• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan

Pada penelitian ini dilakukan pengamatan pada 42 pasien yang akan menjalani operasi elektif. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan dan Rumah Sakit USU. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian lidokain bolus intravena dan kontinu terhadap intensitas nyeri paska operasi mastektomi. Sampel yang diperoleh pada penelitian ini berjumlah 42 sampel. Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan distribusi karakteristik sampel pada penelitian didapatkan bahwa rerata usia pasien, suku, PS ASA, IMT, dan lama operasi pada kelompok lidokain dan kelompok plasebo tersebar homogen pada kedua kelompok dengan nilai p>0,05 yang artinya bahwa faktor usia, suku, PS ASA, IMT dan lama operasi tidak mempengaruhi nilai VAS pada pasien. Selain itu hasil ini menunjukkan bahwa pasien suku batak memiliki persentase paling banyak. Rata-rata indeks masa tubuh (IMT) dalam batas normal dan paling banyak digolongkan ke dalam PS ASA I.

Berdasarkan Tabel 4.2 didapatkan bahwa nilai rerata MAP dan denyut jantung pada kelompok lidokain lebih stabil bila dibandingkan dengan kelompok plasebo. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dogan (2016) pada 60 pasien yang menjalani laparoskopi kolesistektomi dilaporkan bahwa pemberian infus lidokain intraoperatif mampu menekan respon peningkatan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

hemodinamik. Konay et al (2019) juga malaporkan hasil yang sama pada penelitian klinis yang menggunakan sampel sebanyak 48 pasien, didapatkan lidokain mampu mempertahankan hemodinamik lebih stabil dengan nilai rerata MAP sebesar 85,1 mmHg. Secara umum lidokain mampu menekan automatisitas dari otot jantung dan mengurangi durasi dari fase refrakter. Kontraktilitas dan konduksi dari otot jantung juga ditekan oleh obat anestesi lokal pada konsentrasi yang lebih besar. Efek timbul karena perubahan pada membran sel otot jantung (sodium channel blockade) dan penghambatan sistem saraf otonom (Morgan 2013, Stoelting 2006). Efek lidokain ternyata mampu meningkatkan kadar noradrenalin plasma selama durante operasi dan mengakibatkan peningkatan impuls adrenergik, pada penelitian dengan oklusi vena di ekstremitas yang berkontribusi terhadap toleransi kardiovaskular yang baik terhadap respon pembedahan, agen anestesi dan obat antiaritmia (Edouard, 2016). Bukti lain yang menunjukkan efek lidokain terhadap hemodinamik juga dilaporkan oleh Pinho (2017) bahwa infus lidokain ternyata mampu mempertahankan hemodinamik yang stabil dengan pemberian lidokain 1,5 mg/kg intravena bolus dan lidokain kontinu sebesar 2 mg/kg/jam (Pinho, 2017). Pada penelitian lain, lidokain juga memiliki efek blunting respon hemodinamik pada 30 pasien dengan trauma brain injury (Singh et. al. 2018). Lidokain bekerja dengan menghambat Na+ kanal sehingga terjadi penurunan natrium dan memperlambat kecepatan depolarisasi membran dan potensial aksi tidak terjadi (Morgan, 2018).

Berdasarkan Tabel 4.3 memperlihatkan semakin tinggi MAP dan denyut jantung maka semakin tinggi nilai VAS pasien. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Soltani et al (2015) bahwa pasien dengan hemodinamik yang meningkat menunjukkan intensitas nyeri yang lebih tinggi (Soltani et al. 2015).

