BAB V ANALISIS
A. Analisa Sistem Struktur
A.1. Struktur Bangunan
Bangunan yang direncanakan di kawasan desa wisata Dukuh Kajongan secara garis besar terdiri dari dua tipe bangunan, yaitu bangunan apung (fondasi mengapung di permukaan air) dan bangunan normal (fondasi di dalam tanah).
Di dalam kawasan Dukuh Kajongan tidak direncanakan bangunan middle-rise dan High-rise. Oleh karena hal tersebut, struktur bangunan akan dikonsentrasikan pada tipe bangunan low-rise dengan tipe bangunan apung dan bangunan normal.
a. Sub Structure (Pondasi)
Pondasi adalah penyalur beban terakhir menuju tanah. Letak pondasi adalah di bagian kaki bangunan, di permukaan (pondasi ekspose) maupun di dalam tanah. Terdapat berbagai jenis fondasi yang dapat digunakan untuk menyalurkan beban bangunan lowrise ke dalam tanah, di antaranya adalah Pondasi Telapak/Umpak, Pondasi Pas Batu Kali, Pondasi Footplat dan lain-lain.
Tabel 5. 29 Analisa Jenis Pondasi Tanah
Pondasi Karakteristik
Telapak/Umpak
Gambar Pondasi Telapak/Umpak Sumber: Bing Image, 2017
Sederhana
Terbuat dari beton tanpa tulang
Pondasi berada di permukaan tanah
Banyak digunakan pada rumah panggung
Tanah pendukung terletak 2-3 m di bawah permukaan tanah
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 156 Batu Kali
Gambar Pondasi Batu Kali Sumber: Bing Image, 2017
Pondasi penahan dinding bangunan sederhana
Cukup kuat untuk menahan rembesan air
Footplat
Gambar Pondasi Footplat Sumber: Bing Image, 2017
Digunakan untuk bangunan berlantai 2-3
Digunakan pada jenis tanah lembek/daya dukung tanah rendah
Sumber: Analisa Firly, 2017
Dalam bangunan di dukuh Kajongan, ditambahkan fondasi apung yang memiliki fungsi sama, hanya beban yang di salurkan bukan menuju ke tanah, melainkan ke permukaan air.
Gambar 5. 46 Prinsip Pondasi Apung Sumber: Bing Image Tabel 5. 30 Analisa Jenis Pondasi Apung
Tipe Jenis Pondasi Karakteristik Apung Styrofoam/gabus
Gambar Styrofoam Construction – Floating House
Sumber: Bing Image, 2017
Sumber Daya Mudah Didapat
Mudah Pengerjaan/Perakitan
Tahan Lama
Memiliki sifat kimiawi yang mengganggu biota air
Cukup Stabil Rakitan Drum Plastik/Tangki
Gambar Plastic Drum – Makoko Floating School
Sumber: dailymail.co.uk, 2013
Sumber Daya Mudah Didapat
Mudah Pengerjaan/Perakitan
Tahan Lama
Memiliki sifat kimiawi yang harus diolah
Stabil Batang kayu
(diameter >50 cm)
Gambar Wood construction – Floating House Sumber: Bing Image, 2017
Sumber Daya Mudah Didapat
Mudah Pengerjaan/Perakitan
Tahan lama
Tidak Ekologis
Stabil
BAB V ANALISIS | 157 Tipe Jenis Pondasi Karakteristik
Apung Bambu
Gambar Bamboo construction – Floating House Sumber: Bing Image, 2017
Sumber Daya Mudah Didapat
Mudah Pengerjaan/Perakitan
Tahan Lama
Kurang Ekologis
Cukup Stabil
Ponton/Tongkang
Gambar Pontoons Sumber: Bing Image, 2017
Mudah Pengerjaan/Perakitan
Tahan Lama
Stabil
Plat beton berongga kedap air
Gambar Concrete construction – Floating House
Sumber: Bing Image, 2017
Mudah Pengerjaan/Perakitan
Tahan Lama
Stabil
Murah
Sumber: Analisa Firly, 2017
Respon:
Pondasi yang akan digunakan di dalam kawasan Dukuh Kajongan merupakan fondasi apung yang sebagian besar terbuat dari Steel drum yang berasal dari drum minyak bekas yang diolah.
