PROSPEK DAN STARTEGI PENGEMBANGAN
8.2. Strategi Pengembangan
Pengembangan SRI secara makro ke depannya lebih kepada pemenuhan tuntutan kebutuhan manusia akan kesediaan lahan, air dan lingkungan serta bahan pangan bebas kimia. Beras organik sebgai produk usahatani padi dengan pola SRI telah mendapatkan harga pasar yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jenis
107 beras lainnya, sekalipun jumlah konsumennya masih terbatas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat petani untuk menerapkan SRI.
Untuk pengembangan SRI di Kabupaten Tasikmalaya diperlukan strategi yang tepat sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal dan dapat dirasakan secara langsung baik oleh petani pada khususnya maupun masyarakat pada umumnya. Adapun strategi pengembangan SRI di Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan kajian yang telah dilakukan di lapangan adalah sebagai berikut :
1. Mendorong pola kerjasama pembinaan yang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan melalui kelembagaan informal seperti misalnya kelompok tani;
2. Melakukan penyebaran SRI melalui alumni pelatihan SLPHT di setiap Kecamatan sehingga penyebaran pola SRI dapat lebih cepat;
3. Menumbuhkan kelembagaan jasa tanam SRI serta jasa usaha pengolahan sampah dan kompos menjadi pupuk organik;
4. Mengembangkan system informasi terpadu untuk mempermudah penyebaran informasi tentang keberhasilan peningkatan produksi dan dan produktivitas dibandingkan dengan cara konvensional;
5. Pengembangan konsep integrasi ternak dan tanaman sehingga petani tidak akan kekurangan bahan baku pupuk organik;
6. Meningkatkan akses petani terhadapsumberdaya, modal, teknologi dan pasar; 7. Mendorong partisipasi aktif seluruh stakeholder;
8. Pemberdayaan petani dan masyarakat;
9. Pengembangan mekanisme sertifikasi padi yang mudah dimengerti oleh petani.
10.pengembangan kelembagaan (kelembagaan produksi dan penanganan pascapanen, irigasi, koperasi, lumbung pangan desa, keuangan dan penyuluhan).
Pengembangan pertanian berwawasan lingkungan di Kabupaten Tasikmalaya mempunyai sasaran untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan, kapasitas, kemandirian dan akses masyarakat pertanian dalam pembangunan berkelanjutan. Langkah-langkah yang
108 diperlukan adalah melalui peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, efisiensi pemanfaatan input serta pengembangan potensi sumberdaya lokal.
Indikator tercapainya sasaran pengembangan pertanian padi SRI yang berkelanjutan dan ramah lingkungan antara lain dicirikan oleh:
1. Petani mampu akses langsung dengan teknologi spesifik di Kabupaten Tasikmalaya yang diintroduksikan oleh berbagai pihak baik peneliti maupun instansi lainnya;
2. Tumbuh dan berkembangnya kelompok-kelompok tani mandiri yang selalu menyuarakan konsep ramah lingkungan;
3. Aktivitas para petani/kelompok tani berkelanjutan walaupun dengan binaan yang sangat minimal;
4. Para petani mengerti dan menyadari untuk berproduksi sehat dan berkualitas dengan standard yang telah ditetapkan untuk menjamin daya saing yang akan berhadapan dengan perdagangan bebas;
5. Para petani mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan input dan peningkatan produktivitas yang ramah lingkungan melalui kreativitas kelompok tani;
6. Meningkatnya produktivitas lahan serta menurunnya intensitas serangan OPT dan penyakit.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dalam suatu zona agroekologi lahan kering tertentu dapat diciptakan suatu aktivitas terpadu yang mampu menciptakan suatu sistem holistic yang saling memberikan peningkatan nilai tambah. Pada lahan-lahan kering secara umum para petani telah memiliki ternak baik ternak sapi, kambing, dan ayam serta mengelola usaha pertanian walaupun dalam skala kecil. Dalam kegiatan yang bersifat holistik maka ada langkah-langkah operasional introduksi teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi dan partisipasi para petani. Dalam sistem ini maka terdapat beberapa aspek penting dalam pelaksanaan yaitu : (a) meningkatkan produktivitas pada aspek peternakan, (b) meningkatkan produktivitas pada aspek tanaman, (c) meningkatkan efisiensi inputan/saprodi, (d) meningkatkan daya dukung tanah dan air, (e) serta secara simultan membenahi teknologi introduksi melalui berbagai
109 kajian-kajian kecil yang mampu mendukung aktivitas integrasi antara pertanian dan peternakan.