Adanya korelasi respon hemodinamik terhadap stimulasi nyeri juga didemostrasikan oleh Yucel et al (2015) dengan menggunakan near-infrared spectroscopy (NIRS) bahwa stimulasi nyeri dapat mengakibatkan perubahan hemodinamik dan mengakibatkan menetapnya perubahan signal kolateral korteks somatosensorik primer (Yucel et al. 2016). Meskipun menurut penelitian yang dilaporkan oleh Midillin dan Eser (2015) bahwa tidak ada hubungan antara peningkatan hemodinamik dengan intensitas nyeri pada 100 pasien yang

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

menjalani sectio caesarea. Schonberger et. al. (2014) melaporkan bahwa tidak ada perbedaan status hemodinamik yang dinilai seiring dengan meningkatnya derajat nyeri yang dinilai dengan VAS (Schonberger et al., 2014). Nyeri dapat digambarkan dengan adanya perubahan pada sistem saraf otonom (takikardi, tekanan darah yang meningkat, diaforesis, nafas cepat) (Atchison and Vincent, 2012; Woolf et al., 2004). Nyeri operasi memicu respon stress yaitu respon neuro endokrin yang berpengaruh pada mortalitas dan berbagai morbiditas komplikasi paska operasi (Das, 2019).

Skor VAS merupakan skala pengukur nyeri yang tidak memiliki nilai normal dalam mengukur derajat nyeri paska operasi. Menurut literatur nyeri secara lebih objektif dapat digambarkan melalui perubahan hemodinamik, sehingga dalam klinis dapat mengkategorikan normal tidaknya peningkatan nyeri yang terjadi disertai pengamatan terhadap kondisi hemodinamik pasien (Das, 2019).

Berdasarkan Tabel 4.4 dan Gambar 4.2 didapatkan bahwa nilai VAS pada kelompok lidokain dan plasebo menunjukkan perbedaan yang bermakna pada pengamatan T0 (p=0,039) dengan nilai VAS T0 pada kelompok lidokain lebih rendah dibandingkan dengan kelompok plasebo, namun pada pengamatan T1, T2, dan T3 menunjukkan adanya perubahan nilai VAS pada kedua kelompok, meskipun nilai VAS awal (T0) pada kelompok lidokain lebih rendah dibandingkan kelompok plasebo (Gambar 4.3). Hasil penelitian ini sejalan dengan Choi et al (2016) pada 58 pasien thiroidektomi yang diberikan lidokain intravena, dilaporkan bahwa lidokain intravena secara efektif menurunkan nyeri paska operasi dan memperbaiki kualitas pemulihan pasien. Penelitian tersebut melaporkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok yang diberikan lidokain dengan plasebo dari 2 jam paska operasi sampai 48 jam pengamatan (Choi et. al. 2016). Hal ini sesuai dengan literature bahwa lidokain sistemik dapat melemahkan respons saraf terhadap rasa sakit dengan mengurangi aktivitas lonjakan, amplitudo, dan waktu konduksi pada serat C-unmyelinated dan A-

myelinated yang merupakan serat saraf perifer yang memediasi nyeri. Laporan meta-analisis yang dilakukan oleh Weibel et al. (2018) dilaporkan pada 29 RCT dengan jumlah sampel 1656 pasien dilaporkan nilai VAS (1-4 jam) didapatkan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

pada kelompok lidokain 2,48 cm lebih rendah dibandingkan dengan kelompok plasebo. Sementara pada pengamatan 24 jam pada 33 penelitian RCT dengan sampel 1847 didapatkan pada kelompok lidokain 0,48 cm lebih rendah dibandingkan dengan kelompok plasebo. Efek lidokain yang baik dalam menekan nilai VAS juga dilaporkan pada 48 jam pengamatan dalam 24 RCT dengan sampel 1404 pasien didapatkan pada kelompok lidokain 0,42 cm lebih rendah dibandingkan dengan kelompok plasebo (Weibel et al. 2018).

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai rerata MAP pada kelompok lidokain dan kelompok plasebo, namun nilai rerata denyut jantung memiliki perbedaan yang bermakna antara kelompok lidokain dan kelompok plasebo.

2. Adanya korelasi positif yang kuat pada kelompok plasebo antara MAP dan denyut jantung dengan nilai VAS, berarti semakin tinggi MAP dan denyut jantung maka semakin tinggi nilai VAS pasien.

3. Nilai VAS pada kelompok lidokain dan plasebo menunjukkan perbedaan yang bermakna pada pengamatan T0 (p=0,039).

5.2 Saran

1. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan teori untuk melakukan penelitian tentang penggunaan lidokain sebagai adjuvan.