Gambar 5. 47 Respons Pondasi Apung yang Dipilih Sumber: Analisa Firly, 2017
Sedangkan pada fondasi tanah, digunakan fondasi batu kali dan fondasi footplat.
Gambar 5. 48 Respon Pondasi Tanah yang Dipilih Sumber: Analisa Firly, 2017
b. Super – structure (Struktur Tengah)
Super structure adalah struktur yang berada di atas fondasi. Super structure (Struktur tengah) dibentuk dari sistem portal yang memiliki unsur kolom dan balok yang dihubungkan secara kaku (rigid) untuk membentuk
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 158 bidang horizontal dan vertikal dengan bentuk grid persegi. Struktur tengah biasa terdiri dari;
1) Kolom
Kolom merupakan penyalur beban dari atas hingga menuju ke pondasi (tanah). Kolom semakin ke atas semakin mengecil sesuai dengan beban bangunan yang ditanggungnya.
2) Balok
Balok adalah pengikat kolom-kolom supaya kaku. Balok juga memegang dan menahan beban dari plat lantai dan menyalurkannya ke kolom
3) Dinding Partisi
Dinding partisi adalah sekat pemisah antara ruangan satu dengan lain dan menjadi tempat menaruh bukaan seperti pintu dan jendela.
Dinding partisi dapat menggunakan pas bata ataupun board yang dapat dibongkar–pasang sesuai dengan kebutuhan pembagian ruangan.
Dinding partisi dapat pula diganti dengan Green wall atau dinding berongga.
Respon:
Struktur tengah yang akan digunakan di dalam kawasan Dukuh Kajongan merupakan kolom, balok dan dinding pengisi yang sebagian memiliki berat ringan agar fondasi apung dapat tetap menahan beban dan mengapung di atas air. Sedangkan untuk struktur tengah bangunan-bangunan dengan fondasi tanah dapat diisi dengan banyak pilihan struktur karena tidak terbatasi oleh beban bangunan.
c. Top Structure (Atap)
Atap adalah struktur bangunan yang berada di paling atas. Atap berfungsi sebagai pelindung kegiatan di dalam bangunan dan sarana memperindah tampilan secara keseluruhan. Beberapa jenis atap antar lain;
Tabel 5. 31 Analisa Jenis Atap
Jenis Atap Karakteristik
Atap Pelana
Gambar Atap Pelana
Atap yang sering ditemukan di bangunan Tropis
Mudah pembuatan
Aman dari Kebocoran
Teduh
Awet dan Tahan lama
Mudah Perawatan
BAB V ANALISIS | 159 Sumber: Bing Image, 2017
Atap Miring
Gambar Atap Miring Sumber: Bing Image, 2017
Atap yang sering ditemukan di bangunan minimalis
Salah satu sisinya terpampang matahari, sisi lain teduh
Mudah pembuatan dan perawatan
Aman dari Kebocoran
Atap Kaca
Gambar Atap Kaca Sumber: Bing Image, 2017
Datar
Mudah pemasangan
Perawatan cukup mudah
Aman Kebocoran
Dapat meneruskan cahaya matahari
Atap Dak
Gambar Atap Dak Beton Sumber: Bing Image, 2017
Datar
Mudah pembuatan
Dapat dikembangkan melalui desain rumah tumbuh
Rentan Kebocoran
Panas Atap Hijau
Gambar Atap Hijau Sumber: Bing Image, 2017
Pembuatan dan perawatan cukup sulit
Aman Kebocoran
Sejuk
Menurunkan suhu lingkungan
Sumber: Analisa Firly, 2017
Respon:
Jenis atap yang akan digunakan di dalam kawasan Dukuh Kajongan merupakan atap berbentuk pelana, atap miring dan Green Roof. Pemilihan atap pelana, atap miring dan greenroof didasari pada pertimbangan ekologi arsitektur yang berusaha untuk memanfaatkan kondisi dan sumber energi alami dan meniru lingkungan sekitarnya (ecomimesis). Ketiga atap tersebut juga dapat digunakan sebagai menadah air hujan yang dapat dipergunakan kembali di dalam kehidupan pengguna. Atap kaca akan digunakan hanya di bagian bangunan tertentu yang mengharuskan pencahayaan maksimal sekaligus penaungan.
