BAB 2 TINJAUAN TEORITIS
2.3 Keperawatan Komunitas
2.3.3 Strategi Keperawatan Komunitas
Proses kelompok merupakan proses pembentukan suatu kelompok untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kelompok ini dapat membantu dalam program promosi kesehatan keperawatan komunitas dan dapat diwujudkan dalam kelompok lansia sebaya. Pengorganisasian masyarakat ini merupakan suatu proses perubahan komunitas yang memberdayakan individu dan kelompok berisiko dalam menyelesaikan masalah komunitas dan mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Individu-individu dalam suatu kelompok dapat mempengaruhi pemikiran, perilaku, nilai dan interaksi sosial di masyarakat, maka diperlukan kekompakkan di dalam suatu kelompok (Stanhope & Lancaster, 2010).
Proses kelompok dilakukan dengan proses pembentukan kelompok khusus bagi lansia yang mengalami depresi yaitu kelompok lansia MaSa INDAH. Kelompok lansia merupakan salah satu sarana bentuk dukungan sosial yang dapat berkontribusi dalam promosi kesehatan. Kelompok swabantu adalah kumpulan dua orang atau lebih yang datang bersama untuk membuat kesepakatan saling berbagi masalah yang mereka hadapi, kadang disebut juga kelompok pemberi semangat (Pistrang, 2008).
Perawat dapat melibatkan lansia dalam kegiatan kelompok di masyarakat. Kegiatan kelompok dapat dilakukan dengan kegiatan yang dipadukan dengan kegiatan keagamaan. Kelompok dapat membantu lansia membangun integritas dan penghargaan atas diri sendiri. Situasi kelompok juga akan membimbing lansia keluar dari keterisolasian dan lansia akan menemukan makna dalam kehidupan
mereka, sehingga mereka dapat hidup sepenuhnya dengan fungsi sosial dan physiologis yang tinggi. Perawat sebagai pemberi pelayanan kesehatan memiliki kesempatan dalam memfasilitasi kelompok dalam meningkatkan perawatan therapeutik bagi lansia dengan masalah depresi (Pistrang, 2008)
2.3.3.2 Pendidikan Kesehatan (Health Promotion).
Pendidikan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan, mengurangi ketidakmampuan dan mengoptimalkan potensi kesehatan yang dimiliki oleh individu, kelompok dan masyarakat. Pendidikan kesehatan juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, perbaikan sikap dan peningkatan keterampilan, sehingga diharapkan ada perubahan gaya hidup yang lebih baik. Perubahan perilaku sehat masyarakat dapat mengubah penerimaan yang kondusif terhadap program promosi kesehatan yang dilakukan. Strategi pendidikan kesehatan merupakan suatu proses yang memfasilitasi pembelajaran yang mendukung perilaku sehat dan mengubah perilaku tidak sehat (Friedman, Bowden, & Jones, 2010).
Pendidikan kesehatan dilakukan untuk lansia yang mengalami depresi maupun lansia yang mengalami risiko depresi. Selain itu pendidikan kesehatan juga dilakukan dalam kegiatan-kegiatan di masyarakat seperti kegiatan keagamaan. Pendidikan kesehatan adalah memberikan informasi kesehatan tentang masalah kesehatan lansia, depresi pada lansia, komunikasi yang efektif bagi lansia dan keluarga, harga diri rendah dan cara meningkatkannya.
Intervensi promosi kesehatan juga diberikan tentang faktor risiko yang mengkibatkan depresi dapat dilakukan melalui intervensi keperawatan. Diskusi tentang perubahan fungsional yang terjadi pada lansia yang merupakan konsekuensi proses penuaan dengan faktor risiko pada lansia. Diskusi tentang hubungan potensial dan identifikasi pemecahan masalah bersama dengan pemberi pelayanan keperawatan (Miller, 2012).
2.3.3.3 Pemberdayaan Masyarakat (empowerment)
Pemberdayaan (empowerment) merupakan proses pemberian kekuatan atau motivasi sehingga membentuk interaksi transformasi kepada masyarakat antara lain dengan adanya dukungan, pemberdayaan, kekuatan ide baru dan kekuatan mandiri untuk membentuk pengetahuan baru (Hitchock, Scubert, & Thomas, 1999). Perawat komunitas mendorong masyarakat untuk dapat berbuat mandiri dan berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatannya. Kerjasama ini dilakukan untuk mencapai tujuan bersama dalam upaya meningkatkan kesehatan lansia depresi yaitu dengan melibatkan masyarakat dan keluarga.
Pemberdayaan juga merupakan proses pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang meningkatkan kemampuan seseorang atas keputusan-keputusan mempengaruhi orang lain (Helvie, 1998). Pemberdayaan juga merupakan proses yang memungkinkan orang untuk memilih, mengendalikan, dan membuat keputusan tentang kehidupannya dengan rasa saling menghargai terhadap semua yang terlibat (Friedman, Bowden, & Jones, 2010). Pemberdayaan masyarakat dan keluarga dilakukan untuk mendukung lansia dalam intervensi keperawatan “MaSa INDAH” sebagai upaya mencegah dan menurunkan tingkat depresi pada lansia.