2. Penelitian ini dapat memberikan masukkan kepada pihak terkait untuk memasukkan lidokain dalam pedoman praktik klinis (PPK) rumah sakit.

3. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai pemeriksaan kadar lidokain dalam darah untuk mengetahui dan mengevaluasi dosis lidokain agar tidak melewati dosis toksik.

4. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk menilai efektifitas kerja obat lidokain, untuk penilaian nyeri paska operasi pada jam ke 12, 24, 48, paska operasi.

66

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

DAFTAR PUSTAKA Thyroidectomy: A Prospective, Randomized, Double-Blind, Placebo- Controlled Trial’, World Journal of Surgery. Springer International Publishing, 40(12), pp. 2941–2947. doi: 10.1007/s00268-016-3619-6.

Édouard, A. et al. (1991) ‘Effets de la lidocaïne sur la circulation artérielle et veineuse des membres chez l’homme’, Annales francaises d’anesthesie et de reanimation, 10(6), pp. 529–534. doi: 10.1016/S0750-7658(05)80289-8.

Finucane, B. T. and Tsui, B. C.-H. (2017) Complications of regional anesthesia : principles of safe practice in local and regional anesthesia.

Flood, P., Rathmell, J. P. and Shafer, S. (2015) ‘Neurologic System’, in Stoelting’s Pharmacology & Physiology in Anesthetic Practice. 5th edn.

United States: Wolters Kluwer, pp. 98–160.

Katzung, B., Masters, S. and Trevor, A. (2009) Basic and Clinical Pharmacology, 11th Edition.

Lemmens, L. C. et al. (2006) ‘The effect of national guidelines on the implementation of outpatient preoperative evaluation clinics in Dutch hospitals’, European Journal of Anaesthesiology, 23(11), pp. 962–970. doi:

10.1017/S0265021506000895.

Midilli, T. S. and Eser, I. (2015) ‘Effects of Reiki on Post-cesarean Delivery Pain, Anxiety, and Hemodynamic Parameters: A Randomized, Controlled

Clinical Trial’, Pain Management Nursing. American Society for Pain Management Nursing, 16(3), pp. 388–399. doi: 10.1016/j.pmn.2014.09.005.

Olawin, A. M. and M Das, J. (2019) Spinal Anesthesia, StatPearls. Available at:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537299/ (Accessed: 22 November 2019).

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Powlovich, L. G., Nemergut, E. C. and Collins, S. R. (2018) ‘Barash’s Clinical Anesthesia, 8th ed’, Anesthesia & Analgesia, 127(3), p. e41. doi:

10.1213/ANE.0000000000003548.

Rawal, N. et al. (2008) Postoperative Pain Management - Good Clinical Practice.

European Society of Regional Anesthesia.

Rohlman, D. S. et al. (1994) ‘A double-blind trial of bupropion versus desipramine for bipolar depression’, Journal of Clinical Psychiatry, 55(9), pp. 391–393. doi: 10.1002/hup.

Schonberger, R. B. et al. (2014) ‘Preoperative depression symptom severity and its impact on adherence to preoperative beta-blocker therapy.’, Journal of cardiothoracic and vascular anesthesia. NIH Public Access, 28(6), pp.

1467–73. doi: 10.1053/j.jvca.2014.05.006.

Sesack, S. R. et al. (1998) ‘Dopamine axon varicosities in the prelimbic division of the rat prefrontal cortex exhibit sparse immunoreactivity for the dopamine transporter’, Journal of Neuroscience, 18(7), pp. 2697–2708. doi:

10.1523/jneurosci.18-07-02697.1998.

Singh, S. et al. (2018) ‘Comparison of effect of dexmedetomidine and lidocaine on intracranial and systemic hemodynamic response to chest physiotherapy and tracheal suctioning in patients with severe traumatic brain injury’, Journal of Anesthesia. Springer Japan, 32(4), pp. 518–523. doi:

10.1007/s00540-018-2505-9.