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 160 A.2. Struktur Jalan
Struktur jalan adalah struktur perkerasan yang melapisi tanah sehingga tanah tersebut nyaman dan mudah untuk dilalui bagi kendaraan atau pejalan kaki. Struktur Jalan dibahas sebagai implikasi dari analisa sirkulasi yang merespons bahwa Dukuh Kajongan perlu untuk dilakukan pelebaran jalan di beberapa segmen, penambahan jalur balik dan penambahan jalan Pedestrian bagi pengunjung yang berjalan kaki. Struktur jalan di Dukuh Kajongan terbagi menjadi dua;
a. Jalur Pedestrian
Jalur pedestrian merupakan jalur yang digunakan untuk pejalan kaki di Dukuh Kajongan untuk mengakses tempat-tempat wisata di desa wisata Dukuh Kajongan. Jalur pedestrian di Dukuh Kajongan terbagi menjadi dua tipe; Trotoar dan Promenade/Esplanade.
1) Trotoar
Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan. Menurut keputusan Direktur Jenderal Bina Marga No.76/KPTS/Db/1999 tanggal 20 Desember 1999 yang dimaksud dengan trotoar adalah bagian dari jalan raya yang khusus disediakan untuk pejalan kaki yang terletak di daerah manfaat jalan, yang diberi lapisan permukaan dengan elevasi yang lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan, dan pada umumnya sejajar dengan jalur lalu lintas kendaraan.15
Gambar 5. 49 Rencana Potongan melintang Jalan Jendral Sudirman, Sukoharjo Sumber: Pembangunan Sukoharjo, 2015
15 Wikipedia. Trotoar. 2017 Diambil dari https://id.wikipedia.org/wiki/Trotoar (diakses 9 September 2017 pukul 23.25)
BAB V ANALISIS | 161 2) Promenade/Esplanade
Promenade/Esplanade adalah jalur pejalan kaki yang panjang, terbuka, sejajar dan biasanya berada di sebelah sungai atau badan air yang besar.16 Promenade atau esplanade ditutupi dengan paving seperti jalan trotoar namun dengan lebar jalan yang lebih luas.
Gambar 5. 50 Promenade Sumber: Bing Image, 2017
b. Jalan Raya
Bagian-bagian dari jalan yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan antara lain;
Bagian Lalu Lintas: Jalur lalu lintas, lajur lalu lintas, bahu jalan, trotoar, median
Bagian Drainase : Ditch, kemiringan melintang jalan maupun bahu, kemiringan lereng
Bagian Pelengkap : Kerb, guard rail atau parapet
Bagian Konstruksi Jalan: Lapisan Surface, Lapisan Pondasi atas maupun bawah, Lapisan Tanah Dasar
Ruang Manfaat Jalan (Rumaja)
Ruang Milik Jalan (Rumija)
Ruang Pengawasan Jalan (Ruwasja)
Gambar Bagian-bagian Jalan Sumber: Bing Image, 2017
16 Wikipedia. Esplanade. 2017 Diambil dari https://en.wikipedia.org/wiki/Esplanade (diakses 9 September 2017 pukul 23.32)
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 162 A.3. Struktur Jembatan
Struktur jembatan adalah struktur yang digunakan untuk membangun jembatan penghubung di atas Sungai Kemiri yang menjadi pintu masuk dan keluar dari Dukuh Kajongan. Struktur jembatan yang dibahas hanyalah struktur jembatan secara garis besar dan berkonsentrasi pada pelebaran jembatan sebagai dampak pelebaran jalan di Dukuh Kajongan. Terdapat berbagai tipe jembatan. Dari segi struktur, dikenal tipe-tipe jembatan; Jembatan Batang Kayu, Jembatan Lengkung (Arch Bridge), Jembatan Alang (Beam Bridge), Jembatan Kerangka (Truss Bridge), Jembatan Gerbang Tertekan (Compression Arch Bridge), Jembatan Gantung (Suspension Bridge), Jembatan Kabel Penahan (Cable-stayed R Bridge), Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge), Jembatan Angkat (Bascule Bridge), Jembatan Bambu dan lain-lain.
