3.1. METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
3.1.3. Struktur atas
1. Stressing girder
Girder merupakan bagian struktur atas, girder dalam proyek ini berbentuk I girder yang di produksi secara precast oleh PT. Wika Beton dan diantar menuju proyek dari boyolali menggunakan bantuan truck container dengan membawa satu segmen girder sepanjang 5 m. Girder yang tiba di lokasi proyek lalu di tempatkan langsung di belakang abutment dua dan di ganjal oleh bantalan-bantalan beton, pemindahan girder dari
truck container dikerjakan menggunakan service crane
berkapasitas 35 ton, dalam proyek ini berjejer 12 girder sepanjang 40 m di tiap girder, girder yang sudah berada di lokasi proyek sebelumnya di beri strand baja untuk bertujuan untuk melawan momen yang timbul akibat beban yang nantinya diterima jembatan. Straind di-streesing menggunakan jack hidraulik yang ditahan angkur berkapasitas 2 ton, sebelumnya lubang-lubang di beri wedges untuk menahan ujung straind ketika di stressing. Tahap-tahap stressing straind
baja.
Gambar.3. 29. Proses memasukan strand
Laporan Praktik Kerja Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo Tahap II Ruas Bawen – Solo, Jembatan Tuntang Paket 3.1 : Bawen – Polosiri
51
Denis Bramedio Herlambang 13.12.0068 Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
a. Girder di susun persegmen, lalu straind di tarik memasuki lubang sebanyak 16 pada lubang satu dan 18 pada lubang 2,3,4. Lalu di beri wedges agar tertahan
b. setelah tertahan ujung yang belum di beri wedges diberi wedges dan di tarik (stressing) menggunakan jack yang di tahan angkur sebesar 75%.
c. setelah mencapai 75% widges di pukul agar mengunci
straind dan dilakukan di ke tiga lubang berikutnya
d. setelah semua tertarik straind sisa dipotong menggunakan grenda dan di tutup dengan semen.
e. lalu dilanjutkan dengan groting semen
Gambar.3.30. Prosses stressing
Laporan Praktik Kerja Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo Tahap II Ruas Bawen – Solo, Jembatan Tuntang Paket 3.1 : Bawen – Polosiri
52
Denis Bramedio Herlambang 13.12.0068 Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Tahap-tahap groting
a. Menyiapkan adukan, dicampur sika beton dengan campuran 1 sak semen dengan 0,5 liter sika kedalam adukan semen b. lalu adukan semen tersebut dialirkan kedalam kompresor
semen untuk diinjek kedalam girder dengan bantuan selang c. satu pekerja bersiap di sisi girder yang tidak di tembak
semen untuk mengontrol apakah grouting sudah mencapai ujung dan menutup lubang grouting, setelah grouting
selesai lubang grouting di tutup dengan semen.
Dalam pekerjaan stressing girder dan grouting semen kendala yang mempersulit pekerjaan adalah keadaan medan atau jalan menuju tempat peletakan girder yang berkubang serta licin akibat lumpur sehingga truck container banyak terjebak
Gambar.3. 11. Pekerja memegang selang grouting
Laporan Praktik Kerja Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo Tahap II Ruas Bawen – Solo, Jembatan Tuntang Paket 3.1 : Bawen – Polosiri
53
Denis Bramedio Herlambang 13.12.0068 Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
dikubangan lumpur, serta cuaca yang sering hujan memperlambat pekerjaann. Dalam menghadapi permasalahan tersebut selalu di adakan perbaikan terhadap jalur yang di lintasi truk, lalu sebagian titik di beri ready mix yang di bantu bambu untuk membuat jalur agar tidak berkubang.