Soltani, G., Molkizadeh, A. and Amini, S. (2015) ‘Effect of intravenous acetaminophen (Paracetamol) on hemodynamic parameters following endotracheal tube intubation and postoperative pain in caesarian section surgeries’, Anesthesiology and Pain Medicine, 5(6). doi:

10.5812/aapm.30062.

Soteriades, E. S. et al. (2002) ‘Incidence and Prognosis of Syncope’, New England Journal of Medicine. Massachusetts Medical Society, 347(12), pp.

878–885. doi: 10.1056/NEJMoa012407.

Terkawi, A. S. et al. (2015) ‘Perioperative lidocaine infusion reduces the incidence of post-mastectomy chronic pain: A double-blind, placebo- controlled randomized trial’, Pain Physician, 18(2), pp. E139–E146.

Woolf, C. J., American College of Physicians and American Physiological Society (2004) ‘Pain: moving from symptom control toward mechanism- specific pharmacologic management.’, Annals UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

140-8-200404200-00010.

Yücel, M. A. et al. (2015) ‘Specificity of Hemodynamic Brain Responses to Painful Stimuli: A functional near-infrared spectroscopy study’, Scientific Reports, 5(1), p. 9469. doi: 10.1038/srep09469.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

CURRICULUM VITAE

Riwayat Hidup Peneliti

Nama : dr. Lysa Ogestha

Tempat / Tgl Lahir : Padang, 8 Agustus 1983

Agama : Islam

Alamat Rumah : Jl. Bunga rinte komp. puri zahara 2 blok h no 1

Nama Suami : Adi Mustika, ST

Nama Ayah : H. Nurjasri Bsc

Nama Ibu : Hj Elly suharti

No Hp : 081375360083

Riwayat Pendidikan

1990 - 1996 : SD Negri 004 dumai timur

1997 - 1999 : SMP Negri 2 dumai

1998 - 2001 : SMA Negri 1 dumai

2002 - 2009 : Fakultas Kedokteran Universitas Methodist 2015 – Sekarang : PPDS-1 Anestesiologi dan Terapi Intensif

FK-USU

Deskripsi Tugas : Mengolah dan menganalisa data

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Lampiran 2

JADWAL TAHAPAN PENELITIAN

NO Tahapan Penelitian Rencana

1 Bimbingan Proposal Juli 2019

2 Seminar Proposal Agustus 2019

3 Perbaikan Proposal Agustus 2019

4 Komisi Etik Penelitian September-Oktober

2019

5 Pengumpulan Data November-Desember

2019

6 Pengolahan dan Analisa Data Desember 2019 7 Bimbingan Penyusunan laporan Akhir Desember 2019 8 Seminar Akhir Penelitian Januari 2020 9 Perbaikan Laporan Akhir Penelitian Januari 2020

Tahapan Penelitian

2019 2020

Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Bimbingan

No. Sampel Lampiran 3

EFEKTIFITAS PEMBERIAN LIDOKAIN BOLUS INTRAVENA DAN KONTINU TERHADAP INTENSITAS NYERI PASKA OPERASI

MASTEKTOMI LEMBARAN OBSERVASI PASIEN

c. Identitas Pasien

Nama : No. RM :

Umur : tahun

Jenis Kelamin : laki-laki/ perempuan

Alamat :

d. Hemodinamik Pre Operasi (Baseline)

Tekanan Darah : mmHg Laju Nadi : x/i

Laju Nafas : x/i

e. Hemodinamik Maksimal Durante Operasi

Tekanan Darah : mmHg Laju Nadi : x/i

Lampiran 4

LEMBAR PENJELASAN MENGENAI PENELITIAN

Bapak/Ibu/Saudara/i Yth.