Jembatan yang digunakan di Dukuh Kajongan merupakan jembatan Arch Bridge dengan panjang jembatan ± 65,5 meter dan lebar ± 4 meter dengan tujuan agar kapal dapat melewati bagian bawah jembatan. Jembatan ini akan diperlebar sehingga lebar jembatan menjadi 10 meter sehingga dapat dilalui oleh kendaraan (mobil wisatawan) yang berpapasan.
Gambar Arch Bridge Sumber: Wikipedia, 2017
B. Analisa Material Bangunan
Material bangunan dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan struktur, karakter bangunan serta prinsip Ekologi Arsitektur seperti Earth Care dan Health Care.
Pemilihan material berkaitan langsung dengan penciptaan pengembangan desa wisata yang ramah ekosistem dan sustainable. Ekologi Arsitektur tidak berarti bahwa seluruh bahan yang akan digunakan merupakan bahan alami karena tidak eco-friendly dan melawan prinsip Earth Care. Beberapa material yang mungkin akan digunakan di dalam objek perancangan adalah sebagai berikut;
BAB V ANALISIS | 163
Tabel 5. 32 Material Bangunan
Jenis Material Karakteristik
Baja nirkarat (Stainless Steel)
Gambar Pipa Stainless Steel Sumber:
www.energyproducts.co.za , 2017
Tidak mudah berkarat
Mengandung besi dan pelapis krom
Tidak seluruhnya stain-proof di keadaan rendah oksigen, salinitas tinggi atau lingkungan dengan sirkulasi udara
Terdapat berbagai Grade dan jenis pelapis akhir untuk menyesuaikan dengan lingkungan
Mudah didapatkan
Konduktor yang tidak baik
Tahan terhadap asam
Gambar Beton Sumber: Bing Image, 2017
Terdapat berbagai macam beton tergantung rasio pencampuran
Mudah perawatan dan didapatkan
Tahan terhadap asam dan salinitas
Kaku dan Berat
Gambar Batu Bata Sumber: Bing Image, 2017
Mudah perawatan dan pemasangan
Mudah didapat dan terjangkau
Gambar: Bata Ringan Sumber: www.indotrading.com,
2017
Beton ringan aerasi
Ringan, beban bangunan berkurang
Mudah dan cepat dalam pemasangan
Penahan panas dan suara yang baik
Mudah didapat namun lebih mahal daripada batu bata.
Gambar KalsiBoard – KalsiClad 12 Sumber: Bing Image, 2017
Mudah perawatan dan pemasangan
Mudah Finishing
Tahan air, jamur
Bebas Asbes
Stabil dan Fleksibel
Variatif
Gambar Stone Veneer Sumber: decozt.com, 2017
Terbuat dari Batuan alam yang diiris tipis
Natural
Menjaga suhu ruangan lebih stabil
Mudah perawatan
Tidak lapuk dan korosi
Tidak mudah didapat dan cukup mahal
Gambar Cast Metal Cladding Sumber: ashwinarchitects, 2017
Tidak mudah lapuk dan rusak
Minim pemeliharaan
Mudah dibentuk dan dipotong sesuai dengan kebutuhan desain
Penghalau cahaya yang efektif
Memiliki pola rinci
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 164
Jenis Material Karakteristik
Gambar Kayu Sumber: Bing Image, 2017
Mudah didapat dan terjangkau
Perawatan mudah Sumber: Majalah Asri, 2017
Bahan alam
Mudah didapat
Mudah dibentuk
Mudah konstruksi
Terdapat berbagai macam varian bambu
Gambar Kaca
Sumber: keywordpicture.com, 2017
Dapat menahan radiasi matahari
Tahan terhadap beban dan keras
Dapat dibentuk sesuai keinginan
Stabil dan berkesan ringan
Sumber: Analisa Firly, 2017
V. 6 ANALISIS UTILITAS
A. Sistem Manajemen Air A.1. Air Bersih
a. Standar Air Bersih
Air bersih yang akan memenuhi kebutuhan harus sesuai dengan standar;
- Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum,
- Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990.