2.3.3.4 Kemitraan (partnership)
Kemitraan dilakukan untuk upaya kesehatan lansia dengan depresi yaitu menjalin kemitraan dengan lintas program dan lintas sektoral. Kemitraan dilakukan agar mengoptimalkan kegiatan program yang direncanakan, karena suatu program berkaitan langsung dengan sektor kehidupan yang lain. Misalnya upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh fasilitas pelayanan kesehatan saja, namun juga dapat dipengaruhi oleh politik, ekonomi, budaya dan sektor yang lainnya.
Partnership juga merupakan suatu strategi negosiasi membagi kekuasaan antara
tenaga kesehatan profesional dengan individu, keluarga, dan/atau rekan komunitas yang mempunyai tujuan saling menguntungkan untuk meningkatkan kemampuan
individu, keluarga dan mitra masyarakat untuk melakukan kepentingan sendiri secara efektif (Helvie, 1998).
2.3.3.5 Intervensi Keperawatan Langsung.
Perawatan yang dapat dilakukan secara langsung bagi keluarga dan lansia depresi adalah melalui terapi interpersonal (TI), terapi kognitif perilaku (CBT), terapi relakasasi untuk manajemen nyeri, konseling kelompok. Blazer (2003) menyatakan bahwa hal yang sangat penting dalam pencegahan primer dari depresi adalah melalui intervensi keperawatan yang meningkatkan kepuasan hidup lansia dan menurunkan kesedihan dan kesendirian. Perawat dapat mengidentifikasi intervensi yang dapat meningkatkan dukungan sosial.
Menurut Miller (2012) tindakan keperawatan yang juga dapat dilakukan pada lansia dengan depresi antara lain:
1) Promosi kesehatan dalam latihan dan intervensi nutrisi
Penelitian yang dilakukan oleh Blazer (2003) menyatakan bahwa latihan fisik dapat menurunkan tingkat depresi pada lansia. Jika lansia memhami pentingnya latihan fisik untuk kesehatan fisik dan mentalnya, maka lansia akan merasakan manfaat langsung dari program latihan tersebut. Demikian pula dengan nutrisi yang merupakan suatu hal yang penting dalam mencegah dan menurunkan depresi karena status nutrisi merupakan efek dari depresi dan dapat menjadi konsekuensi negatif. Status nutrisi yang baik pada lansia adalah merupakan efek positif dari kesehatan mental dan fungsi kognitif. Ketika depresi terjadi, lansia cenderung mengalami malnutrisi dan dehidrasi serta mengalami gangguan pencernaan.
2) Pelaksanan konseling
Perawat berperan dalam memberikan konseling dan dukungan emosional untuk lansia dan pada situasi yang sama, lansia berpartisipasi dalam terapi psikososial. Konseling didefinisikan proses yang menggunakan bantuan secara interaktif yang berfokus pada kebutuhan, masalah atau perasaan pasien dan menggambarkan dukungan koping, proses pemecahan masalah dan hubungan interpersonal (Iowa
Intervention Project, 2000 dalam Miller, 2012) dapat efektif untuk menurunkan depresi.
Kegiatan intervensi yang lain dan dapat digunakan untuk mengatasi masalah depresi pada lansia meliputi: meningkatkan hubungan terapeutik; memfasilitasi dalam mengungkapkan perasaan; mendemonstrasikan empaty, kehangatan dan perhatian; meningkatkan kemampuan keterampilan baru jika dibutuhkan; penyediaan informasi yang tepat dan baru jika dibutuhkan; membimbing lansia dalam mengidentifikasi kekuatan dan memberikan dukungan bagi lansia (Piven & Buckwalter, 2001 dalam Miller, 2012). Dukungan emosional didefinisikan sebagai dukungan dalam mencari sumber, penerimaan dan dukungan selama mengalami stres (Iowa Intervention Project, 2000 dalam Miller, 2012).
Terapi yang juga dapat diberikan kepada lansia yang mengalami depresi (Miller, 2012) antara lain: terapi perilaku (misalnya pemecahan masalah, praktik asertif dan pengaturan jadwal kegiatan harian); terapi kognitif (misalnya rekonstruksi kecemasan); terapi interpersonal (misalnya dengan modifikasi hubungan atau ekspektasi tentang hubungan); terapi dukungan (misalnya evaluasi kekuatan dan kelemahan individu serta memfasilitasi dalam memilih untuk dapat meningkatkan kemampuan koping).
Strategi keperawatan komunitas digunakan untuk mencapai tujuan perawatan komunitas yaitu mempromosikan dan menjaga kesehatan komunitas. Tujuan keperawatan akan tercapai jika dilakukan dengan strategi keperawatan yang tepat. Strategi keperawatan komunitas harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip dari keperawatan komunitas (Allender, Rector & Warner, 2014).