8.3. Kebijakan
Kebijakan pengembangan padi SRI untuk menunjang keberhasilan penerapan agribisnis padi SRI di Kabupaten Tasikmalaya diarahkan pada:
1. Pengembangan kawasan agribisnis padi SRI yang dapat memberikan jaminan kehidupan yang lebih baik bagi petani;
2. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani melalui adopsi metode SRI dan penggunaan bibit unggul;
3. Memanfaatkan sumberdaya alam lokal dan berkelanjutan yang dapat mendukung ketahanan ekonomi dan pelestariannya dan lingkungan;
4. Memberdayakan petani, keluarga petani dan masyarakat pedesaan;
5. Mengembangkan kelembagaan dan kemitraan yang lebih amanah dalam pengembangan agribisnis padi SRI;
6. Mengembangkan kemitraan dengan pihak swasta untuk membantu pemasaran
kepada pasar ritel modern maupun pasar ekspor;
7. Mengadakan fasilitasi, pelayanan, perlindungan bagi petani padi SRI dalam rangka meningkatkan kemandirian.
Kebijakan yang perlu diberikan kepada petani agar alih fungsi lahan tidak kembali terjadi diantaranya adalah:
1. Pemberian insentif untuk mencegah fragmentasi lahan;
2. Penerapan secara konsisten peraturan tentang konversi lahan sawah produktif; 3. Kemudahan akses sumber modal bagi petani produsen;
4. Perluasan akses sumber informasi inovasi dan teknologi padi SRI bagi petani produsen;
5. Peningkatan pelayanan dan pengaturan penyuluhan pertanian;
6. Peningkatan akses terhadap informasi pasar padi organik melalui dukungan terhadap infrastruktur pasar;
110
7. Peningkatan koordinasi antara Dinas Pertanian dengan Dinas PU dalam pengelolaan infrastruktur irigasi bagi petani padi SRI;
8. Peningkatan kemampuan manajemen usaha agribisnis petani padi SRI.
8.4. Program
Program-program pada prinsipnya disusun sebagai tindak lanjut dari kebijakan-kebijakan yang telah disusun sebelumnya. Program-program tersebut selanjutnya akan dijabarkan dalam poin-poin yang lebih terperinci dan spesifik yang dilakukan secara bertahap dalam setiap tahun. Program yang disusun dibagi menjadi program umum dan khusus sehingga Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya sebagai pelaksana program tersebut dapat membagi kegiatan untuk tingkat kabupaten maupun untuk tingkat kecamatan.
Adapun poin–poin program yang akan dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya dapat dilihat pada matrik program sebagai berikut:
111 Tabel 32. Matrik Kebijakan
No. Kebijakan Pemkab Pemprop Pusat
1. Sarana Produksi a. Keterjaminan pengadaan kotoran hewan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik.
b.Menjamin ketersediaan benih unggul berlabel.
a.Pengembangan pola pertanian padi terpadu.