- Peraturan Menteri Kesehatan nomor 492/MENKES/PES/IV/2010 b. Sumber Air Bersih
Dukuh Kajongan yang merupakan desa di pesisir pantai memiliki air tanah yang bersifat asin dan kurang layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, sumber air bersih di Dukuh Kajongan berasal dari;
- Perusahaan Air Minum (PAM)
Air PAM adalah air yang berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengusahakan air layak minum untuk sebuah area. Air PAM telah memenuhi standar air minum sehingga aman untuk digunakan.
Dalam penyalurannya, Air PAM dapat ditampung terlebih dahulu di tangki komunal atau langsung dialirkan ke rumah-rumah warga. Sedangkan
BAB V ANALISIS | 165 untuk fasilitas umum (KM Bilas, KM/WC Umum dan lain-lain) dapat dibuatkan tangki penampung air yang terhubung dengan saluran utama PAM.
- Air Hujan
Air hujan adalah air yang berasal dari langit setelah melalui siklus air.
Air hujan adalah jenis air paling bersih dan murni (apabila ditampung dan diproses dengan benar). Paling bersih dalam arti bebas dari mikroorganisme patogen, paling murni dalam arti bebas dari partikel terlarut.
Kekurangannya, air hujan tidak mengandung mineral yang biasanya terdapat pada air tanah dan PAM. Namun demikian, air hujan sesuai dengan standar air bersih dan layak untuk digunakan.
- Penyulingan
Air bersih dapat diperoleh melalui proses penyulingan air laut.
Namun, dibutuhkan bermacam-macam fase treatment untuk mendapatkan air dengan kualitas minum dari air laut dengan teknologi yang tidak murah.
Gambar 5. 51 Al-Khafji Sea Water Desalination Plant Sumber: EWT World Company, 2017
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 166 c. Air Bersih di dalam Bangunan
Air bersih di dalam bangunan direncanakan berdasarkan rangkaian berikut;
Bagan 5. 1 Jaringan Air Bersih Bangunan
Sumber: Analisis Firly, 2017
A.2. Air Kotor
a. Sumber Air Kotor
Air kotor di Dukuh Kajongan sebagian besar merupakan air buangan domestik dan air bekas. Namun, terdapat tambahan yaitu air khusus dari restoran dan kegiatan atraksi yang ada di Dukuh Kajongan.
b. Penyaluran Air Kotor
Penyaluran air kotor direncanakan mengikuti rangkaian sistem air kotor sebagai berikut;
Toilet
Bagan 5. 2 Sistem Air Kotor Toilet
Sumber: Analisis Firly, 2017
Air Bekas
Bagan 5. 3 Sistem Air Kotor Bekas
Sumber: Analisis Firly, 2017 Pipa Sumber
Air
Jaringan Pipa Rumah
Meter Air Stop Kran Pipa Persil
Tangki Pompa
Kran air
Toilet Saluran Tinja Septic-tank
Saluran
STP Komunal/Biogas STP
Dapur/
Restoran Saluran Bak Perangkap Lemak
Drainase Tertutup Lingkungan STP
Komunal
BAB V ANALISIS | 167 A.3. Air Hujan
Air hujan sebenarnya bukanlah air kotor, namun karena adanya kemungkinan kontaminasi dari udara, tempat menetes dan faktor lain, maka air hujan perlu diberikan tindakan sebelum masuk ke dalam sistem air bersih sebagai sumber air bersih. Berikut rangkaian sistem penangkapan air hujan;
Bagan 5. 4 Sistem Air Hujan
Sumber: Analisis Firly, 2017
A.4. Air Hydrant
a. Sumber Air Hydrant
Sumber air Hydrant diambil dari air-air hasil pengolahan air hujan dan air Sewage Treatment Plant (STP).