Gambar.3. 12. Proses pencampuran semen grouting
Sumber : Data pribadi
Gambar.3. 33. Penutupan ujung girder Sumber : Data pribadi
Laporan Praktik Kerja Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo Tahap II Ruas Bawen – Solo, Jembatan Tuntang Paket 3.1 : Bawen – Polosiri
54
Denis Bramedio Herlambang 13.12.0068 Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
2. Diafragma
Diafragma pada jembatan berfungsi sebagai segmen mempersatu struktur atas, dengan dibantu dengan straind baja yang melintasi girder dan diafragma. Diafragma berdimensi 165 × 184 cm dengan ketebalan 20 cm dengan sistem precast. Tahap-tahap pemasangan diafragma
a. Beberapa tumpuk diafragma di angka menggunakan bantuan tower crane untuk di letakan di dekat titik pemasangan diafragma
b. pekerja menyeting angkur pada titik pemasangan diafragma c. dua pekerja mengangkat diafragma dan di kaitkan akur
untuk menahan dan menurunkan diafragma agar dapat terpasang di tengah-tengah girder
d. setelah terpasang girder di beri ganjal sementara
Gambar.3. 34. Penempatan diafragma dilapangan Sumber : Data pribadi
Laporan Praktik Kerja Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo Tahap II Ruas Bawen – Solo, Jembatan Tuntang Paket 3.1 : Bawen – Polosiri
55
Denis Bramedio Herlambang 13.12.0068 Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
e. Setelah seluruh baris girder terpasang, barulah straind baja dipasang dan ditarik melintasi girder dan diafragma
f. Setelah itu lubang starin di beri wedges agar straind
tertahan dan di beri penahan di ujung satunya.
Gambar.3. 13. Tampak dari bawah jembatan diafragma yang telah terpasang Sumber : Data pribadi
Gambar.3. 35. Angkur untuk menahan diafragma yang sedang dipasang Sumber : Data pribadi
Gambar.3. 14. Tampak dari atas diafragma yang telah terpasang Sumber : Data pribadi
Laporan Praktik Kerja Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo Tahap II Ruas Bawen – Solo, Jembatan Tuntang Paket 3.1 : Bawen – Polosiri
56
Denis Bramedio Herlambang 13.12.0068 Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Dalam pekerjaan pemasangan Diafragma mengalami kendala saat cuaca hujan karena berbahaya ketika mengerjakan dikondisi hujan diatas ketinggian ±40 m sehingga pekerjaan ini
Gambar.3. 15. Widges penahan straind diafragma Sumber : Data pribadi
diminta untuk cepat menyelesaikan atau pun terhambat karena cuaca pekerja di minta mengejar target di hari berikutnya.
3. RC plate
RC plat merupakan jenis plat bertulang yang diproduksi secara precast, dengan dimensi 100 × 145 cm dengan tebal 7 cm oleh PT Wika Beton. Dalam proyek ini precast adalah bagian terakhir sebelum nanti diberi rigid pavement.
Tahap-tahap pekerjaan RC Plate
a. prescas yang sudah berada di lokasi proyek langsung diangkat menggunakan tower crane mendekati jembatan b. setelah itu, pekerja membobok angkur dalam RC plat agar
Laporan Praktik Kerja Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo Tahap II Ruas Bawen – Solo, Jembatan Tuntang Paket 3.1 : Bawen – Polosiri
57
Denis Bramedio Herlambang 13.12.0068 Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
pekerja mengakat dan menyusun RC plate dari ujung
abutment 2 menuju pilar 8.
Gambar.3. 39. Pengangkatan RC plate menggunakan tower crane
Sumber : Data pribadi
Gambar.3. 40. Penempatan RC Plat di atas girder dengan membobok akur Sumber : Data pribadi
Laporan Praktik Kerja Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo Tahap II Ruas Bawen – Solo, Jembatan Tuntang Paket 3.1 : Bawen – Polosiri
58
Denis Bramedio Herlambang 13.12.0068 Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Dalam pekerjaan pemasangan RC plate mengalami kendala saat cuaca hujan karena berbahaya ketika mengerjakan dikondisi hujan diatas ketinggian ±40 m sehingga pekerjaan ini diminta untuk cepat menyelesaikan atau pun terhambat karena cuaca pekerja di minta mengejar target di hari berikutnya.