di Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar)
Strategi adalah suatu proses yang dinamik karena berlangsung secara terus menerus dalam suatu organisasi, setiap strategi selalu memerlukan peninjauan ulang dan bahkan mungkin perubahan di masa depan. Salah satu alasan utama mengapa demikian, karena kondisi yang dihadapi oleh satu organisasi baik yang sifatnya internal maupun eksternal selalu berubah-ubah pula. Strategi manajemen dimaksudkan agar organisasi menjadi satuan yang mampu menampilkan kinerja tinggi, karena organisasi yang berhasil adalah organisasi yang tingkat efektivitas dan produktifitasnya semakin lama semakin tinggi. Strategi secara umum merupakan proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara agar tujuan tersebut dapat dicapai. (Siagian, 1995, hal. 27)
Wawancara penulis dengan Ibuk Nah Renis, SE mengatakan bahwa Pembinaan yang dilakukan oleh Dinas koperasi industri dan perdagangan Kabupaten Tanah Datar adalah pembinaan koperasi mulai dari pendirian koperasi (kelembagaan koperasi), sampai dengan koperasi yang menjalankan usahanya juga melakukan pengawasan terhadap aktivitas koperasi sehingga koperasi berjalan sesuai dengan nilai dan prinsip-prinsip koperasi. Pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar berupa pengawasan langsung yang dilakukan oleh beberapa tim pengawas yang telah di tunjuk dari Dinas
untuk langsung turun ke lapangan dengan jadwal yang telah disusun, dan melakukan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang ada dikoperasi apakah telah berjalan dengan baik dan telah memenuhi prinsip-prinsip perkoperasian. (Nah Renis, wawancara, tanggal 4 Juli 2019, jam 10.25 wib, di Bidang Koperasi Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar)
Koperasi yang dibina oleh Dinas koperasi industri dan perdagangan Kabupaten Tanah Datar ialah koperasi yang berbadan hukum di Kabupaten Tanah Datar dan sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Dengan cara pembinaan yang diberikan oleh Dinas koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar yaitu:
1. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan subjek yang aktif dan menentukan, bukan objek yang pasif sebagaimana sumber daya lainnya.
Sumber daya manusia yang ada dalam koperasi adalah pengurus, pengawas, anggota, dan pengelola atau karyawan koperasi. Tujuan pembinaan sumber daya manusia tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan koperasi dan masing-masing dapat melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya, karena koperasi mempunyai dua peran yang harus dijalankan, yaitu peran utama mensejahterakan anggota dan selanjutnya memperoleh keuntungan, berbeda dengan badan usaha lainnya yang hanya mencari keuntungan saja.
Berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi pasal 152 strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia koperasi dilakukan dengan kegiatan meliputi:
a. Peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan dan latihan keterampilan teknis dan keterampilan manajerial dan kewirausahaan;
b. Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana prasarana pendidikan dan latihan termasuk anggaran, gedung, alat peraga, kurikulum dan
silabi, tenaga pelatih dan widyaiswara yang berkompetensi memadai;
c. Peningkatan kuantitas dan kualitas pembelajaran perkoperasian pada pendidikan formal, informal dan non formal;
d. Peningkatan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan yang terkait;
e. Peningkatan kompetensi tata kelola koperasi, termasuk sertifikasi pengelola koperasi;
f. Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi;
g. Peningkatan akses koperasi kepada sumber informasi dan pemanfaatan teknologi tepat; dan
h. Fasilitasi proses alih teknologi dalam kerangka pelaksanaan kemitraan. (Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Nomor 09 Tahun 2018, pasal 152)