Saya, dr. Lysa Ogestha saat ini sedang menjalani program pendidikan dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif Fakultas Kedokteran USU dan akan melaksanakan penelitian sebagai syarat ujian akhir. Adapun penelitian saya berjudul:

EFEKTIFITAS PEMBERIAN LIDOKAIN BOLUS INTRAVENA DAN

KONTINU TERHADAP INTENSITAS NYERI PASKA OPERASI

MASTEKTOMI

Untuk mengetahui efektifitas pemberian lidokain bolus intravena dan kontinu terhadap intensitas nyeri paska operasi masktektomi di RSUP Haji Adam Malik Medan dan RS Universitas Sumatera Utara.

Keluarga Bapak /Ibu/Saudara/i sekalian akan diambil sebagai subjek/pelaku penelitian ini, berdasarkan kriteria yang sudah disepakati sebelumnya. Bila anda setuju untuk diikutsertakan dalam penelitian ini, maka saya sangat mengharapkan kerjasama yang baik dan berkenan untuk menandatangani surat persetujuan ini. Namun apabila anda tidak bersedia, kami akan tetap memberikan pelayanan sebagaimana mestinya.

Untuk lebih jelasnya, saat turut serta sebagai sukarelawan pada penelitian ini, keluarga Bapak /Ibu/Saudara/i akan menjalani prosedur penelitian sebagai berikut:

f. Kepada pasien dijelaskan tentang rencana tujuan dari penelitian, rencana tindak lanjut yang mungkin akan diambil, dan manfaat dari penelitian ini.

g. Kemudian pasien dibawa ke kamar operasi, lalu dipasang alat monitor standar h. Pasien mendapatkan lidokain injeksi dengan bolus awal 1,5 mg/kg

yang dilarutkan dengan NaCl 0,9% menjadi 5 ml. Dilanjutkan dengan lidokain kontinu 2 mg/kg/jam dalam Nacl 0,9% 20 ml yang diberikan dengan menggunakan syringe pump dalam spuit 20 ml dengan kecepatan 20cc per jam. Sedangkan kelompok B diberikan NaCl 0,9% injeksi dengan bolus awal

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

sebanyak 5 ml. Dilanjutkan dengan NaCl 0,9% kontinu 20 ml dengan menggunakan syringe pump sesuai dengan dosis lidokain dengan kecepatan 20cc per jam.

i. Pasien diinduksi dengan propofol 2 mg/kg, pelumpuh otot rokuronium 1 mg/kg, setelah onset tercapai 1 menit, laringoskopi direk dilakukan dengan laringoskop dan trakea diintubasi dengan pipa endotrakea yang sesuai ukuran

j. Selesai pembedahan, setelah pasien memenuhi kriteria ekstubasi, pasien diekstubasi (GCS 15), pasien dalam keadaan sadar penuh dan waktu dicatat sebagai T0, dan VAS dinilai dengan menggunakan penggaris VAS, ditanyakan ke pasien dengan menunjukkan skala yang sesuai dengan persepsi nyeri yang dirasakan oleh pasien.

Penilaian ini dilakukan langsung oleh peneliti.

k. Lembar Observasi kemudian diberikan penomoran dan dilakukan tabulasi, untuk selanjutnya dilakukan analisis data

Pada lazimnya, penelitian ini tidak akan menimbulkan hal-hal yang berbahaya bagi Bapak /Ibu/Saudara/i sekalian. Akan tetapi, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama penelitian berlangsung, yang disebabkan oleh perlakuan yang dilakukan selama penelitian ini, maka Bapak /Ibu/Saudara/i dapat menghubungi dr. Lysa Ogestha (Hp. 081375360083) untuk mendapatkan pertolongan dan konsultasi. Selain dari itu, penelitian ini juga diawasi konsultan- konsultan di bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan peneliti dapat berkonsultasi dalam hal penanganan kejadian tersebut.

Kerja sama Bapak /Ibu/Saudara/i sangat diharapkan dalam penelitian ini.

Bila masih ada hal-hal yang belum jelas menyangkut penelitian ini, setiap saat dapat ditanyakan pada peneliti, dr Lysa Ogestha.

Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini, diharapkan Bapak /Ibu/Saudara/i yang telah terpilih pada penelitian ini, dapat mengisi lembaran persetujuan turut serta dalam penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Medan, ... 2019 Peneliti

(dr. Lysa Ogestha)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Lampiran 5

Nama :

Jenis Kelamian : Tgl. Lahir :

RSUP H. Adam Malik FK-USU

FORMULIR PERSETUJUAN MENGIKUTI PENELITIAN (FORMULIR INFORMED CONSENT)

Peneliti Utama : dr. Lysa Ogestha Pemberi Informasi :

JENIS INFORMASI ISI INFORMASI TANDAI

1 Judul Penelitian

EFEKTIFITAS PEMBERIAN LIDOKAIN BOLUS INTRAVENA DAN KONTINU TERHADAP INTENSITAS NYERI PASKA OPERASI MASTEKTOMI

2 Tujuan penelitian

Untuk mengetahui efektifitas pemberian lidokain bolus intravena dan kontinu terhadap intensitas nyeri paska operasi masktektomi di RSUP Haji bedah, pasien diperiksa ulang terhadap identitas, diagnosa, rencana tindakan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

pembiusan, akses infus (pastikan telah terpasang infus dengan abocath 18G, threeway dan aliran infus lancar).

f. Kemudian pasien dibawa ke kamar operasi, lalu dipasang alat monitor standar (EKG, tekanan darah, denyut jantung, frekuensi nafas, saturasi oksigen). lidokain injeksi dengan bolus awal 1,5 mg/kg yang dilarutkan dengan NaCl 0,9% menjadi 5 ml. kelompok B diberikan NaCl 0,9% injeksi dengan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Dilanjutkan dengan NaCl 0,9% kontinu 20 ml dengan menggunakan syringe pump sesuai dengan dosis lidokain dengan kecepatan 20cc per

jam.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

e. Pasien diinduksi dengan propofol 2 mg/kg, pelumpuh otot rokuronium 1 mg/kg, setelah onset tercapai 1 menit, laringoskopi direk

dilakukan dengan

laringoskop dan trakea diintubasi dengan pipa endotrakea yang sesuai ukuran.

g. Selesai pembedahan, setelah pasien memenuhi kriteria ekstubasi, pasien diekstubasi (GCS 15),

dengan menunjukkan skala yang sesuai dengan persepsi nyeri yang dirasakan oleh pasien.

Penilaian ini dilakukan langsung oleh peneliti.

h. Penilaian kesetaraan dosis dan efek samping obat dengan target nilai VAS<4 dilakukan langsung oleh peneliti pada jam ke 0 (T0), 2 (T1), 4 (T2) dan 6 (T3) setelah pembedahan berakhir.

i. T0 dimulai setelah pasien diekstubasi dan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

dalam keadaan sadar penuh.

5 Hasil data

pengamatan pada kedua kelompok dibandingkan secara statistik

6 Penelitian

dihentikan apabila subjek penelitian menolak untuk berpartisipasi lebih lanjut, operasi memanjang sehingga dibutuhkan tambahan obat anestesi umum, terjadi reaksi alergi terhadap lidokain,

dan terjadi

kegawatdaruratan jalan nafas, jantung, paru, otak yang mengancam jiwa.

4 Jumlah Subyek 42 Orang 5 Waktu Penelitian 2 bulan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

penelitian

termasuk manfaat bagi subyek

diharapkan dapat digunakan sebagai sumber rujukan tambahan dalam penelitian lanjutan tentang upaya-upaya dalam pemberian lidokain intravena sebagai analgetik adjuvan pada pasien yang menjalani pembedahan mastektomi dengan general anestesi 7 Hasil dari penelitian ini

diharapkan dapat digunakan sebagai landasan dalam pemberian lidokain intravena pada keadaan berikut:

7.1 Sebagai data untuk penelitian lanjutan mengenai pemberian lidokain intravena sebagai analgetik adjuvan pada

pasien dengan

pembedahan mastektomi dengan general anestesia.

7.2 Sebagai data untuk penelitian lanjutan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

mengenai alternatif analgetik lain yang lebih efektif digunakan sebagai analgetik adjuvan pada pasien dengan pembedahan mastektomi.

