• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

A. Temuan Umum

6. Struktur Kurikulum dan Muatan Kurikulum

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa Struktur dan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut:

1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 4. Kelompok mata pelajaran estetika.

5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan.

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran untuk jenjang SD/MI/SDLB disajikan pada Tabel 1.

Tabel 8.

Cakupan Kelompok Mata Pelajaran120

No Kelompok Mata Pelajaran Cakupan 1 2

3

120

No Kelompok Mata Pelajaran

Cakupan

1. Agama dan Akhlak

Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk

peserta didik menjadi manusia yang

beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang

Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak

mulia mencakup etika, budi pekerti, atau

moral sebagai perwujudan dari pendidikan

agama.

2. Kewarganegaraan dan Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB/Paket A dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.

4. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi

keindahan dan harmoni. Kemampuan

mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan

kesehatan pada SD/MI/SDLB/Paket A

dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup

No Kelompok Mata Pelajaran

Cakupan

sehat.

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

Selanjutnya dalam Pasal 7 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan pula bahwa:

1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olah raga, dan kesehatan.

2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A, dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani.

3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/ SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan muatan lokal yang relevan.

4. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan.

5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan.

a. Struktur Kurikulum

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SDIT AL HIJRAH 2 adalah sebagai berikut:

Tabel 9. Kurikulum SD IT Al Hijrah 2121 NO Komponen Alokasi Waktu Kelas 1 2 3 4 5 6 A Mata Pelajaran 1 P A I (Quran, Tahfidz, Akidah akhlak) 2 2 2 2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 6 6 6 4 Matematika 6 6 6 5

Ilmu

Pengetahuan

Alam

6 6 6 6

Ilmu

Pengetahuan

Sosial

2 2 2

7 Seni Budaya dan

Keterampilan 2 2 2

8 Pendidikan Jasmani,

Olahraga dan Kesehatan 2 2 2

B Mulok :

a. B. Arab 2 2 2

b. B. Inggris 2 2 2

c. Teknologi Informasi dan

Komunikasi 2 2 2

121

C Pengembangan Diri (Tahfiz Qur’an ) 16*) 16* ) 16* ) 16*) 16*) 16*) Jumlah 50 50 50 50 50 50

*) Ekuivalen 2 Jam Pembelajaran

b. Muatan Kurikulum

Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menegaskan bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar.

1. Muatan Nasional

a. Pendidikan Agama Islam, memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian,

pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;

2. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

b. Pendidikan Kewarganegaraan, memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam

2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggungjawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti korupsi

3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya

4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

c. Bahasa Indonesia, memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis

2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara

3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan

4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial

5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa 6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai

khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. d. Matematika, memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah

2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika

3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh

4. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah

5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

e. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) , memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya

2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep- konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat

4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan

5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam 6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan

segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan 7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan

IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

f. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) , memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya

2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial

3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan

4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.

g. Seni Budaya dan Ketrampilan (SBK) , memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan

2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan

3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan

4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan

i. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PENJASKES) , memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih

2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.

3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar 4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui

internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan

5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis

6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga

keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan

7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

2. Muatan Lokal

a. Bahasa Inggris, memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Mengenalkan bahasa inggris sebagai bahasa komunikasi internasional

2. Membekali siswa untuk menghadapi tuntutan dalam rangka menyongsong era globalisasi.

b. Bahasa Arab, memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Mengenalkan bahasa Arab sebagai bahasa Al-qur-an. 2. Mengenalkan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi.

c. Keterampilan/ Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) , memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Memperkenalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2. Membekali siswa dalam penerapan teknologi sebagai

media belajar

3. Pengembangan diri

a. Meliputi beragam kegiatanekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat siswa, yang terdiri atas:

1. Kewiraan bidang Pramuka

2. Olahraga bidang sepakbola, taekwondo dan renang

3. Seni/keterampilan bidang keterampilan kerumahtanggaan, menggambar dan mewarnai dan mujawwad Qur’an

4. Ilmiah bidang sempoa, jarimatika, sains dan merakit komputer

b. Kegiatan Pembiasan

1. Pembiasan Rutin merupakan proses pembentukan akhlaq dan penanaman/ pengamalan ajaran Islam. Adapun kegiatan pembiasaan meliputi: sholat berjamaah, upacara bendera, tahfidz al-quran dan pembinaan tilawah qur’an / tahsin quran

2. Pembiasaan Terprogram merupakan proses pembentukan akhlaq dan penanaman/ pengamalan ajaran Islam dan Nasional. Adapun kegiatan pembiasaan meliputi: (1) Kegiatan Keagamaan (PHBI) dengan kegiatan Pesantren Ramadhan, Mentoring agama Islam, Pelaksanaan peringatan Tahun Baru Islam (1 Muharram), Pengumpulan dan penyaluran ZISWAF, Pelaksanaan Qurban bersama dan Ajang anak soleh; (2) Kegiatan Nasional (PHBN) dengan kegiatan Peringatan Hari Kemerdekaan RI,

Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Peringatan Hari Guru

c. Kegiatan Keteladanan memiliki kegiatan Pembinaan Kedisiplinan, Penanaman Nilai Akhlak Islami, Penanaman Budaya Minat Baca, Penanaman Budaya bersih diri dan lingkungan

d. Outdoor Learning & Training memiliki kegiatan Kunjungan Belajar dan Outbound

5. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar yang digunakan adalah system paket sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum, yaitu:

Tabel 10. Beban Belajar122 Kelas Satu Jam Pembelajaran Tatap Muka/Menit Jumlah jam pembelajaran Per-minggu Minggu Efektif Per- tahun Ajaran Waktu Pembelajaran /Jam Per- tahun 1 35 42 41 1722 2 35 42 41 1722 3 35 42 41 1722 4 35 42 41 1722 5 35 42 41 1722 6 35 42 35 1470

Dari data di atas tergambar betapa banyak jam belajar siswa setiap hari, karena kurikulumnya selain menekankan pendidikan umum juga adanya keterpaduan pendidikan agama.

122