b. Penyaluran Air Hidrant Kawasan
Penyaluran air hydrant di dalam kawasan direncanakan berdasarkan rangkaian berikut;
Bagan 5. 5 Air Hydrant Kawasan
Sumber: Analisis Firly, 2017
B. Sistem Pengolahan Limbah
Sistem Pengolahan Limbah dirasakan perlu untuk direncanakan di desa wisata Dukuh Kajongan untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan dan sebagai salah satu usaha re-cycle dan re-use sumber daya yang telah digunakan. Pengolahan limbah juga menjadi salah satu usaha penerapan prinsip Ekologi Arsitektur. Pengolahan Limbah di Dukuh Kajongan dilakukan pada dua golongan, yaitu;
B.1. Limbah Cair
a. Sumber Limbah Cair
Sumber limbah cair yang ada di Dukuh Kajongan dikategorikan menjadi tiga, yaitu limbah air kotor atau air buangan domestik (mengandung kotoran manusia), air bekas (mengandung sabun) dan air buangan khusus dari restoran (mengandung banyak lemak dan cairan sisa makanan). Limbah cair tersebut biasanya hanya ditreatment dengan menggunakan septic-tank atau dialirkan melalui sistem drainase ke riol lingkungan. Akan tetapi, mengingat kondisi lahan Dukuh Kajongan yang merupakan lahan tambak dan dipenuhi oleh air,
Air Hujan Atap/Tadah Hujan/Sistem peresapan air hujan
Filter
organik Water Tank
Water Tank Booster Pipa Hydrant Hydrant Pillar
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 168 maka penggunaan bak peresapan (sebagai lanjutan dari septic tank) dikhawatirkan akan mengontaminasi air tambak atau badan air lain. Oleh karena hal tersebut, direncanakanlah sistem pengolahan limbah cair.
b. Pengolahan Limbah Cair
Limbah cair yang berasal dari air buangan domestik, air bekas dan air khusus memiliki dua kemungkinan pengolahan, yaitu;
1) STP
Sewage Treatment Plant (STP) merupakan sistem pengolahan air limbah yang dilakukan untuk mendapatkan air yang tidak membahayakan lingkungan sekitar atau dapat dipergunakan kembali. STP yang direncanakan di Dukuh Kajongan bukan STP kompleks atau mencangkup kala besar seperti STP Rumah Sakit atau Kota. Namun, merupakan STP sederhana yang mudah dibuat dan mudah untuk digunakan dan dipelihara.
STP yang dapat direncanakan di dalam desa wisata Dukuh Kajongan, yaitu STP Sederhana menggunakan tangki buatan atau pabrikan, dan STP Subsurface Flow Constructed Wetlands (SFWC).
Gambar 5. 52 Sistem STP Sederhana Sumber: www.globalintifibertech.com, 2017
Gambar 5. 53 STP Pabrikan
Sumber: www.globalintifibertech.com, 2017
STP Subsurface Flow Constructed Wetlands (SFWC) merupakan STP yang menggunakan sistem alami, yaitu dengan menggunakan penyaring tanaman pada Secondary treatment-nya. STP SFWC memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut:
Pre-Treatment
BAB V ANALISIS | 169 Pre-treatment adalah tahapan pengumpulan seluruh limbah cair. Jika dimungkinkan, dilakukan pemisahan antara Black Water (kotoran) dan Grey Water (air bekas).
Primary Treatment
Primary treatment adalah tahapan pengendapan. Tahapan ini dilakukan untuk mengendapkan padatan yang terlarut di dalam air dan memisahkannya dari air. Setelah air terpisah dari padatan tersebut, air kemudian melalui filter dan menuju Secondary treatment.
Secondary Treatment
Secondary treatment adalah tahapan filtrasi menggunakan tanaman dan batu kerikil. Tanaman yang bisa diguankan antara lain; Biji Kelor (Moringan oleifera), Kangkung (Ipomoea aquatica forsk), Kiambang (Salvinia molesta Mitchell), Enceng Gondok (Eichhornia crassipes), Genjer (Limnocharis lava), Apu-apu (Pistia stratiotes), Water Thyme (Elodea canadensis), Alang-alang (Phragmites australis), Cattails (Typha spp), dan lain-lain.