Wawancara penulis dengan Bapak Ichwandi mengatakan bahwa pembinaan sumber daya manusia bagi koperasi yang dilakukan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar sudah berjalan, namun masih diperlukan peningkatan dari segi kualitas narasumber dan kuantitas peserta pelatihan, khususnya pelatihan bersifat teknis seperti pelatihan akuntansi koperasi ditambah jumlah hari pelatihan, menambah materi-materi pelatihan yang dibutuhkan seperti pelatihan perpajakan bagi koperasi, pelatihan penggunaan teknologi tepat guna, pelatihan manajemen koperasi (manajemen pemasaran, manajemen keanggotaan dan manajemen keuangan) dan intensitas pelaksanaan pelatihan tersebut lebih ditingkatkan lagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dengan mengembangkan kemampuan teknis, jiwa kewirausahaan dan manajerial sumber daya bagi pengurus dan pengelola, meningkatkan pengetahuan pengawas dalam melaksanakan tugasnya seperti terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan ke koperasi-koperasi sekaligus melakukan penilaian terhadap koperasinya dengan melakukan penilaian
terhadap usahanya, karena pengawas merupakan perpanjangan tangan dari anggota. Bagi anggota peran aktifnya sangat penting karena dalam koperasi anggota merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
(Ichwandi, wawancara, tanggal 4 juli 2019, jam 10.00 wib, di Bidang Koperasi Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar)
2. Kelembagaan Koperasi
Berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi pasal 151 strategi perkuatan kelembagaan, organisasi dan manajemen koperasi dijabarkan lebih lanjut dalam program dan kegiatan meliputi:
a. penataan peraturan perundang-undangan yang mampu mendukung adanya kepastian dan perlindungan hukum bagi koperasi untuk tumbuh dan berkembang secara lebih sehat, tangguh, maju dan mandiri;
b. Penguatan lembaga organisasi gerakan koperasi sebagai wadah perjuangan dan aspirasi gerakan koperasi, serta sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan koperasi;
c. Peningkatan efektifitas tata laksana organisasi dan manajemen koperasi;
d. Peningkatan efektifitas peran dan fungsi rapat anggota;
e. Peningkatan efektifitas peran dan fungsi anggota;
f. Peningkatan kohesifitas dan partisipasi anggota;
g. Peningkatan efektifitas peran dan fungsi pengurus dan pengawas;
h. Peningkatan efektifitas peran dan fungsi pengelola usaha koperasi;
i. Peningkatan efektifitas proses penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan belanja koperasi;
j. Peningkatan efektifitas tatalaksana administrasi organisasi, keuangan dan usaha yang akuntabel;
k. Peningkatan efektifitas penerapan standar operasinal manajemen dan standar operasional prosedur;
l. Peningkatan efektifitas penerapan sistem informasi manajemen;
m. Peningkatan kualitas tata organisasi yang kecil, fleksibel, efektif dan efisien;
n. Peningkatan efektifitas mekanisme manajemen koperasi;
o. Peningkatan efektifitas pelaksanaan manajemen pengawasan;
p. Pemeringkatan koperasi. (Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Nomor 09 Tahun 2018, pasal 151)
Wawancara penulis dengan Ibuk Lola Nasution, SH mengatakan bahwa Pembinaan koperasi yang dilakukan oleh bidang-bidang yang ada pada Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar adalah bidang koperasi karena pada bidang koperasi melakukan pembinaan koperasi mulai dari pendirian koperasi (kelembagaan koperasi), Pembinaan kelembagaan koperasi yang dilakukan pada pembentukan struktur organisasinya dengan melakukan pembinaan terhadap administrasi dan pembukuan dengan cara menangani administrasi keuangan, mengerjakan jurnal dan buku besar, menyusun neraca percobaan, melakukan perhitungan bagi hasil dan melakukan penyusunan laporan keuangan secara periodik. Serta melakukan pelatihan sosialisasi pengawasan, penyampaian materi saat rapat anggota tahunan dan melakukan pembinaan langsung ke pengurus koperasi. (Lola Nasution, SH, wawancara, tanggal 5 September 2019, jam 10.55 wib, di ruang Kabid Koperasi Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar)
3. Pembinaan Permodalan
Modal adalah hal yang sangat penting diperhatikan karena modal merupakan sarana untuk melaksanakan usaha koperasi, dalam koperasi modal terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal merupakan faktor penting dalam menjalankan usaha koperasi, berbagai bentuk program permodalan yang telah dijalankan pemerintah. Perkuatan
permodalan koperasi Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar dijabarkan melalui kegiatan, yaitu melaksanakan kegiatan sosialisasi dukungan informasi penyediaan permodalan bagi koperasi, outputnya koperasi memperoleh informasi mengenai pihak-pihak yang dapat menyalurkan permodalan bagi koperasi.
Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah akses agar mampu mengembangkan usahanya melalui fasilitas perkuatan permodalan dan untuk memperlancar dan memperluas akses kepada sumber daya produktif kepada lembaga perbankan, non perbankan, program dana bergulir, yang bersumber dari APBD dan APBN termasuk mendorong peningkatan fungsi lembaga-lembaga keuangan koperasi. (Lola Nasution, SH, wawancara, tanggal 5 September 2019, jam 10.55 wib, di ruang Kabid Koperasi Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar)
Berdasarkan wawancara penulis dengan Ibuk Lola Nasution SH, selaku Kabid Koperasi dan UKM, mengungkapkan bahwa tugas Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar yaitu mengarahkan koperasi agar koperasi bisa terus tumbuh dan berkembang, sehat dan kami mencoba membina dari berbagai sisi, yang namanya permodalan pihak Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan hanya memfasilitasi, jika ada koperasi dan UMKM yang butuh modal mereka harus mengajukan proposal untuk pihak Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan, nanti pihak Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan akan mengarahkan kemana proposal harus dimasukkan, ada yang namanya BUMN atau kepedulian perusahaan kepada lingkungan sekitarnya, itu pihak Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan arahkan kesana untuk mengajukan proposalnya, itulah fungsi pihak Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan bukan pihak Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan yang memberikan bantuan
modal, pihak Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan hanya memfasilitasi dan menjadi mediator.
Dari hasil wawancara tersebut, Dinas koperasi memang tidak ada memberikan dana sedikit pun, walaupun koperasi sangat membutuhkan dana untuk membangun agar koperasinya tetap aktif dan tumbuh berkembang seperti yang diinginkan. Akan tetapi, Dinas koperasi tetap membantu koperasi-koperasi agar bisa mendapatkan dana yaitu dengan cara mengajukan proposal kepada perusahaan-perusahaan yang ada.
Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar hanya memberikan bimbingan bagaimana cara mendapatkan modal yaitu dengan mengajukan proposal ke Dinas Koperasi dan mengarahkan kemana harus dibawa proposal tersebut. Dinas Koperasi mengundang koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Datar dan dilatih bagaimana cara untuk mendapatkan modal, dan mencarikan solusi dalam bantuan sumber dana dengan memfasilitasi ke Badan usaha lain seperti ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan mendapatkan pinjaman dana dari pihak perbankan jika koperasi tersebut memang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan dana ataupun modal. (Lola Nasution, SH, wawancara, tanggal 5 September 2019, jam 10.55 wib, di ruang Kabid Koperasi Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar)
4. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar bertujuan untuk monitoring kepada koperasi yang tidak aktif dan kepada koperasi yang tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan cara turun ke lapangan, memonitor dengan cara melihat kondisi koperasi secara langsung datang ke koperasi yang tidak aktif tersebut untuk mengetahui penyebab koperasi yang tidak aktif dan tidak melaksanakan RAT sehingga dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh koperasi seperti permasalahan terhadap usahanya,
permasalahan terhadap kondisi keuangannya sehingga kedepannya dapat diberikan solusi dan perbaikan seperti pemberian solusi untuk mendapatkan bantuan dan pinjaman dana ataupun modal untuk koperasi sehingga kondisi keuangannya dapat lebih stabil dan kegiatan perkoperasian dapat berjalan dengan baik sesuai prinsip-prinsip perkoperasian.
Wawancara penulis dengan Ibuk Nah Renis, SE mengatakan bahwa kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan sudah dilakukan oleh Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar namun belum optimal karena kegiatan tersebut belum terlaksana bagi seluruh koperasi yang ada. Kegiatan ini sangat perlu dilaksanakan agar perkembangan koperasi di Kabupaten Tanah Datar dapat dipantau seluruhnya. Selain itu, perlu diperhatikan tindak lanjut dari kegiatan tersebut agar benar-benar bermanfaat dan bukan sekedar melaksanakan kegiatan, karena permasalahan koperasi sangat kompleks dan berbeda-beda untuk setiap koperasi sehingga diperlukan tindakan seperti pembinaan secara terpadu, terus-menerus dan berkesinambungan.