b.Pengembangan benih varietas unggul. 2. Tataguna Lahan a.Pengembangan kawasan agribisnis padi
SRI b.Pemberian insentif c.Penetapan RTRW Penetapan Tataruang wilayah Penetapan wilayah unggulan
3. Sistem Produksi a.Adopsi inovasi metode SRI berbasis spesifikasi lokal
b.Standarisasi produk melalui sertifikasi padi organik
c.Perluasan akses sumber informasi inovasi dan teknologi produksi padi SRI
4. Transportasi Pembangunan/ perbaikan sarana jalan Mempermudah aksesibiltas ke pusat-pusat produksi dan industri
Mempermudah aksesibiltas ke pusat-pusat produksi dan industri
5. Pasar a.Menjamin kepastian pasar padi organik b.Peningkatan peran Dinas sebagai
fasilitator bagi produsen (petani) dan konsumen (swasta)
Pengembangan jaringan pasar
Meningkatkan keragaman jenis padi SRI melalui eksplorasi dan
112
No. Kebijakan Pemkab Pemprop Pusat
6. Kelembagaan a.Revitalisasi BPP
b.Penambahan tenaga penyuluh lapangan c.Revitalisasi peran dan fungsi Koptan d.Revitalisasi peran dan fungsi kelompok
tani
Penguatan lembaga penyuluhan di tingkat propinsi
Penguatan lembaga penyuluhan di tingkat pusat
7. SDM a.Peningkatan pengetahuan teknis petani padi SRI
b.Peningkatan kemampuan manajerial SDM Petani
c.Pemanfaatan sumberdaya alam lokal dan berkelanjutan
Membangun
networking petani di tingkat propinsi
Membangun networking petani di tingkat pusat
8. Pengairan a. Keterjaminan Distribusi air hingga saluran tersier.
b.Meningkatkan koordinasi antar dinas dalam pengelolaan infrastuktur irigasi.
Fasilitasi dalam koordinasi antar Dinas
9. Pembiayaan
Pengalokasian dana secara optimal bagi pengembangan padi SRI
Pengadaan bantuan dana pengembangan padi SRI
10. Distribusi Pengembangan rantai pemasaran padi organik yang memberikan nilai tambah bagi petani
Pengembangan
jaringan distribusi Mengembangkan sistem informasi pangan untuk kelancaran arus informasi antara sentra produksi pangan, industri pengolahan pangan, dan pasar domestik serta internasional, termasuk pula; pengembangan sistem informasi untuk edukasi publik dan sosialisasi kebijakan pemerintah di bidang pangan.
113 Tabel 33. Matriks Program
No.
Program Jangka Pendek ( 2-5 Tahun ) Jangka Menengah ( 5 – 10 Tahun )
Jangka Panjang ( > 10 Tahun ) 1. Pengembangan Sarana
dan Prasarana
a. Menjamin ketersediaan kotoran hewan yang mudah diakses oleh petani
b.Penyediaan sarana produksi yang sesuai dengan
kebutuhan petani padi SRI c. Pengembangan rumah
kompos di tingkat kelompok tani.
d.Pemberian insentif berupa mesin pencacah daun
(Chopper) kepada kelompok tani
e.Peningkatan Fasilitas penyedia pupuk
f. Pemeliharaan jaringan irigasi
g.Peningkatan ketersediaan lahan organik untuk penanaman padi SRI
Penguatan infrastruktur pertanian padi SRI di tingkat desa, Kecamatan dan Kabupaten yang terintegrasi secara
menyeluruh
2. Penggunaan Lahan
Pembuatan demplot padi SRI di setiap wilayah Kecamatan
Pencapaian target 30% luas tanam untuk pengembangan padi SRI per kecamatan
Pencapaian target lahan
pertanian sawah organik terpadu di Kabupaten Tasikmalaya 3. Pengembangan Sistem
Perbenihan a. Sosialisasi keunggulan benih berlabel kepada petani b.Pelatihan perbenihan padi
bagi petani penangkar
Penguatan kelembagaan perbenihan dalam mendukung ketersediaan benih padi SRI bersertifikat internasional di tingkat petani
Pengembangan sistem
perbenihan secara simultan atas hasil kerjasama antara petani, Perguruan Tinggi dan Dinas Pertanian