End Treatment
End Treatment adalah tahapan akhir di mana air hasil digunakan untuk bermacam-macam fungsi (Hydrant, Penyiraman taman dan lain-lain) atau dialirkan ke sungai.
Gambar 5. 54 Sistem Subsurface Flow Constructed Wetlands (SFWC) Sumber: wikipedia, 2017
Gambar 5. 55 Subsurface Flow Constructed Wetlands (SFWC) Sumber: Bing Image, 2017
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 170 2) Biogas
Biogas merupakan sistem pengolahan air limbah domestik (kotoran manusia) yang dilakukan untuk mendapatkan energi gas. Terdapat dua macam biogas yaitu biogas mandiri yang diusahakan oleh rumah secara mandiri dan biogas komunal yang mengolah kotoran secara bersama.
Gambar 5. 56 Biogas Mandiri Sumber: gamaperta.com, 2017
Gambar 5. 57 Biogas Komunal Sumber: wikipedia, 2017
B.2. Limbah Padat (Sampah) a. Sumber Limbah Padat
Sumber limbah padat (sampah) yang ada di Dukuh Kajongan dikategorikan menjadi tiga, yaitu Sampah Organik (Kertas, daun, sisa makanan padat) dan Sampah Non-Organik (Plastik, Kaleng, Kaca).
Sampah-sampah tersebut harus direncanakan pengolahannya agar tidak diolah sembarangan, menumpuk atau bahkan merusak lingkungan di Dukuh Kajongan.
b. Pengolahan Limbah Padat 1) Sampah Organik
Sampah Organik akan digunakan sebagai bahan pembuat pupuk kompos dengan tahapan sebagai berikut;
Pengumpulan sampah organik
Pemotongan sampah agar menjadi bentuk yang kecil-kecil sehingga lebih mudah terurai
BAB V ANALISIS | 171
Dimasukkan dalam wadah pembuatan kompos
Penyemprotan MOL (Pupuk organik cair) dengan jangka tiga hari sekali
Pengadukan dengan jangka tiga hari sekali agar panas rata
Pemanenan setelah satu bulan
Pengayakan dan pengemasan
Gambar 5. 58 Pembuatan Kompos Sumber: Bing Image, 2017
2) Sampah Non-Organik
Sampah Non-organik akan melewati tahapan-tahapan berikut;
Pengumpulan sampah
Pemisahan antara plastik dan kaleng
Sampah Plastik yang berpotensi kerajinan akan digunakan sebagai bahan kerajinan, sedangkan sisanya akan dijual ke pengumpul plastik atau dijual ke pabrik plastik untuk diolah menjadi barang lain.
Sampah Kaleng yang telah dikumpulkan akan dijual ke pabrik kaleng untuk diolah menjadi barang lain.
Sampah Kaca yang telah dikumpulkan akan dijual ke pabrik kaleng untuk diolah menjadi barang lain.
C. Sistem Jaringan Energi C.1. Sumber Energi
Sumber energi listrik yang direncanakan akan digunakan dalam penyelenggaraan desa wisata Dukuh Kajongan diambil dari berbagai sumber, sebagai berikut;
Khoerunnisa Firly – I 0213045
BAB V ANALISIS | 172 a. Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Perusahaan Listrik Negara merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengusahakan energi listrik bagi kawasan. Dukuh Kajongan merupakan sebuah Dukuh yang sudah terjangkau oleh listrik PLN. Namun, daya yang mengalir ke Dukuh Kajongan masih termasuk dalam kategori rendah.
b. Wind Turbine
Wind Turbine atau kincir angin merupakan alat yang mengubah energi angin menjadi listrik. Prinsip dasar kerja dari turbin angin adalah mengubah energi mekanis dari angin menjadi energi putar pada kincir, lalu putaran kincir digunakan untuk memutar generator, yang akhirnya akan menghasilkan listrik. Dukuh Kajongan yang terletak di pesisir pantai memiliki banyak potensi angin yang dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik.
Gambar 5. 59 Wind Turbines Sumber: NASA, 1995
Terdapat dua jenis kincir angin yang bisa digunakan dalam
Terdapat dua jenis kincir angin yang bisa digunakan dalam