Dengan adanya pembinaan koperasi bertujuan agar koperasi dapat menjadi lembaga yang kuat, sehat, tangguh dan mandiri, dan berjalan sesuai dengan nilai dan prinsip-prinsip koperasi, anggotanya dapat berperan secara berhasil guna, sedangkan pengawas dan pengurus berfungsi efektif. Pelaksanaan pembinaannya akan diusahakan secara lebih terpadu, berkesinambungan dan lebih ditekankan pada aspek kualitasnya. Agar terwujudnya program pengembangan pemberdayaan koperasi sehingga mampu sebagai pelaku ekonomi kerakyatan yang berperan meningkatkan taraf kehidupan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya yang akan meningkatkan pembangunan dari segi perekonomian. (Nah Renis, wawancara, tanggal 5 September 2019, jam 10.25 wib, di Bidang Koperasi Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar)
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Strategi merupakan suatu cara yang digunakan oleh manajer atau pimpinan puncak untuk mencapai tujuan organisasi. Strategi merupakan landasan awal bagi sebuah organisasi dan elemen-elemen didalamnya untuk menyusun langkah-langkah atau tindakan-tindakan dengan memperhitungkan faktor-faktor internal dan eksternal dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Strategi pembinaan koperasi yang dilakukan Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar dalam pembinaan koperasi sudah dilakukan dengan baik, namun perlu adanya peningkatan strategi agar koperasi yang aktif dapat lebih berkembang.
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, strategi pembinaan koperasi yang dilakukan Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar adalah:
1. Pembinaan sumber daya manusia bagi koperasi yang dilakukan Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar dengan melakukan peningkatan dari segi kualitas narasumber dan kuantitas peserta pelatihan, khususnya pelatihan bersifat teknis seperti pelatihan akuntansi koperasi ditambah jumlah hari pelatihan, menambah materi-materi pelatihan yang dibutuhkan seperti pelatihan perpajakan bagi koperasi, pelatihan penggunaan teknologi tepat guna, pelatihan manajemen koperasi (manajemen pemasaran, manajemen keanggotaan dan manajemen keuangan) dan intensitas pelaksanaan pelatihan tersebut lebih ditingkatkan lagi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dengan mengembangkan kemampuan teknis, jiwa kewirausahaan dan manajerial sumber daya bagi pengurus dan pengelola, meningkatkan pengetahuan pengawas dalam melaksanakan
83
tugasnya seperti terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan ke koperasi-koperasi sekaligus melakukan penilaian terhadap koperasinya dengan melakukan penilaian terhadap usahanya, karena pengawas merupakan perpanjangan tangan dari anggota. Bagi anggota peran aktifnya sangat penting karena dalam koperasi anggota merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
2. Pembinaan kelembagaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar adalah bidang koperasi karena pada bidang koperasi melakukan pembinaan koperasi mulai dari pendirian koperasi (kelembagaan koperasi), Pembinaan kelembagaan koperasi yang dilakukan pada pembentukan struktur organisasinya dengan melakukan pembinaan terhadap administrasi dan pembukuan dengan cara menangani administrasi keuangan, mengerjakan jurnal dan buku besar, menyusun neraca percobaan, melakukan perhitungan bagi hasil dan melakukan penyusunan laporan keuangan secara periodik.
Serta melakukan pelatihan sosialisasi pengawasan, penyampaian materi saat rapat anggota tahunan dan melakukan pembinaan langsung ke pengurus koperasi.
3. Pembinaan permodalan, dengan cara melaksanakan kegiatan sosialisasi dukungan informasi penyediaan permodalan bagi koperasi, outputnya koperasi memperoleh informasi mengenai pihak-pihak yang dapat menyalurkan permodalan bagi koperasi. Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah akses agar mampu mengembangkan usahanya melalui fasilitas perkuatan permodalan dan untuk memperlancar dan memperluas akses kepada sumber daya produktif kepada lembaga perbankan, non perbankan, program dana bergulir, yang bersumber dari APBD dan APBN termasuk mendorong peningkatan fungsi lembaga-lembaga keuangan koperasi.
4. Kegiatan mnitoring, evaluasi dan pelaporan yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar bertujuan untuk monitoring kepada koperasi yang tidak aktif dan
kepada koperasi yang tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan cara turun ke lapangan, memonitor dengan cara melihat kondisi koperasi secara langsung datang ke koperasi yang tidak aktif tersebut untuk mengetahui penyebab koperasi yang tidak aktif dan tidak melaksanakan RAT sehingga dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh koperasi seperti permasalahan terhadap usahanya, permasalahan terhadap kondisi keuangannya sehingga kedepannya dapat diberikan solusi dan perbaikan seperti pemberian solusi untuk mendapatkan bantuan dan pinjaman dana ataupun modal untuk koperasi sehingga kondisi keuangannya dapat lebih stabil dan kegiatan perkoperasian dapat berjalan dengan baik sesuai prinsip-prinsip perkoperasian.