4. Peningkatan Produktivitas Padi
a. Peningkatan IP 200 %
b.Melaksanakan pertanian padi
d.Pengembangan teknologi spesifik lokasi metode SRI
Konsolidasi petani padi SRI sehingga petani mampu
114 No.
Program Jangka Pendek ( 2-5 Tahun ) Jangka Menengah ( 5 – 10 Tahun )
Jangka Panjang ( > 10 Tahun ) SRI sesuai dengan PET-SRI
c. Penggunaan benih berlabel
e.Penelitan dan pengembangan padi SRI yang spesifik lokasi
mencapai skala ekonomis yang paling efisien
5. Pengembangan Sistem Informasi
a. Membentuk jaringan
komunikasi di kelompok tani b.Dokumentasi kegiatan
usahatani padi SRI
c.Pembuatan sistem informasi berbasis website
d.Penguatan database informasi
Pengembangan sumberdaya informasi tani, komunikasi, diseminasi, dan penjaringan umpan balik iptek padi SRI 6. Penanganan Pasca
Panen dan Pemasaran Hasil
a. Pembentukan kelompok pemasaran
b.Pelatihan penanganan pasca panen padi SRI
c. Pelatihan pemasaran hasil panen yang mempunyai nilai tambah
d.Pembangunan/ perbaikan pasar komoditi
e.Fasilitasi dalam sertifikasi padi organik
Peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil, melalui optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin untuk pengolahan dan pengemasan hasil, serta
pengembangan dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk menurunkan kehilangan hasil (looses). 7. Pengembangan Kelembagaan a. Menata kelembagaan kelompok tani b.Pembentukan dan
Pengaktifan kembali P3A c. Membangun/ memperbaiki BPP yang rusak d.Menata kelembagaan penyuluhan e.Membangun kelembagaan pemasaran Pengembangan kelembagaan petani padi SRI dengan peranan multifungsi yang secara luwes dapat melayani kebutuhan masyarakat tani dari aspek teknis, ekonomi dan sosial
8. SDM a. Pelatihan PET-SRI pada
petani secara berkelanjutan b.Pelatihan manajemen kelompok tani d.Melakukan kegiatan penyuluhan e.Menyelenggarakan Sekolah Lapang
Peningkatan kerjasama antara Dinas, Litbang, dan Perguruan Tinggi dalam pengembangan padi SRI
115 No.
Program Jangka Pendek ( 2-5 Tahun ) Jangka Menengah ( 5 – 10 Tahun )
Jangka Panjang ( > 10 Tahun ) c. Mengadakan program
pendampingan bagi petani SRI
9. Pengairan a. Melaksanakan sistem distribusi air sesuai kesepakatan
b.Pemeliharaan jaringan saluran tersier hingga saluran kuarter
Membangun/ memelihara jaringan irigasi sesuai kewenangan
10. Pembiayaan a. Pembentukan lembaga keuangan mikro
b.Pembentukan koperasi tani
Memfasilitasi berbagai kredit pembiayaan usahatani
Pengembangan lembaga
keuangan perdesaan dan sistem pendanaan yang layak bagi usaha pertanian padi SRI, melalui penguatan lembaga keuangan mikro/perdesaan, dan pengembangan pola-pola pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan petani padi SRI 11. Distribusi a. Pembentukan sistem
pergudangan khusus komoditas padi organik b.Penerapan sistem distribusi
khusus padi organik
Pengembangan sistem pergudangan khusus padi organik skala Kabupaten
Pengembangan sistem distribusi padi SRI secara terpadu di tingkat Kabupaten
12. Investasi Melaksanakan komitmen dengan investor
a. Mediasi kemitraan kalangan petani dengan investor b. Mengawasi proses
d.Penyederhanaan mekanisme dukungan pihak dinas
116 No.
Program Jangka Pendek ( 2-5 Tahun ) Jangka Menengah ( 5 – 10 Tahun )
Jangka Panjang ( > 10 Tahun ) c. Promosi ivestasi SRI dan pengurangan
hambatan usaha pertanian. e. Perlindungan terhadap petani
dari persaingan usaha yang tidak sehat dan perdagangan yang tidak adil, baik di dalam maupun luar negeri
117 BAB IX