3. Sebagai data untuk penelitian lanjutan mengenai apakah pemberian lidokain intravena sebagai analgetik adjuvan bisa digunakan pada pembedahan mayor lainnya.

7 Risiko & efek samping dalam penelitian

Pada umumnya, penelitian ini tidak akan menimbulkan hal-hal yang berbahaya bagi Bapak /Ibu/Saudara/i sekalian.

8 Ketidak

nyamanan subyek penelitian

Karena penelitian ini hanya menggunakan lemaran pertanyaan. Maka tidak akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan

9 Kompensasi bila terjadi efek samping

Karena penelitian ini hanya menggunakan lembar pertanyaan. Maka tidak ada pemberian kompensasi

10 Alternatif Penanganan bila ada

Tidak ada penanganan lebih lanjut

11 Penjagaan

Kerahasiaan Data

Seluruh Data Ibu akan dirahasiakan terhadap hasil penelitian ini. Data yang kami ambil merupakan hasil penelitian kami dan variable variable penelitian yang terkait

12 Biaya yang ditanggung oleh peneliti

Seluruh biaya yang berkaitan diluar prosedur normal akan ditanggung oleh peneliti, biaya penelitian terlampir

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

13 Insentif bagi subyek

Tidak ada.

14 Nama & alamat dr. Lysa Ogestha penelitian serta 081375360083 nomor telepon

yang bisa dihubungi

Setelah mendengarkan penjelasan pada halaman 1 dan 2 mengenai penelitian yang akan dilakukan oleh : dr. LYSA OGESTHA dengan judul :

EFEKTIFITAS PEMBERIAN LIDOKAIN BOLUS INTRAVENA DAN KONTINU TERHADAP INTENSITAS NYERI PASKA OPERASI

informasi tersebut sudah saya pahami dengan baik. Dengan menandatangani formulir ini saya menyetujui untuk diikutsertakan dalam penelitian di atas dengan suka rela tanpa paksaan daripihak manapun. Apabila suatu waktu saya merasa dirugikan dalam bentuk apapun, saya berhak membatalkan persetujuan ini.

- -

Tanda Tangan Subyek atau Cap jempol Tanggal

- -

Tanda Tangan saksi/wali Peneliti

Ket : Tanda Tangan saksi/wali diperlukan bila subyek tidak bisa baca tulis, penurunan kesadaran, mengalami gangguan jiwa dan berusia dibawah 18 tahun

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Lampiran 6

TABEL RANDOMISASI SAMPEL

A: Lidokain B: Plasebo

Ujung pena dimulai dari nomor 56 selanjutnya berurut ke ke kanan dan disusun berurut hingga berjumlah 46

sampel dengan sekuens

Lampiran 7

RENCANA ANGGARAN PENELITIAN ANGGARAN PENELITIAN

Taksasi dana yang diperlukan selama penelitian Bahan dan peralatan penelitian

NaCl 0,9% (Widatra®) 50 x RP. 15.000,- = Rp.750.000,- Lidocain 2% (Bernofarm®) 200 x RP. 4.000,- = Rp.800.000,- Spuit 5 cc (Terumo®) 50 x Rp. 3.000,- = Rp.150.000,- Spuit 20 cc (Terumo®) 200 x Rp. 5.000,- = Rp.1.000.000,- Extention tube (Hospitech®) 50 x Rp 7.000,- = Rp.350.000,-

Threeway (Aximed®) 50 x Rp 5.000 = Rp. 250.000,-

Pengadaan literature = Rp.1.000.000,-

Konsumsi proposal dan seminar = Rp.1.000.000,-

Pengadaan bahan seminar usulan & hasil penelitian = Rp.2.000.000,- Cetak Usulan & hasil penelitian 20 x Rp. 50.000,- = Rp.1.000.000,-

Biaya Komisi Etik Penelitian = Rp.1.000.000,-

Subtotal = Rp.9.300.000,-

Biaya tak terduga (10% subtotal) = Rp.930.000,-

Total Perkiraan biaya penelitian = Rp. 10.230.000,-

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Dokumen terkait