B. Saran
Saran penulis yang berkaitan dengan penelitian ini, adalah sebagai berikut:
1. Kepada Dinas koperasi industri dan perdagangan Kabupaten Tanah Datar pentingnya semua kebijakan-kebijakan lebih menyentuh kepada masyarakat. Baik dari informasi tentang pelatihan-pelatihan, adanya pameran-pameran dan terutama dalam hal peningkatan SDM koperasi yang dinilai masih belum mengenai sasaran.
2. Pentingnya Dinas koperasi industri dan perdagangan Kabupaten Tanah Datar untuk terus meningkatkan pembinaan terhadap koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Datar sehingga koperasi-koperasi bisa menjadi guru perekonomian Indonesia.
3. Kepada pembaca agar dapat melanjutkan penulisan penelitian tentang koperasi industri dan perdagangan Kabupaten Tanah Datar baik dari segi peningkatan koperasi ataupun kebijakan-kebijakan pemerintah dalam membangun dan mengembangkan koperasi sebagai pondasi ekonomi masyarakat.
DAFTAR KEPUSTAKAAN Buku
Andjar Pachta W,dkk. (2005) Hukum Koperasi Indonesia, Jakarta: Kencana.
H.B. Siswanto, (2005). Pengantar Manajemen, Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hafulyon, (2010). Dasar-Dasar Manajemen, STAIN Batusangkar: Press, Batusangkar.
Hendrojogi, (2010). Koperasi Asas-asas, Teori dan Praktik, Jakarta: Rajawali pers.
Hudiyanto, (2002). Sistem Koperasi Ideologi dan Pengelolaan, Yogyakarta:
Aditya Media.
Husein Umar, (2010). Desain Penelitian Manajemen Strategik, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Ika Apriani, (2012). Pembinaan dan Pengembangan Koperasi, Jakarta: Kencana.
Indrawan Rully, (2004). Ekonomi Koperasi, Bandung: Lemlit Unpas.
Iwan Purwanto, (2007). Manajemen Strategi, Jakarta: Kencana.
Jatmiko, (2003). Manajemen Stratejik, Malang: UMM Press.
Juliansyah Noor, (2011). Metodologi Penelitian : Skripsi, Tesis, dan Karya Ilmiah, Jakarta: Kencana.
Jusuf Udaya, dkk, (2013). Manajemen Stratejik, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Karta Sapoetra, (2005). Praktek Pengelolaan Koperasi, Jakarta: PT Adiaksara dan PT. Rineka Cipta
Kuncoro, Mudrajat, (2005). Strategi Kepemimpinan. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Kusnadi, (1999). Koperasi teori dan praktik. Jakarta: Erlangga.
M. Ryaas Rasyid, (2004). Manajemen Pemerintahan Indonesia, Jakarta: Djamban.
M. Taufiq Amir, (2011). Manajemen Strategik, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
M. Manullang, (2012). Dasar-dasar Manajemen, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Muhammad Firdaus, (2004). Perkoperasian Sejarah, Bogor: cet.1 Ghalia Ninik Widiyanti, (2004). Manajemen Koperasi, Jakarta: Rineka Cipta.
Peraturan Bupati Tanah Datar, No.83 tentang Uraian Tugas Tahun 2017, Dinas Koperindag.
Rangkuti dan Pandji, (1997). Riset pemasaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Ruslam Ahmadi, (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta, Katalog Dalam Terbitan.
Salim Al Idrus, (2008). Kinerja Manajer dan Bisnis Koperasi, Malang: UIN-Malang Press.
Satria Effendi, (2013). Konsep-konsep Dasar Manajemen Strategi, Jakarta:
Rajawali Press.
Siswandi, (2011). Aplikasi Manajemen Perusahaan, Jakarta: Mitra Wacana Media.
Sofjan Assauri, (2011). Strategic Management. Yogyakarta: YKPN.
Sondang P. Siagian, (1995). Manajemen Stratejik, Jakarta: Bumi Aksara.
Sondang P. Siagian, (1995). Manajemen Stratejik, Jakarta: Bumi Aksara.